Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK

SISTEM ENDOKRIN DAN METABOLISME

Pembimbing: dr. Tri Ariguntar, Sp.PK


KELOMPOK 7
1. Diding Kusumawadi
2. M. Izzhatul Islam
3. M. Luthfi Mandani
4. Amiru Zachra
5. Aulia Widyajasita
6. Fanny Destiara
7. Kinanthy Danendra P.
8. Nadya Ayu
9. Josi Wanda P.
10. Hamal Hadyan

2014730018
2011730032
2014730064
2014730007
2014730013
2014730026
2011730037
2014730070
2011730039
2011730040

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat kepada
umatnya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini. Shalawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw yang telah membawa umatnya dari jaman
jahiliyah menuju jaman islamiyah.
Dalam Laporan ini, penulis akan menguraikan tentang hasil praktikum patologi klinik
dalam sistem Endokrin dan Metabolisme. Laporan ini diharapkan bisa menambah wawasan
dan pengetahuan yang selama ini kita cari. Berbagai teknik dan intrik penulis kemas dalam
laporan ini dan juga penulis berharap bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Terima kasih penulis ucapkan kepada :
1. Dr. Tri Ariguntar, Sp.PK sebagai tutor pembimbing kami dalam praktikum,
2. Kepada staf laboratorium yang membantu kami mempersiapkan alat dan bahan saat
praktikum dilaksanakan, dan
3. Kepada teman-teman yang memberikan dukungan dan support.
Meskipun telah berusaha segenap kemampuan, namun penulis menyadari bahwa
laporan ini belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang diberikan akan penulis
sambut dengan kelapangan hati guna perbaikan pada masa yang akan datang.
Akhir kata, penulis berharap laporan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para
mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Jakarta, 13 Maret 2016

Penulis
PERCOBAAN 1
TES REDUKSI URIN

TES GLUKOSA DAN PROTEIN URIN STRIP


CARIK CELUP (Semi Kuantitatif)
PRA ANALITIK
Persiapan Pasien:
Sama dengan persiapan pasien pada tes glukosa darah puasa (GDP):
-

Pasien dipuasakan 8-12 jam sebelum tes


Semua obat dihentikan dulu, bila ada obat yang harus diberikan ditulis pada formulir
permintaan tes.

Dan sama dengan pasien pada tes glukosa darah post prandial (GD2PP):
-

Dilakukan 2 jam setelah tes GDP


Pasien diberikan makanan yang mengandung 100 gram karbohidrat sebelum tes
dilakukan.

Persiapan Sampel:
Pengambilan sampel urin dapat dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel darah,
baik untuk tes glukosa urin puasa maupun tes glukosa urin post prandial.
Sampel urin dapat berupa urin post prandial (pertama kali dikemihkan 1,5 3 jam setelah
makan) atau urin sewaktu.
Sampel urin dimasukkan dalam penamping bersih tanpa bahan pengawet. Sebaiknya sampel
disimpan pada suhu ruang dan tes dilakukan paling lambat 2 jam setelah pengambilan
sampel.
Prinsip Tes:
Dengan metode enzimatik glucose oxidase, kertas yang dilapisi dua macam enzim yaitu
glucose oxidase dan peroxidase, dan zat semacam o-toluidin yang berubah warna bila
dioksidasi.
Alat dan Bahan:
Alat:
-

Tabung reaksi
Carik celup
Urin Analyzer dengan metode Reflectane Fotometer

Bahan:
-

Sampel urin

ANALITIK
Cara Kerja:
-

Masukkan 5 ml urin ke dalam tabung reaksi


Rendamkan carik celup pada sampel urin, diamkan selama 60 detik
Angkat dan tiriskan carik celup
Letakkan carik celup pada Urine Analyzer
Buat program pada Uriscan selanjutnya hasil tes akan terbaca secara semikuantitatif.

Rujukan:

Glukosa negatif bila warna pada carik celup biru atau pada uriscan menunjukkan hasil
negative sesuai dengan <50 mg/100ml glukosa.
HASIL:
Parameter
Leukosit
Nitrit
Urobilinogen
Protein
pH
Blood
BJ
Keton
Bilirubin
Glukosa

Nilai Normal
Negative
Negative atau 0,2

Hasil Test
15
Positive

EU/dL
Negative
Negative
5,0 8,5
Negative
1.000-1.030
Negative
Negative
Negative

?
15 (0,15)
6
Negative
1.010
?
1 (17) +
Negative

PASCA ANALITIK
Interpretasi:
Warna

Interpretasi: + s/d (4+) mungkin/diduga DM


+
: Sesuai dengan 50 - < 250 mg / 100 ml glukosa
Positif + (1+)
: Sesuai dengan 250 - < 500 mg / 100 ml glukosa
Positif ++ (2+)
: Sesuai dengan 500 - < 1000 mg / 100 ml glukosa
Positif +++(3+) : Sesuai dengan 1000 - < 2000 mg / 100 ml glukosa
Positif ++++ (4+) : Sesuai dengan > 2000 mg / 100 ml glukosa

KESIMPULAN:
Berdasarkan percobaan mengenai tes glukosa urin tidak adanya perubahan glukosa,
protein 15 (0,15) , dan keton tidak terbaca pada strip. Hasil glukosa urin negatif.

PERCOBAAN II
KADAR GLUKOSA DARAH (glukosameter)
GDP dan GDS (Kuantitatif)
PRAANALITIK
Persiapan Pasien:
GDS:
Tidak ada persiapan khusus.
Persiapan Sampel:

Pengambilan sampel sebaiknya pagi hari karena adanya variasi diurnal. Pada sore hari
glukosa darah lebih rendah sehingga banyak kasus DM yang tidak terdiagnosis.

Untuk tes saring atau kontrol DM, sampelnya adalah plasma vena, serum atau darah
kapiler. Untuk diagnostik sampel yang dianjurkan adalah plasma vena, akan tetapi
dapat juga digunakan sampel pada whole blood, darah vena atau kapiler dengan
memperhatikan angka kriteria diagnostik yang berbeda. Molaritas glukosa pada
plasma vena hampir sama dengan glukosa pada whole blood. Konsentrasi glukosa
plasma lebih tinggi ~11% dibanding whole blood, pada hematokrit normal.
Konsentrasi plasma heparin lebih rendah 5% dibanding serum.
Sampel plasma, stabil selama kurang dari 1 jam, bisa lebih dari 1 jam konsentrasi

glukosa turun karena adanya glikolisis ex vivo.


Jika sampel disimpan tambahkan glikolisis inhibitor (Natrium flourida 2,5 mg/mL
darah). Sampel ini stabil pada suhu 15-25oC selama 24 jam, dan pada suhu 4oC stabil
selama 10 hari.
Sampel serum stabil selama kurang dari 2 jam.

Metode tes:

Metode kimia: metode ortho-toluidin


Metode enzimatik: glucose oxidase/hexokinase
Yang dianjurkan adalah metode enzimatik

Prinsip tes:
Dengan metode enzimatik: glucose oxidase/hexokinase.
Alat dan Bahan:
Alat:
-

Alkohol swab
Kapas
Strip glukosa
Glukosameter
Lanset

Bahan:
-

Sampel serum

ANALITIK
Cara Kerja:
1. Siapkan lanset yang telah diganti dengan jarum baru, atur angka kedalaman jarum
ketika menusuk kulit.
2. Pasang strip glukosa pada glukosameter.
3. Usap jari tengan atau jari manis sampel dengan alkohol swab, ambil darah dengan
menggunakan lanset
4. Usap terlebih dahulu darah yang keluar dengan menggunakan kapas

5. Lalu pijat perlahan supaya darah keluar kembali


6. Masukkan darah kedalam strip glukosa
7. Tunggu beberapa saat hingga hasil tertera pada alat glukosameter
Rujukan:
GDP

Nama tes

Sampel
Plasma vena

(mg/dL)
< 110

(mmol/L)
< 6,1

GDS

Darah Kapiler
Plasma vena

< 90
< 110

< 5,0
< 6,1

GD2PP

Darah Kapiler
Plasma vena

< 90
< 140

< 5,0
< 7,8

Darah Kapiler

< 120

< 6,7

HASIL PERCOBAAN:
Nama OP
Diding Kusumawadi

GDS (mg/dL)
122 mg/dL

PASCA ANALITIK
Interpertasi:
Nama

Sampel

Bukan DM
Belum Pasti DM
DM
(mg/dL) (mg/dL) (mg/dL) (mg/dL) (mg/dL) (mg/dL)

tes
GDS

Plasma vena

< 110

< 6,1

110-199

6,1-11,0 > 200

> 11,1

GDP

Darah Kapiler
Plasma vena

< 90
< 110

< 5,0
< 6,1

90-199
110-125

5,0-11,0 > 200


6,1-7,0 > 126

> 11,1
> 7,0

Darah Kapiler
GD2PP Plasma vena

< 90
< 140

< 5,0
< 7,8

90-109
140-200

5,0-6,1 > 110


7,8-11,1 > 200

> 6,1
> 11,1

Darah Kapiler

< 120

< 6,7

120-200

6,7-11,1 > 200

> 11,1

KESIMPULAN:
Berdasarkan hasil percobaan kami bahwa GDS darah kapiler adalah 122 mg/dL.
Berdasarkan interpretasi adalah Belum Pasti DM

PERCOBAAN 4 (Kuantitatif)
TES FRAKSI LIPID
Lipid darah terdiri dari Kolesterol, Trigliserida, Fosfolipid dan Asam Lemak Bebas.
Agar dapat diangkut dalam peredaran darah, Lipid harus terikat dengan Protein dalam bentuk
Lipoprotein.
Menurut Berat Jenisnya , Lipoprotein dibagi menjadi:
1.
2.
3.
4.

Kilomikron
Kolesterol-VLDL (Very Low Density Lipoprotein Cholesterol)
Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein Cholesterol)
Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein Cholesterol)
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme Lipid yang ditandai dengan

peningkatan maupun penurunan fraksi Lipid dalam Plasma.


Tes saring untuk Dislipidemia adalah Tes Kadar Kolesterol Total, Kolesterol LDL,
Kolesterol HDL dan Trigliserida.
TES KOLESTEROL TOTAL
PRA ANALITIK
Persiapan Pasien:
a. Puasa 10-14 jam termasuk menghentikan merokok, olah raga tetapi diperbolehkan
minum air putih
b. Tidak minum obat yang mempengaruhi Kadar Lipid dalam 2 minggu terakhir
c. Pasien dalam keadaan stabil, tidak ada perubahan Berat Badan, Pola Makan,
Kebiasaan Merokok, Minum Kopi dan alcohol dalam 2 minggu terakhir
d. Pasien tidak sedang stress oleh penyakit akut
Persiapan Sampel:

a. Waktu pengambilan sampel darah pasien dalam keadaan duduk yang sudah dilakukan
selama 15 menit
b. Pada saat pengambilan darah, pemasangan Tourniquet tidak lebih dari 1 menit
c. Serum sebaiknya dipisahkan dari sel darah merah sesegera mungkin. Sampel
sebaiknya segera di tes. Sampel dapat disimpan selama:
2 hari pada suhu 15-25C .
4 hari pada suhu 2-8C
3 bulan pada suhu -20C
Bila mengunakan Plasma sebaiknya menggunakan Antikoagulan EDTA
d. Bila sampel darah terlihat Ikterus, Hemolisis sebaiknya diulang karena dapat terjadi
peningkatan palsu pada hasil tes
Prinsip Tes:
Tes Kolesterol Total dilakukan dengan Metode Kolorimetrik Enzimatik (CHOD/PAP)
Clholesterol Ester + H2)
Cholesterol + O2

Cholesterol Esterase Cholesterol + RCOOH (Darah)

Cholesterol Oxidase 4 Cholestone -3-one + H2O

[2H2O2 + 4-aminophenazone + phenol

Peroxidase 4-(p-benzoquinon-monoimino)
phenazone + 4H2O (warna Merah)

Keterangan:
Aminophenazone = Zat warna
Phenazone = Larutan berubah warna
Intensitas warna yang terbentuk sesuai dengan konsentrasi Kolesterol yang dapat ditentukan
dengan mengukur absorbansnya pada rentang panjang gelombang 480-550nm
Alat dan Bahan:
Cara Manual / Semi Automatik
1.
2.
3.
4.

Tabung Reaksi dan Rak Tabung


Pipet Volumetrik (10l, 1000l)
Fotometer 4020 ( 546nm)
Sampel Serum atau Plasma yang didapat dari Darah sample yang telah dipisahkan

dengan alat Sentrifuse selama 15 menit.


5. Reagen RI:
PIPES (Piperazine-1, 4-bis (2-ethe sulfonic acid)
Buffer
: 75mmol/l, pH6,8 ;
Mg2+
:10mmol/l;
sodium cholate
: 0.2mmol/l;
4-Aminophenazone
=0.15mmol/l; P
Henol
=4.2mmol/l;
Fatty Alkohol Polyglycol Ether
:1%;
Cholesterol Esterase (Pseudomanas spec) =0.5U/l; C
holesterol Oxidase (E.coli)
= 0.15U/ml:
Peroxidase (Horseradish)
=0.25U/l; Stabilizers

ANALITIK
Cara Kerja Manual/Semi Automatik
1. Campurkan Reagen dalam 32 ml Larutan Pelarut
2. Biarkan campuran selama 10 menit pada suhu kamar. Larutan Stabil selama 7 hari
pada suhu 15-25C .
3. Siapkan tiga Tabung Reaksi yang diberi label:
Tabung 1 Blanko (yang berisi Aqua + Reagen Kolesterol)
Tabung 2 Kolesterol Standard + Reagen Kolesterol
Tabung 3 Serum/Plasma sebanyak 10l + 1000l larutan Reagen Kolesterol

4. Masukan ke dalam alat Fotometer 480 (jalankan sesuai prosedur)

5. Lihat angka yang tertera


HASIL :
Tabung 1 1,114

Tabung 2 1,117
Tabung 3 1,250

Untuk Kadar Standard Kolesterol 200mg/dL sehingga Kadar Kolesterol Total < 200
Interpretasi:
200 239mg/dL Diwaspai terjadi PJK
240mg/dL

Resiko terjadi PJK

Setiap 1% peninggianan Kolesterol akan meningkatkan terjadi PJK


Cara Menghitung Kadar Kolesterol Total dalam darah:

Kesimpulan :
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dengan mengunakan Plasma darah
Sampel didapatkan Total Kolesterol 45,33 mg/dL berdasarkan interpretasi kolesterol
total pasien dalam batas normal.