Anda di halaman 1dari 11

TUGAS 3

TEORI PROBABILITAS
RUANG METRIKS, RUANG TOPOLOGI DAN
RUANG TERUKUR

OLEH :
DIYAH SEPTI ANDRYANI / 1506693052
PROGRAM MAGISTER MATEMATIKA
DEPARTEMEN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK

TEORI PROBABILITAS
Diyah Septi Andryani / 1506693052
Dosen : Prof. Djati Kerami

A.

Ruang Metrik

Misal X adalah himpunan tidak kosong. Suatu fungsi bernilai real d yang
didefinisikan pada X x X yaitu pasangan berurutan dalam X, disebut
metrik atau fungsi jarak pada X bila dan hanya bila fungsi tersebut
memenuhi aksioma aksioma berikut, yaitu untuk setiap a, b, c
(i) d(a,b) 0 dan d(a,a) = 0.
Definit Positif
(ii) d(a,b) = d(b,a)
Simetris

(iii) d(a,c) d(a,b) + d(b,c)


Ketaksamaan Segitiga
ab
(iv) Bila
maka d(a,b) > 0
Bilangan Real d(a,b) disebut jarak dari a ke b.

X:

Himpunan X yang dilengkapi dengan suatu metrik d, dituliskan dengan (X,


d) disebut Ruang Metrik (Metric Space).
Anggota ruang metrik (X, d) disebut titik atau point dan untuk setiap
a, b X

ada bilangan non-negatif d(a,b) yaitu jarak titik a dengan b.

Contoh :
1.
Fungsi d yang didefinisikan oleh d(a,b)=|a-b|, dengan a dan b
bilangan-bilangan Real, adalah metrik dan disebut Metrik Biasa pada
garis Real R.
Bukti:
(i) d(a,b) = |a-b| 0 dan d(a,b) = 0 jika dan hanya jika a = b.
(ii) d(a,b) = |a-b| = |b-a| = d(b,a)
(iii) |a-b| + |b-c|
|a-b+b-c|
= |a-c|
atau d(a,c) d(a,b)+d(b,c) , a<b<c
ab
(iv) d(a,b) = |a-b| >0 jika

d p, q

2. Fungsi d yang didefinisikan oleh

p a1 , a 2

q b1 ,b2

dan

adalah titik dalam bidang


R2

disebut Metrik Biasa pada


Bukti:
(i)

d p, q

a1 b1 2 a 2 b2 2

a1 b1 2 a 2 b2 2

a1 b1 2

a 2 b2

R2

0 dan

d(p,q) = 0

a1 b1 2 a2 b2 2

a1 b1 2 a 2 b2 2

a1 b1 a 2 b2
a1 b1 a 2 b2
a1 a 2 b1 b2
Jadi d(p,q) = 0 jika dan hanya jika

d p, q

(ii)

a1 b1 2 a2 b2 2

a
b

b1 a1 2 b2 a 2 2

2a1b1 b1 a 2 2a 2 b2 b2

2a1b1 a1

a1 b1

2 a 2 b2 a 2

d q, p
d p, q d q, p
(iii)

d p, q d q , r

a1 b1 2 a 2 b2 2

b1 c1 2 b2 c 2 2

a1 b1 2 a 2 b2 2 b1 c1 2 b2 c2 2

dan

a 2 b2

, dengan

adalah metrik dan

a
a

a1 c1 2 a 2 c 2 2

atau

B.

2a1c1 c1

2
2

2a 2 c 2 c 2

a1 b1 2 a 2 b2 2

d p, r d p, q d q, r

d p, q

2a1b1 b1 a 2 2a 2 b2 b2 b1 2b1c1 c1 b2 2b2 c 2 c 2

Jadi

(iv)

b1 c1 2 b2 c2 2
dengan

a1 b1 2 a2 b2 2

>0 jika

p a1 , a 2

pq

a1 c1 2 a 2 c2 2
q b1 ,b2

dan

r c1 , c 2

, dimana p<q<r.

Ruang Topologi

Definisi : Diberikan humpunan tak-kosong

X , suatu koleksi

berisikan

bagian

himpunan-himpunan

dari

yang
X

dikatakan topologi pada X , jika memenuhi


(i) X dan himpunan kosong termuat didalam
(ii) Gabungan (berhingga ataupun tak hingga) dari himpunan-himpunan
di

termuat di pula
(iii) Irisan berhingga dari himpunan-himpunan di
Pasangan ( X , ) dikatakan ruang topologi
Contoh :
Diberikan

{a , b , c , d , e , f }

berada di

pula

dan

1={X , , {a } , {c , d } , {a , c , d } ,{b , c , d , e , f }}
maka

merupakan topologi pada

X , karena memenuhi semua

kondisi dari definisi 1


Diberikan

{a , b , c , d , e , f }

dan
2={X , , {a } , {c , d } , {a ,c , e } , {b ,c , d }}

maka

bukanlah

topologi

{ c d } { a , c , c }={a ,c , d , e }
2

. Itu artinya
Diberikan

pada

karena

dua himpunan di

gabungan

tidak termuat di

tidak memenuhi kondisi (ii) pada definisi.


{a , b , c , d , e , f }

dan

1={X , , {a } , { f } , {a , f } , { a , c , f } , {b ,c , d , e , f }}
maka

irisan

{ a , c , f } {b , c , d , e , f }={c , f } dua himpunan di 3 tidak termuat

di

bukalah

3 . Itu artinya

Diberikan

topologi

tidak memenuhi kondisi (iii) pada definisi.

himpunan

bilangan

himpunan bagian berhingga dari


pada

pada

asli

dan

maka

memuat

dan

bukanlah topologi

. Karena gabungan tak hingga


{ 2 } {3 } { n } ={2,3, n }

dari himpunan-himpunan di
tidak

tidak termuat di

4 .Itu artinya

memenuhi kondisi (ii) pada definisi.

Topologi Khusus
a. Topologi Indiskrit
Bila ={ ,X} maka

dinamakan topologi Indiskrit pada X dan

{X, } dinamakan ruang topologi Indiskrit atau secara singkat


dinamakan ruang Indiskrit.
b. Topologi Diskrit

Untuk sembarang himpunan X

maka D = P {X} dinamakan

topologi Diskrit pada X dan {X,D} dinamakan ruang topologi diskrit


atau secara singkat dinamakan Diskrit.
c. Topologi Kofinit
Diberikan X adalah suatu himpunan sembarang dan

= {G

X|

G = atau Gc berhingga }.
Akan di tunjukan bahwa kondisi I, ii, iii, dipenuhi:
dan X karena Xc = berhingga.
i.
Jelas
ii.
Ambil G1 dan G2
Jika G1 G2 maka G1 G2

Karena jika G1

o G2

maka

Sehingga (G1
G1

iii.

Apabila

maka

. Berhingga

. Berhingga
c

G2 ) =

G1c G2c

berhingga. Jadi jelas bahwa bila

maka G1 G2

dan G2
Gic

c
2

G1c

berhingga untuk setiap i

berhingga. Karena

G
i

i1

G
i

i1

Gic

i1

I maka

G
berhingga maka

c
i

i1

d. Topologi Usual
pada garis bilangan riil R. didefinisikan U = {G

R | G =

atau

G = interval terbuka}. Akan ditunjukan bahwa kondisi i, ii, iii, dipenuhi :


U.
i.
Jelas bahwa
Akan diperlihatkan bahwa R =
terbuka.

yaitu Union dari semua interval

a. Bila a
o

R maka terdapat

a G 0 G 1 G 2 .....

yang berarti bahwa

maka dapat disimpulkan bahwa R

diperoleh : bahwa R
b. Sebaliknya

bila

karena a

G 0 G 1 G 2 ...

disini

G 0 G 1 G 2 ...

G 0

.1)
G 1 G 2 ...
, maka

G 0 , G 1 , G 2 ...

anggota salah satu dari


karena a

sedemikian sehingga a

katakan bahwa a

menjadi
G 0

G 0 R

Dari sini diperoleh bahwa

2)
G

Dari 1) dan 2) disimpulkan bahwa R =


Jadi R merupakan union interval terbuka, yang berarti bahwa R

ii.

Bila

U. dengan demikian jelas bahwa U dan R


G U , yang berarti G = interval terbuka.

U.

Bila

G U , yang berarti

= interval terbuka.

Maka interasi (irisan) dari


1).

dan

ada dua kemungkinan

Dapat dilihat
G

G =

yang berarti juga bahwa

2).

G
G G

Dapat dilihat bahwa

G G =
Sehingga
Jadi bila
iii.

Bila

interval terbuka

G G U
G U

dan G U maka G G U
G0 U , G 1 U , G 2 U , maka G0 , G 1 , G 2 , =

union dari interval terbuka.


G

Yang berarti bahwa


adalah interval terbuka. Jadi
.
Dengan demikian jelas bahwa ketiga kondisi yaitu i, ii, iii, telah
dipenuhi.
Dari sini dapat dijelaskan bahwa himpunan terbuka untuk topologi
usual pada R adalah interval terbuka.
Misalnya G = { x |a < x < B}
G = {x | a < x < b } {x | c < x < d}

Tetapi {x | a x b},{x | a x < b}, {x | a < x b} maupun


singleton {a} bukanlah merupakan himpnan terbuka untuk topologi
usual pada R.
e. Topologi Usual Pada Bidang R2
Definisikan U merupakan klas dari semua himpunan terbuka di bidang
R2, dimana disc terbuka D dibidang R2 sebagai himpunan terbuka.
Disc terbuka D di bidang R2 adalah himpunan dari titik-titik di dalam
suatu lingkaran, katakan, dengan pusat p = (a1, a2) dan jari-jari S > 0
D = {{x,y} | (x a1)2 + (y a2)2 < S2}
= {q R2 | d(p,q) < S}
P = (a1, a2)

disini d(p,q) adalah jarak antara dua titik p = (a 1, a2) dan q = (b1, b2) di
R2:

a1 b1 2 a 2 b2 2

d(p,q) =
dengan demikian peranan disc terbuka D didalam topologi usual pada
bidang R2 adalah analog dengan peranan interval terbuka, didalam
topologi usual pada himpunan bilangan riil R.
sekarang dapat ditinjau bagaimana iteraksi (irisan) antara dua topologi
serta union (gabungan) dari dua topologi. Diberikan

adalah topologi-topologi pada X. akan ditunjukan bahwa

dan

1 2

adalah juga topologi pada X. yang berarti bahwa kondisi i,ii, iii,
dipenuhi.
i.

Karena 1 dan 2 maka 1 2


X 1 dan X 2 maka X 1 2

ii.

Jika G,H

1 2

topologi maka
G H 2

maka G,H 1 dan H 2


G

karena

1 dan 2

adalah

H 1

H 1 2
1 2 maka G H 1 2 .
Jadi jika G,H
Jika G,H 1 2 , maka G,H 1 dan G,H 2 .
1 dan 2 adalah topoligi maka G H 1
Karena
Akibatnya G

iii.

dan G

H 2
Akibatnya

H 1

adalah

topologi

pada

X.

Pernyataan tersebut dapat dikembangkan untuk interseksi (irisan)


n

i 1

dari n topologi

2 , n
,

pada X adalah juga merupakan

topologi pada X.
Misalnya :
1 = { , X, {a}, {c,d}. {a, c, d}, {b, c, d, e}} dan
1

= { , X, {a}, {c,d}.{b,c}, {a, c, d}, {a,b,c},{b, c, d, e}

{a,b,c,d}} adalah topologi topologi pada X = {a,b,c,d,e}


Dari sini
1 2 = { , X, {a}, {c,d}. {a, c, d}, {b, c, d, e}} adalah ruang
topologi pada X = {a,b,c,d}
Tetapi union (gabungan) dari dua topologi adalah belum tentu
merupakan topologi lagi.
Misalnya :
Diberikan
1= { , X, {a}}
2= { , X, {b}} adalah topologi-topologi pada X = {a,b,c,}.
dari

sini

X = {a,b,c}

1 2={ ,X,{a}, {b} bukan merupakan topologi pada

1 2

karena {a}

1 2

, tetapi {a}

{b} =

1 2

{a,b}

dan {b}

Karena iii, tidak dipenuhi maka

1 2

bukan merupakan topologi

pada X = {a, b, c}.

C. Ruang Terukur
Ruang probabilitas

P: F [0,1]

di ruang terukur

( , F )

adalah fungsi

memenuhi

(i)

P ( ) , P ( )=1 ;

(ii)

U ntuk A1 , A 2

dengan

A 1 A 2= , untuk

i j

P( A i)

i=1

P(

A i )=
i =1

Referensi :
Kreyszig, E.1978. Introductory functional analysis with applications. Canada :
John Wiley & Sons. Inc