Anda di halaman 1dari 11

Diyah Septi Andryani / 1506693052

PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL TERHADAP BINOMIAL


Peluang distribusi binomial b(x;n,p) bisa dihitung jika n kecil. Namun bila n
besar atau mendekati tidak terhingga (), maka peluang binomial bisa
dihitung melalui prosedur hampiran normal.
Teorema 7.1. Bila X adalah peubah acak binomial dengan rataan = np dan variansi
2 = npq maka bentuk pelimitan bagi sebaran

Distribusi normal memberikan hampiran yang amat baik terhadap distribusi


Untuk n mendekati tak berhingga (), ini ialah distribusi normal baku n(z;0,1).
binomial bila n besar dan p dekat 1/2. Malahan bila n kecil tapi p tidak amat
dekat dengan nol atau satu, hampiran masih cukup baik.
Dengan menggunakan excel, akan digambarkan grafik distribusi normal
terhadap binomial.
Misal pada pelemparan sebuah koin. Dimana p peluang sukses muncul
gambar sedangkan q adalah peluang gagal muncul gambar.
p
q

0.5
1-p

1-

0.5=0.5
Kesalahan

n
10
100
1000
10000
100000
1000000
1000000
10000000

Dist Binomial
Mean
Var
5
2.5
50
25
500
250
5000
2500
50000
25000
500000
250000
500000
250000
500000
250000

Dist Normal
Mean
Var
5
2.5
50
25
500
250
5000
2500
50000
25000
500000
250000
500000
250000
5000000 2500000

Absolut
Mean Var
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

00

1 | Page

00

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Untuk n = 10
n = 10
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Distribusi Binomial
0.000976563
0.009765625
0.043945313
0.1171875
0.205078125
0.24609375
0.205078125
0.1171875
0.043945313
0.009765625
0.000976563
#NUM!
#NUM!
#NUM!
#NUM!
#NUM!

Distribusi Normal
0.001700073
0.010284844
0.0417071
0.113371652
0.206576619
0.252313252
0.206576619
0.113371652
0.0417071
0.010284844
0.001700073
0.000188373
1.39912E-05
6.9658E-07
2.32471E-08
5.20056E-10

Grafik pendekatan distribusi Normal terhadap Binomial untuk n =


10

2 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052

0.3
0.25
0.2
Dist Binomial

0.15

Dist Normal
0.1
0.05
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Untuk n yang lebih besar


n = 100
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
3 | Page

Dist Binomial
7.88861E-31
7.88861E-29
3.90486E-27
1.27559E-25
3.0933E-24
5.93914E-23
9.40364E-22
1.26277E-20
1.46797E-19
1.5006E-18
1.36554E-17
1.11726E-16
8.28636E-16
5.60923E-15
3.48574E-14
1.99849E-13
1.0617E-12
5.24603E-12
2.419E-11
1.04399E-10

Dist Normal
1.53892E-23
1.1146E-22
7.75622E-22
5.18573E-21
3.33118E-20
2.05595E-19
1.21915E-18
6.94593E-18
3.80216E-17
1.99968E-16
1.01045E-15
4.90571E-15
2.28831E-14
1.02555E-13
4.41598E-13
1.82694E-12
7.26192E-12
2.77336E-11
1.01763E-10
3.58757E-10

Diyah Septi Andryani / 1506693052


20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
4 | Page

4.22816E-10
1.61073E-09
5.78398E-09
1.96152E-08
6.29322E-08
1.91314E-07
5.51867E-07
1.51252E-06
3.94337E-06
9.79043E-06
2.31707E-05
5.23209E-05
0.000112817
0.000232471
0.000458105
0.000863856
0.001559739
0.002697928
0.00447288
0.007110732
0.010843867
0.015869073
0.02229227
0.030068643
0.03895256
0.048474297
0.057958398
0.0665905
0.07352701
0.078028664
0.079589237
0.078028664
0.07352701
0.0665905
0.057958398
0.048474297
0.03895256
0.030068643
0.02229227

1.21518E-09
3.95464E-09
1.23652E-08
3.71472E-08
1.07221E-07
2.97344E-07
7.9226E-07
2.02817E-06
4.98849E-06
1.17886E-05
2.6766E-05
5.83894E-05
0.00012238
0.000246444
0.000476818
0.00088637
0.00158309
0.002716594
0.004478906
0.007094919
0.010798193
0.015790032
0.022184167
0.029945493
0.038837211
0.048394145
0.057938311
0.066644921
0.073654028
0.078208539
0.079788456
0.078208539
0.073654028
0.066644921
0.057938311
0.048394145
0.038837211
0.029945493
0.022184167

Diyah Septi Andryani / 1506693052


59
60
61
62
63
64

0.015869073
0.010843867
0.007110732
0.00447288
0.002697928
0.001559739

0.015790032
0.010798193
0.007094919
0.004478906
0.002716594
0.00158309

Grafik pendekatan distribusi Normal terhadap Binomial untuk n =


100
PENDEKATAN DISTRIBUSI NORMAL TERHADAP BINOMIAL
0.2
0.1
0
n = 100 Dist Binomial

n = 100 Dist Normal

Contoh lain untuk melihat hampiran normal terhadap distribusi binomial,


mula-mula dilukiskan histogram b(x;15,0,4) dan kemudian meletakkan kurva
normal dengan rataan dan variansi yang sama dengan peubah binomial X
sehingga keduanya saling tumpang tindih.
Dimana:
= np = 15 0,4 = 6
2 = npq = 15 0,4 0,6 = 3,6
Histogram b(x; 15,0,4) dan kurva normal padannya dapat digambarkan
sebagai berikut :
Nilai peluang peubah acak binomial X mendapatkan suatu nilai x tertentu
adalah sama dengan luas persegi panjang yang alasnya berpusat di x.
Sebagai contoh, peluang yang tepat bahwa X nilainya 4 sama dengan luas
persegi panjang dengan alas yang titik tengahnya x = 4. Dengan
menggunakan tabel L.2, luas tadi adalah :
5 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052

P ( X = 4 ) = b(4;15,0.4) = 0.1268
Luas ini kira-kira sama dengan luas daerah yang dihitami dibawah kurva
normal antara ordinat

x 1=3,5

dan

x 2=4,5

dalam gambar 7.20, dengan

mengubah ke nilai z, maka kita memperoleh:


3.56
z 1=
=1.316
1.9
z 2=

4.56
=0.789
1.9

Bila X adalah suatu peubah acak binomial dan Z peubah acak normal baku,
maka
P(X=4) = b ( 4;15, 0.4 )
= P ( -1.316 < Z < -0.789 )
= P ( Z < -0.789 ) P( Z < -1.316 )
= 0.2151 0.0941
= 0.1210
Perhatikan bahwa nilai ini sangat dekat dengan nilai peluang pastinya
sebesar 0.1268

Hampiran normal ini sangat berguna untuk menghitung jumlah binomial


untuk n besar.
Andaikan kita akan menghitung peluang X bernilai antara 7 dan 9 (inklusif)
dari soal sebelumnya, maka nilai peluang pastinya :
9

b (x ; 15,0.4)

P(7 X 9)=

b ( x ; 15,0.4)
0

= 0.9662 0.6098
= 0.03564
6 | Page

b (x ; 15,0.4)
0

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Ini sama dengan jumlah luas tiga daerah persegipanjang yang berpusat di x
= 7,8,9. Untuk hampiran normal, kita harus mendapatkan luas daerah
dibawah kurva itu yang terletak antara

x 1=6,5

dan

x 2=9,5

dalam gambar

7.20 kedua nilai z padananya adalah :


6.56
z 1=
=0.263
1.9
z 2=

9.56
=1.842
1.9

Dengan demikian :
P ( 7 X 9 ) = P ( 0.263 Z 1.842 )
= P ( Z < 1.842) P ( Z < 0.263)
= 0.9673 0.6037
= 0.3636
Terlihat bahwa kurva normal memberikan hampiran yang cukup dekat
dengan nilai sesungguhnya 0.3564. derajak ketelitian, yang tergantung pada
kecocokan kurva dengan histogram, akan bertambah jika n membesar. Hal
ini kususnya benar bila p tidak terlalu dekat dengan dan histogram tidak
lagi setangkup. Gambar 9 dan 10 memperlihatkan histogram bagi b(x; 6,0.2)
dan b(x; 15.0,2). Terlihat jelas bahwa suatu kurva normal akan jauh lebih
cocok pada histogram dengan n=15 daripada histogram dengan n=6

Gambar berikut menunjukkan distribusi probabilitas binomial dengan n yang


semakin membesar.

7 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052


0.6
0.5
0.4
0.3
0.2
0.1
0
0

10 12 14 16 18 20

Faktor Koreksi

Bila nilai X adalah distribusi acak binomial dengan nilai tengah =np dan standar
deviasi =npq, maka nilai Z untuk distribusi normal adalah:

Z=Xdi mana
n dan nilai p mendekati 0,5
np
Untuk mengubah pendekatan dari binomial ke normal, memerlukan faktor koreksi,
selain syarat binomial terpenuhi: (a) hanya ada dua peristiwa, (b) peristiwa bersifat
independen; (c) besar probabilitas sukses dan gagal sama setiap percobaan, (d)
data merupakan hasil penghitungan.
Menggunakan faktor koreksi yang besarnya 0.5

Contoh penerapan :
1. Adi merupakan pedagang buah di Tangerang. Setiap hari ia membeli 300 kg
buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Probabilitas buah tersebut laku
dijual dalah 80% dan 20% kemungkinan tidak laku dan busuk. Berapa
probabilitas buah sebanyak 250 kg laku dan tidak busuk ?
8 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Penyelesaian:
n = 300; probabilitas laku p = 0.8, dan q = 1 0.8 = 0.2

= np = 300 x 0.80 = 240


=

Npq= 300 x 0.80 x 0.20=6.93

Diketahui X = 250, dan dikurangi faktor koreksi 0.5 sehingga X = 250 0.5 =
249.5.
Dengan demikian nilai Z menjadi:
Z = (249.5 240) / 6.93 = 1.37 dan P (Z<1.37) = 0.4147
Jadi probabilitas laku adalah 0.5 + 0.4147 = 0.9147
Dengan kata lain harapan buah laku 250 kg adalah 91.47%
2. Manajemen restoran santoni Pizza menemukan bahwa 70% konsumen baru
mereka akan kembali untuk makanan lainnya. Untuk seminggu di mana 80
konsumen

baru

(baru

pertama

kali

datang)

makan

di

santoni,

berapa

probabilitas 60 konsuman atau lebih akan kembali untuk makanan lainnya


P( x60), karena n yang besar, maka untuk memudahkan perhitungan
digunakan pendekatan dist normal terhadap binomial.
Faktor koreksi 60-0,5 = 59,5

=np=80 x 0.70=56

= npq
Z=

80 x 0,70 x 0,30=4,098

Xnp 59,556
=
=0,85
4,098
npq

0,85

Dicari P (z 0,85)
Maka luas daerah di bawah kurva normal adalah 0,5 - 0,3023 = 0,1977
Jadi peluang bahwa 60 atau lebih dari 80 konsumen baru akan kembali untuk
makanan lainnya sebesar 0,198 atau 19,8%

9 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052

3. Peluang bahwa seorang pasien dapat sembuh dari suatu penyakit darah
adalah 0.6 bila 100 orang diketahui menderita penyakit ini berapa
peluang bahwa kurang dari separuhnya akan dapat sembuh?
Jawab :
Misalkan peubah acak X menyatakan banyaknya pasien yang dapat
sembuh. Karena n = 100 maka kita akan mendapatkan hasil yang cukup
teliti bila mengunakan hampiran kurva normal dengan:
= np = 100 x 0,6 = 60
= npq
=

100 x 0.6 x 0.4

= 4.9
Untuk mendapatkan peluang yang dicari, kita harus menghitung luas
daerah disebelah kiri x = 49.5, nilai z padanan x = 49.5 adalah
49.560
z=
=2.14
4.9
Sehingga peluang bahwa yang sembuh kurang dari 50 pasien
diberikan oleh daerah yang diarsir dalam gambar 11

dengan demikian
49

P ( X <50 )= b ( x ; 100, 0.6 )


X =0

= P ( Z < -2.14)
= 0.0162
4. Sebuah ujian terdiri atas 200 pertanyaan pilihan berganda, masingmasing dengan 4 kemungkinan jawaban, tetapi hanya 1 yang benar.
Berapa peluang seseorang yang menjawab secara acak 80 diantara 200
soal yang sama sekali tidak diketahuinya, mendapatkan dari 25 sampai
30 jawaban yang benar?
10 | P a g e

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Jawab:
Peluang jawab yang benar untuk masing-masing diantara 80 soal tersebut
adalah p= . bila X menyatakan banyaknya jawaban yang benar dari
cara menjawab yang acak tersebut, maka:
30
1
b (x ; 80, )

P ( 25 < X < 30 ) =
4
25
Dengan menggunakan hampiran kurva normal dengan
= np = 80 x = 20
= npq
=

80 x

1 3
x
4 4

= 3.87
Kita harus menghitung luas daerah antara

x 1=24.5

dan

x 2=30.5

Kedua nilai z padanannya adalah :


24.520
z 1=
=1.16
3.87
z 2=

30.520
=2.71
3.87

=1

1,16 2,71
Peluang mendapatkan 25 0 sampai
30 jawaban yang benar dengan

demikian diberikan oleh luas daerah yang dihitami dalam gambar


7.24 , dari table A.4 (Walpole hal 470) kita dapatkan :
30
1
P (25 X 30 )= b x ; 80,
4
X =25

=
=
=
=

11 | P a g e

P (1.16 < Z < 2.71)


P ( Z < 2.71 ) P ( Z < 1.16 )
0.9966 0.8770
0.1196