Anda di halaman 1dari 14

Diyah Septi Andryani / 1506693052

TUGAS 3. TEORI PROBABILITAS


ATA 2015-16
Dosen : Prof. Djati Kerami
1. Diberikan a, b integer >0
X : peubah acak (p.a) diskrit bernilai integer > 0, sedemikian
sehingga:
1 1
P ( X=x )= ,untuk 1 x ab
a b

P ( X=x )=0
p(x)=P ( X=x )

1) Apakah syarat yang harus dipenuhi a dan b agar


Penyelesaian:
memenuhi hokum probabilitas dari X
a , b>0
X , i.e
x2) peubah
Tentukan
fungsi
distribusi
acak
diskrit
> 0 dari
grafiknya.
1) Syarat yang harus dipenuhi a dan b agar
hukum probabilitas dari

F( x ).

Gambarkan

p(x)=P(X =x)

memenuhi

1 1
P( X =x)= , 1 x ab
a b

P ( X=x )=0, x >ab


a. Syarat pertama
P (x ) 0

1 1
0
a b

ba
0
ab

ba 0

b a

b. Syarat kedua
ab

P ( x )=1 P ( x )= 1a 1b =1
x=1

1 | Page

ba
ab=1
ab

ba=1 .

1 1

a b

ab

) 1=1
x=1

( 1a 1b ) ab=1

Diyah Septi Andryani / 1506693052

p(x)=P(X =x)

Jadi, syarat yang harus dipenuhi a dan b agar


memenuhi hukum probabilitas dari

adalah

ba

dan

b a=1.

X , i. e F ( x) .

2) Fungsi distribusi dari


x

F ( x )= f (i )
i x

F ( x )=x

F ( x ) = f (i )
i=1

( 1a 1b ) , 1 x ab

Fungsi distribusi dari

1 1
F ( x )= ,untuk 1 x ab
b
i=1 a

F ( x )=

x
ab

X , i. e F ( x)

F(x)

dapat digambarkan dalam grafik

dibawah ini:
1

2 | Page

x ab

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Setelah memperoleh fungsi distribusi, maka kita dapat peroleh


1
F ( x )= (median dari X )
2

penyelesaian dari

Fungsi distribusi dari X


F ( x )=

x=

ab
2

x
ab

F ( x )=

x
ab , sehingga

1 x
=
2 ab

sehingga diperoleh

1
x= ab
2

E( X)

3) Mencari nilai

ab

1 1
x
a b
1

E ( X )= xi f ( x i )
i=1

ab

ba
x
ab
1

ab

ba

x
ab x=1

ab

1
x
ab 1

Setelah nilai E(X) diperoleh maka akan ditentukan nilai a dan b yang
memenuhi
E ( X )=

ab

7
2

karena
dimana

E ( X ) agar
1 7
=
x . ab
2
x=1

E ( X )=

7
2 .

1 2 3
ab 7
+ + ++ =
ab ab ab
ab 2

1
7
( 1+2+3+ +ab ) =
ab 2
Sn

( 1+2+3++ ab )=Sn
n
S n= ( a+U n )
2

sehingga persamaan

1
7
(
1+2+3+ +ab ) =
ab
2 dengan n = ab dapat
Sn

dituliskan :

1 ab
7
.
(1+ ab ) =
ab 2
2

( 1+ ab ) 7
=
ab
2

3 | Page

1+ab=7

ab=6

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Dari 1) diperoleh

ba

= 1 maka di dapat dituliskan

a=b+1 . Subtitusikan nilai

sehingga :
ab=6 ( b1 ) b=6

b b6=0

b=1+ a

ke persamaan

b=1+ a dan
ab

= 6,

( b3 ) ( b+2 )=0

b=3 dan b=2


karena nilai b selalu positif maka nilai b = 3.
Subtitusikan b = 3 ke persamaan a=b+1 sehingga diperoleh :
a=b1

a=31

a=2

Jadi, nilai-nilai a dan b agar

4 | Page

7
E ( X )= adalaha=2 dan b=3 .
2

Diyah Septi Andryani / 1506693052

2. Peubah acak (p.a) Bernoulli bernilai 1 dan 0 dengan probabilitasnya


masing-masing p dan

q=1 p

(1)Hitunglah momen pusat dan bukan pusat orde k dari X, itung juga
E(X)
E

khusus

dan

V (X )

Y = XE( X )

(2)Nyatakan

dan

Z=

1
1Y

Penyelesaian :
(1)
a. Hitung momen pusat
tx

M ( t ) = e f ( x )
t

1 p+e . p

e t 0 f ( 0 ) +e t .1 f ( 1 )

1. ( 1p )+ et . p

1+ ( e t1 ) p

b. Hitung E(X) dan V(X)


x . px (1p)1 x =0+ p1 (1 p)11= p
1

E ( X )= x . f ( x ) =
x=0

x=0

Var ( X )=E [ ( XE ( X ) ) ]= ( xE ( X ) ) . f ( x )
2

x=0

( x p ) . p (1 p)
x

1x

x=0

(p )2 . p 0 (1 p)1+ ( 1p )2 . p1 (1 p)0
p 2 (1 p)+ ( 1 p )2 p
2

p p + p2 p + p
p p2
p (1 p)

3. Hukum binomial
(2)a. Y = XE ( X ) =X p
Misal n:integer pos dan p bilangan real antara 0 dan 1
1
1
1
Z=
=
= , didefinisikan sebagai
f (x)
Perhatikan
fungsi
b.
1Y 1( X p) 1 X + p
n

f ( x )=C k p ( 1 p )

5 | Page

nk

, untuk x=0,1,2, , n

()

Cnk = n
k

(1) Tunjukkan bahwa

f(x) dapat dipandang sebagai hukum dari suatu p.a diskrit X


(2) Tentukan

E( X) dan Var(X)

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Penyelesaian:
(1)Tunjukkan bahwa f(x) dapat dipandang sebagai hokum dari suatu
peubah acak diskrit X
n

(a+ b) n= C nx a x b nx ,untuk a>0, b>0

Jika a = p , b = 1 p , dan 0 <p <

x=0

1 maka
n

(a+ b) =[ p+ ( 1 p ) ] = C x p (1 p)
n

n x

x=0

Sehingga diperoleh:
n

x=0

x=0

f ( x )= C nx p x (1 p)n x=[ p+( 1 p ) ] =1n=1


n

Karena

f ( x )=1

maka f(x) merupakan pmf dari peubah acak

x=0

diskrit X

(2)Tentukan

E( X)

Var ( X )

dan

a. Menentukan E(X)
n

x=0

x=0

E ( X )= x . f ( x )= x . C x p (1 p)
n

x=1
n

x=1

nx

x . n!
p x (1 p)n x
x ! ( nx ) !
x . n(n1)!
p . p x1( 1 p)nx
x . ( x1 ) ! ( nx ) !
n

np
x=1

( n1 ) !
n x
p x1 ( 1 p )
( x1 ) ! ( nx ) !

np C ( x1 ) p
(n1)

x=1

6 | Page

x1

nx

(1 p)

Diyah Septi Andryani / 1506693052

Misal y = x 1 dan m = n 1 maka batas-batasnya


menjadi:
Untuk x = 1 maka y = 0
Untuk x = n maka y = n 1 = m
Sehingga
m

E ( X )=np Cmy p y (1 p)m y =np ( 1 )=np


y=0

b. Menentukan

Var ( X )

Var ( X )=E [ ( XE ( X ) ) ]=E [ X 2 XE ( X )+ E ( X )


2

X
2
( 2 )2 E( X ) E ( X ) + [ E ( X ) ]
E
X
2
( 2 )[ E ( X ) ]
E
E[ X ( X 1 )+ X ] [ E ( X ) ]

E[ X ( X 1 ) ]+ E(X ) [ E ( X ) ]
n

x ( x1 ) . f ( x )= x ( x1 ) C nx p x ( 1 p )

nx

x=0

E [ X ( X1 ) ]=
x=0

x=2
n

x=2
n

x=2

x ( x1 ) . n! x
p (1p)n x
x ! ( nx ) !
x ( x1 ) n!
px (1p)n x
x . ( x1 ) (x2)! ( nx ) !
n ( n1 ) ( n2)! 2 x2
nx
p p ( 1 p )
( x2 ) ! ( nx ) !

n(n1) p

x2
nx
(1 p)
C(n2)
( x2) p
x=2

Misal y = x 2 dan m = n 2maka batas-batasnya


menjadi:
Untuk x = 2 maka y = 0
Untuk x = n maka y = n 2 = m
Sehingga
m

E [ X ( X1 ) ]=n ( n1 ) p2 Cmy p y (1 p )
y=0

7 | Page

m y

Diyah Septi Andryani / 1506693052

n ( n1 ) p2 (1 ) =n ( n1 ) p2
Var ( X )=E [ X ( X1 ) ]+ E (X )[ E ( X ) ]

Jadi,

2
2 2
= n ( n1 ) p +npn p
2

= n p n p +npn p
2
= npn p =np( 1 p)

8 | Page

Diyah Septi Andryani / 1506693052

4. Hukum Poisson P(M)


Misal m : bilangan real pos. Perhatikan fungsi yang didefinisikan
untuk semua x positif atau nol sebagai :
f ( x )=em
f ( x)

(1)Tunjukkan bahwa

mx
x!

dapat dipertimbangkan sebagai hokum

Penyelesaian:
prob dari suatu p.a diskret X
f (x) dapat dipertimbangkan sebagai hokum
(1)Tunjukkan bahwa
(2)Hitung E( X) dan Var (X )
prob dari suatu p.a diskret
f ( x )=em

f ( x )= e

x=0

x=0

mx
x!

,x0

mx m
mx
=e
x!
x=0 x !

em 1+

m1 m2 m3
+ + +
1! 2! 3!

em+ e m=1

f (x )=1

Karena

x=0

maka f(x) merupakan pmf dari peubah acak

diskrit X

(2)Tentukan E(X) dan Var (X)

x em

mx
x em mx
em m x
=
=
x!
x=1 x (x1)!
x=1 ( x1)!

E ( X )= x . f (x)=
x=0

x=0

Misal y = x 1 maka batas-batasnya menjadi:


Untuk x = 1 maka y = 0
Untuk x = maka y =
Sehingga

em m y+1
em m y
E ( X )=
=m
=m ( 1 )=m
y!
y!
y=0
y=0
Berdasarkan definisi
9 | Page

Var (X )=E [ X ( X1 ) ]+ E ( X )[ E ( X ) ]

Diyah Septi Andryani / 1506693052

E [ X ( X1 ) ]= x ( x 1 ) . f ( x )= x ( x1 ) e

x=0

x=0

mx
x!

x ( x1 ) e

x=2

mx
mx
m
= e
(x2)!
x ( x 1 ) (x2) ! x=2

Misal y = x 2 maka batas-batasnya menjadi:


Untuk x = 2 maka y = 0
Untuk x = maka y =
Sehingga

y+2
mx
m
m m
E [ X ( X1 ) ] = e
= e
y!
( x2 ) ! y=0
x=2
m

em my !
y=0

m2 ( 1 )=m2
2

Var ( X )=E [ X ( X 1 ) ] + E ( X )[ E ( X ) ] =m2+ mm2=m

Jadi,

5. Misal [a,b] suatu interval dalam R. X:p.a kontinu yang mempunyai


f ( x)

densitas
f ( x )=

yang didefinsikan sebagai:

1
,untuk x [ a , b ] m ( b> a )
ba

Kita katakana bahwa


bahwa

mengetahui hokum probab uniform atau

terdistribusi secara sama pada [a,b]

(1)Tunjukkan
bahwa
Penyelesaian
:
(2)Hitung

0,untuk yang lain

E( X)

10 | P a g e

(3)Tentukan

dan

F( X )

f (x) merupakan fungsi densitas


Var ( X )

Diyah Septi Andryani / 1506693052

f (x)

(1)Tunjukkan bahwa

merupakan fungsi densitas

Untuk dua konstanta a danb a < x < b, gambar dari pdf uniform
di atas adalah seperti berikut
f(x)
1
ba

Terlihat bahwa panjang dari segiempat adalah b a dan

tingginya adalah

1
ba

sehingga
b

Luas di bawah kurva

(2)Hitung

(b+ a)(ba)
2(ba)

1
dx
ba

=
b

E( X )

x2
a

11 | P a g e

1 x2
2 ba

b2 a2
2( ba)

b+a
2

1
dx
ba

b
( 2+ab+ a2)(ba)
3 (ba)

Var (X )

E( X) dan Var(X)
b

E( X)

f ( x) (b a). b a 1

f ( x)

1 x
3 ba

b
( 2+ab+ a2)
3

E( X 2) [ E (X ) ]

b3 a3
3 (ba)

Diyah Septi Andryani / 1506693052

b
( 2+ab+ a2) b+ a

3
2

b
b
( 2+2ab +a2 )
4
( 2+ab+a2)

4 b 2+ 4 ab+ 4 a 23 b26 ab3 a2


12
b
( 22 ab+ a2 )
12

(3)Tentukan

F( X )

F ( x )= f ( x ) dx
a

12 | P a g e

(ba)
12

1
dx
ba

xa
untuk x [a , b ]
ba

Diyah Septi Andryani / 1506693052

5. Hukum normal

N (m , )

Perhatikan fungsi f(u) yang didefinisikan sebagai


(1)Tentukan konstanta

k f (u)

suatu p.a kontinu U


JAWAB:
(2)Hitung E(U) dan Var(U)
(1)Tentukan konstanta k f (u)

f ( u ) =ke

u
2

merupakan densitas prob dari

merupakan densitas prob dari

suatu p.a kontinu U


Agar f(u) merupakan pdf dari peubah acak kontinu U , maka

f (u)du=1

Sehingga

ke

u
2

[ ] [

du=k

u
2

du =k

u
2

] [

u
2

u
2

du+ e

u
2

du

2
k 2 e du =2 k e du =2 k =k 2
2
0

k 2 =1

(2)Hitung

k=

1
2

E(U ) dan Var(U)

Momen generating function dari f(u) adalah

13 | P a g e

,uR

ke

u
2

du=1

Diyah Septi Andryani / 1506693052

1
M ( t )=E ( e )= e .
e
2

tu

tu

1 tu 2
1
e
du=
e
2
2

1
e
2

1
(( u t ) 2t 2 )
2

du=

u
2

1 tu
e e
2

du=

1 2
(u 2 tu )
2

1
du=
e
2

1 2t
e e
2
2

1
2
( ut )
2

du=e 2

u
2

du

1 2
( u 2 tu+t 2t 2)
2

du

( ut )
21 e 2 du

e2

M ( t )=e 2

maka

14 | P a g e

'

M ' ( t )=te 2 M ( 0 )=0

E ( X )=M ' ( 0 )=0

''

M '' (t )=e 2 +t e 2 M ( 0 )=1

Var ( X )=M (0)- {[M'(0)]} ^ {2}

10