Anda di halaman 1dari 21

Pendahuluan

Tujuan pengobatan pasien hipertensi:


1.Target TD < 140/90 mmHg, risiko tinggi TD <

130/80 mmHg
2. morbiditas & mortalitas cv
3.Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria
Obat lini pertama:
1.Diuretik

2. ACE-inhibitor
3.
-blocker
4. ARB
5. Antagonis kalsium

Sistem Renin-AngiotensinAldosteron

ANGIOTENSINOGEN

ANGIOTENSIN

globulin yang disintesis


dalam hati dan beredar
dalam darah

1. Derivat Angiotensinogen
2. Diproduksi di hati
3. Menyebabkan
vasokonstriksi
4. Memproduksi Aldosteron
dari korteks Adrenal

ANGIOTENSIN
CONVERTING
ENZYME

Mengubah Angiotensin I
menjadi angiotensin II
vasokonstriktor
degradasi bradikinin
vasokontriksi

Terdapat di sel endotel


sistem vaskular, terutama
sistem kapiler paru-paru
dan ginjal

EFEK ANGIOTENSIN II

1. sistem
kardiovaskular
2.Sitem neuroendokrin
3. SSP
4. Pembuluh darah

TEKANAN DARAH

kARDIOVASCULAR

NEURO-ENDOKRIN

Vasokonstriksi arteriol dan

venula
kekuatan kontraksi
miokard

stimulasi sekresi
aldosteron dari korteks
adrenal yang menyebabkan
retensi air dan natrium serta
ekskresi kalium di ginjal

SSP

Stimulasirasa haus

sekresi ADH

Dlm jangka panjang angiotensin II merangsang


proliferasi sel otot polos pembuluh darah dan
miokard,serta memfasilitasi proses aterosklerosis

Angiotensin Converting
Enzyme

Manfaat
ACE-inhibitor efektif untuk hipertensi, dapat

digunakan pada krisis hipertensi : kaptopril dan


enalaprilat
ACE-inhibitor terpilih untuk hipertensi dengan gagal
jantung kongestif, mengurangi resistensi insulin
sehingga sangat baik untuk hipertensi pada diabetes
kombinasi dengan diuretik memberikan efek
sinergistik (85% pasien tekanan darahnya
terkendali).
Kombinasi dengan dan bloker menimbulkan
hipotensi berat dan berkepanjangan

Kaptopril adalah penghambat enzim konversi

angiotensin (penghambat ACE) yg pertama


ditemukan
Secara umum penghambat ACE dapat
dibedakan atas;
- yang bekerja langsungkaptopril dan
lisinopril
- yang bekerja tidak langsung (merupakan
prodrug), yakni semua yang lain
Penghentian mendadak tidak memberikan
fenomen rebound

Sediaan dan Dosis ACEInhibitor


Obat
Dosis
Frekuensi
Sediaan
Kaptopril
Benazepril
Enalapril
Fosinopril
Lisinopril
Perindopril
Quinapril
Ramipril
Trandolapril
Imidapril

(mg/hari)

pemberian

25-100
10-40
2,5-40
10-40
10-40
4-8
10-40
2,5-20
1-4
2,5-10

2-3x
1-2x
1-2x
1x
1x
1-2x
1x
1x
1x
1x

Tab 12,5 dan 25 mg


Tab 5 dan 10 mg
Tab 5 dan 10 mg
Tab 10 mg
Tab 5 dan 10 mg
Tab 4 mg
Tab 5, 10 dan 20 mg
Tab 10 mg
Tab 5 dan 10 mg

Farmakokinetik
Sediaan

Produg

Metabolit
aktif

Metabolism
e di hati

Eliminasi

Kaptopril
Lisinopril
Peridopril
Enalapril
Ramipril
Quinapril
Silazapril
Benazepril
Fosinopril

Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya
Ya

Perindopilat
Enalaprilat
Ramprilat
Quinaprilat
Silazaprilat
Benazeprilat
Fosinoprilat

+
+
+
+
+
+
+
+

Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
Ginjal
+ bilier

Farmakokinetik
Kaptopril

- bioavailabilitas oral 70 75%,


diberikan 1 jam sebelum makan
- ikatan dengan protein plasma 30%
- waktu paruh kurang dari 3 jam
- dosis awal 25 mg 2-3x/hari

Enalapril

- prodrug yg dipecah dalam hatienalaprilat


dalam 3-4 jam
- waktu paruh 11 jam
- dosis enalapril 10-20 mg 1-2x/hari

Lisinopril

- Absorpsi lambat, dengan kadar darah


puncak kira-kira 7 jam
- Waktu paruh 12 jam.
- Dosis 10-80 mg 1 kali sehari

Efek samping
Hipotensi
Batuk kering
Hiperkalemia
Rash
Edema angioneurotik
Gagal ginjal akut
Proteinuria
Efek teratogenik

Perhatian dan
Kontraindikasi
Wanita hamil
Ibumenyusui
Stenosis arteri renalis
Pasien dengan hiperkalemia
Pasien dengan peningkatan kadar kreatinin
Pemberianbersama diuretik hemat kalium

menimbulkan hiperkalemi
Pemberian bersama antasida, mengurangi
absorbsi
Kombinasi dengan AINS mengurangi efek
antihipertensi dan menambah risiko hiperkalemia