Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1

VISKOSITAS

Di susun
oleh :
Tria Momongan
15503125
Geohermal 1 B

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Negeri Manado
2015

VISKOSITAS
I.

Identitas
Nama
NIM
Kelas
Jurusan/Prodi
Kelompok
Judul Percobaan
Waktu Pelaksanaan
Waktu Pemasukkan Laporan

II.

: Tria Momongan
:15 503 021
: Geotermal B
: Fisika/Geotermal
:1
: Viskositas
: Senin, 23 November 2015
:

Tujuan Percobaan
1. Memahami adanya gaya gesekan yang dialami benda yang bergerak dalam fluida
2. Memahami perilaku fluida
3. Menentukan koefisien kekentalan (viskositas) fluida kentalS

III.

Alat-alat yang digunakan


1. Tabung panjang (gelas ukur ukuran 1000 ml)
2. Fluida kental (oli)
3. Bola-bola kecil (kelereng)
4. Micrometer sekrup/jangka sorong
5. Stopwatch
6. Sendok saringan untuk mengambil bola
7. Aerometer (densimeter)
8. Neraca

IV.

Teori
Setiap benda yang bergerak dalam fluida akan mendapat gaya gesek (gaya fiskos)
dan gaya Archimedes yang disebabkan oleh fiskositas fluida. Gaya gesek tersebut
sebanding dengan kecepatan relative benda dalam fluida.
Khusus untuk benda yang berbentuk bola dan bergerak dalam fluida homogeny,
mengalami gaya menurut hukum stokes sebagai berikut:
F = -6 . . R v . (1)
Dengan = koefisien kekentalan fluida dalam satuan N.s/m2
R = jari-jari bola dalam m
v = kecepatan relative gerak bola dalam fluida (m/s)
Pemakaian hukum stokes harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a. Ruang tempat fluida tidak terbatas (ukurannya cukup besar disbanding bendanya)
b. Tidak terjadi turbulensi dalam fluida (kecepatan bola tidak boleh terlalu besar)
Jika bola tidak mempunyai massa jenis dilepaskan tanpa kecepatan awal di atas
permukaan fluida kental, maka bola tersebut bergerak ke bawah dengan kecepatan

konstan. Kecepatan konstan tetapi karena adanya gaya kesetimbangan antara gaya
Archimedes, gaya stokes yang berarah ke atas dengan gaya berat berarah bawah.
Jumlah gaya bekerja pada bola sama dengan nol, melalui persamaan sebagai
berikut:
Fa + Fs = W (2)
Dengan :

Fa = gaya Archimedes
Fs = gaya stokes
W = berat
Setelah persamaan diatas diselesaikan maka diperoleh hubungan matematis antara
kekentalan dan besaran fisis lain sebagai berikut:
2 R2 g
n=
9v
Dimana

po

= massa jenis fluida (kg/m)

= rapat jenis bola (kg/m3)

Dari persamaan diatas dapat diturunkan persamaan lainnya sebagai berikut.

t R 2=

9 nd
2 g ( p po)

Dimana
V.

R
= jari-jari tabung (m)
t
= waktu jatuh bola pada jarak s
Jalannya percobaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

VI.

Mengukur diameter bola dengan menggunakan jangka sorong dan micrometer sekrup
Menimbang massa bola dengan menggunakan neraca
Mengukur massa jenis fluida dengan menggunakan densimeter (aerometer)
Memberi batas jarak jatuh tabung dengan tali atau gelang karet
Mengukur jarak jatuh bola dari batas gelang karet bagian atas sampai di atas bawah
Mengulangi langkah 5 dan 6 untuk jarak yang berbeda

Hasil Pengamatan
Diameter dalam tabung
Diameter bola besar
Diameter bola kecil
Massa bola besar
Massa bola kecil
Massa jenis fluida (oli)

= 6,17
= 14,31 mm
= 9,55 mm
= 1,2 gram
= 0,6 gram
= 0,87

Percobaan Bola besar


I

20
3,1

25
3,51

30
4,27

VII.

II
III
Rata-rata

2,88
2,88
2,95

3,37
3,51
3,46

4,27
4,30
4,28

Percobaan Bola Kecil


I
II
III
Rata-rata

20
2,06
1,98
2,02
2,02

25
2,65
2,70
2,65
2,66

30
3,15
3,10
3,15
3,13

Pengolahan Data

____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
VIII.

Pengolahan Data

____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
____________________________________________________________________________
IX.

Pembahasan

Dalam praktikum viskositas yang bertujuan untuk menentukan koefisien kekentalan


(viskositas) fluida.
Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida.
Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk
mengalir. Beberapa cairan dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya mengalir lambat
memiliki nilai viskositas besar. Jadi, viskositas tidak lain menentukan kecepatan
mengalirnya suatu cairan.
Sedangkan koefisien viskositas atau angka kekentalan merupakan tatapan yang diberikan
untuk mencari nilai dari suatu gaya yang bekerja pada fluida. Semakin besar angka fluida
maka semakin besar pula viskositasnya.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi koefisien kekentalan berupa massa jenis bola
serta massa jenis fluida, kecepatan jatuh bola, dan percepatan gravitasi.
X.

Penutup
a. Kesimpulan
Dari percobaan viskositas daoat di simpulkan bahwa :
1. Koefisien kekentalan bergantung dari besar jumlah massa jenis bola dan
kecepatan bola, semakin besar massa jenis bola maka semakin besar pula
koefisien kekentalannya, sebaliknya dengan kecepatan, koefisien kekentalan
berbanding terbalik dengan kecepatan.
2. Koefisien viskositas atau angka kekentalan merupkan tetapan yang diberikan
untuk mencari nilai dari suatu gaya yang bekerja pada fluida. Semakin besar
angka fluida maka semakin besar pula viskositasnya.
3. Percepatan gravitasi juga berperan dalam menentukan koefisien kekentalan
4. Gaya gesek fluida memperlambat bola untuk jatuh.
b. Saran
1. Sebaiknya melakukan percobaan secara berulang-ulang, karena jika hanya
melakukan 1x percobaan tingkat ketepatan akan berkurang.
2. Hati-hatilah dalam menggunakan alat yang dipakai dan harus memiliki
konsentrasi yang tinggi dalam melakukan percobaan
3. Harus menguasai jalannya percobaan dan metode-metode praktikum

XI.

Daftar pustaka
Tim Dosen Praktikum Fisika Dasar 1, Penuntun Praktikum Fisika dasar 1, FMIPA
UNIMA, Tondano: 2015