Anda di halaman 1dari 22

Radiogr

afi
intraora
l
P e r i a p i k a
l
Bitewin
g
Oleh:
Larissa PS
15066690

Radiogra
fi
Intraoral

memberi
gambaran
kondisi gigi
dan jaringan
sekitar secara
detail.

diperoleh dgn
menempatkan
film ke dalam
rongga mulut
pasien dan
melakukan
penyinaran

Radiografi Intraoral
Periapical
projection

Radiografi
Intraoral

Bitewing

Occlusal

menunjukkan
keseluruhan
sebuah gigi,
termasuk tulang
sekitarnya
menunjukkan
hanya mahkota
gigi dan alveolar
crests
menunjukkan
area gigi dan
tulang lebih
besar dari
teknik
periapikal

1. Radiografi Periapikal
Tujuan
melihat keseluruhan makhota dan akar gigi, tulang
alveolar, dan jaringan sekitarnya.

Kegunaan
Mendeteksi infeksi atau inflamasi periapikal, penilaian
status periodontal, trauma yang melibatkan gigi dan
tulang alveolar, gigi yang tidak erupsi, keadaan dan
letak gigi yang tidak erupsi, penilaian morfologi akar
sebelum ekstraksi, perawatan endodontik, penilaian
sebelum dilakukan tindakan operasi dan penilaian
pasca operasi apikal, mengevaluasi kista radikular
secara lebih akurat dan lesi lain pada tulang alveolar,
Teknik
serta evaluasi pasca pemasangan implan.
Paralel
Bisecting

1.a. Paralel
Dikenal juga sebagai extension cone
paralleling, right angle technique, long
cone technique, dan true radiograph
Indikasi:
Mendeteksi adanya inflamasi/infeksi atau kelainan di
daerah apikal
Penilaian keadaan jaringan periodontal
Pemeriksaan pasca trauma pada gigi geligi yang
melibatkan tulang alveolar di sekitarnya
Penilaian kondisi dan posisi gigi yang tidak erupsi
Mempelajari morfologi akar sebelum pencabutan gigi
Penilaian kondisi gigi selama perawatan endodontik
Penilaian preoperatif dan postoperatif setelah pembukaan
(operasi) daerah apikal
Evaluasi detail kista apikal dan lesi lainnya di dalam
tulang alveolar

1. Film
diletakkan
pada
bagian
palatinal
atau
lingual gigi

2. Film
diletakkan
sejajar
dengan long
axis gigi
dengan
memakai
Film Holder

3. Sinar
sentral
diarahkan
tegak lurus
terhadap
axis gigi dan
film

4. Teknik ini
menghasilk
an gambar
yang lebih
baik
daripada
teknik
bisecting
angle.

TEKN

Receptor holding Instruments


Ini digunaan untuk memposisikan reseptor agar pas di
mulut pasien. External guide ring pada teknik parallel
digunakan untuk mengarahkan x-ray aiming cylinder dan
memastikan receptor di tengah beam di belakang gigi
yang akan difoto dan reseptor dan gigi tegak lurus sinar xray. Penggunaan rectangular collimator juga perlu untuk
mengurangi exposure.
Receptor placement
Parallel terhadap gigi dan dalam pada mulut pasien.
untuk maxillary projection: superior border pada dinding
palatal pd midline
untuk mandibular projection: receptor harus
megesampingkan lidah toward midline supaya inferior
border receptor dapat diletakan pada lantai mulut di luar
permukaan mukosa lingual mandibula.
Angulation of tube Head
Orientasi x-ray machine secara vertical dan horizontal
harus disesuaikan dengan aiming ring. horizontal direction
mempengaruhi derajat overlapping foto crown pada
interproximal space

Keuntung
an

Kerugian

Tidak ada distorsi


Gambar yang dihasilkan sangat representatif
dengan gigi sesungguhnya
mempunyai validitas yang tinggi
posisi relatif dari reseptor gambar sehingga
berguna untuk beberapa pasien dengan cacat

sulit dalam meletakkan film holder terutama pada


anak-anak dan pasien yang mempunyai mulut kecil
pemakaian film holder mengenai jaringan
sekitarnya sehingga timbul rasa tidak nyaman pada
pasien
memposisikan film holder pada molar tiga bawah
sangat sulit

Evaluasi mutu
periapikal

Objek terlihat jelas


Kontras, detail,
ketajaman terlihat baik
Terlihat enamel, pulpa,
lamina dura
Akar dan tulang
periapikal sepanjang

1.b. Bisecting

Indikasi:
kelainan anatomi seperti torus palatinus
besar, palatum sempit, dasar mulut
dangkal, frenulum pendek, lebar lengkung
rahang yang sempit atau pada pasien anak
yang kurang kooperatif.

Film diletakkan ke dalam rongga


mulut dan diberikan blok gigitan
untuk menahan film

Receptor holding instrument


menyediakan jalur eksternal untuk localizing x-ray beam. Tida
disarankan apabila pasien menunjang reseptor dari permukaan
lingual dengan telunjuknya karena image field nya bisa salah.
Positioning of the patient
Maxillary arch kepala pasien diposisikan sehingga sagittal
vertical dan occlusal horizontal.
Mandibular teeth kepala didongakan sehingga oclusal plane
sejajar tanah
Receptor Placement
Reseptor diletakkan di belakang area yang akan difoto dengan
apical end pada mukosa permukaan lingual dan palatal. Ujung
reseptor harus di atas incisal atau occlusal edge (receptor
tingginya melebihi gigi)
Angulation of the Tube Head
Horizontal Angulation : ketika digunakan receptor holding device
dengan beam localizing ring, instrument diposisikan secara
horizontal sehingga central ray terarah pada kontak region yang
diperiksa. (namun biasanya ring tidak digunakan dalam teknik
bisecting. Pasien memegang film dalam mulut dengan jari)

Film diletakkan pada


bagian lingual atau
palatinal dari gigi
yang akan difoto
Salah satu ujung film
menyentuh bagian incisal
dari gigi dan membentuk
sudut dengan long axis gigi
X-ray tube/ sinar central
tegak lurus dengan garis
(khayal) yang membagi dua
sudut yang dibentuk antara
long axis gigi dengan film

Hasilnya tampak gigi-gigi RA


atau RB maksimal 4 gigi
untuk gigi anterior dan 3 gigi

Keuntungan
Teknik ini dapat digunakan tanpa
film holder dan posisi yang cukup
nyaman bagi pasien.
Kerugian
distorsi mudah terjadi dan masalah
angulasi ( banyak angulasi yang
harus diperhatikan ).

2. Bitewing
Sering disebut Proximal Radiografi
Kegunaan
memeriksa daerah interproksimal gigi dan permukaan gigi
yang meliputi mahkota dari maksila dan mandibula didaerah
interproksimal dan puncak alveolar dalam film yang sama.
Indikasi

Deteksi karies
Monitoring progres karies gigi
Menilai kondisi restorasi yang telah ada
Menilai kondisi periodontal

Film diletakkan dengan pegangan khusus dan


pasien diatur sedimikian rupa (posisi dataran
oklusal dengan lantai)
Film diletakkan pada bagian lingual dan palatinal
pada gigi yang akan difoto

Penderita diinstruksikan untuk menggigit ringan


pegangan sayap-sayap film

Sinar sentral diarahkan tegak lurus terhadap film


Hasilnya akan nampak gigi RA dan RB dalam
keadaan hampir oklusi (mahkota kelihatan
seluruhnya dan bagian akar hanya kelihatan

T
E
K
N
I
K

Teknik
Tradisional
Operator
memegang
tab, lalu tab
tersebut
ditempatkan
di sisi oklusal
gigi RB pasien
Pasien
diminta untuk
mengigit tab
dengan kuat
Saat pasien
mengigit,
operator
sambil
menarik tab,

Keuntungan
bitewing
tradisional
Simpel
Tidak mahal
Tab langsung
dibuang
seehingga
tidak
memerlukan
prosedur
kontrol infeksi
tambahan
Mudah
digunakan
pada anakanak

Kerugian
bitewing
tradisional
Posisi
tubehead
dapat tidak
sesuai
(operator
dependent)
Tidak
reproducible
Biasa terjadi
coning off
atau cone
cutting
Lidah dapat
mengubah
posisi film

Teknik menggunakan packet


holder
Film sejajar gigi
Bite-platform menggantikan wing
Terdapat aiming device

Keuntungan
Simpel
Film tidak dapat berpindah posisi karena lidah
Arah tubehead ditentukan holder, sehingga tidak
terlalu operator-dependent, sinar X-ray selalu berada
pada sudut yang benar
Holder dapat di autoclave atau sekali pakai

Kerugian

Tidak reproducible karena posisi holder ditentukan


oleh operator, sehingga tidak ideal untuk memonitor
progress karies
Pemosisian holder tidak nyaman
Beberapa holder mahal

Evaluasi
mutu
bitewing
Objek terlihat
jelas
Kontras, detail,
ketajaman terlihat
baik
Terlihat
permukaan

Terimakasih