Anda di halaman 1dari 14

Draff / krangka rancangan AD/ART Organisasi

ANGGARAN DASAR
DAN
ANGGARAN RUMAH TANGGA
GAMBAR / LOGO
ANGGARAN DASAR
NAMA ORGANISASI
MUQADIMAH
Isi Muqodimah :
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
NAM A
Organisasi ini bernama :

Pasal 2
WAK T U
Organisasi ini didirikan di :

Pasal 3

TEMPAT KEDUDUKAN
Berkedudukan di:
BAB II
YURIDIKSI, ASAS, CIRI, SIFAT, VISI DAN MISI

Pasal 1
YURIDIKSI
Organisasi ini tunduk kepada hukum yang berlaku di INDONESIA.

Pasal 2
AZ AS
pancasila dan UUD 45.

Pasal 3
CIRI

Pasal 4
S I FAT
Bersifat :
Pasal 5
VISI
Apa :
Pasal 6

MISI
Apa :

BAB III
LAMBANG
Lambang/logo dan penjabarannya
BAB IV
FUNGSI
Pasal 1
Fungsi Lembaga

Pasal 2
FUNGSI OPERASIONAL
Implementasi/aplikasi organisasi :
BAB V
U S AH A
Untuk mencapai maksud dan tujuannya, organisasi ini akan lebih menggiatkan anggotanya untuk
dapat bersosialisasi. Mengadakan aktifitas / kegiatan yang bertujuan menggali potensi organisasi
dari potensi anggota sendiri.
BAB VI
ATURAN PERALIHAN DAN PENUTUP

Pasal 1
Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar
ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 2
Apabila kemudian hari terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam
Anggaran Dasar ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana
mestinya oleh Musyawarah Anggota.

Pasal 3
Anggaran Dasar ini disusun dan dirumuskan oleh Tim Perumus sebagai pengembangan Pengurus
yang dipilih pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Pasal 4
Anggaran Dasar ini ditetapkan di :

Pasal 5
Anggaran Dasar ini dikukuhkan pada Pertemuan / Rapat Perumusan / Rapat Kerja, pada hari :

ANGGARAN RUMAH TANGGA


Nama organisasi :
MUQADIMAH

ISI MUQADIMAH :

BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1
JENIS-JENIS ANGGOTA
Ayat 1
Anggota Inti adalah Anggota yang aktif dan PERNAH Aktif dalam setiap kegiatan / aktifitas
Organisasi dan tercatat sebagai anggota yang dibuktikan dengan adanya Nomor Induk Anggota
(NIA) pada Kartu Tanda Anggota (KTA).

Ayat 2
Anggota Simpatisan adalah Anggota yang bersimpati dan menjadi penyokong dari setiap
kegiatan :

Ayat 3
Anggota Kehormatan adalah orang yang dianggap berjasa terhadap organisasi atau tokoh-tokoh
yang di anggap penting dalam perkembangan Organisasi yang selanjutnya disebut sebagai
Dewan Penasehat / Kehormatan.

Pasal 2
PERSYARATAN KEANGGOTAAN
Ayat 1
Ayat 2

Untuk dapat menjadi Anggota Inti atau Anggota Simpatisan, harus mengisi formulir permohonan
untuk menjadi anggota.

Ayat 3
Untuk dapat menjadi Anggota Inti dan Simpatisan harus memiliki Kartu Tanda Anggota ( KTA )
yang didalamnya terdapat Nomor Induk Anggota ( NIA ) yang dijelaskan di Ayat 2

Ayat 4
Untuk dapat menjadi Anggota Kehormatan, harus diusulkan oleh Pengurus
pada Musyawarah Anggota dan di putuskan oleh
Musyawarah Anggota melalui Surat Keputusan Pengangkatan.
Ayat 5
Anggota Inti atau Anggota Simpatisan atau Anggota Kehormatan
harus menerima, tunduk dan patuh pada Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

Pasal 3
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

HAK HAK ANGGOTA


Ayat 1
Anggota Inti, Anggota Simpatisan, serta Anggota Kehormatan

berhak memberikan saran dan pendapat.

Ayat 2
Anggota Inti dan Simpatisan berhak di pilih dan memilih dalam Kepengurusan Organisasi
maupun acara-acara yang di selenggarakan oleh organisasi.
Ayat 3
Anggota Inti dan Simpatisan, serta Anggota Kehormatan berhak menggunakan fasilitas
organisasi,serta mendapatkan pelayanan yang disediakan oleh Organisasi.
KEWAJIBAN ANGGOTA
Ayat 4
Anggota Inti dan Simpatisan, serta Anggota Kehormatan berkewajiban mematuhi peraturanperaturan, ketentuan-ketentuan dan tata tertib organisasi serta menjaga dan menjunjung nama
baik organisasi.
Ayat 5
Anggota Inti, Simpatisan dan Kehormatan Wajib memakai identitas Organisasi dalam setiap
kegiatan/acara/aktifitas yang dilakukan oleh Organisasi.
Pasal 4
BERAKHIRNYA STATUS KEANGGOTAAN
Ayat 1
Anggota Inti, Simpatisan akan berakhir keanggotaannya apabila meninggal dunia,
mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Pengurus.

Ayat 2

Pemberhentian terhadap Anggota Inti dan Simpatisan harus diawali oleh peringatan dari
pengurus dan diputuskan oleh Pengurus.
Ayat 3
Anggota Inti dan Simpatisan yang diberhentikan keanggotaannya,
dapat membela dirinya pada Pengurus, apabila diperlukan
bahkan sampai pada Musyawarah Anggota.
Ayat 4
Anggota Kehormatan akan berakhir keanggotaannya apabila meninggal dunia, mengundurkan
diri atau diberhentikan oleh Musyawarah Anggota yang sebelumnya di usulkan oleh Pengurus
pada Musyawarah Anggota.
Ayat 5
Anggota Kehormatan yang di berhentikan oleh Musyawarah Anggota melalui Surat Keputusan
Pemberhentian.
BAB II
KEPENGURUSAN

Pasal 1
SUSUNAN PENGURUS ORGANISASI
Ayat 1
Pengurus Organisasi terdiri dari ANGGOTA INTI
Ayat 2
Pengurus berjumlah minimal 3 (Tiga) orang, yang terdiri atas
Ketua, Sekretaris, Bendahara.

Ayat 3
Jika ada event yang di selenggarakan oleh Organisasi, maka dapat di buat
susunan kepengurusan di luar Pengurus Organisasi yang kemudian
di sebut sebagai Pengurus Event.
Ayat 4
Pengurus Organisasi boleh merangkap tugas menjadi Pengurus Event yang di selenggarakan oleh
Organisasi kecuali Ketua Pengurus.
Ayat 5
Anggota Kehormatan masuk kedalam susunan pengurus
sebagai Dewan Penasehat.
Pasal 2
PERSYARATAN PENGURUS ORGANISASI
Ayat 1
Ditunjuk atau ditentukan, oleh dan atau dipilih oleh anggota pada rapat Musyawarah Anggota.
Ayat 2
Pengurus Organisasi adalah Anggota Biasa yang memenuhi persyaratan hukum setempat dalam
memperjuangkan kepentingan organisasi.
Ayat 3
Selalu hadir dan loyal terhadap kepentingan Organisasi.
Pasal 3
HAK, KEWAJIBAN, TUGAS, WEWENANG DAN
TANGGUNG JAWAB PENGURUS

Ayat 1
Pengurus Organisasi berkewajiban membuat Program Kerja Organisasi.
Ayat 2
Pengurus Organisasi bertugas melaksanakan Program Kerja Organisasi.
Ayat 3
Pengurus Organisasi dalam melaksanakan Program Kerja Organisasi berhak membuat
Kepengurusan Event.

Ayat 4
Pengurus Organisasi berkewajiban Mengawasi pelaksanaan
kerja Kepengurusan Event.
Ayat 5
Pengurus Organisasi berhak memberhentikan Anggota Simpatisan atau Anggota Biasa yang
melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan organisasi,dan mengabaikan Peringatan
dan teguran dari Pengurus.
Ayat 6
Pengurus Organisasi bertanggungjawab kepada Musyawarah Anggota.
Pasal 4
MASA KEPENGURUSAN
Ayat 1
Masa jabatan Anggota Pengurus Organisasi adalah 5 (lima)
tahun, dan dapat tunjuk dan dipilih kembali.

Ayat 2
Anggota Pengurus Organisasi akan berakhir kepengurusannya apabila meninggal dunia atau
mengundurkan diri, yang selanjutnya di tunjuk pengganti sementara sampai Musyawarah
Anggota di adakan.
Ayat 3
Pengurus Organisasi dapat di berhentikan oleh Musyawarah Anggota dengan persetujuan
sekurang-kurangnya dua pertiga suara yang hadir.
BAB III
RAPAT-RAPAT DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 1
RAPAT MUSYAWARAH ANGGOTA
Ayat 1
Pengambil keputusan tertinggi ditangan Musyawarah Anggota.
Ayat 2
Musyawarah Anggota dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, dan di pimpin
oleh Dewan Presidium.
Ayat 3
Musyawarah Anggota bertugas memilih dan menetapkan
Anggota Pengurus Organisasi.
Ayat 4
Musyawarah Anggota dapat memberhentikan Pengurus Organisasi dengan persetujuan sekurangkurangnya dua pertiga suara yang hadir.

Ayat 5
Musyawarah Anggota mengesahkan rencana kerja pengurus
Organisasi dan menilai pelaksanaannya.
Ayat 6
Musyawarah Anggota berhak memberikan pengarahan,
pertimbangandan teguran kepada Dewan Pengurus.
Ayat 7
Keputusan Musyawarah Anggota diambil secara musyawarah mufakat,
tetapi apabila diperlukan dapat dilakukan pemungutan suara.
Ayat 8
Musyawarah Anggota dapat di adakan secara luar biasa dengan usulan dari Anggota biasa atau
Pengurus Organisasi jika di perlukan.
Pasal 2
Dewan Presidium
Ayat 1
Dewan Presidium terdiri dari ANGGOTA Simpatisan diluar Pengurus Organisasi.

Ayat 2
Dewan Presidium berjumlah minimal 3 (Tiga) orang, terdiri atas
Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris.
Ayat 3
Dewan Presidium dipilih oleh Anggota Biasa dan saran
Anggota Simpatisan melalui milis.

Ayat 4
Dewan Presidium bertugas menyelenggarakan Musyawarah Anggota dan memimpin
Musyawarah Anggota.
Ayat 5
Dewan Presidium berakhir masa kerjanya seiring dengan berakhirnya Musyawarah Anggota.
BAB IV
K E UAN G AN
Pasal 1
Keuangan organisasi berasal dari Infaq anggota, uang pangkal dan iuran sukarela,

Pasal 2
Ketentuan mengenai uang pangkal dan uang iuran akan diputuskan dalam keputusan Pengurus
Organisasi.

BAB V
ATURAN PERALIHAN / PENUTUP
Pasal 1
Hal - hal lain yang belum ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam
keputusan terpisah.
Pasal 2
Apabila kemudian hari terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam Anggaran Rumah Tangga ini,
maka akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya oleh Musyawarah Anggota.

Pasal 3
Anggaran Rumah Tangga ini disusun dan dirumuskan oleh Tim Perumus sebagai pengembangan
Pengurus yang dipilih pada pertemuan ke-III