Anda di halaman 1dari 17

DISFUNGSI SEKSUAL

PADA WANITA HAMIL

PENDAHULUAN
neurologis
vaskular

Hub
interpersonal

Pengalama
n pribadi

SEKSUALITAS
WANITA

Status
kesehatan

endokri
n

Aspek
sosial
Agama

HAMIL

Seksualitas saat Kehamilan


(Ganem,1992)
Fase I (uk 012 mgg)

Fase II (uk
12-32 mgg)

Fase III ( uk
32-36 mgg)

Fase IV ( uk
> 36 mgg)

Mual,
muntah,
fatique,
takut akan
terjadinya
keguguran,
perubahan
gaya hidup

penurunan
dorongan
seksual

Sdh
penyesuaia
n thdp
perubahan
fisik dan
psikologis
kehamilan

dorongan
seksual
meningkat

Dorongan
seksual yg
fluktuatif
dorongan
seksual yg
intens dan
periode
tenang

Lelah dan
kekhawatir
an
kelahiran,
bayi lebih
berat
dorongan
seksual
cenderung
menurun

1. KULIT
Zone erogenik berpindah :
tangan, belakang kaki,
pinggang, kepala lbh sensitif
Elastisitas berubah
Mudah berkeringat

2. PAYUDARA
Lebih besar dan berat
Puting susu lebih besar dan
gelap
Sangat sensitif pada awal
kehamilan dan normal setelah 4
bulan

Perubahan
Fisik yg
mempengaruh
i seksualitas
4. VAGINA
3. SIRKULASI
wanita saat
Sekresi vagina pada kehamilan
Varises vena sangat kehamilan
meningkat beraroma metal dan asin
sensitif dan kurang nyaman
terutama pd vulva dan
vagina

Kongesti pelvik sensasi lebih besar pd


sepertiga bawah vagina lebih mudah
merasakan penetrasi penis saat
intercourse

Pengaruh Hormonal
Androgen

Estrogen

Progester
on

Oksitosin

Prolaktin

ANDROGEN
Saat hamil : kadar testosteron meningkat
secara signifikan
free testosterone
s.d uk 28 minggu mempunyai kadar yg sama
dg wanita yang tidak hamil tidak ada
perubahan dorongan seksual terkait kadar
testosteron
> uk 28 mgg akan meningkat dorongan
seksual dapat meningkat, namun dpt dihambat
oleh faktor nonhormonal

ESTROGEN
Kehamilan : keadaan hiperestrogenik
lubrikasi vagina bertambah banyak,
vagina lebih sensitif, payudara lebih
sensitif
Kondisi genital lebih sensitif :
Wanita lebih tertarik melakukan hubungan
seksual
Menurunkan dorongan seksual karena terlalu
sensitif dan dapat menyebabkan nyeri

PROGESTERON
Progesteron akan terus meningkat sepanjang
kehamilan
Efek terhadap dorongan seksual masih belum jelas
Hipotesis : peningkatan produksi progesteron pada
kehamilan lanjut menyebabkan penurunan libido

OKSITOSIN
Oksitosin membangkitkan perasaan nyaman,
mengurangi kecemasan, dan terkait dengan perasaan
tenang dan aman terhadap pasangan.
Oksitosin berperan penting dalam menghambat
bagian otak yang berhubungan dengan kontrol
perilaku, cemas, dan ketakutan orgasme lebih
mudah terjadi

PROLAKTIN
Mempengaruhi dorongan seksual
secara tidak langsung dengan
efeknya terhadap mood dan atau
produksi androgen,
Prolaktin tinggi:
def testosteron
Berkaitan dgn mood, berkaitan dengan
kejadian depresi ringan dan kecemasan

Kehamilan : kadar prolaktin meningkat,


dimulai uk 8 mgg dan mencapai
puncaknya saat aterm
Peningkatan kadar prolaktin seiring dg
bertambahnya uk rendahnya dorongan
seksual yang dialami wanita saat
bertambahnya uk terutama mendekati
aterm

Pengaruh
Neurotransmitter

dopamin

Peningkata
n hasrat
seksual

Desir
e
Arous
al

Trimester I : Tanda tanda hamil muda (mual dan


muntah), takut akan terjadi gangguan terhadap
kehamilan
Trimester II : telah pulih dari mual muntah,sehingga
mereka merasa dapat melakukan hubungan seksual
seperti biasa
Trimester III : rasa penuh dan sesak pada perut

Trimester I & II : hampir


tidak ada gangguan
Trimester III : besarnya
kehamilan membatasi
pergerakan

Lubrika
si

Trimester III : penurunan


fungsi desire dan arousal
sehingga hasrat atau
keinginan seksual pun
akan menurun

Orgas
m

Tiap trimester mengalami


orgasme

Satisfacti
on

Trimester I : menurun karena


rasa bersalah
Trimester II : hampir tidak ada
gangguan
Trimester III : kehamilan yang
bertambah besar

Pain

Sejalan dengan lubrikasi tiap


semester

Uwapusitanon W. dan
Choobun T.(2004)
Tiga kelompok posisi sanggama bagi wanita hamil :

Missionary
position

Women on top
position

Side by side
position

pada keadaan
tidak hamil atau
hamil muda

Pada wanita hamil


trimester II

Pada kehamilan
yang sudah besar

Terimakasih