Anda di halaman 1dari 11

STRATEGI PEMASARAN BATIK ALLEIRA

I. PENDAHULUAN
Sejak didirikan tahun 2005 oleh pendirinya Lisa Mihardja, batik Alleira menginginkan
agar batik Indonesia menjadi pemain dunia dengan mencanangkan tahun 2008 menjadi local
champion, tahun 2014 menjadi pemain di tingkat ASEAN dan tahun 2015 menjadi pemain
global. Saat ini manajemen telah menyiapkan model bisnis yang tepat untuk mewujudkan misi
jangka panjang perusahaan, meski sebagai pemain dan merek mereka baru di industri batik,
namun karena ingin menjadi pemain dunia maka model bisnis Alleira tidak hanya bertumpu pada
kekuatan tradisional batik semata namun konsep bisnis dan pengelolaan harus modern dan
canggih. Konsep yang digunakan adalah West & East menjadi panduan dalam menjalankan
proses bisnis yang ditularkan kepada seluruh karyawan dan mitra bisnisnya.
Kata Alleira memiliki makna memikat, menarik hati, mempesona dan indah. Bermula
dari butik rumahan, Alleira menjadi merek batik yang sangat terkenal di Indonesia. Alleira
membidik segmen premium atau A+ dengan karakter desain yang kuat pada setiap karyanya.
Butik pertama Alleira dibuka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kemudian diresmikan butik
di Darmawangsa Square, Senayan City, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Seminyak Square
Bali, Gandaria City, Central Park, Bandara Internasional Soekarno Hatta. (EVA) dan saat ini
sudah merambah ke luar negeri antara lain Singapura, Malaysia dan negara lainnya. Sebagai
busana tradisional Indonesia, batik telah mengalami transformasi. Kini, batik tidak lagi identik
dengan busana orang Jawa, namun sudah menjadi busana nasional, bahkan melintas batas
negara. Jika bicara batik, ada satu fase ketika kita merasa bangga pada batik sebagai warisan
budaya bangsa, yakni dengan ditetapkannya tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional.
Tanggal tersebut mengacu pada ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk
Budaya Lisan dan Nonbendawi milik Indonesia oleh badan PBB UNESCO (United Nations
Educational, Scientific and Cultural Organization) pada 2 Oktober 2009 lalu.

II. LANDASAN TEORI


Pengertian Pemasaran menurut Kotler & Amstrong adalah proses sosial dan manajerial
baik individu maupun kelompok untuk memperoleh apa yang diinginkan melalui penciptaan dan
perubahan bentuk dan nilai yang lainnya.
Pengertian Pemasaran menurut Nardic School adalah membangun hubungan pihak lain
untuk kepentingan jangka panjang dan untuk mencapai tujuan masing-masing.
Pengertian marketing mix adalah Pengertian marketing Mix Secara bahasa adalah Bauran
Pemasaran, sedangkan menurut istilah marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di
laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam
menerapkan elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri.
Pengertian Marketing Mix menurut pakar marketing dunia yaitu Kotler dan Amstrong
pada tahun 1997 adalah sekumpulan variable variabel pemasaran yang dapat dikendalikan,
yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yang diinginkan dalam target
pemasaran. Marketing Mix sendiri di dalamnya terdapat beberapa elemen marketing kalau jaman
dahulu dikenal dengan unsur 4P, namun seiring berkembangnya jaman makin modern kini ada
yang mengatakan marketing mix ada 7P artinya ada penambahan tiga strategi lagi, bukan
perkara salah atau benar dari kedua pendapat di atas tapi strategi bebas menambahkan selama
apa yang ditambahkan bisa menjadikan strategi pemasaran yang dilakukan semakin hebat.
Unsur unsur marketing Mix baik 4P atau 7P tersebut adalah:
1.

Produk

2.

Price

3.

Promotion

4.

Place

5.

Partisipant/ People

6.

Proses

7.

Physical Evidence

Pengertian

Strategi Pemasaran adalah pemasaran produk memberikan dasar bagi

perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang. Strategi
Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang
berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli
aktual maupun potensial. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan
terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap
pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah
memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah
ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
Macam-Macam Strategi Pemasaran
macam strategi pemasaran diantaranya:
1. Strategi kebutuhan primer
Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:

a. Menambah jumlah pemakai dan


b. Meningkatkan jumlah pembeli.
2. Strategi Kebutuhan Selektif
yaitu dengan cara :
a. Mempertahankan pelanggan misalnya:
1. Memelihara kepuasan pelanggan;
2. Menyederhanakan proses pembelian;
3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;
b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)
1. Mengambil posisi berhadapan (head to heas positioning)
2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)
Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.
STRATEGI BATIK ALLEIRA
Stategi yang digunakan batik Alleira dalam memenangkan persaingan pasar global antara lain
meliputi :
1. Konsep West and East
Alleira mengambil yang terbaik dari dunia timur yaitu batik sebagai produk heritage
Indonesia dan mengambil yang terbaik dari dunia barat yaitu teknologi dan manajemen.
Dengan konsep inidi satu sisi Alleira membangun daya saing dengan menggali kekayaan
budaya , sumber alam dan kearifan yang berasal dari Indonesia untuk menghasilkan produkproduk yang kompetitif di pasar . Dan sisi lain dibangun kapasitas dan kemampuan teknologi
yang diperoleh dari dunia barat.

2. Stategi 4P (Product, Price, Place dan Promotion)


a. Product
Proses produksi batik, cara dan motif pembuatan bisa saja tradisional namun pada
pemilihan warna dan tema kain batik disesuaikan dengan zaman. Dari produk Alleira
membangun identitas yang khas dan menjadi DNA nya yaitu batik gradasi yang melahirkan
inovasi baru mulai dari proses pembuatan batik maupun media dan desain batik. Hal ini
dibuktikan saat ini sedang dijajaki pengembangan batik di atas kain wool, kain kasmir dan bahan
kulit. Tujuannya untuk menembus pasar Eropa yang mengenal 4 musim. Konsep Alleira adalah
menyandingkan motif batik tradisional dan modernitas. Dari segi pewarnaan misalnya, Alleira
mengklaim sebagai yang pertama memperkenalkan tren gradasi warna pada busana batik
sehingga terlihat ngeblur. Segmen yang diincar Alleira rata-rata kaum urban, eksekutif muda,
dan ibu-ibu muda pencinta batik dan produk fashion berkualitas tinggi.
b. Price
Penetapan harga tidak asal-asalan karena visi besar Alleira adalah membawa batik sebagai
fashion brand yang sejajar dengan merk-merk top dunia. Bahkan di Singapura gerainya sejajar
dengan Channel dan Louis Vuitton (LV) yang memiliki daya saing di pasar global. Sehingga
penentuan harga pada harga premium yang merupakan konsekuensi logis upaya mengangkat
batik dari roduk kelas Tanah Abang menjadi super premium brand yang layak dipakai kalangan
atas. Sejak awal produk batik Alleira telah menggagas menjadi produk berkelas dengan harga
rata-rata Rp. 750.000 sampai dengan Rp. 3.000.000,- yang menunjukkan bahwa batik Alleira
mempunyai roh, nilai-nilai, karakter dan identitas yang berakar dari budaya local namun
dikembangkan jadi fashion papan atas. Niat untuk menyasar semua segmen akhirnya secara
alamiah terseleksi, karena batik Parang Kencana diproduksi secara full hand made, sehingga
otomatis harganya menjadi mahal dan hanya mereka yang berkantung tebal yang mampu
membelinya. Meskipun harganya selangit, konsumen di segmen ini sudah teredukasi dengan
baik. Mereka paham batik Alleira maupun Parang Kencana bukanlah batik tekstil yang dibuat
secara massal, melainkan batik berkualitas dan punya sentuhan fashion yang tinggi karena dibuat

dengan sentuhan tangan manusia. Walaupun harganya mahal, penjualan mereka tetap tumbuh.
Alleira mampu mencetak pertumbuhan penjualan sekitar 6%10% dalam dua tahun terakhir.
c. Place
Batik Alleira harus selalu berada di tempat-tempat yang strategis yang sekaligus
memperkuat kelasnya. Pilihan tempat yang strategis bisa ditunjukkan butik-butik yang
dikembangkan yaitu 13 butik yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan kelas atas di
Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Australia. Di Indonesia di Jakarta antara lain Gandaria City,
Dharmawangsa quare, Senayan City, Grand Indonesia,Plaza Indonesia, Mall Pondok Indah 2, di
Bali dan Makasar.Selain butik Alleira hanya masuk ke sejumlah pusat perbelanjaan antara lain
Seibu Grand Indonesia, The Ritz Carlton Pacific Place Metro Store dan pusat belanja besar
lainnya. Selain dipilih tempat yang strategis diharapkan jalur pemasaran yang menyebar dan
meluas. Sejak tahun lalu telah menjajagi pasar Waralab (franchise) dan lisensi untuk pasar luar
negeri untuk medekatkan diri dengan penggemar di luar kota selain yang ada gerai Alleira.
Franchise baru ada di Medan, sedangkan Singapura dan Kualalumpur sedang dalam penjajagan
karena kerja sama ini harus win-win solution tidak hanya sekedar menggaet mitra, namun
pembeli harus sudah memiliki passion dan mengenal produk Alleira. Tampilan gerai yang selalu
dikesankan kuno dan tradisional dihilangkan , batik Alleira tampil dengan suasana terang dan
modern sehingga konsep tradisional dan modern dikawinkan. Pendekatan West & East yang
mewarnai pengembangan strategi pemasarannya yaitu 4P (product, price, place dan promotion)
yang diterjemahkan dalam konteks west & east dan visi menjadi pemain global.
d. Promotion
Promosi yang banyak dilakukan melalui off air dengan mengikuti kegiatan fashion show
atau kegiatan informal yang eksklusif sesuai dengan konsumen pelanggan. Puluhan pagelaran
busana di dalam dan luar negeri diikuti antara lain Jakarta Fashion Week, Hongkong Fashion
Week dan Berlin Fashion yang selalu menghadirkan koleksi batik yang mewah tapi tetap
sederhana dan pantas dikenakan di setiap kesempatan khususnya wanita kota besar yang ingin
tampil etnik tetapi tetap terlihat modern. Promosi yang paling bagus saat ini adalah membagi
pengalaman mengesankan kepada pelanggan dan calon pelanggan dengan cara mengikuti
aktivitas di kalangan klas atas. Hasilnya batik Alleira terpilih sebagai sebagai batik keluarga

presiden dan pilihan Negara-negara sahabat, pemerintah, pesohor dunia. Tahun 2011 terpilih
sebagai pakaian resmi KTT Asean dan tahun 2013 terpilih sebagai pakain resmi KTT APEC di
Bali. Tokoh dunia yang berkunjung di Indonesia juga sebagai pengguna batik Alleira yang
merupakan hasil promosi melalui jejaring dan komunikas dari mulut ke mulut. Sehingga untuk
menjaga kualitas produk dan layanan makan Alleira menerapkan standart operating procedure
dunia yang detail. Tahun 2011memperoleh ISO 9001:2008 dari Verification New Zealan2008
dari Verification New Zealan2008 dari Verification New Zealand (VNZ) yaitu standart
internasional dalam manajemen mutu produk. Yaitu setiap aspek dalam cara penataan gerai, cara
pelayanan, proses produksi diformulasikan dalam black book. Karena Alleira ingn menjadi
perusahaan yang modern dan berkelas untuk menjaga citra dan reputasinya.
Untuk mewujudkan sebagai pemain klas global maka visi dunia yang menganut konsep
bisnis West and East maka identitas merk dan karakter harus mengacu budaya timur (Indonesia)
yang eksotis namun secara teknologi dan manajemen harus mengambil yang terbaik dari dunia
Barat, misalnya teknologi produksi, manajemen logistic/distribusi, inovasi/pengembangan
produk dan pengembangan riset.
Kendala yang dihadapi adalah banyaknya anomaly yang terjadi di pasar Indonesia, Asean
maupun pasar global terutama terkait pencitraan dan peraturan. Citra produk buatan Indonesia
terutama batik masih belum bagus sehingga ketika awal memasuki Singapura sulit meskipun
hanya sekedar presentasi. Mereka sudah memandang remeh ketika mendengar batik Indonesia
padahal belum melihat barangnya. Kendala lainnya adalah kreatifitas dan kemampuan mengeloa
bisnis juga diragukan yang menjadikan tantangan tersendiri bagi manajemen Alleira dengan cara
memperkuat diri antara lain memperkuat ekuitas merek Alleira sebagai batik Indonesia yang bisa
menjadi gaya hidup sehingga batik tidak hanya dikembangkan sebagai busana saja namun dalam
tekstil, household, barang-barang hadiah, piring, gelas bahkan format restoran dan makanan khas
Indonesia.
Pengembangan ke depan akan lebih lengkap batik Alleira sebagai gaya hidup sehingga telah
dilakukan pengurusan trademark Alleira sejak tahun 2010 telah dipatenkan di seluruh dunia.
Meskipun pasar dalam negeri tetap menjadi prioritas karena secara bisnis fashion batik masih
sangat menggiurkan. Dalam setiap tiga bulan mampu memproduksi 5.000 6.000 pakaian jadi
pria atau wanita dan 9.000bahan batik siap dikonsumsi.

Kearifan local menjadi senjata ampuh Alleira dalam menghadapi serangan agresif merek
global yang digunakan Alleira untuk menghadapi raksasa fashion dunia sekaligus menjadi tuan
rumah di negeri sendiri melalui konsep West and East. Alleira mengambil yang terbaik dari dunia
timuryaitu batik sebagai produk heritage Indonesia dan mengambil yang erbaik dari dunia barat
yaitu teknologi dan manajemen. Dengan konsep inidi satu sisi Alleira membangun daya saing
dengan menggali kekayaan budaya , sumber alam dan kearifan yang berasal dari Indonesia untuk
menghasilkan produk-produk yang kompetitif di pasar . Dan sisi lain dibangun kapasitas dan
kemampuan teknologi yang diperoleh dari dunia barat.
Alleira memberikan pelajaran yang sangat berharga dari produk local lain bahwa di dalam
negeri menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa yang apabila kita mengolahnya
dengan menggunakan teknologi yang dipelajari dari dunia barat itu menjadi sumber daya saing
produk local yang luar biasa. Pemahaman terhadap kekayaan dan kearifan local menjadi poin
yang unik yang sulit ditandingi dari pemain manapun. Jadi bisa digunakan keunggulan lokal
untuk memenangi persaingan. Cara yang sangat baik adalah membangun kekuatan merek lokal
dengan memanfaatkan keunikan local melalui format bisnis yang berkelas dunia.

III. KESIMPULAN
Untuk dapat mewujukan visi batik Alleira jangka panjang maka strategi yang dilakukan oleh
manajemen antara lain:
1.

Konsep West and East


Alleira mengambil yang terbaik dari dunia timuryaitu batik sebagai produk heritage
Indonesia dan mengambil yang erbaik dari dunia barat yaitu teknologi dan manajemen.
Dengan konsep inidi satu sisi Alleira membangun daya saing dengan menggali kekayaan
budaya , sumber alam dan kearifan yang berasal dari Indonesia untuk menghasilkan produkproduk yang kompetitif di pasar . Dan sisi lain dibangun kapasitas dan kemampuan
teknologi yang diperoleh dari dunia barat.

2.

Strategi 4P (Product, Price, Place, Promotion)


a.

PRODUCT : Proses produksi batik, cara dan motif pembuatan bisa saja tradisional
namun pada pemilihan warna dan tema kain batik disesuaikan dengan zaman. Dari
produk Alleiramembangun identitas yang khas dan menjadi DNA nya yaitu batik
gradasi yang melahirkan inovasi baru mulai dari proses pembuatan batik maupun
media dan desain batik.

b.

PRICE : Penetapan harga tidak asal-asalan karena visi besar Alleira adalah membawa
batik sebagai fashion brand yang sejajar dengan merk-merk top dunia. Bahkan di
Singapura gerainya sejajar dengan Channel dan Louis Vuitton (LV) yang memiliki
daya saing di pasar global. Sehingga penentuan harga pada harga premium yang
merupakan konsekuensi logis upaya mengangkat batik dari roduk kelas Tanah Abang
menjadi super premium brand yang layak dipakai kalangan atas

c.

PLACE : Batik Alleira harus selalu berada di tempat-tempat yang strategis yang
sekaligus memperkuat kelasnya. Pilihan tempat yang strategis bisa ditunjukkan butikbutik yang dikembangkan yaitu 13 butik yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan
kelas atas di Indonesia, Singapura,Malaysia, dan Australia

d.

PROMOTION: Promosi yang banyak dilakukan melalui off air dengan mengikuti
kegiatan fashion show atau kegiatan informal yang eksklusif sesuai dengan konsumen

pelanggan. Puluhan pagelaran busana di dalam dan luar negeri diikuti antara lain
Jakarta Fashion Week, Hongkong Fashion Week dan Berlin Fashion yang selalu
menghadirkan koleksi batik yang mewah tapi tetap sederhana dan pantas dikenakan
di setiap kesempatan khususnya wanita kota besar yang ingin tampil etnik tetapi tetap
terlihat modern.
Kendala yang dihadapi batik Alleira antara lain:
a.

Banyaknya anomaly yang terjadi di pasar Indonesia, Asean maupun pasar global terutama
terkait pencitraan dan peraturan. Citra produk buatan Indonesia terutama batik masih belum
bagus sehingga ketika awal memasuki Singapura sulit meskipun hanya sekedar presentasi.
Mereka sudah memandang remeh ketika mendengar batik Indonesia padahal belum
melihat barangnya.

b.

Kreatifitas dan kemampuan mengelola bisnis juga diragukan dalam pemasaran global
terutama di luar negeri.

Untuk menghadapi kendala tersebut yang dilakukan manajemen batik Alleira antara lain:
1.

Melakukan pencitraan yang bagus tentang batik Indonesia terutama di pasar global dengan
strategi West and East sehingga batik Indonesiamemiliki posisi yang baik di dunia dan
mampu meyakinkan konsumen luar negri dengan produk yang ada.

2.

Kreatifitas dan kemampuan mengelola bisnis menjadikan tantangan tersendiri bagi


manajemen Alleira dengan cara memperkuat diri antara lain memperkuat ekuitas merek
Alleira sebagai batik Indonesia yang bisa menjadi gaya hidup sehingga batik tidak hanya
dikembangkan sebagai busana saja namun dalam tekstil, household, barang-barang hadiah,
piring, gelas bahkan format restoran dan makanan khas Indonesia.

KASUS
STRATEGI PEMASARAN BATIK ALLEIRA
STRATEGI PEMASARAN BERSAING
Dosen : Drs. Asmai Ishak, M.Bus., Ph.D

Kelompok:
Titi Suyanti

14911054

Bambang Purwanto 14911055


Rosiana Ulfa

14911058

Konsentrasi Manajemen Pemasaran

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN


UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016