Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

MOTOR BAKAR DAN TENAGA PERTANIAN


KONSTRUKSI DAN SISTEM PELUMASAN MOTOR BAKAR

Oleh:
Dinar Ardhi Wicaksono
A1H012072

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Motor bakar baik bensijn maupun diesel terdiri dari berbagai komponen
dalam melakukan proses kerjanya. Beberapa komponen tersebut tersusun atas
bahan logam (metal part) yang statis maupun seperti katup, piston, gear, silinder
block, camshaft, crankshaft dan lain-lain. Komponen tersebut harus terjaga agar
pergerakan mesin dapat berjalan baik, sehingga dapat memperpanjang umur
pemakaian.
Upaya yang dilakukan untuk menjaga komponen tersebut, dalam mesin
dilengkapi dengan sistem pelumasan. Pelumasan berfungsi untuk mengurangi
adanya gesekan antara metal dan komponen-komponen mesin lainnya sehingga
dapat meminimalkan resiko terjadinya kerusakan pada mesin serta berguna untuk
mencegah untuk mengurangi terjadinya keausan pada komponen-komponen
mesin yang saling bergesekan, melancarkan komponen-komponen mesin yang
bergerak atau berputar, mencegah terjadinya suara berisik, mengurangi panas yang
timbul karena gesekan, dan meminimalkan tenaga mesin.
B. Tujuan
1. Praktikan dapat lebih memahami tentang konstruksi motor bakar.
2. Praktikan dapat mengetahui bagian-bagian untam konstruksi motor bakar
serta sistem pelumasannya.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Motor bakar adalah suatu mekanisme atau konstruksi mesin yang merubah
energi panas menjadi energi mekanis. Terjadinya energi panas karena adanya
proses pembakaran, bahan bakar, udara, dan sistem pengapian. Dengan adanya
suatu konstruksi mesin, memungkinkan terjadinya siklus kerja mesin untuk usaha
dan tenaga dorong dari hasil ledakan pembakaran yang diubah oleh konstruksi
mesin menjadi energi mekanik atau tenaga penggerak.(Rahmad Hidayat, 2013)
Pada permesinan tidak lepas adanya kontak mekanik antara elemen satu
dengan elemen lainya. Kontak mekanik tersebut mengakibatkan terjadinya
keausanwear), keausan ada yang memang diperlukan dan ada yang harus
dihindari. Keausan yang memang diperlukan misalnya proses grinding, cutting,
pembubutan dan lain lain, sedang keausan yang harus dihindari adalah kontak
mekanik pada elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikan daya,
misalnya motor bakar, mesin produksi, mesin konvensional, dan lain lain. Pada
penulisan ini akan dibahas mengenai pelumas yang digunakan pada mesin secara
umum. Secara umum fungsi pelumas adalah untuk mencegah atau mengurangi
keausan dan gesekan, sedangkan fungsi yang lain sebagai pendingin, peredam
getaran dan mengangkut kotoran pada motor bakar. Pelumas juga berfungsi
sebagai perapat (seal) pada sistem kompresi. Menurut temperatur lingkungan
minyak pelumas dibagi menjadi dua, yaitu 1. Minyak pelumas dingin (kode
W/winter ), 2. Minyak pelumas panas (kode S/summer). Di daerah panas/tropis
seperti indonesia dianjurkan menggunakan pelumas dingin (W), sedangkan

didaerah subtropis/dingin dianjurkan untuk memakai pelumas panas (S)


(Darmanto, 2011 ).
Menurut Hardjosentono (1978), fungsi dari pelumasan antara lain sebagai
berikut:
1. Untuk member pelumasan pada bagian-bagian yang saling bergerak atau
2.
3.
4.
5.
6.

bergesek.
Merupakan bantalan antara dua metal yang bergerak atau bergesekan.
Sebagai pendingin dimana panas diserap oli dan didinginkan di ruang karter.
Penghantar panas dari dinding piston ke dinding silinder.
Sebagai seal untuk mencegah kebocoran kompresi ke ruang karter.
Sebagai pencuci bagian yang aus dan diendapkan dalam bak oli.
Satu-satunya sifat yang paling penting pada minyak pelumas adalah

viskositas atau kekentalan. Viskositas adalah gesekan internal suatu cairan yang
ditunjukkan bila suatu bagian atau selapis cair bergerak atau bergeser terhadap
lapisan yang lain. Secara umum viskositas digunakan untuk mempertahankan
letah minyak agar tidak mengalir. Minyak dengan viskositas rendah mengalir
dengan mudah, sedang minyak berviskositas tinggi tidak mudah mengalir dan
biasannya disebut sebagai minyak berat. Viskositas sangat dipengaruhi oleh suhu
dan minyak cenderung menjadi encer pada suhu tinggi dan menjadi kental pada
suhu rendah (Hardjosentono, 1978).

III. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

1. Motor diesel
2. Bensin
3. Kompresor
4. Perlengkapan perbengkelann sederhana
5. Baki
6. Kuas
7. Kamera
8. Alat tulis
B. Prosedur Kerja
1. Motor diesel yang akan digunakan disiapkan,
2. Bagian-bagian motor bakar sebelum di lepas komponen-komponennya
diamati dan didokumentasikan.
3. Bagian-bagian motor bakar dilepas mulai bagian luar.
4. Bagian-bagian motor bakar sesudah dilepas komponen-komponeennya
diamati dan didokumentasikan lagi.
5. Kontruksi dan sistem pelumasan yang ada panda motor bakar yang
digunakan praktikum dicatat.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

Gambar 1. Tangki dan saringan bahan bakar.

Gambar 2. Pompa oli.

Gambar 3. Gear box dan governour.

Gambar 3. Bak oli, tapped roler dan pelatuk.

Gambar 4. Radiator dan ex-haust.

Gambar 5. Saringan udara.

Gambar 6. Pelatuk dan katup.

Gambar 7. Bandul.

Gambar 8. Piston.
B. Pembahasan
Motor diesel adalah suatu jenis motor bakar yang menggunakan bahan bakar
solar yang mana cara pembakarannya dengan menggunakan kompresi tinggi atau
menggunakan bantuan besi pemijar pada start awalnya. Karena menggunakan
kompresi tinggi, maka motor bakar diesel menghasilkan getaran yang tinggi dan
kontruksi dari mesin diesel lebih rumit daripada pada motor bakar bensin dan
lebih tebal pada setiap bagian logamnya.
Dengan karakteristik yang demikian, maka mesin diesel memiliki komponen
utama dalam melakukan kerjanya, beberapa komponen utama yang dimiliki mesin
diesel pada saat praktikum adalah :
1. Fly wheel (Roda Gila)
Flywheel adalah salah satu elemen mesin yang berfungsi meneruskan dan
menyimpan energi dari CrankShaft saat mesin hidup hinggatenaga mesin dapat
tersalurkan ke roda. Flywheel menyimpan energi saat putaran mesin tinggi, dan
meneruskannya saat putaran mesin rendah. Pada saat tenaga mesin bertambah,
putarannya bertambah, tenaga tersebut tersimpan dalam Roda Gila.

Pada saat mesin kekurangan tenaga, roda gila akan memberikan tenaganya.
Roda gila ini jika pada mesin diesel yang di praktikum kan ada dibagian luar
yang bersambung dengan belt yang bersambung pada mesin pendingin mesin.
Flywheel ini biasa terbuat dari besi tuang baja yang sangat kuat, sehingga
komponen tersebut sangatlah berat dan total dari flywheel ini di setiap motor bakar
hanyalah ada satu komponen da nada didalam mesin.

Gambar 9. Flywheel.
2. Tangki Bahan Bakar
Tangki bahan bakar berfungsi untuk menyimpan bahan bakar yang
diperlukan oleh mesin ketika di perjalanan, tangki bahan bakar terbuat dari plat
baja tipis yang bagian dalamnya dilapisi oleh anti karat. Pada praktikum ini, letak
tanki bahan bakar berada diluar, sehingga dapat terlihat langsung. Jumlah dari
tangki ini biasanya hanya ada satu, jika terdapat dua biasanya digunakan untuk
motor bakar yang sifatnya dalam peruntukkan khusus.

Gambar 9. Tangki bahan bakar.


3. Saringan Bahan Bakar

Saringan bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang


terdapat pada bahan bakar untuk menjaga kualitas bahan bakar agar selalu bersih
dan tidak menghambat aliran bahan bakar. Bahan penyusun dari pompa bahan
bakar ini biasanya terbuat dari plastik kuat yang terbuat dari poly etylen, pada
praktikum ini posisi saringan bahan bakar terdapat diluar mesin.

Gambar 10. Saringan bahan bakar.


4. Karter Oli
Carter oli terletak pada bagian bawah mesin, bagian ini berfungsi untuk
menyimpan oli yang diperlukan untuk pelumasan mesin. Tangki ini karter ini
biasanya terbuat dari lempengan besi anti karat yang sangat kuat, biasanya karter
oli ini hanya ada satu, yaitu pada bagian mesin dekat dengan gear box.

Gambar 11. Carter oli.


5. Pompa Oli
Pompa oli trochoid dilengkapi dengan 2 rotor (stator dan rotor) didalam
rumah pompa (pump body). Poros rotor penggerak tidak satu titik pusat dengan
rotor yang digerakkan. Oli terhisap ke pompa oli saat ruangan membesar dan oli
tertekan ketika ruangan mengecil. Bahan penyusun dari pompa oli ini yakni dari
besi tuang cetak yang tahan akan karat sehingga meski terkena oli kompponen
tersebut tidak akan berkarat, dan juga jumlah dari pompa ini pada kendaraan atau

motor bakar itu banyak ada dua maksimal namun, pada mesin diesel jenis yang di
praktekan yakni memiliki satu pompa oli, letak berada satu bagian bersama karter
namun bagian ini tetutup rapat oleh penutupnya sehingga oli tidak luber.

Gambar 12. Pompa Oli Jenis Trocoid.


6. Nozzel
Nozzle adalah bagian vital komponen pada mesin diesel yang digunakan
pada praktikum ini. Komponen ini berfungsi sebagai penyemprot dan
mengkabutkan bahan bakar di dalam ruang bakar . pada mesin tipe ini bahan
bahar langsung disemprotkan keruang bakar. Nozzle tersusun dari bahan dasar
besi yang dicetak. Jumlah nozel akan disesuaikan dengan jumlah piston pada
masing-masing masein, jika ada 2 silinder berarti ada 2 nozzle yang akan
digunakan untuk mengakbutkan bahan bakar.

Gambar 13. Nozzel.


7. CrankShaft
Crankshaft merupakan komponen yang merubah gerak naik turun piston

menjadi gerak putar. Poros engkol adalah salah satu komponen penting suatu
mesin, selain merubah gerak bolak balik piston menajdi gerak putar. Jumlah dari
poros engkol sesuai dengan jumlah pistonyang ada, dimana panjangnya berbedabeda, dan biasanya bergabung atu menyatu dengan lengan piston.

Gambar 14. Crank shaft.


8. Katup.
Katup berfungsi untuk membuka dan menutup hubungan saluran masuk
bahan bakar ke ruang bakar dan ruang bakar ke saluran buang, pada saat yang
tepat sesuai dengan proses kerja motor. Katup ini biasa terbuat dari besi yang
sangat kuat seperti besi cor. Katup ini biasanya terdapat didalam silinder namun
tempatnya yang didalam sehingga mekanismenya ada diluara, yang biasanya ada
di block head, jumlah dari katup ini tegantung dari jenis mekanisme katupnya.

Gambar 15. Katup.


9. Silinder Block
Blok silinder merupakan bentuk dasar dari pada suatu mesin. dan pada blok
silinder ini terdapat beberapa buah silinder. Blok silinder biasanya terbuat dari

Cast Iron, tetapi belakangan ini banyak juga yang terbuat dari paduan alumunium
dengan maksud mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Secara garis
besarnya blok silinder fungsinya adalah sebagai kedudukan silinder dan kepala
silinder. Jumlah dari silinder blok hanya ada satu namun lubang silindernya
disesuaikan dengan jumlah piston yang ada, letaknya jelas berada di tengah mesin
motor bakar tersebut, dimana bentunya lebih besar dibandungkan komponen
utama lainnya

Gambar 16. Silinder blok.


10. Piston.
Piston adalah media penerima tekanan hasil pembakaran campuran gas dan
meneruskkan tekanan untuk memutar poros engkol. Tata letak piston ini ada
didalam silinder yang dimana piston ini bergerak naik turun untuk mendapatkan
gaya mekanis yang akan digunkan sebagai energi gerak. Piston terbuat dari besi
tuang yang tidak terlalu berat, karena bobotnya agak ringan, berbeda dengan
lengannya yang beratnya berbeda, jumlah piston ini juga tergantung jenis motor
bakar yang digunakan, jika motor bakar tersebut memiliki 3 ruang bakar maka
piston yang digunakan jumlahnya 3.

Gambar 17 Piston.
Sistem pelumasan pada mesin diesel yang diamati pada saat praktikum
adalah dengan menggunakan oli denga sistem pelumasan basah yang di
distribusikan oleh pompa oli dan dengan sistem percikan oleh bandul ke ruang
bakar. Berikut ini adalah macam-macam sistem pelumasan :
a. Sistem Pelumasan Kering
Sistem ini merupakan sistem pelumasan dengan penempatan tangki
diluar mesin sehingga ruang karter selalu dalam keadaan kering. Pada sistem
ini oli mengalir dari bak minyak pelumas yang berada diluar mesin kemudian
mengalir ke bagian-bagian yang perlu dilumasi dengan memanfaatkan pompa.
b. Sistem Pelumasan Basah
Sistem pelumasan basah merupakan suatu sistem pelumasan yang
menggunakan tangki oli pada bak engkol sehingga ruang bak engkol selalu
basah. Sistem ini banyak digunakan pada berbagai motor bakar pada saat ini
karena proses pelumasannya sudah cukup baik. Sistem pelumasan basah dibagi
menjadi beberapa macam sistem pelumasan :
1) Sistem Pelumasan Tekan (Pressure Feed System).
Sistem pelumasan ini digunakan untuk memberikan suplai oli
kebagian-bagian yang bergerak. Sistem ini terdiri dari komponen : karter,

pompa oli, saringan oli, dan bagian-bagian luar lainnya yang mensuplai oli
kebagian mesin yang bergerak. Sirkuit aliran oli dimulai dari karter yang
selanjutnya dipompa kebagian atas oleh sebuah pompa oli. Setelah melewati
saringan oli, kemudian oli dimasukkan kedalam lubang pada poros engkol
dan blok silinder. Setelah melewati blok silinder dan sudah melakukan
fungsi pelumasannya, oli kembali ke karter oleh beratnya sendiri.
2) Sistem Percikan
Sistem ini menggunakan penggerak piston yang mempunyai bandul
pada bagian bawahnya untuk memercikan oli. Tetapi sebelumnya oli
ditempatkan pada sebuah cawan yang kemudian disendok oleh bandul yang
terdapat pada batang penggerak piston yang kemudian melumasi bearing,
poros engkol serta dinding silinder. Sistem pelumasan ini jarang dipakai
karena pembagian minyak pelumas yang tidak sama banyaknya.

3) Sistem Kombinasi Tekanan dan Percikan


Sistem ini dengan menggunakan kombinasi antara sistem tekan dan
percikan. Pelumasan pada poros engkol, poros roker armdilakukan dengan
memanfaatkan sistem pelumasan tekan oleh sebuah pompa oli. Sedangkan
untuk dinding silinder dengan menggunakan sistem percikan. Sistem ini
banyak digunakan pada mobil-mobil yang memilki langkah torak yang
panjang.
Untuk manfaat menurut beberapa sumber dikatakan tiap sistem pelumasan
memiliki manfaat dan fungsi yang sama, dimana system pelumasan bekerja

sebagai :
1. Mengurangi gesekan
Mesin sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, terdapat komponen
yang diam dan ada yang bergerak. Gerakan komponen satu dengan yang lain
akan menimbulkan gesekan, dan gesekan akan mengurangi tenaga,
menimbulkan keausan, menghasilkan kotoran dan panas. Guna mengurangi
gesekan maka antara bagian yang bergesekan dilapisi oli pelumas (oil film).
2. Sebagai peredam
Piston, batang piston dan poros engkol merupakan bagian mesin
menerima gaya yang berfluktuasi, sehingga saat menerima gaya tekan yang
besar memungkinkan menimbulkan benturan yang keras dan menimbulkan
suara berisik. Pelumas berfungsi untuk melapisi antara bagian tersebut dan
meredam benturan yang terjadi sehingga suara mesin lebih halus.

3. Sebagai anti karat


Sistem pelumas berfungsi untuk melapisi logam dengan oli, sehingga
mencegah kontak langsung antar logam dengan udara maupun maupun air dan
terbentuknya karat dapat dihindari.
Bagian bagian yang penting dari mobil yang memerlukan pelumasan adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Dinding silinder dan torak


Bantalan poros engkol dan batang penggerak
Bantalan poros kam
Mekanisme katup
Pena poros
Kipas pendingin
Pompa
Mekanisme pengapian

Adapun pada system pelumasan dikenal dengan Engine Lubricating


System, dimana didalamnya terdapat 3 macam jenis pelumasan, yaitu Circulating
Splash System, Internal Forced Feed and Splash, dan yang terakir adalah Full
Internal Forced Feed.
1. Sistem Percik (Circulating Splash System)
Sistem Percik ini pompa oli mensuplai oli ke panci perecik (splash pan)
yang terletak di bawah poros engkol. Pada saat batang torak berputar sendok
(scoop) pada ujung batang terbenam ke dalam laluan panci perecik untuk
mengambil oli, Oli yang terpercik akan melumasi bagian-bagian yang bergerak
di sekitarnya. Bagian lainnya dilumasi oleh percikan oli yang terkumpul dan
dengan gaya beratnya mengalir melalui saluran-saluran oli.

Bagian atas

silinder, piston dan pena piston lebih banyak dilumasi oleh kabut dari percikan
itu sendiri. Kabut-kabut ini ditimbulkan oleh putaran dari batang piston.
Sistem percik harus memiliki :
1) Batas oli yang tetap dan tepat di dalam panci oli
2) Oli yang sesuai untuk percikan yang baik.
2. Full Internal Force Feed System
Sistem ini selangkah lebih maju dari sistem terdahulu. Oli tidak saja
ditekan saja ke crank shaft bearing, rocker arm shaft, filter dan sending unit,
tetapi oli dialirkan juga oleh pompa ke bantalan pena piston. Bantalan pena
piston dilumasi melalui saluran dalam batang penggerak piston. Dinding
silinder dan piston dilumasi oleh pengeluaran oli dari bantalan pena piston atau
bantalan batang penggerak piston.
3. Internal Forced Feed
Sistem pompa oli ini langsung mensuplai oli ke saluran utama dalam blok
mesin. Dari saluran utama oli ditekan melalui saluran-saluran ke bantalanbantalan utama, bantalan batang piston, bantalan poros kem (cam shaft ), poros

engkol, saringan (filter) dan unit pengindera (oil sending unit).

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan.
Konstruksi motor bakar memanglah sangat rumit, tidak hanya berat dan
kompleks per tiap bagiannya, namun juga memang sangat mahal juga jika dibeli
per unit. Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan pada konstruksi motor
bakar diesel, yang mana konstruksinya memiliki kerumitan yang lebih dari motor
bakar bensin.
Komponen dari konstruksi motor bakar pertama dari block dan cop mesin,
poros engkol, bandul, dan lengan piston yang mana keseluruhannya saling
berkaitan membentuk suatu gerakan yang membuat motor bakar itu bergerak
karena adanya energi mekanik yang dihasilkan.
Sistem Pulumasan memiliki fungsi untuk melumasi bagian yang sering
mengalami gesekan, selain itu pelumasan memiliki fungsi untuk menguragi panas,
memperkecil gesekan, meningkatkan efisiensi kerja mesin, menurunkan getaran,
dll.
B. Saran
Untuk kedepannya sebaiknya praktikum dilakukan pada dua sift yang

berbeda, sehingga praktikan dapat memahami setiap proses dan komponen yang
dilakukan pada saat praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Darmanto, 2011, Mengenal Pelumas Pada Mesin,Jurnal Momentum,Vol.7, hal. 5


10 ,Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim,Semarang.
Hardjosentono, Mulyo. 1978. Mesin-Mesin Pertanian. Yasaguna: Jakarta.
Rahmad, Hidayat 2011. Bagian-Bagian Tangki Bahan Bakar.http://kitapunya.blogspot.com/2013/10/bagian-bagian-fuel-tank-tangki-bahan.html.
diakses tanggal 21 April 2014