Anda di halaman 1dari 4

SOP PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN

LIMBAH BERACUN
No. Documen
:
No. Revisi
:

SO
P

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Pengertian

Tujuan

Tgl. Terbit

Halaman

dr. Hj. Novita


NIP.19761124 200501 2 011

Limbah bahan beracun dan berbahaya adalah sisa suatu usaha dan
atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun
yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya baik
secara lanhsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau
merusak lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan
hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup
lainnya.
1. Untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran atau
kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah
bahan beracun dan berbahaya
2. Agar dapat dilakukan pemulihan kualitas lingkungan yang
sudah tercemar sehingga sesuai dengan fungsinya kembali

Kebijakan
Prosedur

1. Pemilahan Limbah
Dilakukan pemilihan jenis limbah medis mulai dari sumber
yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah
benda tajam, limabh farmasi, sitotoksiss, limbah kimiawi,
limbah radioaktif, limbah container bertekanan dan dengan
kandungan logam berat yang tinggi. Kategori limbah beracun
dan berbahaya berdasarkan criteria sebagai berikut:
Mudah meledak
Mudah terbakat
Bersifat reaktif
Beracun
Menyebabkan infeksi
Bersifat korosif
2. Pengumpulan Limbah Medis
Pengumpulan limbah medis dari setiap ruangan
penghasil limbah menggunakan troli khusus yang
tertutup
Penyimpanan limbah medis harus sesuai iklim tropis
yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam dan musim
kemarau paling lama 48 jam.

SOP PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN


LIMBAH BERACUN
No. Documen
:
No. Revisi
:

SO
P

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Tgl. Terbit

Halaman

dr. Hj. Novita


NIP.19761124 200501 2 011

3. Persyaratan Pewadahan Limbah Medis


Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan
karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang halus
pada bagian dalamnya, misalnya fiberglass.
Di setiap sumber penghasil limbah medis harus
tersedia tempat pewadahan yang terpisah dengan
limbah non-medis
Kantong plastic diangkat setiap hari atau kurang sehari
apabila 2/3 bagian telah terisi limbah
Untuk benda-benda tajam hendaknya ditampung pada
tempat khusus (safety box) sperti botol atau karton
yang aman
Tempat pewadahan limbah medis infeksius dan
sitotoksik yang tidak langsung kontak dengan limbah
harus segera dibersihkan dengan larutan desinfektan
apabila akan dipergunakan kembali, sedangkan untuk
kantong plastic yang telah dipakai dan kontak langsung
dengan limbah tersebut tidak boleh digunakan lagi
Tempat limbah memiliki minimal 2 macam tempat
limbah, satu untuk limbah medis (warna kuning atau
merah) dan satunya lagi untuk non medis (warna
hitam)
Semua limbah dari ruang peraway=tan dan unit gawat
darurat (UGD) dianggap sebagai limbah medis
Semua limbah dari kantor biasanya berupa alat-alat
tulis dianggap sebagai limbah non medis
Tempat pewadahan limbah non medis sebagai berikut:
a. Terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan
karat, kedap air dan mempunyai permukaan yang
halus pada bagian dalamnya misalnyya fiberglass
b. Mempunyai tutup yang mudah dibuka dan ditutup
tanpa mengotori tangan
c. Terdapat minimal 1 buah untuk setiap ruangan atau
sesuai dengan ebutuhan
Limbah tidak boeh dibiarkan dalam wadahnya
melebihi 3x24 jam atau apabila 2/3 bagian kantong

SOP PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN


LIMBAH BERACUN
No. Documen
:
No. Revisi
:

SO
P

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Tgl. Terbit

Halaman

dr. Hj. Novita


NIP.19761124 200501 2 011

sudah terisi limbah maka harus diangkut supaya tidak


menjadi perindukan vector penyakut atau binatang
pengganggu.
4. Tempat Penampungan Sementara
Jika terdapat insenerator maka limbah harus dibakar
selambat-lambatnya 24 jam
Jika tidak mempunyai insenerator, limbah medis harus
dimusnahkan melalui kerjasama dengan Puskesmas
atau pihak lain yang memiliki insenerator untuk
dilakukan pemusnahan selambat-lambatnya 24 jam
apabila disimpan pada suhu ruang.
5. Transportasi
Pengangkutan limbah ke luar Puskesmas menggunakan
kendaraan khusus
Kantong limbah medis sebelum dimasukkan ke
kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam
container yang kuat dan tertutup
Kantong limbah medis harus aman dari jangkauan
manusia maupun binatang
Petugas yang menangani limbah harus menggunakan
alat pelindung diri yang terdiri dari topi/helm, masker,
pelindung mata, pakaian panjang, apron untuk
industry, pelindung kaki/sepatu boot dan sarung tangan
khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves)
6. Pengolahan
6.1 Lokasi pengolahan
Pengolahan limbah bahan beracun dan berbahaya dapat
dilakukan di dalam lokasi penghasil limbah atau di luar
penghasil limbah. Syarat lokasi pengolahan di dalam area
penghasil harus:
Daerah bebas banjir
Jarak dengan fasilitas umum minimum 50 meter
Jarak dengan daerah beraktivitas penduduk dan
aktivitas umum minimum 300 meter
Jarak dengan wilayah terlindungi seperti cagar alam,
hutan lindung minimum 300 meter.

SOP PENGENDALIAN DAN PEMBUANGAN


LIMBAH BERACUN
No. Documen
:
No. Revisi
:

SO
P

PUSKESMAS
PEMURUS DALAM

Unit Terkait
Sumber

Tgl. Terbit

Halaman

dr. Hj. Novita


NIP.19761124 200501 2 011

6.2 Fasilitas pengolahan


Fasilitas pengolahan harus menerapkan system operasi
meliputi:
System keamanan fasilitas
System pencegahan terhadap kebakaran
System penanggulangan keadaan darurat
System pengujian peralatan
Pelatihan karyawan
6.3 Pengolahan limbah
Proses insenerasi dengan cara melakukan pembakaran materi
limbah menggunakan alat khusus insenerator dengan efisiensi
pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Artinya jika
suatu materi limbah bahan beracun dan berbahaya ingin
dibakar dengan berat 100 kg maka abu sisa pembakaran tidak
boleh melebihi 0,01 kg atau 10 gr.
Laboratorium
Kesling
http://www.diskes.baliprov.go.id/id/PENGELOLAAN-LIMBAHMEDIShttp://www.indonesian-publichealth.com/2014/08/prosedurpengelolaan-limbah-medis.html?fdx_switcher+true
http://limbahb3-limbahb3.blogspot.com/2010/05/limbah-b3.html?
m=1