Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bobot molekul suatu zat ialah jumlah bobot dari atom-atom yang ditunjukkan
dalam rumusnya. Penggunaan istilah bobot molekul suatu zat tidak berarti bahwa zat
tertentu itu terdiri dari molekul-molekul. Istilah molekul merujuk ke suatu partikel
netral, tetapi banyak zat yang terbuat dari partikel bermuatan yang disebut ion
(Keenan, dkk., 1992).
Beberapa ahli kimia menggunakan istilah bobot rumus (formula weight)
untuk merujuk jumlah bobot atom yang tertunjuk dalam rumus suatu zat dan
menggunakan istilah bobot molekul hanya untuk merujuk zat-zat yang terdiri dari
molekul. Definisi yang lebih umum mengenai istilah bobot molekul diterima dengan
meluas karena memungkinkan penggunaan suatu konsep yang dikenal dalam semua
kasus tanpa memaksa pemakai istilah itu mencari terlebih dahulu partikel macam apa
yang dikandung oleh zat tertentu itu (Keenan, dkk., 1992).
Massa molar relatif dari suatu molekul dapat dihitung dengan menambahkan
massa atom relatif dari semua atom-atom yang ada di dalamnya. Dengan
menambahkan massa atom dari karbon yaitu 12,011 dengan empat kali massa atom
hidrogen yaitu 4(1,008), maka massa molar dari CH4 (metana) yang diperoleh yaitu
16,043. Metode perhitungan massa molar ini dapat diasumsikan bahwa tidak ada
perubahan dalam massa ketika atom karbon digabung dengan empat atom hidrogen
untuk membentuk metana (Castellan, 1982).
Lepasnya molekul yang lebih berenergi pada waktu menguap, mengurangi
energi kinetik rata-rata molekul yang tidak menguap. Suhu cairan menurun. Inilah
sebabnya ada efek pendinginan yang teramati jika cairan yang mudah menguap

seperti eter atau aseton dibiarkan menguap dari kulit seseorang atau suhu cairan
dapat dibuat tetap selama penguapan. Tetapi hal ini memerlukan penyerapan panas
dari sekeliling untuk menggantikan energi yang terbawa oleh molekul yang menguap
(Petrucci, 1992).
Jika uap tetap dipertahankan berhubungan dengan cairan, beberapa molekul
kembali dari keadaan uap ke keadaan cair. Proses ini merupakan kebalikan dari
proses penguapan, dan dinamakan pengembunan (kondensasi). Banyaknya
pengembunan tergantung pada konsetrasi molekul uap dan pada luas bidang temu
antara cairan dan uapnya (Petrucci, 1992).
Cairan yang mudah menguap terdiri dari molekul-molekul yang mempunyai
gaya antar molekul yang lemah. Mereka cenderung tercerai-berai oleh gerakan
masing-masing. Beberapa molekul menguap jika molekul itu berarah ke atas dan
cukup kecepatannya untuk mengalahkan gaya tarik yang lemah itu. Suatu cairan
yang mudah menguap dikatakan atsiri (volatil). Etil eter adalah cairan yang sangat
mudah menguap dan minyak pelumas sangat sukar menguap (Keenan, dkk., 1992).
Tekanan uap suatu zat didefinisikan sebagai tekanan yang dilakukan oleh gas
itu bila berada dalam kesetimbangan dengan fase cair atau padat. Tekanan uap suatu
cairan atau padatan bertambah dengan naiknya temperatur. Air meninggalkan bejana
oleh penguapan hanya jika bejana itu terbuka. Jika bejana itu tertutup, proses
penguapan terus terjadi tetapi molekul yang meninggalkan permukaan cairan
terkurung dalam wadah itu. Ketika mereka saling bertabrakan dan menabrak dinding
wadah, mereka mungkin menabrak cairan dan kembali bergabung yang menandakan
bahwa molekul tersebut mengembun (Keenan, dkk., 1992).
Bobot molekul dapat ditentukan melalui beberapa metode di antaranya
metode kenaikan titik didih / ebullioscopic, metode penurunan titik beku /

cryoscopic, dan hipotesis Avogadro. Penentuan bobot molekul menggunakan metode


cryoscopic memiliki kelebihan dibandingkan dua metode lainnya. Bobot molekul
melalui metode cryoscopic lebih tepat dibandingkan bobot molekul melalui metode
ebullioscopic. Hal ini disebabkan penurunan titik beku larutan lebih besar
dibandingkan kenaikan titik didihnya. Penurunan titik beku yang relatif besar
memudahkan dalam pengamatan perbedaan titik beku. Tidak seperti dalam hipotesis
Avogadro, zat terlarut dalam metode cryoscopic tidak perlu berada dalam fasa uap.
Zat terlarut dalam fasa uap diperlukan untuk mengetahui massa jenis gas dari zat
terlarut tersebut. Meski demikian, untuk dapat menentukan bobot molekul melalui
metode cryoscopic dengan cara yang benar perlu disertai pemahaman bahwa
persamaan penurunan titik beku, yaitu persamaan yang menghubungkan antara
molalitas, konstanta cryoscopic, dan penuruan titik beku. (Aliyatulmuna, 2009).
Perpindahan panas dari gas sempurna melalui ekspansi linear PV, dianalisis
sebagai latihan pedagogis. Jika garis lurus mewakili ekspansi linear gas ideal berjalan
dari titik (0, P0) sampai (V0, 0). Sekarang, hanya dua hasilnya yang akan ingat dari
diagram P-V sehubungan dengan linier ekspansi gas ideal (Mingues, 2005).
Sebuah metode telah dikembangkan untuk penentuan konsentrasi dari berat
molekul rendah gas asam monokarboksilat di atmosfer. Metode ini melibatkan
pengumpulan kuantitatif analit gas menggunakan sebuah sikat plat paralel difusi dan
analisis ion berikutnya dengan kromatografi ion. Beberapa gas diantaranya adalah
asam format, asam asetat, asam propionat, asam n-butirat, dan asam n-valerat. Batas
pendeteksian metode adalah bagian rendah yaitu bagian-per-triliun dengan volume.
Metode ini telah berhasil diterapkan untuk analisis udara yang berkenaan dengan
lingkungan (Lee, dkk., 2009).