Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Reaksi Substitusi
Terjadi ketika dua reaktan bereaksi menghasilkan dua produk baru. Misalnya
reaksi alkana dengan Cl2 dengan adanya radiasi ultraviolet menghasilkan alkil
klorida. Satu atom Cl dari Cl2 menggantikan posisi H pada alkana dan dua produk
baru terbentuk (Prasojo, 2012).

Gambar 2.1 Reaksi Metana dengan Cl2


(Prasojo, 2012)
2.2 Sulfonasi
Sulfonasi adalah istilah untuk mengidentifikasi reaksi kimia elektrofilik dimana
kelompok sulfonat SO3H dimasukkan ke molekul dengan kapasitas untuk
menyumbangkan elektron. Produk dari reaksi kimia ini diakui sebagai asam sulfonat
jika molekul donor electron adalah karbon. anhidrida sulfat reaktif dengan kepadatan
elektron seperti yang ada dalam kelompok aromatik atau alkena pada umumnya.
Reaksi-reaksi ini menghasilkan berbagai produk, termasuk turunan polisulfonat. Di
sisi lain, proses sulfonasi melibatkan penggabungan molekul SO3H pada atom
NH2
oksigen dalam molekul organik untuk membentuk C-O-S dan kelompok sulfat. asam
sulfat dapat dengan mudah dihidrolisis, dan untuk alasan ini suatu netralisasi segera
SO3H
diperlukan setelah kelompok sulfat terbentuk (Ortega, 2012).
180-195 C
NH3+HSO4Sulfonasi terutama digunakan untuk menyatakan reaksi-reaksi yang
menggunakan pereaksi sulfonasi yang umum seperti asam sulfat pekat, oleum, dan
pereaksi lainnya yang mengandung sulfur trioksida.
Proses
sintesis
asam sulfanilat dilakukan dengan cara sulfonasi dari anilin.
H2SO4
(pekat)
NH2 sulfonasi merupakan proses reaksi substitusi elektrofil pada senyawa benzen
Proses
(aromatik). Sulfonasi adalah reaksi kimia yang melibatkan penggabungan gugus
asam sulfonnat SO3H (Limantara dan Yulistriawan, 2012).

Gambar 2.2 Reaksi Sulfonasi Anilin


(Limantara dan Yulistriawan, 2012)
2.3 Teori Sampel
2.3.1 Anillin
Anilin merupakan senyawa golongan dari amina aromatik. Senyawa amina
aromatik banyak digunakan dalam pembuatan zat warna, pestisida, plastik,
kosmetik, dan obat-obatan. Senyawa amina aromatik umumnya sangat polar
sehingga mudah larut dalam air. Selain itu, sifat lain dari amina aromatik yang
sangat mendapat perhatian adalah sifat toksik dan karsinogen (Gusmita dkk.,
2013).
Tabel 2.1 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Anilin
Sifat Fisika
Berat molekul : 93,13
Berbentuk cairan
Titik didih : 184,1
Titik Cair : - 6
Titik didih : 425,6
(Science Lab, 2013a)

Sifat Kimia
Bereaksi dengan logam
Bereaksi dengan asam
Bereaksi dengan alkakli
Stabil
Tdk berpolimerisasi

2.3.2 Asam Sulfat


Asam sulfat murni tidak berbau, tidak berwarna dan seperti cairan
berminyak. Asam sulfat membeku di 10,5oC dan akan menjadi asap ketika
dipanaskan, karena sebagian H2SO4 terurai ke H2O dan SO3. H2O tetap dalam
fasa cair, sementara SO3 gas dilepaskan. Karena itu, konsentrasi H2SO4
menurun, mencapai konsentrasi 98,33%. Karena mendidih pada 338oC asam
sulfat yang dijual sebagai "asam sulfat konsentrat." Asam sulfat pekat memiliki
konsentrasi 18M (Shakhashiri, 2007).
Tabel 2.2 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Asam Sulfat

Sifat Fisika
Berat molekul
: 98,08 g/mol
Titik didih
: 270 C
Titik lebur
: -35 C
Densitas uap
: 3,4
Gravitasi spesifik:1,84
(Science Lab, 2013b)

Sifat Kimia
Larut dalam etanol
Bersifat korosif pada tembaga
Tidak korosif terhadap kaca
Reaktif dengan senyawa alkali
Tidak mudah terbakar

2.3.3 Asam Sulfat


Air secara kimiawi merupakan senyawa polar (H2O), yang mempunyai
sifat-sifat tertentu, seperti bersifat pelarut, dapat berikatan hidrogen dengan
senyawa organik dan sifat-sifat lain dalam mekanisme reaksi tubuh. Air untuk
keperluan minum tidap sama persis dengan pengertian air secara kimiawi,
karena air minum merupakan air kimiawi (Suyanto, 2011).
Tabel 2.3 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Aquadest
Titih didih

Sifat Fisika
: 100 oC

Titik beku
: 0 oC
Berat molekul : 18 g/mol
Densitas
: 1 g/L
Berwujud cair

Sifat Kimia
Bersifat stabil
Tidak terjadi polimerissi
Tidak korosif pada kulit
Tidak berbahaya
Tidak korosif pada mata

(Science Lab, 2013c)


2.3.4 Asam Sulfanilat
Asam sulfanilat adalah serbuk halus atau kristal abu-abu; agak larut dalam
air, alkohol dan eter, larut dalam air panas dan HCl pekat, hangus pada
suhu 288 - 300 C. Asam sulfanilat adalah hasil sulfonasi dari anilin.
Anilin adalah bahan baku dalam industri penghasil bahan pewarna celup.
Asam sulfonat dan garam-garamnya yang terkandung dalam bahan pewarna
celup organik memberikan fungsi yang berguna pada kelarutan dalam air dan
atau meningkatkan kecepatan pencucian bahan pewarna yang disebabkan
karena kemampuan keduanya mengikat lebih rapat dengan kain. Asam sulfanilat
adalah komponen dari reagen Griess untuk menentukan HNO2. Asam sulfanilat

diubah menjadi sulfanilamid yang merupakan satu dari bahan-bahan dasar


untuk memproduksi obat-obat antibakteri (Limantara dan Yulistriawan, 2012).
Tabel 2.4 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Asam Sulfat
Sifat Fisika
Larut dalam pelarut polar
Berat molekul 173,19
Titik cair : 288
Titik didih : 172-187
Berbentuk Kristal padat
(Science Lab, 2013d)

Sifat Kimia
Dapat dihidrolisa
Dengan basa membentuk garam
Bereaksi dengan aniline
Mengalami reaksi ionisasi
komplit

2.3.5 Asam Sulfat


Karbon aktif merupakan karbon amorf dari pelat-pelat datar disusun oleh
atom-atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi heksagonal datar
dengan satu atom C pada setiap sudutnya yang luas permukaan berkisar antara
300 m2/g hingga 3500 m2/g dan ini berhubungan dengan struktur pori internal
sehingga mempunyai sifat sebagai adsorben (Jamilatun dan Murtomo, 2014)
Tabel 2.5 Sifat Fisika dan Sifat Kimia Aquadest
Sifat Fisika
Berwarna hitam
Bersifat higroskspis
Tidak berbau

Sifat Kimia
Tidak larut dalam air
Tidak larut dalam pelarut
Tidak larut dalm asam

(Lempung, 2014)