Anda di halaman 1dari 12

Rahasia Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung

Kali ini sipendik akan mengulas Rahasia Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung.
Sebetulnya banyak sekali jenis peluang usaha di bidang peternakan yang bisa
dikembangkan, namun Anda juga perlu memikirkan bagaimana prospek serta
permintaan pasar dari usaha yang kita jalani untuk jangka panjang.
Dari sudut kacamata bisnis, ternak ayam kampung menjadi salah satu bisnis yang
sangat menarik untuk kita tekuni. Alasannya adalah membudidayakan ayam
kampung dirasa cukup mudah dibandingkan dengan ternak ayam broiler. Apalagi
yang perlu kita perhatikan yaitu harga dari ayam kampung sendiri saat ini
cenderung naik berbanding terbalik dengan harga ayam broiler yang lebih fluktuatif.
Jika anda ingin memulai usaha di bidang peternakan khususnya usaha ternak ayam
kampung perlu memperhatikan beberapa hal seperti berikut ini:

Gali informasi sebelum beternak


Apapun jenis usaha yang akan anda jalani pastinya, diperlukan informasi serta
pengetahuan yang cukup sehingga hasil dari usaha yang anda jalani bisa mencapai
kesuksesan, tidak terkecuali dengan bisnis ternak ayam kampung. Jangan sampai
ketika sedang memulai bisnis ini, anda akan merasa kebingungan di tengah jalan
dan tidak mampu menguasai teknis beternak yang baik sehingga hasilnya tidak
akan bisa optimal serta ancaman kegagalan pun bisa menjumpai anda. Oleh karena
itu, pelajari bagaimana teknis beternak ayam kampung yang baik dan ketahui
bagaimana proses pembibitan, perawatan, hingga proses perkembangbiakannya
bisa anda kuasai dengan baik. Anda pun bisa mencari informasi tersebut di
berbagai media online, buku, maupun majalah seperti yang Anda lakukan saat ini.
Selain itu jalin komunikasi dengan para peternak ayam kampung yang lain, yang
bisa diajak bertukar pikiran tentang pengalaman beternak ayam kampung. Jika
anda masih memulai usaha ternak ayam kampung anda bisa melakukan kerjasama
pembelian bibit ayam kampung dari beternak yang bersangkutan.
Anda juga bisa mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ayam
kampung oleh beberapa instansi baik dari dinas pertanian maupun dari swasta.
Kegiatan tersebut bisa membantu anda dalam memperkaya pengetahuan serta
memperoleh petunjuk teknis cara ternak ayam kampung yang benar dan sesuai
dengan anjuran.

Perhatikan Persyaratan Beternak Ayam


Sejak jaman dahulu kala petani kita sudah melakukan ternak ayam kampung
dengan sistem umbaran, namun ternyata pola pemeliharaan umbaran kurang

efisien untuk dijalankan di masa sekarang karena pemeliharaan yang ala kadarnya
serta pertumbuhan bobot ayam dan produksi telur nya masih cukup rendah.

Sebagai contohnya apabila beternak ayam kampung secara tradisional atau


umbaran Anda membutuhkan waktu hampir 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg
ayam kampung, sedangkan jika kita beternak secara intensif kita hanya
membutuhkan waktu sekitar 2-2,5 bulan untuk mendapatkan ayam pedaging yang
siap jual.
jika ingin memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya Anda harus
memperhatikan betul persyaratan lokasi serta teknik budidaya yang sesuai dengan
standar peternakan. Apabila kondisi peternakan baik maka bisa membuat para
peternak menjalankan usahanya secara fokus.

Fokus Menentukan Arah Usaha


Sedari awal tentukan arah usaha peternakannya, mau bisnis ayam pedaging atau
ayam petelur. Hal ini untuk memilih DOC (bibit ayam kampung) yang tepat dan
sesuai dengan bibit untuk petelur atau pedaging, sehingga hasil dari ternak bisa
optimal. Kesalahan yang sering dilakukan oleh petani kita adalah kurang fokus
dalam memilih jenis usaha, kebanyakan dari mereka beternak kedua-duanya tanpa
memisahakan bibit ayam kampung (DOC) sesuai dengan tipe perkembangannya.
Akibatnya hasil ternak pun kurang optimal dan rugi dari sisi biaya pemeliharaan.
Yang perlu menjadi cacatan penting adalah DOC petelur dan DOC pedaging berbeda
dalam sistem pemeliharaanya. DOC petelur dalam pemeliharaanya lebih difokuskan
kepada percepatan bertelur dan kuantitas telur ayam, sedangkan DOC pedaging
pemeliharaanya lebih pada kualitas dagingnya dan lama pemeliharaan. Jadi,
sebaiknya DOC petelur dan DOC pedaging jangan sampai tertukar pemeliharaannya
karena bisa berdampak langsung terhadap biaya pemeliharaan.

Mulailah Dari Tahapan Termudah Bagi Pemula


Bagi Anda yang mau memulai bisnis ternak ayam kampung sebaiknya
menggunakan tahapan termudah dalam memulai peternakannya, hal ini bertujuan
untuk mengurangi resiko kegagalan dalam segi investasi dan pendanaan. Berikut ini
kami sampaikan beberapa langkah sederhana dalam memulai bisnis ternak ayam
kampung.
Jika Anda memilih menjalankan ternak ayam kampung pedaging, sebaiknya
memulai bisnis ini dengan membeli DOC untuk dikembangbiakan. Cara
pemeliharaan ayam pedaging dirasa cukup mudah dibandingkan pelihara ayam
petelur. Waktu pembesaran ayam pedaging hingga siap panen cenderung lebih
singkat sekitar 2 2,5 bulan. Apabila sudah melewati tahapan pembesaran ayam

pedaging, Anda bisa memulai menambah segmen usaha seperti pembibitan ayam
pedaging maupun ternak ayam petelur.
Untuk Anda yang mau memulai bisnis ayam kampung petelur, bisa memulai usaha
dengan membeli dara ayam petelur berusia 4 hingga 5 bulan. Pelihara ayam
tersebut sampai siap untuk menghasilkan telur pada usia 6 bulan. Cara ini terbilang
cukup singkat dan efektif daripada membeli DOC yang membutuhkan waktu
pemeliharaan lebih lama dan untuk mengurangi resiko selama masa pemeliharaan.

Namun demikian, Anda juga bisa membeli DOC petelur dengan mempertimbangkan
memudahkan adaptasi ayam terhadap lingkungan baru sehingga lebih mudah
dalam menghasilkan telur. Yang menjadi catatan penting adalah Anda perlu
didampingi oleh orang yang sudah pengalaman di bidang ternak ayam kampung
sehingga memudahkan dalam berkonsultasi serta bisa memastikan bahwa usaha
ternak yang kita rintis bisa berjalan dengan baik.

Mulailah Dari Skala Kecil


Bagi Anda yang masih pemula dalam memulai bisnis ayam kampung, kami
menyarankan untuk tidak serta merta investasi besar dalam beternak meskipun
modal yang dipunyai mencukupi. Anda bisa memulai ternak ayam kampung
beberapa puluh ekor sebagai permulaan, ini penting dilakukan bisa digunakan
sebagai media pembelajaran beternak ayam kampung. Amati sekaligus pelajari
bagaimana perilaku ayam kampung serta teknik pemeliharaannya ( Learning by
Doing ).

Jadikan pengalaman dan pengetahuan beternak ayam selama periode


pemeliharaan pertama sebagai modal Anda dalam beternak ayam kampung di
periode berikutnya. Jadi, apabila pada periode pertama beternak ayam kampung
berhasil maka keuntungan yang Anda dapatkan bisa digunakan sebagai modal
untuk beternak di periode selanjutnya. Sebaliknya jika periode pertama belum
berhasil, maka modal simpanan yang Anda punyai masih bisa digunakan untuk
beternak di periode selanjutnya

Pelajari Waktu Memulai Beternak


Dalam memulai beternak ayam kampung perlu mempertimbangkan keadaan
musim, karena bisa berpengaruh terhadap hasil ternak. Kami menyarankan untuk
memulai beternak ayam kampung ketika musim kemarau atau awal musim
kemarau. Pada musim tersebut, kita akan lebih mudah dalam proses pemeliharaan.
Kami contohkan, pada musim kemarau Anda lebih mudah dalam memelihara DOC
pada malam hari karena cuacanya cukup mendukung. Namun jika dilakukan pada

musim penghujan, pemeliharaan DOC akan lebih repot karena kelembapannya


tinggi dan cuaca yang dingin. Apalagi ketika memasuki pancaroba atau pergantian
musim, DOC lebih gampang terserang penyakit.
Apabila Anda terpaksa memulai beternak ayam kampung ketika musim penghujan,
kami sarankan untuk memelihara doc di kandang yang memiliki pemanas. Hal
tersebut bertujuan untuk meminimalkan serangan penyakit dan kematian. Kami
tidak menyarankan memulai beternak ayam kampung ketika masa pancaroba
Dalam beternak ayam kampung bisa dilakukan sepanjang tahun karena memang
permintaan akan ketersediaan ayam kampung cukup stabil, begitupun dengan
harganya yang cenderung stabil dan makin merangkak naik. Lonjakan harga dan
permintaan pasar biasanya terjadi pada waktu hari raya. Sebaiknya menjelang hari
raya, produksinya digenjot untuk memenuhi permintaan pasar.

Perhatikan Perlengkapan Ternak dan Manajemen Pemeliharaan


Anda perlu memperhatikan kelengkapan peralatan ternak serta melakukan
manajemen pemeliharaan yang sesuai standar. Pastikan berbagai kebutuhan ternak
sudah mencukupi dalam hal jumlah serta kualitasnya. Pada umumnya peternakan
yang sudah melakukan teknik pemeliharaan sesuai standar sudah mempunyai
perlengkapan yang memadai.
Jagalah kebersihan kandang ayam, pastikan tempat pakan dan minum sesuai
dengan jumlah ayam yang dipelihara. Bersihkan kandang beserta peralatannya
tidak terkecuali tempat pakan dan minum ketika sudah mulai kotor. Peralatan lain
yang harus dimiliki oleh peternakan ayam kampung yaitu perlengkapan pembibitan
seperti genset dan cooling room. Genset digunakan untuk mengantisipasi
pemadaman listrik PLN karena bisa mengganggu proses penetasan telur. Apabila
listrik terlalu lama padam maka telur terancam tidak bisa menetas. Dalam proses
penetasan telur diperlukan mesin tetas yang dipakai secara manual maupun
otomatis.
Perlengkapan lain yang tidak kalah pentingnya yaitu cooling room dipakai dalam
masa pembibitan yang merupakan ruang khusus tempat menyimpan telur yang
memakai pendingin udara. Fungsi dari cooling room adalah sebagai media
penyimpan sementara telur tetas sebelum dijual atau sebelum dimasukkan ke
dalam mesin penetasan. Untuk menyimpan telur tetas di cooling room sebaiknya
memakai suhu dibawah suhu normal ruangan yaitu sekitar 25C , gunanya untuk
mencegah pertumbuhan embrio terlalu dini sebelum dimasukkan ke dalam mesin
penetasan.
Hal lain yang perlu Anda perhatikan dalam beternak ayam kampung yaitu
menajemen pemeliharaan yang baik. Aturlah waktu dalam pemeliharan ternak,
mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan ternak, pemberian vaksin dan
penyemprotan disinfektan pada kandang. Buatlah catatan pada masing-masing
periode beternak untuk digunakan sebagai bahan evaluasi beternak ke depan.

Demikianlah artikel sipendik tentang Rahasia Sukses Bisnis Ternak Ayam Kampung,
semoga bisa memberikan manfaat buat pembaca. Salam sukses.. !!!!!!
==================================================
===================================

Ayam kampung biasa dibudidayakan oleh peternak di Indonesia dengan


cara diumbar, atau ayam dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri. Namun
cara ini dipandang kurang memiliki nilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk
profit oriented. Pola pemeliharaan ayam kampung secara intensif merupakan cara
yang bisa mendatangkan keuntungan sebagai sebuah bisnis. Permintaan daging
ayam kampung yang cukup besar memberikan peluang bisnis yang menggiurkan
untuk budidaya ayam kampung secara intensif.
Perawatan ayam kampung yang dipelihara secara intensif memiliki sedikit
perbedaan dengan perawatan ayam kampung cara tradisional. Selain memerlukan
perhatian yang ekstra juga masalah pemberian makanan harus lebih diatur.
Memelihara ayam kampung secara intensif memiliki keungulan, yaitu lebih mudah
melakukan kontrol terhadap penyakit.

Agar dalam usaha budidaya ayam kampung super secara intensif ini bisa berhasil,
diperlukan manajemen dan tata kelola yang baik dan benar. Ada beberapa faktor
yang menjadi penentu keberhasilan usahabudidaya ayam kampung secara intensif.
Faktor-faktor yang penting diperhatikan dalam usaha budidaya ayam kampung
secara intensif antara lain :

A. PEMILIHAN BIBIT PADA AYAM KAMPUNG


Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha
peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan cara : dengan
membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli telur tetas dan
menetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk menghasilkan telur tetas
kemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau dengan bantuan mesin penetas.
Kami tidak akan menguraikan sisi negatip dan positif cara mendapatkan DOC ayam
kampung karena akan memerlukan halaman yang panjang nantinya. Secara singkat
DOC ayam kampung yang sehat dan baik mempunyai kriteria sebagai berikut :
dapat berdiri tegap, sehat dan tidak cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna,
bulu bersih dan mengkilap, tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
Bibit ayam kampung atau lebih dikenal dengan DOC merupakan hal yang penting
untuk diperhatikan. Jika tujuan pemeliharaan ayam kampung untuk tujuan diambil
daging, maka memilih DOC dari keturunan ayam yang bertubuh besar dan

pertumbuhan yang cepat diprioritaskan. Selain itu waktu penetasan bibit ayam
kampung (DOC) harus tepat waktu(21 hari) tidak terlalu cepat atau terlalu lama.

Ciri-ciri DOC yang memiliki kualitas bagus antara lain berdiri tegap, sehat dan tidak
cacat, mata bersinar, pusar terserap sempurna, bulu bersih dan mengkilap. Jangan
lupa memberikan vaksinasi sesuai usia DOC.

B. MASALAH PAKAN PADA AYAM KAMPUNG


Pakan pada ayam kampung memegang peranan yang cukup penting dalam
menentukan pertumbuhan ayam kampung. Meski demikian sebenarnya pakan
untuk ayam kampung tidaklah serumit pakan untuk ayam lain seperti broiler, ayam
petelur dan lain-lain.
Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain : konsentrat, dedak, jagung. Selain
makanan pabrikan tersebut bisa juga diberikan pakan alternatif seperti sisa
dapur/warung, roti BS, mie instant remuk, bihun BS, dan lain sebagainya. Pakan
alternatif tersebut cukup bisa menghemat biaaya produksi sehingga keuntungan
usaha ayam kampung bisa meningkat.

Yang terpenting dalam menyusun ransum untuk ayam kampung harus


memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein kasar (PK) sebesar
12% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500 Kkal/kg. Untuk Jumlah pakan yang
diberikan untuk ayam kampung disesuaikan dengan usia ayam kampung itu sendiri,
seperti berikut:

7 gram/per hari sampai umur 1 minggu

19 gram/per hari sampai umur 2 minggu

34 gram/per hari sampai umur 3 minggu

47 gram/per hari sampai umur 4 minggu

58 gram/per hari sampai umur 5 minggu

66 gram/per hari sampai umur 6 minggu

72 gram/per hari sampai umur 7 minggu

74 gram/per hari sampai umur 8 minggu

Sedangkan air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal
pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.

C. Perkandangan

Syarat kandang yang baik : jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, tidak
lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya
memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi oleh bangunan atau tembok lain
agar angin tidak berhembus langsung ke dalam kandang.
Penyucihamaan kandang dan peralatannya dilakukan secara teratur sebagai usaha
biosecurity dengan menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan
bagi ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan oleh
berbagai produsen pembuatan obat.
Ukuran kandang : tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada
anjuran sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih
dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau kapasitas
kandang. Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam kampung
sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai dengan
bertambahnya umur ayam.

Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai yang dilapisi
litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan kapur setebal 15 cm.
Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya ada lubang
sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau asbes.
Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter (umur 1-4
minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter biasanya digunakan
kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau juga kandang postal yang
diberi pagar. Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32C. Pada fase
finisher digunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan ayam
broiler.

D. Manajemen Pemeliharaan
Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi dalam
keberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas serta
pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatu usaha
apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat. Sistem
pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :
Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan
Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol
pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat
Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan
dengan ketat
Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih disarankan dari yang
lainnya terutama dalam hal kontrol penyakit. Sebenarnya masih banyak lagi
manfaat dari cara beternak secara intensif, akan tetapi kami tidak dapat
menguraikannya di sini.

E. Pengendalian Penyakit
Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian penyakit. Kita semua akan
setuju dengan statement mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan
penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :
-

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya


Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak
Melakukan vaksinasi secara teratur
Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit
Manajemen pemeliharaan yang baik
Kontrol terhadap binatang lain

Berikut kami uraikan sedikit beberapa jenis penyakit yang kerap menyerang ayam
kampung :
a. Tetelo (ND)
Penyebab : paramyxivirus
Gejala : ngorok dan batuk-batuk, gemetaran, kepala berputar-putar, kelumpuhan
pada kaki dan sayap, kotoran berwarna putih kehijauan.
Pencegahan : vaksinasi secara teratur, sanitasi kandang, terhadap ayam yang
terkena ND maka harus dibakar.
Pengobatan : belum ada
b. Gumboro (gumboro disease)
Penyebab : virus
Gejala : ayam tiba-tiba sakit dan gemetar serta bulu-bulunya berdiri, sangat lesu,
lemah dan malas bergerak, diare putih di sekitar anus.
Pencegahan : vaksinasi teratur dan menjaga sanitasi kandang
Pengobatan : belum ada

c. Penyakit cacing ayam (worm disease)


Penyebab : Cacing
Gejala : pertumbuhan terhambat, kurang aktif, bulu kelihatan kusam.
Pencegahan : pemberian obat cacing secara berkala, sanitasi kandang yang baik,
penggantian litter kandang secara berkala, dan mencegah serangga yang dapat
menjadi induk semang perantara.
Pengobatan : pemberian obat cacing seperti pipedon-x liquid, sulfaquinoxalin,
sulfamezatin, sulfamerazin, piperazin dan lain sebagainya

d. Berak kapur (Pullorum)


Penyebab : Bakteri Salmonella pullorum
Gejala : anak ayam bergerombol di bawah pemanas, kepala menunduk, kotoran
melekat pada bulu-bulu disekitar anus
Pencegahan : mengusahakan induk terbebas dari penyakit ini, fumigasi yang tepat
pada mesin penetas dan kandang
Pengobatan : noxal, quinoxalin 4, coxalin, neo terramycyn atau lainnya

e. Berak darah (Coccidiosis)


Penyebab : protozoa Eimeria sp.
Gejala : anak ayam terlihat sangat lesu, sayap terkulai, kotoran encer yang
warnanya coklat campur darah, bulu-bulu disekitar anus kotor, ayam bergerombol
di tepi atau sudut kandang.
Pencegahan : mengusahakan sanitasi yang baik dan sirkulasi udara yang baik pula
atau bisa juga dengan pemberian coccidiostat pada makanan sesuai takaran
Pengobatan : noxal, sulfaquinoksalin, diklazuril atau lainnya

F. Pasca Panen dan Pemasaran


Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah
permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih tergolong tinggi dan stabil,
sedang produksi masih terbatas. Ayam kampung dapat dijual dalam bentuk hidup
atau sudah dipotong (karkas). Rumah tangga, pengepul ayam, pasar tradisional,
warung, supermarket sampai hotel berbintang membutuhkan pasokan ayam
kampung ini. Harga ayam kampung hidup berkisar antara Rp 19.000 - Rp
22.000/ekor di tingkat peternak.

G. Pengelolaan Produksi
Sebagai seorang peternak yang profesional maka perlu untuk menjaga agar
produksi yang kita lakukan dapat memenuhi standar kualitas dan kontinuitas
produk. Maka diperlukan pengelolaan atau pengaturan produksi agar usaha kita
dapat berproduksi secara kontinyu. Untuk kekontinuitasan usaha perlu pengaturan
dan penjadwalan secara teratur kapan DOC masuk dan kapan ayam di panen,
karena hal itu lebih disukai oleh pengepul atau mitra kerja kita daripada hanya
sekali panen dalam jumlah banyak. Tapi perlu diingat juga bahwa pengelolaan
produksi sangat terkait dengan modal, ketersediaan kandang, jumlah ketersediaan
DOC, dan jumlah permintaan ayam siap panen.

Selain makanan, ayam kampung memerlukan minuman. Minuman diberikan secara


tidak terbatas, disediakan wadah untuk minuman, jika habis ditambahkan lagi.
Untuk mendukung keberhasilan budidaya ayam kampung, PT Natural Nusantara
(NASA) mengeluarkan serangkaian produk vitamin yang sangat bermanfaat bagi
peningkatan produktivitas peternakan ayam kampung, baik dari segi kualitas,
kuantitas, dan efektivitas. Produk tersebut di antaranya VITERNA, POC NASA,
HORMONIK.

Viterna Plus merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :


1.
Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan
dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
2.
Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine,
Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun
protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh.
3.
Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan
dan ketahanan tubuh.
Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk
pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi
protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ternak ayam
kampung, ketahanan tubuh babi, mengurangi kadar kolesterol daging dan
mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA
disarankan ditambahkan dengan Hormonik.
Hormonik berperan sebagai zat pengatur tumbuh, di mana keberadaannya akan
sangat penting dalam membantu meningkatkan pertumbuhan ternak babi.
Sehingga budidaya ternak ayam kampung bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat
tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal.
Pemakaian VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK bisa dilakukan sebagai
campuran air minum yang diberikan sepanjang hari. Bisa pula dicampurkan sebagai
pembasah pada pakan konsentrat.

*. SISTEM KANDANG AYAM KAMPUNG


Ada tiga macam kandang, yakni kandang box, kandang postal dan kandang baterai.
Kandang box sebagai tempat pemeliharaan anakan ayam kampung unggulan atau
DOC. Disebut kandang box karena bentuknya yang memang kotak.
Dalam kadang box ukuran 1 x 1 m dapat diisi sebanyak 40 -45 DOC. Lama
pemeliharaan DOC dalam kandang box +- 20 hari. Untuk menjaga kehangatan
kandang diberikan lampu pada kandang box dengan suhu 30 32 derajat celcius.

Memasuki hari ke-21 ayam kampung dipindah ke kandang pembesaran atau


kandang postal. Ukuran kandang postal menyesuaikan dengan jumlah ayam
kampung yang dipelihara. Kandang postal ukuran 5 x 20 m bisa diisi sebanyak 1200
ekor ayam kampung unggulan. Lama pemeliharan dalam kandang postal ini adalah
ketika ayam kampung unggulan berumur 21 hari sampai waktu panen.
Untuk kandang baterai diperlukan sebagai kandang untuk indukan atau ayam
kampung petelur. Lokasi kandang yang ideal adalah memiliki jarak dengan
permukiman minimal 5 m, tidak lembab, sinar matahari pagi dapat masuk dan
sirkulasi udara cukup baik. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan
terhalangi oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung
ke dalam kandang. Sebelum kandang diisi dengan ayam kampung, perlu dilakukan
penyucihamaan dengan disinfektan yang tidak berbahaya bagi ayam.

* PENGENDALIAN PENYAKIT AYAM KAMPUNG


Penyakit pada ayam kampung kerap kali menimbulkan masalah dan kerugian yang
besar. Karena itu pengendalian dan pencegahan penyakit penting untuk dilakukan.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit antara lain:
1.

Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya

2.

Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak

3.

Melakukan vaksinasi secara teratur

4.

Pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit

5.

Manajemen pemeliharaan yang baik

6.

Kontrol terhadap binatang lain.

Bila ada serangan penyakit ayam ngorok atau cekreh, tidak perlu khawatir lagi
karena saat ini telah tersedia sebuah formula ampuh untuk mengatasi ayam
ngorok. Obat ayam ngorok ini bernama Prontech.
Dengan pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan
pemenuhan kebutuhan daging ayam kampung yang semakin meningkat.
Salah satu kunci keberhasilan beternak ayam kampung adalah mencatat
setiap kegiatan yang dilakukan, termasuk membuat catatan mengenai pengeluaran
dan pemasukan yang diperoleh setiap harinya. Hal ini penting untuk mengetahui
secara pasti modal dan keuntungan yang diperoleh, sehingga pada periode
berikutnya peternak dapat mengalokasian anggaran dengan jelas.
Pencatatan juga dilakukan terhadap perkembangan jumlah populasi ayam di
peternakan hingga setiap kejadian lain yang berlangsung, seperti program vaksinasi
dan pemberian vitamin, kejadian jangkitan penyakit, banyaknya ayam yang
terjangkit penyakit, hingga pola penanganannya. Termasuk catatan yang dibuat
pada proses penetasan telur. Semua catatan kejadian di peternakan digunakan

sebagai bahan evaluasi jika hasil budi daya yang didapatkan kurang optimal. Selain
itu, dapat digunakan sebagai data untuk perkembangan dan kemajuan peternakan
pada masa yang akan datang.