Anda di halaman 1dari 43

L/O/G/O

SEDIAAN
GALENIKA

OLEH : Annisa Firdaus,S.Farm.,Apt

BEBERAPA PERTANYAAN
BERKAITAN TENTANG
SEDIAAN GALENIKA
DEFINISI DAN PEMBUATAN INFUSA
DEFINISI EXTRACT DAN TINCTURA
CARA PEMBUATAN METODE MASERASI
CARA PEMBUATAN METODE PERKOLASI

www.themegallery.com

SEJARAH GALENIKA
Istilah galenika berawal dari nama seorang tabib
yunani yaitu Claudius Galenos (Galen) yang
membuat sediaan obat-obatan yang berasal dari
tumbuhan dan hewan sehingga munculah ilmu
obat-obatan yang dinamakan galenika.
Jadi, ilmu galenika adalah ilmu yang
mempelajari tentang cara pembuatan sediaan
(preparat) obat dengan cara sederhana yang
dibuat dari alam (tumbuhan dan hewan)

www.themegallery.com

SEDIAAN GALENIKA
ADALAH SEDIAAN YANG DIBUAT DARI
BAHAN BAKU YANG BERASAL DARI HEWAN
ATAU TUMBUHAN YANG DISARI.
PENYARIAN ADALAH KEGIATAN
PENARIKAN ZAT YANG DAPAT LARUT DARI
BAHAN YANG TIDAK DAPAT LARUT
DENGAN PELARUT CAIR YANG COCOK.
DIINGAT KEMBALI DEFINISI SIMPLISIA,
SIMPLISIA HEWANI, EKSUDAT TANAMAN.

www.themegallery.com

MACAM-MACAM SEDIAAN GALENIKA


ANTARA LAIN :
1. TINCTURA
2. EXTRACTA
3. INFUSA

SECARA UMUM PENYARIAN DAPAT


DIBEDAKAN MENJADI :
1.
2.
3.
4.

INFUNDASI
MASERASI
PERKOLASI
DESTILASI UAP

www.themegallery.com

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


DALAM
SEDIAAN
GALENIKA
1. DERAJAT
KEHALUSAN

2.

BAGAIMANA SIMPLISIA DENGAN UKURAN BESAR DAN


UKURAN HALUS?
DERAJAT KEHALUSAN SIMPLISIA :
SERBUK (5/8)
: AKAR MANIS, DAUN KUMIS
KUCING, DAUN SENA
SERBUK (8/10) : DRINGO, KELEMBAK, DLL
KONSENTRASI /KEPEKATAN
Beberapa obat yang terkandung /zat aktif dalam sediaan
tersebut harus jelas konsentrasinya agar tidak menimbulkan
kesulitan dalam pembuatan.

www.themegallery.com

2. CAIRAN PENYARI
KRITERIA CAIRAN PENYARI YANG BAIK :

www.themegallery.com

MURAH DAN MUDAH DIPEROLEH


STABIL SECARA FISIKA DAN KIMIA
BERAKSI NETRAL
TIDAK MUDAH MENGUAP DAN TIDAK MUDAH
TERBAKAR
SELEKTIF YAITU HANYA MENARIK ZAT BERKHASIAT
YANG DIKEHENDAKI
TIDAK MEMPENGARUHI ZAT BERKHASIAT
DIPERBOLEHKAN OLEH PERATURAN

3.Suhu dan lamanya waktu


harus disesuaikan dengan sifat obat, mudah
menguap/tidak, mudah tersari atau tidak.
4. Bentuk sediaan galenik
a) hasil penarikan: extracta, tinctura,
decocta/infusa
b) hasil penyulingan/pemerasan:aqua
aromatika, olea volatilia, olea pinguia.
c) sirop
www.themegallery.com

PENARIKAN (EXTRACTION)
Berasal dari kata extrahere yaitu suatu cara
untuk menarik satu/lebih zat dari bahan asal.
Umumnya zat berkhasiat tersebut dapat ditarik
namun khasiatnya tidak berubah.
Tujuan ekstraksi:
Mendapatkan/memisahkan sebanyak mungkin zatzat yang memiliki khasiat pengobatan (concentrata)
dari zat-zat yang tidak berfaedah, agar lebih mudah
dipergunakan dan disimpan dibandingkan simplisia
asal dan tujuan pengobatan lebih terjamin.
www.themegallery.com

EKSTRAKSI.
Umumnya zat berkhasiat dalam simplisia
dalam keadaan tercampur maka diperlukan
cara penarikan dan cairan penarik tertentu
(tunggal/campuran) yang nantinya akan
menghasilkan bermacam-macam preparat
galenik sesuai dengan pengolahannya ex:
infusa, decocta, macerata, tinctura,dll
Suhu penarikan sangat mempengaruhi
hasil penarikan.
www.themegallery.com

SIMPLISIA TIDAK BERGUNA


Cara menghilangkan simplisia tidak berguna:
Memakai pelarut yang tepat
Menarik /merendam pada suhu tertentu
Jarak waktu penarikan tertentu
Memurnikan /membersihkan dengan cara tertentu
baik secara ilmu alam/ilmu kimia
Simplisia umumnya sudah dikeringkan
kemudian dihaluskan lebih dahulu agar proses difusi
zat berkhasiatnya lebih cepat daripada proses difusi
melewati dinding sel utuh (proses osmosis)
www.themegallery.com

CAIRAN PENARIK
Faktor-faktor pemilihan cairan penyari:
Kelarutan zat-zat dalam menstrum
Tidak merusak zat berkhasiat/akibat lain yang tidak
dikehendaki (perubahan warna, pengendapan,
terhidrolisis)
Harga yang murah
Jenis preparat yang akan dibuat
Cairan penarik yang baik:
Dapat melarutkan zat berkhasiat tertentu, tetapi zat
yang tidak berguna tidak terbawa serta.
www.themegallery.com

AIR
KEUNTUNGAN

MURAH DAN MUDAH DIPEROLEH


STABIL
TIDAK MUDAH MENGUAP DAN TIDAK MUDAH TERBAKAR
TIDAK BERACUN
ALAMIAH

KERUGIAN
TIDAK SELEKTIF
SARI DAPAT DITUMBUHI KAPANG DAN KUMAN
UNTUK PENGERINGAN DIPERLUKAN WAKTU LAMA

www.themegallery.com

ETANOL
LEBIH SELEKTIF
KAPANG DAN KUMAN SULIT TUMBUH DALAM ETANOL
20% KEATAS
TIDAK BERACUN
NETRAL
ABSORBSINYA BAIK
ETANOL DAPAT BERCAMPUR DENGAN AIR PADA
SEGALA PERBANDINGAN
PANAS YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMEKATAN LEBIH
SEDIKIT

KERUGIANNYA : HARGANYA MAHAL


www.themegallery.com

INFUSA
SEDIAAN CAIR YANG DIBUAT DENGAN
MENGEKSTRAKSI SIMPLISIA NABATI DENGAN
AIR PADA SUHU 90C SELAMA 15 MENIT
INFUNDASI ADALAH PROSES PENYARIAN YANG
UMUMNYA DIGUNAKAN UNTUK MENYARI ZAT
KANDUNGAN AKTIF YANG LARUT AIR DARI
BAHAN-BAHAN NABATI.
SEBAIKNYA UNTUK PEMAKAIAN 24 JAM
www.themegallery.com

CONTOH RESEP
R/ Infus Ortosiphon 150
Hexamin
3
m.f. Inf.
S 3 dd cth I
Pro : Rendra (11 th)

www.themegallery.com

CARA PEMBUATAN

SIMPLISIA DENGAN DERAJAT HALUS YANG COCOK.

MEMBASAHI BAHAN BAKU DENGAN AIR EKSTRA,


TAMBAHKAN AIR DENGAN VOLUME YANG SESUAI.

DIPANASKAN PADA SUHU 90C SELAMA 15 MENIT


DENGAN SESEKALI DIADUK

SERKAI SELAGI PANAS MELALUI KAIN FLANEL

KEKURANGAN VOLUME INFUSA, DITAMBAHKAN AIR


PANAS MELALUI AMPAS HINGGA VOLUME YANG
DIKEHENDAKI

www.themegallery.com

PERHATIAN DALAM PEMBUATAN INFUSA

INFUSA YANG MENGANDUNG LENDIR, TIDAK


BOLEH DIPERAS
CO : INFUS DAUN SENNA, INFUS ASAM
JAWA
INFUS SIMPLISIA YANG MENGANDUNG
MINYAK ATSIRI HARUS DISERKAI SETELAH
DINGIN

www.themegallery.com

KECUALI DINYATAKAN LAIN, INFUSA


TIDAK BERKHASIAT KERAS KADAR
SIMPLISIA 10%
KADAR SIMPLISIA LAINNYA
KULIT KINA
:6%
DAUN DIGITALIS : 0,5 %
AKAR IPEKA
: 0,5 %
DLL
www.themegallery.com

TINCTURA
ADALAH LARUTAN DALAM ALKOHOL ATAU
HIDROALKOHOL YANG DIBUAT DARI BAHAN
TUMBUH-TUMBUHAN ATAU DARI BAHAN KIMIA.
KANDUNGAN ALKOHOL : 15 - 80%
FUNGSI ALKOHOL
PELARUT
ANTI MIKROBA

www.themegallery.com

Resep standar
Belladonna Tinctur
Belladonna fol. Serbuk (B30)... 10
Spiritus encer ad ..100

www.themegallery.com

EXTRACTUM
SEDIAAN PEKAT YANG DIPEROLEH DENGAN
MENGEKSTAKSI ZAT DARI SIMPLISIA NABATI
ATAU HEWANI MENGGUNAKAN PELARUT YANG
SESUAI, KEMUDIAN SEMUA ATAU HAMPIR
SEMUA PELARUT DIUAPKAN DAN MASA ATAU
SERBUK YANG TERSISA DIPERLAKUKAN
SEDEMIKIAN SEHINGGA MEMENUHI BAKU
YANG DITETAPKAN.
BENTUK EKSTRAK : EKSTRAK CAIR, KENTAL,
KERING

www.themegallery.com

Resep Standar
Belladonna Extract
Sarilah :
Belladonna fol. Serbuk (B10) . 1000
Dengan spiritus encer

www.themegallery.com

MASERASI
DILAKUKAN DENGAN CARA MERENDAM SERBUK
SIMPLISIA DALAM CAIRAN PENYARI.
PRINSIP PENYARIAN : ADANYA PERBEDAAN
KONSENTRASI ANTARA LARUTAN ZAT AKTIF DI
DALAM DAN DI LUAR SEL.
JIKA CAIRAN PENYARI AIR, DAPAT DITAMBAHKAN
PENGAWET.

www.themegallery.com

KEUNTUNGAN MASERASI :
CARA PENGERJAAN DAN PERALATAN
YANG DIGUNAKAN SEDERHANA DAN
MUDAH DIUSAHAKAN.
KERUGIAN :
WAKTU PENGERJAANNYA LAMA DAN
PERNYARIAN KURANG SEMPURNA
www.themegallery.com

CARA PEMBUATAN DENGAN MASERASI


10 BAGIAN SIMPLISIA DENGAN DERAJAT HALUS YANG COCOK,
DIMASUKKAN DALAM BEJANA
DITUANGKAN 75 BAGIAN CAIRAN PENYARI, DITUTUP, DAN
DIBIARKAN SELAMA 5 HARI TERLINDUNG CAHAYA, SAMBIL
BERULANG-ULANG DIADUK
SARI DISERKAI, AMPAS DIPERAS
TAMBAHKAN CAIRAN PENYARI MELALUI AMPAS SAMPAI
DIPEROLEH 100 BAGIAN
BEJANA DITUTUP, DIBIARKAN DITEMPAT SEJUK, TERLINDUNG
CAHAYA SELAMA 2 HARI.
ENDAPAN DIPISAH
www.themegallery.com

MODIFIKASI MASERASI
DIGESTI
MENGGUNAKAN PEMANASAN LEMAH
PADA SUHU 40-50 C.
MASERASI DENGAN MESIN
PENGADUK
REMASERASI, DLL
www.themegallery.com

PERKOLASI

CARA PENYARIAN YANG DILAKUKAN


DENGAN MENGALIRKAN CAIRAN
PENYARI MELALUI SERBUK
SIMPLISIA YANG TELAH DIBASAHI.
ADA 3 BENTUK PERKOLATOR
1. BENTUK TABUNG
2. BENTUK PARUH
3. BENTUK CORONG

www.themegallery.com

PEMBUATAN SECARA PERKOLASI

10 BAG SIMPLISIA DENGAN DERAJAT HALUS YANG COCOK,


DITAMBAH 2,5-5 ml CAIRAN PENYARI
SELAMA 15 MENIT (3 JAM)
PINDAHKAN KE PERKOLATOR, TUANGKAN CAIRAN PENYARI
SAMPAI CAIRAN HAMPIR MENETES, KERAN BAWAH
DITUTUP
MASERASI 24 JAM ATAU YANG DITETEPKAN
BUKA KERAN, BIARKAN SAMPAI MENETES DGN KECEPATAN 1
ml PER MENIT
HINGGA 500 Mg PERKOLAT TERAKHIR DIUAPKAN, TIDAK
MENINGGALKAN SISA
www.themegallery.com

Modifikasi Perkolasi
1. Reperkolasi
2. Perkolasi bertingkat

www.themegallery.com

AQUA AROMATICA
Adalah larutan jernih dalam air dari minyak mudah
menguap /senyawa aromatik / bahan mudah
menguap lain.
Bau dan rasa mirip dengan obat /senyawa mudah
menguap yang ditambahkan, dan bebas dari bau
empirematik dan bau asing lainnya.
Dapat dibuat dengan cara destilasi/larutan senyawa
aromatik dengan atau tanpa bahan pendispersi
Disimpan dalam keadaan terlindung cahaya dan
panas berlebih
www.themegallery.com

Pembuatan Aqua Aromatica


Cara pembuatan :
1. larutkan minyak atsiri sejumlah yang tertera dalam masingmasing monografi dalam 60 ml etanol 95%.
2. tambahkan air sedikit demi sedikit sampai volume 100 ml
sambil dikocok kuat-kuat.
3. tambahkan 500 mg talc, kocok, diamkan, saring.
4. encerkan 1 bagian filtrat dengan 39 bagian air.
Etanol berguna untuk menambah kelarutan minyak atsiri
dalam air. Talc berguna untuk membantu terdistribusinya
minyak dalam air dan menyempurnakan pengendapan kotoran
Sehingga aqua aromatik yang dihasilkan jernih.
www.themegallery.com

AQUA AROMATICA
Air aromatika yang tertera dalam FI II ada 3 yaitu :
1. Aqua Foeniculi, adalah larutan jenuh minyak adas
dalam air. Aqua foeniculi dibuat dengan melarutkan 4
g oleum foeniculi dalam 60 ml etanol 90%,
tambahkan air sampai 100 ml sambil dikocok kuatkuat, tambahkan 500 mg talc, kocok, diamkan,
saring. Encerkan 1 bagian filtrat dalam 39 bagian air.
Pemerian, penyimpanan sama seperti aqua aromatik.
Syarat untuk resep : seperti aqua aromatik dan
sebelum digunakan harus disaring lebih dahulu.
www.themegallery.com

2. Aqua Menthae Piperitae = air permen, adalah larutan jenuh


minyak permen dalam air.
Cara pembuatan : lakukan pembuatan menurut cara yang
tertera pada aqua aromatika dengan menggunakan 2 g
minyak permen.
Pemerian, penyimpanan dan syarat untuk resep sama
seperti aqua aromatik
3. Aqua Rosae = air mawar, adalah larutan jenuh minyak
mawar dalam air. Cara pembuatan : larutkan 1 g minyak
mawar dalam 20 ml etanol, saring. Pada filtrat tambahkan air
secukupnya hingga 5000 ml, saring.
Pemerian, penyimpanan dan syarat untuk resep sama
seperti aqua aromatika.
www.themegallery.com

OLEA PINGUIA
Adalah campuran senyawa asam lemak
bersuku tinggi dengan gliserin (gliserida
asam lemak bersuku tinggi).
Cara-cara mendapatkan minyak lemak
1.diperas pada suhu biasa, misalnya :
oleum arachidis, oleum olivae, oleum
ricini
2.diperas pada suhu panas, misalnya :
oleum cacao, oleum cocos
www.themegallery.com

Syarat-syarat untuk minyak lemak antara


lain :
1. harus jernih, yang cair harus jernih, begitupun
yang padatsesudah dihangatkan (diatas suhu
leburnya) tidak boleh berbautengik.
2. kecuali dinyatakan lain harus larut dalam segala
perbandingandalam CHCl3, Eter dan Eter minyak
tanah.
3. Harus memenuhi syarat-syarat minyak mineral,
minyak harsadan minyak-minyak asing lainnya,
senyawa belerang dan logam berat.
www.themegallery.com

MANFAAT MINYAK LEMAK


Penggunaan minyak lemak :
1.Sebagai zat tambahan
2.Sebagai pelarut, misalnya : sebagai pelarut obat
suntik, lotio dan lain-lain, anti racun, untuk racun
yang tidak larut dalam lemak (racunnya dibalut
lemak, lalu segera diberi pencahar atau emetikum)
tetapi bila racun yang larut dalam lemak maka
dalam bentuk terlarut absorpsi dipercepat.
3.Sebagai obat, misalnya : oleum ricini, dapat
dipakai sebagai pencahar.
www.themegallery.com

PENGGOLONGAN MINYAK LEMAK

Minyak lemak dibagi dalam dua golongan :


1.minyak-minyak yang dapat mengering
misalnya : oleum lini,oleum ricini.
2.minyak-minyak yang tidak dapat mengering,
misalnya : oleum arachidis, oleum olivarum,
oleum amygdalarum, oleum sesami.
Kecuali dinyatakan lain, harus disimpan
dalam wadah tertutup baik, terisi penuh,
terlindung dari cahaya.
www.themegallery.com

MINYAK ATSIRI
Minyak atsiri disebut juga minyak menguap
atau minyak terbang.
Olea Volatilia adalah campuran bahanbahan berbau keras yang menguap, yang
diperoleh baik dengan cara penyulingan
atau perasan simplisia segar maupun
secara sintetis.
Minyak atsiri diperoleh dari tumbuhtumbuhan. Contoh : daun, bunga, kulit buah,
buah atau dibuat secara sintetis.
www.themegallery.com

SIFAT MINYAK ATSIRI


SIFAT MINYAK ATSIRI

mudah menguap
rasa yang tajam
wangi yang khas
tidak larut dalam air, larut dalam pelarut organik.
minyak atsiri yang segar tidak berwarna, sedikit kuning muda.

Warna coklat, hijau ataupun biru, disebabkan adanya zat-zat


asing dalam minyak atsiri tersebut. Misalnya : Minyak kayu
putih (Oleum Cajuputi) yang murni tidak berwarna. Warna
hijau yang ada seperti yang terlihat diperdagangan karena
adanya : klorophyl dan spora-spora Cu (tembaga). Warna
kuning atau kuning coklat terjadi karena adanya penguraian.
www.themegallery.com

SYARAT MINYAK ATSIRI


Syarat syarat minyak atsiri
1. Harus jernih, tidak berwarna, kalau perlu setelah
pemanasan.Kejernihan dapat dibuktikan dengan cara
meneteskan 1 tetes minyak atsiri keatas permukaan air,
permukaan air tidak keruh.Minyak menguap umumnya
tidak berwarna, hanya beberapa yang sesui dengan warna
aslinya. Oleum bergamottae berwarna hijau karena
klorofilnya terlarut kedalamnya. Oleum kajuputi berwarna
hijau karena senyawa tembaga dari alat penyulingnya
terlarut kedalamnya. Minyak atsiri akan berwarna kuning
atau kuning kecoklatan karena sudah terurai atau
teroksidasi.
2. Mudah larut dalam Chloroform atau Eter.
www.themegallery.com

3. Minyak atsiri yang diperoleh dari penyulingan uap harus


bebas minyak lemak. Hal ini dibuktikan dengan cara
meneteskan keatas kertas perkamen tidak meninggalkan
noda transparan.
4. Harus kering, karena air akan mempercepat reaksi oksidasi
sehingga minyak akan berwarna. Kekeringan dibuktikan
dengan cara mengocok sejumlah minyak atsiri dengan
larutan Natrium Klorida jenuh volume sama, biarkan
memisah, volume air tidak boleh bertambah.
5. Bau dan rasa seperti simplisia.
Bau diperiksa dengan cara mencampurkan satu tetes
minyak atsiri dengan 10 ml air. Rasa diperiksa dengan
mencampur satu tetes minyak atsiri dengan 2 gram gula.
www.themegallery.com

www.themegallery.com