Anda di halaman 1dari 13

TUGAS TEKNIK PENGUKURAN DAN METROLOGI

Disusun Oleh :
Achmad Faisal Iqbal
Fajar Ramadhon
Muhammad Khoirudin

20130130354
20130130374
20130130382

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
2016

ALAT UKUR KEBULATAN

A. PENGERTIAN
Pengukuran kebulatan merupakan pengukuran yang ditujukan untuk memeriksa kebulatan suatu
benda atau dengan kata lain untuk mengetahui apakah suatu benda benar benar bulat atau tidak
jika dilihat secara teliti dengan menggunakan alat ukur.
Kebulatan mempunyai peranan penting dalam hal:
1. Membagi beban sama rata
2.

Menentukan umur komponen

3.

Menentukan kondisi suaian

4.

Menentukan ketelitian putaran

5.

Memperlancar pelumasan

Ketidak bulatatan merupakan salah satu jenis kesalahan bentuk dan umumnya amat berkaitan
dengan beberapa kesalahan bentuk lainya seperti:
1. Kesamaaan sumbu dan konsentrisitas (concentricity)
2.

Kelurusan (straighness)

3.

Ketegaklurusan (perpendicularity)

4.

Kesejajaran (parallelism)

5.

Kesilindrikan (clindricity)

B. MACAM- MACAM ALAT-ALAT UKUR KEBULATAN


1.

DIAL INDIKATOR
Dial Indikator merupakan alat ukur yang menggunakan prinsip kerja pengubah mekanik
yaitu pada pasangan roda gigi dengan batang gigi yang digunakan dalam dial indikator. Dial
Indikator terdiri atas beberapa bagian utama yaitu : sensor, pengubah berupa batang gigi, roda
gigi dan pegas, serta bagian penunjuk berupa jarum dan skala. Dial indikator merupakan alat
ukur pembanding yang banyak digunakan dalam industri permesinan dibagian produksi.
Pengukuran kebulatan dilakukan dengan memutar benda ukur sejauh 360 derajat dan sensor
menyentuh permukaan benda ukur yang diukur kebulatannya.Pengukuran ini dilakukan
untuk menemukan penyimpangan kebulatan benda ukur terhadap lingkaran sempurna.Hal
tersebut merupakan hal yang sangat esensial dalam kontrol produksi mekanik.Dalam pengukuran
kebulatan alat ukur yang digunakan adalah Dial Indikator.
Dengan menggunakan alat ukur dial indikator pada poros hasil proses bubut serta alat bantu V
blok dan dial stand. Kita dapat melakukan pengukuran kebulatan untuk memeriksa kebulatan
benda tersebut. Dial indikator dapat juga digunakan untuk mengukur perubahan ketinggian pada
permukaan suatu benda, jadi dapat diketahui benda tersebut memiliki permukaan yang rata atau
tidak.
Dengan memanfaatkan prinsip yang sama, sebuah benda yang berbentuk silinder dapat
diperiksa kebulatannya. Dengan menetapkan suatu titik pada sisi silinder sebagai acuan(titik
nol),kemudian melakukan pengukuran terhadap titik lain dapat diketahui apakah terjadi
pelekukan atau penggundukan yang memengaruhi kebulatan benda tersebut dan seberapa besar
nilainya.Kebulatan dan diameter adalah dua karakter geometris yang berbeda, meskipun
demikian keduanya saling berkaitan. Ketidakbulatan akan mempengaruhi hasil pengukuran
diameter, sebaliknya pengukuran diameter tidak selalu akan menunjukkan ketidakbulatan.

Dial indikator terdiri dari sensor pengubah berupa batang gigi, roda gigi dan pegas serta bagian
penunjuk berupa jarum dan skala. Pada bagian penunjuk yang berupa jam untuk menbaca skala
hasil pengukuran dibutuhkan posisi mata yang tegak lurus terhadap skala untuk menghindari
kesalahan dalam membaca hasil pengukuran. Kesalahan dalam pembacaan hasil sering disebut
dengan kesalahan peralatan.

Pada gambar terlihat bagian dial indicator yaitu pegas koil dan pegas spiral.
Pegas koil
Berfungsi untuk penekan batang bergigi sehingga sensor selalu menekan kebawah.
Pegas spiral berfungsi sebagai penekan sistem transmisi roda gigi sehingga permukaan gigi
yang berpasangan selalu menekan sisi yang sama untuk kedua arah putaran (guna
menghindariBack lash / keterlambatan gerak balik,yang mungkin terjadi karena profil gigi yang
tak sempurna ataupun kehausan). Sebagaimana dengan jam mekanik beberapa jenis jam ukur
atau dial indikator mempunyai batu (jewel) untuk mengurangi gesekan pada dudukan poros roda
gigi. (pengaturan pada posisi nol) setelah dua tanda pembatas pada jam ukur diatur posisinya
sesuai dengan daerah toleransi produk, pemeriksaan kualitas geometrik produk dapat dilakukan
dengan mudah. Jika tidak perlu kecermatan tinggi, benda silindris mungkin diperiksa
kesilindrisan ataupun kebulatannya dengan jam ukur, dalam hal ini benda ukur harus diletakkan
diatas blok V.
Toleransi kesalahan putar( run-out tolerance)diperiksa dengan cara menempatkan jam ukur pada
posisi yang tetap dan benda ukur diputar pada sumbu tertentu .

2.

MIKROMETER

Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur benda dengan satuan ukur yang
memiliki ketelitian 0.01 mm
Satu mikrometer adalah secara luas digunakan alat di dalam teknik mesin electro untuk
mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok, luar dan garis tengah dari kerendahan dan
batang-batang slot. Mikrometer ini banyak dipakai dalam metrology, studi dari pengukuran,
Pada bab ini akan membahas tentang : 1 Jenis 2 Membaca satu mikrometer sistem inci 3
Membaca satu mikrometer metrik 4 Membaca satu mikrometer vernier 5. Acuan
Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :
Kecermatan pembacaan skala adalah 0,01mm, 0,05mm,dengan kapasitas ukur yang beragam.
Untuk kapasitas ukur yang besar biasanya dilengkapi dengan jam kecil pada piringan jam
besar,dimana satu putaran penuh jarum yang besar adalah sesuai dengan satu angka jam yang
kecil . Pada pinggir piringan umumnya dilengkapi dengan 2 tanda pembatas yang dapat diatur
kedudukannya yang menyatakan batas atas dan batas bawah dari daerah toleransi suatu produk
yang hendak diperiksa.Selain itu, piringan skala dapat diputar untuk mengatur posisi nol sewaktu
pengukuran dimulai.
Ujung sensor dapat diganti dengan berbagai bentuk dan dibuat dari baja, karbida atau saphire,
pemilihan jenis sensor disesuaikan dengan kondisi benda ukur dan penggunaannya.
Saat dipakai, jam ukur biasanya dipasangkan pada dudukan. Tinggi sensor disesuaikan dengan
tinggi nominal / ukuran dasar produk yang akan diperiksa dimensinya dengan bantuan blok ukur
a) Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisanlapisan, blok-blok dan batang-batang.

b) Mikrometer dalam Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang
suatu benda
c) Mikrometer kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari
langkah-langkah dan slot-slot.
Satu mikrometer ditetapkan dengan menggunakan satu mekanisme sekrup titik nada.Satu fitur
yang menarik tambahan dari mikrometer-mikrometer adalah pemasukan satu tangkai menjadi
bengkok yang terisi.Secara normal, orang bisa menggunakan keuntungan mekanis sekrup untuk
menekan material, memberi satu pengukuran yang tidak akurat. Dengan cara memasang satu
tangkai yang roda bergigi searah keinginan pada satu tenaga putaran tertentu

2
3
4
5
6
7

1.
2.
3.
4.
5.

Bingkai (Frame) Bingkai ini berbentuk huruf C terbuat dari bahan logam yang tahan panas serta
dibuat agak tebal dan kuat. Tujuannya adalah untuk meminimalkan peregangan dan pengerutan
yang mengganggu pengukuran. Selain itu, bingkai dilapisi plastik untuk meminimalkan transfer
panas dari tangan ketika pengukuran karena jika Anda memegang bingkai agak lama sehingga
bingkai memanas sampai 10 derajat celcius, maka setiap 10 cm baja akan memanjang sebesar
1/100 mm.
Landasan (Anvil) Landasan ini berfungsi sebagai penahan ketika benda diletakan dan diantara
anvil dan spindle.
Spindle (gelendong) Spindle ini merupakan silinder yang dapat digerakan menuju landasan.
Pengunci (lock) Pengunci ini berfungsi sebagai penahan spindle agar tidak bergerak ketika
mengukur benda.
Sleeve Tempat skala utama.
Thimble Tempat skala nonius berada
Ratchet Knob Untuk memajukan atau memundurkan spindel agar sisi benda yang akan diukur
tepat berada diantara spindle dan anvil.
Cara menggunakan mikrometer skrup:
Membuka pengunci mikrometer skrup kemudian membuka celah antara spindle dan anvil
sedikit lebih besar dari benda yang akan diukur dengan cara memutar Ratchet Knob
Masukan benda yang akan diukur diantara spindle dan anvil.
Geserkan spindle ke arah benda dengan cara memutar ratchet knob sampai terdengar bunyi klik.
Jangan sampai terlalu kuat, cukup sampai benda tidak jatuh saja.
unci mikrometer skrup agar spindle tidak bergerak.
Keluarkan benda dari mikrometer skrup dan baca skalanya.

Prinsip Kerja Mikrometer Sekrup


Mikrometer sekrup memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong.
Ketelitiannya sampai 0,01 mm. Alat ukur ini mempunyai batang pengukur yang terdiri atas skala
dalam milimeter, dan juga sekrup berskala satu putaran sekrup besarnya sama dengan 0.5 mm
dan 0.5 mm pada skala utama dibagi menjadi 100 skala kecil yang terdapat pada sekrup.
Untuk membaca hasil pengukuran pada mikrometer sekrup dapat dilakukan dengan langkah
sebagai berikut :
1. Menentukan nilai skala utama yang terdekat dengan selubung silinder (bidal ) dari rahang
geser ( skala utama yang berada tepat di depan/berimpit dengan selubung silinder luar rahang
geser).
`
2. Menentukan nilai skala nonius yang berimpit dengan garis mendatar pada skala utama.
3. Hasil pengukuran dinyatakan dalam persamaan :
Hasil = Skala Utama + (Skala Nonius x skala terkecil mikrometer sekrup) = Skala Utama +
(Skala Nonius yang berimpit x 0,01 mm) Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam
perawatan mikrometer sekrup adalah sebagai berikut :

Setelah digunakan permukaan pengukuran dan bagian-bagian lainnya dibersihkan


dengan menggunakan bahan anti korosi. Bagian-bagian yang berulir harus dilumasi secukupnya
dengan oli yang berkualitas tinggi, misalnya oli yang dipergunakan untuk jam/arloji.
Jika tidak dipergunakan (sesudah pemakaina) mikrometer luar harus ditempatkan dalam
sebuah peti kayu. Mikrometer yang lebih besar harus digantungkan dengan penunjang nya yang
khusus (sadle shaped support).
Tempat penyimpanan harus bebas dari getaran, sinar matahari langsung dan fluktuasi
temperatur.
Batang ukur standar yang panjang harus ditempatkan dengan hati-hati supaya tidak terjadi
lenturan.

Aksial Run Out


Run-out adalah ketidaktelitian putaran sistem mekanik, khususnya alat atau poros tidak sejajar
dengan sumbu utama.

Contoh alat ukur yang di gunaka

Cara Pengukuran :

Pasang contact point pada dial indikator.

Pasang dial indicator pada standnya.

Tempelkan contact point pada benda kerja yang akan diukur.

Kendorkan screw pengikat pada skala dan posisikan angka nol sejajar dengan jarum
penunjuk. lalu kencangkan lagi screw pengikat.

Gerakkan benda kerja sesuai kebutuhan.

Baca nilai penyimpangan jarum penunjuk pada skala.

Untuk mendapatkan hasil yang benar, harus diketahui ketelitian skala pada dial tersebut.

Pembacaan Hasil Pengukuran

Untuk dial gauge metric (mm), skala utama ditunjukan dengan jarum panjang (long
hand), satu putaran jarum panjang (dari nol ke nol = 100 strip) menandakan skala 1 mm, dan
akan ditunjukan dengan pergerakan jarum pendek (short hand) sejauh 1 strip yang berarti probe
spidle bergerak sejauh 1 mm. Satu putaran jarum pendek (short hand) dari nol ke nol sebanyak
10 strip atau sama dengan 10 x 1 mm = 10 mm atau 1 cm. Sehingga tingkat akurasi (1 strip
jarum panjang) dial gauge metric adalah 1 mm dibagi 100 strip sama dengan 0,01 mm.

Contoh :
Pemeriksaan kebengkokan poros engkol

Untuk pemeriksaan run out atau roda penerus dial test indikator diperlukan dan limit run out
diijinkan 0.2 milimeter.

Pengukuran kebalingan roda penerus

Dengan cara mengarahkan poros engkol yang terdapat pada satu sisi dalam keadaan terpasang
yang terdapat pada ruang engkol, dan dikembalikan pada sisi yang berlawanan setelah DTI.
Sedangkan untuk memeriksa end play poros engkol dengan menggunakan feeler gauge atau dial
tes indikator dengan cara seperti yang telah tertulis tersebut.

Pemeriksaan end play

Selanjutnya Cara Mengukur Keovalan , Ketirusan Serta Keausan Main


Journal Serta Crankpin Journal Dari Poros Engkol :

Diameter standar dikurangi diameter journal yang palin kecil atau keausan main jornal /
crankpin journal.

Selisih diameter pada ukuran yang sebaris memanjang yang terdapat pada gambar
merupakan selisih A dengan B / C dengan D atau ketirusan journal.

Sedangkan selisih diameter yang terdapat pada ukuran yang sebaris melingkar pada
gambar merupakan selisih A dengan C / selisih B dengan D atau keovalan journal.

Sedangkan yang digunakan untuk menjadi patokan, digunakan angka yang paling besar dari hasil
pengkuran dibandingkan dengan standar atau buku manual.

Mengukur diameter journal poros engkol

Undersize diperlukan apabila keausan, ketirusan serta keovalan telah melewati limit yang dari
diijinkan atau secara umum 0.06 milimeter. Sedangkan bantalan under size yang tersedia US. 25,
US.50, US.75, dan US.100. Penulisan tersebut dengan pengertian misal US.25 artinya pin
journal atau main journal diperkecil sebesar 0.25 milimeter dan seterusnya.
Sedangkan Cara Untuk Memeriksa Celah Oli Pada Journal Dapat Dilakukan
Dengan Melalui Dua Pendekatan Antara Lain :

Perlunya dilakukan untuk membersihkan journal juga tutup journal dan menempelkan
plastik pada permukaan journal, dan selanjutnya perlu untuk dikencangkan baut dan tutup
bantalan sesuai dengan momen pengencangan atau spesifikasi dan dianjurkan jangan sampai
berputar. Untuk selanjutnya bukalah baut tutup bantalan kemudian lepas tutup bantalan dan
cocokan angka celah dengan skala yang terdapat pada bungkus plastic gauge.

Pemeriksaan celah oli

Pada pendekatan ke dua adalah memasang tutup bantalan tanpa poros engkol terpasang,
selanjutnya ukur diameter serta kurangkan pada diameter journal yang bersangkutan dan
selisih pada diameter ini disebut dengan celah oli walau hasil tidak seakurat plastic gauge.