Anda di halaman 1dari 4

PI(E)COT DAN STRATEGI PENCARIAN ARTIKEL EBP

A. Pendahuluan
Perawatan diri sebagai suatu aktivitas kehidupan sehari hari dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan fisik.

Pada pasien imobilisasi kebutuhan fisik tidak dapat terpenuhi tanpa

bantuan perawat
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan
seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri adalah kondisi
dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan untuk dirinya. Melihat hal
itu personal hygiene diartikan sebagai hygiene perseorangan yang mencakup semua
aktivitas yang bertujuan untuk mencapai kebersihan tubuh, meliputi membasuh, mandi,
merawat rambut, kuku, gigi, gusi dan membersihkan daerah genital. Jika seseorang sakit,
biasanya masalah kesehatan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena mengganggap
masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut kurang diperhatikan
dapat mempengaruhi kesehatan secara umum terutama pasien imobilisasi.
Sebuah survei prevalensi dilakukan di bawah naungan WHO di 55 rumah sakit dari
14 negara yang mewakili empat wilayah WHO (Asia Tenggara, Eropa, Mediterania
Timur dan Pasifik Barat) mengungkapkan bahwa rata-rata 8,7% pasien rumah sakit
menderita infeksi nosokomial (WHO, 2005).

Menurut Sloan et al. (2008) dikutip dalam Deswita (2010) Bayi Berat Lahir Rendah
(BBLR) merupakan penyebab terbesar angka kematian bayi, diikuti oleh kejadian infeksi.
Arora (2008) dikutip dalam Maryatun (2014) mengemukakan bahwa Perawatan Metode
Kanguru (PMK) adalah metode perawatan bayi baru lahir dengan meletakkan bayi diantara
kedua payudara ibu sehingga terjadi kontak lansung kulit ibu dengan kulit bayi. Perawatan
Bayi dengan metode kanguru merupakan pengganti inkubator bagi bayi yang sangat banyak

manfaatnya disamping memperpendek masa rawat inap sehingga biaya perawatan di Rumah
sakit berkurang.
Priya (2004) dikutip dalam Deswita (2010) mengemukakan bahwa bayi dengan
perawatan metode kanguru dapat mengefektifkan termoregulasi, frekuensi denyut jantung
bayi stabil, pola nafas teratur, menurunkan kejadian apnea, meningkatkan saturasi O2, dan
mempercepat perkembangan otak serta menambah berat badan bayi.
B. Skenario Klinis
Seorang perawat R bertugas di Intensive Care Unit (ICU) disalah satu Rumah Sakit
diMakassar. Rata-rata bayi yang baru lahir dan bermasalah dimasukkan dan dirawat dalam
incubator, mulai dari Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), maupun bayi yang lahir normal
tetapi memiliki gangguan kesehatan yang serius. Lama rawat biasanya membutuhkan 2- 3
hari atau bahkan sampai seminggu tergantung dari kondisi bayinya. Untuk Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR) dirawat didalam incubator untuk sementara guna menghindari hipotermi
pada bayi dan masalah-masalah yang lainnya, akan tetapi jumlah inkubator yang sangat
terbatas dan memerlukan biaya yang cukup tinggi selain itu angka kejadian infeksi
nosokomial pada BBLR diRumah sakit cukup tinggi. Dengan pertimbangan-pertimbangan
seperti itu diperlukan alternatif lain dengan metode kanguru sebagai pengganti inkubator
secara ekonomis yang efektif dan efisien.
C. Pertanyaan Penelitian dengan Menggunakan PI(E)COT Framework
1. Population (patient)
Pasien rawat inap
2. Exposure (intervention)
Apakah memandikan pasien dengan menggunakan chlorhexidine lebih efektif
3. Comparison (control)
Memandikan pasien dengan was lap basah dan sabun
4. Outcomes
Efisien dalam mengurangi angka kejadian infeksi aliran darah
5. Time
Selama masa rawat inap
D. Strategi Pencarian Jurnal

Pencarian jurnal dilakukan dengan menggunakan database Pubmed, secara spesifik


dengan MESH (Medical Subject Headings). Kata kunci pertama yang dimasukkan yaitu
kangaroo method lalu klik search kemudian muncul beberapa sub headings, di bagian
sebelah kanan klik add to search builder dikotak pubmed search builder. Kata kunci kedua
yaitu mortality klik search, muncul 15 istilah terkait dengan mortality lalu pilih yang spesifik
dengan memilih mortality, kemudian kembali klik add to search builder. Kata kunci ketiga
yaitu low birth weight klik search, muncul 5 istilah terkait low birth weight kemudian pilih
yang spesifik yaitu infant low birth weight, kemudian klik add to search builder pada bagian
sebelah kanan. Setelah selesai pada kotak pubmed search builder akan muncul ((("KangarooMother Care Method"[Mesh]) AND "Mortality"[Mesh]) AND "Infant, Low Birth
Weight"[Mesh]) lalu klik search pubmed. Muncul 4 artikel, dipanel sebelah kiri lakukan filter
dengan klik Full text, publication dates untuk batasan waktu dipilih tahun 2010-2015
kemudian species dengan klik humans lalu search muncul 4 artikel, akan tetapi pada panel
sebelah kanan terlihat artikel yang berupa systematic review dikolom related citations in
pubmed sesuai dengan yang dicari. Lalu pilih salah satu artikel yang terbaru kemudian
muncul satu artikel tahun 2014 sesuai dengan yang dicari dan bisa didownload dengan full
text dalam bentuk file pdf yang berjudul Kangaroo Mother Care to Reduce Morbidity and
Mortality in Infant Low Birth Weight.

DAFTAR PUSTAKA
Deswita. (2010). Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Respon Fisiologis Bayi
Prematur Dan Kepercayaan Diri Ibu Dalam Merawat Bayi Di Dua Rumah Sakit Di
Jakarta.

Diakses

pada

tanggal

18

maret

2015

http://lib.ui.ac.id/file?

file=digital/20282644-T%20Deswita.pdf
Maryatun. (2014). Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Bayi
Berat Lahir Rendah. Jurnal Maternal Kebidanan, 11(11). Diakses pada tanggal 18 maret
2015 < http://stikesmhk.ac.id/ejurnal/index.php/maternal/article/viewFile/331/302>