Anda di halaman 1dari 17

HAZARDOUS WASTE

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kelompok 8

Glory Natalia S.

21080113130097

Rifqi Rieza S.

2108011314010
1

Khairunnisa

21080113140098

Vaneza Citra

21080112140130

Fathul Jannah

21080113130099

Angga Lextino

21080110170001

Rafif Fuadi

21080113130100

Pengertian

Menurut UU No 32 Tahun 2009

Limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan

Bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat B3 adalah


zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi,
dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,
dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau
membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan
hidup manusia dan makhluk hidup lain.

Limbah bahan berbahaya dan beracun atau Limbah B3, adalah sisa
suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3

Berdasarkan BAPEDAL (1995)

Setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang


mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity,
flammability, reactivity, dan corrosivity) serta konsentrasi atau
jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat
merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan
manusia

Karakteristik Limbah B3

Karakteristik Limbah B3 meliputi:

1. Mudah meledak
Zat kimia yang peka terhadap suhu dan tekanan yang tinggi atau
goncangan yang mendadak. Zat padat atau cair atau campuran
keduanya, akibat suatu reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam
jumlah dan tekanan besar serta suhu yang tinggi sehingga bisa
menimbulkan peledakan. Contoh : Trinitrotoluen (TNT), itroglycerine,
amonium nitrat.

2. Mudah menyala
Bahan kimia yang dapat dengan mudah menyala /terbakar. Dapat
digolongkan sesuai dengan tingkat bahayanya :

Kelas Bahaya

Titik Nyala (C)

<21

II

21-55

III

55-100

IV

>100

Nama Bahan

Titik Nyala (C)

Titik Sulut (C)

Bensin

-30

250

Benzena,

-11

580

Amoniak

780

Naftalen

80

575

Eter

186

Gas Bumi

3. Reaktif

Reaktif terhadap air

Reaktif terhadap asam

4. Infeksius
5. Korosif
6. Beracun
7. Pengoksidasi
8. Berbahaya bagi lingkungan
9. bersifat iritasi,
10. Karsinogenik,
11. Teratogenik,
12. Mutagenik.

PERATURAN / REGULASI
Penanganan limbah B3 diatur dalam UU No. 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan diatur lebih lanjut
dalam PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun

CONTOH KASUS

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) merupakan lembaga penelitian yang
bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan (litbang) aplikasi
isotop dan radiasi. Limbah B3 yang dihasilkan oleh laboratoriumlaboratorium di PAIR merupakan limbah spesifik yang merupakan dari sisa
bahan baku, buangan laboratorium, katalis, dll.

Limbah B3 dikelompokkan lagi berdasarkan sifat fisik dan sifat kimia yang
sudah dilakukan oleh Subbidang Pengelolaan Limbah dan Keselamatan
Lingkungan. Berikut ini adalah persentase limbah B3 yang dihasilkan oleh
laboratorium yang ada di PAIR.

limbah B3 cair organik biasanya berasal dari limbah proses pekerjaan,


misalkan senyawa alkohol dan sejenisnya yang banyak digunakan sebagai
pencuci atau pelarut di laboratorium yang ada di PAIR.

Limbah B3 cair anorganik yang dihasilkan berasal dari golongan asam, seperti
asam sulfat dari bekas proses pencucian.

Limbah B3 padat organik dan anorganik berasal dari bahan kimia kadaluarsa.

Selain pengelompokan berdasarkan sifat fisik dan kimia, pengelompokan berdasarkan


karakteristik limbah B3 diperlukan untuk melihat potensi bahaya yang dimiliki dari
setiap bahan.

Penanganan Limbah B3
Peralatan yang diperlukan :

1. Jas laboratorium

2. Masker kimia

3. Ruang penyimpanan dan rak limbah B3

4. Sarung tangan karet

5. Alat tulis (kertas label, pensil/pulpen, spidol, kertas)

6. Material Safety Data Sheet (MSDS)

TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH B3


1. Proses pengolahan secara kimia :
Reduksi-Oksidasi

Solidifikasi / Stabilisasi

Elektrolisasi

Absorpsi

Netralisasi

Penukaran ion, dan

Presipitasi / Pengendapan

Pirolisa

2. Proses pengolahan limbah secara fisik :


Pembersihan gas :
Elektrostatik presipitator, Penyaringan partikel, Wet scrubbing, dan Adsorpsi dengan karbon aktif
Pemisahan cairan dengan padatan : Sentrifugasi, Klarifikasi, Koagulasi, Filtrasi, Flokulasi,
Floatasi, Sedimentasi, dan Thickening
Penyisihan komponen-komponen yang spesifik : Adsorpsi, Kristalisasi, Dialisa, Electrodialisa,
eLeaching, Reverse osmosis, Solvent extraction, dan Stripping

BAHAYA KESEHATAN DARI LIMBAH B3


1) Irritants
Zat kimia yang menyebabkan iritasi atau reaksi peradangan bila kontak dengan tubuh.
Contoh :
powdered chemicals
cutting oils
solvents
2) Sensitizers
Zat kimia yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan sementara/alergi
- Biasanya tidak ada masalah pada kontak pertama
- Dapat menyebabkan alergi pada kontak berikutnya
Contoh :
isocyantes/formaldehydes (digunakan sebagai lem dan busa)
Senyawa nickel (plating/metal cutting oils/jewelry

3) Reproductive Hazards
4) Carsinogen
5) Beracun (toksik)
Contoh

logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia seperti pestisida, sianida,
sulfida, fenol dan sebagainya. Cd dihasilkan dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu
sedangkan Hg dihasilkan dari industri klor-alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri
kertas, serta pembakaran bahan bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu.
Logam-logam berat pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi rendah.

6) Radioaktif

Bahan kimia yang mempunyai kemampuan mengeluarkan sinar-sinar radioaktif dengan aktivitas jenis
lebih besar dari 0,002 microcurie/gr

Zat yang memancarkan radiasi adalah bahan yang memancarkan gelombang elektromagnetik atau partikel
radioaktif yang mampu mengionkan secara langsung atau tidak langsung materi bahan yang dilalui

misalnya : cobalt, uranium, strontium, sinar-X, sinar a, sinar b, sinar gamma

DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Niken Hayudanti, dkk. 2014. Pengelolaan dan Karakterisasi Limbah B3
di PAIR berdasarkan Potensi Bahaya. Majalah Ilmiah Aplikasi Isotop dan
Radiasi. ISSN 2087-5665 BETA GAMMA
Arief, Latar Muhammad. Pengelolaan Limbah B3. Universitas Esa Unggul
Peraturan Pemerintah no. 101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dah Beracun
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

SEKIAN..
TERIMA KASIH..