Anda di halaman 1dari 35

SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI

P EN G EM B A N G A N IN STR U M EN EVA LU A SI B ER B A SIS


LITER A SI SA IN S U N TU K M EN G U K U R K EM A M P U A N
LITER A SI SA IN S SISW A B ERTEM A SIK LU S
OLEH:
LINA KURNIAWATI (4201412091)
Dosen Pembimbing I : Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd.
Dosen Pembimbing II : Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si.

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Penegasan
istilah

Rumusan
Masalah

Pembatasa
n Masalah

Tujuan
Penelitian
Manfaat
Penelitian

BAB 1

1.1 LATAR BELAKANG

Kemampuan literasi
sains di Indonesia masih
rendah

Tingkat literasi sains di


Indonesia menjadi lebih
baik

Pengembangan
Instrumen Evaluasi
Berbasis Literasi Sains

Hasil Studi PISA


2006 - 2012

Siswa terlatih dengan


soal-soal berstandar
internasional (PISA)

Penyusunan alat evaluasi yang


mengacu pada literasi sains

Mengukur kemampuan
literasi sains siswa

BAB 1

1.1 LATAR BELAKANG

PENGEMBANGAN INSTRUMEN
EVALUASI BERBASIS LITERASI
SAINS

SIKLUS MERUPAKAN TEMA UMUM


SAINS YANG MUDAH DITEMUKAN
DAN DIPELAJARI DALAM
KEHIDUPAN SEHARI - HARI

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI BERBASIS


LITERASI SAINS UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN
LITERASI SAINS SISWA BERTEMA SIKLUS

BAB 1

1.2 RUMUSAN
MASALAH

Bagaimana wujud instrumen evaluasi


berbasis literasi sains dengan tema
siklus yang dikembangkan?

Apakah instrumen evaluasi berbasis


literasi sains yang dikembangkan valid?

Apakah instrumen evaluasi berbasis


literasi sains yang dikembangkan
reliabel?

BAB 1

1.3 TUJUAN
PENELITIAN
Mengetahui wujud instrumen evaluasi
berbasis literasi sains dengan tema
siklus yang dikembangkan.

Menentukan validitas instrumen


evaluasi berbasis literasi sains yang
dikembangkan.

Menentukan reliabilitas instrumen


evaluasi berbasis literasi sains yang
dikembangkan.

BAB 1

1.4 MANFAAT
PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat membantu guru mengumpulkan informasi dalam

meningkatkan tingkat literasi sains siswa di tingkat SMP melalui instrumen evaluasi
berbasis literasi sains yang dikembangkan.

Pengembangan instrumen evaluasi berbasis literasi sains dapat menjadi alternatif untuk
mengukur kemampuan literasi sains siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu.

BAB 1

1.5 PEMBATASAN
MASALAH

Instrumen evaluasi digunakan


untuk mengukur kemampuan
literasi sains siswa SMP

Instrumen mengacu pada soal


PISA, soal tematik, dan buku
ajar berbasis literasi sains

Materi berdasarkan KTSP


2006
Topik yang digunakan
meliputi:
1. Perkembangan pada
manusia dan tumbuhan
2. Air dan perubahan wujud
zat

Empat aspek literasi sains

BAB 1

1.6 PENEGASAN
ISTILAH

1. PENGEMBANGAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Online), pengembangan didefinisikan sebagai proses,
cara, perbuatan pengembangan.
2. INSTRUMEN EVALUASI
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa,
dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai (Arikunto, 2012: 3). Instrumen evaluasi merupakan
sesuatu yang digunakan untuk mempermudah kegiatan evaluasi.
3. LITERASI SAINS

The capacity to use scientific knowledge , to identify questions and to draw evidence-based
conclusions in order to understand and help make decisions about the natural world and the changes
made to it through human activity (OECD, 2003).

BAB 1

1.6 PENEGASAN ISTILAH

5. KEMAMPUAN LITERASI SAINS


Kemampuan literasi yang dimaksud dalam penilaian ini adalah tingkat kemelekan siswa terhadap
konsep-konsep sains yang telah dipelajari dengan berpedoman pada empat kategori literasi sains.
6. SIKLUS
Siklus adalah putaran waktu yang didalamnya terdapat rangkaian kejadian yang berulang-ulang
secara tetap dan teratur (KBBI Online).

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

Landasan
Teori

Kerangka
Berpikir

BAB 2

2.1 LANDASAN TEORI

KONSEP DASAR EVALUASI

1. Evaluasi, Penilaian,
dan Pengukuran
2. Kedudukan Evaluasi
Pembelajaran

KEMAMPUAN LITERASI
SAINS
1. Kemampuan
2. Kemampuan literasi
sains siswa SMP

INSTRUMEN EVALUASI

1. Pengertian
2. Karakteristik
3. Pengembangan

PENGEMBANGAN
INSTRUMEN EVALUASI
BERBASIS LITERASI SAINS
1. Pengembangan
2. Aspek atau Kategori
Literasi Sains

LITERASI SAINS

1. Literasi
2. Sains
3. Literasi Sains

SIKLUS

1. Pengertian Siklus
2. Topik atau materi
yang termasuk
dalam kategori
siklus

BAB 2

Evaluasi, Penilaian,
dan Pengukuran

Kedudukan Evaluasi
dalam Pembelajaran

KONSEP DASAR
EVALUASI

Mengukur: membandingkan sesuatu dengan satu ukuran


Menilai : mengambil keputusan dengan ukuran baik buruk
Evaluasi : mengukur dan menilai
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk
menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan
pendidikan sudah tercapai.
(Arikunto, 2012: 3)

Sebagai salah satu komponen penting

BAB 2

INSTRUMEN EVALUASI

Pengertian

Karakteristik

Pengembangan

Suharsimi Arikunto (2012: 40) mengungkapkan bahwa instrumen


merupakan sesuatu yang digunakan untuk mempermudah seseorang
dalam melaksanakan tugas
Menurut Zaenal Arifin (2009: 69) karakteristik instrumen evaluasi yang
baik adalah valid, reliabel, relevan, representatif, praktis, deskriminatif,
spesifik, dan proporsional.

1.
2.

Pengembangan Instrumen Evaluasi Jenis Tes


Pengembangan Instrumen Evaluasi Jenis Non-tes
(Arifin: 2009)

BAB 2

LITERASI SAINS

Literasi

Literasi merupakan serapan dari kata dalam bahasa Inggris literacy yang artinya
kemampuan untuk membaca dan menulis (Wardhani dan Rumiati: 2011).

Sains

Menurut Pudjiadi (1987), sebagaimana dikutip Adisenjaja (2008), Science yang


berarti ilmu pengetahuan

Literasi Sains

Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD, 2003),


scientific literacy is the capacity to use scientific knowledge , to identify questions
and to draw evidence-based conclusions in order to understand and help make
decisions about the natural world and the changes made to it through human
activity.

BAB 2

KEMAMPUAN LITERASI
SAINS

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI online), kemampuan


Kemampuan

didefinisikan sebagai suatu kesanggupan seseorang untuk melakukan


sesuatu atau kecakapan seseorang untuk menguasai hal-hal baru dalam
suatu pekerjaan.

Kemampuan
Literasi Sains

Kemampuan atau kecakapan siswa dalam memahami dan menguasai


konsep-konsep sains yang telah dipelajarinya dengan bepedoman pada 4
kategori literasi sains.

BAB 2

PENGEMBANGAN INSTRUMEN
EVALUASI BERBASIS LITERASI
SAINS

Pengembangan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Offline 1.2),


pengembangan didefinisikan sebagai proses, cara, perbuatan
pengembangan.

Aspek atau
Kategori
Literasi Sains

Chiappetta et al. (1991 dalam A Method to Quantify Major Themes of Scientific


Literacy in Science Textbooks) menyatakan bahwa terdapat empat kategori literasi
sains yaitu sains sebagai batang tubuh pengetahuan, sains sebagai cara untuk
berpikir, sains sebagai cara untuk menyelidiki, dan interaksi antara sains, teknologi,
dan masyarakat.

SIKLUS

BAB 2

Pengertian

Topik

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Online), siklus adalah


putaran waktu yang didalamnya terdapat rangkaian kejadian yang
berulang-ulang secara tetap dan teratur

- Air dan Perubahan Wujud Zat


- Perkembangan pada Manusia dan Tumbuhan

BAB 2

2.2 KERANGKA BERPIKIR

Pengembangan instrumen
evaluasi berbasis literasi
yang ada belum optimal
dan masih terbatas.

Pentingnya pengukuran literasi


sains untuk mengetahui sejauh
mana kemelekan siswa
terhadap konsep- konsep sains
yang telah dipelajarinya

Peneliti mengembangkan instrumen evaluasi berbasis


literasi sains yang dapat mengukur kemampuan literasi
sains siswa

Instrumen evaluasi berbasis literasi sains yang valid dan


reliabel

Permasalahan

Cara pemecahan
masalah

Hasil

BAB 3
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian

Metode
Analisis

Instrumen
Penelitian

Teknik
Pengumpulan
Data

Lokasi dan
Subjek Uji
coba

Desain
Penelitian

Prosedur
Penelitian

BAB 3

3.1 JENIS PENELITIAN


Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan
pengembangan (Research and Development).

3.2 LOKASI DAN SUBJEK UJI COBA

Penelitian dilaksanakan di SMP 1 Bae Kudus. Subyek uji coba


adalah siswa kelas VIII A dan VIII B.

BAB 3

3.3 DESAIN PENELITIAN

Sugiyono (2013: 434)

BAB 3

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

TAHAP STUDI
PENDAHULUAN
1. Studi literatur
Penelitian Astuti, W.P. (2012) yang berjudul Pengembangan Instrumen Asesmen
Autentik Berbasis Literasi Sains pada Materi Siklus Ekskresi.
2. Studi lapangan dan analisis temuan
. Instrumen yang saat ini digunakan belum dapat mengukur kemampuan literasi sains
siswa.
. Instrumen evaluasi berbasis literasi sains masih terbatas

BAB 3

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

TAHAP STUDI
PENGEMBANGAN

1. Desain Produk Awal


Identifikasi materi dan penentuan instrumen yang akan dihasilkan.
2. Uji Ahli
Uji ahli dilakukan oleh dosen pembimbing untuk mengetahui tingkat validitas produk.
3. Analisis dan Revisi
Dilakukan setelah mendapat saran pebaikan dari ahli

BAB 3

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

TAHAP STUDI
PENGEMBANGAN
4. Uji Coba Skala Terbatas
Ujicoba dilakukan dengan metode eksperimen (Single one shot Case Study)

X O
X: treatment berupa penerapan instrumen evaluasi berbasis literasi sains
O: observasi/ hasil penerapan instrumen evaluasi berbasis literasi sains
Sugiyono (2013: 435)

BAB 3

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

TAHAP STUDI
PENGEMBANGAN
5. Analisis dan Penyempurnaan
Perbaikan setelah diujicobakan dan mendapatkan saran-saran
6. Produk Hipotetik
Produk yang telah disempurnakan

BAB 3

3.4 PROSEDUR PENELITIAN

TAHAP EVALUASI
1. Uji coba pemakaian
Uji coba skala besar
2. Produk Final
Instrumen evaluasi berbasis literasi
sains bertema siklus

BAB 3

3.5 METODE PENGUMPULAN DATA

METODE TES

METODE NON-TES

3.6 INSTRUMEN PENELITIAN


DOKUMEN
LEMBAR SOAL TES LITERASI SAINS

Soal PISA 2006


Tema : Kerja Panas
Peter mempunyai secangkir kopi panas dengan suhu 900C dan secangkir air
dingin yang suhunya 50C. Kedua cangkir mempunyai jenis, ukuran, dan volume
yang sama. Peter meninggalkan cangkir-cangkir tersebut pada tempatnya di
sebuah ruangan yang bersuhu 200C.
Berapa kemungkinan suhu kopi dan air mineral tersebut setelah 10 menit?
A. 700C dan 100C
B. 900C dan 50C
C. 700C dan 250C
D. 200C dan 200C

Contoh soal berbasis literasi sains


WACANA 1 untuk soal nomer 1 dan 2
Di hari Senin siang yang sangat
mendung terlihat siswa-siswi SMP Negeri
2 Kudus yang bergegas pulang agar tidak
kehujanan di jalan.
Pada hari itu Sari lupa tidak membawa payung dan
di tengah perjalanan pulang ia kehujanan. Kemudian ia
berlari kencang sampai rumahnya. Sesampainya di
rumah Sari bergegas untuk mandi karena seluruh
tubuhnya kotor dan basah. Ia merasa kedinginan dan
memakai jaket tebal berbahan kain wool pemberian
ayahnya. Dengan memakai jaket tebal paling tidak
dapat menghangatkan tubuhnya. Ibu merasa iba
melihat
putrinya
kedinginan,
kemudian
ibu
membuatkan teh panas untuk Sari. Karena tehnya
masih panas, Sari menuangkan tehnya ke dalam piring.

Pertanyaan 1
Jelaskan mengapa tubuh Sari
menjadi hangat setelah memakai jaket
yang tebal? Termasuk perpindahan kalor
yang manakah peristiwa tersebut?
Aspek literasi sains:
Sains sebagai batang tubuh pengetahuan
(a body of knowledge)
Ranah kognitif:
C2

BAB 3

ANALISIS INSTRUMEN

3.7 METODE ANALISIS DATA

DOKUMEN

Dokumen sebagai
bahan pertimbangan
pengambilan sample

TES KEMAMPUAN
LITERASI SAINS
1.
2.
3.
4.

VALIDITAS ISI
RELIABILITAS TES
TARAF KESUKARAN
DAYA PEMBEDA

TES KEMAMPUAN LITERASI SAINS


VALIDITAS ISI

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus
tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan (Arikunto,
2013: 82).

RELIABILITAS
TES
ALPHA

Untuk pilihan Ganda,

Jika maka item yang diujikan tersebut dianggap reliabel.

t2 Pi qi
TABEL KRITERIA RELIABILITAS

Pi

Tingkat Kesukaran soal

qi 1 Pi
Arifin (2009: 264)

Interval
0,000 - 0,199
0,000 - 0,199
0,200 - 0,399
0,200 - 0,399
0,400 - 0,599
0,400 - 0,599
0,600 - 0,799
0,600 - 0,799
0,800 - 1,000
0,800 - 1,000

Kriteria
Sangat Rendah
Sangat Rendah
Rendah
Rendah
Sedang
Sedang
Kuat
Kuat
Sangat Kuat
Sangat Kuat

TARAF KESUKARAN

DAYA PEMBEDA

TABEL KRITERIA TARAF KESUKARAN


Interval

Kriteria

0,00 P < 0,30

Sukar

0,30 P < 0,70

Sedang

0,70 P < 1,00

Mudah

TABEL KRITERIA DAYA PEMBEDA


Interval Daya Pembeda

Kriteria

DP : 0,00 - 0,20

Jelek

DP : 0,21 - 0,40

Cukup

DP : 0,41 - 0,70

Baik

DP : 0,71 - 1,00

Baik sekali

Terima kasih