Anda di halaman 1dari 11

RANGKAIAN LISTRIK

Nur Rahmayani1, Muhammad Arif Hidayat2, dan Mohammad Rafi3


1

Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut


Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia
2

Divisi Kimia Analitik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu


Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680,
Indonesia
ABSTRAK
Rangkaian listrik merupakan bagian penting dalam instrumen kimia yang
dapat mendukung proses pembangkitan dan transformasi data. Percobaan
dilakukan untuk mengetahui peranan dan cara kerja rangkaian listrik seperti
rangkaian seri dan paralel serta komponen listrik seperti resistor, kapasitor,
transistor, dan diode pada aplikasi fotometer. Selain itu dipelajari pula hukum
yang berlaku pada rangkaian listrik seperti hukum Ohm, Kirchoff, dan daya.
Rangkaian listrik dibuat secara seri maupun pararel dengan diberikan resistor
untuk menentukan besarnya potensial dan pengaruh rangkaian yang digunakan.
Rangkaian Kirchoff dan rangkaian transistor disusun dengan membuat beberapa
titik yang bertujuan mengukur arus yang dihasilkan pada semua titik. Hasil
pengukuran resistansi dengan alat multimeter secara teoritis dan eksperimental
yang dibandingkan mempunyai nilai yang tidak berbeda jauh. LDR dapat
digunakan sebagai detektor dalam rangkaian fotometer sederhana karena
memunyai respon yang berbeda pada berbagai kondisi intensitas cahaya.
Kata kunci: Rangkaian seri, paralel, kirchoff, dan LDR.
PENDAHULUAN
Rangkaian listrik adalah kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling
dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu
lintasan tertutup (Prawiroredjo 2006). Rangkaian listrik terdiri atas komponen
pasif dan aktif. Komponen aktif adalah jenis komponen listrik yang memerlukan
arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian listrik, contohnya semikonduktor,
diode, transistor, LED (light emitting diode), integrated circuit (IC), peralatan
optoelektronik, teknologi tampilan (display), tabung vakum, peralatan lucutan,
dan sumber daya. Komponen pasif adalah jenis komponen listrik yang bekerja
tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak dapat menyearahkan dan
menguatkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah bentuk energi ke bentuk

lainnya, contohnya resistor, kapasitor, induktor, memristor, komponen untuk


jaringan, tranduser/sensor/detektor, antena, dan modul (Skoog et al. 2007).
Resistor berfungsi untuk menghambat aliran arus listrik. Sebagian besar
resistor dibuat dari karbon yang dinamakan resistor film karbon. Resistor karbon
menggunakan cincin sandi warna pada resistor untuk menunjukan nilai hambatan
(Suciati dan Dzakwan 2009). Kapasitor adalah suatu komponen rangkaian listrik
statis yang pada dasarnya bersifat sebagai penyimpan muatan listrik (Syafiar
2005). Dari segi struktur, kapasitor terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan
oleh dielektrik (insulator atau isolator) (Khairurrijal 2009). Zat isolator tersebut
dinamakan dielektrika, pada umumnya kapasitor diberi nama sesuai dengan jenis
bahan dielektriknya. Jika bahan dielektriknya cairan maka dinamakan kapasitor
elektrolit. Demikian pula halnya dengan bahan-bahan dielektriknya yang lain
seperti kertas, udara, mika dan lain-lain (Yani 2011).
Transistor merupakan suatu komponen aktif yang dibuat dari bahan
semikonduktor. Transistor memiliki tiga buah kaki, yaitu emitor, basis, kolektor.
Emitor berfungsi untuk menyalurkan muatan, basis sebagai tumpuan transistor,
dan kolektor akan mengumpulkan muatan yang mengalir (Aditya 2012). Dioda
berfungsi menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada
tegangan balik (Theraja 2008). Sifat dioda diantaranya dapat menghantarkan arus
pada tegangan maju dan menghambat arus pada tegangan balik. Hukum Kirchoff
menyatakan jumlah arus yang masuk menuju simpul sama dengan jumlah arus
yang keluar yang meninggalkannya sedangkan hukum Ohm menyatakan sebuah
resistor memiliki tahanan yang bisa dicari dari pembagian tegangan dan arus yang
melewatinya (sobbich 2010).
Fotometer adalah alat yang digunakan untuk menangkap interaksi cahaya
yang ditransmisikan atau pengukuran berdasarkan cahaya dengan sumber radiasi
electromagnet. Fotometer digunakan untuk mendeteksi Intensias cahaya
hamburan, penyerapan, dan fluoresensi (Oklilas 2007). Tujuan dari praktikum ini
adalah mempelajari komponen-komponen rangkaian listrik serta cara merangkai
komponen tersebut, mempelajari perilaku arus yang mengalir serta besaran arus
secara teoritis dan membandingkannya dengan arus sebenarnya.
METODE PERCOBAAN
Alat dan Komponen
Alat dan komponen yang digunakan dalam percobaan ini, yaitu PCB
bread, resistor dengan berbagai ukuran(15 buah), kapasitor(2 buah), diode
berbagai jenis, transistor berbagai jenis. IC berbagai jenis, kabel koneksi, lampu
LED. Alat yang digunakan catu daya dengan variasi tegangan sampai 12 V dan
multimeter.

Prosedur Percobaan
Resistor
Terdapat 15 buah resistor yang telah disiapkan dengan berbagai ukuran,
resistans resistor-resistor dapat dihitung berdasarkan pita warna. Resistor tersebut
dihubungkan dengan catu daya dan ditentukan besar hambatan dengan
menggunakan multimeter. Selanjutnya dibaca hasil pengukuran dan dibandingkan
secara teoritis.

Kapasitor
Terdapat 5 buah kapasitor yang telah disiapkan, lalu dicatat jenis kapasitor,
besar ukuran kapasitansi, dan tegangan operasi kapasitor. Kemudian masingmasing kapasitor dihubungkan dengan catu daya dan diukur tegangan yang
tersimpan dengan menggunakan multimeter. Hasilnya dibandingkan dengan nilai
tegangan secara teoretis.
Transistor
Terdapat transistor yang telah disiapkan, lalu dicatat jenis, ukuran, dan
spesifikasi dari transistor
Diode
Diode diidentifikasi jenis, kode, dan tegangannya.
Rangkaian listrik
Rangkaian seri dan paralel, komponen listrik dirangkai dengan R1=100
,R2=500 pada tegangan 9 atau 12 V . Arus tegangan diukur pada I1 dan I2
sebelum dan sesudah posisi R1 dan R2. Pengukuran dilakukan kembali dengan
mekanisme yang sama tetapi ukuran R1 dan R2 diganti dengan berbagai variasi
ukuran resistor yang lain . Hasil pengukuran dari percobaan dibandingkan dengan
hasil perhitungan secara teoritis.

Hukum penjumlahan Kirchoff


Alat dirangkai terlebih dahulu, kemudian digunakan R1 dengan ukuran 1 k
,k2=500 ,R3=200 ,R4=2 k, dan R5=3 k. Catu daya pada V1=+6
V,V2=+9 V, dan V3=+12 V. Besarnya arus dan tegangan yang mengalir di dalam
siklus yang terjadi pada rangkaian Kirchoff diukur pada siklus 1, siklus 2, dan
siklus 3.

Rangkaian Kapasitor
Kapasitor dirangkai terlebih dahulu , kemudian arus dan tegangan diukur
pada titik diantara C1,C2,C3,C4 dari rangkaian 1 dan 2 . Kemudian ukuran
tegangan C1, C2, C3, dan C4 disesuaikan dengan nilai tegangan catu daya yang
digunakan yaitu +12 V.

Rangkaian Transistor
Transistor dirangkai terlebih dahulu, kemudian digunakan tegangan +9 V
dengan resistor masing-masing 10k dan 470 k .Lampu LED B dan LED C
diamati nyalanya. Apabila resistor pada titik B bernilai 20k maka perubahan
yang terjadi pada LED B dan LED C diamati.Kemudian resistor pada posisi C
diganti dengan nilai yang besar. Transistor yang digunakan tipe NPN.

Rangkaian Aplikasi Fotometer


Fotometer digunakan untuk menentukan arus yang mengalir dalam suatu
rangkaian dan pengaruh dari cahaya terhadap sensor LDR(light dependant
resistor). LDR akan meningkatkan resistansi bila terkena cahaya.Instrumen
dirangkai terlebih dahulu,lalu diukur potensial pada titik luaran (output) .
Pengukuran dilakukan didalam wadah gelap.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Badan resistor terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk
memudahkan mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan
Ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan
oleh EIA (Electronic Industries Association) (Oklilas 2007). Warna pertama
mewakili first band, warna kedua mewakili second band, warna ketiga mewakili
multiplier band, dan warna keempat mewakili nilai toleransi. Setiap warna
memiliki nilai berbeda seperti warna hitam, coklat, merah, jingga , kuning, hijau,
biru, dan ungu secara berurutan mewakili nilai 0 sampai 7 pada first band dan
second band sedangkan pada multiplier band mewakili nilai 100 sam 107, 15
resistor dengan variasi warna yang berbeda menghasilkan nilai resistans
berdasarkan teori (tabel 1) (Hariyanto 2009).
Hasil percobaan pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa nilai resistansi hasil
pengukuran menggunakan multimeter dengan perhitungan secara manual

memiliki nilai yang mirip, karena hanya dibedakan oleh toleransi dari pita
keempat yaitu emas sebesar 5%. Hal tersebut menandakan resistor yang
digunakan dalam percobaan kondisinya dalam keadaan yang baik. Kemampuan
kapasitor untuk menyimpan muatan listrik disebut kapasitansi. Transistor dapat
membentuk dua sambungan yaitu transistor NPN dan transistor PNP merupakan
transistor yang terbuat dari semikonduktor tipe p dan semikonduktor tipe n. Dioda
berfungsi menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus pada
tegangan balik pada sambungan tersebut(Theraja 2008).
Kapasitor yang diamati semuanya berjenis kapasitor elektrolit seperti yang
diperlihatkan pada Tabel 2 dengan tegangan yang dioperasi sebesar 50, 16, 16, 25,
25V memiliki kapasistansi masing-masing sebesar 10, 220, 2200, 6800, dan
220F dengan menggunakan multimeter. Nilai tegangan kapasitor yang
dioperasikan memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai teori. Hal ini dapat
terjadi karena sifat kapasitor sebagai penyimpan energi. Membedakan muatan
positif atau negatifnya dapat dilihat pada bagian luar kapasitor, yang kakinya lebih
pendek (atau disamping label terdapat lambang negatif) bermuatan negatif dan
yang lebih panjang bermuatan positif. Spesifikasi dioda, cara membedakan
kakinya dilihat dari kaki yang dekat dengan garis berwarna silver akan
dihubungkan dengan sumber negatif, sedangkan yang berjauhan akan
dihubungkan dengan sumber positif pada multimeter.
Transistor NPN (negatif-positif-negatif) memiliki kaki collector yang
selalu berada pada kutub positif, sedangkan pada transistor PNP (positif-negatifpositif) selalu pada kutub negatif (Clack et al. 2015). Transistor dirangkai terlebih
dahulu, kemudian digunakan tegangan +9 V dengan resistor masing-masing, yaitu
10 k dan 470 . Lampu LED B mempunyai nyala yang lebih redup
dibandingkan dengan lampu LED C. Hal ini disebabkan adanya hambatan pada
LED B yang lebih besar dibandingkan LED C. Adanya resistor memperbesar
sinyal ketika arus di base. Adanya aliran dari resistor sebesar10 k menuju base
menghasilkan arus yang kecil,sedangkan aliran dari resistor sebesar 470 menuju
collector menghasilkan arus yang besar.Maka arus pada LED C tidak boleh
melebihi 470 , karena setelah adanya peningkatan melebihi 470 masuk ke
base lalu keluar menuju emitter akan meningkatkan arus 10x lipat. Apabila lampu
LED C dicabut maka arus listrik akan tetap berjalan sehingga lampu LED B tetap
nyala. Sedangkan lampu LED B dicabut maka listrik tidak dapat berjalan karena
aliran listrik tidak dapat tersambungkan ke lampu LED C.
Percobaan rangkaian listrik dilakukan pengukuran arus dengan
menggunakan tegangan yaitu 6V. Teramati rangkaian listrik dengan lampu
berposisi paralel (lampu lebih redup) dibandingkan dengan rangkaian seri. Hal ini
terjadi karena tegangan yang diberikan pada paralel terbagi dalam beberapa arah,
berbeda dengan seri yang memiliki tegangan pada satu arah. Terlihat pada Tabel

5,tegangan yang tersimpan pada rangkaian seri akan berbeda satu sama lain,
sedangkan pada rangkaian paralel tegangan yang terukur akan sama atau tidak
berbeda jauh. Hal ini menunjukkan untuk menghasilkan tegangan dan arus yang
dihasilkan kapasitor teramati pada tabel 6, tegangan yang tersimpan pada
rangkaian seri akan berbeda satu sama lain, sedangkan pada rangkaian paralel
tegangan yang terukur akan sama atau tidak berbeda jauh.
Percobaan hukum penjumlahan Kirchoff, digunakan rangkaian dengan
lima buah transistor yang dihubungkan secara seri dan juga paralel sehingga
membentuk 3 loop yang berbeda. Hukum tegangan Kirchoff menyatakan jumlah
aljabar seluruh tegangan pada sistem tertutup adalah nol. Hasil yang diperoleh
pada Tabel 7 relatif mempunyai perbedaan yang tidak terlalu jauh dengan yang
terukur, maka sudah mengikuti hukum tegangan Kirchoff. Oklilas (2007)
menyatakan bahwa pada rangkaian Kirchoff loop kurva melingkar searah dengan
arus ketika loop melewati E maka terjadi pertambahan potensial namun saat
melewati R yang terjadi penurunan potensial karena adanya hambatan.
Percobaan rangkaian aplikasi fotometer digunakan light dependent
resistor (LDR) sebagai detektor cahaya. LDR terdiri dari sebuah cakram
semikonduktor yang mempunyai dua buah elektrode pada permukaannya. LDR
adalah resistor yang nilai hambatannya berubah karena pengaruh cahaya.
Percobaan ini akan menghasilkan LDR dengan kekurangan cahaya maka nilai
potensialnya semakin kecil (hambatannya besar), sedangkan bila cahayanya
terang nilai potensialnya menjadi lebih besar (hambatannya kecil). Prinsipnya
pada saat LDR kekurangan cahaya, cakram semikonduktor akan menghasilkan
elektron dengan jumlah yang sedikit, sehingga memiliki resistansi yang besar.
Jika pada keadaan LDR dengan cahaya terang, cakram semikonduktor akan
menghasilkan elektron dengan jumlah yang lebih banyak, sehingga memiliki
resistansi yang kecil.
SIMPULAN
Hasil nilai pengukuran hambatan secara teoritis menunjukkan nilai yang
dihasilkan tidak berbeda jauh dengan nilai pengukuran hambatan menggunakan
alat multimeter. Rangkaian listrik secara seri maupun paralel sesuai dengan
hukum Ohm yang dibuktikan arus yang terukur semakin kecil dengan
bertambahnya nilai hambatan dari resistornya. Tegangan bernilai sama pada
setiap resistor , total tegangan percobaan dan teori pada rangkaian paralel
sedangkan pada rangkaian seri nilai tegangan per resistor berbeda dengan total
tegangan hasil dari penjumlahan.
DAFTAR PUSTAKA
Aditya E, Suudi, Endarko.2012. Transistor. Jurnal Ilmiah. 1(1): 1-35.

Hariyanto D.2009.Studi penentuan nilai resistor menggunakan seleksi warna


model HSI pada citra 2 D.TElKOMNIKA.7(1): 13-22.
Oklilas AF. 2007. Elektronika Dasar. Palembang (ID): Universitas Sriwijaya.
Prawiroredjo K. 2006. Pemahaman dan penggunaan alat ukur multimeter analog
sebagai pengenalan teknik elektronika. Jurnal Ilmiah LEMDIMAS.
6(2):67-71
Skoog DA, Jame H, Stanley RC. 2007. Principles of Instrumental Analysis Sixth
Edition. USA: Thomson Brooks/Cole.
Sobbich EM.2010.Aplikasi hukum kirchoff-1 untuk perhitungan perubahan
tegangan simpul rangkaian resistif.Jurnal Mat Stat.10(2): 144-151.
Syafiar W. 2005. Mengukur daya reaktif dengan kapasitor pembantu. Jurnal
Sistem Teknik Industri. 6(5): 29-32.
Theraja, B. 2008. Basic Electronics, Third Edition. New Delhi (IN): S.Chand and
Company LTD.
Yani A. 2011. Penggunaan rangkaian multivibrator sebagai saklar sentuh. Jurnal
Saintikom. 10(3) : 225-231.
LAMPIRAN
Tabel 1 Data hasil pengukuran resistor menggunakan multimeter
No
.
1.

Emas

Hambatan
teoritis ()
1000 + 5%

Hambatan hasil
pengukuran ()
986

Emas

47x102 + 5%

4610

Merah

Emas

22x102+ 5%

2200

Biru

Jingga

Emas

56x103 + 5%

56100

Cokelat

Hitam

Jingga

Emas

10x103 + 5%

9970

6.

Kuning

Ungu

Kuning

Emas

47x104 + 5%

477000

7.

Hijau

Biru

Kunin

Emas

56x104 + 5%

574000

8.

Kuning

Ungu

Hitam

Emas

47x100 + 5%

46.60

9.

Hijau

Biru

Merah

Emas

56x102 + 5%

5550

10.

Coklat

Hitam

Hijau

Emas

10x105 + 5%

1025000

11.

Cokelat

Hitam

Cokelat

Emas

10x102 + 5%

98.10

12.

Coklat

Hitam

Hitam

Emas

10x100 + 5%

10.50

13.

Kuning

Ungu

Cokelat

Emas

47x101 + 5%

470

Pita 1

Pita 2

Pita 3

Pita 4

Cokelat

Hitam

Merah

2.

Kuning

Ungu

3.

Merah

Merah

4.

Hijau

5.

Merah

14.

Cokelat

Hitam

Emas

Emas

10x10-1 + 5% 1.60

15.

Merah

Ungu

Cokelat

Emas

27x101 + 5%

268

Tabel 2 Perbandingan dan teoritis dan percobaan kapasitor


Nomor
Tegangan (Volt)
Kapasistansi
Teori
Percobaaan
(F)
1
50
0.002
10
2
16
0.026
220
3
16
0.048
2200
4
25
0.003
6800
5
25
0.0008
220

%Kesalahan
99.99
99.84
99.70
99.98
99.99

Tegangan padatabelTegangan pad multimeter

%kesalahan = (
Tegangan pada label

( 500.002 )
x 100
50

= 99.99
Tabel 3 identifikasi dioda dan penentuan arus dengan multimeter
Nomor

Kode Dioda

6A05 MIC

Arus (Ampere)
Percobaan
470

Teori
470

Tabel 4 identifikasi transistor bipolar dan penentuan penguatan arus dengan


multimeter
Nomor
1
2
3

Kode
transistor

Tipe transistor

CDILBC108B NPN
TI P31C 115NPN
1327
C548BPH06
NPN

Besar

Besar
penguatan
arus (hFe)
350

Sedang

Kecil

371

Ukuran
transistor

Tabel 5 Pengukuran arus dan tegangan pada rangkaian seri dan paralel catu daya 6
Volt
No Rangkai

Hambata

Arus (Ampere)

Tegangan(Volt)

%ketepatan

m
or
1

an

n (Ohm)

Seri

100
470
570
100
470
570

Total
Paralel

Total

Percobaa
n
0.0159
0.0159
0.0159
0.0715
0.0154
0.0869

Teori
0.0152
0.0152
0.0722
0.0153
0.875
0.0119

Percoba
an
1.5200
7.1800
8.6400
7.2200
7.2200
7.2200

Teori

Arus

1.5150
7.1200
8.6350
7.2200
7.2200
7.2200

99.70
99.70
99.70
99.02
99.89
99.24

Contoh perhitungan

Hambatan (R):
Seri : Rtotal = R1 + R2 = 100 + 470 = 570
1
1
1
=
+
Paralel : Rtotal 100 470
Rtotal = 82.46

Arus (I)
Seri : Itotal = I1 = I2 = 0.01519 A
Paralel :I1 + I2 = (0.07149 + 0.01542) A = 0.087560A

Tegangan (V)
Seri :Vtotal = V1 +V2 = (1.52 +7.18) Volt = 8.64 Volt
Paralel : Vtotal = V1 = V2 = 7.22 Volt

%Ketepatan =
=

| PercobaanTeori
|) x 100
Teori
1.521.515
(1|
)x 100
1.515 |

(1

= 99.60%

Pada rangkaian seri arus(I) selalu sama, sedangkan pada rangkaian paralel
tegangan (V) selalu sama secara paralel.
Tabel 6 Pengukuran tegangan kapasitor pada rangkaian seri dan paralel catu daya
12 volt

Tegang
an
99.60
99.16
99.94
100.00
100.00
100.00

Kapasitor
C1
C2
C3
Ctotal
C1
C2
C3
Ctotal

Rangkaian
Paralel

Seri

Tegangan (mV)
1.7
1.7
1.8
5.2
1.8
0.6
3.6
6.0

Tabel 7 Hukum penjumlahan Kirchoff pada penentuan tegangan rangkaian listrik


paralel
Nomor
1
2
3

Loop
1
2
3

Pasangan resistor
R1 dan R3
R3 dan R5
R4 dan R5

R1 = Coklat Hitam Merah Emas


R2 = Kuning Ungu Cokelat Emas
R3 = Merah Ungu Cokelat Emas
R4 = Merah Merah Merah Emas
R5 = Kuning Ungu Merah Emas

Gambar 1 Rangkaian Aplikasi Fotometer

Tegangan(V)
10.68
24.50
14.90