Anda di halaman 1dari 2

Suaian

Agung Firdausi Ahsan

Apabila dua buah komponen akan dirakit maka hubungan yang terjadi yang ditimbulkan oleh
karena adanya perbedaan ukuran sebelum mereka disatukan, disebut dengan suaian (fit).
Suaian ada tiga kategori,yaitu :
1.
Suaian Longgar (Clearance Fit) : selalu menghasilkan kelonggaran, daerah
toleransi lubang selalu terletak di atas daerah toleransi poros.
2.
Suaian paksa (Interference Fit) : suaian yang akan menghasilkan
kerapatan, daerah toleransi lubang selalu terletak di bawah toleransi poros.
3.
Suaian pas (Transition Fit) : suaian yang dapat menghasilkankelonggaran
ataupun kerapatan, daerah toleransi lubang dan daerah toleransi poros saling menutupi.
Untuk mengurangi banyaknya kombinasi yang mungkin dapatdipilih maka ISO telah
menetapkan dua buah sistem suaian yang dapatdipilih, yaitu :
1. Sistem suaian berbasis poros (shaft basic system), dan
2. Sistem suaian berbasis lubang (hole basic system)
Apabila sistem suaian berbasis poros yang dipakai, makapenyimpangan atas toleransi poros
selalu berharga nol (es=0). Sebaliknya,untuk sistem suaian berbasis lubang maka
penyimpangan bawah toleransilubang yang bersangkutan selalu bernilai nol (EI=0).
Beberapa suaian yang terjadi di luar suaian tersebut di atas bisa terjadi, terutama di daerah
suaian paksa dan longgar yang mungkin masih terjadi beberapa pasangan dari longgar (Loose
Running) sampai paksa (force). Beberapa contoh suaian menggunakan basis lubang yang
basis lubang terjadi dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Suaian (limits and fits) menggunakan basis lubang
Deskripsi
Lubang
Loose Running
H11
Free Running
H9
Loose Running
H11
Easy Running-Good quality easy to do
H8
Sliding
H7
Close clearance-Spigots and locations
H8
Location/Clearance
H7

Poros
c11
d9
c11
f8
g6
f7
h6

Location-slight interference
Location/Transition
Location/Interference-Press fit which can be separated
Medium Drive
Force

H7
H7
H7
H7
H7

k6
n6
p6
s6
u6