Anda di halaman 1dari 23

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

JUMLAH PENGEMIS DEWASA DI SASANA


PANTI BINA INSAN CENGKARENG

SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI

STEFINA GUNAWAN
102013107
E15

LATAR BELAKANG
Semakin banyak pengemis yang ditemukan di kota besar disebabkan oleh
urbanisasi. Meningkatnya jumlah penduduk di kota besar yang tidak
diimbangi oleh meningkatnya lapangan pekerjaan membuat banyak penduduk
menjadi pengangguran sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup, banyak
penduduk memilih jalan menjadi pengemis.

DATA JUMLAH PENGEMIS

MENURUT PUSAT DATA INFORMASI KEMENTERIAN


SOSIAL 2008, 2009, 2012
178262

35057

33323
17000
919

618
Indonesia

DKI Jakarta

LATAR BELAKANG
Jumlah pengemis yang banyak menimbulkan keresahan dalam masyarakat.
Dengan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan seseorang menjadi
pengemis, diharapkan dapat menekan jumlah pengemis di kota besar.

PERMASALAHAN
Masalah :
Tingginya jumlah pengemis yang nantinya akan memberikan dampak sosial
yang buruk bagi masyarakat dan individu tersebut.
Hipotesis :
Tingginya jumlah pengemis disebabkan oleh faktor internal dan faktor
eksternal.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pengemis
dewasa di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng

Tujuan Khusus
Mengetahui faktor-faktor internal yang mempengaruhi jumlah
pengemis dewasa di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Mengetahui faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi jumlah
pengemis dewasa di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Memahami identifikasi dari berbagai masalah tingginya jumlah
pengemis dewasa di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng

MANFAAT PENELITIAN
Peneliti
Memenuhi tugas
akhir penelitian
sebagai syarat
kelulusan sarjana
pendidikan
kedokteran
Mendapatkan ilmu
dan pengalaman
dalam melakukan
penelitian ilmiah
Memahami metode
penelitian dengan
baik

Institusi
Menambah referensi
penelitian di Fakultas
Kedokteran UKRIDA

Pemerintah
Sebagai acuan
pemerintah dalam
pencegahan
terjadinya pengemis
di seluruh Indonesia
Sebagai acuan
pemerintah dalam
menangani
banyaknya jumlah
pengemis di kotakota besar di seluruh
Indonesia

Masyarakat

Panti

Mengetahui faktorfaktor penyebab


terjadinya pengemis
di kota-kota besar di
seluruh Indonesia
Membuka minat
perusahaanperusahaan
pemerintah maupun
swasta untuk
membuka lapangan
pekerjaan baru bagi
pengemis
Meningkatkan
kesadaran masyarakat
kelas atas untuk
membantu pendanaan
bagi panti-panti
sosial khususnya
Sasana Panti Bina
Insan Cengkareng

Membantu pendataan
panti, khususnya
pengemis dewasa
yang masuk ke
Sasana Panti Bina
Insan Cengkareng
Sebagai acuan
petugas sosial panti
untuk memberikan
binaan kepada
pengemis dewasa
yang masuk ke
Sasana Panti Bina
Insan Cengkareng

KERANGKA TEORI

PENGEMIS

GELANDANGAN

KERANGKA TEORI
Pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan
meminta-minta di muka umum dengan pelbagai cara dan alasan untuk
mengharapkan belas kasihan dari orang lain
Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Perdagangan Orang, anak adalah seseorang yang berada di
bawah usia 18 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usia dewasa adalah di atas 18
tahun.

KERANGKA TEORI
Faktor Internal

Faktor Eksternal

Kemiskinan

Lingkungan

Keluarga

Letak geografis

Umur

Lemahnya penanganan masalah


gepeng

Cacat fisik
Tingkat pendidikan
Keterampilan
Sikap dan mental

KERANGKA KONSEP
Kemiskinan
Keluarga
Umur
Cacat fisik
Tingkat pendidikan
Keterampilan
Sikap dan mental
Letak geografis
Lingkungan
Lemahnya penanganan gepeng

PENGEMIS

RENCANA PENELITIAN
Desain Penelitian Deskriptif kualitatif - case control study
Memaparkan faktor-faktor penyebab subjek menjadi pengemis dari hasil wawancara yang
dilakukan
Melihat faktor-faktor yang menyebabkan subjek penelitian menjadi pengemis (outcome) dengan
melihat ke waktu sebelum subjek menjadi pengemis

Tempat dan Waktu


Tempat : Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Waktu penelitian : Juli September 2016

RENCANA PENELITIAN
Subjek
Penelitian Pengemis dewasa
Kriteria inklusi :
Pengemis berusia 18 tahun
Berada di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Tidak cacat mental
Bersedia dijadikan subjek penelitian
Kriteria eksklusi :
Bukan pengemis, dan berada di bawah usia 18 tahun
Bukan dari Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Ada cacat mental sehingga tidak dapat diwawancarai
Tidak bersedia dan atau tidak dapat diajak bekerja sama untuk dijadikan subjek penelitian

RENCANA PENELITIAN
Sampling

Sampel purposif

Pengambilan sampel yang dilakukan hanya atas dasar pertimbangan penelitinya saja yang menganggap
unsur-unsur yang dikehendaki telah ada dalam anggota sampel yang diambil
Pengumpulan data dilakukan terhadap kelompok tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu
pengemis dewasa dan hanya di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Peneliti menentukan sampel yang diambil sebanyak 20 sampel yang memenuhi syarat

Bahan, Alat, dan Cara


Penelitian
Bahan : kuesioner
Alat : kertas, alat tulis
Cara kerja : melakukan wawancara dengan subjek penelitian dan mengisi kuesioner

RENCANA PENELITIAN
Parameter
Jenis kelamin, usia, asal kota, alamat tempat tinggal, status pernikahan, jumlah
anak, riwayat ekonomi keluarga, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat
keterampilan kerja, ada atau tidaknya cacat fisik, perilaku subjek penelitian dalam
menangani masalah yang ada, dan faktor eksternal yang menyebabkan subjek
menjadi pengemis

Variabel penelitian
Variabel terikat : jumlah pengemis dewasa di Sasana Panti Bina Insan Cengkareng
Variabel bebas : faktor internal dan faktor eksternal

RENCANA PENELITIAN
Dana Penelitian
Photocopy inform consent : 1 lembar x 20 x Rp.500,- = Rp. 10.000, Photocopy kuesioner : 6 lembar x 20 x Rp. 500,- = Rp. 60.000,-

Analisis Data

Kualitatif

Data yang digunakan adalah data kualitatif dengan menggunakan data primer dan data
tersier
Data diolah secara manual dalam bentuk teks dan grafik

RENCANA PENELITIAN
Pembuatan
kuesioner dan
inform consent

Wawancara dan
pengisian
kuesioner

Reduksi data yang


tidak diperlukan

Penyajian data
secara manual

Penarikan
kesimpulan

DEFINISI OPERASIONAL
No

Variabel

Definisi operasional

Alat ukur

Cara ukur

1.

Pengemis

Orang-orang yang mendapatkan Kuesioner


penghasilan dengan memintaminta di muka umum dengan
pelbagai cara dan alasan untuk
mengharapkan belas kasihan dari
orang lain

Wawancara

2.

Jenis kelamin

Keadaan tubuh yang membedakan Kuesioner


manusia secara fisik dan fungsinya

Wawancara

3.

Umur

Lamanya
hidup
dihitung Kuesioner
berdasarkan ulang tahun terakhir

Wawancara

4.

Asal kota

Kota atau daerah asal subjek Kuesioner


sebelum di Cengkareng

Wawancara

5.

Alamat

Tempat tinggal subjek berada saat Kuesioner


ini

Wawancara

DEFINISI OPERASIONAL
6.
7.

8.

9.

Status
pernikahan
Jumlah anak

Riwayat
ekonomi
keluarga

Riwayat
pendidikan
10. Riwayat
pekerjaan

Menikah atau tidak menikah

Kuesioner

Wawancara

Jumlah anak yang menjadi


tanggung jawab subjek baik
anak kandung maupun anak di
luar kandung
Status ekonomi dan keuangan
subjek dan keluarga subjek
sedari kecil sampai saat
sebelum menjadi pengemis
Tingkat pendidikan terakhir
yang ditempuh subjek
Riwayat pekerjaan yang
pernah dilakukan subjek
sampai saat sebelum menjadi
pengemis

Kuesioner

Wawancara

Kuesioner

Wawancara

Kuesioner

Wawancara

Kuesioner

Wawancara

DEFINISI OPERASIONAL
11. Riwayat
keterampilan
kerja

Riwayat keterampilan yang Kuesioner


pernah dipelajari dan dikuasai
oleh subjek

Wawancara

12. Cacat fisik

Menilai ada atau tidak adanya Kuesioner


cacat secara fisik pada subjek

Wawancara

JADWAL PENELITIAN
Bulan (Tahun 2016-2017)
No

Kegiatan

1 Studi pustaka
Persiapan alat
dan bahan
2 penelitian
3 Penelitian
4 Penulisan

Mei
V

Juni

Juli

Agus Sept

Des

Maret

April

V
V

V
V

Mei

Juni

IMPLIKASI ETIK PADA


MANUSIA
Perijinan melakukan penelitian
Kerahasiaan data akan dijelaskan kepada subjek penelitian bahwa akan
sangat dirahasiakan dari khalayak ramai dan hanya digunakan untuk proses
penelitian tanpa mencantumkan nama

TERIMA KASIH