Anda di halaman 1dari 115

PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN

JUARA DANCE SMPN 1 BANJARBARU


SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Jenjang Strata Satu
Pada STMIK Banjarbaru

OLEH :

YUNI MELLIYANA
3101 1101 1856

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
( STMIK ) BANJARBARU
BANJARBARU
2016

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
( STMIK ) BANJARBARU
PERSETUJUAN SKRIPSI
Nama

: YUNI MELLIYANA

NIM

: 310111011856

Program Studi

: SISTEM INFORMASI

Judul Skripsi

: PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN


JUARA DANCE SMPN 1 BANJARBARU

Telah disetujui untuk disidangkan pada Sidang Skripsi Program Studi Sistem
Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)
BANJARBARU.
Banjarbaru, 26 Maret 2016

Mengetahui :

Pembimbing Utama

Ketua Jurusan Sistem Informasi

H. Fitri Yadi, S.Pi,.M.Kom


NIK. 1001.005

Taufiq, M.KOM
NIK. 1002.074

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
( STMIK ) BANJARBARU
PENGESAHAN SKRIPSI
Nama

: YUNI MELLIYANA

NIM

: 310111011856

Program Studi

: SISTEM INFORMASI

Judul Skripsi

: PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN

JUARA DANCE SMPN 1 BANJARBARU


Telah disidangkan dan dinyatakan Lulus Skripsi pada Jenjang Strata Satu Program
Studi Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Banjarbaru
(STMIK) BANJARBARU.
SUSUNAN KOMITE SEMINAR
STATUS
KOMITE SEMINAR

NO
1.

H. Fitriyadi, S.Pi, M.Kom

2.

Drs.Ec. H. Huzainsyah N. A., M.Kom

Sekretaris

3.

Ir. Yulia Yudihartanti, M.Kom

Anggota

TANDA TANGAN

Ketua

Banjarbaru, 26 Maret 2016


Mengetahui :

Mengesahkan :

Ketua Jurusan Sistem Informasi

Ketua STMIK Banjarbaru,

Taufiq, M.Kom

Dr. H. Sushermanto, M.Kom

NIK. 1002.074

NIK. 0910620001

ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Nama

Yuni Melliyana

NIM

3101 1101 1856

Program Studi

Sistem Informasi

Judul Skripsi

Penerapan Metode Saw Dalam Menentukan


Juara Dance Smpn 1 Banjarbaru

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini adalah tulisan saya
sendiri, begitu pada kode-kode program yang disertakan pada laporan ini. Dan
skripsi ini belum pernah dijukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu
Perguruan Tinggi lain, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya
atau pendapat yang sama yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali
yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Banjarbaru, 26 Maret 2016

Yuni Melliyana

iii

YUNI MELLIYANA, 3101 1101 1856


Penerapan Metode SAW Dalam Menentukan Juara Dance SMPN 1 Banjarbaru,
dibawah bimbingan H. Fitri Yadi, S.Pi,.M.Kom
xv + 123 hal / 34 tabel / 41 gambar / 10 pustaka (2011-2016)

ABSTRAK
Sistem penentuan juara dance SMPN 1 Banjarbaru tidak menggunakan bobot
sehingga pada saat total keseluruhan nilai ada yang sama maka para juri kebingungan
menentukan siapa yang berhak dijadikan juara yang terunggul sehingga penentuan
juara jadi kurang tepat. Pembobotan pada kriteria perlu dilakukan agar fungsi-fungsi
proses bisnis yang diukur bisa berjalan dengan baik. Pendekatan yang diambil untuk
menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menggunakan metode Simple
Additive Weighting.
Penerapan metode Simple Additive Weighting dalam menentukan juara dance
SMPN 1 Banjarbaru, yaitu dengan menentukan nilai bobot pada setiap kriteria,
kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif
terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini yang dimaksud alternatif adalah yang
berhak menjadi juara dalam lomba dance sesuai dengan kriteria-kriteria yang sudah
ditentukan. Dengan metode perankingan tersebut, diharapkan penilaian akan lebih
tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan bobot yang sudah ditentukan.
Sehingga akan mendapatkan nilai yang lebih akurat terhadap siapa yang akan
menjadi juara dance SMPN 1 Banjarbaru.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan yaitu metode
Simple Additive Weighting dapat memberikan penilaian dan perankingan untuk
penentuan juara dance SMPN 1 Banjarbaru dengan akurasi yang sangat baik.

Kata Kunci : Menentukan Juara Dance, Simple Additive Weighting

iv

YUNI MELLIYANA, 3101 1101 1856


Implementation Method of Determining Champion SAW In Dance SMPN 1
Banjarbaru, under the guidance of H. Fitri Yadi, S.Pi, .M.Kom
xv + 123 pages / 34 table / 41 pictures / 10 bibliography (2011-2016)

ABSTRACT

System determination dance champion SMPN 1 Banjarbaru not use


weights so that when the total value of the same is no confusion then the judges
determine who is entitled to be a championship-leading thus become less precise
determination of the winner. The weighting of the criteria needs to be done so that
the functions of business processes that are measured can run well. The approach
taken to resolve this problem is to use Simple Additive weighting method.
Application of the method Simple Additive weighting in determining the
champion dance SMPN 1 Banjarbaru, which determines the values of the weights on
each criterion, followed by the ranking process that will select the best alternative
from a number of alternatives, in this case the intended alternative is entitled to
become a champion in the race dance in accordance with the criteria that have been
determined. With a ranking method, it is expected to be more precise assessment
because it is based on the value of the criteria and weighting that have been
specified. So it will get a more accurate value of who will be the champion dance
SMPN 1 Banjarbaru.
The conclusion of the research that has been done is Simple Additive
weighting method can provide a ranking for the assessment and determination of
SMPN 1 Banjarbaru dance champion with excellent accuracy.

Key Word : Determining Dance Champion, Simple Additive Weighting

KATA PENGANTAR

Dengan Memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimphkan segala Rahmat dan Hidayah-Nya, serta salawat dan salam atas
junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dan pengikut beliau,
penulis bersyukur atas telah tersusunnya Skripsi yang berjudul Penerapan Metode
SAW dalam Menentukan Juara Dance SMPN 1 Banjarbaru untuk melengkapi
salah satu persyaratan yang diajukan dalam rangka menempuh ujian akhir untuk
memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Jenjang Strata Satu Program Studi Sistem
Informasi di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Banjarbaru.
Penulis sungguh menyadari, bahwa penulis Skripsi ini tidak akan terwujud
tanpa adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Maka, dalam kesempatan
ini penulis menghaturkan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada :
1.

Ibu Dra. Hj. Ruliah, M.Kom, selaku Ketua Yayasan Mandiri yang menaungi
Sekolah Tinggi Informatika & Komputer (STMIK) Banjarbaru.

2.

Bapak Drs. H. Sushermanto, M.Kom, selaku Ketua Sekolah Tinggi Informatika


& Komputer (STMIK) Banjarbaru.

3.

Bapak H.Fitriyadi,S.Pi,M.Kom selaku Dosen Pembimbing Skripsi.

4.

Bapak Taufiq, M.Kom selaku ketua jurusan program studi Sistem Infomasi
STMIK Banjarbaru.

5.

Bapak dan Ibu Kami tercinta serta seluruh keluarga, atas dukungan,
pengorbanannya yang tak terkira dan selalu mengutamakan kepentingan putraputrinya, serta selalu memberikan doa serta dukungan moril maupun materil
hingga terselesaikannya skripsi ini.

6.

Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarbaru, Organisasi Siswa SMPN 1 Banjarbaru,


Pembina Osis SMPN 1 Banjarbaru dan dewan juri SMPN 1 Banjarbaru yang
telah memberikan informasi beserta data untuk keperluan skripsi ini.

7.

Seluruh dosen dan staff STMIK Banjarbaru yang telah memberi masukanmasukan yang bermanfaat.

vi

8.

Ka David, Ka Yadie, Ka Idah, Nandira, Ka Erfan, Ka Ridho dan Seluruh


teman-teman STMIK Banjarbaru yang telah membantu memberikan semangat
dan dukungan untuk penyelesaian skripsi ini.

9.

Seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.


Akhir kata penulis mohon maaf atas kekeliruan dan kesalahan yang terdapat
dalam skripsi ini dan berharap semoga skripsi ini dapat membrikan manfaat
pengetahuan.

Banjarbaru, 26 Maret 2016

Yuni Melliyana

vii

DAFTAR ISI
Hal
PERSETUJUAN SKRIPSI............................................................................................i
PENGESAHAN SKRIPSI............................................................................................ii
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI......................................................................iii
ABSTRAK...................................................................................................................iv
ABSTRACT.................................................................................................................v
KATA PENGANTAR..................................................................................................vi
DAFTAR ISI.............................................................................................................viii
DAFTAR TABEL........................................................................................................xi
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................xiii
DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................................xv
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
1.1 Latar Belakang...................................................................................................1
1.2

Permasalahan Penelitian................................................................................2

1.2.1 Identifikasi Masalah....................................................................................2


1.2.2 Ruang Lingkup Masalah.............................................................................2
1.2.3 Rumusan Masalah.......................................................................................2
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian..........................................................................2
1.3.1 Tujuan Penelitian.........................................................................................2
1.3.2 Manfaat Penelitian.......................................................................................3
1.4 Sistematika Penulisan.........................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN...............................5
2.1 Tinjauan Pustaka................................................................................................5
2.2 Landasan Teori...................................................................................................6
2.2.1 Pengertian Tari.............................................................................................6
viii

Hal
2.2.2 Tata Cara Menjadi Peserta Lomba Dance...................................................9
2.2.3 Mekanisme Penilaian................................................................................10
2.2.4 Perbedaan Antara Tari Tradisional Dan Tari Modern (Dance)..................16
2.2.5 Fuzzy Multi-Altribut Decision Making (FMADM)..................................16
2.2.6 Metode Komputasi Simple Additive Weighting (SAW).............................17
2.2.7 Contoh Kasus............................................................................................18
2.2.8 UML (Unified Modeling Language).........................................................20
2.2.9 Bahasa Pemrograman Delphi....................................................................21
2.2.10 Microsoft Access 2007............................................................................23
2.3 Kerangka Pemikiran.........................................................................................25
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................26
3.1 Analisa Kebutuhan...........................................................................................26
3.1.1 Metode Pemilihan Sampel.........................................................................26
3.1.2 Metode Pengumpulan Data.......................................................................55
3.1.3 Jenis Data..................................................................................................55
3.2 Perancangan Penelitian....................................................................................56
3.2.1 Diagram Konteks.......................................................................................56
3.2.2 Use Case Diagram.....................................................................................57
3.2.3 Sequence Diagram.....................................................................................57
3.2.4 Activity Diagram......................................................................................60
3.2.5 Desain Sistem............................................................................................62
3.2.6 Relasi Tabel...............................................................................................64
3.2.7 Desain Arsitektural....................................................................................64
3.2.8 Desain Interface.........................................................................................65
3.3 Teknik Analisis.................................................................................................72

ix

Hal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN....................................................................80
4.1 Hasil Implementasi..........................................................................................80
4.1.1 Implementasi Form....................................................................................80
4.1.2 Implementasi Laporan...............................................................................88
4.2 Testing..............................................................................................................89
4.2.1 Pengujian White Box.................................................................................90
4.2.2 Pengujian Black Box..................................................................................94
4.3 Hasil Pengukuran Kesesuaian..........................................................................96
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................................99
5.1 Kesimpulan......................................................................................................99
5.2 Saran.................................................................................................................99
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................100
LAMPIRAN.............................................................................................................101

DAFTAR TABEL
Hal
Tabel 2. 1 Tabel Bobot Kriteria..............................................................................15
Tabel 2. 2 Tabel Sub Kriteria Penilaian.................................................................15
Tabel 2. 3 Tabel Keterangan Nilai Kepentingan...................................................16
Tabel 3. 1 Tabel Penilaian Juri 1.............................................................................27
Tabel 3. 2 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 1...............................................................27
Tabel 3. 3 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 1.................................28
Tabel 3. 4 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 1............................30
Tabel 3. 5 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 1................................32
Tabel 3. 6 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 1.....................................33
Tabel 3. 7 Tabel Penilaian Juri 2.............................................................................36
Tabel 3. 8 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 2...............................................................36
Tabel 3. 9 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 2................................37
Tabel 3. 10 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 2..........................39
Tabel 3. 11 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 2..............................41
Tabel 3. 12 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 2...................................42
Tabel 3. 13 Tabel Penilaian Juri 3...........................................................................45
Tabel 3. 14 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 3.............................................................45
Tabel 3. 15 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 3...............................47
Tabel 3. 16 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 3.........................49
Tabel 3. 17 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 3.............................50
Tabel 3. 18 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 3...................................51
Tabel 3. 19 Tabel Total Nilai....................................................................................54
Tabel 3. 20 Tabel Login............................................................................................62
Tabel 3. 21 Tabel Peserta Dance..............................................................................62
Tabel 3. 22 Tabel Data Bobot Kriteria....................................................................62
Tabel 3. 23 Tabel Data Juri......................................................................................63
Tabel 3. 24 Tabel Penilaian.......................................................................................63
Tabel 3. 25 Tabel Rata-rata Penilaian Dance.........................................................73
Tabel 3. 26 Tabel Rata-rata Penilaian Dance Sesuai Urutan................................73
Tabel 3. 27 Tabel Hasil Penilaian Yang Telah Dibobotkan....................................79
xi

Hal
Tabel 4. 1 Pengujian Black Box..............................................................................94
Tabel 4. 2 Data Nilai Sebelum Menggunakan Program (Pretest)........................96
Tabel 4. 3 Data Nilai Menggunakan Metode SAW (Posttest)...............................97
Tabel 4. 4 Hasil Pretest dan Posttest......................................................................97

xii

DAFTAR GAMBAR
Hal
Gambar 3. 1 Diagram Konteks................................................................................56
Gambar 3. 2 Use Case Diagram..............................................................................57
Gambar 3. 3 Sequence Diagram Input Data..........................................................58
Gambar 3. 4 Sequence Diagram Proses..................................................................59
Gambar 3. 5 Sequence Diagram Laporan..............................................................59
Gambar 3. 6 Activity Diagram Input Data.............................................................60
Gambar 3. 7 Activity Diagram Proses.....................................................................61
Gambar 3. 8 Activity Diagram Laporan.................................................................61
Gambar 3. 9 Relasi Tabel.........................................................................................64
Gambar 3. 10 Desain Arsitektur..............................................................................64
Gambar 3. 11 Desain Form Login...........................................................................65
Gambar 3. 12 Desain Form Menu Utama..............................................................65
Gambar 3. 13 Desain Form Peserta Dance.............................................................66
Gambar 3. 14 Desain Form Bobot Kriteria Penilaian...........................................66
Gambar 3. 15 Desain Form Data Juri.....................................................................67
Gambar 3. 16 Desain Form Data Penilaian............................................................67
Gambar 3. 17 Desain Form Bantu Dance...............................................................68
Gambar 3. 18 Desain Form Proses SAW................................................................68
Gambar 3. 19 Desain Form Laporan Nilai.............................................................69
Gambar 3. 20 Desain Form Laporan Proses Penentuan.......................................69
Gambar 3. 21 Desain Form Laporan SAW............................................................70
Gambar 3. 22 Desain Hasil Cetak Laporan SAW..................................................70
Gambar 3. 23 Desain Form Ganti Kata Sandi.......................................................71
Gambar 3. 24 Desain Form Back-Up Data.............................................................71
Gambar 4. 1 Form Login..........................................................................................80
Gambar 4. 2 Form Menu Utama.............................................................................81
Gambar 4. 3 Form Master Peserta Dance..............................................................81
Gambar 4. 4 Form Master Bobot Kriteria.............................................................82
Gambar 4. 5 Form Master Juri...............................................................................83

xiii

Hal
Gambar 4. 6 Form Transaksi Penilaian..................................................................84
Gambar 4. 7 Input Nilai...........................................................................................84
Gambar 4. 8 Form Transaksi Proses SAW.............................................................85
Gambar 4. 9 Form Laporan Nilai...........................................................................86
Gambar 4. 10 Form Laporan Simple Additive Weighting....................................86
Gambar 4. 11 Form Ganti Sandi.............................................................................87
Gambar 4. 12 Form Back-Up Data.........................................................................87
Gambar 4. 13 Laporan Nilai Juri............................................................................88
Gambar 4. 14 Laporan SAW...................................................................................89
Gambar 4. 15 Alur Proses Aplikasi.........................................................................90
Gambar 4. 16 Grafik Alir Penentuan Juara Dance...............................................93
Gambar 4. 17 Hasil Penentuan Pemilihan Juara Dance.......................................98

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Hal
Lampiran 1 Lampiran Lembar Konsultasi 102
Lampiran 2 Lampiran Wawancara Pembina Osis.103
Lampiran 3 Lampiran Data Permasalahan Juri.104
Lampiran 4 Lampiran Technical Meeting..105
Lampiran 5 Lampiran Nilai Juri.106
Lampiran 6 Lampiran Susunan Acara Lomba SMPN 1 Banjarbaru115
Lampiran 7 Lampiran Surat Pernyataan Juri Bobot..116
Lampiran 8 Lampiran Surat Pernyataan Juri Subkriteria...119
Lampiran 9 Lampiran Surat Pernyataan Juri Nilai Subkriteria.120
Lampiran 10 Lampiran Surat Keterangan Selesai Penelitan121
Lampiran 11 Lampiran Daftar Riwayat Hidup122

xv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tari adalah suatu naluri atau desakan emosi didalam diri kita yang
mendorong kita untuk mencari ekspresi pada tari (Kamala Devi Chattopadhyaya,
2012).
Sekarang ini perlombaan dance makin marak diadakan, tak terkecuali dikota
Banjarbaru yang banyak masyarakatnya meminati dance baik muda maupun tua
bahkan anak-anak, perempuan atau laki-laki. Hal tersebut dilihat dari semakin
banyaknya dance-dance baru yang memiliki potensi bahkan anak kecilpun juga
berbakat dalam dance dan bisa bersaing. (Ririn, 2015)
Seperti diketahui, lomba dance diadakan dalam memperingati suatu acara
hiburan utama yang diadakan dalam setahun sekali, dan biasanya lomba dance juga
diikuti oleh lomba yang lainnya terutama dalam setiap acara yang tidak lepas
hubungannya dengan band, misalnya acara yang biasa diadakan oleh salah satu
Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru. Sekolah tersebut menjadi
langganan mengadakannya lomba dance semenjak tahun 2005 dan diadakan setahun
sekali sebagai salah satu acara pemeriah ulang tahun sekolah tersebut.
Karena lomba dance bersifat kompetisi maka dibutuhkan tiga orang
professional dancer sebagai juri yang menilai penampilan para peserta untuk
dijadikan juara dalam lomba dance tersebut. Kriteria penilaian yang diberikan oleh
juri ada empat yaitu Koreografi, Showmanship, Musikalitas dan Kostum.
Sistem penentuan juara dance SMPN 1 Banjarbaru tidak menggunakan bobot
sehingga pada saat total keseluruhan nilai ada yang sama maka para juri kebingungan
menentukan siapa yang berhak dijadikan juara yang terunggul sehingga penentuan
juara jadi kurang tepat karena didasari seringnya terjadi total nilai yang sama pada
dua peserta atau lebih.
Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan yang ada pada acara tahunan
SMPN 1 Banjarbaru khususnya dalam menentukan juara lomba dance maka
dibangunlah aplikasi yang dapat membantu permasalahan tersebut. yaitu aplikasi
untuk Penerapan Metode SAW Dalam Menentukan Juara Dance SMPN 1 Banjarbaru

yang nantinya dapat memberikan penilaian dan perankingan untuk penentuan juara
dance SMPN 1 Banjarbaru dengan akurasi yang sangat baik.
1.2 Permasalahan Penelitian
1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka didapatlah identifikasi masalah yaitu
Sistem penentuan juara dance SMPN 1 Banjarbaru tidak menggunakan bobot
sehingga pada saat total keseluruhan nilai ada yang sama maka para juri kebingungan
menentukan siapa yang berhak dijadikan juara yang terunggul sehingga penentuan
juara jadi kurang tepat karena didasari seringnya terjadi total nilai yang sama pada 2
peserta atau lebih.
1.2.2 Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Tempat studi kasus Lomba Dance pada acara ulang tahun SMPN 1 Banjarbaru.
2. Metode yang digunakan dalam perhitungan proses penentuan adalah metode
Simple Additive Weighting.
3. Penentuan juara lomba berdasarkan penilaian juri.
1.2.3 Rumusan Masalah
Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, maka dapat dirumuskan
bagaimana membangun sebuah aplikasi untuk menentukan juara dance dengan
menggunakan metode Simple Additive Weighting yang nantinya dapat memberikan
penilaian dan perankingan untuk penentuan juara dance SMPN 1 Banjarbaru dengan
akurasi yang sangat baik.
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah membangun aplikasi penentuan juara dance
dalam acara ulang tahun SMPN 1 Banjarbaru dengan metode Simple Additive
Weighting.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis
Penelitian bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya
dalam bidang teknologi dan memberikan bukti secara empiris mengenai faktor-faktor
yang harus dipertimbangkan dalam penilaian pada kompetisi dance khususnya di
Kalimantan Selatan.
2. Manfaat Praktis
A. Bagi Peneliti
a. Peneliti dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh selama dalam
perkuliahan yaitu dengan membuat aplikasi.
b. Untuk menambah wawasan dan pengalaman serta pengetahuan dalam
memecahkan permasalahan dengan cara ilmiah.
B. Bagi Pihak Terkait
a. Untuk membantu juri dalam menentukan juara dance dalam acara lomba
dance SMPN 1 Banjarbaru dengan tepat.
b. Meningkatkan efektifitas penilaian dewan juri.
C. Bagi Universitas / Perguruan Tinggi
a. Sebagai bahan masukan dan Pengetahuan serta menjadi informasi tentang
sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan
yang diterima selama masa perkuliahan dalam implementasinya.
b. Mengetahui perkembanagan yang terjadi di dalam proses pengajaran agar
dapat dilakukan kebijakan mengenai langkah dan kebijakan untuk
pengembangan ilmu pengetahuan teknologi.
c. Menyiapkan mahasiswa sebagai tenaga kerja yang terdidik dan berkompeten.
D. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebagai bahan masukan peneliti selanjutnya agar dapat di jadikan sebagai
bahan perbandingan dalam penelitian dengan variabel dan tempat penelitian yang
berbeda.
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang dimaksud untuk lebih mempermudah setiap bab
atau sub-bab agar lebih mempermudah untuk dimengerti dalam membaca dan
mempelajari materi yang terkandung pada laporan, karena pada sistematika
penulisan ini berisi deskripsi tentang materi yang ada pada laporan. Sistematika
penulisan laporan tugas akhir ini terdiri dari :
BAB I
: PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi dan uraian mengenai Latar Belakang
Penyusunan Tugas Akhir, Identifikasi Masalah, Ruang Lingkup

Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penyusunan


BAB II

Laporan Tugas Akhir dan Sistematika Penulisan.


: LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
Bab ini berisi tentang kajian-kajian pustaka dan teori yang
berkenaan dengan judul dan masalah yang diteliti berupa Tinjauan

BAB III

Pustaka, Landasan Teori, dan Kerangka Pemikiran.


:METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi uraian tentang Analisis Kebutuhan, Perancangan

BAB IV

Penelitian dan Teknik Analisis.


: HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang perancangan sistem dan tahapan-tahapan

BAB V

yang dilakukan untuk menerapkan sistem yang telah dirancang.


: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan yang didapat selama penulisan
laporan tugas akhir dari pembahasan masalah, selain itu juga berisi
saran untuk perbaikan dan menindak lanjuti hasil penelitian.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka


Beberapa penelitian yang pernah dilakukan dengan menggunakan metode
SAW dan dijadikan sebagai rujukan dari penelitian ini antara lain.
2.1.1 Implementasi Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Sistem
Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web Untuk Rekomendasi Pencari
Kerja Terbaik (Destriyana Darmastuti, 2013)
Beberapa perusahaan besar maupun kecil di Indonesia menyediakan
informasi lowongan kerja melalui media cetak seperti koran, ada juga yang
mengumumkan lowongan pekerjaan melalui papan pengumuman serta melalui media
elektronik termasuk internet. Lowongan kerja yang paling banyak dicari oleh pencari
kerja adalah lowongan kerja terbaru dan belum lewat waktu terakhir pendaftaran. Hal
ini akan menjadi kesulitan bagi pencari kerja jika mekanisme pelaksanaan
pengelolaan informasi lowongan kerja dari perusahaan terkait tidak berjalan dengan
baik.Metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat menghasilkan rekomendasi
pencari kerja terbaik dan hasil rekomendasi pencari kerja telah sesuai dengan
kebutuhan penyedia kerja berdasarkan kriteria yang dibutuhkan.
2.1.2 Model Peta Digital Rawan Sambaran Petir Dengan Menggunakan Metode
SAW (Simple Additive Weighting) ( Sugiyono, Nazori Agani, 2012)
Propinsi Lampung merupakan daerah yang padat penduduknya, hal ini
menyebabkan sangat banyak korban jika terjadi sambaran petir. Hasil analisa data
petir juga menunjukan bahwa Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak
terjadi petir. Data petir dan data demografi yang dianalisa menggunakan metode
SAW (Simple Additive Weighting) untuk mendapatkan nilai kerawanan terhadap
sambaran petir, setelah mendapatkan nilai kerawanan terhadap sambaran petir lalu
dipetakan menggunakan ArcView GIS. Peta digital ini dapat menginformasikan
daerah-daerah yang mempunyai tingkat kerawanan sambaran petir yang tinggi
sehingga bisa dilakukan oleh masyarakat maupun pihak-pihak terkait dalam usaha
5

mengurangi dampak dan kerugian akibat sambaran petir. Pembuatan peta digital ini
mampu mengidentifikasikan tingkat ancaman disuatu daerah dan menjadi salah satu
langkah penting dalam upaya mitigasi dan penurunan resiko bencana sebagai bagian
dari pengelolaan bencana.
2.1.3 Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Beasiswa Bidik Misi Dengan
Metode SAW (Simple Additive Weighting) (Pesos Umami1, Leon Andretti
Abdillah, Ilman Zuhri Yadi, 2013)
Bidik Misi memberikan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Bina Darma
Palembang. Sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan oleh Bidik Misi pada
UBD Palembang untuk beasiswa, maka diperlukan kriteria-kriteria untuk
menentukan siapa yang akan dipilih untuk menerima beasiswa. Kriteria dalam studi
ini adalah sesuai indeks prestasi akademik, penghasilan orangtua, jumlah tanggungan
orangtua, semester dan lain-lain. Oleh sebab itu tidak semua calon pengajuan
beasiswa tersebut diterima, hanya yang memenuhi kriteria saja yang akan menerima
beasiswa tersebut. Pengajuan beasiswa Bidik Misi pada UBD cukup banyak serta
indikator dalam penyeleksian berkas pengajuan beasiswa yang masih secara manual.
Dengan sistem yang ada sekarang Bidik Misi pada UBD sangat sulit untuk
menentukan siapa yang layak menerima beasiswa tersebut, karena banyaknya
pengajuan beasiswa dan banyaknya kriteria-kriteria yang harus ditentukan untuk
menentukan siapa yang benar-benar berhak mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan
demikian dibutuhkan sistem yang dapat membantu membuat keputusan penerima
beasiswa dengan cepat dan tepat, untuk meringankan kerja bagian kemahasiswaan
dalam menentukan penerima beasiswa.

2.2 Landasan Teori


2.2.1 Pengertian Tari
Tari adalah suatu naluri atau desakan emosi didalam diri kita yang
mendorong kita untuk mencari ekspresi pada tari). Tari modern atau dance adalah
bentuk tarian yang merupakan ciptaan kaum muda dan sifatnya hanya mencari
popularitas dengan menciptakan rangkaian gerak yang sedang digemari anak muda
masa kini.

Ciri-ciri tari modern:


1.

Penggarapan yang kreatif

2. Tuntutan keasyikan

3.

Kepuasan batin

4.

Kekokohan solidaritas

5.

Popularitas yang tidak menentu

6.

Berbobot kreatif.

Tehnik tari modern:


1. Tehnik hula hoop
2. Tehnik dangdut
3. Tehnik lejitan (break dance).
Gerakan berirama dalam tari adalah suatu keadaan gerak yang dilakukan

secara teratur menurut irama, baik irama gerak maupun irama musik. Semua gerakan
yang dilakukan oleh tubuh kita dapat diolah melalui peralihan tenaga yang berbedabeda. Misalnya gerakan tajam atau kuat (keras), gerakan ringan atau lemah (halus),
dan gerakan sedang. Demikian pula kaitannya dengan irama yaitu ukuran waktu atau
tempo untuk melakukan gerak. Tempo gerak ini erat hubungannya dengan jarak
(ruang) dan aksen (tenaga).
Sejalan dengan perkembangannya, tari modern di Indonesia ini dapat
dikategorikan menjadi beberapa macam, antara lain adalah hip-hop dance, concert
dance, break dance, R&B dance, freestyle dance dan yang terakhir ballroom dance.
Modern dance, atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari modern, adalah
suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang sejak dari awal abad 20. Di
beberapa tempat yang belum begitu mengenal tari modern seperti di Indonesia,
ballroom dance serta concert dance juga masih dianggap sebagai bagian dari tari
modern ini. Namun apabila dilihat dari latar belakang sejarah, tari modern ini
sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari Amerika Serikat, serta penari-penari di
beberapa negara di Eropa Barat yang memberontak terhadap ballet dance serta
classical dance yang sedang booming saat itu. Beberapa penari yang paling terkenal
dengan aksinya saat itu adalah Loie Fuller, Isadora Duncan and Ruth St. Denis. Aksi
mereka dilandasi dengan factor kelemahan dari ballet dan classical dance sendiri,
yaitu diperlukannya perlengkapan khusus selain musik, seperti kostum, sepatu tari,

serta bahkan tata rias yang tebal. Beberapa dari perlengkapan tersebut tidak mampu
dimiliki oleh orang-orang biasa dengan latar ekonomi yang rendah, yang juga punya
ketertarikan besar untuk menari. Oleh sebab itu ketiga penari tersebut
kemudianmenciptakan suatu free dance yang kemudian dikenal dengan cikal bakal
dari tari modern.
Ballroom dance semakin berkembangnya zaman, selera tari orang pun
berubah, tarian-tarian pun juga dikembang kan menjadi lebih beragam. Modern
dance sekarang terbagi menjadi bermacam-macam.
1. Robot Dance/robottic: The Robot Dance adalah sebuah ilusi gaya tari
membingungkan yang mencoba untuk meniru sebuah menari robot atau manekin.
Itu berasal oleh Charles Washington, juga dikenal sebagai Charles Robot pada
akhir tahun 1960-an, dan memperoleh ketenaran lebih lanjut setelah The
Jacksons melakukan tarian ketika mereka tampil Dancing Machine.
2. Blood-Elf Dance:Ini adalah tarian flexible atau tarian lentur.Ini merupakan tarian
baru era jaman sekarang. Banyak Anak muda mengikuti tarian ini.
3. Breakdance: B-boying atau yg sering disebut sebagai break dancing adalah gaya
tarian yang berevolusi sebagai bagian dari budaya hip-hop di Amerika Latin
pemuda di Bronx Selatan, New York City selama tahun 1970-an. menari-nari
untuk kedua hip-hop dan genremusik lain yang sering remixed untuk
memperpanjang

istirahat

musik.

Toprocks menampilkan

gerakan

yang

membutuhkan fleksibilitas, gaya , dan yang paling penting irama. Tarian ini
biasa digunakan pada awal pertunjukkan sebagai pemanasan beberapa gaya
akrobatik lain. Dowrock biasanya ditampilan dengan posisi tangan dan kaki
pada lantai. Pada downrock, seorang breaker menampilkan perputaran tubuh
dengan kecepatan kaki dan kontrol dengan cara mengkombinasi gerakan kaki.
Kombinasi

ini

akan

menampilkan

gaya

yang

disebut power

moves.

The windmill adalah gerakan populer daripower move.Power Move adalah


gerakan

yang

membutuhkan

momentum

dan

kekuatan

fisik

untuk

menjalankannnya. pada power move, breaker lebih bergantung pada kekuatan


tubuh bagian atas untuk menari, menggunakan tangan untuk bergerak. Power
Move terdiri dari Windmill, Swipe, danFlare. Beberapa gerakan meminjam dari
bela diri seperti buttertfly kick.

4. Moonwalk Dance: The Moonwalk atau backslide adalah sebuah teknik tarian
yang menghadirkan ilusi penari ditarik ke belakang ketika mencoba untuk
berjalan maju.Sebuah breakdancing bergerak, itu menjadipopuler di seluruh
dunia setelah dieksekusi Michael Jackson pada tanggal 25 Maret 1983.
Inikemudian menjadi tanda tangannya bergerak, dan sekarang salah satu yang
terbaik teknik tariterkenal di dunia.
5. Sexy dance : Sexy Dance ialah tarian dimana para dancer menari dengan
menonjolkan sisi ke-sexy an nya.
Tutting adalah jenis tari dimana tubuh modern dan gerakan lengan didasarkan
pada sudut matematika dan / atau geometris dan bentuk. Ini gaya tari jalanan juga
dikatakan interpretatif di alam dan beberapa gerakan, terutama yang dari lengan,
diambil dari hieroglif, tulisan dinding atau kuno Mesir. Gerakan yang terlibat dalam
tutting dilakukan untuk meniru berbagai sudut dan bentuk dan ini dilakukan bersama
dengan irama musik tertentu atau irama, membuat seluruh tarian rutin agak
robot. Pada titik pandang pemirsa, maka akan tampak seperti orang yang melakukan
langkah tutting adalah menampilkan berbagai bentuk dan sudut. Beberapa bergerak
dari berdecak disebut King Tut, yang mungkin berevolusi dari referensi tarian
untuk Mesir seni dan Firaun Mesir Tutankhamun. (Wullan Eka, 2016).

2.2.2 Tata Cara Menjadi Peserta Lomba Dance


Lomba dance SMPN 1 Banjarbaru dilakukan setiap setahun sekali. Peserta
yang ingin berpartisipasi mengikuti lomba dance tersebut harus memenuhi syarat
yang telah berlaku, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Minimal group dance terdiri dari 3 orang


Durasi maximal 7 menit
Membawakan tarian yang sesuai tema
Pendaftaran 150.000/group
Bagi peserta yang sudah melengkapi persyaratan diatas diminta untuk

berhadir dan mengikuti technical meeting, karena dalam technical meeting tersebut
akan menyampaikan peraturan dan pokok-pokok kriteria yang akan dinilai pada saat
acara diselenggarakan dan juga pengambilan nomor urut tampil peserta. Pada saat
acara dimulai, peserta dance akan dipanggil sesuai nomor urut dan rowndown yang
sudah dibuat oleh panitia, bagi peserta yang tidak hadir maka peserta tersebut

10

dinyatakan diskulifikasi atau dianggap mengundurkan diri. Kriteria yang terdapat


dalam penilaian yaitu : Koreografi, Showmanship, Musikalitas, Kostum.

2.2.3 Mekanisme Penilaian


Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan minat
peserta serta masyarakat umum dalam hal menari terutama dikota Banjarbaru dan
sekitarnya.
Dalam proses pemilihan, digunakan beberapa kriteria sebagai indikator penilaian,
kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut :
A. Koreografi
Koreografi atau komposisi tari adalah seni membuat atau merancang struktur
ataupun alur sehingga menjadi suatu pola gerakan. Penilaian ini meliputi :
1. Ragam gerak (Banyak dan Macam-macam gerakan yang digunakan atau
ditampilkan).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Ragam gerak yang digunakan banyak (tidak bisa dihitung)
dan tidak ada melakukan pengulangan gerakan
- Sangat Baik : Ragam gerak yang digunakan banyak (tidak bisa dihitung)
dan sedikit melakukan pengulangan gerakan
- Baik : Ragam gerak yang digunakan tidak terlalu banyak (masih bisa
dihitung) dan sedikit melakukan pengulangan gerakan
- Cukup Baik : Ragam gerak yang digunakan tidak terlalu banyak (masih
bisa dihitung) dan banyak melakukan pengulangan gerakan
- Tidak Baik : Ragam gerak yang digunakan sedikit dan banyak melakukan
pengulangan gerakan
2. Kekompakan tim (keserasian gerakan atau gerakan yang serentak).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Gerakan semua member (dalam satu grup) sangat kompak
dan serentak, dengan tempo gerakan yang pas dan dengan jatuh tempo
yang tepat (sempurna)
- Sangat Baik : Sedikit melakukan kesalahan dalam gerakan, namun tempo
gerakan pas dan dengan jatuh tempo yang tepat

11

- Baik : Sedikit melakukan kesalahan dalam gerakan dan sedikit melakukan


gerakan yang pas dengan tempo
- Cukup Baik : Sering ( lumayan banyak) melakukan kesalahan dalam
gerakan dan sering (lumayan banyak) melakukan gerakan yang tidak pas
jatuh tempo
- Tidak Baik : Banyak melakukan kesalahan gerakan dan banyak gerakan
yang tidak pas jatuh tempo
3. Tingkat Kesulitan Gerakan
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Banyak melakukan gerakan yang tidak terduga (gerakan yang
sulit) dan tidak ditampilkan oleh peserta lain (tidak dikuasai peserta lain)
- Sangat Baik : Banyak melakukan gerakan yang sulit dan sedikit
melakukan gerakan biasa / standar
- Baik : Sering (lumayan banyak) melakukan gerakan yang sulit dan sedikit
melakukan gerakan biasa / standar
- Cukup Baik : Sedikit melakukan gerakan yang sulit dan banyak melakukan
gerakan yang standar
- Tidak Baik : Hanya melakukan gerakan yang biasa / standar
B. Showmanship
Showmanship atau kecakapan memain pertunjukan, maksudnya adalah
kemahiran dalam mempersembahkan suatu pertunjukan, kepandaian menarik
perhatian orang ramai. Penilaian ini meliputi :
1. Entertaiment audience (mencari perhatian penonton).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Berhasil menarik semua perhatian penonton hingga menjadi
pusat perhatian dan menimbulkan banyak reaksi penonton (tepung tangan)
- Sangat Baik : Berhasil menarik banyak perhatian penonton hingga menjadi
pusat perhatian dan menimbulkan lumayan banyak reaksi penonton
(tepung tangan)
- Baik : Lumayan banyak penonton yang memperhatikan dan lumayan
banyak tepuk tangan

12

- Cukup Baik : Lumayan banyak penonton yang memperhatikan dan sedikit


tepuk tangan
- Tidak Baik : Sedikit penonton yang memperhatikan dan sedikit juga tepuk
tangan
2. expresi (mimic wajah saat menari).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Semua member (dalam satu grup) menggunakan banyak
expresi dalam setiap gerakan dan sesuai dengan gerakan dan dengan lagu
yang dipakai
- Sangat Baik : Semua member (dalam satu grup) menggunakan banyak
expresi namun tidak sesuai dengan lagu
- Baik : Satu orang dalam satu grup tidak menunjukan expresi nya namun
expresi member yang lain sedikit sesuai dengan lagu
- Cukup Baik : Satu orang dalam satu grup tidak menunjukan expresi nya
dan expresi member yang lain tidak sesuai dengan lagu
- Tidak Baik : Wajah semua member dalam satu grup datar dan tidak
memperlihatkan expresi
C. Musikalitas
Musikalitas adalah pengetahuan tentang musik, bagaimana kualitasnya atau
keadaan sesuatu yang bersifat musik, kepekaan.
Penilaian ini meliputi :
1. Pemilihan lagu (macam-macam lagu yang dipilih untuk ditampilkan dengan
gerakan).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Lagu yang dipilih atau digunakan mengandung tema dan lagu
yang dipilih sangat sesuai dengan gerakan dance
- Sangat Baik : Lagu yang dipilih atau digunakan mengandung tema dan
lagu yang dipilih sedikit melenceng dengan gerakan dance
- Baik : Lagu tidak mengandung tema namun lagu sesuai dengan gerakan
- Cukup Baik : Lagu tidak mengandung tema dan lagu sedikit tidak sesuai
dengan gerakan

13

- Tidak Baik : Lagu tidak mengandung tema dan lagu tidak sesuai dengan
gerakan
2. Penyusunan sambungan lagu (penempatan dari satu lagu ke lagu berikutnya).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Lagu-lagu yang dipakai tidak mengandung unsur paksaan,
sambungan lagu sesuai dengan sambungan lagu lainnya dan tepat dalam
penempatan sambungan lagu
- Sangat Baik : Sedikit tidak sesuai dalam penempatan sambungan lagu
namun sesuai dengan sambungan lagu lainnya
- Baik : Sedikit tidak sesuai dalam penempatan sambungan lagu dan sedikit
tidak sesuai dengan sambungan lagu lainnya
- Cukup Baik : Banyak lagu yang tidak sesuai dalam penempatan
sambungan lagu namun sesuai dengan sambungan lagu lainnya
- Tidak Baik : Tidak sesuai dengan sambungan lagu lainnya
D. Kostum
Kostum adalah suatu kebutuhan pakaian dengan tambahan aksesoris yang
dipakai oleh penari untuk pertunjukan, tujuan nya agar enak dipandang dan menarik
untuk dilihat. Penilaian ini meliputi :
1. Ragam dan Kekompakkan Kostum (pakaian yang dikenakan atau digunakan).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Kostum terlihat unik, mempunyai ciri khas tersendiri / tema
dan warna kostum yang digunakan sangat serasi satu dengan yang lain
( indah dan kompak)
- Sangat Baik : Kostum terlihat unik, mempunyai ciri khas tersendiri / tema
namun warna kostum yang digunakan sedikit tidak serasi satu dengan yang
lain
- Baik : Kostum terlihat bagus namun tidak bertema tetapi kompak satu
dengan yang laian
- Cukup Baik : Kostum terlihat biasa saja namun kompak satu sama lain
- Tidak Baik : Kostum terlihat biasa saja dan warna nya tidak serasi satu
sama lain

14

2. Tema Kostum (tema atau arti pada pakaian yang digunakan)`


Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Tema kostum sangat bagus dan terlihat jelas
- Sangat Baik : Tema kostum sangat bagus namun sedikit tidak terlihat jelas
- Baik : Tema kostum sedikit dan sidikit tidak jelas
- Cukup Baik : Tema kostum sedikit tidak nyambung
- Tidak Baik : Tema kostum tidak nyambung sama sekali
3. Aksesoris (pelengkap pakaian agar lebih menarik).
Penilaiannya ada lima yaitu :
- Luar Biasa : Aksesoris yang digunakan tidak berlebihan dan warna sangat
serasi dengan kostum / pakaian dan aksesoris yang digunakan sangat
menarik
- Sangat Baik : Aksesoris yang digunakan tidak berlebihan dan warna sangat
serasi dengan kostum / pakaian namun aksesoris yang digunakan kurang
menarik
- Baik : Aksesoris yang digunakan hanya sedikit namun warna sangat serasi
dengan kostum / pakaian dan aksesoris yang digunakan sangat menarik
- Cukup Baik : Aksesoris yang digunakan hanya sedikit dan warna sangat
serasi dengan kostum / pakaian namun aksesoris yang digunakan kurag
menarik
- Tidak Baik : Tidak menggunakan aksesoris
Secara

Prinsip

semakin

besar

tingkat

kepentingannya

maka

penilaiannya akan lebih diutamakan. Sehingga dalam penentuan juara dance pada
umumnya harus menitikberatkan penilaian pada koreografi yang ditampilkan oleh
peserta dance, karena banyak sekali penilaian yang terdapat didalam koreografi
(Ririn, 2015).
Pada dasarnya tidak adanya bobot pada kriteria penilaian menyebabkan
proses penentuan juara menjadi kurang tepat. Kesalahan yang dapat terjadi apabila
ada beberapa peserta dance memiliki nilai unggul pada satu kriteria dan lemah pada
kriteria lain, sehingga penilaian menjadi kurang tepat. (sumber : Juri Lomba Dance
SMPN 1 Banjarbaru).

15

Berikut adalah tabel bobot kriteria penilaian pada Lomba Dance SMPN 1 Banjarbaru
:
Tabel 2. 1 Tabel Bobot Kriteria
No

Kriteria

Bobot (%)

Koreografi

40%

Showmanship

30%

Musikalitas

10%

Kostum

20%

Sumber : Juri Lomba Dance SMPN 1 Banjarbaru


Tabel 2. 2 Tabel Sub Kriteria Penilaian
No

Sub Kriteria

Kriteria
Ragam Gerak

Koreografi

Kekompakkam Tim
Tingkat Kesulitan Gerak

Showmanship

Musikalitas

Entertaiment Audience
Expresi
Pemilihan Lagu
Penyusunan Sambungan Lagu
Ragam dan Kekompakkan Kostum

Kostum

Tema Kostum
Perlengkapan Aksesoris

Sumber : Juri Lomba Dance SMPN 1 Banjarbaru

Tabel 2. 3 Tabel Keterangan Nilai Kepentingan

16

No

Nilai

Nilai Kepentingan

50

Tidak Baik

60

Cukup Baik

70

Baik

80

Sangat Baik

90

Luar Biasa

Sumber : Juri Lomba Dance SMPN 1 Banjarbaru


2.2.4 Perbedaan Antara Tari Tradisional Dan Tari Modern (Dance)
Tari Tradisional adalah tari yang telah baku oleh aturan-aturan tertentu.
Dalam kurun waktu yang telah disepakati, aturan baku diwariskan secara turun
menurun melalui generasi ke generasi. Tarian jenis ini telah mengalami perjalanan
cukup panjang, bertumpu pada pola garapan tradisi yang kuat. Tari jenis ini biasanya
memiliki sifat kedaerahan yang kental dengan pola gaya tari atau style yang
dibangun melalui sifat dan karakter gerak yang sudah ada sejak lama. Sedangkan
Tari modern berkembang (sebagai sebuah aliran) yang berseberangan dengan aturanaturan pakem tari dengan menolak formalitas struktur gerak yang sudah ada (Nainul
Khutniah, 2012).

2.2.5 Fuzzy Multi-Altribut Decision Making (FMADM)


Fuzzy Multiple Atribute Decision Making adalah suatu metode yang
digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif dengan kriteria
tertentu. Inti dari FMADM adalah menentukan nilai bobot untuk setiap atribut,
kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif
yang sudah diberikan.
Pada dasarnya, ada 3 pendekatan untuk mencari nilai bobot atribut, yaitu
pendekatan subyektif, pendekatan obyektif dan pendekatan integrase antara subyektif
& obyektif. Masing-masing pendekatan memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada
pendekatan subyektif , nilai bobot ditentukan berdasarkan subyektifitas dari para
pengambil keputusan, sehingga beberapa faktor dalam proses perankingan alternatif

17

bisa ditentukan secara bebas. Sedangkan pendekatan obyektif nilai bobot dihitung
secara matematis sehingga mengabaikan subyektifitas dari pengambilan keputusan.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah FMADM
antara lain :
1. Simple Additive Weighting Method (SAW)
2. Weighted Product (WP)
3. ELECTRE
4. Technique for Order Preference by Similiary to Ideal Solution (TOPSIS)
5. Analytic Hierarchy Process (AHP) (Kusumadewi, 2006)
2.2.6 Metode Komputasi Simple Additive Weighting (SAW)
Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering juga dikenal istilah metode
penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan
terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW
membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat
diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Metode ini merupakan
metode yang paling terkenal dan paling banyak digunakan dalam menghadapi situasi
Multiple Attribute Decision Making (MADM). MADM itu sendiri merupakan suatu
metode yang digunakan untuk mencari alternatif optimal dari sejumlah alternatif
dengan kriteria tertentu. Metode SAW ini mengharuskan pembuat keputusan
menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk alternatif diperoleh dengan
menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas
atribut) dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi dalam arti
telah melewati proses normalisasi matriks sebelumnya (Kusumadewi, 2013).
Langkah Penyelesaian Simple Additive Weigting (SAW) sebagai berikut :
1. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan
keputusan, yaitu Ci.
2. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria.
3. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria (Ci), kemudian melakukan
normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut
(atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks
ternormalisasi R.

18

4. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian
matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar
yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai) sebagai solusi.

2.2.7 Contoh Kasus


Suatu institusi perguruan tinggi akan memilih seorang karyawannya untuk
dipromosikan sebagai kepala unit sistem informasi.
1. Ada empat kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian, yaitu:
C1 = tes pengetahuan (wawasan) sistem informasi
C2 = praktek instalasi jaringan
C3 = tes kepribadian
C4 = tes pengetahuan agama
2. Pengambil keputusan memberikan bobot untuk setiap kriteria sebagai berikut:
C1 = 35%;
C2 = 25%;
C3 = 25%;
C4 = 15%.
3. Ada tiga orang karyawan yang menjadi kandidat (alternatif) untuk dipromosikan
sebagai kepala unit, yaitu:
A1 = Indra,
A2 = Roni,
A3 = Dani,
Tabel nilai alternatif di setiap kriteria:
Alterna

Kriteria

tif

C1

C2

C3

C4

Indra

70

50

85

60

Roni

50

70

82

70

Dani

85

55

80

75

Normalisasi:

r11

70
70

0,82
max 70;50;85 85

r13

85
85

1
max 85;82;80 85

19

r21

50
50

0,59
max 70;50;85 85

r23

82
82

0,96
max 85;82;80 85

r31

85
85

1
max 70;50;85 85

r33

80
80

0.94
max 85;82;80 85

r12

50
50

0,71
max 50;60;55 70

r14

60
60

0,8
max 60;70;75 75

r22

70
70

1
max 50;70;55 70

r24

70
70

0,93
max 60;70;75 75

r32

55
55

0,78
max 50;70;55 70

r34

75
75

1
max 60;70;75 75

Hasil normalisasi:
0,82
R 0,59
1

0,71
1

1
0,96

0,78

0,94

0,8
0,93
1

Proses perankingan dengan menggunakan bobot yang telah diberikan oleh pengambil
keputusan: w = [0,35 0,25

0,25

0,15]

Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:


V 1 (0,35)(0,82) (0,25)(0,71) (0,25)(1) (0,15)(0,8) 0,834
V 2 (0,35)(0,59) (0,25)(1) (0,25)(0,96) (0,15)(0,93) 0,836
V 3 (0,35)(1) (0,25)(0,78) (0,25)(0,94) (0,15)(1) 0,83

20

Nilai terbesar ada pada V2 sehingga alternatif A2 adalah alternatif yang terpilih
sebagai alternatif terbaik.
Dengan kata lain, Roni akan terpilih sebagai kepala unit sistem informasi.
2.2.8 UML (Unified Modeling Language)
UML atau singakatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa
pemodelan satandar. Menurut Chonoles, mengatakan sebagai bahasa, berarti UML
memiliki sintaks dan semantik. Ketika kita membuat model menggunakan konsep
UML ada aturan-aturan yang harus diikuti. Bagaimana elemen pada model-model
yang kita buat berhubungan satu dengan lainnya harus mengikuti standar yang ada.
UML bukan hanya sekedar diagram, tetapi juga menceritakan konteksnya.
UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya antara lain untuk
1. merancang perangkat lunak.
2. sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.
3. menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang diperlukan
sistem.
4. mendokumentasi sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa UML menyediakan Sembilan jenis
diagram yang lain ada yang menyebutkan delapan karena ada beberapa diagram yang
digabung, misalnya diagram komunikasi, diagram urutan, dan diagram pewaktuan
digabung menjadi diagram interaksi. Namun model-model itu dapat dikelompokkan
berdasarkan sifatnya yaitu statis atau dinamis.
Jenis diagram itu antara lain adalah
1. diagram Kelas, bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan kelas-kelas,
antarmuka, kolaborasi, serta relasi.
2. diagram Paket, bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan kumpulan kelas-kelas,
merupakan bagian dari diagram komponen.
3. diagram Use-Case, bersifat statis. Diagram ini memperlihatkan himpunan use-case
dan actor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat
penting untuk mengorganisasikan dan memodelkan perilaku suatu sistem yang
dibutuhkan serta diharapakan oleh pengguna.

21

4. diagram Interaksi dan Sequence (urutan), bersifat dinamis. Diagram urutan adalah
diagram interaksi yang menekankan pada pengiriman pesan dalam suatu waktu
tertentu.
5. diagram Komunikasi, bersifat dinamis. Sebagai pengganti diagaram kolaborasi
UML 1.4 yang menekankan organisasi structural dari objek-objek yang menerima
pesan.
6. diagram Statechart, bersifat dinamis. Diagram status memperlihatkan keadaankeadaan pada sistem, memuat status (state), transisi, kejadian, serta aktivitas.
7. diagram Aktivitas ( Activity Diagram), bersifat dinamis. Diagram aktivitas adalah
tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan aliran dari suatu aktivitas ke
aktivitas lainnya dalam suatu sistem.
8. diagram Komponen, bersifat dinamis. Diagram ini memperlihatkan organisasi
serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang
telah ada sebelumnya.
Diagram

Deployment,

bersifat

statis.

Diagram

ini

memperlihatkan

konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul beserta


komponen-komponen yang ada didalamnya (Prabowo Pudjo Widodo, 2011).

2.2.9 Bahasa Pemrograman Delphi


Borland Delphi adalah sebuah bahasa pemrograman yang dirilis dan
dipopulerkan oleh perusahaan

software besar bernama Borland Software

Corporation, yang berdiri sejak tahun 1983. Versi pertama Delphi diluncurkan ke
pasar pada tahun 1995.Delphi dirancang untuk beroperasi pada lingkungan sistem
operasi Microsoft Windows.
Bahasa pengembangan yang digunakan oleh Delphi adalah bahasa Pascal
(object Pascal). Bahasa Pascal mengalami perkembangan pesat sejak diluncurkannya
Turbo Pascal oleh Borland pada bulan November 1983.Core Compiler dari Turbo
Pascal versi pertama diciptakan oleh Anders Hejlsberg, yang terus mengembangkan
Turbo Pascal sampai versi ketiga.
Turbo Pascal dikenal dengan kelebihan dalam kecepatan eksekusi dan
kompilasi, dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yang berkembang pada
saat itu. Integrated Development Environment (IDE) yang diperkenalkan dan

22

diterapkan oleh Turbo Pascal sangat memudahkan para programer merealisasikan


program aplikasi mereka.Dengan IDE seorang programer dapat dengan cepat dan
mudah menulis kode program, melakukan kompilasi, melihat kesalahan (error)
program, serta langsung menuju letak kesalahan, dan memperbaiki kesalahan
tersebut.
Setelah merilis versi ketiganya, Anders mengubah Turbo Pascal menjadi
bahasa yang berorientasi obyek (Object Oriented Programming) berbasis tampilan
visual yang menarik, dan dilengkapi kemampuan akses ke basis data. Versi terbaru
inilah yang kemudian dikenal sebagai Delphi.
Delphi dapat digolongkan ke dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high
typed language) karena segala kemudahan yang ditawarkan untuk perancangan
sebuah aplikasi. Ada beberapa keuntungan utama yang dapat diperoleh dari
penggunaan Delphi dalam perancangan aplikasi, antara lain :
1. Pemrograman aplikasi yang cepat, sederhana dan mudah. Dengan teknik drag
and drop, maka akan sangat memudahkan programer dalam merancang tampilan
suatu program. Bahkan untuk para pemula sekalipun. Hanya dengan
menambahkan kode pada masing-masing komponen, maka sudah didapatkan
sebuah aplikasi jadi.
2. Banyak dukungan untuk pengembangan kemampuan aplikasi dan kemampuan
para programer Delphi. Banyak pengembang pihak ketiga yang menyediakan
sumber-sumber pengetahuan, pelatihan, fasilitas download komponen gratis
yang sangat berguna dalam perancangan aplikasi.
3. Delphi memiliki kompatibilitas yang baik antara versi pertama dengan versi
terbarunya. Banyak programer dan developer yang membuat program merasa
kewalahan dengan perkembangan bahasa pemrograman yang pesat, dan aplikasi
yang dirancang dengan versi lama/awal tidak dapat dijalankan dengan versi
terbaru. Selain itu, teknik penulisan (syntax) dari Delphi versi pertama tetap
sama dan konsisten dengan versi yang terbaru sekalipun.
4. Jenis aplikasi yang dapat dirancang dengan Delphi sangat luas dan bervariasi.
Misalnya aplikasi matematis, pengolah kata, komputer grafis, multimedia dan
sebagainya. Jenis aplikasi yang lebih aplikatif misalnya adalah pemrograman

23

basis data, pemrograman web, dan aplikasi sistem pengendalian (M. Ichwan,
2011).

2.2.10 Microsoft Access 2007


Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya
adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi
tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan
data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Sistem informasi tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan akan sistem basis
data apapun bentuknya, entak berupa file teks ataupun Database Management
Systems (DBMS).
Kebutuhan basis data dalam informasi meliputi:
- Memasukan, menyim pan, dan mengambil data
- Membuat laporan berdasarkan data yang telah disimpan
Microsoft Access (atau Microsoft Office Access) adalah sebuah program
aplikasi basis data komputer relasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan
perusahaan kecil hingga menengah.Aplikasi ini merupakan anggota dari beberapa
aplikasi Microsoft Office, selain tentunya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan
Microsoft PowerPoint.Aplikasi ini menggunakan mesin basis data Microsoft Jet
Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif sehingga
memudahkan pengguna.Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di
dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL
Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar
ODBC. Para pengguna / programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk
mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para
programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan
perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik
pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat
bantu pemrograman berorientasi objek.
Microsoft Access 2007 yang untuk selanjutnya disingkat Access 2007 adalah
suatu program aplikasi basis data komputer relasional yang digunakan untuk
merancang, membuat dan mengolah berbagai jenis data dengan kapasitas yang besar.

24

Database adalah kumpulan tabel-tabel yang saling berelasi. Antar tabel yang
satudengan yang lain saling berelasi, sehingga sering disebut basis data
relasional.Relasi antar tabel dihubungkan oleh suatu key, yaitu primary key dan
foreign key. Access 2007 mempunyai tampilan user interface (UI) baru yang
mengganti menu, toolbars, dan sebagian besar task panes yang ada di Microsoft
Accessversi sebelumnya dengan mekanisasi tunggal yang lebih simpel dan efisien.
Pengertian

Microsoft

Access

adalah

sebuah

program

aplikasi

basis

datakomputerrelasional yang ditujukan untuk kalangan rumahan dan perusahaan


kecil hingga menengah, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif
sehingga memudahkan pengguna.Versi terakhir adalah Microsoft Office Access 2007
yang termasuk ke dalam Microsoft Office Sistem 2007.Microsoft Access dapat
menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access. (Wales, 2013).

25

2.3 Kerangka Pemikiran

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Analisa Kebutuhan


Sistem yang sedang berjalan pada SMPN 1 Banjarbaru mengenai
penilaian lomba dance adalah masih dilakukan secara manual, sehingga sering
terjadi persamaan total nilai sehingga penentuan juara harus didiskusikan oleh
para juri diakhir acara.
Untuk mengatasi masalah tersebut maka akan dibuat suatu usulan berupa
aplikasi yang mampu mengatasi permasalahan persamaan total nilai. Inputan
yang nantinya digunakan pada aplikasi ini adalah data peserta yang berisi tahun
acara, nomor peserta, nama peserta, data bobot kriteria yang berisi tentang bobot
penilaian yang sesuai dengan kriteria, yaitu koreografi 40%, showmanship 30%,
musikalitas 10%, dan kostum 20%, serta data juri yang berisi ID juri, nama juri,
dan tahun juri tersebut memberikan penilaian. Dengan hal ini maka panitia
cukup menjalankan aplikasi ini untuk mengetahui informasi mengenai penilaian
lomba dance serta mencetak output berupa laporan hasil penilaian dewan juri,
laporan juara dance.

3.1.1 Metode Pemilihan Sampel


Pada penelitian ini akan dilakukan pengambilan keputusan dengan
menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan pada metode
pemilihan sampel ini, data penelitian diambil langsung dari SMPN 1 Banjarbaru.
Data yang menjadi bahan penelitiannya yaitu data peserta dance saja, data
tersebut nantinya akan diproses untuk penyeleksian juara dance guna untuk
diberikan hadiah.

Sampel Data
Sampel data yang akan digunakan pada penentuan juara lomba dance ini

adalah data peserta lomba dance SMPN 1 Banjarbaru tahun 2015. Berikut data
penilaian dance tersebut :

26

27

Data Penilaian Februari Tahun 2015


Tabel 3. 1 Tabel Penilaian Juri 1
No

Nama Peserta

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 11 BJB (A)


SMAN 4 BJB
SMPN 1 BJB
SMPN 5 BJB
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 3 BJB (A)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 3 BJB (B)
SMAN 1 MTP
SMPN 11 BJB (B)

No

5
No

Kriteria Penilaian
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
63
55
60
63
73
70
70
70
73
70
75
85
50
50
50
60
50
50
50
50
77
80
80
90
73
80
65
80
73
80
80
80
70
70
70
80
50
65
60
60

Tabel 3. 2 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 1


Kriteria Penilaian
Nama Peserta
Koreografi Shomanship Musikalitas
B = 70
TB = 50
CB= 60
CB = 60
CB= 60
CB= 60
SMPN 11 BJB
(A)
CB = 60
63
55
60
B = 70
B = 70
B = 70
SB = 80
B = 70
B = 70
SMAN 4 BJB
B = 70
73
70
70
SB = 80
B = 70
B = 70
B = 70
B = 70
SB = 80
SMPN 1 BJB
B = 70
73
70
75
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
SMPN 5 BJB
TB = 50
50
50
50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
SMAN 2 BJB (B)
TB = 50
50
50
50
Nama Peserta
Kriteria Penilaian

kostum
CB= 60
B = 70
CB = 60
63
B = 70
B = 70
B = 70
70
SB = 80
LB = 90
LB = 90
85
CB = 60
CB = 60
CB = 60
60
TB = 50
TB = 50
TB = 50
50

Total
241
283
303
210
200
327
298
313
290
235

Total

241

283

303

210

200
Total

28

10

Koreografi
SB = 80
SB = 80
SMPN 3 BJB (A)
B = 70
77
B = 70
SB = 80
SMAN 2 BJB (A)
B = 70
73
B = 70
B = 70
SMPN 3 BJB (B)
SB = 80
73
B = 70
B = 70
SMAN 1 MTP
B = 70
70
TB = 50
TB = 50
SMPN 11 BJB
(B)
TB = 50
50

Shomanship Musikalitas kostum


SB = 80
SB = 80
LB = 90
SB = 80
SB = 80
LB = 90
LB = 90
80
80
90
SB = 80
B = 70
SB = 80
SB = 80
CB = 60
SB = 80
SB = 80
80
65
80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
80
80
80
B = 70
B = 70
SB = 80
B = 70
B = 70
SB = 80
SB = 80
70
70
80
CB = 60
CB = 60
CB = 60
B = 70
CB = 60
CB = 60
CB = 60
65
60
60

327

298

313

290

235

Tabel 3. 3 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 1


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

KOREOGRAFI
Kekompakkan
Ragam Gerak
Tim
Sering
(
lumayan
Ragam gerak
banyak)
yang digunakan
melakukan
tidak
terlalu
kesalahan
banyak (masih
dalam gerakan
bisa dihitung) 70 dan
sering 60
dan
sedikit
(lumayan
melakukan
banyak)
pengulangan
melakukan
gerakan
gerakan yang
tidak pas jatuh
tempo

Tingkat Kesulitan
Gerak

Sedikit
melakukan
gerakan yang
sulit
dan
60
banyak
melakukan
gerakan yang
standar

29

SMAN 4
BJB

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

SMAN 2
BJB (B)

SMPN 3
BJB (A)

Sering
Ragam gerak
Sedikit
(lumayan
yang digunakan
melakukan
banyak)
tidak
terlalu
kesalahan
melakukan
banyak (masih
dalam gerakan
gerakan yang
bisa dihitung) 70 dan
sedikit 80
sulit
dan
dan
sedikit
melakukan
sedikit
melakukan
gerakan yang
melakukan
pengulangan
pas
dengan
gerakan biasa /
gerakan
tempo
standar
Sering
Sedikit
Ragam gerak
(lumayan
melakukan
yang digunakan
banyak)
kesalahan
banyak (tidak
melakukan
dalam gerakan,
bisa dihitung)
gerakan yang
80 namun tempo 70
dan
sedikit
sulit
dan
gerakan
pas
melakukan
sedikit
dan
dengan
pengulangan
melakukan
jatuh
tempo
gerakan
gerakan biasa /
yang tepat
standar
Ragam gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50
gerakan yang
melakukan
banyak gerakan
biasa / standar
pengulangan
yang tidak pas
gerakan
jatuh tempo
Ragam gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50
gerakan yang
melakukan
banyak gerakan
biasa / standar
pengulangan
yang tidak pas
gerakan
jatuh tempo
Sering
Sedikit
Ragam gerak
(lumayan
melakukan
yang digunakan
banyak)
kesalahan
banyak (tidak
melakukan
dalam gerakan
bisa dihitung)
gerakan yang
80 dan
sedikit 80
dan
sedikit
sulit
dan
melakukan
melakukan
sedikit
gerakan yang
pengulangan
melakukan
pas
dengan
gerakan
gerakan biasa /
tempo
standar

70

70

50

50

70

30

SMAN 2
BJB (A)

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

10

SMPN 11
BJB (B)

Sering
Ragam gerak
Sedikit
(lumayan
yang digunakan
melakukan
banyak)
tidak
terlalu
kesalahan
melakukan
banyak (masih
dalam gerakan
gerakan yang
bisa dihitung) 70 dan
sedikit 80
sulit
dan
dan
sedikit
melakukan
sedikit
melakukan
gerakan yang
melakukan
pengulangan
pas
dengan
gerakan biasa /
gerakan
tempo
standar
Ragam gerak
Sedikit
Banyak
yang digunakan
melakukan
melakukan
tidak
terlalu
kesalahan
gerakan yang
banyak (masih
dalam gerakan,
sulit
dan
bisa dihitung) 70 namun tempo 70
sedikit
dan
sedikit
gerakan
pas
melakukan
melakukan
dan
dengan
gerakan biasa /
pengulangan
jatuh
tempo
standar
gerakan
yang tepat
Sering
Ragam gerak
Sedikit
(lumayan
yang digunakan
melakukan
banyak)
tidak
terlalu
kesalahan
melakukan
banyak (masih
dalam gerakan,
gerakan yang
bisa dihitung) 70 namun tempo 70
sulit
dan
dan
sedikit
gerakan
pas
sedikit
melakukan
dan
dengan
melakukan
pengulangan
jatuh
tempo
gerakan biasa /
gerakan
yang tepat
standar
Ragam gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50
gerakan yang
melakukan
banyak gerakan
biasa / standar
pengulangan
yang tidak pas
gerakan
jatuh tempo

70

80

70

50

Tabel 3. 4 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 1


NO

NAMA
PESERTA
SMPN 11 BJB
(A)

SHOWMANSHIP
Entertaiment Audience
Expresi
Satu orang dalam satu
Sedikit penonton yang
grup tidak menunjukan
memperhatikan
dan 50 expresi nya dan expresi 60
sedikit juga tepuk tangan
member yang lain tidak
sesuai dengan lagu

31

SMAN 4 BJB

SMPN 1 BJB

SMPN 5 BJB

SMAN 2 BJB
(B)

SMPN 3 BJB
(A)

SMAN 2 BJB
(A)

SMPN 3 BJB
(B)

SMAN 1 MTP

Satu orang dalam satu


Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi
nya
namun
memperhatikan
dan 70
70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain
sedikit
sesuai
tangan
dengan lagu
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi
nya
namun
memperhatikan
dan 70
70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain
sedikit
sesuai
tangan
dengan lagu
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50
50
dan
tidak
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan expresi
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50
dan
tidak
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan expresi
Berhasil menarik banyak
perhatian
penonton
Semua member (dalam
hingga menjadi pusat
satu grup) menggunakan
perhatian
dan 80
banyak expresi namun
menimbulkan lumayan
tidak sesuai dengan lagu
banyak reaksi penonton
(tepung tangan)
Berhasil menarik banyak
perhatian
penonton
Semua member (dalam
hingga menjadi pusat
satu grup) menggunakan
perhatian
dan 80
banyak expresi namun
menimbulkan lumayan
tidak sesuai dengan lagu
banyak reaksi penonton
(tepung tangan)
Berhasil menarik banyak
perhatian
penonton
Semua member (dalam
hingga menjadi pusat
satu grup) menggunakan
perhatian
dan 80
banyak expresi namun
menimbulkan lumayan
tidak sesuai dengan lagu
banyak reaksi penonton
(tepung tangan)
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi
nya
namun
memperhatikan
dan 70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain
sedikit
sesuai
tangan
dengan lagu

50

80

80

80

70

32

10

SMPN 11 BJB
(B)

Satu orang dalam satu


Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi
nya
namun
60
70
memperhatikan
dan
expresi member yang
sedikit tepuk tangan
lain
sedikit
sesuai
dengan lagu

Tabel 3. 5 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 1


MUSIKALITAS
Pemilihan Sambungan
Pemilihan Lagu
Lagu
Banyak lagu yang tidak
Lagu tidak mengandung
sesuai
dalam
tema dan lagu sedikit
penempatan sambungan
60
60
tidak sesuai dengan
lagu
namun
sesuai
gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
Lagu tidak mengandung
sambungan lagu dan
tema namun lagu sesuai 70
70
sedikit tidak sesuai
dengan gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya
Sedikit tidak sesuai
Lagu tidak mengandung
dalam
penempatan
tema namun lagu sesuai 70 sambungan lagu namun 80
dengan gerakan
sesuai
dengan
sambungan lagu lainnya
Lagu tidak mengandung
Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50
50
sambungan lagu lainnya
sesuai dengan gerakan

NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11 BJB
(A)

SMAN 4 BJB

SMPN 1 BJB

SMPN 5 BJB

SMAN 2 BJB
(B)

Lagu tidak mengandung


Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50
50
sambungan lagu lainnya
sesuai dengan gerakan

SMPN 3 BJB
(A)

Lagu yang dipilih atau


Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang 80 sambungan lagu namun 80
dipilih sedikit melenceng
sesuai
dengan
dengan gerakan dance
sambungan lagu lainnya

SMAN 2 BJB
(A)

Lagu tidak mengandung 70 Banyak lagu yang tidak 60


tema namun lagu sesuai
sesuai
dalam
dengan gerakan
penempatan sambungan
lagu
namun
sesuai
dengan sambungan lagu

33

lainnya

SMPN 3 BJB
(B)

SMAN 1 MTP

10

SMPN 11 BJB
(B)

Lagu yang dipilih atau


Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang 80 sambungan lagu namun 80
dipilih sedikit melenceng
sesuai
dengan
dengan gerakan dance
sambungan lagu lainnya
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
Lagu tidak mengandung
sambungan lagu dan
tema namun lagu sesuai 70
70
sedikit tidak sesuai
dengan gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya
Banyak lagu yang tidak
Lagu tidak mengandung
sesuai
dalam
tema dan lagu sedikit
penempatan sambungan
60
60
tidak sesuai dengan
lagu
namun
sesuai
gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya

Tabel 3. 6 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 1


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11 BJB
(A)

SMAN 4 BJB

Kostum

KOSTUM
Tema Kostum

Kostum terlihat
Tema
biasa
saja
sedikit
60
namun kompak
sidikit
satu sama lain
jelas

Kostum terlihat 70 Tema


bagus namun
sedikit
tidak bertema
sidikit
tetapi kompak
jelas
satu
dengan
yang laian

Aksesoris
Aksesoris yang
digunakan hanya
sedikit
dan
kostum
warna
sangat
dan
serasi
dengan
70
60
tidak
kostum
/
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik
kostum 70 Aksesoris yang 70
dan
digunakan hanya
tidak
sedikit namun
warna
sangat
serasi
dengan
kostum
/
pakaian
dan
aksesoris yang

34

digunakan
sangat menarik

SMPN 1 BJB

SMPN 5 BJB

SMAN 2 BJB
(B)

SMPN 3 BJB
(A)

Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan tidak
mempunyai ciri
berlebihan dan
khas tersendiri /
Tema kostum
warna
sangat
tema
namun
sangat bagus
serasi
dengan
warna kostum 80
90
dan
terlihat
kostum
/
yang digunakan
jelas
pakaian
dan
sedikit
tidak
aksesoris yang
serasi
satu
digunakan
dengan
yang
sangat menarik
lain
Aksesoris yang
digunakan hanya
sedikit
dan
Kostum terlihat
warna
sangat
Tema kostum
biasa
saja
serasi
dengan
60 sedikit tidak 60
namun kompak
kostum
/
nyambung
satu sama lain
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik
Kostum terlihat
Tema kostum
biasa saja dan
Tidak
tidak
warna nya tidak 50
50 menggunakan
nyambung
serasi
satu
aksesoris
sama sekali
sama lain
Kostum terlihat
unik,
Aksesoris yang
mempunyai ciri
digunakan tidak
khas tersendiri /
berlebihan dan
tema dan warna
Tema kostum
warna
sangat
kostum
yang
sangat bagus
serasi
dengan
90
90
digunakan
dan
terlihat
kostum
/
sangat
serasi
jelas
pakaian
dan
satu
dengan
aksesoris yang
yang
lain
digunakan
( indah dan
sangat menarik
kompak)

90

60

50

90

35

SMAN 2 BJB
(A)

SMPN 3 BJB
(B)

SMAN 1 MTP

10

SMPN 11 BJB
(B)

Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan tidak
mempunyai ciri
berlebihan dan
khas tersendiri /
Tema kostum
warna
sangat
tema
namun
sangat bagus
serasi
dengan
warna kostum 80 namun sedikit 80
kostum
/
yang digunakan
tidak terlihat
pakaian namun
sedikit
tidak
jelas
aksesoris yang
serasi
satu
digunakan
dengan
yang
kurang menarik
lain
Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan tidak
mempunyai ciri
berlebihan dan
khas tersendiri /
Tema kostum
warna
sangat
tema
namun
sangat bagus
serasi
dengan
warna kostum 80 namun sedikit 80
kostum
/
yang digunakan
tidak terlihat
pakaian namun
sedikit
tidak
jelas
aksesoris yang
serasi
satu
digunakan
dengan
yang
kurang menarik
lain
Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan tidak
mempunyai ciri
berlebihan dan
khas tersendiri /
Tema kostum
warna
sangat
tema
namun
sangat bagus
serasi
dengan
warna kostum 80 namun sedikit 80
kostum
/
yang digunakan
tidak terlihat
pakaian namun
sedikit
tidak
jelas
aksesoris yang
serasi
satu
digunakan
dengan
yang
kurang menarik
lain
Aksesoris yang
digunakan hanya
sedikit
dan
Kostum terlihat
warna
sangat
Tema kostum
biasa
saja
serasi
dengan
60 sedikit tidak 60
namun kompak
kostum
/
nyambung
satu sama lain
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik

80

80

80

60

36

Tabel 3. 7 Tabel Penilaian Juri 2


No

Nama Peserta

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 11 BJB (A)


SMAN 4 BJB
SMPN 1 BJB
SMPN 5 BJB
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 3 BJB (A)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 3 BJB (B)
SMAN 1 MTP
SMPN 11 BJB (B)

Kriteria Penilaian
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
50
55
55
50
60
65
60
60
70
75
80
73
50
50
50
53
50
50
50
63
83
80
80
80
80
70
80
83
77
70
80
80
70
70
75
67
53
55
55
60

Total
210
245
298
203
213
323
313
307
282
223

Tabel 3. 8 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 2


No

Nama Peserta

SMPN 11 BJB (A)

SMAN 4 BJB

SMPN 1 BJB

SMPN 5 BJB

SMAN 2 BJB (B)

SMPN 3 BJB (A)

SMAN 2 BJB (A)

Kriteria Penilaian
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
TB = 50
CB = 60
CB = 60
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
50
55
55
50
CB = 60
CB = 60
CB = 60
CB = 60
CB = 60
B = 70
CB = 60
CB = 60
CB = 60
CB = 60
60
65
60
60
B = 70
SB = 80
SB = 80
SB = 80
B = 70
B = 70
SB = 80
B = 70
B = 70
B = 70
70
75
80
73
TB = 50
TB = 50
TB = 50
CB = 60
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
50
50
50
53
TB = 50
TB = 50
TB = 50
B = 70
TB = 50
TB = 50
TB = 50
CB = 60
TB = 50
CB = 60
50
50
50
63
LB = 90
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
SB = 80
83
80
80
80
SB = 80
B = 70
B = 70
SB = 80

Total

210

245

298

203

213

323

37

SB = 80
SB = 80

B = 70
80

SB = 80
SB = 80
B = 70

SMPN 3 BJB (B)

70
B = 70
B = 70

77
9

B = 70
B = 70
B = 70

SMAN 1 MTP

B = 70
B = 70

SMPN 11 BJB (B)

TB = 50
CB = 60
TB = 50

80
SB = 80
B = 70

70
TB = 50
CB = 60

53

80
SB = 80
SB = 80

70

70
10

CB = 60

75
CB = 60
TB = 50

55

55

SB = 80
LB = 90
83
SB = 80
SB = 80
SB = 80
80
B = 70
CB = 60
B = 70
67
CB = 60
CB = 60
CB = 60
60

313

307

282

223

Tabel 3. 9 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 2


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

KOREOGRAFI
Ragam Gerak

Kekompakkan Tim

Tingkat
Kesulitan Gerak

Ragam
gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50 gerakan yang 50
melakukan
banyak gerakan
biasa
/
pengulangan
yang tidak pas
standar
gerakan
jatuh tempo
Sering
(
lumayan
Ragam
gerak
banyak)
yang digunakan
melakukan
tidak
terlalu
kesalahan dalam
Sedikit
banyak
(masih
gerakan
dan
melakukan
bisa dihitung) dan 60
60
60
sering (lumayan
gerakan yang
banyak
banyak)
sulit
dan
melakukan
melakukan
banyak
pengulangan
gerakan
yang
melakukan
gerakan
tidak pas jatuh
gerakan yang
tempo
standar

38

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

SMAN 2
BJB (B)

Ragam
gerak
yang digunakan
tidak
terlalu
banyak
(masih
70
bisa dihitung) dan
sedikit melakukan
pengulangan
gerakan
Ragam
gerak
yang digunakan
sedikit
dan
banyak
50
melakukan
pengulangan
gerakan
Ragam
gerak
yang digunakan
sedikit
dan
banyak
50
melakukan
pengulangan
gerakan

SMPN 3
BJB (A)

Ragam
gerak
yang digunakan
banyak (tidak bisa
dihitung)
dan
90
tidak
ada
melakukan
pengulangan
gerakan

SMAN 2
BJB (A)

Ragam
gerak
yang digunakan
banyak (tidak bisa
dihitung)
dan 80
sedikit melakukan
pengulangan
gerakan

Sering
(lumayan
Sedikit
banyak)
melakukan
melakukan
kesalahan dalam
gerakan yang
gerakan
dan 70 sulit
dan 70
sedikit
sedikit
melakukan
melakukan
gerakan
yang
gerakan
pas
dengan
biasa
/
tempo
standar
Banyak
melakukan
hanya
kesalahan
melakukan
gerakan
dan 50 gerakan yang 50
banyak gerakan
biasa
/
yang tidak pas
standar
jatuh tempo
Banyak
melakukan
hanya
kesalahan
melakukan
gerakan
dan 50 gerakan yang 50
banyak gerakan
biasa
/
yang tidak pas
standar
jatuh tempo
Banyak
Sedikit
melakukan
melakukan
gerakan yang
kesalahan dalam
sulit
dan
gerakan, namun
80 sedikit
80
tempo gerakan
melakukan
pas dan dengan
gerakan
jatuh
tempo
biasa
/
yang tepat
standar
Banyak
Sedikit
melakukan
melakukan
gerakan yang
kesalahan dalam
sulit
dan
gerakan, namun
80 sedikit
80
tempo gerakan
melakukan
pas dan dengan
gerakan
jatuh
tempo
biasa
/
yang tepat
standar

39

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

10

SMPN 11
BJB (B)

Sering
(lumayan
Sedikit
Ragam
gerak
banyak)
melakukan
yang digunakan
melakukan
kesalahan dalam
banyak (tidak bisa
gerakan yang
gerakan, namun
dihitung)
dan 80
80 sulit
dan 70
tempo gerakan
sedikit melakukan
sedikit
pas dan dengan
pengulangan
melakukan
jatuh
tempo
gerakan
gerakan
yang tepat
biasa
/
standar
Sering
(lumayan
Ragam
gerak
Sedikit
banyak)
yang digunakan
melakukan
melakukan
tidak
terlalu
kesalahan dalam
gerakan yang
banyak
(masih
70 gerakan
dan 70 sulit
dan 70
bisa dihitung) dan
sedikit
sedikit
sedikit melakukan
melakukan
melakukan
pengulangan
gerakan
yang
gerakan
gerakan
pas
dengan
biasa
/
tempo
standar
Sering
(
lumayan
banyak)
Ragam
gerak
melakukan
yang digunakan
hanya
kesalahan dalam
sedikit
dan
melakukan
gerakan
dan
banyak
50
60 gerakan yang 50
sering (lumayan
melakukan
biasa
/
banyak)
pengulangan
standar
melakukan
gerakan
gerakan
yang
tidak pas jatuh
tempo

Tabel 3. 10 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 2


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SHOWMANSHIP
Entertaiment Audience
Expresi
Wajah semua member
Lumayan
banyak
dalam satu grup datar
penonton
yang 60 dan
tidak 50
memperhatikan
dan
memperlihatkan
sedikit tepuk tangan
expresi

40

SMAN 4
BJB

SMPN 1 BJB

SMPN 5 BJB

SMAN 2
BJB (B)

SMPN 3 BJB
(A)

SMAN 2
BJB (A)

SMPN 3 BJB
(B)

SMAN 1
MTP

Satu orang dalam satu


Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
60
memperhatikan
dan
expresi member yang
sedikit tepuk tangan
lain sedikit sesuai
dengan lagu
Berhasil menarik banyak
Satu orang dalam satu
perhatian
penonton
grup tidak menunjukan
hingga menjadi pusat
expresi nya namun
perhatian
dan 80
expresi member yang
menimbulkan lumayan
lain sedikit sesuai
banyak reaksi penonton
dengan lagu
(tepung tangan)
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50 dan
tidak
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan
expresi
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50 dan
tidak
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan
expresi
Berhasil menarik banyak
perhatian
penonton
Semua member (dalam
hingga menjadi pusat
satu
grup)
perhatian
dan 80 menggunakan banyak
menimbulkan lumayan
expresi namun tidak
banyak reaksi penonton
sesuai dengan lagu
(tepung tangan)
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain sedikit sesuai
tangan
dengan lagu
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain sedikit sesuai
tangan
dengan lagu
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain sedikit sesuai
tangan
dengan lagu

70

70

50

50

80

70

70

70

41

10

SMPN 11
BJB (B)

Satu orang dalam satu


Sedikit penonton yang
grup tidak menunjukan
memperhatikan
dan 50 expresi nya dan expresi 60
sedikit juga tepuk tangan
member yang lain tidak
sesuai dengan lagu

Tabel 3. 11 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 2


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

SMAN 2
BJB (B)

SMPN 3
BJB (A)

SMAN 2
BJB (A)

MUSIKALITAS
Pemilihan Sambungan
Pemilihan Lagu
Lagu
Lagu tidak mengandung
tema dan lagu sedikit
Tidak sesuai dengan
60
50
tidak sesuai dengan
sambungan lagu lainnya
gerakan
Banyak lagu yang tidak
Lagu tidak mengandung
sesuai
dalam
tema dan lagu sedikit
penempatan sambungan
60
60
tidak sesuai dengan
lagu
namun
sesuai
gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya
Lagu yang dipilih atau
Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang
80 sambungan lagu namun 80
dipilih
sedikit
sesuai
dengan
melenceng
dengan
sambungan lagu lainnya
gerakan dance
Lagu tidak mengandung
Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50
50
sambungan lagu lainnya
sesuai dengan gerakan
Lagu tidak mengandung
Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50
50
sambungan lagu lainnya
sesuai dengan gerakan
Lagu yang dipilih atau
Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang
80 sambungan lagu namun 80
dipilih
sedikit
sesuai
dengan
melenceng
dengan
sambungan lagu lainnya
gerakan dance
Banyak lagu yang tidak
sesuai
dalam
Lagu tidak mengandung
penempatan sambungan
tema namun lagu sesuai 70
60
lagu
namun
sesuai
dengan gerakan
dengan sambungan lagu
lainnya

42

10

SMPN 3
BJB (B)

Lagu yang dipilih atau


Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang
80 sambungan lagu namun 80
dipilih
sedikit
sesuai
dengan
melenceng
dengan
sambungan lagu lainnya
gerakan dance

SMAN 1
MTP

Lagu yang dipilih atau


Sedikit tidak sesuai
digunakan mengandung
dalam
penempatan
tema dan lagu yang
sambungan lagu dan
80
70
dipilih
sedikit
sedikit tidak sesuai
melenceng
dengan
dengan sambungan lagu
gerakan dance
lainnya

SMPN 11
BJB (B)

Lagu tidak mengandung


tema dan lagu sedikit
Tidak sesuai dengan
60
50
tidak sesuai dengan
sambungan lagu lainnya
gerakan

Tabel 3. 12 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 2


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

KOSTUM
Kostum
Tema Kostum
Aksesoris
Kostum terlihat
Tema kostum
biasa saja dan
Tidak
tidak
warna nya tidak 50
50 menggunakan 50
nyambung
serasi satu sama
aksesoris
sama sekali
lain
Aksesoris
yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
Kostum terlihat
Tema kostum
sangat serasi
biasa saja namun
60 sedikit
tidak 60 dengan
60
kompak
satu
nyambung
kostum
/
sama lain
pakaian
namun
aksesoris yang
digunakan
kurag menarik

43

SMPN 1
BJB

Kostum terlihat
unik, mempunyai
ciri
khas
tersendiri / tema
namun
warna 80
kostum
yang
digunakan sedikit
tidak serasi satu
dengan yang lain

SMPN 5
BJB

Kostum terlihat
biasa saja namun
60
kompak
satu
sama lain

SMAN 2
BJB (B)

Kostum terlihat
bagus
namun
tidak
bertema
70
tetapi
kompak
satu dengan yang
laian

SMPN 3
BJB (A)

Kostum terlihat
unik, mempunyai
ciri
khas
tersendiri / tema
namun
warna 80
kostum
yang
digunakan sedikit
tidak serasi satu
dengan yang lain

Aksesoris
yang
digunakan
hanya sedikit
namun warna
Tema kostum
sangat serasi
sedikit
dan
70 dengan
70
sidikit
tidak
kostum
/
jelas
pakaian dan
aksesoris yang
digunakan
sangat
menarik
Tema kostum
Tidak
tidak
50 menggunakan 50
nyambung
aksesoris
sama sekali
Aksesoris
yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
sangat serasi
Tema kostum
dengan
sedikit
tidak 60
60
kostum
/
nyambung
pakaian
namun
aksesoris yang
digunakan
kurang
menarik
Aksesoris
yang
digunakan
tidak
berlebihan
Tema kostum
dan
warna
sangat bagus
sangat serasi
namun sedikit 80 dengan
80
tidak
terlihat
kostum
/
jelas
pakaian
namun
aksesoris yang
digunakan
kurang
menarik

44

SMAN 2
BJB (A)

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

Aksesoris
yang
digunakan
Kostum terlihat
tidak
unik, mempunyai
berlebihan
ciri
khas
Tema kostum
dan
warna
tersendiri / tema
sangat bagus
sangat serasi
namun
warna 80 namun sedikit 80
90
dengan
kostum
yang
tidak
terlihat
kostum
/
digunakan sedikit
jelas
pakaian dan
tidak serasi satu
aksesoris yang
dengan yang lain
digunakan
sangat
menarik
Aksesoris
yang
digunakan
Kostum terlihat
tidak
unik, mempunyai
berlebihan
ciri
khas
Tema kostum
dan
warna
tersendiri / tema
sangat bagus
sangat serasi
namun
warna 80 namun sedikit 80 dengan
80
kostum
yang
tidak
terlihat
kostum
/
digunakan sedikit
jelas
pakaian
tidak serasi satu
namun
dengan yang lain
aksesoris yang
digunakan
kurang
menarik
Aksesoris
yang
digunakan
hanya sedikit
Kostum terlihat
namun warna
bagus
namun
Tema kostum
sangat serasi
tidak
bertema
70 sedikit
tidak 60 dengan
70
tetapi
kompak
nyambung
kostum
/
satu dengan yang
pakaian dan
laian
aksesoris yang
digunakan
sangat
menarik

45

10

SMPN 11
BJB (B)

Aksesoris
yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
Kostum terlihat
sangat serasi
Tema kostum
biasa saja namun
dengan
60 sedikit
tidak 60
60
kompak
satu
kostum
/
nyambung
sama lain
pakaian
namun
aksesoris yang
digunakan
kurang
menarik
Tabel 3. 13 Tabel Penilaian Juri 3

No

Nama Peserta

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 11 BJB (A)


SMAN 4 BJB
SMPN 1 BJB
SMPN 5 BJB
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 3 BJB (A)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 3 BJB (B)
SMAN 1 MTP
SMPN 11 BJB (B)

Kriteria Penilaian
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
50
50
50
50
70
60
60
63
77
75
75
73
50
50
50
53
60
55
60
60
80
85
85
90
77
70
70
73
80
80
80
80
70
70
70
63
57
60
50
60

Total
200
253
300
203
235
340
290
320
273
227

Tabel 3. 14 Tabel Nilai Sub Kriteria Juri 3


No

2
3

Nama
Peserta
SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB
SMPN 1

Kriteria Penilaian
Shomanship Musikalitas
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50

Koreografi
kostum
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
TB = 50
50
50
50
50
B = 70
CB = 60
CB = 60
B = 70
B = 70
CB = 60
CB = 60
CB = 60
B = 70
CB = 60
70
60
60
63
SB = 80
SB = 80
B = 70
SB = 80

Total

200

253

46

BJB

B = 70
SB = 80

B = 70
77

SMPN 5
BJB

TB = 50
TB = 50
TB = 50

75
TB = 50
TB = 50

50
5

SMAN 2
BJB (B)

CB = 60
CB = 60
CB = 60

SMPN 3
BJB (A)

SMAN 2
BJB (A)

SB = 80
B = 70
SB = 80

SMPN 3
BJB (B)

SB = 80
SB = 80
SB = 80

SMAN 1
MTP

CB = 60
B = 70
SB = 80

SMPN 11
BJB (B)

SB = 80
SB = 80

B = 70
B = 70

B = 70
TB = 50
TB = 50

B = 70
B = 70

TB = 50
B = 70
57

235

90

340

73

290

80

320

63

273

60

227

CB = 60
CB = 60
B = 70
70

TB = 50
TB = 50
60

60

SB = 80
SB = 80
SB = 80
80

70

203

SB = 80
B = 70
B = 70
70

80

70
10

B = 70
B = 70

SB = 80
SB = 80

53

LB= 90
LB= 90
LB= 90
85

70

80
9

SB = 80
LB = 90

B = 70
B = 70

300

CB = 60
CB = 60
CB = 60
60

85

77
8

CB = 60
CB = 60

SB = 80
LB = 90

73
TB = 50
TB = 50
CB = 60

50

55

80
7

TB = 50
TB = 50

TB = 50
CB = 60

SB = 80
SB = 80
SB = 80

B = 70
B = 70
75

50

60
6

SB = 80

CB = 60
CB = 60
CB = 60
50

Tabel 3. 15 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Koreografi Juri 3

47

NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

SMAN 2
BJB (B)

KOREOGRAFI
Ragam Gerak

Kekompakkan Tim

Tingkat
Kesulitan Gerak

Ragam
gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50 gerakan yang
melakukan
banyak gerakan
biasa
/
pengulangan
yang tidak pas
standar
gerakan
jatuh tempo
Sering
Ragam
gerak
Sedikit
(lumayan
yang digunakan
melakukan
banyak)
tidak
terlalu
kesalahan dalam
melakukan
banyak (masih
gerakan
dan
gerakan yang
bisa
dihitung) 70 sedikit
70 sulit
dan
dan
sedikit
melakukan
sedikit
melakukan
gerakan
yang
melakukan
pengulangan
pas
dengan
gerakan
gerakan
tempo
biasa
/
standar
Sedikit
Banyak
Ragam
gerak
melakukan
melakukan
yang digunakan
kesalahan dalam
gerakan yang
banyak
(tidak
gerakan
dan
sulit
dan
bisa
dihitung)
80 sedikit
70 sedikit
dan
sedikit
melakukan
melakukan
melakukan
gerakan
yang
gerakan
pengulangan
pas
dengan
biasa
/
gerakan
tempo
standar
Ragam
gerak
Banyak
yang digunakan
melakukan
hanya
sedikit
dan
kesalahan
melakukan
banyak
50 gerakan
dan 50 gerakan yang
melakukan
banyak gerakan
biasa
/
pengulangan
yang tidak pas
standar
gerakan
jatuh tempo
Ragam
gerak 60 Sering
60 Sedikit
yang digunakan
(
lumayan
melakukan
tidak
terlalu
banyak)
gerakan yang
banyak (masih
melakukan
sulit
dan
bisa
dihitung)
kesalahan dalam
banyak
dan
banyak
gerakan
dan
melakukan
melakukan
sering (lumayan
gerakan yang
pengulangan
banyak)
standar
gerakan
melakukan
gerakan
yang
tidak pas jatuh

50

70

80

50

60

48

tempo

SMPN 3
BJB (A)

SMAN 2
BJB (A)

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

10

SMPN 11
BJB (B)

Banyak
Ragam
gerak
Sedikit
melakukan
yang digunakan
melakukan
gerakan yang
banyak
(tidak
kesalahan dalam
sulit
dan
bisa
dihitung)
gerakan, namun
80
80 sedikit
dan
sedikit
tempo gerakan
melakukan
melakukan
pas dan dengan
gerakan
pengulangan
jatuh
tempo
biasa
/
gerakan
yang tepat
standar
Sedikit
Banyak
Ragam
gerak
melakukan
melakukan
yang digunakan
kesalahan dalam
gerakan yang
banyak
(tidak
gerakan
dan
sulit
dan
bisa
dihitung)
80 sedikit
70 sedikit
dan
sedikit
melakukan
melakukan
melakukan
gerakan
yang
gerakan
pengulangan
pas
dengan
biasa
/
gerakan
tempo
standar
Banyak
Ragam
gerak
Sedikit
melakukan
yang digunakan
melakukan
gerakan yang
banyak
(tidak
kesalahan dalam
sulit
dan
bisa
dihitung)
gerakan, namun
80
80 sedikit
dan
sedikit
tempo gerakan
melakukan
melakukan
pas dan dengan
gerakan
pengulangan
jatuh
tempo
biasa
/
gerakan
yang tepat
standar
Ragam
gerak
Sedikit
Banyak
yang digunakan
melakukan
melakukan
tidak
terlalu
kesalahan dalam
gerakan yang
banyak (masih
gerakan
dan
sulit
dan
bisa
dihitung) 60 sedikit
70 sedikit
dan
banyak
melakukan
melakukan
melakukan
gerakan
yang
gerakan
pengulangan
pas
dengan
biasa
/
gerakan
tempo
standar
Ragam
gerak
yang digunakan
Banyak
tidak
terlalu
melakukan
hanya
banyak (masih
kesalahan
melakukan
bisa
dihitung) 70 gerakan
dan 50 gerakan yang
dan
sedikit
banyak gerakan
biasa
/
melakukan
yang tidak pas
standar
pengulangan
jatuh tempo
gerakan

80

80

80

80

50

49

Tabel 3. 16 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Showmanship Juri 3


NO

NAMA
PESERTA
SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

SMAN 2
BJB (B)

SMPN 3
BJB (A)

SMAN 2
BJB (A)

SHOWMANSHIP
Entertaiment Audience
Expresi
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50 dan
tidak 50
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan
expresi
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
60 expresi nya dan expresi 60
memperhatikan
dan
member yang lain tidak
sedikit tepuk tangan
sesuai dengan lagu
Berhasil menarik banyak
Satu orang dalam satu
perhatian
penonton
grup tidak menunjukan
hingga menjadi pusat
expresi nya namun
perhatian
dan 80
70
expresi member yang
menimbulkan lumayan
lain sedikit sesuai
banyak reaksi penonton
dengan lagu
(tepung tangan)
Wajah semua member
Sedikit penonton yang
dalam satu grup datar
memperhatikan
dan 50 dan
tidak 50
sedikit juga tepuk tangan
memperlihatkan
expresi
Satu orang dalam satu
Sedikit penonton yang
grup tidak menunjukan
memperhatikan
dan 50 expresi nya dan expresi 60
sedikit juga tepuk tangan
member yang lain tidak
sesuai dengan lagu
Semua member (dalam
Berhasil menarik banyak
satu
grup)
perhatian
penonton
menggunakan banyak
hingga menjadi pusat
expresi dalam setiap
perhatian
dan 80
90
gerakan dan sesuai
menimbulkan lumayan
dengan gerakan dan
banyak reaksi penonton
dengan
lagu
yang
(tepung tangan)
dipakai
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 70
70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain sedikit sesuai
tangan
dengan lagu

50

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

10

SMPN 11
BJB (B)

Berhasil menarik banyak


perhatian
penonton
Semua member (dalam
hingga menjadi pusat
satu
grup)
perhatian
dan 80 menggunakan banyak 80
menimbulkan lumayan
expresi namun tidak
banyak reaksi penonton
sesuai dengan lagu
(tepung tangan)
Satu orang dalam satu
Lumayan
banyak
grup tidak menunjukan
penonton
yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 70
70
expresi member yang
lumayan banyak tepuk
lain sedikit sesuai
tangan
dengan lagu
Satu orang dalam satu
grup tidak menunjukan
Sedikit penonton yang
expresi nya namun
memperhatikan
dan 50
70
expresi member yang
sedikit juga tepuk tangan
lain sedikit sesuai
dengan lagu

Tabel 3. 17 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Musikalitas Juri 3


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

SMAN 4
BJB

SMPN 1
BJB

SMPN 5
BJB

MUSIKALITAS
Pemilihan Sambungan
Pemilihan Lagu
Lagu
Lagu tidak mengandung
Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50 sambungan
lagu 50
sesuai dengan gerakan
lainnya
Banyak lagu yang tidak
sesuai
dalam
Lagu tidak mengandung
penempatan
tema dan lagu sedikit
60 sambungan lagu namun 60
tidak sesuai dengan
sesuai
dengan
gerakan
sambungan
lagu
lainnya
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
Lagu tidak mengandung
sambungan lagu namun
tema namun lagu sesuai 70
80
sesuai
dengan
dengan gerakan
sambungan
lagu
lainnya
Lagu tidak mengandung
Tidak sesuai dengan
tema dan lagu tidak 50 sambungan
lagu 50
sesuai dengan gerakan
lainnya

51

SMAN 2
BJB (B)

Lagu tidak mengandung


tema dan lagu sedikit
60
tidak sesuai dengan
gerakan

SMPN 3
BJB (A)

Lagu yang dipilih atau


digunakan mengandung
tema dan lagu yang
80
dipilih
sedikit
melenceng
dengan
gerakan dance

SMAN 2
BJB (A)

Lagu tidak mengandung


tema namun lagu sesuai 70
dengan gerakan

SMPN 3
BJB (B)

Lagu yang dipilih atau


digunakan mengandung
tema dan lagu yang
80
dipilih
sedikit
melenceng
dengan
gerakan dance

SMAN 1
MTP

Lagu tidak mengandung


tema namun lagu sesuai 70
dengan gerakan

10

SMPN 11
BJB (B)

Lagu tidak mengandung


tema dan lagu tidak 50
sesuai dengan gerakan

Banyak lagu yang tidak


sesuai
dalam
penempatan
sambungan lagu namun
sesuai
dengan
sambungan
lagu
lainnya
Lagu-lagu yang dipakai
tidak
mengandung
unsur
paksaan,
sambungan lagu sesuai
dengan
sambungan
lagu lainnya dan tepat
dalam
penempatan
sambungan lagu
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
sambungan lagu dan
sedikit tidak sesuai
dengan
sambungan
lagu lainnya
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
sambungan lagu namun
sesuai
dengan
sambungan
lagu
lainnya
Sedikit tidak sesuai
dalam
penempatan
sambungan lagu dan
sedikit tidak sesuai
dengan
sambungan
lagu lainnya
Tidak sesuai dengan
sambungan
lagu
lainnya

60

90

70

80

70

50

Tabel 3. 18 Tabel Nilai Alternatif Kriteria Kostum Juri 3


NO

NAMA
PESERTA

SMPN 11
BJB (A)

KOSTUM
Tema Kostum

Kostum
Aksesoris
Kostum terlihat
Tema kostum
biasa saja dan
Tidak
tidak
warna nya tidak 50
50 menggunakan
nyambung
serasi
satu
aksesoris
sama sekali
sama lain

50

52

SMAN 4
BJB

Kostum terlihat
bagus namun
Tema kostum
tidak bertema
70 sedikit tidak 60
tetapi kompak
nyambung
satu
dengan
yang laian

SMPN 1
BJB

Kostum terlihat
unik,
mempunyai ciri
khas tersendiri /
Tema kostum
tema
namun
sedikit
dan
warna kostum 80
70
sidikit tidak
yang digunakan
jelas
sedikit
tidak
serasi
satu
dengan
yang
lain

SMPN 5
BJB

Kostum terlihat
Tema kostum
biasa saja dan
tidak
warna nya tidak 50
50
nyambung
serasi
satu
sama sekali
sama lain

SMAN 2
BJB (B)

Kostum terlihat
Tema kostum
biasa
saja
60 sedikit tidak 60
namun kompak
nyambung
satu sama lain

Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
sangat
serasi
dengan
kostum
/
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik
Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
namun warna
sangat
serasi
dengan
kostum
/
pakaian
dan
aksesoris yang
digunakan
sangat menarik
Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
sangat
serasi
dengan
kostum
/
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik
Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
sangat
serasi
dengan
kostum
/
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik

60

70

60

60

53

SMPN 3
BJB (A)

SMAN 2
BJB (A)

SMPN 3
BJB (B)

SMAN 1
MTP

Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan
mempunyai ciri
tidak
khas tersendiri /
berlebihan dan
tema dan warna
Tema kostum
warna sangat
kostum
yang
sangat bagus
90
90 serasi dengan 90
digunakan
dan
terlihat
kostum
/
sangat
serasi
jelas
pakaian
dan
satu
dengan
aksesoris yang
yang
lain
digunakan
( indah dan
sangat menarik
kompak)
Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan
mempunyai ciri
hanya sedikit
khas tersendiri /
namun warna
Tema kostum
tema
namun
sangat
serasi
sedikit
dan
warna kostum 80
70 dengan
70
sidikit tidak
yang digunakan
kostum
/
jelas
sedikit
tidak
pakaian
dan
serasi
satu
aksesoris yang
dengan
yang
digunakan
lain
sangat menarik
Kostum terlihat
Aksesoris yang
unik,
digunakan
mempunyai ciri
tidak
khas tersendiri /
Tema kostum
berlebihan dan
tema
namun
sangat bagus
warna sangat
warna kostum 80 namun sedikit 80 serasi dengan 80
yang digunakan
tidak terlihat
kostum
/
sedikit
tidak
jelas
pakaian namun
serasi
satu
aksesoris yang
dengan
yang
digunakan
lain
kurang menarik
Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
namun warna
Kostum terlihat
Tema kostum
sangat
serasi
biasa
saja
60 sedikit tidak 60 dengan
70
namun kompak
nyambung
kostum
/
satu sama lain
pakaian
dan
aksesoris yang
digunakan
sangat menarik

54

SMPN 11
BJB (B)

10

Aksesoris yang
digunakan
hanya sedikit
dan
warna
Kostum terlihat
Tema kostum
sangat
serasi
biasa
saja
60 sedikit tidak 60 dengan
60
namun kompak
nyambung
kostum
/
satu sama lain
pakaian namun
aksesoris yang
digunakan
kurang menarik

Keterangan : TB = Tidak Baik


CB = Cukup Baik
B = Baik
SB = Sangat Baik
LB = Luar Biasa
Tabel 3. 19 Tabel Total Nilai
No

Nama Peserta

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 11 BJB (A)


SMAN 4 BJB
SMPN 1 BJB
SMPN 5 BJB
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 3 BJB (A)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 3 BJB (B)
SMAN 1 MTP
SMPN 11 BJB (B)

Kriteria Penilaian
Juri 1
Juri 2
Juri 3
241
210
200
288
245
253
303
298
300
210
203
203
200
213
235
327
323
340
298
313
290
313
307
320
290
282
273
235
223
227

Total
651
786
901
616
648
990
901
940
845
685

Dari total nilai yang dijumlahkan peserta yang unggul pertama adalah
dari sekolah SMPN 3 BJB (A), unggul kedua adalah dari sekolah SMPN 3 BJB
(B) dan unggul ketiga adalah dari sekolah SMPN 1 BJB dan sekolah SMAN 2
BJB (A) karena ada nya persamaan total nilai. Juara yang ditentukan oleh para
juri adalah SMPN 3 BJB (A) sebagai juara pertama, juara kedua adalah dari
sekolah SMPN 3 BJB (B) dan juara ketiga adalah dari sekolah SMPN 1 BJB.

55

3.1.2 Metode Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan
narasumber untuk memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu
hal. Proses wawancara ini untuk mengumpulkan data tentang pegawai yang
bekerja sebagai marketing dan kriteria untuk menjadi marketing terbaik serta
bobot yang bisa membantu dalam penelitian ini.
Data yang diperoleh dari hasil wawancara kepada pihak sekolah yang
mengadakan acara terutama kepada pembina osis dan yang berhubungan
dengan sistem penyeleksian juara dance yaitu salah satu juri, ini berupa data
nilai dari penampilan peserta dance dan data pembobotan kriteria untuk
menentukan juara dance.
2. Studi Pustaka
Teknik ini merupakan teknik pengambilan data dengan cara membaca dan
mengambil acuan atau petunjuk untuk mengumpulkan data-data penunjang
penelitian dari buku-buku, jurnal-jurnal, dan informasi pada media internet
yang berhubungan dengan penentuan juara serta cara kerja metode yang
digunakan.

3.1.3 Jenis Data


a. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari dokumentasi,
literatur, buku, jurnal dan informasi lainnya yang ada hubungannya dengan
masalah yang sedang diteliti.
b. Data Sekunder
Data Sekunder merupakan merupakan data primer yang sudah diolah lebih
lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain.
Dalam penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan berupa data, tabel dan
diagram.

56

3.2 Perancangan Penelitian


Perancangan penelitian digambarkan dalam bentuk pemodelan visual
dengan menggunakan Unifiet Modelling Language (UML). UML merupakan
salah satu alat bantu untuk pengembangan sistem yang berorientasi objek karena
UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memungkinkan untuk
membuat cetak biru (Blue Print) visi dalam bentuk yang baku, mudah
dimengerti dan dilengkapi dengan mekanisme yang efektif untuk berbagai
rancangan.
UML adalah sekumpulan pemodelan konvensi yang digunakan untuk
menentukan atau menggambarkan sebuah sistem perangkat lunak dalam
kaitannya dengan objek. Diagram UML dibawah ini menjelaskan mulai dari
proses sistem secara keseluruhan hingga aktifitas yang terjadi pada sistem.

3.2.1 Diagram Konteks


Diagram konteks adalah diagram yang menyajikan aliran data dalam
sistem yang akan dibuat. Dengan diagram ini diharapkan akan mempermudah
pemahaman terhadap hasil analisa, sehingga apabila terjadi kesalahan dapat
diketahui sedini mungkin.
Terdapat tiga komponen utama yaitu user atau pengguna, administrator
dan sistem penunjang keputusan. Pertama-tama admin akan masuk kedalam
program untuk login, kemudian memasukkan kriteria dance dan penilaiannya,
lalu sistem penunjang keputusan akan memberikan informasi untuk hasilnya.
Begitu juga dengan user, beda nya user hanya melihat hasil informasi yang telah
ada yang diinput oleh admin.
-Input data peserta
-Input data bobot kriteria
-Input data juri
-Input data penilaian
-Input Proses SAW

ADMIN
-Laporan nilai
-Laporan hasil SAW

Gambar 3. 1 Diagram Konteks

Penerapan
Metode SAW
Dalam
Menentukan
Juara Dance

57

3.2.2 Use Case Diagram


Use Case merupakan abstraksi dari interaksi antara sistem dan aktor. Use
Case bekerja dengan cara mendeskripsi tipikal antara pengguna dengan sistem
melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem tersebut dipakai.
Berikut adalah diagram Use case yang dibuat untuk software

Gambar 3. 2 Use Case Diagram


3.2.3 Sequence Diagram
Sequence diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi
antar obyek dan mengindikasikan komunikasi diantara obyak-obyek tersebut.
Diagram ini juga menunjukan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh
obyek-obyek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu. Obyek-obyek
tersebut kemudian di urutkan dari kiri ke kanan, aktor

yang menginisiasi

interaksi biasanya ditaruh di paling kiri dari diagram.


Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau
rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event
untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas

58

tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output
apa yang dihasilkan.
1. Sequence Diagram Input Data
Sequence diagram input data dibawah ini menjelaskan bahwa pengguna
membuka form menu utama, kemudian memilih form data peserta dance, form
kriteria bobot, form data juri dan form data penilaian. lalu memasukkan data
informasi peserta dance dan akan diproses untuk disimpan kedalam database.

Gambar 3. 3 Sequence Diagram Input Data

59

2. Sequence Diagram Proses Penentuan


Menjelaskan tentang proses penentuan dance yang dilakukan oleh
pengguna.

Gambar 3. 4 Sequence Diagram Proses


3. Sequence Diagram Laporan
Menjelaskan tentang hasil proses penentuan yang dilakukan oleh
pengguna.

Gambar 3. 5 Sequence Diagram Laporan

60

3.2.4 Activity Diagram


Activity diagram adalah representasi grafis dari alur kerja tahapan
aktivitas. Diagram ini mendukung pilihan tindakan, iterasi dan concurrency.
Pada pemodelan UML activity diagram dapat digunakan untuk menjelaskan
bisnis dan alur kerja professional/secara step-by-step dari komponen suatu
system. Activity diagram menujukan keseluruhan dari aliran control.
1. Activity Diagram Input Data
Activity diagram input data dibawah diawali dengan memasukkan data
peserta dance, bobot kriteria, data juri, dan data penilaian dan kemudian akan
disimpan.

Gambar 3. 6 Activity Diagram Input Data

2. Activity Diagram Proses

61

Activity diagram proses dibawah menjelaskan alur aktifitas yang


melakukan proses penentuan oleh pengguna.

Gambar 3. 7 Activity Diagram Proses


3. Activity Diagram Laporan
Activity diagram laporan dibawah menjelaskan alur aktifitas untuk
melihat hasil laporan.

Gambar 3. 8 Activity Diagram Laporan

62

3.2.5 Desain Sistem


Aplikasi Sistem yang digunakan dalam aplikasi ini menggunakan
Microsoft Access. Berikut adalah desain tabel yang digunakan:
1. Tabel Login
Nama Tabel
Fungsi

: TLogin
:Untuk data akun pengguna
Tabel 3. 20 Tabel Login

Field Name

Data Type

Size

Key

Nama_Pengguna

Char

Kata_Sandi

Char

2. Tabel Peserta Dance


Nama Tabel : TPeserta
Fungsi
: Untuk Data Peserta Dance
Tabel 3. 21 Tabel Peserta Dance
Field Name
Data Type
Size
Tahun

Char

No_Peserta

Char

15

Nama_Peserta

Char

15

Key
*

3. Tabel Input Data Bobot Kriteria


Nama Tabel : TInput
Fungsi : Untuk Data Bobot Kriteria
Tabel 3. 22 Tabel Data Bobot Kriteria
Field Name
Data Type
Size
Koreograf

Char

10

Showman

Char

10

Musikali

Char

10

Kostum

Char

10

4. Tabel Data Juri


Nama Tabel : TDataJuri
Fungsi
: Untuk Data Juri

Key

63

Tabel 3. 23 Tabel Data Juri


Field Name
Data Type

Size

ID_Juri

Char

Nama Juri

Char

15

Tahun

Char

10

Key
*

5. Tabel Penilaian

Nama Tabel
Fungsi

: TPenilaian
: Untuk data-data Penilaian

Tabel 3. 24 Tabel Penilaian


Field Name
Data Type

Size

Tahun

Char

No_Peserta

Char

15

Nm_Psrta

Char

15

No_Tmpil

Char

10

Koreograf

Char

10

Showman

Char

10

Musikali

Char

10

Kostum

Char

10

3.2.6 Relasi Tabel


Adapun relasi tabel dari desain tabel di atas adalah :

Key
*

64

Gambar 3. 9 Relasi Tabel


3.2.7 Desain Arsitektural
Adapun Desain arsitektur yang akan di rancang pada aplikasi penilaian
dance ini adalah :
Masuk
Menu Utama

Master

Transaksi

Laporan

Pengaturan

Data
Peserta

Data
Penilaian

Laporan
Nilai

Ganti
Sandi

Bobot Kriteria

Proses
SAW

Laporan
SAW

Back-up Data

Data Juri

Gambar 3. 10 Desain Arsitektur


3.2.8 Desain Interface
Interface yang akan dibuat sebagai berikut :

Keluar

65

1. Desain Login
Fungsi : memasukkan nama pengguna dan kata sandi.
Tujuan : untuk keamanan data pengguna dalam menggunakan aplikasi.
Form Login
LOGO

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE


Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Pengguna

Enter Text

Masuk

Kata Sandi

Enter Text

Batal

Gambar 3. 11 Desain Form Login


2. Desain Menu Utama
Fungsi : untuk menampilkan semua menu yang berhubungan dengan
aplikasi itu sendiri.
Tujuan : untuk mempermudah user dalam menggunakan aplikasi.
Menu Utama
Master

Transaksi

Laporan

Pengaturan

Data Peserta

Data Penilaian

Laporan Nilai

Ganti Sandi

Bobot Kriteria Proses SAW

Laporan SAW

Back-Up data

Data Juri

Cetak Piagam

Keluar

Gambar 3.16 Desain Form Menu Utama

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA


DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Gambar 3. 12 Desain Form Menu Utama


LOGO
3. Desain Form Data Peserta Dance
Form Data Peserta Dance
Fungsi : untuk
memasukan
data
peserta dance.
APLIKASI
PENERAPAN
METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
LOGO
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru
Tujuan : untuk
memudahkan dalam memasukkan dan menyimpan datadata peserta dance.
Tahun

Enter Text

No Peserta

Enter Text

Nama Peserta

Enter Text

No Peserta

Tambah

Simpan

Ubah

Batal

Hapus

Keluar

Nama Peserta
Enter Text

Cari

66

Pencarian

Gambar 3. 13 Desain Form Peserta Dance


4. Desain Form Bobot Kriteria Penilaian
Fungsi : untuk memasukan bobot dan kriteria penilaian
Tujuan : untuk memudahkan dalam proses penentuan
Form Bobot Kriteria
APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

LOGO

Koreografi
Showmanship
Musikalitas
Kostum

Enter Text

Ubah

Enter Text

Simpan

Enter Text

Batal

Enter Text

Kelua
r
Gambar 3. 14 Desain Form Bobot Kriteria Penilaian

5. Desain Form Data Juri


Fungsi : untuk mengganti nama juri untuk tim penilai
Tujuan : untuk memudahkan dalam pembuatan laporan penelitian.

LOGO

Form Data Juri

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE


Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Simpan

ID Juri

Enter Text

Nama Juri

Enter Text

Batal

Tahun

Enter Text

Keluar

67

Gambar 3. 15 Desain Form Data Juri


6. Desain Form Data Penilaian
Fungsi : untuk melakukan proses penilaian peserta dance.
Tujuan : untuk memudahkan dalam proses penentuan dance.
Form Data Penilaian
LOGO

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE


Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Tahun

Nama Peserta Koreografi

Tahun
No Peserta

Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text

Text
Text
Text
Text
Nama Peserta
Text
Text
Text
Text
JURI 1
JURI 2
Koreografi
Koreografi
Text
Text
Text
Showmanship
Showmanship
Text
Text
Text
Musikalitas
Musikalitas
Text
Text
Kostum
Kostum
Text
Text
Text
Text
Text
Text
JURI 3
Gambar
3.
16
Desain
Form
Data
Penilaian
Koreografi
Tambah
Showmanship
pilih

Musikalitas
7. Desain
Form Proses SAW
Kostum
Fungsi : untuk melakukanSimpan
proses penentuan dance.
Tujuan : untuk memudahkan dalam menentukan hasil nilai lomba dance.

Batal
No Peserta

Hapus
Form Bantu Dance

Keluar

Nama Peserta

Text
Text
Text
Text
Form Proses SAW
Text APLIKASIText
PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
LOGO
Studi Kasus
Banjarbaru
TextPada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pilih
Text
Text
Text
Proses
Keluar
Bersih
Tahun
Text
Text
Text
Text
Tahun
Nama Peserta
Koreografi
Showmanship
Musikalitas
Kostum
Text
Text
Cari
Text
TextGambar
Text
Text
3. 17
Desain FormText
Bantu Dance Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Desain
Form Proses Text
SAW
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text Keluar Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text
Text

68

Gambar 3. 18 Desain Form Proses SAW


8. Desain Form Laporan Nilai
Fungsi : untuk melihat seluruh data proses penilaian dalam bentuk
laporan.
Tujuan : untuk memudahkan dalam rekapitulasi seluruh data proses
penentuan
Form Laporan Nilai
APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Cetak
Tahun

Enter Text
Gambar
3. 19 Desain Form Laporan Nilai

Desain Hasil Cetak Laporan Proses Penentuan

LO
GO

Keluar

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA


DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

HASIL PENILAIAN LOMBA DANCE 2015


NONO PESERTANAMA PESERTA DANCEC1C2C3C4

Gambar 3. 20 Desain Form Laporan Proses Penentuan

KET :

C1 = KOREOGRAFI

= SHOWMANSHIP
9. Desain FormC2
Laporan
SAW

C3 = MUSIKALIUTAS
C4 = KOSTUM

69

Fungsi :

untuk melihat seluruh data laporan nilai hasil penentuan Simple

Additive Weighting dan mencetak dalam bentuk laporan.


Tujuan : untuk memudahkan dalam penentuan hasil penilaian

Form Laporan SAW


APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Cetak
Tahun

Enter
Gambar
3. Text
21 Desain Form Laporan SAW
Keluar

Desain Hasil Cetak Laporan SAW

LO
GO

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA


DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

KEPUTUSAN DEWAN JURI


LOMBA DANCE SMPN 1 BANJARBARU
TAHUN 2015
TENTANG
PENETAPAN JUARA LOMBA DANCE MEMPERINGATI HARI ULANG TAHUN SEKOLAH MENENGAH
PERTAMA NEGERI 1 BANJARBARU
Menimbang :

Gambar 3. 22 Desain Hasil Cetak Laporan SAW

10. Desain Form Ganti Kata Sandi


Fungsi : untuk mengganti kata sandi.
Tujuan : untuk memudahkan dalam mengganti kata sandi.
Form Ganti Kata Sandi
APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE
Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Ubah

Masukkan Kata Sandi Lama

Enter Text

Masukkan Kata Sandi Baru

Enter Text

Batal

Ulang Kata Sandi Lama

Enter Text

Keluar

70

Gambar 3. 23 Desain Form Ganti Kata Sandi


11. Desain Form Back-Up Data
Fungsi : untuk memback-up data.
Tujuan : untuk memudahkan dalam penyimpanan dan cadangan data.
Form Back-Up Data
LOGO

APLIKASI PENERAPAN METODE SAW DALAM MENENTUKAN JUARA DANCE


Studi Kasus Pada Lomba Dance Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Banjarbaru

Selesai
Pilih Tempat
Gambar
Penyimpanan
3. 24 Desain Form Back-Up Data

Keluar

3.3 Teknik Analisis


Teknik analisis yang dipakai pada penelitian ini adalah analisis
penentuan juara dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk data
tahun 2015. Sesuai dengan prinsip kerja SAW yang telah diterangkan di atas,
berikut adalah langkah-langkah teknik analisa data dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Langkah-langkah menganalisis data adalah :
1. Menentukan kriteria penilaian dance, yaitu :
- Koreografi
= C1
Ragam Gerak
Kekompakkan Tim
Tingkat Kesulitan Gerak
- Showmanship
= C2
Entertaiment Audience
Expresi
- Musikalitas
= C3
Pemilihan Lagu
Pemilihan Sambungan Lagu
- Kostum
= C4

71

Kekompakkan Kostum
Tema Kostum
Aksesoris

2. Menentukan bobot penilaian, yaitu :


- Koreografi
( W = 40%)
- Showmanship
( W = 30%)
- Musikalitas
( W = 10%)
- Kostum
( W= 20%)

3. Menentukan alternatif yaitu : mendata nama peserta dance


SMPN 11 BJB (A)
SMAN 4 BJB
SMPN 1 BJB
SMPN 5 BJB
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 3 BJB (A)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 3 BJB (B)
SMAN 1 MTP
SMPN 11 BJB (B)

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

No

Tabel 3. 25 Tabel Rata-rata Penilaian Dance


Nilai Rata-rata
Nama Peserta
Total
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
54.3
216.9
SMPN 11 BJB (A)
53.3
55
54.3
67.6
261.8
SMAN 4 BJB
66.6
63.3
64.3
73.3
300.2
SMPN 1 BJB
73.3
76.6
77
50
205.3
SMPN 5 BJB
50
50
55.3
53.3
215.8
SMAN 2 BJB (B)
51.6
53.3
57.6
80
329.8
SMPN 3 BJB (A)
81.6
81.6
86.6
76.6
300.2
SMAN 2 BJB (A)
73.3
71.6
78.6
76.6
313.2
SMPN 3 BJB (B)
76.6
80
80
70
281.6
SMAN 1 MTP
70
71.6
70
54.4
218.2
SMPN 11 BJB (B)
53.4
56
54.4
Tabel 3. 26 Tabel Rata-rata Penilaian Dance Sesuai Urutan
Nilai Rata-rata
Nama Peserta
Total Rank
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum

72

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 3 BJB (A)


SMPN 3 BJB (B)
SMPN 1 BJB
SMAN 2 BJB (A)
SMAN 1 MTP
SMAN 4 BJB
SMPN 11 BJB (B)
SMPN 11 BJB (A)
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 5 BJB

80

81.6

81.6

86.6

76.6

76.6

80

80

73.3

73.3

76.6

77

76.6

73.3

71.6

78.6

70

70

71.6

70

67.6

66.6

63.3

64.3

54.4

53.4

56

54.4

54.3

53.3

55

54.3

53.3

51.6

53.3

57.6

50

50

50

55.3

329.8
313.2
300.2
300.2
281.6
261.8
218.2
216.9
215.8
205.3

Normalisasi
r11

80
80

1
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r21

76.6
76.6

0.957
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r31

73.3
73.3

0.916
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r41

76.6
76.6

0.957
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r51

70
70

0.875
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r61

67.6
67.6

0.845
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r71

54.4
54.4

0.680
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r81

54.3
54.3

0.678
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r91

53.3
53.3

0.666
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

73

r101

50
50

0.625
max 80;76.6;73.3;76.6;70;67.6;54.4;54.3;53.3;50
80

r12

81.6
81.6

1
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r22

76.6
76.6

0.938
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r32

73.3
73.3

0.898
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r42

73.3
73.3

0.898
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r52

70
70

0.857
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r62

66.6
66.6

0.816
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r72

53.4
53.4

0.654
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r82

53.3
53.3

0.653
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r92

51.6
51.6

0.632
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

r102

50
50

0.612
max 81.6;76.6;73.3;73.3;70;66.6;53.4;53.3;51.6;50
81.6

74

r13

81.6

max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50

81.6
1
81.6

r23

80
80

0.980
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r33

76.6
76.6

0.938
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r43

71.6
71.6

0.877
max81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r53

71.6
71.6

0.877
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r63

63.3
63.3

0.775
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r73

56
56

0.686
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r83

55
55

0.674
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r93

53.3
53.3

0.653
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r103

50
50

0.612
max 81.6;80;76.6;71.6;71.6;63.3;56;55;53.3;50
81.6

r14

86.6
86.6

1
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

75

r24

r34

80
80

0.923
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

77

max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3

77
0.889
86.6

r44

78.6
78.6

0.907
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

r54

70
70

0.808
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

r64

64.3

max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3

64.3
0.742
86.6

r74

54.4
54.4

0.628
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

r84

54.3
54.3

0.627
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

r94

57.6
57.6

0.665
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

r104

55.3
55.3

0.638
max 86.6;80;77;78.6;70;64.3;54.4;54.3;57.6;55.3
86.6

Hasil normalisasi

76

1
0.957

0.916

0.957
0.875
R
0.845
0.680

0.678
0.666

0.625

1
0.938
0.898
0.898
0.857
0.816
0.654
0.653
0.653
0.612

1
0.980
0.938
0.877
0.877
0.775
0.686
0.674
0.655
0.612

1
0.923
0.889

0.907
0.808

0.742
0.628

0.627
0.665

0.638

Proses perankingan dengan menggunakan bobot yang telah diberikan


oleh pengambil keputusan: w = [0.40 0.30 0.10 0.20]
Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:
V 1 (0.40)(1) (0.30)(1) (0.10)(1) (0.20)(1) 1
V 2 (0.40)(0.957) (0.30)(0.938) (0.10)(0.980) (0.20)(0.923) 0.946
V 3 (0.40)(0.916) (0.30)(0.898) (0.10)(0.938) (0.20)(0.889) 0.907

V 4 (0.40)(0.957) (0.30)(0.898) (0.10)(0.877) (0.20)(0.907) 0.921


V 5 (0.40)(0.875) (0.30)(0.857) (0.10)(0.877) (0.20)(0.808) 0.856
V 6 (0.40)(0.845) (0.30)(0.816) (0.10)(0.775) (0.20)(0.742) 0.808
V 7 (0.40)(0.680) (0.30)(0.654) (0.10)(0.686) (0.20)(0.628) 0.662
V 8 (0.40)(0.678) (0.30)(0.653) (0.10)(0.674) (0.20)(0.627) 0.659
V 9 (0.40)(0.666) (0.30)(0.653) (0.10)(0.655) (0.20)(0.665) 0.660
V 10 (0,40)(0.625) (0,30)(0.612) (0,10)(0.612) (0,20)(0.638) 0.622

Tabel 3. 27 Tabel Hasil Penilaian Yang Telah Dibobotkan

77

No

Nama Peserta

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 3 BJB (A)


SMPN 3 BJB (B)
SMAN 2 BJB (A)
SMPN 1 BJB
SMAN 1 MTP
SMAN 4 BJB
SMPN 11 BJB (B)
SMPN 11 BJB (A)
SMAN 2 BJB (B)
SMPN 5 BJB

Nilai Rata-rata
Total Rank
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
80
1
329.8
81.6
81.6
86.6
76.6
2
313.2
76.6
80
80
76.6
3
300.2
73.3
71.6
78.6
73.3
4
300.2
73.3
76.6
77
70
5
281.6
70
71.6
70
67.6
6
261.8
66.6
63.3
64.3
54.4
7
218.2
53.4
56
54.4
54.3
8
216.9
53.3
55
54.3
53.3
9
215.8
51.6
53.3
57.6
50
10
205.3
50
50
55.3

Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:


Nilai terbesar ada pada V1 sehingga alternatif V1 adalah alternatif yang terpilih
sebagai alternatif terbaik.
Dengan kata lain, Dance SMPN 3 BJB (A) adalah juara 1, Dance SMPN 3 BJB
(B) adalah juara 2 dan Dance SMAN 2 BJB (A) adalah juara 3.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Implementasi
4.1.1 Implementasi Form
a. Form Login

Fungsi

Gambar 4.1 Form Login


: Untuk mengakses aplikasi yang dibuat berdasarkan hak Admin.

Tujuan

: Untuk membatasi hak akses terhadap system.

Implementasi Program :
1. Text box pengguna dan kata sandi, membaca pengguna dan kata sandi.
2. Tombol masuk, membaca text box pengguna dan kata sandi, jika text boxt
pengguna atau kata sandi kosong maka akan menampilkan pesan kesalahan, jika
pengguna dan kata sandi benar atau sudah yang terdaftar maka akan masuk ke
menu utama.

b. Form Menu Utama

78

79

Gambar 4. 2 Form Menu Utama


Fungsi : Untuk mengintegrasian seluruh modul dalam program aplikasi.
Tujuan : Untuk memudahkan dalam penggunaan aplikasi.
Implementasi Program :
Form ini mengontrol seluruh objek (form dan laporan) yang ada pada aplikasi
ini. Objek-objek (form dan laporan) dieksekusi atau dijalankan dengan cara memilih
dan meng-klik menu yang tersedia pada bagian menu aplikasi sesuai dengan
keterangan yang terdapat pada labelnya.
c. Form Master Peserta Dance

Gambar 4. 3 Form Master Peserta Dance


Fungsi : Untuk memasukkan data peserta dance.
Tujuan : Untuk menyimpan data peserta dance pada table dance.
Implementasi Program :

80

1. Pada saat form activate semua input dimatikan, tombol tidak aktif yaitu tombol
simpan dan batal
2. Tombol tambah klik, setfocus nama peserta dance, tombol batal dan simpan
dimunculkan sedangkan tombol hapus tidak aktif. Nama peserta dance diinput
lalu disimpan.
3. Batal klik, akan membatalkan proses yang sedang berlangsung.
4. Simpan klik, membaca nama peserta dance yang diinput, jika kosong maka akan
menampilkan kesalahan. Jika data benar maka akan melakukan proses
penyimpanan.
5. Ubah klik, jika data yang sebelumnya sudah disimpan namun ingin diubah, maka
pilih data yang ingin diubah terlebih dahulu agar tombol ubah muncul dan data
bias dibah.
6. Hapus klik, jika data yang sebelumnya sudah disimpan namun ingin dihapus,
maka pilih data yang dihapus terlebih dahulu agar tombol hapus muncul dan data
bisa dihapus.
7. Cari klik, jika pencarian belum diisikan maka tombol cari tidak dapat
difungsikan. Jika diisi dengan nama peserta yang tidak terdapat dalam tabel maka
akan menampilkan kesalahan, jika diisi dengan nama peserta yang ada dalam
tabel maka tabel akan menampilkan nama peserta yang dicari tersebut.
8. Keluar klik, maka akan keluar dari form master paserta dance.
d. Form Master Bobot Kriteria

Gambar 4. 4 Form Master Bobot Kriteria


Fungsi : Untuk memasukkan bobot kriteria.
Tujuan : Untuk menyimpan bobot kriteria.
Implementasi Program :
1. Tombol ubah, jika ingin merubah bobot kriteria, dan kemudian tombol simpan
dan batal akan muncul.
2. Tombol simpan, membaca data bobot kriteria yang telah diinput dan kemudian
disimpan.
3. Tombol batal, akan membatalkan proses yang sedang berlangsung.

81

4. Tombol keluar, maka akan keluar dari form bobot kriteria.


e. Form Master Juri

Gambar 4. 5 Form Master Juri


Fungsi

: Untuk memasukkan nama juri dance.

Tujuan : Untuk menyimpan nama juri dance sebagai identitas.


Implementasi Program :
1. Pada saat form activate combobox dihidupkan, kemudian pilih kriteria pada
combobox.
2. Tombol simpan, membaca nama juri yang telah dinput, jika kosong maka akan
menampilkan kesalahan.
3. Tombol batal, akan membatalkan proses yang sedang berlangsung.
4. Tombol keluar, maka akan keluar daro form master juri.

f. Form Transaksi Penilaian

82

Gambar 4. 6 Form Transaksi Penilaian


Ketika mengklik tombol tambah data dan mengisi data penilaian pada data juri 1, juri
2 dan juri 3, kursor terlebih dahulu diarahkan pada nilai koreografi juri 1 dan dklik,
maka form input penilaian yang akan muncul nanti nya adalah sebagai berikut :

Gambar 4. 7 Input Nilai


Karena data penilaian diinput berdasarkan apa yang juri lihat (bukan nilai/angka)
pada saat menyaksikan peserta tampil, yang nantinya ketika diproses maka akan
menghasilkan nilai/angka.
Fungsi

: Untuk memasukkan nilai hasil penilaian juri.

Tujuan

: Untuk menyimpan penilaian pada tabel penilaian.

83

Implementasi Program :
1. Tombol tambah, akan menginput data penilaian peserta pertahun oleh juri satu,
juri dua dan juri tiga. Jika ada data yang salah atau kosong maka akan
menampilkan kesalahan.
2. Tombol ubah, jika ingin mengubah data penilaian yang sebelumnya sudah
tersimpan maka pilih data penilaian yang akan diubah terlebih dahulu agar
tombol ubah muncul dan dapat difungsikan.
3. Tombol simpan, data penilaian yang telah diinput atau diubah kemudian bisa
disimpan.
4. Tombol batal, akan membatalkan proses yang sedang berlangsung.
5. Tombol hapus, jika ingin menghapus data yang sebelumnya sudah disimpan
maka pilih data pnilaian yang akan dihpus terlebih dahulu agar tombol hapus
muncul dan dapat difungsikan.
6. Tombol keluar, akan keluar dari form transaksi penilaian.
g. Form Transaksi Proses SAW

Gambar 4. 8 Form Transaksi Proses SAW


Fungsi

: Untuk memproses penentuan juara dance.

Tujuan

: Untuk menyimpan data hasil proses penilaian SAW pada tabel nilai.

Implementasi program :
1. Tombol proses, akan melakukan proses penentuan juara dance dan menampilkan
hasil penilaian dan nilai SAW pada grid.
2. Tombol bersih, akan kembali keawal form saat dibuka.

84

3. Tombol keluar, maka akan keluar dari form proses penentuan juara dance.
h. Form Laporan Nilai

Gambar 4. 9 Form Laporan Nilai


Fungsi

: Untuk mencetak laporan nilai dance.

Tujuan : Untuk menampilkan laporan nilai dance.


Implementasi Program :
1. Tombol cetak, menampilkan form laporan hasil penilaian juri.
2. Tombol keluar, maka akan keluar dari form laporan penilaian.
i. Form Laporan Simple Additive Weighting

Gambar 4. 10 Form Laporan Simple Additive Weighting


Fungsi

: Untuk mencetak laporan nilai dance hasil proses SAW.

Tujuan

: Untuk menampilkan laporan penilaian SAW.

Implementasi Program :
1. Tombol cetak, menampilkan form laporan hasil penilaian juri yang telah diproses
dengan SAW.
2. Tombol keluar, maka akan keluar dari form laporan penilaian.
j. Form Ganti Sandi

85

Gambar 4. 11 Form Ganti Sandi


Fungsi

: Untuk mrngganti kata sandi.

Tujuan

: Untuk mengamankan aplikasi dengan cara mengganti kata sandi.

Implementasi Program :
1. Pada saat form aktif semua input dinyalakan, semua tombol aktif kecuali tombol
batal dan simpan.
2. Tombol ubah, dengan memasukkan kata sandi yang lama, kata sandi yang baru
dan ulangi memasukkan kata sandi baru maka akan melakukan proses
pengubahan kata sandi menjadi kata sandi yang baru. Jika input data ada yang
salah atau masih kosong maka akan muncul pesan kesalahan.
3. Tombol simpan, jika sudah melakukan pengubahan maka sandi baru akan
tersimpan.
4. Tombol batal, maka akan menghentikan proses yang sedang berlangsung.
5. Tombol keluar, akan keluar dari form ganti kata sandi.
k. Form Back-Up Data

Fungsi

Gambar 4. 12 Form Back-Up Data


: Untuk mengamankan database dengan melakukan penyalinan data.

Tujuan

: Untuk menyimpan dan mengamankan data berupa file database.

Implementasi Program :
1. Tombol folder, memilih tempat atau direktori penyimpanan yang diinginkan.

86

2. Tombol back-up, maka data akan tersimpan atau tersalin pada direktori yang
telah dipilih sebelumnya.
3. Tombol keluar, akan keluar dari form back-up data.
4.1.2 Implementasi Laporan
a. Laporan Nilai Juri

Gambar 4. 13 Laporan Nilai Juri


Fungsi

: Untuk menampilkan hasil laporan dari form data penilaian.

Implementasi : Pada laporan ini terdapat laporan hasil penilaian dari dewan juri.

b. Laporan SAW

87

Gambar 4. 14 Laporan SAW


Fungsi

: Untuk menampilkan hasil laporan proses SAW dari data proses

SAW.
Implementasi

: Pada laporan ini terdapat hasil penilaian dewan juri yang sudah

diproses dengan SAW.


4.2 Testing
Aplikasi yang dikembangkan perlu dilakukan testing atau pengujian,
merupakan proses eksekusi program yang telah selesai dibuat yang bertujuan untuk
menemukan kesalahan, dan apakah aplikasi telah memenuhi persyaratan dan bisa
dijalankan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pegujian yang baik adalah pengujian
yang dilakukan dengan mempunyai probabilitas penemuan kesalahan yang tidak
terduga. Sedangkan pengujian yang sukses adalah pengujian yang berhasil mengatasi
penyelesaian penemuan kesalahanyang tidak terduga. Pengujian aplikasi berguna
untuk mengetahui perbedaan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang
sebenarnya, sehingga kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul segera bisa
diketahuidan dapat diketahui. Pengujian perangkat lunak yang dikembangkan pada
penulisan ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu White Box dan Black Box.

88

4.2.1 Pengujian White Box


Merupakan metode testing yang menggunakan kontrol struktur dari
rancangan prosedural untuk melakukan test case. Pengujian white box digunakan
untuk mengetahui cara kerja suatu perangkat lunak secara internal. Pengujian
dilakukan untuk menjamin operasi-operasi internal sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditetapkan dengan menggunakan struktur kendali dari prosedur yang dirancang.
Dalam hal ini, pengujian tidak dilakukan terhadap keseluruhan program tetapi
hanya dilakukan pada sampel pengujian untuk algoritma SAW. Secara garis besar
algoritma SAW dapat digambarkan dalam bagan alir yang dijabarkan pada gambar
dibawah ini.

Gambar 4. 15 Alur Proses Aplikasi

89

Kode program untuk algoritma SAW adalah sebagai berikut :


procedure TFProses.wClick(Sender: TObject);
var
w1,w2,w3,w4: Double;
max1,max2,max3,max4,c1,c2,c3,c4,hsl,ttl: Double;
hasilstr,totalstr: String;
begin
w1:=DM.ADOBobotw1.AsFloat/100;

.[1]

w2:=DM.AdoBobotw2.AsFloat/100;

.[2]

w3:=DM.AdoBobotw3.AsFloat/100;

.[3]

w4:=DM.AdoBobotw4.AsFloat/100;

.[4]

DM.ADONilai.First;

..[5]

sql:='select max(na_juri1) as max1 from TPenilaian WHERE tahun LIKE "%'+


Etahun.Text +'%"';
CariMax;

.....[6]
. [7]

max1:=DM.ADODataSet1.fieldbyname('max1').AsFloat;

[8]

sql:='select max(na_juri2) as max2 from TPenilaian WHERE tahun LIKE "%'+


Etahun.Text +'%"';
CariMax;

[9]
..[10]

max2:=DM.ADODataSet1.fieldbyname('max2').AsFloat;

.[11]

sql:='select max(na_juri3) as max3 from TPenilaian WHERE tahun LIKE "%'+


Etahun.Text +'%"';
CariMax;

... [12]
... [13]

max3:=DM.ADODataSet1.fieldbyname('max3').AsFloat;

..[14]

sql:='select max(Tgl) as max4 from TPenilaian WHERE tahun LIKE "%'+ Etahun.Text
+'%"';
CariMax;

.. [15]
..

max4:=DM.ADODataSet1.fieldbyname('max4').AsFloat;
repeat

[16]

..

[17]

...

[18]

c1:=DM.ADONilai.fieldbyname('na_juri1').AsFloat/max1;

......[19]

c2:=DM.AdoNilai.fieldbyname('na_juri2').AsFloat/max2;

. [20]

c3:=DM.AdoNilai.fieldbyname('na_juri3').AsFloat/max3;

. [21]

90

c4:=DM.AdoNilai.fieldbyname('Tgl').AsFloat/max4;
hsl:=(c1*w1)+(c2*w2)+(c3*w3)+(c4*w4);
hasilstr:=LeftStr(FloatToStr(hsl),6);
sql:='update

[22]

.. [23]
... [24]

TPenilaian

set

Hasil="'+hasilstr+'"

where

no_peserta="'+DM.AdoNilai.fieldbyname('no_peserta').AsString+'" and tahun LIKE "%'+


Etahun.Text +'%"';
...

[25]

dm.ADOCommand1.CommandText:=sql;
.
dm.ADOCommand1.Execute;

[26]

... [27]

dm.ADONilai.Next;

. [28]

until dm.ADONilai.Eof;

. [29]

dm.AdoNilai.Active:=False;

[30]

dm.AdoNilai.CommandText:='Select * from TPenilaian WHERE tahun LIKE "%'+


Etahun.Text +'%" order by Hasil Desc';
dm.AdoNilai.Active:=True;

. [31]
[32]

Application.MessageBox('PROSES SELESAI','Informasi');
end;

. [33]

[34]

Grafik alir penentuan juara dance adalah :

91

Gambar 4. 16 Grafik Alir Penentuan Juara Dance


Kompleksitas Siklomatis (pengukuran kuantitatif terhadap kompleksitas logis
suatu program) dari grafik alir dapat diperoleh dengan perhitungan :
V(G) = E N + 2

..(4.1)

Dimana :
E = Jumlah edge grafik alir yang ditandakan dengan gambar panah
N = Jumlah simpul grafik alir yang ditandakan dengan gambar lingkaran
Sehingga kompleksitas siklomatisnya
V(G) = 9 9 + 2 = 2.

92

Basis set yang dihasilkan dari jalur independent secara linier adalah jalur
sebagai berikut:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31 32 33 34.
Ketika aplikasi dijalankan, maka terlihat bahwa salah satu basis set yang dihasilkan
adalah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 dan
terlihat bahwa simpul telah dieksekusi satu kali. Berdasarkan ketentuan tersebut dari
segi kelayakan software, sistem ini telah memenuhi syarat.

4.2.2 Pengujian Black Box


Pengujian black box digunakan untuk menguji fungsi-fungsi khusus dari
perangkat lunak yang dirancang. Pada teknik pengujian black box kebenaran
perangkat lunak yang diuji hanya dilihat berdasarkan keluaran yang dihasilkan dari
data atau kondisi masukan yang diberikan untuk fungsi yang ada tanpa melihat
bagaimana proses untuk mendapatkan keluaran tersebut.
Untuk pengujian menggunakan teknik black box dapat ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 4. 1 Pengujian Black Box
Testing
Inputan
Hasil
Memasukan
Memasukkan
nama pengguna kesesuaian data.
dan kata sandi. Nama Pengguna
= admin, kata
sandi = admin

Keterangan
Memasukkan
nama pengguna
dan kata sandi

93

Memasukkan
nama pengguna
dan kata sandi
salah.

Inputan
peserta
pada
master
peserta.

data
dance
form
data

Jika
memasukkan
nama pengguna
dan kata sandi
salah maka akan
Pemberitahuan login gagal.
tampil
pemberitahuan.
Tidak menginput
data
peserta
dance pada saat
menyimpan data
peserta
dance
akan
tampil
pemberitahuan.

Memasukkan
nama pengguna
dan kata sandi
yang salah maka
login
tidak
berhasil.
Tidak
menginputkan
data
peserta
dance pada form
data
peserta
dance maka data
tidak
akan
tersimpan.

Pemberitahuan tahun tidak


boleh kosong.
Simpan
data Apabila inputan
peserta dance.
sudah
diinput
semua maka data
dapat disimpan
dan akan tampil
pemberitahuan.
Hapus
data Pilih data peserta
peserta dance
dance yang ingin
dihapus, setelah
itu klik tombol
hapus, sebelum
data
tersebut
dihapus
akan
tampil
pemberitahuan.
Input
nilai Tidak
penilaian juri.
menginputkan
nilai pada saat
memproses nilai
akan
tampil
pemberitahuan.

Data
berhasil
disimpan.
Pemberitahuan data berhasil
disimpan.
Jika dipilih Yes,
maka data akan
dihapus dan jika
No, maka akan
Pemberitahuan yakin akan tetap tersimpan.
dihapus?.

Tidak
menginputkan
nilai pada form
penilaian maka
Pemberitahuan kriteria tidak data tidak dapat
boleh kosong.
diproses.

94

Proses
perankingan
menggunakan
metode SAW.

Penilaian
berdasarkan
kriteria
yang
telah ditentukan
akan
diproses
dengan metode
SAW.

Hasil
perankingan
juara
dance
terpilih
berdasarkan
kriteria
yang
sudah
ditentukan.

Berdasarkan hasil pengujian menggunakan metode black box yang telah


dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa secara fungsional sistem sudah dapat
menghasilkan output yang diharapkan.
4.3 Hasil Pengukuran Kesesuaian
Pengertian kesesuaian adalah seberapa dekat suatu angka hasil pengukuran
(Post Test) terhadap angka sebenarnya (Pre Test). Jadi akurat yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah angka hasil pengukuran, yaitu hasil perhitungan dengan metode
SAW yang menunjukkan hasil output yang benar berdasarkan nilai standar yang
ditetapkan dibandingkan dengan nilai perhitungan manual.
Pada uji implementasi sistem ini, proses yang dilakukan adalah
membandingkan antara nilai akhir secara manual (Pre Test) dan nilai akhir (Post
Test) dengan menggunakan metode SAW. Sistem penentuan juara dance yang ada
diharapkan memberikan nilai akhir yang dihitung manual dengan perhitungan sistem
memiliki grade nilai yang mendekati sama. Untuk melihat perbandingan hasil nilai
akhir antara nilai yang tidak menggunakan sistem dengan menggunakan metode
SAW dapat dilihat sebagai berikut.

No
1
2
3
4
5
6
7

Tabel 4. 2 Data Nilai Sebelum Menggunakan Program (Pretest)


Nilai Rata-rata
Nama Peserta
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
80
SMPN 3 BJB (A)
81.6
81.6
86.6
76.6
SMPN 3 BJB (B)
76.6
80
80
73.3
SMPN 1 BJB
73.3
76.6
77
76.6
SMAN 2 BJB (A)
73.3
71.6
78.6
70
SMAN 1 MTP
70
71.6
70
67.6
SMAN 4 BJB
66.6
63.3
64.3
54.4
SMPN 11 BJB (B)
53.4
56
54.4

Total Rank
329.8
313.2
300.2
300.2
281.6
261.8
218.2

1
2
3
4
5
6
7

95

8
9
10

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

SMPN 11 BJB (A)


SMAN 2 BJB (B)
SMPN 5 BJB

54.3

53.3

55

54.3

53.3

51.6

53.3

57.6

50

50

50

55.3

Tabel 4. 3 Data Nilai Menggunakan Metode SAW (Posttest)


Nilai Rata-rata
Nama Peserta
Koreografi Shomanship Musikalitas kostum
80
SMPN 3 BJB (A)
81.6
81.6
86.6
76.6
SMPN 3 BJB (B)
76.6
80
80
76.6
SMAN 2 BJB (A)
73.3
71.6
78.6
73.3
SMPN 1 BJB
73.3
76.6
77
70
SMAN 1 MTP
70
71.6
70
67.6
SMAN 4 BJB
66.6
63.3
64.3
54.4
SMPN 11 BJB (B)
53.4
56
54.4
54.3
SMPN 11 BJB (A)
53.3
55
54.3
53.3
SMAN 2 BJB (B)
51.6
53.3
57.6
50
SMPN 5 BJB
50
50
55.3

Keterangan : C1 : Nilai rata-rata koreografi dari ketiga juri.


C2 : Nilai rata-rata showmanship dari ktiga juri.
C3 : Nilai rata-rata musikalitas dari ketiga juri.
C4 : Nilai rata-rata kostum dari ketiga juri.
Tabel 4. 4 Hasil Pretest dan Posttest
Rank

No Tampil

Pretest

Posttest

Keterangan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

07
09
04
10
08
03
06
02
05
01

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
4
3
5
6
8
7
9
10

Sesuai
Sesuai
Tidak Sesuai
Tidak Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai
Sesuai

Presentasi untuk hasil data yang sesuai adalah :

216.9
215.8
205.3

8
9
10

Total Rank
329.8
313.2
300.2
300.2
281.6
261.8
218.2
216.9
215.8
205.3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

96

Hasil Sesuai =
Hasil Sesuai = 8

x 100%

10
Hasil Sesuai = 80%
Presentasi untuk hasil data yang tidak sesuai adalah :
Hasil Tidak Sesuai =
Hasil Tidak Sesuai = 2

x 100%

10
Hasil Tidak Sesuai = 20%

Gambar 4. 17 Hasil Penentuan Pemilihan Juara Dance

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1

Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya ,

maka secara garis besar dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :


1. Aplikasi ini dibuat sebagai alat bantu penentuan juara dance berdasarkan
pada kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan pada lomba dance SMPN 1
Banjarbaru dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting.
2. Dari hasil perbandingan dengan sistem terdahulu disimpulkan bahwa system
ini dapat memperbaiki kekurangan pada sisitem sebelumnya, yaitu
ketidaktepatan hasil penentuan dikarenakan tidak tepatnya dalam perankingan
penilaian sebesar 20 %
5.2

Saran
Saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :
1. Diharapkan dapat dikembangkan dengan menggunakan algoritma dan metode
lain untuk mencapai suatu keakuratan dan ketepatan data dalam kasus
penentuan juara dance pada sebuah lomba / kompetisi.
2. Diharapkan dapat dikembangkan menggunakan web untuk memudahkan
akses terhadap system.

97

DAFTAR PUSTAKA
Kamala Devi Chattopadhyaya. (2012). Pengertian Tari Menurut Para Ahli. From
www.wahanapertanian.blogspot.co.id.
Destriyana Darmastuti. (2013). Implementasi Metode Simple Additive Weighting
(SAW) Dalam Sistem Informasi Lowongan Kerja Berbasis Web Untuk
Rekomendasi Pencari Kerja Terbaik.
Sugiyono, Nazori Agani. (2012). Model Peta Digital Rawan Sambaran Petir Dengan
Menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) : Studi Kasus Provinsi
Lampung Jurnal Telematika Mkom.
Pesos Umami, Leon Andretti Abdillah, Ilman Zuhri Yadi, 2013, Sistem Pendukung
Keputusan Pemberian Beasiswa Bidik Misi Dengan Metode SAW (Simple
Additive Weighting). Palembang : Universitas Bina Darma.
Wulan Eka. (2016). Pengertian Tari Modern (Jenis, Sejarah, dan Tokoh). From
www.weksadesign30.blogspot.co.id.
Nainul Khutniah. (2012). Perbedaan Antara Tari Tradisional dan Tari Modern
(Dance).
Kusumadewi. (2013). Metode Komputasi Simple Additive Weighting (SAW).
Prabowo Pudjo Widodo. (2011). Menggunakan UML. Bandung : Informatika
Bandung.
M. Ichwan. (2011). Pemrograman Basis Data Delphi 7 & MySQL. Bandung:
Informatika Bandung.
Wales. (2013). Microsoft Access 2007.

98

99

LAMPIRAN