Anda di halaman 1dari 10

PERDA KOTA BANJARMASIN 13/2002, RENCANA TATA BANGUNAN

DAN LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN SUDIMAMPIR,JALAN


PANGERAN ANTASARI, JALAN PANGERAN SAMUDERA
_______________________________________________________
__________
PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN (PERDA KOTA
BANJARMASIN)
NOMOR 13 TAHUN 2002 (13/2002)
TENTANG
RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN
SUDIMAMPIR,JALAN PANGERAN ANTASARI,
JALAN PANGERAN SAMUDERA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANJARMASIN,
Menimbang:

a.
bahwa dalam rangka usaha
pemanfaatan ruang secara efisien
berhasil guna dan berdaya guna dipandang
perlu mengatur Kawasan Sudimampir, Jalan
Pangeran Antasari dan Jalan Pangeran
Samudera dalam suatu perencanaan yang
terarah dan terpadu dalam menata
bangunan dan lingkungan sehingga
mencapai sasaran yang tepat menuju
kearah kawasan niaga dan bisnis;
b.
bahwa untuk melaksanakan
maksud tersebut di atas huruf a
konsiderans ini perlu diatur dan
disahkan dengan Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin.

Mengingat:

1.
Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959
tentang Penetapan Undang-undang Darurat
Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan
Daerah Tingkat II di Kalimantan Sebagai
Undang-undang (Lembaran Negara Tahun
1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 1820);

2.
Undang-undang Nomor 5
Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar
Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara
Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 2024);
3.
Undang-undang Nomor 5
Tahun 1974 tentang Pengairan (Lembaran
Negara Tahun 1974 Nomor 65, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3046);
4.
Undang-undang Nomor 13
Tahun 1980 tentang Jalan (Lembaran
Negara Tahun 1980 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3136);
5.
Undang-undang Nomor 5
Tahun 1984 tentang Perindustrian
(Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Nomor
3274);
6.
Undang-undang Nomor 9
Tahun 1990 tentang Kepariwisataan
(Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3419);
7.
Undang-undang Nomor 24
Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501);
8.
Undang-undang Nomor 23
Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun
1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3699);
9.
Undang-undang Nomor 22
Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);
10. Peraturan Pemerintah
Nomor 22 Tahun 1982 tentang Tata Cara
Pengaturan Air (Lembaran Negara Tahun

1982 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara


Nomor 3225);
11. Peraturan Pemerintah
Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan
(Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 37,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3293);
12. Peraturan Pemerintah
Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisa
Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Tahun
1986 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3338);
13. Peraturan Pemerintah
Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi
Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah
(Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373);
14. Keputusan Presiden Nomor
33 Tahun 1991 tentang Penggunaan Tanah
Bagi Kawasan Industri;
15. Keputusan Presiden Nomor
55 Tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah
Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
16. Keputusan Presiden Nomor
44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan
Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk
Rancangan undang-undang, Rancangan
Peraturan Pemerintah dan Rancangan
Keputusan Presiden;
17. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 1 Tahun 1986 tentang Rencana Umum
Tata Ruang Kota dan Bagian Wilayah Kota;
18. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 5 Tahun 1989 tentang Rencana
Teknik Ruang Kota Banjarmasin Tengah;
19.

Peraturan Daerah

Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin


Nomor 8 Tahun 1994 tentang Rencana
Teknik Ruang Kota Banjarmasin Timur;
20. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 16 Tahun 1992 tentang Penyidik
Pegawai Negeri Sipil Kota Banjarmasin;
21. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 8 Tahun 1993 tentang Pelayanan
Bidang Tata Kota;
22. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Daerah Kota Banjarmasin;
23. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 8 Tahun 2000 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas, Badan,
Kecamatan dan Kelurahan Kota
Banjarmasin, sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun
2002.
24. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 2 Tahun 2001 tentang
Penataan Daerah Kota Banjarmasin;
25. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 8 Tahun 2001 tentang
Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota
Banjarmasin;
26. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 9 Tahun 2001 tentang
Izin Mendirikan Bangunan;
27. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2001 tentang
Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.
Dengan persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANJARMASIN


MEMUTUSKAN:
Menetapkan:

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN


TENTANG RENCANA TATA BANGUNAN DAN
LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN SUDIMAMPIR,
JALAN PANGERAN ANTASARI, JALAN PANGERAN
SAMUDERA.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:


a.
Daerah adalah Kota Banjarmasin;
b.
Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota
Banjarmasin;
c.

Kepala Daerah adalah Walikota Banjarmasin;

d.

Dewan adalah Dewan Perwakilan Rakyat


Daerah Kota Banjarmasin;

e.

Kawasan adalah suatu area yang menjadi


lahan untuk RTBL yang untuk ini meliputi
Sudimampir, Jalan Pangeran Antasari dan
Jalan Pangeran Samudera;

f.

Rencana Tata Bangun dan Lingkungan


Kawasan Sudimampir, Jalan Pangeran
Antasari dan Jalan Pangeran Samudera
disingkat dengan RTBL.
BAB II
RENCANA TATA BANGUNAN LINGKUNGAN (RTBL)
KAWASAN SUDIMAMPIR, JALAN PANGERAN ANTASARI DAN
JALAN PANGERAN SAMUDERA
Pasal 2

(1)

Buku RTBL Kawasan Sudimampir, Jalan


Pangeran Antasari -Jalan Pangeran

Samudera disusun secara sistematika


sebagai berikut :
BAB I
:
PENDAHULUAN
BAB II
:
KEBIJAKSANAAN DAN PROGRAM
PEMBANGUNAN KOTA
BAB III
:
DATA DAN INFORMASI
BAB IV
:
ANALISA
BAB V
:
KONSEP PENGEMBANGAN WILAYAH
PERENCANAAN
BAB VI
:
USULAN RENCANA TATA BANGUN DAN
LINGKUNGAN.
(2)

Buku RTBL Kawasan Sudimampir, Jalan


Pangeran Antasari -Jalan Pangeran
Samudera sebagaimana dimaksud pasal 2
ayat (1) diatas dilengkapi dengan peta
dan gambar.
BAB III
PELAKSANAAN RTBL KAWASAN SUDIMAMPIR
JALAN PANGERAN ANTASARI - JALAN PANGERAN SAMUDERA
Pasal 3

(1)

Peraturan Daerah ini menjadi pedoman


dalam pelaksanaan segala kegiatan
pembangunan dan pemanfaatan kawasan yang
diselenggarakan oleh Pemerintah, swasta
dan masyarakat.

(2)

Buku RTBL Kawasan Sudimampir - Jalan


Pangeran Antasari -Jalan Pangeran
Samudera sebagaimana dimaksud pasal 2
peraturan Daerah ini menjadi lampiran
dan merupakan bagian tak terpisahkan
dari Peraturan Daerah ini.
BAB IV
PENGENDALIAN
Pasal 4

(1)

Pengendalian RTBL Kawasan Sudimampir Jalan Pengeran Antasari - Jalan Pangeran


Samudera dalam upaya mencapai sasaran

rencana yang tercantum dalam Buku RTBL


Kawasan Sudimampir, Jalan Pangeran
Antasari - Jalan Pangeran Samudera
pelaksanaannya dilakukan oleh Walikota.
(2)

Dinas Tata Kota dan Keindahan Kota


selaku Pejabat yang berwenang yang
ditunjuk memberikan izin, agar mengawasi
pada saat dimulainya pembangunan agar
dapat dihindari kesalahan pelaksanaan
pembangunan secara dini.

(3)

Pengendalian RTBL Kawasan Sudimampir,


Jalan Pangeran Antasari dan Jalan
Pangeran Samudera diselenggarakan
melalui kegiatan penertiban dan
pengawasan.

(4)

Penertiban terhadap kegiatan pembangunan


yang tidak sesuai dengan Buku RTBL
Kawasan Sudimampir, Jalan Pangeran
Antasari dan Jalan Pangeran Samudera
dilaksanakan dalam bentuk pengenaan
sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

(5)

Pengawasan dilaksanakan dalam bentuk


pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
BAB V
KETENTUAN PIDANA
Pasal 5

(1)

Barang siapa melanggar ketentuanketentuan yang terdapat dalam Buku RTBL


Kawasan Sudimampir, Jalan Pangeran
Antasari, Jalan Pangeran Samudera
sebagaimana yang dimaksud pada pasal 3
ayat (2) Peraturan Daerah ini diancam
dengan kurungan selama-lamanya 5 (lima)
bulan dan atau denda sebanyak-banyaknya
Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

(2)

Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat


(1) pasal ini adalah merupakan tindak

pidana pelanggaran.
(3)

Selain tindak pidana sebagaimana


tersebut ayat (1) pasal ini, tindak
pidana yang mengakibatkan perusakan dan
pencemaran lingkungan diancam pidana
sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
BAB VI
KETENTUAN PENYIDIKAN
Pasal 6

(1)

Selain oleh Pejabat Penyidik Umum yang


bertugas menyidik tindakan pidana,
penyidikan atas tindak pidana
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Daerah ini, dapat juga dilakukan oleh
Pejabat Pegawai Negeri Sipil
dilingkungan Pemerintah Daerah, yang
pengangkatannya telah ditetapkan sesuai
peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

(2)

Dalam melaksanakan tugas Penyidikan para


Penyidik Pegawai Negeri Sipil
sebagaimana ayat (1) Peraturan Daerah
ini berwenang :
a.
Menerima Laporan atau pengaduan
dari seseorang tentang adanya tindak
pidana;
b.
Melakukan tindakan pertama pada
saat itu ditempat kejadian dan melakukan
pemeriksaan;
c.
Menyuruh berhenti seseorang
tersangka dan memeriksa tanda pengenal
diri tersangka;
d.

Melakukan penyitaan benda dan atau surat;

e.

Mengambil sidik jari dan memotret seseorang;


f.

Memanggil orang untuk didengar dan

diperiksa sebagai tersangka atau saksi;


g.
Mendatangkan orang ahli yang
diperlukan dalam hubungannya dengan
pemeriksaan perkara;

i.
(3)
a.
b.
c.
d.

h.
Mengadakan penghentian penyidikan
setelah mendapat petunjuk dari penyidik
umum bahwa tidak terdapat cukup bukti
atau peristiwa tersebut bukan merupakan
tindak pidana dan selanjutnya melalui
Penyidik umum memberitahukan hal
tersebut kepada Penuntut Umum, Tersangka
atau keluarganya;
Mengadakan tindakan lain menurut hukum
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penyidik Pegawai Negeri Sipil membuat
Berita Acara sebagai tindakan tentang :
Pemeriksaan tersangka;
Pemeriksaan rumah;
Penyitaan benda;
Pemeriksaan surat;
e.
Pemeriksaan saksi;
f.
Pemeriksaan ditempat kejadian.
Dan mengirimkannya kepada Kejaksaan
Negeri melalui Penyidik Polisi Negara
Republik Indonesia.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 7

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka segala


ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan Daerah
ini, meliputi bagian yang dalam Peraturan Daerah ini
dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.
Pasal 8
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang dapat mengetahuinya,
memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan

penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Banjarmasin.


Disahkan di Banjarmasin
pada tanggal 14 Nopember
2002
WALIKOTA BANJARMASIN
ttd.
H. SOFYAN ARPAN
Diundangkan di Banjarmasin
pada tanggal 14 Nopember 2002
SEKRETARIS DAERAH KOTA BANJARMASIN
ttD.
H.D. MAS DJAYA, S.H.
LEMBARAN DAERAH KOTA BANJARMASIN TAHUN 2002 NOMOR
38