Anda di halaman 1dari 28

PRESENTASI KASUS

TUMOR OTAK
Fajar Arismunandar (1420221152)
Pembimbing :
dr. Catur Banuaji, SpS

STATUS PASIEN
Nama Pasien : Ny. B
Umur

: 61 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki


Alamat

: Cakung, Jakarta Timur

Agama

: Islam

Pekerjaan : Ibu rumah tangga


Tanggal Masuk

: 25 Maret 2016

Ruang Perawatan : Cempaka Bawah


Tanggal Keluar

: 1 April 2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Keluhan Tambahan

: Penurunan Kesadaran
: Tidak ada

Riwayat Penyakit Sekarang


Penurunan kesadaran dirasakan sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit
sakit kepala yang hilang timbul sejak beberapa bulan yang lalu, sering
mengeluhkan sakit kepala saat pagi hari
muntah selama 3 hari SMRS, muntah berisi lendir, sering dirasakan saat pagi hari

tidak mengeluhkan adanya demam, kekakuan pada leher, ataupun kejang


kejang
Kelemahan otot pada keempat anggota gerak juga disangkal, keluarga pasien
tidak mengetahui apakah pasien sering mengalami kebas atau rasa tebal pada
tubuhnya
penurunan berat badan yang signifikan dan adanya penurunan nafsu makan pada
pasien
Riwayat trauma sebelumnya disangkal
Pihak keluarga pasien juga menyangkal adanya pengobatan rutin untuk ginjal
ataupun hatinya
tidak pernah mengalami riwayat stroke sebelumnya

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat DM (-)
Riwayat Hipertensi tidak terkontrol (+) terakhir diminum kurang lebih
seminggu yang lalu.
Riwayat Stroke (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat DM (-)
Riwayat Hipertensi (+)
Riwayat Stroke (-)
Riwayat keganasan (-)

Riwayat Pribadi dan Sosial


Merokok (-)
Konsumsi Alkohol (-)
Bekerja di tempat radiatif (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum

: Tampak sakit berat

Kesadaran : Stupor GCS : E2M2V2


Tanda Vital

TD
Nadi
RR
Suhu

:140/90 mmHg
: 90x/m
: 20x/m
: 36,5oC

Kepala

: Normocephal, Deformitas (-)

Mata

: Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik

Leher

: Pembesaran KGB (-)

Thoraks

: Dada simetris saat inspirasi ekspirasi

Pulmo : Vesikuler +/+, Ronkhi -/-, Wheezing -/ Cor


: BJ I-II, regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : NT (-), BU (+)


Esktremitas

: Akral Hangat, Sianosis (-)

Nervi Craniales
N. I (Olfaktorius)
N. II (Opticus)

: Tidak dapat diperiksa

Ketajaman penglihatan

: Kanan : tidak dapat diperiksa

Kiri : tidak dapat diperiksa


Pengenalan warna

: Kanan : tidak dapat diperiksa

Kiri : tidak dapat diperiksa


Lapang Pandang
: tidak dapat diperiksa
Funduscopy
: Tidak dilakukan (keterbatasan alat)

N. III (Okulomotor), N. IV (Throklearis), N. VI (Abdusen) :


Ptosis
Strabismus

: tidak dapat diperiksa


: (+) divergensi / (-)

Nistagmus
: tidak dapat diperiksa
Gerakan bola mata
: tidak dapat diperiksa
Pupil
: Bulat, anisokor, diameter 6 mm/3 mm
Refleks cahaya
Langsung
: (-)/(+)
Tidak Langsung
: (-)/(+)

Dolls Eye Maneuver

: dalam batas normal

N. V (Trigeminus)
Sensorik
N. V 1 (Opthalmicus)
: tidak dapat dilakukan
N. V 2 (Maxilaris)
: tidak dapat dilakukan
N. V 3 (Mandibularis)

: tidak dapat dilakukan

Refleks Kornea
: (-) / (+)
Motorik
: tidak dapat dilakukan

N. VII (Fasialis)
Menutup mata
Angkat Alis
Saat meringis

: kedua mata tidak menutup dengan sempurna


: tidak dapat dilakukan
: tidak dapat dilakukan

N. VIII (Vestibulokoklearis) : tes kalori tidak dilakukan

N. IX (Glossofaringeal) & N.X (Vagus):


Reflex tersedak
: (+)
Disfonia
: tidak dapat diperiksa
Disfagia
: tidak dapat diperiksa

N. XI (Asesorius)

Saat menoleh
: tidak dapat dilakukan
Saat mengangkat bahu
: tidak dapat dilakukan

N. XII (Hipoglossus) :
Dalam keadaan diam : tidak ada deviasi
Saat dijulurkan
: tidak dapat dilakukan
Atrofi Lidah
: tidak ada
Fasikulasi

: tidak ada

Tanda Rangsang Meningeal

Kaku Kuduk
Laseque
Kernig
Brudzinky I,II

: (-)
: (-) / (-)
: (-) / (-)
: (-) / (-)

Motorik
Trophy
Paresis

Sensorik

: tidak ada hipotrophy pada keemapt ekstremitas


: tidak dapat dilakukan

: tidak dapat dilakukan

Refleks Fisiologis

Biceps
Triceps
Patella
Achilles

:
:
:
:

(+)/(+)
(+)/(+)
(+)/(+)
(+)/(+)

Refleks Patologis

Babinski
: (-)/(-)
Chaddock
: (-)/(-)
Oppenheim : (-)/(-)
Gordon
: (-)/(-)
Scheiffer
: (-)/(-)

Fungsi Otonom

Miksi : terpasang kateter, produksi


normal
Defekasi : terpasang pampers,
produksi ada

DIAGNOSIS
Klinis

Penurunuan kesadaran
Cephalgia
Vomitus
Syndroma TTIK
Hipertensi Grade I

Anatomis

Intra kranial

Etiologis

susp. Abses Otak dd/ Tumor Otak


dd/ Stroke Hemorrhagik

Massa Intrakranial

Patologis

SARAN
Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan Gula darah 2 jam post pandrial
Pemeriksaan HbA1c
Pemeriksaan Lipid profile
Pemeriksaan Hemostasis
Pemeriksaan Elektrolit
Pemeriksaan Ureum, Creatinin
Pemeriksaan SGOT,SGPT
Pemeriksaan CT Scan Kepala dengan kontras

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hematologi
Leukosit

: 9,24 ribu/mm3

Hitung Jenis
Netrofil
: 62% (50-70)
Limfosit : 30% (25-40)
Monosit : 5% (2-8)
Eosinofil : 2 % (2-4)
Basofil
: 1 % (0-1)

Eritrosit: 5,39 juta/uL


Hemoglobin
: 14,7 g/dL
Hematrokit : 46 %
MCV
: 78,2 fl
MCH
: 29,1 pg (26-34)
MCHC
: 34,4 (32-35)
RDW-CV
: 14,0 (11,5-14,5)

Hemostasis

D-Dimer
: 489 mg/dL
Fibrinogen
: 320 mg/ dL
Control
: 319 mg/dL
Masa Prothrombin : 14,0 detik
Control
: 14,7 detik
APTT
: 35,1 detik
Control
: 34,4 detik

GDS

Kimia Klinik

: 110 mg/dL

Ureum

Creatinin

: 39 mg/dl
: 0,8 mg/dl

Lipid Profile

Kolesterol total : 197 mg/dL


HDL
: 14
LDL
: 138,1 mg/dL
Trigliserida : 190,3 mg/dL

Elektrolit
Natrium
Kalium
Klorida

: 144 mmol/L
: 4,5 mmol/L
: 107 mmol/L

CT Scan Kepala tanpa Kontras

Sugestif SOL pada regio pons


Ventrikulomegali ventrikel
lateralis
Herniasi subfalk ringan kekiri

DIAGNOSIS AKHIR
Klinis

Penurunan Kesadaran
Cephalgia
Vomitus
Syndroma TTIK
Hipertensi grade I
Dislipidemia

SOL susp Tumor Otak dd/ Stroke


Hemorrhagik
Hidrosefalus non komunikans

Massa Intrakranial

Anatomis
Pons
Ventrikel Lateralis

Etiologis

Saran

CT Scan Kepala dengan Kontras

Patologis

TERAPI
Medikamentosa
Mannitol 20%
Kortikosteroid injeksi
(dexamethasone)
Anti Hipertensi injeksi (nicardipine)
Anti hiperkolesterolemia oral
(simvastatin)
Anti hipertrigliserid (fenofibrat)
Neurotonik (citicolin)

Non-medikamentosa

Pemasangan NGT
Pemasangan Cateter Urin
Konsul ICU
Konsul Bedah Saraf

PROGNOSIS
Prognosis
Ad Vitam

: dubia ad malam

Ad fungsional : dubia ad malam


Ad sanationam

: dubia ad malam

TINJAUAN PUSTAKA
- Primer
Sekunder

TUMOR OTAK
Angiogenesis

- Operatif
- Kemoterapi
- Radiasi

Pembuluh darah imatur


Transudasi cairan intravascular
Simptomati
k

Mannitol,
kortikosteroi
d

Edema vascular
Obstruksi LCS
Peleberan ventriel lateralis

Hidrosefalus non komunikans


Sakit kepala,
Cranialis,
muntah,
Desakan massa dalam intracranial
motoric,
penurunan
Gejala
TTIK
Gejala
deficit
neurologis
fokal
kesadaran
sensorik

DIAGNOSIS
Subjektif
Gejala peningkatan TIK
Sakit kepala
Muntah
Penurunan kesadaran

Gejala deficit neurologis fokal


motorik (kelemahan tungkai)
Sensorik (kebas)
Nervus cranialis (strabismus,
gangguan visus, pandangan ganda,
mulut mencong, pelo, dan lain lain.
Dan lain lain

Faktor resiko
Genetik
Riwayat pekerjaan
Riwayat tumor di tempat lain

Status neurologis
Kesadaran
Fungsi kortikal luhur
Nervus cranialis
Motorik
Sensorik

Px penunjang
CT scan dengan kontras
Biopsi jaringan

Objektif

ANALISA KASUS
Pada anamnesis didapatkan keluhan berupa penurunan kesadaran selama 6
jam SMRS dan adanya sakit kepala disertai dengan adanya muntah lendir
terutama pada pagi hari. Hal itu menunjukkan adanya gejala gejala
intracranial yang mengarahkan diagnosis penulis kearah adanya massa
intracranial baik berupa tumor, abses ataupun perdarahan dan adanya
infeksi pada selaput meningens, namun gejala deficit neurologis fokal belum
dapat ditemukan karena keterbatasan pasien yang merasakan, sehingga
akan digali melalui pemeriksaan fisik. Penulis juga berfikir kearah stroke
hemoragik dikarenakan adanya gejala TTIK disertai dengan riwayat
hipertensi.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah tinggi, menunjukkan


adanya hipertensi grade I pada pasien. Kemudian dari status neurologis
didapatkan kesadaran stupor dengan GCS 6. Rangsang meningeal negative
dapat melemahkan adanya infeksi pada selaput meningens. Pada nervus
cranialis didapatkan strabismus dengan divergensi mata kanan menunjukkan
adanya deficit neurologis pada nervus III akibat kelainan di batang otak. Pada
pupil didapatkan pupil anisokor dengan diameter kanan 6mm dan kiri
normal, ditambah lagi dengan reflex cahaya langsung dan tidak langsung
dari mata kanan sudah menghilang, menandakan adanya deficit neurologis
dari nervus III akibat kelainan di batang otak. Dari dolls eye maneuver
didapatkan masih dalam batas normal menandakan kelainan dari batang
otak belum sepenuhnya sehingga masih ada reflex yang masih berfungsi.
Dari reflex kornea didapatkan reflex kornea negative pada mata kanan
menunjukkan hilangnya reflex batang otak dan deficit neurologis nervus V.
Dari refleks fisiologis yang normal dan refleks patologis yang negative
menunjukkan bahwa pada pasien tidak ada kelainan UMN.

Pada Pemeriksaan penunjang, didapatkan Leukosit dan diff count dalam batas normal yang
dapat melemahkan adanya sumber infeksi baik dari infeksi meningeal ataupun abses otak.
Dari pemeriksaan lipid profile sebagai factor resiko stroke didapatkan kesan meningkat,
sehingga menguatkan kemungkinan adanya stroke ditambah dengan adanya riwayat
hipertensi, namun adanya factor resiko lain seperti HbA1c belum diperiksa sehingga untuk
factor resiko DM sebagai pencetus stroke masih belum dapat dipastikan. Dari pemeriksaan
elektrolit, fungsi ginjal dan fungsi hati didapatkan kesan normal, sehingga kemungkinan
adanya penurunan kesadaran akibat dari metabolic ensefalopati dapat dilemahkan. Dari
hasil CT-Scan kepala tanpa kontras didapatkan hasil berupa SOL region pon, adanya
ventrikulomegali lateralis, dan adanya herniasi subfalk serebri, Dari hasil tersebut dapat
melemahkan adanya abses karena pada abses harus ditemukan adanya kapsul hiperdens,
namun belum dapat dipastikan apakah SOL tersebut akibat dari hemorrhagic atau tumor
otak karena keduanya memiliki gambaran yang hampir sama apabila dilakukan tanpa
kontras. Oleh karena itu diperlukan gambaran dengan kontras, apabila menyengat pada
daerah pinggiran massa dan adanya hipodens daerah sekitar yang menyengat,
menunjukkan bahwa SOL tersebut merupakan tumor, namun apabila setelah diberikan
kontras terdapat penyengatan yang luas, maka SOL tersebut berasal dari hemorrhagic.
Dari hasil CT Scan tersebut juga didaptkan adanya ventrikulomegali lateralis yang
menunjukkan adanya hidrosefalus non komunikans. Adanya herniasi subfalk pada CT
Scan tidak menghasilkan makna klinis apapun kecual herniasi tersebut sudah melanjut ke
hernias supratentoial.

Tata laksana medikamentosa berupa pemberian manntol untuk mengurangi


edema yang diakibatkan oleh tumor, kortikosteroid injeksi untuk
memaksimalisasi BBB yang mengalami kerusakan, anti hipertensi untuk
menurunkan tekanan darah pasien yang meningkat, hiperkolesterolemia dan
hipertrigliserid untuk mengobati dyslipidemia, serta neurotonik untuk
membantu regenerasi sel saraf yang sedang mengalami kerusakan.

Tata laksana non-medikamentosa berupa pemasangan NGT untuk pemberian


nutrisi dan obat peroral yang adekuat pada pasien yang tidak sadar.
Pemasangan catheter urin untuk membantu urinary pasien yang tidak sadar
disertai untuk control output cairan tubuh. Konsul ICU diindikasikan karena
SOL mengenai batang otak yang dapat menyebabkan adanya henti napas
sehingga dibutuhkan adanya ventilator. Konsul bedah saraf dilakukan untuk
mengkonsultasikan pada pasien apakah perlu dilakukan VP Shunt untuk
mengurangi TTIK yang spesifik diakibatkan oleh hidrosefalus.