Anda di halaman 1dari 31

Laporan Jaga

10 Desember
2015
DOKTER ON SITE : DR. CHANDRA SPBS
RESIDEN : DR. RIFKY
COASS : ABI & FAJAR

Rekapitulasi Pasien

Pasien operasi

:2

Pasien rawat jalan

:1

Pasien rawat inap

Pasien pulang paksa : tidak ada

Pasien sisa

:2
:3

Rawat jalan
Tn. Ubaydillah

Hematuria

Kontrol poli, BNO


IVP saat kontrol
poli

Ny. Euis

Ca mammae post
kemoterapi +
Vomitus

Antiemetik,
analgetik, terapi
cairan

Ny. Silmi

Abdominal pain

Analgetik, antiemetic,
antibiotic, terapi
cairan, USG abdomen

Rawat inap

Pasien sisa
Ny. Suryatinah

Penurunan kesadaran + Ca
Mammae

Tn. Nana

CKS + Multiple fracture

An. Rafka

Colic Abdomen e.c GEA dd/


disentri

Pasien Operasi 1

Tn. Jahya Albar


KU : Pasien datang dengan keluhan perdarahan di punggung
kanan.
RPS : Pasien datang dengan keluhan perdarahan di punggung
kanan sejak 5 jam SMRS. Perdarahan terjadi setelah pasien
operasi pada bagian tersebut karena terdapat lipoma.
Kemudian terjadi perdarahan ditengah tengah operasi tersebut.
Terdapat nyeri tekan, dan perdarahan aktif. Mual (-), Muntah (-),
disertai demam(-). BAB normal dan BAK tidak terganggu.
RPD : Pasien tidak pernah mengalami sakit seperti ini. Pasien
mempunyai riwayat DM
RPK : dikeluarga tidak ada yang mengalami hal yang sama
RPO : Tidak ada pernah diobati

Primary Survey

A : Clear

B : Spontan, 20 x/menit

C : Akral hangat, CRT <2 detik, TD : 130/90 mmHg, Nadi : 80


x/menit

D : GCS 15

Secondary Survey
Keadaan

umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran: Compos mentis
Tanda Vital :
TD: 130/90 mmHg N: 80x/ menit
RR: 20x/ menitS : 37oC
Kepala : Normocephal
Mata : Konjungtiva anemis-/-, Sklera ikterik -/-, pupil isokor
THT: Sekret -/-, darah -/Leher : KGB tak membesar
Thoraks : Simetris
Cor : BI-II reguler, Murmur (-), Gallop(-)
Pulmo : Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/Abdomen : Supel, bisisng usus + normal, NT (-), defans (-)
Ekstremitas : Akral hangat (+), edema (-), CRT < 2

Status Lokalis punggung


kanan:
L : luka insisi 5 x 1 cm dengan
perdarahan aktif
F : Nyeri tekan (+), E
M : Pergerakan scapula tidak
terganggu

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

DPL : 13,1/37/17,37rb/380rb

GDS : 159

Ureum/ Kreatinin : 18/0,7

PT/APTT : 12,3 13,9 (control)/32,00 32,7 (control)

SGOT/SGPT : 17/16

Rontgen foto thorax

Kesan cor dan pulmo dalam batas


normal

DIAGNOSIS PRE-OP

Perdarahan post eksisi lipoma et region punggung kanan

Sikap

Balut tekan

Pro eksplorasi + repair rupture

SIO + puasa

tol.erransi operasi IPD, anastesi, pulmo, cardio

Ceftazidime

Ketorolac

Ranitidine

Laporan Operasi

Pasien dalam posisi miring ke kiri dengan G.A

Dilakukan a dan antisepsis

Luka operasi sebelumnya diperlebar dan terdapat clotting


di dalamnya.

Dilakukan eksplorasi kemudian tampak perdarahan di vena


yang terletak medial dari arteri, setelah itu sumber
perdarahan di ligase.

Perdarahan berhenti

Luka operasi dibersihkan dengan NaCl 0,9% sampai bersih

Luka operasi dijahit lapis demi lapis

Operasi selesai.

Intra - Op

DIAGNOSIS POST-OP

Perdarahan post eksisi lipoma et region punggung kanan

Asuhan Pasca Operasi

Awasi kesadaran dan TNSP

Diet biasa setelah pasien sadar penuh

Injeksi ceftazidim

Injeksi ketorolac

Injeksi ranitidine

IVFD RL 8 jam/kolf

Pasien Operasi 2

Tn. Jumadi
KU : Luka di lengan bawah kanan
RPS : Pasien datang dengan keluhan luka di lengan bawah
kanan sejak 30 menit SMRS. Luka terjadi akibat pasien terkena
pecahan kaca saat sedang terjadi ledakan yang menyebabkan
kaca tersebut melukai bagian lengan kanan pasien. Pasien juga
mengeluhkan adanya luka bakar di beberapa bagian tubuhnya
seperti wajah dan keempat anggota geraknya akibat dari
ledakan tersebut.
RPD : pasien tidak pernah mengalami kejadian ini sebelumnya,
DM (-), Hipertensi (-), kelainan pembekuan darah (-)
RPK : Keluarga tidak ada yang mengalami hal serupa Dm (_),
hipertensi (-)
RPO : pasien belum pernah mengobati keluhannya tersebut

Primary Survey

: Clear

: akral hangat, CRT < 2 detik, Tekanan darah 100/70 mmHg,


nadi : 96 x/menit

: GCS 15

: Spontan, RR : 20 x/menit

Secondary Survey
Keadaan

umum : Tampak sakit sedang


Kesadaran: Compos mentis
Tanda Vital :
TD : 100/ 70 mmHg N : 96x/ menit
RR : 20x/ menit S : 37 oC
Kepala : Normocephal, combustio (+)
Mata : Konjungtiva anemis-/-, Sklera ikterik -/-, pupil isokor
THT: Sekret -/-, darah -/Leher : KGB tak membesar
Thoraks : Simetris
Cor : BI-II reguler, Murmur (-), Gallop(-)
Pulmo : Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/Abdomen : Supel, bisisng usus + normal, NT (-), defans (-)
Ekstremitas : Akral hangat (+), crt < 2detik, combustio (+),
vulnus laceratum

Status Lokalis antebrachii


dekstra:
L : vulnus laceratum dengan dasar
luka otot, terdapat perdarahan
aktif bersifat pulsatil
F : Nyeri tekan (+),
M : Pergerakan terganggu karena
nyeri

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

DPL : Hb/Ht/Leukosit/Trombosit

GDS :

Ureum/ Kreatinin :

PT/APTT :

SGOT/SGPT :

DIAGNOSIS PRE-OP

VL antebrachii dekstra + Susp. Ruptur arteri ulnaris dekstra

Sikap

Pro control perdarahan dan repair arteri

Analgetik

Antibiotik

Gastroprotector

Cairan sesuai TS bedah plastic untuk luka bakar

Laporan Operasi

Pasien supine dalam anastesi umum

A dan antiseptic daerah operasi dan sekitarnya

Eksplorasi luka sayat di region antebrachii dekstra bagian


dorsal dengan ukuran 10 cm x 2 cm, dasar otot, perdarahan
aktif berasal dari cabang arteri ulnaris dekstra

Atasi perdarahan

Debridement dengan NaCl 0,9%

Dilakukan penjaitan dengan vycril 2.0 lapis demi lapis

Selanjutnya dilakukan eksplorasi luka setelah tindakan di


antebrachii dekstra dengan ukuran 5 cm x 1 cm, dasar otot,
perdarahan aktif tidak ada, terdapat pecahan kaca
kemudian di debridement dengan nacl 0,9%

Luka operasi ditutup lapis demi lapis

Operasi selesai

Pre - Op

Intra - Op

Post - Op

DIAGNOSIS POST-OP

VL antebraachii dekstra + Ruptur cabang arteri

Asuhan Pasca Operasi

Awasi TNSP dan kesadaran

Diet lunak bila pasien sudah sadar penuh

IVFD RL sesuai TS bedah plastik yaitu 6 jam/kolf

Injeksi ceftazidime

Injeksi ketorolac

Injeksi ranitidine

Tatalaksana luka bakar sesuai TS bedah plastik