Anda di halaman 1dari 31

Dengue Shock Syndrom

Silvia Rane

Laporan Kasus
Nama : Anak C
Umur : 9 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Berat badan : 12kg
Tinggi badan : 102 cm
Agama: Islam
Alamat : Padang
MRS

: 02 Februari 2016

Cont..

Telah dirawat seorang anak perempuan berusia 5 Tahun pada tanggal 1 Februari
2016 pukul 23.00 WIB di ruang Rawat Semiintensif RSUP Dr. M. Djamil Padang
dengan:

Keluhan Utama: Kaki dan tangan teraba dingin sejak 4 jam sebelum masuk
Rumah Sakit.

Riwayat Penyakit Sekarang


Demam sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit, demam tinggi, terus
menerus, hilang timbul, tidak menggigil, tidak berkeringat dan tidak disertai
kejang. Anak kembali demam 4 hari sebelum masuk rumah sakit, demam tinggi,
terus menerus, tidak menggigil, tidak berkeringat, tidak disertai kejang.

Batuk sejak 4 hari yang lalu berdahak dan tidak disertai pilek.
Sakit kepala ada
Sakit dibelakang bola mata ada
Nyeri sendi ada.
Mual sejak 4 hari yang lalu dan tidak disertai muntah.
Nyeri perut sejak 4 hari yang lalu terutama dirasakan pada ulu
hati.
Sesak nafas tidak ada, kebiruan tidak ada.

Perdarahan kulit, gusi, hidung dan saluran cerna tidak ada.


Nafsu makan agak menurun selama sakit,biasanya anak makan
denan menu makanan biasa, frekuensi 3x sehari menghabiskan
1/3-1/2 porsi orang dewasa.Selama sakit anak kurang mau makan
anak hanya makan 1-2x sehari menghabiskan 2 sendok makan.
Buang air kecil jumlah berkurang dan warna biasa.
Buang air besar teratur warna dan konsistensi biasa.

Pasien sebelumnya telah dibawa berobat ke spesialis anak dan


kemudian dirujuk ke RSUP DR.M.Djamil padang dengan keterangan
observasi demam lama (thypoid fever) + gizi kurang + intake sulit.
Anak sudah mendapatkan tatalaksana syok di IGD RSUP
DR.M.Djamil padang kemudian setelah syok teratasi anak di rawat
di rung rawat semiintensif.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien tidak pernah menderita demam berdarah sebelumnya.
Riwayat menderita malaria disangkal
Riwayat bepergian ke daerah lain dalam 1 bulan terakhir disangkal
Riwayat sakit demam tifoid disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada keluarga dan tetangga sekitar yang menderita demam
berdarah.
Riwayat Kehamilan
GPA

: G1P1A 0

Masa kehamilan : Aterm


Partus

: Spontan

Penolong

: Bidan

Berat badan lahir

: 2000 gr

Panjang badan lahir : 46 cm


Keadaan saat lahir : Langsung menangis
Riwayat demam ()
Riwayat ketuban kental hijau dan bau ()

Riwayat Makanan
ASI

: 0 2 bulan

Bubur susu

: 6 bulan 1 tahun

Nasi tim : 1 tahun 1 tahun 6 bulan


Nasi biasa: 1 tahun 6 bulan sekarang

Riwayat Vaksinasi
BCG

: (+)

Polio

: (+) 1,2,3

DPT

: (+) 1,2,3

Hepatitis B

: (+) 1,2,3

Campak : (+)
Kesan : imunisasi dasar lengkap

Riwayat Perkembangan Fisik


Tengkurap

: 4 bulan

Merangkak

: 6 bulan

Duduk

: 8 bulan

Berdiri

: 12 bulan

Berjalan : 13 bulan
Kesan : Perkembangan fisik dalam batas normal

Keadaan Umum

Kesadaran
: Somnolen
Berat badan : 12 kg
Tinggi badan : 102 cm
Tekanan Darah : tidak terukur
Nadi
: filiformis
Denyut Jantung : 136 x/menit
Pernapasan
: 30 x/menit

Suhu
: 36,0 0C
Anemis
: tidak ada
Sianosis
: tidak ada
Ikterus
: tidak ada
Edema umum : tidak ada

Keadaan gizi :
BB/U = 66,7 %
TB/U = 95,3 %
BB/TB = 75 %
Kesan: gizi kurang

Keadaan Spesifik
Kulit
ptechiae spontan (-), anemis (-)
Kepala
Kesan kepala : Normocephali
UUB
: Menutup
Rambut
: Hitam, lurus,tidak mudah dicabut

Mata : Kelopak mata normal, konjungtiva anemis (-), sklera


ikterik (-) refleks cahaya +/+ normal, pupil bulat, isokor, diameter
3 mm/3 mm
Hidung : Sekret (-), nafas cuping hidung (-/-)
Telinga : Sekret (-)
Mulut : Stomatitis angularis (-), atrofi papil lidah (-), mukosa bibir
dan mulut kering (+), sianosis sirkum oral (-), typhoid tongue (-)

Tenggorokan : faring hiperemis (-), tonsil T1-T1 tenang


Leher
: Tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening,
tekanan vena jugularis tidak meningkat

Thorax
Paru-paru
Inspeksi : Statis & dinamis simetris, retraksi tidak ada
Palpasi : Perkusi : Sonor.
Auskultasi: Vesikuler (+) normal pada seluruh lapangan paru,
ronkhi (-), wheezing(-)

Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

: Pulsasi tidak terlihat, iktus kordis tidak terlihat.


: Iktus kordis tidak teraba, thrill tidak teraba
: Batas jantung dalam batas normal
: HR 136 x/menit, reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi : datar
Palpasi : Lemas, nyeri tekan epigastrium (+), hepar dan lien sulit
di nilai
Perkusi : Timpani, shifting dullness (-)
Auskultasi: Bising usus (+) normal

Ekstremitas
Akral dingin (+/+), edema (-), sianosis (-), ptechiae spontan (-),
CRT < 2 detik
Kelenjar Getah Bening
Tidak ada pembesaran

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Darah (Tanggal 2 Februari 2016)
Hb
: 17,6 g/dl
Ht
: 52 vol %
Leukosit : 10.940/mm3

LED
: 2 mm/jam
Trombosit
: 62.000/mm3
Hitung jenis : 0/0/7/40/46/6
Kalsium
: 97 mmol/l
Retikulosit
: 1,8 %
Kesan
: Trombositopenia

Diagnosa Kerja :
DHF Grade III (Syok telah teratasi)

Tatalaksana :
Oksigen nasal 1-2 L/menit
IVFD RL 20cc/kgBB/30 menit 240cc/ 30menit

Cek IgM dan IgG


Balance cairan
ML 1100 kkal
Vital sign per2jam

Seorang anak perempuan datang ke RSUP DR.M.Djamil Padang dengan keluhan


utama kaki dan tangan dingin. Dari anamnesis didapatkan sejak 4 hari sebelum
masuk rumah sakit penderita mengeluh demam tinggi, yang artinya penderita
mendapat infeksi, bisa berupa infeksi bakteri (infeksi saluran kemih, infeksi
saluran nafas, dsb), infeksi virus (demam dengue, DHF, dsb), atau infeksi parasit
(misal malaria). Demam timbul mendadak, terus-menerus, dan ditambah tidak
ada riwayat berpergian ke luar daerah dan riwayat sakit malaria tidak ada, maka
untuk sementara kemungkinan sakit malaria dapat disingkirkan. Tidak adanya
batuk, pilek, dan sesak napas mengurangi kemungkinan adanya infeksi di saluran
napas, sedangkan BAK biasa, tidak ada nyeri dapat menyingkirkan infeksi di
saluran kemih. Penderita mengeluhkan nyeri perut, ada sakit kepala, nyeri otot
dan sendi, sakit belakang bola mata ada, bintik-bintik merah di kulit tidak ada,

mimisan tidak ada, perdarahan gusi tidak ada, sehingga


kemungkinan demam dengue/DHF belum dapat disingkirkan.
Dari anamnesis lebih lanjut didapatkan sejak 4 jam SMRS, kaki
dan tangan penderita terasa dingin. Penderita tampak lesu dan
lemas. BAK berkurang ada. Hal ini menunjukkan kemungkinan
penderita mengalami syok yang kemungkinan besar disebabkan
oleh demam dengue atau DHF

Dari pemeriksaan fisik ditemukan kesadaran penderita somnolen


dengan tekanan darah tidak terukur, nadi filiformis, pernapasan
30x/menit, dan suhu 36,00C menunjukkan penderita memang
berada dalam kondisi syok. Pada ekstremitas didapatkan dingin
yang semakin mengarahkan diagnosis kepada DSS.

Pemeriksaan laboratorium tidak menunjukkan leukositosis dan


tidak ada peningkatan LED, sehingga kemungkinan syok akibat
sepsis dapat disingkirkan dan semakin memperbesar kemungkinan
syok akibat DHF. Akhirnya terpenuhilah tiga kriteria WHO untuk
menegakkan diagnosis DHF, yaitu:

Demam/riwayat demam akut, antara 2-7 hari biasanya bifasik.


Terdapat minimal 1 manifestasi perdarahan berikut: uji bendung positif;
petekie, ekimosis, atau purpura; perdarahan mukosa; hematemesis dan
melena.
Trombositopenia (jumlah trombosit <100.000/ ml).
Terdapat minimal 1 tanda kebocoran plasma sbb:
Peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai umur dan jenis
kelamin.
Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumnya.

Tanda kebocoran plasma seperti: efusi pleura, asites, hipoproteinemia,


hiponatremia.
Dan berdasarkan derajatnya, pasien ini tergolong pada derajat III (Dengue
Shock Syndrome) karena didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat
dan lemah, tekanan nadi menurun (20 mmHg atau kurang) atau hipotensi,
kulit dingin dan lembab, serta tampak gelisah.

Prognosis pada pasien ini, quo ad vitam-nya dubia ad bonam karena


case fatality rate kasus DHF sekitar 1,5 % jadi asalkan pasien ini
mendapatkan penatalaksanaan sesuai protokol yang ada tidak akan
menyebabkan kematian. Sedangkan untuk quo ad functionam-nya bonam.

TERIMA KASIH