Anda di halaman 1dari 12

PERDA KOTA BANJARMASIN 15/2002, RENCANA TATA BANGUNAN

DAN LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN PASAR ANTASARI


_______________________________________________________
__________
PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN (PERDA KOTA
BANJARMASIN)
NOMOR 15 TAHUN 2002 (15/2002)
TENTANG
RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN (RTBL)
KAWASAN PASAR ANTASARI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA BANJARMASIN,
Menimbang:

a.
bahwa Kawasan Pasar Antasari
merupakan salah satu kawasan utama di
Kota Banjarmasin yang sangat vital
kedudukan dan fungsinya, yang menjadi
poros jalan utama masuk wilayah Kota
Banjarmasin dari arah timur dan
merupakan kawasan komersial kota;
b.
bahwa untuk menjaga agar
perkembangan pembangunan di masa yang
akan datang arahnya jangan menyimpang
dari fungsi tersebut di atas, maka perlu
diatur Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan Kawasan Pasar Antasari yang
disesuaikan peruntukannya ke arah Pusat
Perdagangan dan jasa Central Bussines
Distric (CBD);
c.
bahwa untuk melaksanakan
maksud tersebut di atas huruf a dan b
konsiderans ini perlu diatur dan
disahkan dengan Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin.

Mengingat:

1.
Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959
tentang Penetapan Undang-undang Darurat
Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan

Daerah Tingkat II di Kalimantan Sebagai


Undang-undang (Lembaran Negara Tahun
1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 1820);
2.
Undang-undang Nomor 5
Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar
Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara
Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 2024);
3.
Undang-undang Nomor 11
Tahun 1974 tentang Pengairan (Lembaran
Negara Tahun 1974 Nomor 65, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3046);
4.
Undang-undang Nomor 13
Tahun 1980 tentang Jalan (Lembaran
Negara Tahun 1980 Nomor 83, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3136);
5.
Undang-undang Nomor 4
Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
(Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 12,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3215);
6.
Undang-undang Nomor 5
Tahun 1984 tentang Perindustrian
(Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274);
7.
Undang-undang Nomor 9
Tahun 1990 tentang Kepariwisataan
(Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3419);
8.
Undang-undang Nomor 24
Tahun 1992 tentang Penataan Ruang
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 115,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3501);
9.
Undang-undang Nomor 23
Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun
1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3699);

10. Undang-undang Nomor 22


Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);
11.
Nomor 22 Tahun
Pengaturan Air
1982 Nomor 37,
Nomor 3225);

Peraturan Pemerintah
1982 tentang Tata Cara
(Lembaran Negara Tahun
Tambahan Lembaran Negara

12. Peraturan Pemerintah


Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan
(Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 37,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3293);
13. Peraturan Pemerintah
Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisa
Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Tahun
1986 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3338);
14. Peraturan Pemerintah
Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi
Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah
(Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373);
15. Keputusan Presiden Nomor
33 Tahun 1991 tentang Penggunaan Tanah
Bagi Kawasan Industri;
16. Keputusan Presiden Nomor
55 Tahun 1993 tentang Pengadaan Tanah
Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk
Kepentingan Umum;
17. Keputusan Presiden Nomor
44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan
Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk
Rancangan undang-undang, Rancangan
Peraturan Pemerintah dan Rancangan
Keputusan Presiden;
18. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin

Nomor 1 Tahun 1986 tentang Rencana Umum


Tata Ruang Kota dan Bagian Wilayah Kota;
19. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 16 Tahun 1992 tentang Penyidik
Pegawai Negeri Sipil Kota Banjarmasin;
20. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 8 Tahun 1993 tentang Pelayanan
Bidang Tata Kota;
21. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 8 Tahun 1994 tentang Rencana
Teknik Ruang Kota Banjarmasin Timur;
22. Peraturan Daerah
Kotamadya Daerah Tingkat II Banjarmasin
Nomor 9 Tahun 1994 tentang Rencana
Teknik Ruang Kota Banjarmasin Selatan;
23. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Daerah Kota Banjarmasin;
24. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 8 Tahun 2000 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas, Badan,
Kecamatan dan Kelurahan Kota
Banjarmasin, sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun
2002.
25. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 2 Tahun 2001 tentang
Penataan Daerah Kota Banjarmasin;
26. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 8 Tahun 2001 tentang
Pola Dasar Pembangunan Daerah Kota
Banjarmasin;
27.

Peraturan Daerah Kota

Banjarmasin Nomor 9 Tahun 2001 tentang


Izin Mendirikan Bangunan;
28. Peraturan Daerah Kota
Banjarmasin Nomor 10 Tahun 2001 tentang
Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.
Dengan persetujuan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BANJARMASIN
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN


TENTANG RENCANA TATA BANGUNAN DAN
LINGKUNGAN (RTBL) KAWASAN PASAR
ANTASARI.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:


a.
Daerah adalah Kota Banjarmasin;
b.
Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota
Banjarmasin;
c.

Kepala Daerah adalah Walikota Banjarmasin;

d.

Dewan adalah Dewan Perwakilan Rakyat


Daerah Kota Banjarmasin;

e.

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan


Kawasan Pasar Antasari Kota Banjarmasin
adalah Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan Kawasan Pasar Antasari
disingkat dengan RTBL Kawasan Pasar
Antasari;

f.
g.

CBD adalah Pusat perdagangan dan jasa;


RTBL Kawasan Antasari adalan rencana
penataan bangunan dan lingkungan yang
didalamnya menuangkan beberapa panduan

rancangan bangunan yang dilengkapi


dengan pedoman penataan bangunan yang
bersifat lebih detail untuk pengendalian
dan penataan seputar kawasan Antasari
yang beradius 300 hektar dari garis
tengah Pasar Antasari.
BAB II
RENCANA TATA BANGUNAN LINGKUNGAN (RTBL)
KAWASAN PASAR ANTASARI
Pasal 2
(1)
BAB I
BAB II
BAB III
LINGKUNGAN
BAB IV
BAB V
PLAN)
BAB VI
(2)

Buku RTBL Kawasan Pasar Antasari disusun


secara sistematika sebagai berikut :
:
PENDAHULUAN
:
KEADAAN KAWASAN PANGERAN ANTASARI
:
KONSEP PENATAAN BANGUNAN DAN
:
:

PROGRAM BANGUNAN DAN LINGKUNGAN


RENCANA UMUM PERANCANGAN (DESIGN

RENCANA DETAIL

Buku RTBL Kawasan Pasar Antasari


sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (1)
diatas dilengkapi dengan peta dan
gambar.
BAB III
PELAKSANAAN RTBL KAWASAN PASAR ANTASARI
Pasal 3

(1)

Peraturan Daerah ini menjadi pedoman


dalam pelaksanaan segala kegiatan
pembangunan dan pemanfaatan area/kawasan
yang diselenggarakan oleh Pemerintah,
swasta dan masyarakat.

(2)

Buku RTBL Kawasan Pasar Antasari beserta


peta sebagaimana dimaksud pasal 2
peraturan Daerah ini menjadi lampiran
dan merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

BAB IV
PENGENDALIAN
Pasal 4
(1)

Pengendalian Rencana Tata Bangunan dan


Lingkungan (RTBL) Kawasan Pasar Antasari
dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran
rencana yang tercantum dalam Buku RTBL
Kawasan Pasar Antasari pelaksanaannya
dilakukan oleh Walikota.

(2)

Dinas Tata Kota dan Keindahan Kota


selaku Pejabat yang berwenang yang
ditunjuk memberikan izin, agar mengawasi
pada saat dimulainya pembangunan agar
dapat dihindari kesalahan pelaksanaan
pembangunan secara dini.

(3)

Pengendalian Rencana Tata Bangunan dan


Lingkungan Kawasan Pasar Antasari
diselenggarakan melalui kegiatan
penertiban dan pengawasan.

(4)

Penertiban terhadap kegiatan pembangunan


yang tidak sesuai dengan Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan Kawasan Pasar
Antasari diselenggarakan dalam bentuk
pengenaan sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

(5)

Pengawasan dilaksanakan dalam bentuk


pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
BAB V
KETENTUAN PIDANA
Pasal 5

(1)

Barang siapa melanggar ketentuanketentuan yang terdapat dalam Buku RTBL


Kawasan Pasar Antasari sebagaimana yang
dimaksud pada pasal 3 ayat (2) Peraturan
Daerah ini diancam dengan kurungan

selama-lamanya 5 (lima) bulan dan atau


denda sebanyak-banyaknya Rp.
10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
(2)

Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat


(1) pasal ini adalah merupakan tindak
pidana pelanggaran.

(3)

Selain tindak pidana sebagaimana


tersebut ayat (1) pasal ini, tindak
pidana yang mengakibatkan perusakan dan
pencemaran lingkungan diancam pidana
sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
BAB VI
KETENTUAN PENYIDIKAN
Pasal 6

(1)

Selain oleh Pejabat Penyidik Umum,


penyidikan terhadap tindak pidana
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Daerah ini, dapat juga dilakukan oleh
Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil
dilingkungan Pemerintah Daerah, yang
pengangkatannya sesuai dengan ketentuan
undang-undang yang berlaku.

(2)

Dalam melaksanakan tugasnya Pejabat


Penyidik Pegawai Negeri Sipil
sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini
berwenang :
a.
Menerima Laporan atau pengaduan
dari seseorang tentang adanya tindak
pidana;
b.
Melakukan tindakan pertama pada
saat itu ditempat kejadian dan melakukan
pemeriksaan;
c.
Menyuruh berhenti seseorang
tersangka dan memeriksa tanda pengenal
diri tersangka;
d.

Melakukan penyitaan benda dan atau surat;

e.

Mengambil sidik jari dan memotret seseorang;


f.
Memanggil orang untuk didengar dan
diperiksa sebagai tersangka atau saksi;
g. Mendatangkan orang ahli yang
diperlukan dalam hubungannya dengan
pemeriksaan perkara;
h.
Mengadakan penghentian penyidikan
setelah mendapat petunjuk dari penyidik
umum bahwa tidak terdapat cukup bukti
atau peristiwa tersebut bukan merupakan
tindak pidana dan selanjutnya melalui
Penyidik umum memberitahukan hal
tersebut kepada Penuntut Umum, Tersangka
atau keluarganya;
i.
Mengadakan tindakan lain menurut
hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

(3)
a.
b.
c.
d.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil membuat


Berita Acara sebagai tindakan tentang :
Pemeriksaan tersangka;
Pemeriksaan rumah;
Penyitaan benda;
Pemeriksaan surat;
e.
Pemeriksaan saksi;
f.
Pemeriksaan ditempat kejadian.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 7

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka segala


ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan Daerah
ini, dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.
Pasal 8
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal
diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, dapat

memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan


penempatan dalam Lembaran Daerah Kota Banjarmasin.
Disahkan di Banjarmasin
pada tanggal 14 Nopember
2002
WALIKOTA BANJARMASIN
ttd.
H. SOFYAN ARPAN
Diundangkan Banjarmasin
pada tanggal 14 Nopember 2002
SEKRETARIS DAERAH KOTA BANJARMASIN
ttd.
H.D. MAS DJAYA, S.H.
LEMBARAN DAERAH KOTA BANJARMASIN TAHUN 2002 NOMOR
40