Anda di halaman 1dari 25

Bioteknologi (1) : Konsep dasar dan

perkembangan
16 July 2014 by Dosso Sang Isahi

50
SHARES

Share ke FacebookTweet ke Twitter

BMC Bioteknologi adalah suatu teknik modern untuk mengubah bahan mentah melalui transformasi
biologi sehingga menjadi produk yang berguna. Supriatna (1992 ) memberi batasan tentang arti
bioteknologi secara lebih lengkap, yakni: pemanfaatan prinsipprinsip ilmiah dan kerekayasaan
terhadap organisme, sistem atau proses biologis untuk menghasilkan dan atau meningkatkan potensi
organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan
hidup manusia.

Bioteknologi (1) : Konsep dasar dan perkembangan


Bioteknologi
Bioteknologi di masa lampau (konvensional)
Bioteknologi sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan
tahun yang lalu.

8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir,
dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk

meningkatkan kualitas ternak.


6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat tempe dengan bantuan

ragi
4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat

1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia

1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.

1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan

hewan
1880 Mikroorganisme ditemukan

1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan

1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke

turunannya.
1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi

1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong

gen gen
1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein

1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat

pada usus besar


1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot-nya, E.
coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5%

pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia.


1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat flavor saver

2000 Perampungan Human Genome Project

Contoh produk bioteknologi konvensional, misalnya:

di bidang pangan ada pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19,

pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta

pemuliaan dan reproduksi hewan.


di bidang medis, antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih
dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan
signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktoroleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi
antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.

Bioteknologi modern
Sekarang bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini
ditandai dengan ditemukannya berbagai macam
teknologi semisal:

Rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA


rekombinan, pengembangbiakan sel induk,
kloning, dan lain-lain. Teknologi ini
memungkinkan kita untuk memperoleh
penyembuhan penyakit-penyakit genetik
maupun kronis yang belum dapat

disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.


Penelitian di bidang pengembangan sel induk
juga memungkinkan para penderita stroke

ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh

dapat sembuh seperti sediakala.


Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA
rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung
zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama

maupun tekanan lingkungan.


Penerapan bioteknologi di saat ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari
polusi. Misalnya saja penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan
penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan
bakteri jenis baru.

Berikut ini adalah daftar kemajuan bidang bioteknologi yang telah diaplikasikan. Mayoritas didominasi
oleh bidang peternakan, perikanan, dan kesehatan.
Bioteknologi dalam Bidang Peternakan dan Perikanan
Penggunaan bioteknologi guna meningkatkan produksi peternakan meliputi :

teknologi produksi, seperti inseminasi buatan, embrio transfer, kriopreservasi embrio,

fertilisasi in vitro, sexing sperma maupun embrio, cloning dan spliting.


rekayasa genetika, seperti genome maps, masker asisted selection, transgenik, identifikasi

genetik, konservasi molekuler,


peningkatan efisiensi dan kualitas pakan, seperti manipulasi mikroba rumen,

bioteknologi yang berkaitan dengan bidang veteriner (Gordon, 1994; Niemann dan Kues,
2000).

Teknologi reproduksi yang telah banyak dikembangkan adalah:

transfer embrio berupa teknik Multiple Ovulation and Embrio Transfer (MOET). Teknik ini telah
diaplikasikan secara luas di Eropa, Jepang, Amerika dan Australia dalam dua dasawarsa

terakhir untuk menghasilkan anak (embrio) yang banyak dalam satu kali siklus reproduksi.
cloning telah dimulai sejak 1980-an pada domba. Saat ini pembelahan embrio secara fisik

(embryo spliting) mampu menghasilkan kembar identik pada domba, sapi, babi dan kuda.
produksi embrio secara in vitro: teknologi In vitro Maturation (IVM), In Vitro
Fertilisation (IVF), In Vitro Culture (IVC), telah berkembang dengan pesat. Kelinci, mencit,
manusia, sapi, babi dan domba telah berhasil dilahirkan melalui fertilisasi in vitro (Hafes,
1993).

Di Indonesia, transfer embrio mulai dilakukan pada tahun 1987. Dengan teknik ini seekor sapi betina,
mampu menghasilkan 20-30 ekor anak sapi (pedet) pertahun. Penelitian terakhir membuktikan bahwa,
menciptakan jenis ternak unggul sudah bukan masalah lagi. Dengan teknologi transgenik, yakni
dengan jalan mengisolasi gen unggul, memanipulasi, dan kemudian memindahkan gen tersebut dari
satu organisme ke organisme lain, maka ternak unggul yang diinginkan dapat diperoleh.
Babi transgenik, di Princeton Amerika Serikat, kini sudah berhasil memproduksi hemoglobin manusia
sebanyak 10 15 % dari total hemoglobin manusia, bahkan laporan terakhir mencatat adanya
peningkatan persentasi hemoglobin manusia yang dapat dihasilkan oleh babi transgenik ini.
Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan dan Pengobatan
Molly, penderita penyakit fanconi anemia, saat berusia 6 tahun. Mendapat bantuan cangkokan
sumsum tulang dari sang adik yang merupakan produk bayi tabung. Inilah salah satu kehebatan
bioteknologi.

Suatu terobosan baru telah dilakukan di Colorado AS.


Pasangan Jack dan Lisa melakukan program bayi tabung
bukan semata-mata untuk mendapatkan turunan, tetapi
karena perlu donor bagi putrinya Molly yang berusia 6 tahun
dan menderita penyakit fanconi anemia.Fanconi
anemia adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh tidak
berfungsinya sumsum tulang belakang sebagai penghasil
darah. Jika dibiarkan akan menyebabkan penyakit leukemia.
Satu-satunya pengobatan adalah melakukan pencakokkan
sumsum tulang dari saudara sekandung, tetapi masalahnya,
Molly adalah anak tunggal. Teknologi bayi tabung diterapkan
untuk mendapatkan anak yang bebas dari penyakit fanconi
anemia. Melalui teknik Pra Implantasi genetik diagnosis
dapat dideteksi embrio-embrio yang membawa gen fanconi.
Dari 15 embrio yang dihasilkan, ternyata hanya 1 embrio
yang terbebas dari gen fanconi. Embrio ini kemudian
ditransfer ke rahim Lisa dan 14 embrio lainnya dimusnahkan.
Bayi tabung ini lahir 29 Agustus 2000 yang lalu, dan
beberapa jam setelah lahir, diambil sampel darah dari
umbilical cord (pembuluh darah yang menghubungkan bayi dengan placenta) untuk ditransfer ke
darah Molly. Sel-sel dalam darah tersebut diharapkan akan merangsang sumsum tulang belakang
Molly untuk memproduksi darah.
Kontroversi
Dalam perkembangannya, kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi.
Sebagai contoh:

teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari

bermacam-macam golongan terutama kaum konservatif religius


pro dan kontra penggunaan tanaman transgenik, salah satu contohnya adalah kapas
transgenik. Pihak yang pro, terutama para petinggi dan wakil petani yang tahu betul hasil uji
coba di lapangan memandang kapas transgenik sebagai mimpi yang dapat membuat
kenyataan, sedangkan Pihak yang kontra, sangat ekstrim mengungkapkan berbagai bahaya

hipotetik tanaman transgenik (Tajudin, 2001).


selain kapas, Setyarini (2000) memaparkan tentang kontroversi penggunaan tanaman jagung
yang telah direkayasa secara genetik untuk pakan unggas. Kekhawatiran yang muncul adalah

produk akhir unggas Indonesia akan mengandung genetically modified organism ( GMO ).
masalah lain yang menjadi kekhawatiran berbagai pihak adalah potensinya dalam
mengganggu keseimbangan lingkungan antara lain serbuk sari jagung dialam bebas dapat
mengawini gulma-gulma liar, sehingga menghasilkan gulma unggul yang sulit dibasmi.
Sebaliknya, kelompok masyarakat yang pro mengatakan bahwa dengan jagung transgenik
selain akan mempercepat swa sembada jagung, manfaat lain adalah jagung yang dihasilkan
mempunyai kualitas yang hebat, kebal terhadap serangan hama sehingga petani tidak perlu
menyemprot pestisida.

http://biologimediacentre.com/bioteknologi-1-konsep-dasar-dan-perkembangan/

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Istilah bioteknologi pertama kali dikemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria pada tahun 1917 untuk
mendeskripsikan produksi babi dalam skala besar dengan menggunakan bit gula sebagai sumber pakan. Pada
perkembangannya sampai pada tahun 1970, bioteknologi selalu berasosiasi dengan rekayasa biokimia (biochemical
engineering). Definisi bioteknologi apabila dapat dilihat dari akar katanya berasal dari bio dan teknologi, maka kalau
digabung pengertiannya adalah penggunaan organisme atau sistem hidup untuk memecahkan suatu masalah atau untuk
menghasilkan produk yang berguna. Pada tahun 1981, Federasi Bioteknologi Eropa mendefinisikan bioteknologi sebagai
berikut, bioteknologi adalah suatu aplikasi terpadu biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa kimia dengan tujuan untuk
mendapatkan aplikasi teknologi dengan kapasitas biakan mikroba, sel, atau jaringan di bidang industri, kesehatan, dan
pertanian.Definisi bioteknologi yang lebih luas dinyatakan oleh Bull, et. al, (1982), yaitu penerapan prinsip-prinsip ilmiah dan
rekayasa pengolahan bahan oleh agen biologi seperti mikroorganisme, sel tumbuhan, sel hewan, manusia, dan enzim untuk
menghasilkan barang dan jasa. Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi' yang
berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology
(1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan
meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan/atau analog molekuler untuk menghasilkan
produk dan jasa (Goenadi & Isroi, 2003).
1.2. Tujuan Tujuan mempelajari bioteknologi dan industri bagi seorang engineer adalah agar mampu merekayasa suatu
proses yang menggunakan energi bio (energi terbarukan) seperti halnya dalam mengolah limbah, yang menggunakan
bakteri-bakteri pereduksi dan relatif lebih aman dibandingkan dengan menggunakan zat-zat kimia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Bioteknologi Bioteknologi adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu,
untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.Biokimia mempelajari struktur kimiawi organisme.
Rekayasa genetika adalah aplikasi genetik dengan mentransplantasi gen dari satu organisme ke organisme lain. Ciri utama
bioteknologi:
1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industri
3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian

Gbr. Kegunaan Bioteknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia

2.2.Perkembangan Bioteknologi Perkembangan bioteknologi dibagi menjadi empat, yaitu:


bioteknologi sederhana. Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta
pengawetan makanan. Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain. 1. Era bioteknologi generasi pertama
2. Era bioteknologi generasi kedua. Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril. Contoh: a. produksi bahan kimia:
aseton, asam sitrat b. pengolahan air limbah c. pembuatan kompos
3. Era bioteknologi generasi ketiga. Proses dalam kondisi steril. Contoh: produksi antibiotik dan hormone
4. Era bioteknologi generasi baru ( bioteknologi baru ) Contoh: produksi insulin, interferon, antibodi monoclonal
2.3.Bioteknologi Dalam Industri Pengembangan bioteknologi industri terutama ditujukan untuk pengembangan proses lebih
bersih, pengurangan biaya proses produksi dan penciptaan produk baru. Prioritas program antara lain:
a. Pengembangan galur unggul yang potensial untuk industri, pengembangan metoda dan teknik untuk meningkatkan
produktivitas dalam peningkatan skala produksi.
b. Pengembangan rekayasa proses hilir untuk proses separasi dan pemurnian dalam industri pengolahan
c. Pemeliharaan dan pengembangan kearifan lokal yang mempunyai nilai tambah;
d. Peningkatan industri manufaktur yang kompetitif yang mendukung bioproses
e. Pengembangan produk dan proses baru yang efisien yang dapat mengurangi biaya produksi dan menurunkan tingkat
percemaran
f. Pengembangan metoda untuk monitoring dan kontrol bioproses di industri.
g. Pengembangan biomaterial, biomimetik, biomembran, bioplastik dan lain lain.
Perkembangan biologi khususnya pada cabang zoologi, botani, taksonomi, biokimia, mikrobiologi, dan bioteknologi,
manusia telah berhasil menemukan berbagai bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku
industri. Berikut ini adalah contoh-contoh pemanfaatan Bioteknologi pada bidang industri :
1. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu, menyebabkan berkembangnya pabrik pengolahan
tebu menjadi gula.
2. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang, dan kepompong ulat sutera dapat
diolah menjadi benang sutera, maka berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
3. Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba/jasad
renik, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit), maka berkembanglah industri
obat-obatan, makanan/minuman yang berkhasiat obat. Contoh dalam industri makanan adalah sebagai berikut; Setelah
diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi manusia dan dapat dibuat menjadi
yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan yoghurt. Yoghurt ini dibuat dari susu yang difermentasikan dengan
menggunakan bakteri Lactobacillus, pada suhu 40 derajat celcius selama 2,5 jam sampai 3,5 jam. Contoh lainnya
pemanfaatan mikrobiologi dalam bidang industri makanan adalah pada industri kecap, tempe, oncom, keju, roti, dan nata de
coco, serta minuman anggur.
4. Dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri Escherichia coli yang ternyata dapat dibuat/disintesis
menjadi insulin; insulin ini sangat berguna bagi penderita penyakit Diabetes Melitus pada manusia.
5. Contoh perkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada industri pembuatan antibiotik dan
vaksin.
Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari jamur Penicillium),
Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin). peranan
bioteknologi dalam bidang industry, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Asam Sitrat mikroba : Aspergillus
niger bahan : tetes gula dan sirup Fs. Asam Sitrat : pemberi citarasa, pengemulsi susu, dan antioksidan. Umumnya asam ini
banyak terdapat pada jeruk.
2. Vitamin - B1 oleh Assbya gossipii - B12 oleh Propionibacterium dan Pseudomonas
asam amino esensial, dibutuhkan dalam jumlah besar ..oleh ternak. Keduanya oleh Corynobacterium glutamicum bahan
utama MSG (Monosodium Glutamat) - Lisin untak meningkatkan cita rasa. mikroba: Aspergillus niger ........... Rhizopus
spp d. Asam Amino - asam glutamat digunakan dalam produksi sirup, kanji, glukosa. Glukosa isomerase : mengubah
amilum menjadi fruktosa. Fruktosa digunakan sebagai pemanis makanan menggantikan sukrosa. mikroba: Aspergillus
niger ............Aspergillus oryzae ............Bacillus subtilis b. Protease - digunakan antara lain dalam produksi roti, bir protease proteolitik berfungsi sebagai pelunak daging dan ..campuran deterjen untuk menghilangkan noda protein mikroba:
Aspergillus oryzae ............Bacillus subtilis c. Lipase Antara lain dalam produksi susu dan keju 3. Enzim a. Amilase
2.4.Biotegnologi dalam produksi pangan Proses fermentasi dari suatu organisme dapat mengubah suatu makanan dan
minuman. Proses fermentasi merupakan perubahan enzimatik secara anaerob dari suatu senyawa organik dan menjadi
produk organik yang lebih sederhana. Hal tersebut disebabkan mikroorganisme dapat tumbuh menjadi dua kali lipat dan
juga massa mikroba minimal mengandung 40% protein dan memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi. Beberapa
jenis mikroorganisme dalam produk makanan dan minuman adalah sebagai berikut.
1. Pembuatan Tape Tape merupakan makanan hasil fermentasi yang mengandung alkohol.Makanan ini dibuat dari beras
ketan ataupun singkong dengan jamur Endomycopsis fibuligera, Rhizopus oryzae, ataupun Saccharomyces cereviceae

sebagai ragi. Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih, kayu manis. Sebelum membuat
tape perlu diperhatikan untuk menghasilkan kualitas yang bagus, warnanya menarik, rasanya manis dan strukturnya lembut
dengan menggunakan cara antara lain: a. bahan dasar singkong atau beras ketan memiliki kualitas baik; b.
memperhitungkan macam dan banyak ragi yang digunakan; c. memilih cara pemasakan bahan dasar (ditanak atau
direbus); d. memilih cara menyimpan tape (dengan plastik atau daun); e memperhatikan keadaan lingkungan pada saat
menyimpannya. Adakalanya pembuatan tape ketan dilanjutkan yang akhirnya akan menghasilan brem,baik untuk diminum
atau untuk kue.
2. Pembuatan Tempe Tempe adalah makanan yang populer di negara kita. Meskipun merupakan makanan yang sederhana,
tetapi tempe mempunyai atau mengandung sumber protein nabati yang cukup tinggi. Tempe terbuat dari kedelai dengan
bantuan jamur Rhizopus sp. Jamur ini akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein
sederhana yang mudah dicerna karena adanya perubahan-perubahankimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. Selama
proses fermentasi kedelai menjadi tempe, akan dihasilkan antibiotika yang akan mencegah penyakit perut seperti diare.
3. Pembuatan Oncom Oncom merupakan makanan yang dikenal di kawasan Jawa Barat.Oncom terbuat dari ampas tahu,
yaitu ampas kedelai dengan bantuan jamur Neurospora sitophila. Jamur ini dapat menghasilkan zat warna merah atau
oranye yang merupakan pewarna alami. Neurospora dapat mengeluarkan enzim amilase, lipase protease yang aktif selama
proses fermentasi. Selain itu, juga dapat menguraikan bahan-bahan dinding sel ampas kacang kedelai, singkong, atau
kelapa.Fermentasi ini juga menyebabkan terbentuknya sedikit alkohol dan berbagai ester yang beraroma sedap.
4. Pembuatan Kecap Kecap terbuat dari kacang kedelai berwarna hitam.Untuk mempercepat fermentasi biasanya
dicampurkan sumber karbohidrat atau energi yang berbentuk tepung beras atau nasi, sedangkan warna larutan kecap yang
terjadi, tergantung pada waktu. Perendaman kedelai dilakukan dalam larutan garam, maka pembuatan kecap dinamakan
fermentasi garam. Fermentasi pada proses pembuatan kecap dengan menggunakan jasmur Aspergillus wentii dan
Rhizopus sp. Coba Anda perhatikan beberapa kecap di pasaran, ada yang kental, ada pula yang encer. Kecap yang kental
karena banyak ditambahkan gula merah, gula aren, atau gula kelapa, sedangkan kecap yang encer dikarenakan
mengandung lebih banyak garam.Ada juga kecap ikan, kecap udang, dan sebagainya. Itu bisa dilakukan karena selama
proses pembuatan ada penambahan sari ikan ataupun sari udang ke dalamnya.
5. Pembuatan Asinan Sayuran Asinan sayuran merupakan sayuran yang diawetkan dengan jalan fermentasi asam.Bakteri
yang digunakan adalah Lactobacillus sp., Streptococcus sp., dan Pediococcus.Mikroorganisme tersebut mengubah zat gula
yang terdapat dalam sayuran menjadi asam laktat. Asam laktat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan
mikroorganisme lain dan memberikan rasa khas pada sayuran yang difermentasi atau sering dikenal dengan nama acar.
6. Pembuatan Roti Proses fermentas pada pembuatan rotii ini dengan bantuan dari yeast atau khamir yaitu sejenis jamur.
Yeast yang ditambahkan pada adonan tepung akan menjadikan proses fermentasi, yaitu akan menghasilkan gas karbon
dioksida dan alkohol. Gas karbon dioksida tersebut dapat berguna untuk mengembangkan roti, sedangkan alkohol dibiarkan
menguap. Selanjutnya, akan terlihat jika adonan tersebut dioven akan tampak lebih mengembang dan ukurannya
membesar, hal ini dikarenakan gas akan mengembang jika temperatur tinggi.
7. Pembuatan Keju Pada umumnya keju disukai banyak orang. Keju dibuat dari air susu yang diasamkan dengan
memasukkan bakteri, yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus. Untuk mengubah gula susu (laktosa)
menjadi asam susu (asam laktat) susu dipanaskan terlebih dahulu pada suhu tertentu dengan maksud untuk membunuh
bakteri yang berbahaya agar berhasil dalam proses pembuatannya. Selanjutnya, ditambahkan campuran enzim yang
mengandung renin untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk lapisan, yaitu berupa cairan susu yang harus dibuang,
sedangkan bagian yang padat diperas dan dipadatkan. Enzim tersebut akan menambah aroma dan rasa, juga akan
mencerna protein dan lemak menjadi asam amino. Umumnya keju dapat dikelompokkan menurut kepadatannya yang
dihasilkan dalam proses pemasakan. Keju menjadi keras apabila kelembabannya kecil dan pemampatannya besar.Jika
masa inkubasinya semakin lama, maka keasamannya makin tinggi sehingga cita rasanya makin tajam. Misalnya, keju
romano, parmesan sebagai keju sangat keras, keju cheddar, swiss sebagai keju keras yang berperan Propioniobacterium
sp., keju roqueorforti yang berperan Pennicilium reguerforti sebagai keju setengah lunak, keju camemberti sebagai keju
lunak yang berperan.
8. Pembuatan Yoghurt Yoghurt merupakan minuman yang terbuat dari air susu. Apabila dibandingkan dengan susu biasa,
yoghurt dapat memberikan efek pengobatan terhadap lambung dan usus yang terluka. Selain itu, yoghurt dapat
menurunkan kadar kolesterol dalam darahsehingga mencegah penyumbatan di pembuluh darah. Dalam proses
pembuatannya, air susu dipanaskan terlebih dahulu agar tidak terkontaminasi bakteri yang lain. Setelah dingin, ke dalam air
susu dimasukkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Susu dibiarkan selama 4-6 jam pada
suhu 38 C 44 C atau selama 12 jam pada suhu 32 C. Pada masa inkubasi akan dihasilkan asam laktat, asam inilah yang
membuat yoghurt berasaasam, dapat juga ditambahkan dengan buah, kacang, atau rasa lain yang diinginkan.
2.5.Bioteknologi dalam kedokteran dan produksi obat peranan bioteknologi dalam bidang kedokteran dan produksi obat,
beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
Limpa dan sel mieloma) yang dikultur. Bertindak sebagai antigen yang akan menghasilkan anti bodi adalah limpa. Fungsi
antara lain diagnosis penyakit dan kehamilan sejenis. Antibodi ini dibuat oleh sel-sel hibridoma (hasil fusi 2 sel berbeda;
penghasil sel 1. Antibodi Monoklonal adalah antibodi sejenis yang diproduksi oleh sel plasma klon sel-sel
2. Terapi Gen adalah pengobatan penyakit atau kelainan genetik dengan menyisipkan gen normal
streptomisin, untuk pengobatan TBC sefalospurin C. - Streptomyces penisilin N. Cephalosporium memperbaiki penisilin yang sudah ada. .......................................Dilakukan dengan mutasi
secara .......................................iradiasi ultra violet dan sinar X. - Cephalospurium 3. Antibiotik Dipelopori oleh Alexander
Fleming dengan penemuan penisilin dari Penicillium notatum. - Penicillium chrysogenum

4. Interferon Adalah antibodi terhadap virus. Secara alami hanya dibuat oleh tubuh manusia. Proses pembentukan di dalam,
tubuh memerlukan waktu cukup lama (dibanding kecepatan replikasi virus), karena itu dilakukan rekayasa genetika.
5. Vaksin Contoh: Vaksin Hepatitis B dan malaria. Secara konvensional pelemahan kuman dilakukan dengan pemanasan
atau pemberian bahan kimia. Dengan bioteknologi dilakukan fusi atau transplantasi gen.

Gbr. Tahapan sintesis vaksin yang direkayasa secara genetika


2.6.Bioteknologi Dalam Perbanyakan Tanaman / Kultur Jaringan Sifat TOTIPOTENSIAL tanaman, dapat diterapkan untuk
kultur jaringan. Kultur jaringan (sel) adalah mengkultur/membiakkan jaringan (sel) untuk memperoleh individu baru. Penemu
F.C. Steward menggunakan jaringan floem akar wortel. MANFAAT / KEUNTUNGAN KULTUR JARINGAN 1. Bibit (hasil)
yang didapat berjumlah banyak dan dalam waktu yau~g singkat
2. Sifat identik dengan induk
3. Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
4. Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa
2.7.Bioteknologi Dalam Pemberantasan Hama Dalam membatasi pemakaian pestisida, dilakukan upaya pemberantasan
hama secara biologi antara lain penggunaan musuh alami dan menciptakan tanaman resisten hama.
menghasilkan bioinsektisida yang toksin terhadap larva serangga. -Transplantasi gen penghasil toksin pada tanaman
menghasilkan ..tanaman yang bersifat resisten hama serangga. - Kristal (racun Bt) diolah menjadi bentuk yang dapat
disemprotkan ..ke tanaman. Racun akan merusak saluran pencernaan serangga. 1. Bacillus thuringiensis
2. Baculovirus sp. Virus disemprotkan ke tanaman. Bila termakan, serangga akan mati dengan sebelumnya, menyebarkan
virus melalui perkawinan.Skema teknik kultur jaringan sederhana yang dilakukan

2.8.Bioteknologi Dalam Menyelesaikan Masalah Pencemaran


mengkonsumsi hidrokarbon. Rekayasa genetik membentuk bakteri super yang meogandung empat jenis plasmid pembawa
gen untuk konsumsi hidrokarbon. 1. Pencemaran oleh minyak. Strain-strain Pseudomorms
2. Limbah organik dapat diuraikan oleh bakteri aerob atau anaerob.

Gbr. Skema pengolahan air limbah


2.9.Bioteknologi Penambangan / Biohidrometalurgi Thichacillus ferrooxidan berperan memisahkan logam dari bijihnya atau
kotoran sehingga didapat logam berkualitas tinggi. Sebagai contoh pada tembaga
(Cu). ................................................................... aktivitas Reaksi: CuFeS2 + 2 Fe2(SO4)3 + 2 H2O + 3 O2
> CuSO4 + 5 FeSO4 + 2 H2SO4 + Energi ................................................. aktivitas CuSO4 + 2 Fe+
+ H2SO4 + Energi > 2 FeSO4 + Cu2+ + 2 H+ Thiobacillus ferrooxidan bersifat kemolitotrof 2.10
PROTEIN SEL TUNGGAL protein sel tunggal (single cell protein = scp)adalah makanan berkadar protein tinggi, berasal dari
mikroorganisme Contoh:
1. Mikoprotein dari Fusarium .............. Substrat: tepung gandum dan ketan ............
2. Spirulina dan Chlorella Kelebihan SCP:
1. Kadar protein lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan
2. Pertumbuhan cepat

Gbr. Diagram umum proses/tahapan produksi SCP


2.11.Rekayasa genetika/AND rekombion
1. Vektor, berupa plasmid bakteri atau viral ADN virus.

Gbr. Pembuatan plasmid dan mekanisme penyisipan gen


2. Bakteri, berperan dalam perbanyakan plasmid melalui perbanyakan bakteri.

Gbr. Pemisahan DNA oleh enzim restriksi


3. Enzim, terdiri dari enzim RESTRIKSI (pemotong plasmid/ADN) dan enzim LIGASE (penyambung ptongan-potongan
ADN)

Gbr. Proses produksi insulin manusia dengan rekayasa genetika


2.12.Pengembangan Tanaman Kerbal Dan Mampu Menambat N2 Dari Udara
1. Tanaman kebal terhadap penyakit, misalnya tembakau kebal terhadap TMV.

Skema rekayasa genetika untuk membuat tumbuhan kebal virus TMV


2. Tanaman mampu menambat N2. Pemberian nitrogen dalam bentuk pupuk buatan secara berlebih ternyata berdampak
negatif yaitu:
1. Meningkatkan tekanan osmosis air tanah
akibat lanjut adalah defisiensi Ca, Mg dan K 2. Meningkatkan keasaman tanah
3. Terjadinya eutrofikasi karena penumpukan NO3 di perairan, jalan keluarnya adalah dilakukan rekayasa genetika
http://ambar-sifilia.blogspot.com/p/artikel-biologi-tentang-bioteknologi_29.html

PENGERTIAN BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah terapan biologi yang melibatkan displin ilmu mikrobilogi , biokimia ,
genetika , dan biologi monokuler. Definisi bioteknologi secara klasik atau konvensional adalah
teknologi yang memanfaatkan agen hayati atau bagian-bagiannya untuk menghasilkan barang
dan jasa dalam skala industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan jika ditinjau

secara modern , bioteknolofi adalah pamanfaatan agen hayati atau bagian-bagian yang sudah
direkayasa secara in vitro untuk menghasilkan barang dan jasa pada skala industri.
Bioteknologi dikembangkan untuk meningkatkan nalai bahan mentah dgn memanfaatkan
kemampuan mikroorganisme atau bagian-bagiannya misalnya bakteri dan kapang. Selain itu
bioteknologi juga memanfaatkan sel tumbuhan atau sel hewan yang dibiakkan sebagai bahan
dasar sebagai proses industri.
Penerapan bioteknologi pada umumnya mencakup produksi sel atau biomassa dan perubahan
atau transformasi kimia yang diinginkan. Transformasi kimia itu lebih lanjut dapat dibagi
menjadi dua bagian , yakni :
1. Pembentukan suatu produk akhir yang diinginkan , contohnya enzim
antibiotik , asam organik dan steroid.
2. Penguraian bahan sisa produksi , contohnya buangan air limbah , destruksi
buangan industri , atau tumpahan minyak.

Dewasa ini , penerapan bioteknologi sangat penting diberbagai bidang , misalnya di bidang
pengolahan bahan pangan , farmasi , kedokteran pengolahan limbah , pertanian perlindungan
alam dan pertambangan.
Bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi dengan
menggunakan mekhluk hidup sebagai alat bantu untuk menghasilkan produk atau jasa guna
kepentingan manusia. Bioteknologi bukanlah suatu disiplin ilmu melainkan peranan ilmu (suatu
teknik dalam biologi). Dalam bioteknologi , makhluk hidup digunakan untuk menghasilkan
produk atau jasa dengan alasan karena makhluk hidup :
Senantiasa berkembangbiak dan dapat dibiakkan (terbaharukan).
Mudah diperoleh.
Sifatnya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan
Dapat menghasilkan berbagai macam produk yang dibutuhkan.

Bioteknologi Konvensional yaitu pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan produk atau
jasa sudah banyak dilakukan sejak dulu. Di Indonesia , orang telah lama mengenal proses
pembuatan tape , tuak dan tempe dengan menggunakan mikroorganisme.
PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
BIDANG PANGAN/MAKANAN
Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi
makanan dengan bantuan mikroba (tempe,roti,keju,yoghurt,kecap,dll).
Berikut tabel penerapan bioteknologi pada bidang pangan :

PRODUK
Susu

BAHAN MIKROORGANIS
MENTAH
ME
susu

Streptococcus sp.

Susu
fermentasi(Yo Susu
gurt)
Kental

Lactobacillus sp.

Tempe

Kedelai

Rhizopus ,
Aspergillus

Tape

Ketan/singkRhizopus ,
ong
Aspergillus

Acetobacterxylinu
Nata de coco air kelapa m
Roti

beras

cereviceae

BIDANG KESEHATAN/KEDOKTERAN
Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam pembuatan antibodi
monoklonal , pembuatan vaksin , terapi gen dan pembuatan antibiotik. Proses penambahan DNA
asing pada bakteri merupakan prospek untuk memproduksi hormon atau obat-obatan di dunia
kedokteran. Contohnya pada produksi hormon insulin , hormon pertumbuhan dan zat antivirus
yang disebut interferon. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin dari
luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan , insulin dapat dipanen dari bakteri.

Beberapa penyakit menurun atau kelainan genetik dapat disembuhkan dengan cara menyisipkan
gen yang kurang pada penderita , cara ini dikenal dengan istilah terapi gen.
Berikut penerapan bioteknologi pada bidang kesehatan :
PRODUK
JENIS
ASAM
MIKROORGANISMEAMINO
Corynebacterium
glutamicum

Treonin dan
lisin

Brevibacterium sp.

Glutamat

Micriciccus
glutamicus

lisin

VITAMIN

Pseudomonas sp.

Vitamin B12

Propinionic
bacterium

Vitamin B12

Ashbya gossypii

Riboflamin

Streptomyces
oliveus

Kobalamin

BIDANG PERTANIAN
Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi genetik dengan
bioteknologi untuk memperoleh varietas unggul , produksi tinggi , tahan hama , patogen , dan
herbisida. Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap
kemajuan ilmu pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri
bahwa perbaikan genetis melalui pemuliaan tanaman konvensional telah memberikan konstribusi
yang sangat besar dalam penyediaan pangan dunia.
Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme
dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan
para petani. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang. Mikroba
yang di rekayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian , demikian juga dalam
cara lain , seperti meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dati bakteri Rhizobium. Keturunan

bakteri yang telah disempurnakan atau diperbaiki dapat meningkatkan hasil panen kacang
kedelai sampai 50%. Rekayasa genetik lain sedang mencoba mangembangkan turunan dari
bakteri Azotobacter yang melekat pada akar tumbuh bukan tumbuhan kacang-kacangan (seperti
jagung) dan mengembangbiakkan , membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungan pada
kebutuhan pupuk amonia (pupuk buatan).
Hama tanaman merupakan salah satu kendala besar dalam budidaya tanaman pertanian. Untuk
mengatasinya , selama ini digunakan pestisida. Namun ternyata pestisida banyak menimbulkan
berbagai dampak negatif , antara lain matinya organisme nontarget , keracunan bagi hewan dan
manusia ,serta pencemaran lingkungan. Oleh karena itu , perlu dicari terobosan untuk mengatasi
masalah tersebut dengan cara yang lebig aman. Kita mengetahui bahwa mikroorganisme yang
terdapat di alam sangat banyak , dan setiap jenis mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang
berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis mikroorganisme , ada suatu kelompok yang bersifat
patogenik (dapat menyebabkan penyakit) pada hama tertentu , namun tidak menimbulkan
penyakit bagi makhluk hidup lain. Contoh mikroorganisme tersebut adalah bakteri Bacillus
thuringiensis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bacillus thuringiensis mampu menghasilkan
suatu protein yang bersifat toksik bagi serangga , terutama serangga dari ordo Lepidoptera.
Protein ini bersifat mudah larut dan aktif menjadi toksik , terutama setelah masuk ke dalam
saluran pencemaran serangga. Bacillus thuringiensis mudah dikembangbiakkan , dan dapat
dimanfaatkan sebagai biopestisida pembasmi hama tanaman. Pemakaian biopestisida ini
diharapkan dapat mengurangi dampak negatif yang timbul dari pemakaian pedtisida kimia.
Dengan berkembangnya bioteknologi , sekarang dapat diperoleh cara yang lebih efektif lagi
untuk membasmi hama. Pada saat ini sudah dikembangkan tanaman transgenik yang resisten
terhadap hama. Tanaman transgenik diperoleh dengan cara rekayasa genetika. Gen yang
mengkode pembentukkan protein toksin yang dimiliki oleh B. Thuringiensis dapat diperbanyak
dan disisipkan kedalam sel beberapa tanaman budidaya. Dengan cara ini , diharapkan tanaman
tersebut mampu menghasilkan protein bersifat toksis terhadap serangga sehingga pestisida tidak
diperlukan lagi.
BIDANG PERLINDUNGAN ALAM
Bioteknologi lingkungan dan pertambangan melibatkan agen biologi yang berupa tumbuhan dan
mikroorganisme dengan pengembangan teknologi bioremidasi dan rekayasa genetika. Tujuannya
untuk menghasilkan tumbuhan mikroorganisme transgenik yang mampu mengatasi sumbersumber pencemaran lingkungan.

Pencemaran lingkungan merupakan salah satu isu global yang mafrak dibicarakan. Tingginya
tingkat pencemaran akan berdampak serius terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Di
bidang lingkungan , bioteknologi berperan dalam :

Menghasilkan energi berupa bahan bakar yang ramah lingkungan.

Pengolahan berbagai macam limbah.

Kaleng , kertas bekas , dan sisa makanan , sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan
yang berasal dari alam. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan cara , misalnya dengan
ditimbun , dibakar , mendaur ulang agar sampah tidak menumpuk dan agar alam terlihat lebih
nyaman jika tidak adanya tumpukan sampah-sampah. Tetapi diantara semua cara tersebut yang
paling baik adalah mendaur ulang sampah-sampah tersebut.
INSEMINASI BUATAN
Inseminasi buatan adalah proses bantuan repeoduksi si mana sperma disuntikkan dengan kateter
kedalam vagina atau rahim pada saat calon ibu mengalami ovulasi. Proses inseminasi buatan ini
berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu , keberadaan
janin sudah bisa di cek dengan tes kehamilan. Bila gagal , prosesnya bisa diulang beberapa kali
sampai berhasil. Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil , dokter akan
merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya.
Untuk meningkatkan peluang keberhasilan seperti halnya proses bayi tabung. Calon ibu yang
akan menjalani insemnia buatan dirangsang kesuburannya dengan hormon dan obat-obatan
lainnya. Insemnia buatan bisa membantu kehamilan bila :
Istri memiliki alergi sperma
Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit
Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui
BAYI TABUNG ( IN VITRO)
Secara umum , bayi tabung adalah proses pembuahan yang tidak secara alami , yaitu dengan
pengambilan sel sperma sang suami dan sel telur sang istri yang kemudian diletakkan pada
cawan pembuatan yang merupakan salah satu teknologi modern. Sedangkan pengertian secara

biologi yaitu proses pembuahan sperma dengan ovum , dipertemukan diluar kandungan pasa satu
tabung yang dirancang secara khusus.
Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami , sesuai
dengan fitrah Allah untuk manusia. Akan tetapi pembuahan alami sulit terwujud , misalnya
dikarenakan rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur yang membawa sel telur ke rahim ,
serta tidak dapat diatasi dengan membukanya atau mengobatinya. Atau karena sel sperma suami
lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur.
Resiko program bayi tabung adalah :
Terjadi stimulasi indung telur yang berlebihan sehingga terjadi penumpukan cairan di rongga
perut.
Kehamilan kembar lebih dari dua akan meningkat akibat banyaknya embrio yang dimasukkan
ke rahim.
Terjadinya pendarahan dan infeksi akibat pengambilan sel telur dengan jarum.
Mengalami keguguran dan kehamilan diluar kandungan.
Biaya yang dikeluarkan.
Kelelahan fisik.
Emosi dalam menyikapi harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti program bayi
tabung tersebut.
KLONING
Secara harfiah , kata klon (Yunani:klon,klonos) berarti cabang atau ranting muda. Kloning
berarti proses pembuatan dua atau lebih individu yang identik secara genetik. Secara mendetail ,
dapat dibedakan menjadi 2 jenis kloning. Jenis pertama adalah plipatgandaan hidup sejak awal
pembagian sel tunggal menjadi kembar dengan bentuk identik. Jenis kedua adalah produksi
hewan dari sel tubuh hewan lain.
Secara etis , tak ada masalah dalam kloning pada tumbuhan. Praktek kloning ini sudah lazim dan
lama dilakukan. Kloning manusia pada hakikatnya meleehkan manusia sendiri dan berakibat

buruk. Kloning manusia memiskinkan manusia sebab manusia itu hanya berasal dari satu gen.
Kloning membuktikan gen manusia terbatas.
REKAYASA GENETIKA
Rekayasa genetika adalah teknik yang dilakukan manusia mentransfer gen yang dianggap
menguntungkan dari satu organisme kepada susunan gen dari organisme lain.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam rekayasa genetika adalah :

Mengidentifikasi gen dan mengisolasi gen.

Membuat DNA salinan dati ARN Duta.

Pemasangan DNA pada cincin plasmid.

Penyisipan DNA rekombinan kedalam tubuh.

Membuat klon bakteri.

Pemanenan produk.

Manfaat rekayasa genetika :

Meningkatnya derajat kesehatan manusia.

Tersedianya bahan makanan yang lebih melimpah.


Tersedianya sumber energi yang terbaharui.
proses industri yang lebih murah.

Berkurangnya polusi.

KULTUR JARINGAN
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur
jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman
seperti daun , mata tunas , serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan
secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus

cahaya sehingga bagian tanaman dapat mamperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman
lengkap. Prinsip utaman dalam teknik kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan
menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat
steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman , khususnya
untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur
jaringan mempunyai keunggulan antara lain : mempunyai sifat yang identik dengan induknya ,
dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang
luas , mempu menghasilkan bibit dengan jumlah yang besar , dll.
Keunggulan pemanfaatan kultur jaringan adalah :
Pengadaan bibit tidak tergantung musim
Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak
Dengan waktu relatif cepat
Bibit yang dihasilakn seragam
Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
Dalam proses pembibitan bebas dari hama , penyakit , dan deraan lingkungan lainnya.
Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.
DAMPAK NEGATIF BIOTEKNOLOGI
DAMPAK TERHADAP KESEHATAN
Produkproduk asil rekayasa genetka memiliki resiko potensial sebagai berikut :
Virus didalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit ungkin diaktifkan oleh
rekayasa enetik.

Meningkatkan transfer gen hrizontal dan rekombinasi , jalur utama penyebab penyakit.


Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen jorizontal , membuat tidak
menghilangkan infeksi.

DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan kekuatan sebagai promoter
sinetik yang dapat mengakibatkan kanker dengan pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel
kanker).
Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan
residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti pada tanaman.
DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN
Lebih dari cukup kerusakan yang ditimbulkannya terdokumentasikan dalam laporan
International Specialty Products. Di antaranya :

Tidak ada perluasan lahan.

Tidak ada pengurangan penggunaan pestisida.

Tanaman rekayasa genetik merusak kehidupan liar.

Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di Amerika Latin.

Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya kematian dan penyakit
dilapangan dan didalam tes laboratorium.
DAMPAK TERHADAP ETIKA DAN MORAL
Berikut ini beberapa contoh mengenai masalah ini :

Pasangan suami istri menunda kehamilan.

Meminta sperma orang lain di bank sperma untuk difertilisasi di dalam rahim wanita.

Seorang nenek melahirkan cucunya dari embrio cucu yang dibekukan dalam tabung
pembeku karena ibunya tidak mampu hamil karena penyakit tertentu.
DAMPAK TERHADAP EKONOMI

Contohnya :
Pemerintah Amerika Serikat melarang cloning manusia apapun alasannya.
Undang-Undang yang melarang pembuatan senjata biologis yang berlaku untuk semua negara
di dunia.
Pengawasan dan pemberian sertifikasi produk-produk berlabel bioteknologi tidak
menyebabkan gangguan pada kesehatan menusia.
Penerapan bioteknologi herus tetap berdasarkan nilai-nilai moral dan etika.
Pemerintah AS membentuk badan FDA (Food and Drugs Administration)
Sumber:
geminstiti.wordpress.com/2013/02/25/makalah-bioteknologi/
Share to:

Makalah Bioteknologi

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B.

C.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat memberi pengaruh kepada pola kehidupan
manusia.Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri bahwasannya sebagian besar aspek kehidupan manusia telah memanfaatkan
teknologi.Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, jamur, virus, dan lain-lain) maupun produk
dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Pada akhir tahun 1970-an, bioteknologi mulai dikenal sebagai salah satu revolusi teknologi yang sangat menjanjikan.
Pentingnya bioteknologi secara strategis dan potensinya untuk kontribusi dalam bidang pertanian, pangan, kesehatan, sumber
daya alam dan lingkungan mulai menjadi kenyataan yang semakin berkembang. Secara tidak langsung bioteknologi dapat
membantu meningkatkan kesejahteraan hidup manusia juga. Akan tetapi, perlu kita sadari bahwa perkembangan bioteknologi
yang bervariasi ini belum dapat menjamin peningkatan kesejahteraan hidup manusia. Karena masih banyak masyarakat yang
tingkat perekonomiannya rendah sehingga penggunaan bioteknologi belum dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Namun demikian, banyaknya penggunaan hasil-hasil bioteknologi belum diimbangi dengan pengetahuan masyarakat tentang
pengertian dari bioteknologi. Jadi masyarakat hanya memanfaatkan hasil-hasil dari bioteknologi tanpa mengetahui secara pasti
apa itu bioteknologi.
Ru mu san Masalah
Berdasarkan uraian di atas, masalah-masalah yang ingin saya jelaskan dan sampaikan adalah :
1.
Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
2.
Ada berapa jeniskah bioteknologi itu ?
3.
Apa perbedaan dari masing-masing jenis bioteknologi itu?
4.
Apa peranan mikroorganisme dalam bioteknologi ?
5.
Dampak apa saja yang ditimbulkan dari penerapan bioteknologi ?
Tuju an

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :


1.
Mengetahui apa itu bioteknologi.
2.
Mengetahui jenis-jenis bioteknologi.
3.
Mengetahui perbedaan dari jenis-jenis bioteknologi yang ada.
4.
Mengetahui peranan mikrorganisme dalam bioteknologi.
5.
Mengetahui dampak dari penerapan bioteknologi.

11111

BAB II
PEMBAHASAN BIOTEKNOLOGI
A. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu 'bio' yang berarti makhuk hidup dan 'teknologi' yang berarti cara untuk memproduksi barang
atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu
pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan atau analog
molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.
Dalam pengertian popular, bioteknologi dapat diartikan sebagai penerapan teknik-teknik yang sesuai untuk mendayagunakan organisme (sel,
jaringan makhluk hidup) dalam rangka memperoleh hasil yang diinginkan. Bioteknologi dapat dikatakan juga sebagai penggunaan atau
pengubahan sel-sel atau senyawa/molekul biologi untuk aplikasi khusus. Aspek dari bioteknologi yang menangani proses-proses yang melibatkan
mikroorganisme disebut bioteknologi mikroba. Secara umum Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup
(bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan
jasa.
B. Jenis - Jenis Bioteknologi
Bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu :
1.

Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional adalah paraktik bioteknologi yang dilakukan dengan cara dan peralatan yang sederhana, tanpa adanya rekayasa
genetika. Contoh produknya bir, wine, tuak, sake, yoghurt, roti, keju, tempe dll

2.

1.

Bi ote knologi Modern


Bioteknologi modern merupakan bioteknologi yang didasarkan pada manipulasi atau rekayasa DNA, selain memanfaatkan dasar
Mikrobiologi dan Biokimia. Penerapan bioteknologi modern juga mencangkup berbagai aspek kehidupan, misalnya ternak unggul hasil
manipulasi genetik (peternakan), buah tomat hasil manipulasi genetik yang tahan lama (pangan), tanaman jagung dan kapas yang resisten
terhadap serangan penyakit tertentu (pertanian), hormone insulin yang dihasilkan oleh E. coli (kedokteran dan
farmasi).
Biote knologi mode rn suda h me ma nfaa tka n me tode -metode muta khir, ya itu :
Kultur Jar ingan Tumbuhan
Kultur jaringan tumbuhan merupakan teknik menumbuh kembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam
kondisi aseptik secara in vitro. Kultur jaringan dapat dilakukan karena adanya sifat totipotensi, yaitu kemampuan setiap sel tanaman untuk
tumbuh menjadi individu baru bila berada dalam lingkungan yang sesuai. Dalam kultur jaringan, tanaman yang akan dikulturkan sebaiknya
berupa jaringan muda yang sedang tumbuh, misalnya akar, daun muda, dan tunas. Bagian tumbuhan yang akan dikultur disebut sebagai eksplan.
a) Teknik Kultur Jaringan
Tanaman dengan teknik kultur jaringan dapat diperoleh dengan empat tahap sebagai berikut.

1.
Tahap inisiasi adalah tahap penanaman eksplan ke dalam media. Media yang digunakan adalah media cair yang terdiri dari zat nutrisi dan
zat pengatur tumbuh.
2.
Tahap multiplikasi (perbanyakan kultur), eksplan akan tumbuh menjadi jaringan seperti kalus berwarna putih disebut protocorm like body
(PLB).
3.
Tahap menghasilkan plantlet, PLB berkembang menjadi tanaman kecil yang disebut plantlet.
4.
Tahap aklimatiasi, plantlet dipisah-pisahkan dan dikultur dalam media padat. Setelah plantlet tumbuh menjadi tanaman yang sempurna,
maka tanaman tersebut dipindah ke polybag.
Kultur jaringan akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain, yaitu :
1. Pemilihan eksplan sebagai bahan dasar untuk pembentukan kalus.
2. Penggunaan medium yang cocok.
3. Keadaan aseptik.
4. Pengaturan udara yang baik.
b) Manfaat dan Kelemahan Kultur Jaringan
Dengan melakukan kultur jaringan tumbuhan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut.
1. Mendapat bibik banyak dalam waktu singkat yang identik dengan induknya.
2. Bibit terhindar dari hama dan penyakit.
3. Menghasilkan varietas baru seperti yang dikehendaki.
4. Mendapat hasil metabolisme tumbuhan (metabolit sekunder), misalnya karet, resin, tanpa areal tanaman yang luas dan tidak perlu menunggu
tumbuhan dewasa.
5. Melestarikan tanaman-tanaman yang hampir punah.
C) Selain memiliki manfaat, kultur jaringan juga memiliki kelemahan-kelemahan yaitu sebagai berikut.
1. Diperlukan biaya yang relatif tinggi.
2. Hanya mampu dilakukan oleh orang-orang tertentu saja, karena memiliki keahlian khusus.
3. Bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatiasi, karena terbiasa dalam kondisi lembap dan aseptik.
2.

1.

Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika adalah suatu proses perubahan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup. Rekayasa genetika dilakukan dengan cara
mengisolasi dan mengidentifikasi serta memperbanyak gen yang dikehendaki.
Berbagai teknik rekayasa genetika berkembang dimungkinkan karena ditemukannya :
a) Enzim restriksi endonuklease yang dapat memotong benang DNA.
b) Enzim ligase yang dapat menyambung kembali benang DNA.
c) Plasmid yang dapat digunakan sbagai wahana memindahkan potongan benang DNA tertentu ke dalam sel mikroorganisme.
Teknik rekayasa genetika dapat dilakukan melalui :
Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penyambung 2 DNA dari organisme yang berbeda. Hasil penggabungan DNA dari individu yang tidak sama inj
disebut dengan DNA rekombinan. Gen dari satu individu yang disisipi atau digabungkan pada gen individu yang lain disebut transgen,
individunya disebut transgenik. Rekombinasi DNA dapat terjadi secara alami dan buatan. Secara alami dapat terjadi dengan cara :
a) Pindah silang, yaitu tukar menukar kromatid pada kromosom homolog sehingga DNA terputus dan tersambungkan secara silang.
b) Transduksi,yaitu bersambungnya DNA bakteri yang satu dengan bakteri yang lain dengan prantara virus.
c) Tranformasi, yaitu pemindahan sifat-sifat dari satu mikroba ke mikroba lainnya melalui bagian-bagian DNA tertentu dari mikroba pertama.
Rekombinasi DNA secara buatan dilakukan dengan penyambungan DNA secara in vitro. Alas an dilakukan rekombinasi DNA ini adalah :
a) Strutur DNA semua spesies sama.
b) DNA dapat disambung-sambungkan.
c) Ditemukan enzim pemotong dan penyambung.
d) Gen dapat terekspresi di sel apapun.
Teknologi rekombinasi DNA memerlukan suatu prantara atau vektor untuk memasukkan gen ke dalam sel target berupa plasmid
bakteri, sehingga merupakan bentuk teknologi plasmid. Plasmid adalah lingkaran kecil DNA bakteri atau eukariota bersel satu yang dapat
bereplikasi.

2.

Teknik Hibridoma/Fusi Sel


Teknik hibridoma adalah penggabungan 2 sel dari organisme berbeda ataupun sama (fusi sel) sehingga menghasilkan sel
tunggal berupa sel hybrid (hibridoma) yang memiliki kombinasi sifat dari kedua sel tersebut. Proses penggabungan sel menggunakan tenaga
listrik, sehingga prosesnya disebut elektrofusi.
Hal-hal yang diperlukan dalam teknik hibridoma, yaitu :
a) Sel umber gen adalah sel-sel yang memiliki sifat yang diinginkan.
b) Sel wadah adalah sel yang mampu membelah dengan cepat (misalnya sel mieloma).
c) Fusi gen adalahza-zat yang mempercepat fusi sel (misalnya NaNO3).
Teknik hibridoma dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk penting, misalnya antibodi monoclonal, pembentukan spesies baru, dan pemetaan
kromosom.

3.

Kloning
Kloning berasal dari bahasa inggris clonning yang berarti suatu usaha untuk menciptakan duplikat suatu organisme melalui
proses aseksual. Tujuan utama kloning adalah untuk mengisolasi gen yang diinginkan dari seluruh gen yang ada (kromoson) pada organisme
donor. Untuk mencapai tujuan tersebut, kloning dapat dilakukan dengan kloning embrio dan transfer inti. Kloning embrio dilakukan dengan
fertilisasi in vitro, misalnya kloning pada sapi yang secara genetik identik untuk memproduksi hewan ternak. Sedangkan kloning dengan transfer
inti yaitu pemindahan inti sel yang satu ke sel lain sehingga diperoleh individu baru yang memiliki sifat baru sesuai inti yang diterimanya.

C.
1.
2.
3.
4.
5.

Sifat-Sifat dan peranan mikroorganisme dalam Bioteknologi


Sifat-sifat mikroorganisme :
Memiliki ukuran sangat kecil, sehingga populasi dalam jumlah yang sangat banyak dapat
menempati ruan yang kecil.
Reproduksinya cepat pada kondisi maksimum.
Adanya plasmid yang memudahkan proses rekayasa genetika dengan penyisipan gen lain ke cincin plasmid mikroorganisme tersebut.
Mampu melakukan metabolisme dalam kondisi anaerob dengan menggunakan enzim-enzim yang disekresikannya.
Memiliki sifat tetap dan tidak berubah-ubah.
Peranan mikroorganisme dalam bioteknologi :
1.
Dalam Bidang Pangan
Bioteknologi dalam produksi bahan pangan menggunakan mikroorganisme untuk mengubahbahan pangan menjadi bentuk lain melalui
proses fermentasi.Fermentasi adalan proses merombak suatu senyawa organik menjadi zat organik yang lebih sederhana dengan bantuan
mikroorganisme.Fermentasi bahan makanan dilakukan untuk meningkatkan nilai bahan makanan menjadi produk yang diinginkan.Selain itu
mikroorganisme juga berperan dalam penciptaan makanan baru dari biomassa sel yang disebut protein sel tunggal.
2.

1.
2.

Dalam Bidang Pertanian dan Perkebunan


a.
Tanaman Transgenik
Tanaman transgenic adalah rekayasa genetika dapat dilakukan pada berbagai jenis tanaman untuk menghasilkan tanaman dengan sifat yang
dikehendaki manusia. Tanaman transgenik yaitu tanaman yang telah disisipi gen bakteri.
Berikut ini contoh tanaman transgenic :
Tanaman Kebal Hama dan Penyakit TMV ( Tobacco Mozaic Virus)
Tanaman yang mampu mengikat Nitrogen
b.
Mikroorganisme Pembasmi Hama Tanaman.
Mikroorganisme dapat digunakan untuk pengendalian hama dan penyakit secara biologi yang disebut dengan biopeptisida mikroba. Beberapa
mikroba yang dapat dipakai sebagai pestisida adalah sebagai berikut :
1) Bacillus Thuringiensis membantu mengatasi larva ngengat dan kupu- kupu perusak.
2) Bacillus populiae untuk mengatasi kumbang jepang dengan menularkan penyakit susu
3) Baculovirus merupakan kelompok virus yang dikembangkan sebagai bioinsektisida untuk memberantas serangga penggerek jagung,
kumbang kentang, serta kutu dan kumbang daun.
3.

4.

Dalam Bidang Peternakan


a.
Hewan Transgenik.
Hewan transgenik adalah hewan yang telah disisipi gen-gen tertentu yang dibutuhkan manusia.
b. Hormon BGH ( Bovine Growth Hormone) atau BST ( Bovine Somattotropin)

Dala m Bidang Ke dokte ran da n Far masi


a. Insulin
b. Antibodi Monokl ona l
c. Vaksin
d. Antibiotik
e. Inter fer on
d. Terapi Gene tik
5. Dala m Bidang Lingkungan
a. Pengelolaan Limbah
b. Pengelolaan Sampah
c. Pengelolaan Limbah Minyak
6. Dalam bidang pertambangan (biometalurgi)
Di bidang pertambangan berkembang bioteknologi untuk memisahkan logam dari bijihnya yaitu dengan pemanfaatan bakteri
Thiobacillus ferroxidans.

D.

Dampak Positif dan Dampak Negatif Bioteknologi

a.

Dampak Positif Bioteknologi


Dampak positif dari bioteknologi adalah dihasilkannya produk-produk yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahtraan manusia.
1)
Bioteknologi pengelolahan limbah menghasilkan produk biogas, kompos, dan lumpur aktif.
2)
Bioteknologi di bidang kedokteran dapat menghasilkan obat-obatan, antar lain vaksin , antibiotik, antibodi monoklat, dan interferon
3)
Bioteknologi dapat meningkatkan variasi dan hasil pertanian melalui kultur jaringan, fiksasi nitrogen pengendalian hama tanaman, dan
pemberian hormon tumbuhan.
4)
Bioteknologi dapat menghasilkan bahan bakar dengan pengelolahan biommasa menjadi etanol (cair) dan metana (gas)
5)
Bioteknologi di bidang industri dapat menghasilkan makanan dan minuman, antara lain pembuatan roti, nata decoco, brem, mentega,
yoghurt, tempe, kecap, bir dan anggur

b.

Dampak negatif bioteknologi


1)
Menimbulkan penyakit pada manusia
Gen-gen yang mengkode untuk pembentukan antibiotic dapat saja mengalami kecelakaan di dalam tubuh bakteri sehingga menyebabkan penyakit
pada manusia.
2)
Menimbulkan reaksi alergi
Timbulnya alergi yang disebabkan karena mengkomsumsi produk transgenic.
3)
Mengancam kelestarian alam
a) Jagung hasil rekayasa genetik dapat membunuh ulat yang tidak berbahaya.
b)
Rekayasa genetika dapat menghasilkan gluma-gluma super.
c) Tanaman rekayasa genetika dapat membahayakan burung yang memakannya.
d) Menyebabkan kepunahan sebagian plasma nuftah asli karena yang dikembangkan sekarang hanya produk rekayasa genetika saja.
4)
Berpotensi digunakan sebagai alat perang
Beberapa orang mungkin dengan sengaja menciptakan kombinasi gen-gen baru untuk kepentingan perang (semacam senjata kimia dan senjata
biologi).

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, Bioteknologi adalah usaha terpadu dari berbagai
disiplin ilmu pengetahuan, seperti Mikrobiologi, Genetika, Biokimia, Sitologi, dan Biologi Molekuler untuk mengolah bahan baku
dengan bantuan mikroorganisme, sel, atau komponen selulernya yang diproleh dari tumbuhan atau hewan sehingga menghasilkan
barang dan jasa.
Bioteknologi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi
modern. Peranan mikroorganisme dalam bioteknologi, yaitu dalam bidang pangan, dalam bidang pertanian dan perkebunan,
dalam bidang peternakan, dalam bidang kedokteran dan farmasi, dalam bidang lingkungan (bioremediasi), dan dalam bidang
pertambangan (biometalurgi). Bioteknologi bukan hanya memiliki dampak positif saja, tetapi juga memiliki dampak negatif.
PENUTUP
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai Bioteknologi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya
masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.

http://blogpetang.blogspot.com
http://d-josseal.blogspot.com
http://yonorio601.blogspot.com