Anda di halaman 1dari 42

Erwin, SKp.

,MKep
Regional III AIPNI
18 April 2015

Implikasi UU RI No 38 tahun 2014


Tentang
KEPERAWATAN

Terhadap
Pelayanan & Pendidikan Keperawatan di Indonesia

UU RI No.38 Tahun 2014


Tentang Keperawatan

Dikenal sebagai Undang-Undang Keperawatan (UUK)


Terdiri dari 13 BAB dengan 66 Pasal
Disahkan/ditanda tangani oleh Presiden Republik Indone
sia : DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono
Diundangkan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 2014

UU RI No.38 Tahun 2014


Tentang Keperawatan
PERIHAL YANG DIATUR
Secara garis besar UU Keperawatan ini mengatur tentang :

Lingkup praktik keperawatan,


Konsil Keperawatan,
Standar pendidikan profesi,
Pendidikan berkelanjutan,
Registrasi tenaga perawat, dan
Penyelenggaraan praktik keperawatan

BAB
1.

Ketentuan Umum 3 Pasal (1-3)

2.

Jenis Perawat 1 pasal (4)

3.

Pendidikan Tinggi Keperawatan 12 pasal (5-16)

4.

Registrasi, Izin Praktik, dan Registrasi Ulang 11 p


asal (17-27)

5.

Praktik Keperawatan 8 pasal (28-35)

6.

Hak dan Kewajiban 5 pasal (36-40)

BAB
7.

Organisasi Profesi Perawat 3 Pasal (41-43)

8.

Kolegium Keperawatan 3 pasal (44-46)

9.

Konsil Keperawatan 6 pasal (47-52)

10. Pengembangan, Pembinaan, dan Pengawasan 5


pasal (53-57)
11. Sanksi Administratif 1pasal (58)
12. Ketentuan Peralihan 3pasal (59-61)
13. Ketentuan Penutup 5pasal (62-66)

BAB 1 Pengertian
Pelayanan
Keperawatan

Bentuk pelayanan profesional yg merupakan


bagian integral dari yankes yg didasarkan pada
ilmu & kiat Keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat,
baik sehat maupun sakit

Praktik
Keperawatan

Pelayanan yang diselenggarakan oleh Perawat


dalam bentuk Asuhan Keperawatan

Asuhan
Keperawatan

Rangkaian interaksi Perawat dengan Klien &


lingkungannya untuk mencapai tujuan pemenuhan
kebutuhan & kemandirian Klien dlm merawat
dirinya

TUJUAN PENGATURAN KEPERAWATAN

Meningkatkan Mutu perawat

2
3
4

BAB II Jenis Perawat


Perawat
Profesi

Perawat
Vokasi

Ners
Ners Spesialis

??????

Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis


Perawat diatur dengan Peraturan
Menteri.
9

BAB III Pendidikan Tinggi


Keperawatan

Implikasi UUK
Terhadap Pendidikan Keperawatan

1. Tentang Jenis Pendidikan Keperawatan


(Pada pasal 5-8) menyatakan:
Pendidikan Keperawatan adalah:
Pendidikan Formal
Jenjang Pendidikan Tinggi

Jenis Pendidikan Keperawatan


Pendidikan Vokasi
Pendidikan Akademik; dan
Pendidikan Profesi

Jenis Pendidikan Keperawatan


Pendidikan vokasi:

Program Diploma Keperawatan


Paling rendah adalah D.III Keperawatan
Pendidikan vokasi:

Program Sarjana Keperawatan (S1)


Program MagisterKeperawatan (S2)
Program Doktor Keperawatan (S3)
Program Profesi:

Program Profesi Keperawatan (Ners)


Program Spesialis Keperawatan (Sp)

Jenis Pendidikan Keperawatan

AKADEMIK

merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan


paskasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan
disiplin ilmu pengetahuan tertentu

PROFESI

merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang


mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan
persyaratan keahlian khusus

VOKASI

merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik


untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu
maksimal setara dengan program sarjana.

Jenis dan Jenjang Pendidikan Tinggi Keperawatan

AKADEMIK

- Profesi
- Spesialis
- Konsultan

VOKASI
- Diploma III

SUBSPESIALIS

DOKTOR

SPESIALIS

MAGISTER

SARJANA/Ners

DIPLOMA III

AKADEMIK

PROFESI

PROFESI

- Sarjana
- Magister
- Doktor

KONSULTAN

GELAR

NON-GELAR

Semangat UUK Terhadap Pendidikan Keperawatan

2. Penyelenggara Pendidikan Keperawatan (Pada pasal 9-10)


menyatakan:
Pendidikan Keperawatan diselenggarakan oleh perguruan
tinggi yang memiliki izin penyelenggaraan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan
Perguruan Tinggi dapat berbentuk

Universitas
Institut
Sekolah Tinggi
Politeknik
Akademi

Diselenggarakan oleh Pemerintah atau masyarakat

BENTUK PERGURUAN
TINGGI
Akadem
i

Politek
nik

Sekolah
Tinggi

menyelenggarakan pendidikan vokasi


dalam
satu cabang atau sebagian cabang ilmu
pengetahuan,
teknologi dan/ atau seni tertentu
menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam
sejumlah bidang pengetahuan khusus
menyelenggarakan pendidikan akademik
dan / atau
vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu
tertentu
dan jika memenuhi syarat dapat
menyelenggarakan
pendidikan profesi

BENTUK PERGURUAN
TINGGI
menyelenggarakan pendidikan akademik dan
Institut

Universit
as

atau
pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin
ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni dan
jika
memenuhi syarat dapat menyelenggarakan
pendidikan
profesi
menyelenggarakan pendidikan akademik, dan/
atau
pendidikan vokasi dalam sejumlah ilmu
pengetahuan,
teknologi, dan/ atau seni dan jika memenuhi
syarat dapat menyelenggarakan pendidikan
profesi

Semangat UUK
Terhadap Pendidikan Keperawatan
3. Kewajiban menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan
sebagai wahana pendidikan (Pada pasal 9) menyataka
n:
Perguruan tinggi penyelenggara pendidikan keperawatan harus
menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai wahana
pendidikan serta berkoordinasi dengan organisasi profesi perawat
Dapat dilakukan melalui:
Kepemilikan
Kerjasama

Wahana pendidikan:

Rumah sakit dan Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang


memenuhi persyaratan termasuk jejaring dan Komunitas didalam
wilayah binaannya.
Persyaratan diatur dengan peraturan menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

Semangat UUK
Terhadap Pendidikan Keperawatan
4. Standar Nasional Pendidikan Keperawatan (Pada pasa
l 11-12) menyatakan:
Perguruan Tinggi Keperawatan harus memenuhi Standar nasional
Pendidikan Keperawatan mengacu pada Standar nasional
Pendidikan tinggi Terakreditasi
Dalam rangka menjamin mutu lulusan, penyelenggara pendidikan
keperawatan hanya dapat menerima mahasiswa sesuai
kuota nasional akan diatur dengan peraturan menteri bidang
pendidikan.

Semangat UUK
Terhadap Pendidikan Keperawatan
5. Dosen pada Institusi Pendidikan tinggi Keperawatan
(Pada pasal 13-14) menyatakan:
Istitusi penyelenggara wajib memiliki Dosen
Dosen dapat berasal dari:
Perguruan Tinggi
Wahana Pendidikan Keperawatan
Dosen pada wahana pendidikan keperawatan memiliki
kesetaraan, pengakuan dan angka kredit yang
memperhitungkan kegiatan pelayanan kesehatan
dia tur dalam Peraturan Pemerintah

Semangat UUK
Terhadap Pendidikan Keperawatan
6. Uji Kompetensi Bagi mahasiswa calon perawat (Pada
pasal 16) menyatakan:
Mahasiswa Keperawatan pada akhir masa pendidikan vokasi da
n profesi harus mengikuti Uji Kompetensi secara nasional
Diselenggarakan oleh Perguruan tinggi bekerjasama dengan org
anisasi Profesi Perawat, lembaga sertifikasi yang terakreditasi
Uji kompetensi ditujukan untuk mencapai standar kompetensi lu
lusan yang memenuhi standar kompetensi kerja
Standar kompetensi disusun oleh Organisasi Profesi Perawat dan
konsil keperawatan dan ditetapkan oleh menteri.
Mahasiswa yang lulus uji kompetensi diberi sertifikat Profesi yan
g diterbitkan oleh Perguruan Tinggi

Konsep Kebijakan
Sistem Uji Kompetensi
1. Untuk menjamin lulusan pendidikan profesi kese
hatan yang kompeten dan terstandar secara nasional.
2. Dilakukan oleh badan mandiri (LPUK) yang bertangg
ung jawab untuk mengembangkan dan memvalidasi
strategi, metodologi dan tools untuk mengevaluasi ko
mpetensi tiap lulusan profesi kesehatan.
3. Tiap lulusan institusi pendidikan profesi kesehatan aka
n mendapatkan ijazah (dari institusi pendidikan) dan s
ertifikat kompetensi (dari organisasi profesi) setelah m
enyelesaikan program pendidikan dan lulus ujian kom
petensi.

Konsep Kebijakan
Sistem Uji Kompetensi
4. Ijazah dan Sertifikat Kompetensi merupakan sya
rat registrasi guna mendapatkan Surat Tanda Re
gistrasi (STR).
5. STR sebagai salah satu syarat mendapatkan izin
praktik profesi kesehatan.
6. Resertifikasi profesi kesehatan dilakukan oleh org
anisasi profesi melalui Continuous Professional
Development (CPD) atau ujian kompetensi yang
berupa assessment of performance in the work p
lace.

BAB IV Registrasi & Izin


Praktek
BAB V Praktik Keperawatan
Registrasi
Perawat yang menjalankan Praktik Keperawatan
wajib memiliki STR yang diberikan oleh Konsil K
eperawatan setelah memenuhi persyaratan:
Memiliki ijazah pendidikan tinggi Keperawatan;
Memiliki Sertifikat Kompetensi atau Sertifikat Profesi;
Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental;
Memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sump
ah/janji profesi; dan
Membuat pernyataan mematuhi dan melaksanakan
ketentuan etika profesi.

Izin Praktik
Surat Izin
Perawat yang menjalankan Praktik Keperawatan wajib memiliki izi
n.
Izin dalam bentuk SIPP.
diberikan oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota atas rekomend
asi pejabat kesehatan

Syarat SIPP :

salinan STR yang masih berlaku;


rekomendasi dari Organisasi Profesi Perawat
surat pernyataan memiliki tempat praktik atau surat keterangan d
ari pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai perizinan diatur dalam Per


aturan Menteri

Praktik Keperawatan
Bentuk Praktik
Praktik Keperawatan mandiri
Praktik Keperawatan di Fasilitas Pelayanan Keseh
atan

Tempat Praktik
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tempat lainnya sesuai dengan Klien sasarannya

Perawat yang menjalankan praktik mandiri


harus memasang papan nama Praktik Keper
awatan

DASAR/ SYARAT PRAKTIK


KEPERAWATAN
1. Kode Etik
2. Standar pelayanan
3. Standar profesi
4. Standar prosedur
operasional

(Slide Prayetni)

TUGAS PERAWAT DALAM PRAKTIK KEPERAWAT


AN
Pemberi
Asuhan
Keperawatan
Pelaksana
Tugas
dalam
Keadaan
Keterbatasa
n
Pelaksana
Tugas
(Pelimpaha
n
Wewenang)
(Slide Prayetni)

Peneliti
Keperawatan

Penyuluha
n&
Konselor
Klien
Pengelola
Pelayanan
Keperawatan

KEWENANGAN PERAWAT
(Pemberi Asuhan Keperawatan)
Upaya Kesehatan Peroran
gan
1. Melakukan pengkajian secara holisti
k;
2. Menetapkan diagnosis
3. Merencanakan tindakan
4. Melaksanakan tindakan
5. Mengevaluasi hasil tindakan kepera
watan;
6. Melakukan rujukan
7. Memberikan tindakan pada keadaan
gadar sesuai kompetensi;
8. Memberikan konsultasi keperawata
n dan berkolaborasi dgn dokter;
9. Melakukan penyuluhan kesehatan &
konseling;
10. Melakukan penatalaksanaan pembe
rian obat sesuai dgn resep tenaga m
edis atau obat bebas dan obat beba
s terbatas.

1. Melakukan pengkajian keperawatan kesmas


di tingkatKesehatan
keluarga & kelompok
masyarakat;
Upaya
Masyarakat
2. Menetapkan permasalahan keperawatan kes
mas
3. Membantu penemuan kasus penyakit;
4. Merencanakan tindakan keperawatan kesma
s
5. Melaksanakan tindakan keperawatan kesmas
6. Melakukan rujukan kasus;
7. Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan ke
smas
8. Melakukan pemberdayaan masyarakat;
9. Melaksanakan advokasi dlm perawatan kesm
as
10. Menjalin kemitraan dalam perawatan kesma
s
11. Melakukan penyuluhan kesehatan dan konse
ling;
12. Mengelola kasus
13. Melakukan penatalaksanaan keperawatan ko
mplementer & alternatif.

KEWENANGAN PERAWAT
(Penyuluh dan Konselor)
Melakukan Pemberdayaan Masyarakat

1
5

4
(Slide Prayetni)

KEWENANGAN PERAWAT

(Pengelola Pelayanan Keperawatan)

Mengelola kasus 3

2
Merencanakan,
melaksanakan &
mengevaluasi yankep
(Slide Prayetni)

Melakukan
pengkajian dan
menetapkan
permasalahan

WEWENANG PERAWAT
(Peneliti Keperawatan)
This is
placeholder text.
All phrases can
be replaced with
your own text.

This is a
placeholde
r text.

Menggunakan
pasien sebagai
subjek penelitian
sesuai etika
profesi &
peraturan
(Slide Prayetni)

This is a
placeholde
r text.

W
EW
This is a
EN
placeholder
A
text. N
G

This is a
placeholde
r text.

Melakukan
penelitian
sesuai
standar &
etika

Menggunakan
sumber daya
pada fasilitas
yankes atas
izin pimpinan

KEWENANGAN PERAWAT
(Pelimpahan Wewenang)

1. DELEGATIF

WEWENANG:
1. melakukan tindakan medis yang sesuai
dengan kompetensinya atas pelimpahan
wewenang delegatif tenaga medis
2. melakukan tindakan medis di bawah
pengawasan atas pelimpahan wewenang
mandat
3. memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan program Pemerintah.
(Slide Prayetni)

KEWENANGAN PERAWAT
Pada keadaan
keterbatasan
)
an pengobatan untuk(penyakit
umum dalam
hal tidak terdapat
tenaga medis

(Slide Prayetni)

BAB VI Hak dan Kewajiban

HAK & KEWAJIBAN PERAWAT


HAK

KEWAJIBAN

1. Memperoleh perlindungan huk


um;
2. Memperoleh informasi yang be
nar, jelas dan jujur dari klien da
n atau keluarganya;
3. Menerima imbalan jasa atas ya
nkep yg telah diberikan;
4. Menolak keinginan klien atau pi
hak lain yg bertentangan dgn k
ode etik, standar pelayanan, sta
ndar profesi dan SPO atau kete
ntuan peraturan
5. Memperoleh fasilitas kerja sesu
ai standar.

1. Melengkapi sarana dan prasarana pelay


anan keperawatan sesuai standar;
2. Memberikan yankep sesuai standar;
3. Merujuk klien yang tidak dapat ditangan
i kepada perawat / nakes lain
4. Mendokumentasikan askep sesuai stand
ar;
5. Memberikan informasi yg lengkap, juju
r, benar, jelas, & mudah dimengerti tent
ang tindakan keperawatan kepada pasie
n sesuai kewenangan;
6. Melaksanakan tindakan pelimpahan we
wenang;
7. Melaksanakan penugasan khusus yg dit
etapkan pemerintah

HAK & KEWAJIBAN PASIEN


HAK

KEWAJIBAN

1. mendapatkan informasi secara, be


nar, jelas, & jujur tentang tindaka
n Keperawatan
2. meminta pendapat Perawat lain d
an/atau tenaga kesehatan lainnya;
3. mendapatkan Pelayanan Keperaw
atan sesuai dengan kode etik, sta
ndar yankep, standar profesi, SO
P, dan ketentuan Peraturan
4. memberi persetujuan/ penolakan
tindakan keperawatan yang akan
diterimanya
5. memperoleh keterjagaan kerahasi
aan kondisi kesehatannya.

1. memberikan informasi yang bena


r, jelas, dan jujur tentang masalah
kesehatannya;
2. mematuhi nasihat dan petunjuk P
erawat;
3. mematuhi ketentuan yang berlak
u di Fasilitas Pelayanan Kesehatan;
dan
4. memberikan imbalan jasa atas pel
ayanan yang diterima.

BAB VII Oranisasi Profesi


Perawat
BAB VIII Kolegium
Keperawatan
Organisasi profesi Perawat PPNI
Kolegium Keperawatan merupakan badan o
tonom di dalam Organisasi Profesi Perawat
Kolegium Keperawatan berfungsi mengemb
angkan cabang disiplin ilmu Keperawatan d
an standar pendidikan tinggi bagi Perawat p
rofesi

BAB IX Konsil Keperawatan

Konsil Keperawatan merupakan bagian dari K


onsil Tenaga Kesehatan Indonesia
Tugas Konsil:
melakukan Registrasi Perawat;
melakukan pembinaan Perawat dalam menjalank
an Praktik Keperawatan;
menyusun standar pendidikan tinggi Keperawata
n; menyusun standar praktik dan standar kompet
ensi Perawat; dan
menegakkan disiplin Praktik Keperawatan

BAB X Pengembangan, Pembinaan, Dan


Pengawasan
BAB XI Sanksi Administratif
BAB XII Ketentuan Peralihan
BAB XIII Ketentuan Penutup
Selama Konsil Keperawatan belum terbentuk, permohonan
untuk memperoleh STR yang masih dalam proses diselesaik
an dengan prosedur yang berlaku sebelum Undang-Undan
g ini diundangkan
Perawat lulusan sekolah perawat kesehatan yang telah mel
akukan Praktik Keperawatan sebelum Undang- Undang ini
diundangkan masih diberikan kewenangan melakukan Prak
tik Keperawatan untuk jangka waktu 6 (enam) tahun setela
h Undang-Undang ini diundangkan

TERIMA KASIH