Anda di halaman 1dari 74

TUGAS MAKALAH

PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH


DAN PENGAWAS SEKOLAH
Mata Kuliah
PENILAIAN KINERJA DAN EVALUASI DIRI SEKOLAH

Dosen Pengampu :
DR. SUKARMAN PURBA, M.Pd.

OLEH KELOMPOK II :

1. ASMARA BAKTI

NIM : 8156132058

2. SUTOYO

NIM : 8156132093

2. HENDRI PUTRA

NIM : 8156132081

Kelas AW2 AP Kepengawasan

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN


KONSENTRASI KEPENGAWASAN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016
1

KATA PENGANTAR

Ungkapan rasa syukur dihaturkan ke hadirat Allah SWT karena berkat


rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Penilaian
Kinerja Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah sesuai dengan batas waktu
yang telah ditentukan.
Ucapkan terima kasih disampaikan kepada DR. Sukarman Purba, M.Pd.
sebagai dosen pengampu mata kuliah Penilaian Kinerja dan Evaluasi Diri Sekolah
yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah ini disusun dalam upaya memahami evaluasi terhadap kinerja
Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan
sesuai dengan amanah Undang-Undang dan diharapkan mencapai hasil yang
maksimal.
Demikian makalah Penilaian Kinerja Kepala Sekolah dan Pengawas
Sekolah disusun sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam upaya meningkatkan isi
dari makalah ini selanjutnya selanjutnya.

Medan, April 2016

Penulis

2i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................


DAFTAR ISI...................................................................................................

i
ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................


A.Latar Belakang ..................................................................................
B.Tujuan ................................................................................................
C.Manfaat .............................................................................................

5
5
6
6

BAB II PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH


A. Pengertian Penilaian Kinerja ............................................................
B. Ruang Lingkup Penilaian .................................................................
C. Periode Penilaian Kepala Sekolah ....................................................
1. Alur Penilaian ...................
2. Penilaian Tahunan .....
3. Penilaian Kenerja Empat Tahunan
D. Tujuan penilaian Kinerja Kepala Sekolah ........................................
E. Manfaat Penilaian .............................................................................
F. Prinsip Penilaian Kinerja ..................................................................
G. Penanggung Jawab Penilaian dan Penilai ........................................
H. Pedoman Penilaian Kinerja ......................
I. Perangkat Administrasi Penilaian .....................................................
1. Pedoman Penilaian ........
2. Data Penilaian............................................................................
3. Instrumen Penilaian ...................................................................
4. Portofolio ..................................................................................
5. Rubrik Penilaian ........................................................................
6. Catatan Penilaian .......................................................................
7. Format Penilaian Kinerja ..........................................................
8. Format Kesimpulan dan Rekomendasi .....................................
9. Format Persetujuan Hasil Penilaian ..........................................
10. Data Kuantitatif Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan...
J. Berkas Laporan Pelaksanaan Tugas .................................................
K. Prosedur Penilaian Kinerja Kepala Sekolah ...................................
L. Persiapan ..........................................................................................
M. Pelaksanaan Penilaian .....................................................................
N. Perhitungan dan Penentuan Nilai Kinerja ........................................
O.Konversi Nilai Hasil Penilaian Kinerja ke Angka ............................
P.Contoh Perhitungan Angka Kredit ....................................................

8
8
16
16
19
19
20
20
21
21
22
22
22
23
23
25
26
28
29
30
32
33
33
34
34
35
39
41
42

ii3

BAB III PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH


A. Dasar Hukum.........................................................................................
B. Tujuan....................................................................................................
C. Manfaat .................................................................................................
D. Target Pencapaian .................................................................................
E. Pengertian Penilaian Kinerja .................................................................
F. Aspek Penilaian Kinerja ........................................................................
G. Jenis Penilaian Kinerja ..........................................................................
H. Tujuan Penilaian Kinerja .......................................................................
I. Manfaat Penilaian Kinerja .....................................................................
J. Prinsip Penilaian Kinerja .......................................................................
K. Penanggung Jawab Penilaian ................................................................
L. Penilai ....................................................................................................
M. Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah ..........................
N. Pengawas Sekolah Muda .......................................................................
O. Pengawas Sekolah Madya .....................................................................
P. Pengawas Sekolah Utama .....................................................................
Q. Prosedur Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah ....................................
R. Persiapan ...............................................................................................
S. Pelaksnaan Penilaian .............................................................................
T. Verifikasi Data ......................................................................................
U. Pengolahan Hasil Penilaian ...................................................................
V. Pengambilan Keputusan ........................................................................
W. Pelaporan ...................................... ....

46
46
46
47
47
47
47
47
48
49
49
50
50
52
54
56
56
56
58
58
60
60
60

BAB V PENUTUP.................................................................................................

62

Daftar Pustaka
Lampiran

4
iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional menegaskan bahwa setiap warga negara berhak atas pendidikan yang
bermutu. Amanat ini dalam bentuk standar yang dijabarkan dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang pemenuhan Standar Nasional
Pendidikan yang mencakup standar: (1) isi, (2) proses, (3) kompetensi lulusan, (4)
pendidik dan tenaga kependidikan, (5) sarana dan prasarana, (6) pengelolaan, (7)
pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan. Standar-standar tersebut,
merupakan acuan dan sekaligus kriteria dalam peningkatan dan penjaminan mutu
penyelenggaraan pendidikan.
Standar pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu unsur
strategis dalam peningkatan mutu. Fokus utamanya adalah bagaimana
meningkatkan kemampuan profesional kepala sekolah/madrasah secara terencana
melalui proses perbaikan mutu secara berkelanjutan. Oleh karena itu,
perkembangan mutu perlu dipetakan secara berkala sehingga terwujud profil
kepala sekolah berbasis data hasil pengukuran.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2010 tentang
Penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah, Pasal 12 menyatakan bahwa:
(1) Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilakukan secara berkala setiap
tahun dan secara kumulatif setiap empat tahun; (2) Penilaian kinerja tahunan
dilaksanakan oleh pengawas sekolah/madrasah; (3) Penilaian kinerja empat
tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan mempertimbangkan penilaian
kinerja oleh tim penilai yang terdiri dari pengawas sekolah/madrasah, pendidik,
tenaga kependidikan, dan komite sekolah/madrasah dari tempatnya bertugas; (4)
Hasil penilaian kinerja dikategorikan dalam tingkatan amat baik, baik, cukup,
sedang atau kurang.
Penilaian kinerja kepala sekolah meliputi

(1) dimensi tugas utama

manajerial; dan (2) supervisi. Dalam dua dimensi tersebut terkandung dua belas
unsur tugas utama yang secara nyata harus kepala sekolah penuhi sebagai
implementasi berbagai peraturan mendasari pemenuhan standar pelaksanaan
5

tugasya. Untuk mengukur kinerjanya

maka disusunlah perangkat instrument

penilaian kinerja yang dirancang untuk mengidentifikasi data unjuk kerja.


Untuk meningkatkan objektivitas hasil penilaian, diperlukan pula pedoman
penilaian kinerja. Berkenaan dengan itu, Pusat Pengembangan Tenaga
Kependidikan Badan Pengembangan SDMPK dan PMP Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan memandang perlu menyusun Pedoman Penilaian Kinerja Kepala
Sekolah/Madrasah sebagai acuan semua pihak dalam menghimpun data.
Informasi yang terhimpun sangat penting artinya

sebagai dasar untuk

pengembangan keprofesian berkelanjutan dan pengembangan karier kepala


sekolah.

B. Tujuan
Makalah Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah
bertujuan:
1. Tersedianya panduan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terkait
dengan pelaksanaan penilaian kinerja sebagai dasar pelaksanaan kegiatan
penilaian.
2. Berkembangnya pemahaman dan kepastian pihak terkait tentang prinsip,
proses,

dan

prosedur

pelaksanaan

penilaian

kinerja

kepala

sekolah/madrasah.
3. Tersedianya acuan penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dalam
menetapkan taraf keterpenuhan standar kepala sekolah/madrasah sebagai
tenaga kependidikan.

C. Manfaat
Manfaat makalah pedoman pelaksanaan penilaian, yaitu:
1. Kepala sekolah dapat menggunakan pedoman sebagai panduan evaluasi
kinerjanya sendiri.
2. Pengawas

sekolah

dapat

menggunakan

pedoman

sebagai

acuan

pelaksanaan penilaian kinerja kepala sekolah dan menentukan hasil


sebagai dasar perumusan rekomendasi tindak lanjut pembinaan.
3. Dinas Pendidikan kota/kabupaten/provinsi dapat menggunakan pedoman
6

sebagai acuan pelaksanaan pemantauan, pengukuran, dan evaluasi kinerja


kepala sekolah sebagai dasar pengembangan kebijakan perbaikan mutu.
4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menggunakan pedoman
sebagai acuan

pelaksanaan pemantauan, pengukuran,

dan evaluasi

pelaksanaan penilaian kinerja kepala sekolah untuk mementakan


pemenuhan standar tenaga kependidikan sebagai dasar pembinaan kepala
sekolah secara berkalanjutan.

BAB II
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH

A. Pengertian Penilaian Kinerja


Penilaian adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi
data sebagai bahan pengambilan keputusan. Sehubungan dengan itu, setiap
kegiatan penilaian berujung pada pengambilan keputusan. Penilaian kinerja guru
dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah yang selanjutnya disebut
penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah merupakan proses pengumpulan,
pengolahan,

analisis,

sekolah/madrasah

dan

kerjakan

interpretasi
pada

data

setiap

yang

indikator

sesungguhnya

kepala

pemenuhan

standar.

Efektivitasnya ditentukan dengan mengukur keberhasilan mencapai target pada


tiap indikator dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam program.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010
menjelaskan bahwa penilaian kinerja guru merupakan penilaian tiap butir kegiatan
tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir kepangkatan dan jabatan. Guru
yang dimaksud dalam permendiknas tersebut termasuk guru yang memiliki tugas
tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah.

B. Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Kepala Sekolah


Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010
menjelaskan bahwa penilaian kinerja guru yang memiliki tugas tambahan sebagai
kepala sekolah/madrasah meliputi enam komponen penilaian, yaitu kepribadian
dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah/madrasah,
manajemen sumber daya, kewirausahaan, dan supervisi pembelajaran.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan menjelaskan bahwa pengelolaan satuan
pendidikan

meliputi

perencanaan

program,

pelaksanaan

rencana

kerja,

pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah/madrasah, dan sistem informasi


manajemen.
Sekolah/madrasah dipimpin oleh kepala sekolah yang mampu memimpin
dengan indikator memiliki

pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang


8

dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas


keprofesionalan sesuai dengan standar pengelolaan satuan pendidikan.
Dalam keseluruhan peraturan tersebut kepala sekolah/madrasah wajib
menunjukkan kemampuan :
1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan
perencanaan.
2. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya
sekolah/ madrasah secara optimal.
3. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju
organisasi pembelajar yang efektif.
4. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang kondusif dan
inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
5. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya
manusia secara optimal.
6. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru,
penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
7. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai
dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
8. Mengelola sumber daya sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang efektif, efisien dan akuntabel.
9. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan
pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
10. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru.
11. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
12. Menindaklanjuti hasil evaluasi program dalam rangka peningkatan
pemenuhan standar
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 menjelaskan
bahwa tugas kepala sekolah meliputi: (1) usaha pengembangan sekolah/madrasah
yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah/madrasah; (2) peningkatan
kualitas sekolah/madrasah berdasarkan delapan standar nasional pendidikan
9

(SNP) selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan; (3) usaha


pengembangan profesionalisme sebagai kepala sekolah/madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang
standar kepala sekolah menjelaskan lima dimensi kompetensi kepala sekolah yaitu
kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
Dengan mempertimbangkan hasil analisis yang mendalam terhadap seluruh
peraturan tersebut maka ditentukan bidang prioritas yang menjadi fokus utama
penilaian kinerja

yaitu pada dua tugas utama kepala sekoah pada bidang

manajerial dan supervisi. Deskripsi ruang lingkup analisis dan sintesis dalam
penentuan focus utama penilaian dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Tabel 1 : Sintesis Instrumen PKKS

SINTESIS INSTRUMEN PKKS


SEBARAN
BUTIR

PERMENDIKNAS
13/2007

PERMENDIKNAS
19/2007

PERMENDIKNAS
28/2010

PERMENDIKNAS
35/2010

Kepribadian

...

...

Kepribadian &
Sosial

Sosial

...

...

Manajerial

Perencanaan
Program

Usaha Pengembangan
Sekolah

Pengembangan
Sekolah

...

Pelaksanaan
Rencana Kerja

Peningkatan
Kualitas 8 SNP

Manajemen
Sumber Daya

...

.Kepemimpinan
Sekolah/Madrasah

Usaha
pengembangan
Profesionalisme

Kepemimpinan
Pembelajaran

Kewirausahaan

Sistem Informasi

Kewirausahaan

Supervisi
Pembelajaran

...

..

Manajemen

Supervisi

Pengawasan dan
Evaluasi

...

Catatan:
Kompetensi kepribadian dan sosial menjadi sasaran program
penilian lain di luar PKKS.

12

Instrumen

Pada gambar terlihat ruang lingkup dalam Permendiknas 13/2007,


Permediknas 19/2007, Permendiknas 28/2010, Permendiknas 35/2010 mencakup
berbagai komponen yang dapat dikembangkan sebagai objek penilaian kinerja.
Dengan mempertimbangkan keseluruhannya maka ditentukan dua fokus
utama pelaksanaan tugas dan fungsi manajerial dan supervisi yang selanjutnya
diuraikan menjadi 12 komponen tugas utama yang

diurai lagi menjadi 50

indikator kinerja seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
10

Kinerja kepala sekolah diukur dalam 12 komponen tugas utama yang


jabarkan pada 50 item indikator kinerja. Pada masing-masing indikator kinerja
memiliki bukti fisik yang perlu kepaa sekolah penuhi sebagaimana yang dapat
dilihat dalam rubrik penilaian. Ada pun keseluruhan indikator kinerja merupakan
sejumlah gugus kegiatan kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sebagaimana
yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2. Tugas utama, komponen tugas utama dan indikator kinerja sebagai
berikut:
NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
1.

Menyusun

1. Kepala sekolah mengembangkan RKJM,

perencanaan

RKT/RKAS dengan program lainnya

sekolah/madrasah

berdasarkan data hasil evaluasi dalam

untuk berbagai

pemenuhan 8 SNP

tingkatan
perencanaan.

2. Kepala sekolah merumuskan visi-misi sebagai


arah pengembangan program RKJM,
RKT/RKAS dan program lainnya.
3. Kepala sekolah menentukan strategi pencapaian
tujuan sekolah, dilengkapi dengan indikator
pencapaian yang terukur.
4. Kepala sekolah melengkapi program dengan
rencana evaluasi keterlaksanaan dan pencapaian
program

2.

Memimpin

5. Kepala sekolah berdisiplin; hadir tepat waktu,

sekolah/madrasah

disiplin menggunakan waktu, dan tepat waktu

dalam rangka

mengakhiri pekerjaan.

pendayagunaan

6. Kepala sekolah berdisiplin dalam

sumber daya

mengembangkan kewirausahaan dengan

sekolah/ madrasah

memperhitungkan semua risiko dalam

secara optimal.

melaksanakan tindakan.

11

NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
7. Kepala sekolah menjadi teladan dalam
memanfaatkan sumber daya secara efektif dan
efisien.
8. Kepala sekolah menunjukkan kedisiplinan
sebagai insan pembelajar.
3.

Mengelola

9. Kepala sekolah mengembangkan program baru

perubahan dan

untuk meningkatkan pencapaian target yang

pengembangan

lebih tinggi.

sekolah/madrasah

10. Kepala sekolah terampil dalam membangun tim

menuju organisasi

kerja yang efektif untuk mendapatkan produk

pembelajar yang

kinerja yang lebih unggul.

efektif.

11. Kepala sekolah menerapkan berbagai teknik


pembaharuan dalam pengelolaan pembelajaran.
12. Kepala Sekolah menunjukkan kemampuan dalam
mengembangkan potensi dan meningkatkan
prestasi sekolah.

4.

Menciptakan budaya

13. Kepala sekolah menjadi contoh berbudaya mutu

dan iklim sekolah/

yang kompetitif dalam mendorong peningkatan

madrasah yang

prestasi akademik dan nonakademik peserta

kondusif dan inovatif

didik

bagi pembelajaran
peserta didik.

14. Kepala sekolah melengkapi sarana dan prasarana


untuk menciptakan suasana belajar kondusif dan
inovatif bagi peserta didik
15. Kepala sekolah memfasilitasi kegiatan-kegiatan
untuk meningkatkan budaya baca dan budaya
tulis peserta didik.
16. Kepala sekolah memfasilitasi kegiatan-kegiatan
lomba di bidang akademik dan nonakademik
bagi peserta didik

12

NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
5.

Mengelola guru dan

17. Kepala sekolah menyusun perencanaan

staf dalam rangka

pengembangan pendidik dan tenaga

pendayagunaan

kependidikan

sumber daya
manusia secara
optimal.

18. Kepala sekolah melakukan pembinaan berkala


untuk meningkatkan mutu SDM sekolah
19. Kepala sekolah memfasilitasi guru dan staf
administrasi untuk meningkatkan kegiatan
pembinaan kompetensi
20. Kepala Sekolah memantau dan menilai
penerapan hasil pelatihan dalam pekerjaan di
sekolah.

6.

Mengelola peserta

21. Kepala sekolah menyusun perencanaan

didik dalam rangka

penerimaan, pengelolaan dan pengembangan

penerimaan peserta

kompetensi peserta didik.

didik baru,

22. Kepala sekolah memiliki program

penempatan dan

pengembangan potensi diri dan prestasi peserta

pengembangan

didik.

kapasitas peserta
didik.

23. Kepala sekolah memfasilitasi kegiatan-kegiatan


untuk meningkatkan pembiasaan melalui
penanaman nilai-nilai.
24. Kepala sekolah memfasilitasi kegiatan
pengembangan diri bagi peserta didik, pendidik,
dan tenaga kependidikan lainnya secara optimal

7.

Mengelola

25. Kepala sekolah mengarahkan secara efektif

pengembangan

dalam menerapkan prinsip-prinsip

kurikulum dan

pengembangan KTSP dalam kegiatan IHT,

kegiatan

Workshop, Rapat Koordinasi, dan kegiatan

pembelajaran sesuai

MGMP/KKG.

dengan arah dan

26. Kepala sekolah mengendalikan pelaksanaan

13

NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
tujuan pendidikan

KTSP berlandaskan kalender pendidikan,

nasional.

menerbitkan surat keputusan pembagian tugas


mengajar, dan menerapkan aturan akademik.
27. Kepala sekolah memfasilitasi efektivitas tim
kerja guru dalam rangka meningkatkan mutu
pembelajaran.
28. Kepala sekolah mengembangkan pelayanan
belajar yang inovatif melalui pengembangan
perangkat dan sumber belajar yang terbarukan.
29. Kepala sekolah memfasilitasi peserta didik dalam
mengembangkan kolaborasi dan kompetisi
bidang akademik dan nonakademik

8.

Mengelola sumber

30. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan

daya

administrasi persuratan dan kearsipan secara

sekolah/madrasah

efektif.

sesuai dengan prinsip


pengelolaan yang
efektif, efisien dan
akuntabel.

31. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan


administrasi sarana prasarana secara efektif.
32. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan
administrasi kepegawaian sesuai dengan
perkembangan pembinaan kepegawaian.
33. Kepala sekolah mengarahkan pengelolan
administrasi keuangan secara efektif, efisien,
transparan, dan akuntabel.
34. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan
administrasi peserta didik secara efektif.
35. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan
administrasi perpustakaan secara efektif.
36. Kepala sekolah mengarahkan pengelolaan
administrasi laboratorium

14

NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
9.

Memanfaatkan

37. Kepala sekolah mengembangkan sistem

kemajuan teknologi

administrasi pengelolaan secara efektif dengan

informasi bagi

dukungan penerapan teknologi informasi dan

peningkatan

komunikasi.

pembelajaran dan

38. Kepala sekolah mengelola administrasi

manajemen

pembelajaran secara efektif dengan dukungan

sekolah/madrasah.

penerapan teknologi informasi dan komunikasi.


39. Kepala sekolah mengembangkan sistem
pengelolaan perpustakaan secara efektif dengan
dukungan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi.

10.

Merencanakan
program supervisi
akademik dalam

40. Kepala sekolah mengidentifikasi masalah


pengelolaan.
41. Kepala sekolah merumuskan tujuan yang

rangka peningkatan

dilengkapi dengan target pencapaian yang

profesionalisme

terukur.

guru.

42. Kepala sekolah mengembangkan instrumen


supervisi.

11.

Melaksanakan

43. Kepala sekolah mengadakan pertemuan awal

supervisi akademik

untuk menjaring data rencana pembelajaran dan

terhadap guru

menetapkan fokus kegiatan supervisi.

dengan

44. Kepala sekolah melaksanakan kegiatan

menggunakan

pemantauan pembelajaran dan membuat catatan

pendekatan dan

yang objektif dan selektif sebagai bahan

teknik supervisi yang

pemecahan masalah supervisi.

tepat.

45. Kepala sekolah melakukan pertemuan refleksi,


menganalisis catatan hasil observasi, dan
menyimpulkan hasil observasi
46. Kepala sekolah memfasilitasi guru dalam

15

NO.

UNSUR TUGAS

INDIKATOR PENILAIAN KINERJA

UTAMA
merencanakan tindak lanjut perbaikan sistem
penilaian hasil belajar.
12

Menindaklanjuti

47. Kepala sekolah bersama guru menyusun

hasil evaluasi

rekomendasi tindaklanjut perbaikan dalam

program dalam

bentuk kegiatan analisis butir soal, remedial, dan

rangka peningkatan

pengayaan.

pemenuhan standar
.

48. Kepala sekolah mengecek ulang keterlaksanaan


rekomendasi oleh guru
49. Kepala sekolah melaksanakan pembinaan dan
pengembangan guru sebagai tindaklanjut
kegiatan supervisi.
50. Kepala sekolah menggunakan data hasil
supervisi sebagai bahan perbaikan perbaikan
kinerja pelaksanaan program.

C. Periode Penilaian Kepala Sekolah


Periode penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah meliputi penilaian
tahunan dan penilaian empat tahunan. Periode tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut.

1. Alur Penilaian
Penilaian kinerja kepala sekolah merupakan bagian dari sistem
peningkatan mutu profesi kepala sekolah secara utuh dan menyeluruh dengan tiga
pilar mutu penopang yaitu uji kompetensi (UK) yang fokus pada pengukuran dan
penilaian kognitif, penilaian kinerja (PK) yang fokus pada penilaian kinerja dalam
melaksanakan tugas dan fungsi, dan pengembangan koprofesian berkelanjutan
(PKB) sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan UK dan PK.
Keterkaitan antara tiga pilar pembinaan kepala sekolah dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

16

Gambar 1 Alur Prosedur Pembinaan dan Pengembangan Kepala


Sekolah

Gambar di atas mendeskripsikan serangkaian prosedur dari mulai kegiatan


rekrutmen, Uji Kompetensi (UK), Peniliaan Kinerja (PK), Pengembangan
Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) dalam siklus sistem pembinaan kepala
sekolah dengan penjelasan sebagai berikut:
1. PPP (principals preparation program) atau program penyiapan calon
kepala sekolah merupakan proses seleksi guru professional untuk
menduduki

jabatan

kepala

sekolah,

antara

lain

melalui

seleksi

administrasi, seleksi akademis, pendidikan, dan pelatihan.


2. Setelah seorang menduduki jabatan kepala sekolah wajib mengikuti UK.
Hasilnya dinyatakan dalam lulus atau tidak lulus UK. Proses yang harus
dilaluinya setelah memperoleh hasil, sebagai berikut:
a. Kepala sekolah yang lulus UK mengikuti PK.
b. Kepala sekolah yang belum lulus UK harus mengikuti Diklat untuk
memperbaiki kompetensinya yang belum memenuhi standar.
c. Setelah mengikuti Diklat kepala sekolah wajib mengikuti UK kembali.
Simbol

i=2 menyatakan bahwa seorang kepala sekolah mendapat

peluang mengulang mengikuti UK sebanyak dua kali. Jika dalam dua

17

kali tidak lulus, kepala sekolah direkomendasikan kembali menjadi


guru.
3. Selah lulus UK kepala sekolah wajib mengikuti PK, hasilnya penilaian
kinerja dinyatakan memenuhi Standar Minimal (SM) atau tidak memenuhi
SM. Tindak lanjut atas perolehan nilai kinerja:
a.

Kepala sekolah yang lulus PK sehingga memenuhi SM selanjutnya


mengikuti kegiatan PKB sesuai dengan rekomendasi hasil PK serta
memperoleh bahan pertimbangan untuk penghitungan angka kredit
sesuai dengan kinerjanya.

b.

Kepala sekolah yang belum lulus PK wajib mengikuti PKB sesuai


dengan rekomendasi hasil PK untuk memperbaiki kinerjanya pada
unsur yang belum memenuhi standar.

c.

Simbol i=2 menyatakan bahwa seorang kepala sekolah memeroleh


peluang mengikuti PK selama dua kali. Jika tidak lulus dua kali maka
kepala sekolah direkomendasikan kembali menjadi guru.

4. PKB wajib kepala sekolah ikuti sebagai proses belajar sepanjang hayat
dalam proses pengembangan keprofesian berkelanjutan, untuk yang belum
lulus UK wajib mengikuti Diklat dan yang telah lulus UK mengikuti
PKB.
5. Hasil PK kepala sekolah empat tahunan dikategorikan dalam tingkatan
amat baik, baik, cukup, sedang atau kurang sebagai dasar untuk
menentukan perpanjangan dapat tidaknya melanjutkan masa jabatan pada
periode berikutnya.
6. Kepala sekolah yang telah memenuhi nilai PK sehingga memenuhi standar
dapat mengajukan kenaikan pangkat dan golongan pada masa penetapan
angka kredit.
Terkait dengan penetapan angka kredit pada bulan tersebut, maka waktu
penilaian kepala sekolah dapat pada setiap akhir semester hingga enam minggu
setelah semester berakhir dan telah memenuhi masa tugas satu tahun dari masa
penilaian sebelumnya.

18

2. Penilaian Tahunan
Penilaian tahunan merupakan penilaian yang dilaksanakan secara periodik
setiap tahun dan secara berkala diatur sesuai dengan pengangkatan sebagai kepala
sekolah/madrasah. Penilaian ini terdiri atas:
a. Penilaian Kinerja Awal Tahun
Evaluasi diri merupakan penilaian yang dilakukan oleh kepala
sekolah/madrasah sendiri dengan menggunakan instrumen penilaian
kinerja kepala sekolah/madrasah. Evaluasi diri dilaksanakan untuk
mengetahui kekuatan dan kelemahan, pelaksanaannya empat sampai
dengan enam minggu pertama di awal rentang waktu dua semester. Hasil
evaluasi diri digunakan kepala sekolah untuk menyusun program
pengembangan keprofesian berkelanjutan.

b. Penilaian Kinerja Akhir Tahunan


Penilaian kinerja akhir tahun pelajaran dilaksanakan dalam periode
empat sampai dengan enam minggu di akhir kurun waktu dua semester
atau tahunan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrumen
penilaian kinerja kepala sekolah/madarasah. penilaian dilakukan oleh
pengawas sekolah/madrasah yang ditugasi oleh Kepala Dinas Pendidikan
dan instrumen penilaian kinerja sebagai guru.

3. Penilaian Kinerja Empat Tahunan


Penilaian kinerja empat tahunan yang dihitung menurut tahun pelajaran
atau masa perhitungan berdasarkan pengajuan kenaikan pangkat sebelumnya oleh
atasan langsung dengan menunjuk tim penilai yang terdiri dari pengawas
sekolah/madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, dan komite sekolah di mana
yang bersangkutan bertugas.
Hasil kinerja empat tahunan merupakan dasar untuk penetapan keunggulan
atau kelemahan kinerja sebagai dasar pengajuan pangkat atau golongan maupun
bahan pertimbangan atasan langsung dalam pemenuhan kriteria untuk
pemberhentian atau pengangkatan kepala sekolah untuk perpanjangan masa tugas
pada periode berikutnya.
19

D. Tujuan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah


Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah bertujuan untuk:
1. Menjaring informasi bahan pengambilan keputusan dalam penetapan
efektif atau kurang efektifnya kinerja kepala sekolah;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja kepala sekolah/madrasah
dan sekolah;
3. Menghimpun informasi sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian
berkelanjutan
4. Menjamin objektivitas pembinaan kepala sekolah melalui sistem
pengukuran dan pemetaan kinerja kepala sekolah
5. Menyediakan informasi sebagai dasar dalam sistem peningkatan promosi
dan karier kepala sekolah serta bentuk penghargaan lainnya.
6. Menentukan nilai kinerja kepala sekolah/madrasah sebagai dasar untuk
penetapan angka kredit dan pengembangan keprofesioan berkelanjutan

E. Manfaat Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja dilakukan untuk memperoleh data dan informasi tertentu
yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut yang akan digunakan
oleh pihak-pihak terkait. Pemanfaatan penilaian kinerja ini antara lain sebagai
berikut:
1. Kepala sekolah/madrasah dapat mengetahui nilai kinerjanya selama
melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah/madrasah dan menjadikan
acuan untuk meningkatkan keprofesiannya secara mandiri maupun melalui
sistem pembinaan.
2. Kepala sekolah/madrasah dapat menggunakan hasil penilaian kinerja
untuk

merumuskan

dan

menyusun

Pengembangan

Keprofesian

Berkelanjutan.
3. Dinas Pendidikan provinsi atau kabupaten/kota dapat menggunakan hasil
penilaian

kinerja

kepala

sekolah/madrasah

sebagai

dasar

untuk

menghimpun informasi, menentukan kebutuhan peningkatan kompetensi,


data profil kinerja kepala sekolah/madrasah di wilayahnya.

20

4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperoleh data dan pemetaan


mutu kinerja kepala sekolah secara nasional.
F. Prinsip Penilaian Kinerja
Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian, penilaian kinerja kepala
sekolah/madrasah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
1. Sahih, berarti penilaian berdasarkan pada data yang mencerminkan kinerja
yang diukur.
2. Objektif, berarti penilaian berdasarkan pada prosedur dan kriteria yang
jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan kepala
sekolah/madrasah karena perbedaan latar belakang agama, suku, budaya,
adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. Terpadu, berarti penilaian kepala sekolah/madrasah merupakan salah satu
komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan kepala sekolah/madrasah.
5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan

keputusan

dapat

diketahui

oleh

pihak-pihak

yang

berkepentingan.
6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian kinerja kepala
sekolah/madrasah

dilakukan

secara

menyeluruh,

meliputi

seluruh

komponen yang dapat dan seharusnya dinilai, dan dilakukan terus-menerus


secara periodik.
7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi kepala sekolah/madrasah yang telah ditetapkan.
9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi
teknik, prosedur, maupun hasilnya.

G. Penanggung Jawab Penilaian dan Penilai


Pelaksanaan penilaian kinerja terhadap guru yang diberi tugas tambahan
21

sebagai kepala sekolah/madrasah merupakan tanggung jawab kepala dinas


pendidikan. Pelaksanaan penilaian kinerja tahunan dilakukan oleh pengawas
sekolah/madrasah dengan menggunakan pedoman dan instrumen penilaian kinerja
kepala sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. Pelaksanaan penilaian
empat tahunan dilaksanakan oleh atasan langsung dengan menunjuk tim penilai
kinerja kepala sekolah yang terdiri atas pengawas sekolah/madrasah, pendidik,
tenaga kependidikan dan komite sekolah.
Tim penilai kinerja kepala sekolah/madrasah memiliki persyaratan sebagai
penilai seperti di bawah ini:
1. Memahami pedoman penilaian dan terlatih melakukan penilaian kinerja.
2. Memiliki keterampilan menggunakan instrumen untuk menghimpun data
secara objektif.
3. Memiliki kemampuan mengolah dan menafsirkan data hasil penilaian serta
menyusun rekomendasi dari hasil penilaian sebagai input bagi pembuat
kebijakan.
Hasil penilaian kinerja ditindaklanjuti oleh kepala dinas sebagai bahan
pertimbangan penetapan angka kredit, promosi, periodesasi jabatan, dan menjadi
bahan dalam membuat rumusan

rekomendasi Pengembangan Keprofesian

Berkelanjutan.
H. Pedoman Penilaian Kinerja
Pedoman Penilaian Kinerja Guru dengan Tugas Tambahan sebagai Kepala
Sekolah mengatur tentang tata cara penilaian dan norma-norma yang harus ditaati
oleh penilai. Di samping itu, dalam pedoman terdapat sejumlah petunjuk yang
memandu penilai maupun subyek penilaian dapat memenuhi prosedur penilaian
dan mendapatkan hasil yang objektif.
I. Perangkat Administrasi Penilaian
Perangkat penilaian terdiri atas tujuh komponen yang saling menujang
untuk menunjang efektivitas pengumpulan data otentik tentang pemenuhan
standar kinerja kepala sekolah. Ada pun perangkat terdiri atas:
1.

Pedoman Penilaian
Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah
22

bertujuan merupakan perangkat panduan pelaksanaan penilaian kinerja sebagai


sumber informasi mengenai prinsip, proses, dan prosedur pelaksanaan penilaian
dan pengolahan hasil penilaian.
2.

Data Penilaian
Pelaksanaan

penilaian

diawali

dengan

memahami

langkah-langkah

penilaian, pengisian format identitas sekolah, penilai dan kepala sekolah yang
dinilai. Data yang terdapat pada contoh format yang perlu penilai selesaikan pada
awal kegiatan penilaian. Karena dokumen itu dapat mejadi bukti fisik kegiatan
pengawas dalam melaksanakan penilaian maka di bagian akhir lembar penilaian
dibubuhkan tanda tangan penilai dan yang dinilai.
Ada pun model format sebagai berikut:

3.

Instrumen Penilaian
Instrumen memiliki bagian tugas utama, indikator kinerja, data kinerja,

bukti fisik kualitas kinerja, dan hasil penilaian yang dinyatakan dengan ya dan
tidak. Ya menyatakan bahwa kinerja kepala sekolah telah memenuhi atau
melebihi standar. Tidak sebagai pernyataan bahwa bukti fisik yang terjaring
23

oleh penilai belum memenuhi kriteria pada indikator kinerja yang diukur.
Model Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
NO

TUGAS UTAMA/UNSUR
TUGAS UTAMA

1. MANAJERIAL
1 Menyusun
perencanaan
sekolah/madrasah
untuk berbagai
tingkatan
perencanaan.

INDIKATOR KINERJA

DATA KINERJA YANG DIHARAPKAN

Kepala Sekolah mengembangkan RKJM,


RKT/RKAS dengan program lainnya
berdasarkan data hasil evaluasi dalam
pemenuhan 8 SNP

Kepala Sekolah merumuskan visi-misi sebagai Visi-misi sekolah merupakan rumusan hasil
arah pengembangan program RKJM,
keputusan bersama, berfungsi sebagai penentu
RKT/RKAS dan program lainnya.
arah pengembangan program sekolah yang
tersosialisasikan.

Kepala Sekolah menentukan strategi


Dokumen program yang memuat strategi
pencapaian tujuan sekolah, dilengkapi dengan pencapaian tujuan pada tiap kegiatan
indikator pencapaian yang terukur.
pemenuhan standar yang dijabarkan dalam
indikator pencapaian yang spesifik, terukur,
realistik, dan berbatas waktu (SMART)

Kepala Sekolah melengkapi program dengan


rencana evaluasi keterlaksanaan dan
pencapaian program

BUKTI OTENTIK KUALITAS


KINERJA

Dokumen RKJM, RKT/RKAS yang disepakati


pemangku kepentingan, tujuan kegiatan
terukur, memenuhi skala prioritas,
pengalokasian anggaran jelas, meliputi 8 SNP,
instrumen evaluasi program dan/atau EDS.

Dokumen rencana evaluasi dilengkapi dengan


instrumen yang mengukur keterlaksanaan dan
pencapaian program.

Pada gambar di atas terdapat kolom bukti fisik kualitas kinerja. Kolom
tersebut wajib penilai isi dengan tulis tangan atau menggunakan komputer.
Panduan untuk memilih bukti fisik hendaknya penilai menggunakan informasi
yang terdapat dalam kolom bukti kualitas kinerja kepala sekolah yang terdapat
dalam rubrik penilaian.
Untuk mengisisi kolom BUKTI OTENTIK KUALITAS KINERJA KEPALA
SEKOLAH berlandaskan data pada kolom rubrik sebagai dasar pertimbangan.
Karena bukti fisik yang diperoleh penilai dari sekolah dapat berbeda dengan bukti
fisik

yang

tertulis

dalam

instrumen,

maka

pengisian

hendaknya

mempertimbangkan bukti nyata relevan sesuai dengan keadaan nyata di lapangan.


Dengan demikian, bukti otentik kualitas kinerja kepala sekolah yang nyata
merupakan bahan utama pengisian sehingga para penilai perlu berusaha menjaring
data otentik yang sesungguhnya kepala sekolah kerjakan berdasarkan bukti nyata
yang penilai peroleh.
Rumusan bukti otentik kualitas kinerja kepala sekolah dalam instrumen
dapat dirumuskan dalam pernyataan berbeda dengan bukti otentik yang
diharapkan dalam rubrik. Argumentasinya jelas, kondisi nyata kinerja kepala
sekolah dalam tiap satuan pendidikan berbeda-beda. Tiap kepala sekolah memiliki
keunggulan dan kelemahan yang tidak sama. Oleh karena itu, penilai dapat
mengisi kolom bukti otentik sesuai dengan data otentik yang sesuai untuk
membuktikan pemenuhan pada tiap indikator.

24

HASIL
PENILAIAN
YA TDK

4.

Portofolio
Portofolio secara etimologis berasal dari dua kata, yaitu port (singkatan

dari report) yang berarti laporan dan folio yang berarti penuh atau lengkap. Jadi
portofolio berarti di sini berarti laporan lengkap tentang aktivitas kepala sekolah.
Untuk melengkapi bukti aktivitas penilai menjaring data dari portofolio berarti
menghimpun dokumen data seorang kepala sekolah, kelompok pendidik , siswa,
dan

tenaga

kependidikan

lainnya

dengan

tujuan

mendokumentasikan

perkembangan suatu proses dalam hasil yang telah dicapai oleh satuan
pendidikan.
Jika penilai menyatakan bahwa kepemimpinan seorang kepala sekolah
efektif, maka penilai memerlukan bukti bahwa kepala sekolah benar-benar
melakukan tindakan. Contoh, untuk menyatakan bahwa kepala sekolah berdisiplin
maka perlu dibuktikan dengan kehadiran kepala sekolah. Bukti fisik itu dapat
dilihat dalam dokumen kehadiran kepala sekolah dalam dua tahun terakhir. Untuk
melihat kepala sekolah berprestasi, maka dapat dilihat dalam produknya, guruguru dan siswa berprestasi sebagai dampak dari pelaksanaan tugas kepala sekolah.
Bagian Format Fortofolio

Pengisian format data penilai sebelum proses pelaksanaan penilaian


berakhir. Kumpulan data dalam portofolio diperlukan untuk meningkatkan
keyakinan penilai untuk menyatakan ya atau tidak dalam memutuskan hasil
penilaian. Oleh karena itu fortofolio berfungsi sebagai salah satu dasar
pertimbangan untuk menyatakan ya atau tidak terpenuhinya kriteria.
Data yang dihimpun dapat berkembang sesuai dengan kinerja yang kepala
sekolah capai pada satuan pendidikan yang dipimpinnya. Format portofolio yang
25

telah menjadi perangkat penilaian dapat penilai kembangkan agar dapat


menetapkan peta kinerja kepala sekolah sesuai dengan

keunggulan atau

kelemahan khas tiap satuan pendidikan.


5.

Rubrik Penilaian
Rubrik adalah salah satu komponen yang menentukan penilaian. Rubrik

mengandung penjelasan teknis dalam mengukur dan menilai kinerja kepala


sekolah secara

komprehensif. Dengan menggunakan rubrik penilai dapat

mengeksplorasi data otentik tentang pemenuhan kriteria minimal data otentik


yang mendukung kesimpulan bahwa kinerja kepala sekolah melebihi, memenuhi,
atau belum memenuhi kriteria yang diharapkan dalam instrumen.
Bagian penting dalam rubrik adalah adalah bukti otentik kualitas kinerja
kepala sekolah seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini.

Pada contoh di atas bukti otentik dinyatakan dalam kegiatan yang


senyatanya atau sesungguhnya kepala sekolah laksanakan dalam mengembangkan
rencana kerja jangka menengah (RKJM) dan rencana kerja tahunan (RKT) atau
rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Pengembangan program
diisyaratkan agar menggunakan hasil evaluasi diri sekolah, hasil analisis konteks
internal, dan eksternal. Dalam penyusunan program kepala sekolah wajib pula
menentukan prioritas program

dan instrumen untuk mengukur ketercapaian

program yang mencakup delapan standar nasional.


Dengan instrumen itu dapat diketahui pula kepala sekolah yang
melaksanakan rapat kerja tahunan untuk menentukan dan mengevaluasi program
sehingga program yang sekolah miliki menunjukkan mutunya yang sesuai dengan
prinsip pengembangan program sekolah. Eksplorasi mutu program juga secara

26

eksplisit harus dilihat dari adanya tujuan, indikator pencapaian, dan target
program yang terukur.
Dari hasil penilaian pada indikator kinerja pertama, seperti pada contoh di
atas, dinas pendidikan melalui kegiatan penilaian oleh pengawas dapat
mengetahui;

berapa banyak kepala sekolah yang memimpin rapat kerja awal tahun?

berapa banyak kepala sekolah yang merancang pemantuan pelaksanaan


program?

berapa banyak kepala sekolah yang menetapkan program tahunan melalui


kesepakatan bersama?

berapa banyak kepala sekolah yang memimpin kegiatan rapat akhir tahun
secara rutin untuk mengevaluasi program?
Data yang diperoleh dari kegiatan penilaian sangat berarti untuk

mengembangkan pembinaan kepala sekolah pada tingkat kabupaten kota, juga


bermanfaat sebagai bahan pertimbangan kebijakan tingkat provinsi, bahkan
sampai tingkat nasional.
Hal lain yang perlu mendapat perhatian jika

seluruh kriteria dalam

penyusunan program tercapai maka penilai dapat menetapkan keputusan ya.


Keputusan ya pada contoh di atas harus mencapai keseluruhan indikator. Tetapi,
pada indikator kinerja yang lain, keputusan ya diperoleh jika kepala sekolah
dapat memenuhi 70% dari kriteria yang ditetapkan.
Untuk memperdalam daya ekspolorasi data keterpenuhan standar dapat
menggunakan model pertanyaan eksploratif di bawah ini:
Apa yang sesungguhnya tindakan yang kepala sekolah lakukan?
Apakah tindakannya sesuai prinsip yang ditetapkan dalam standar?
Adakah data otentik yang membuktikan bahwa kepala sekolah melakukan
atau tidak melakukan tindakan sesuai dengan targetnya ?
Bagaimana kepala sekolah melakukannya?
Apakah kepala sekolah berhasil atau tidak berhasil memenuhi targetnya?
Pada bagian akhir rubrik terdapat kolom rekomendasi seperti terlihat di
bawah ini:

27

DATA KINERJA YANG


DIHARAPKAN
3
Dokumen RKJM, RKT/RKAS
yang disepakati pemangku
kepentingan, tujuan
kegiatan terukur, memenuhi
skala prioritas,
pengalokasian anggaran
jelas, meliputi 8 SNP,
instrumen evaluasi program
dan/atau EDS.

SKO
R

CEK
LIS

BUKTI OTENTIK KUALITAS KINERJA KEPALA SEKOLAH


4
Mengolah data hasil evaluasi diri sekolah sebagai bahan perumusan
RKJM dan RKAS yang dibuktikan dengan data EDS dan hasil evaluasi
program. lingkungan eksternal sekolah untuk menentukan kebutuhan
Mengenali

6
5

belajar siswa sebagai bahan pengarahan penyusunan program.


Memimpin rapat kerja tahunan mereviu tujuan, indikator, target
pencapaian, dan strategi dokumen RKJM dan RKAS
Menyepakati program yang menjadi priritas bersama pendidik dan tenaga
kependidikan.
Mengembangkan instrumen evaluasi program sesuai dengan tujuan
RKJM dan RKAS

1
1

REKOMENDASI
7
PKB Level 3 : disarankan mengikuti diklat
BPU manajemen sekolah dan kepakaran
perencanaan pengembangan sekolah

1
1
1

Pada gambar di atas terdapat uraian tentang rekomendasi yang disarankan


secara otomatis. Di balik rekomendasi tersebut terdapat kriteria yang mendasari
keputusan. Jika kepala sekolah memeroleh nilai kurang dari 70% kriteria yang
ditetapkan maka kepala sekolah mendapat predikat belum memenuhi standar dan
direkomendasi untuk mengikuti PKB level 1 dengan materi yang harus
dipelajarinya sesuai dengan materi yang terdapat pada indikator kinerja. Jika nilai
yang diperolehnya mencapai 70-90% dinyatakan memenuhi standar dan berhak
mendapatkan pelayanan PKG level 2. Jika kepala sekolah mendapat nilai di atas
90%, maka yang bersangkutan direkomendasikan untuk meningkatkan taraf pada
level keahlian dalam materi yang terdapat pada PKB level 3.
Pengisian lembar rubrik secara lengkap tidak dapat menggantikan
pengisian instrumen. Oleh karena itu sekali pun rubrik telah diisi lengkap penilai
memiliki tugas untuk mengisi lembar instrumen.
6.

Catatan Penilaian
Penilaian

menggunakan

wawancara. Sasaran

metode

observasi,

studi

dokumen,

dan

observasi adalah tindakan yang kepala sekolah lakukan

dalam menunaikan tugas dan fungsi kepala sekolah dalam merencanakan,


melaksanakan, melakukan supervisi program dan pembelajaran. Studi dokumen
merupakan cara untuk menghimpun informasi tentang kinerja kepala sekolah dan
wawancara kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, pembimbing,
tenaga administrasi sekolah (TAS), pranata laboratorium sekolah, pengelolaan
perpustakaan, pengelola TIK, siswa, dan komite sekolah sebagai sumber data.
Penerapan

metode

observasi,

studi

dokumen,

dan

wawancara

merupakan langkah kegiatan terpadu untuk meningkatkan keyakinan terhadap


keputusan ya atau tidak kepala sekolah memenuhi kriteria pengukuran
sebagaimana yang tertuang dalam instrumen.

28

Keputusan untuk memilih teknik pengumpulan

data melalui metode

observasi, studi dokumen, atau wawancara merupakan kewenangan penilai. Yang


mendapat perhatikan penilai bahwa setiap data yang menunjang pembuktian
perlu dicatat, direkam, difoto atau dihimpun dengan cara yang sesuai agar setiap
keputusan yang ditetapkan penilai secara objektif dan akuntabel.
Catatan penilai selama melakukan observasi, studi dokumen, dan
wawancara selama pelaksanaan penilaian merupakan salah satu perangkat penting
sebagai dasar penilai dalam pengambilan keputusan. Catatan penilai selama
penilaian tidak diformat khusus. Oleh karena itu, setiap penilai dapat
mempergunakan lembar kertas lepas, buku catatan, alat perekam, atau kamera.
7.

Format Penilaian Kinerja


Setelah penilai menyelesaikan tugas menilai maka kewajiban selanjutnya

adalah memeriksa hasil format penilaian yang menggambarkan kinerja kepala


sekolah dalam 12 UNSUR tugas utama. Apabila kepala sekolah memenuhi
seluruh indikator kinerja maka pada nilai maksimal yang dapat kepala sekolah
peroleh adalah 4 x 12 yaitu 48 dari 50 item yang diukur.
Rekapitulasi nilai dalam model format rekapitulasi hasil penilaian kinerja
yang terlihat pada lembar di bawah ini.

UNSUR TUGAS UTAMA

SKOR

1 Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk


berbagai tingkatan perencanaan.
2 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka
pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah
secara optimal.
3 Mengelola perubahan dan pengembangan
sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang
efektif.
4 Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah
yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta
didik.
5 Mengelola guru dan staf dalam rangka
pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
6 Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan
peserta didik baru, dan penempatan dan
pengembangan kapasitas peserta didik.
29

7 Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan


pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan
pendidikan nasional.
8 Mengelola sumber daya sekolah/madrasah sesuai
dengan prinsip pengelolaan yang efektif, efisien dan
akuntabel.
9 Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi
peningkatan pembelajaran dan manajemen
sekolah/madrasah
10 Merencanakan program supervisi akademik dalam
rangka peningkatan profesionalisme guru
11 Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru
dengan menggunakan pendekatan dan teknik
supervisi yang tepat.
12 Menindaklanjuti hasil evaluasi program dalam rangka
peningkatan pemenuhan standar
Total
1 Nilai Akhir = total nilai kinerja perolehan/skor mak. x 100 =
2 Sebutan nilai hasil PKKS

3 NPKKS (nilai persentase kinerja kepala


sekolah)
Kepsek yang dinilai
Penilai

= #REF!

Yang perlu mendapat perhatian penilai adalah peta keterpenuhan standar


dalam 12 komponen tugas utama adalah memperhatikan keterpentuhan standar
yang ditandai dengan tercapainya nilai minimal baik.

8.

Format Kesimpulan dan Rekomendasi


Efektivitas penilaian tercapai jika hasil penilaian memiliki daya pembeda

yang dapat mendeskripsikan kepala sekolah memenuhi standar berbeda nilainya


dengan kepala sekolah yang belum memenuhi standar. Hasil penilaian yang ideal
dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kepala sekolah.
Data hasil evaluasi juga hendaknya dapat menunjukkan kepala sekolah
mana yang mencapai apa di sekolah mana. Untuk memenuhi keperluan itu, di
samping rekap kinerja pada 12 Unsur tugas utama, perlu disusun kesimpulan
yang mencerminkan objektivitas data hasil penilaian.

30

Tugas penilai seusai memperhatikan rekap hasil penilaian adalah menyusun


kesimpulan dan rekomendasi atas hasil penilaian keseluruhan unsur tugas utama
kepala sekolah.
Proses identifikasi yang penting dari hasil pengumpulan data adalah
mendeskripsikan keunggulan, kelemahan kepala sekolah dalam pemenuhan
standar, rekomendasi secara umum yang didasari dengan rekomendasi khusus
pada tiap unsur tugas utama, dan kesimpulan hasil penilaian.
Lembar analisis kekuatan, kelemahan, kesimpulan dan rekomendasi dapat
dlihat pada model format di bawah ini.

31

Penilai hendaknya mengisi data identitas kepala sekolah, kolom


kesimpulan keunggulan utama yang terjaring melalui kegiatan penilaian,
kesimpulan kelemahan utama yang berhasil penilai himpun dari hasil
penilaian, dan rekomendasi yang penilai sampaikan untuk kepala sekolah
maupun untuk atasan kepala sekolah. Rumusan pernyataan sebagai refleksi
penilai penilaian kinerja kepala sekolah yang dinyatakan dalam bentuk kalimat
yang singkat serta menggambarkan kondisi nyata.

9.

Format Persetujuan Hasil Penilaian


Untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas, maka seusai

pelaksanaan penilaian, penilai hendaknya menyodorkan format laporan

LEMBAR PERSETUJUAN HASIL PENILAIAN KINERJA GURU


DENGAN TUGAS TAMBAHAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH
TAHUN Nama Guru
Status PNS
NIP
Pangkat/golongan
ruang/TMT
Jabatan Fungsional
NUPTK
TMT sebagai Kepala
Sekolah
TMT Kepsek di
sekolah ini
Periode penilaian
Unit Kerja

:
:
:

:
:
:

:
:
:

Telah melakukan kegiatan tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah


dengan penilaian sebagai berikut:
Persetujuan
(Persetujuan ini hanya ditandatangani oleh penilai dan kepala sekolah
yang dinilai)
Penilai dan guru yang dinilai menyatakan telah membaca dan
mamahami semua aspek yang ditulis/dilaporkan dalam form ini dan
menyatakan setuju. ditulis/dilaporkan dalam form ini dan menyatakan
setuju.
32

Nama guru

Nama Penilai

Tanda tangan
Tanggal

Tanda tangan
Tanggal

Keseluruhan perangkat penilaian wajib penilai serahkan kepada atasan


langsung sebagai bukti pelaksanaan tugas. Penilai pada tingkat satuan pendidikan
yang sejenis wajib membuat resume laporan penilain sehingga dapat ditarik
kesimpulan hasil penilaian pada tingkat kabupaten/kota atau provinsi.
10. Data Kuantitatif Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan
Data penunjang yang wajib penilai himpun adalah data kuantitatif siswa,
pendidik dan tenaga kependidikan. Pengisian dapat dibantu staf yang ditugasi
sekolah. Penilai wajib memvalidasi kebenaran data yang dimuat dalam format
yang telah tersedia.

J.

Berkas Laporan Pelaksanaan Tugas Pelaksana tugas menyampaikan


laporan sesuai format laporan yang dilampiri:
1. Format Data Penilai yang telah terisi.
2. Instumen yang telah terisi
3. Portofolio Kepala Sekolah
4. Rubrik penilaian yang telah terisi lengkap.
5. Lembar catatan penilai selama penilaian dilakukan.
6. Format Penilaian Kinerja yang telah terisi
7. Format Kesimpulan dan Rekomendasi yang telah terisi
8. Lembar persetujuan hasil penilaian.
9. Data Kuantitatif Siswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan

33

K. Prosedur Penilaian Kinerja Kepala Sekolah


Prosedur penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah perlu dilakukan secara
terprogram dan sistematik. Semua proses kegiatan penilaian disusun dalam alur
atau tahapan kegiatan sebagai berikut: persiapan, pelaksanaan penilaian,
penghitungan nilai kinerja kepala sekolah, konversi hasil penilaian kinerja ke
angka kredit, dan pelaporan.
L. Persiapan
Tahap persiapan penilaian kinerja kepala sekolah sebagai berikut:
1. Dinas pendidikan meningkatkan kompetensi pengawas yang akan menilai
sesuai dengan kebutuhan pengembangan mutu pendidikan.
2. Pemberitahuan

secara

tertulis

oleh

Pengawas

kepada

kepala

sekolah/madrasah yang akan dinilai;


3. Kepala sekolah/madrasah yang dinilai mempersiapkan data dan kelengkapan
yang diperlukan untuk melengkapi bukti yang dibutuhkan oleh tim penilai.
4. Tim penilai meneliti perangkat, mengamati kelengkapan, dan keabsahan
bukti-bukti yang diperlukan untuk melaksanakan penilaian.

34

M. Pelaksanaan Penilaian
1. Alur Pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah
PERSIAPAN

PELAKSANAAN PENILAIAN:
EVALUASI DIRI

PROFILE KINERJA
KEPALA SEKOLAH
PAPARAN PROFIL
KINERJA KS OLEH KS

PENILAI MELAKUKAN
KONFIRMASI ATAS
LAPORAN

PENILAI MELAKUKAN
PENGAMATAN,
MENCATAT
BUKTI/DATA KINERJA
PENILAI MENENTUKAN
NILAI

PELAPORAN

PKB

PKB
STANDAR
LEVEL
1

STANDAR
LEVEL
2/3
35

2.

Tahap/waktu Penilaian
Pelaksanaan penilaian kinerja dilaksanakan dua tahap, yaitu:
a. Penilaian awal tahun pelajaran (evaluasi diri)
Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah pada awal tahun
pelajaran merupakan penilaian formatif yang bertujuan untuk memperoleh
profil kinerja kepala sekolah yang bersangkutan. Profil kinerja kepala
sekolah diperoleh melalui evaluasi diri dengan menggunakan instrumen
penilaian kinerja kepala sekolah. Berdasarkan profil kinerja kepala
sekolah/madrasah yang sudah disepakati, pengawas bersama kepala
sekolah/madrasah

yang dinilai, menyusun rencana pengembangan

keprofesian berkelanjutan. Guru yang mutasi, penilaian awal diperoleh


dari sekolah asal.

b. Penilaian Akhir Tahunan


Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah pada akhir tahun
dihitung dari masa penilaian sebelumnya dengan tujuan untuk menentukan
Nilai Kinerja Kepala Sekolah/Madarasah (NKKS), kemudian dikonversi
menjadi persentase perolehan angka kredit hasil Nilai Penilaian Kinerja
(NPK). Hasil penilaian digunakan untuk mengevaluasi kemajuan yang
dicapai setelah melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Penilaian akhir tahun sebagai dasar penetapan angka kredit untuk
diusulkan dalam Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) kepada
tim penilai angka kredit di tingkat kabupaten/kota/provinsi/pusat sesuai
kewenangannya. Hasil penilaian akhir tahun dapat dijadikan sebagai profil
kinerja pada penilaian awal tahun berikutnya.

2.

Ketentuan pelaksanaan penilaian


Penilaian kinerja kepala sekolah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai

berikut:
a. Penilaian

kinerja

kepala

sekolah/madrasah

dihadiri

oleh

kepala

sekolah/madrasah yang dinilai dan tim penilai.

36

b. Penilaian

dilaksanakan

di

sekolah/madrasah

tempat

kepala

sekolah/madrasah yang dinilai bertugas.


c. Penilaian diawali dengan pemaparan laporan kinerja oleh kepala
sekolah/madrasah yang dinilai. Pemaparan difokuskan pada komponenkomponen penilaian dan bukti-bukti yang relevan.
d. Tim penilai dapat melakukan konfirmasi dan meminta penjelasan atas
laporan kinerja tertulis maupun lisan yang disampaikan oleh kepala
sekolah/madrasah yang dinilai.
e. Tim penilai melakukan pengamatan dan pencatatan bukti-bukti lain yang
ada di lingkungan sekolah/madrasah yang belum atau tidak dapat
disertakan dalam laporan tertulis. Bukti-bukti ini dapat diidentifikasi
melalui pengamatan terhadap kondisi fisik yang ada di lingkungan
sekolah/madrasah atau meminta informasi dari orang-orang yang relevan
yang ada di lingkungan sekolah/madrasah seperti guru, karyawan
sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah atau peserta didik.
f. Tim penilai melakukan penilaian terhadap setiap komponen penilaian
berdasarkan paparan laporan kinerja dan hasil pengamatan kelengkapan
dan

keabsahan

bukti-bukti

yang

dikumpulkan

oleh

kepala

sekolah/madrasah yang dinilai dengan langkah-langkah sebagai berikut:


1) Ketua tim penilai mengkonfirmasi keabsahan bukti-bukti yang
dikumpulkan oleh kepala sekolah/madrasah yang dinilai dengan
menggali informasi dari anggota tim lainnya.
2) Penilai mencatat semua bukti fisik maupun nonfisik kedalam format
penilaian yang relevan.
3) Penilai mencermati semua bukti yang tercatat dan mencocokkannya
dengan indikator dari komponen yang dinilai.
4) Berdasarkan hasil pencermatan kelengkapan, keabsahan, dan ketepatan
bukti yang teridentifikasi, penilai menetapkan skor setiap komponen
penilaian yang bersangkutan.
5) penilai menetapkan nilai kinerja dengan cara merekap semua nilai
komponen

kedalam

format

penilaian

yang

ditetapkan

dan

menuangkannya dalam instrumen penilaian.


37

3.

Proses Penilaian
Penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah dilaksanakan oleh pengawas

yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan


kewenangannya, sesuai dengan pendekatan penilaian 360. Hal ini berarti
penilaian dilihat dari berbagai dimensi semua pemangku kepentingan yang
meliputi komite sekolah/madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik
bila diperlukan. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada
setiap indikator kinerja berdasarkan kelengkapan dan keabsahan bukti yang
releven dan teridentifikasi.
a. Bukti-bukti dapat berupa data, dokumen, kondisi lingkungan fisik
sekolah/madrasah, perilaku dan budaya, dan lain-lain yang dapat
diidentifikasi

oleh

Penilai

melalui

pengkajian,

pengamatan,

dan

penggalian informasi dari pihak-pihak yang terkait di sekolah/madrasah


seperti guru, pegawai, komite sekolah/madrasah, dan peserta didik.
b. Penilai mencatat semua bukti yang teridentifikasi pada tempat yang
disediakan pada setiap kriteria penilaian. Bukti-bukti yang dimaksud
berupa:
1) bukti yang teramati (tangible evidences) seperti:
dokumen-dokumen tertulis.
kondisi

sarana/prasarana

(hardware

dan/atau

software)

dan

lingkungan sekolah/madrasah.
foto, gambar, slide, video.
produk-produk peserta didik.
2) bukti yang tidak teramati (intangible evidences) seperti
sikap dan perilaku kepala sekolah/madrasah.
budaya dan iklim sekolah/madrasah.
Bukti-bukti ini dapat diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan
pemangku kepentingan pendidikan (guru, komite, peserta didik, mitra dunia
usaha dan dunia industri).

38

N. Perhitungan dan Penentuan Nilai Kinerja


Setelah bukti-bukti kinerja diperoleh melalui pengamatan, wawancara
dengan warga sekolah, penilai dapat menentukan nilai dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Penentuan Skor Indikator Kinerja
Skor indikator kinerja dinyatakan dengan nilai kualitatif ya
atau tidak. Pemberian skor ini berdasarkan data/informasi yang
terhimpun pada saat penilaian yang dapat dikuatkan dengan data
portofolio kepala sekolah/madrasah. Pemberian skor Indikator kinerja
untuk setiap unsur tugas utama dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Ya

diberikan

apabila

kepala

sekolah/madrasah

mampu

menunjukkan buktibukti yang lengkap dan sangat meyakinkan


bahwa data otentik yang diperoleh oleh kepala sekolah/madrasah
yang bersangkutan mencapai minimal 70%

dari data kinerja

yang diharapkan.
b. Tidak diberikan apabila kepala sekolah/madrasah tidak
mampu menunjukkan buktibukti yang cukup bahwa data otentik
yang diperoleh oleh kepala sekolah/madrasah yang bersangkutan
tidak mencapai 70% dari data kinerja yang diharapkan.
2.

Penentuan Skor Unsur tugas utama


Berdasarkan catatan hasil pengamatan, pemantauan, wawancara,
studi (penggalian) dokumen, dan bukti-bukti berupa data lain yang
dikumpulkan selama proses penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah,
penilai menentukan setiap skor

indikator untuk setiap kompetensi

dengan rumus sebagai berikut:


jawaban Ya
Skor Indikator

100

Ya maksimal

Hasil perhitungan di atas, dikonversi ke skor 4-3-2-1, dengan


cara menetapkan skor pada rentang sebagai berikut:
39

No

Rentang skor

Rentang skor

Skor

1.

(0<x25%)

0% -25%

2.

(25%<x50%)

26% - 50%

3.

(50%<x75%)

51% - 75%

4.

(75%<x100%)

76% - 100%

3. Penentuan Nilai Kinerja Kepala Sekolah (NKKS)


Penentuan NKKS dapat dilakukan dengan perhitungan Total
Skor Kinerja (jumlah yang dapat diperoleh dengan menjumlahkan
setiap nilai indikator kinerja total nilai indikator kinerja) dibagi total
nilai kinerja maksimal dikalikan dengan 100.

Total Nilai Kinerja Perolehan


NKKS

100

Total Nilai Kinerja maksimal

Keterangan:
NKKS : Nilai Kinerja Kepala Sekolah (dinyatakan dalam angka
puluhan bilangan biasa
Total Nilai Kinerja Perolehan: Jumlah Skor unsur tugas utama yang
diperoleh
Total Nilai Kinerja Maksimal: Jumlah Skor unsur tugas utama
Maksimal
4. Penentuan Nilai Akhir
Nilai Akhir (NA) Kinerja guru dengan tugas tambahan sebagai
kepala sekolah/madrasah dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut:

Keterangan:
NKKS
:
Nilai Kinerja Kepala Sekolah
NKG
:
Nilai Kinerja Guru
NA
:
Nilai Akhir (Nilai yang diperoleh dari Nilai
kinerja sebagai kepala sekolah dan nilai Kinerja Guru dalam
40

pembelajaran)
5. NPKKS (Nilai Persentasi Kinerja Kepala Sekolah)
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, NPKKS diperoleh dari
konversi hasil penilaian kinerja kepala sekolah (NKKS)

kedalam

Kategori Hasil Penilaian yang dinyatakan dalam rentang nilai 1 sampai


dengan 100 dan dibedakan menjadi lima kategori penilaian yaitu Amat
Baik, Baik, Cukup, Sedang dan Kurang dengan ketentuan
sebagai berikut:
Tabel 4.1 Tabel Konversi Nilai
Nilai IPKKS

Kategori/Sebutan

NPKKS

91 100

Amat Baik

125%

76 90

Baik

100%

61 75

Cukup

75%

51 60

Sedang

50%

Kurang dari 51

Kurang

25%

O. Konversi Nilai Hasil Penilaian Kinerja ke Angka Kredit


Angka kredit unsur pembelajaran/bimbingan guru dengan tugas
tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah ditentukan berdasarkan NPK
dan NPKKS dengan bobot 25% dan 75%. Perhitungan perolehan angka
kredit dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut.

AK =

Keterangan:
AK
= Perolehan angka kredit per tahun
AKK = Angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan
AKPKB = Angka kredit unsur pengembangan profesional berkelanjutan
AKP
= Angka kredit unsur penunjang
JM
= Jumlah jam mengajar per minggu
JWM
= Jumlah wajib mengajar per minggu (6 jam untuk kepala sekolah)
NPK
= Nilai perolehan hasil kinerja sebagai guru
41

NPKKS = Nilai perolehan hasil kinerja sebagai kepala sekolah

P. Contoh Penilaian Kinerja Kepala Sekolah/Madrasah


Nama
Jabatan
Pangkat
Golongan ruang
TMT
Mengajar
Tugas tambahan
Waktu penilaian
Hasil penilaian

Perhitungan akhir

: Ahmad Sumarna, S.Pd.


: Guru Madya
: Pembina
: IV/a
: 1 April 2014
: mata pelajaran Fisika
: Kepala Sekolah
: Desember 2014
: sebagai guru memperoleh nilai 48
sebagai kepala sekolah memperoleh nilai
rata-rata 18.
angka kredit dilakukan berdasarkan

dua sumber

penilaian, Langkah-langkah perhitungan angka kreditnya adalah sebagai


berikut.

1. Perhitungan angka kredit unsur pembelajaran:

a) Konversi hasil penilaian kinerja tugas unsur pembelajaran bagi


Ahmad Sumarna, S.Pd.

ke skala nilai berdasarkan Peraturan

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 adalah:

b) Nilai kinerja guru untuk subunsur pembelajaran/pembimbingan,


kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik (125%), Baik
(100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana

diatur

dalam

Peraturan

Menteri

Negara

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor


16

Tahun

2009.

Nilai

penilaian

pembelajaran 85,7 masuk dalam

kinerja

rentang 76

guru

subunsur
90 dengan

kategori Baik (100%).

42

c) Angka kredit per tahun subunsur pembelajaran yang diperoleh


Ahmad Sumarna, S.Pd. adalah:

Angka Kredit per Tahun =

=
= 29,75

2. Perhitungan angka kredit subunsur

tugas tambahan sebagai kepala

sekolah:
a) Konversi hasil penilaian kinerja tugas tambahan sebagai kepala sekolah
Ahmad Sumarna, SPd. ke skala nilai berdasarkan Peraturan Menteri
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 adalah:

b) Nilai kinerja Ahmad Sumarna, S.Pd. untuk subunsur tugas tambahan


sebagai Kepala Sekolah, kemudian dikategorikan ke dalam Amat Baik
(125%), Baik (100%), Cukup (75%), Sedang (50%), atau Kurang (25%)
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Nilai
PK Guru subunsur tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah 75 masuk
dalam rentang 61 75 dengan kategori Cukup (75%).
c) Angka kredit per tahun subunsur tugas tambahan sebagai kepala sekolah
yang diperoleh Ahmad Sumarna, S Pd. adalah:
Angka Kredit per Tahun =

=
= 22,31

43

3. Perhitungan Total Angka Kredit


Total angka kredit

per tahun diperoleh dari penjumlahan nilai angka

kredit per tahun dari subunsur pembelajaran (bobotnya 25%) dan subunsur tugas
tambahan sebagai kepala sekolah (bobotnya 75%).
Total angka kredit per tahun = (25 x angka kredit per tahun sebagai guru) +
(75 x angka kredit per tahun sebagai kepala sekolah)

a) Total angka kredit yang diperoleh Ahmad Sumarna, S.Pd untuk tahun
2014 sebagai guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah
adalah:
= 25 (29,75) + 75 (22,31) = 7,44 + 16,73 = 24,17.
b) Jika selama 4 (empat) tahun

terus menerus Ahmad Sumarna, S.Pd

mempunyai nilai kinerja yang sama, maka nilai yang diperoleh Ahmad
Sumarna, S.Pd selama 4 tahun adalah:
4 x 24,17 = 96,68

4. Perhitungan Angka Kredit Komulatif


Angka kredit komulatif diperoleh dari total angka kredit yang diperoleh
selama 4 (empat) tahun ditambah dengan angka kredit yang diperoleh dari
kegiatan pengembangan diri keprofesian berkelanjutan yang dilakukan selama 4
(empat) tahun tersebut.
a) Selama 4 (empat) tahun Ahmad Sumarna, S.Pd melaksanakan kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan dan memperoleh hasil:
4 angka kredit dari kegiatan pengembangan diri,
12 angka kredit dari publikasi ilmiah, dan
15 angka kredit dari kegiatan unsur penunjang.
b) Jadi, Ahmad Sumarna, S.Pd memperoleh angka kredit kumulatif sebesar
96,68 + 4 + 12 + 15 = 127,68
c) Angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat dan jabatan fungsional
guru dari golongan ruang IV/a ke golongan ruang IV/b berdasarkan
44

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi


Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 ialah 150.
d) Dengan demikian, Ahmad

Sumarna, S.Pd TIDAK

DAPAT NAIK

PANGKAT dari golongan ruang IV/a ke golongan ruang IV/b dengan


jabatan Guru Madya

dalam waktu 4 (empat) tahun karena belum

mencapai persyaratan angka kredit yang diperlukan untuk naik pangkat


dan jabatan fungsionalnya.

45

BAB III
PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH
A. TUJUAN
Pedoman Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah ini disusun dengan tujuan untuk:
1. Menjadi landasan bagi penilai dalam melakukan penilaian kinerja pengawas
sekolah.
2. Memberi penjelasan yang komprehensif bagi penilai berkaitan dengan cakupan
penilaian, bentuk instrumen penialain, rubrik penilain beserta pengolahan
nilainya.
3. Menjadi dasar pengembangan dan penggunaan instrumen penilaian kinerja
pengawas sekolah berserta rubriknya.

B. Manfaat
Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah ini diharapkan dapat bermanfaat:
1. Bagi tim penilai kinerja pengawas sekolah dalam malakukan proses penilaian
kinerja pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik
dan pengawasan manajerial serta kegiatan pembimbingan dan pelatihan.
2. Bagi pengawas sekolah yang akan dinilai untuk melakukan persiapan penilaian
kinerja agar sesuai dengan instrumen yang digunakan.
3. Bagi Dinas Pendidikan kabupaten/kota/provinsi untuk melakukan persiapan dan
memberikan dukungan sarana dan prasanana agar pelaksanaan penilaian kinerja
pengawas sekolah di wilayahnya berjalan sesuai ketentuan
C. Target Pencapaian
Target yang diharapkan melalui Penilaian Kinerja ini, diantaranya:

1. Seluruh penilai kinerja melakukan proses penilaian kinerja pengawas sekolah


secara ekektif dan efisien dan menghasilkan data serta keputusan yang akurat.

2. Terwujudnya instrumen yang mudah digunakan dalam melakukan penilaian


kinerja pengawas sekolah.

3. Pengawas sekolah yang akan dinilai dapat menggunakan pedoman penilaian,


berikut isntrumen serta rubriknya sebagai bahan evaluasi diri untuk persiapan
penilaian kinerja.

4. Seluruh pengawas sekolah dapat melaksanakan tugasnya baik pengawasan


akademik dan manajerial, maupun tugas lainnya sesuai dengan pedoman
pelaksanaan tugas yang ditetapkan.
46

D. Konsep Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah


Penilaian kinerja pengawas sekolah adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas
utama pengawas sekolah yang dikembangkan menjadi indikator penilaian kinerja
dalam rangka pembinaan pengawas sekolah dalam meningkatkan kinerjanya.
E. Aspek Penilaian Kinerja
Aspek yang dinilai pada penilaian kinerja pengawas sekolah mengacu kepada
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB Nomor 21 Tahun 2010
yang meliputi:
1. Penyusunan program pengawasan
2. Pelaksanaan program pengawasan
3. Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
4. Pembimbingan dan Pelatihan profesional guru dan/ atau kepala sekolah
F. Jenis Penilaian
Jenis penilaian yang digunakan dalam menilai kinerja pengawas sekolah adalah
penilaian tahunan yang dilaksanakan secara periodik setiap tahun disesuaikan
dengan kalender pengawasan sekolah.
G. Tujuan Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja pengawas sekolah bertujuan untuk:
1. Memperoleh informasi kinerja pengawas berdasarkan hasil evaluasi yang dapat
digunakan sebagai dasar pembinaan dan pengembangan profesioanl pengawas
sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepengawasan.
2. Menghimpun data kinerja sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan program
pembinaan kompetensi mewujudkan pengawas sekolah yang profesional,
bermartabat dan sejahtera.
3. Mendeskripsikan kinerja pengawas
diperoleh

gambaran

umum kinerja

dalam siklus tahunan sehingga dapat


pengawas pada

tingkat

kabupaten

kota/provinsi sebagai dasar untuk menentukan mutu kinerja pengawas secara


nasional.
H. Manfaat Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja pengawas sekolah diharapkan bemanfaat untuk:

47

1. Mengetahui capaian hail pelaksanaan kerja yang telah dilakukan pengawas


sekolah selama satu periode tertentu, sebagai bagian dari refleksi diri, dalam
rangka meningkatkan kualitas kerja di masa berikutnya.
2. Mengelola sistem informasi hasil pengawasan berupa profil kinerja pengawas
sekolah dan dampak terhadap sekolah binaan, kepal sekolah, guru dan teman
sejawat sebagai input dalam pengambilan keputusan peningkatan dan penjaminan
mutu melakukan pemetaan, pembinaan, promosi, dan pengembangan karir
pengawas sekolah pendidikan tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional.
3. mengembangkan analisis kekuatan dan kelemahan proses dan hasil pelaksanaan
tugas pengawas sekolah sebagai dasar pengembangan

dan perbaikan mutu

profesi.
4. menentukan nilai kinerja pengawas sekolah sebagai gambaran dalam pengusulan
kenaikan pangkat dan golongan.
5. bagi sekolah binaan pengawas sekolah (kepala sekolah dan guru), hasil penilaian
kinerja pengawas sekolah dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan
kemitraan (partnership) untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
6. Bagi pemangku kepentingan, proses dan hasil penilaian kinerja pengawas ini
dapat dijadikan dasar pembinaan pengawas sekolah, khususnya sebagai analisi
kebutuhan peningkatan kompetensi pengawas melalui program pendidikan dan
latihan serta pengembangan profesi pengawas sekolah lainya.
I. Prinsip Penilaian Kinerja
Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian, penilaian kinerja pengawas sekolah
dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kinerja yang
diukur,
2. Ojektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan pengawas sekolah
karena perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan gender.
4. Terpadu, berarti penilaian kepada pengawas sekolah merupakan salah satu
komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan kepengawasan.

48

5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan


keputusan dapat diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian kinerja pengawas sekolah
dilakukan secara menyeluruh, meliputi seluruh aspek yang dapat dan
seharusnya dinilai, dan dilakukan terus menerus secara periodik.
7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan
mengikuti langkah-langkah baku.
8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi pengawas sekolah yang telah ditetapkan.
9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,
prosedur, maupun hasilnya.

J. Penanggung Jawab Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja pengawas sekolah merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan
Provinsi atau Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota
memiliki tugas untuk melakukan pengelolaan dan koordinasi kegiatan penilaian
kinerja pengawas sekolah sesuai

dengan Pedoman Penilaian Kinerja Pengawas

Sekolah, membentuk, menetapkan, menyusun tugas dan tanggungjawab

serta

kewenangan tim penilai di wilayahnya masing-masing. Dinas Pendidikan Provinsi


atau Kabupaten/Kota juga berkewajiban menyediakan penilai yang memnuhi syarat
yang ditetapkan.

K. Penilai Kinerja
Tim penilai yang berwenang menilai kinerja pengawas sekolah diatur sebagai
berikut:
1. Tim penilai terdiri dari:
a.

Unsur Dinas Pendidikan

b.

Unsur Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI)

c.

Unsur Koordinator Pengawas Sekolah (Korwas)

d.

Pengawas Senior (dilihat dari pangkat dan golongannya)

2. Persyaratan tim penilai:


a.

Memiliki sertifikat asesor penilaian kinerja pengawas sekolah.

b.

Telah berpengalaman sebagai pengawas sekolah minimal 4 tahun.

c.

Terlatih dan memiliki keterampilan untuk menggunakan instrumen secara


objektif.

49

d.

Mampu mengolah dan menafsirkan data hasil penilaian serta dapat


menyusun rekomendasi dari hasil penilaian

3. Penetapan dan masa tugas tim penilai:


a. Tim Penilai Kinerja pengawas sekolah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau
Kabupaten/Kota, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota, yang
dapat diwakili oleh Kepala Bidang yang relevan dengan mempertimbangkan
pemenuhan persyaratan penilai.
b. Masa tugas Penilai adalah 3 (tiga) tahun pelaksanaan tugas.

4. Ketentuan penilain:
a. Tim penilai yang menilai seorang pengawas terdiri dari 2 (dua) orang.
b. Pangkat dan golongan penilai setingkat lebih tinggi atau minimal sama dari pada
yang dinilai.

c. Jika

dalam

hal

tertentu

belum

ada

asesor

bersertifikat

dalam

provinsi/kabupaten/kota tersebut, maka Dinas Pendidikan dapat meminta


bantuan asesor yang bersertifikat dari Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota
terdekat.
L. Ruang Lingkup Penilaian Kinerjapengawas Sekolah

Ruang lingkup penilaian kinerja pengawas sekolah ditetapkan berdasarkan


Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21
Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya yang meliputi pelaksanaan
supervisi akademik dan supervisi manajerial. Untuk menilai seorang pengawas sekolah
dalam melakukan kegiatan supervisi akademik dan supervisi manajerial difokuskan pada
empat komponen utama, yaitu (1) penyusunan program, (2) pelaksanaan program, (3)
evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan (4) membimbing dan melatih
profesional guru. Dari keempat komponen tersebut, dikembangkan indikator dan butir
penilaian kinerja pengawas sekolah. Jumlah indikator dan butir penilaian kinerja
pengawas sekolah berbeda tergantung jenjang pengawas sekolah yang dinilai.
Ruang lingkup penilaian kinerja untuk jenjang Pengawas sekolah Muda,
Pengawas sekolah Madya, dan Pengawas sekolah Utama ditetapkan sebagai berikut:
M. Pengawas Sekolah Muda
TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
A. PENYUSUNAN PROGRAM
NO

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA

50

NO
1

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
Menyusun program
pengawasan

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA


1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6

B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)


1
Melaksanakan pembinaan
1.1
guru
2
Memantau pelaksanaan
2.1
empat SNP

Memiliki program pengawasan tahunan yang


memenuhi enam aspek.
Memiliki program pembinaan guru yang
memenuhi delapan aspek.
Memiliki program pemantauan empat SNP yang
memenuhi delapan aspek.
Memiliki program penilaian kinerja guru yang
memenuhi delapan aspek.
Memiliki program semester yang memenuhi
empat aspek.
Memiliki Rencana Pengawasan Akademik
(RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan
Konseling (RPBK) yang memenuhi sepuluh
aspek.
Memiliki laporan pelaksanaan program
pembinaan guru yang memenuhi sepuluh aspek.
Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan empat
SNP yang memenuhi sepuluh aspek.

Melaksanakan penilaian
kinerja guru

3.1

Memiliki laporan pelaksanaan program penilaian


kinerja guru yang memenuhi sepuluh aspek.

Membuat laporan tahunan


pelaksanaan program

4.1

Memiliki laporan tahunan pelaksanaan program


yang memenuhi tujuh aspek

C. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)


1

Melaksanakan evaluasi
hasil pelaksanaan program
pengawasan pada sekolah
binaan

1.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan


program pembinaan guru di sekolah binaan yang
memenuhi sembilan aspek.
1.2
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan
program pemantauan empat SNP yang memenuhi
sembilan aspek.
1.3
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan
program penilaian kinerja guru yang memenuhi
sembilan aspek.
2
Membuat laporan evaluasi 2.1
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan
hasil pelaksanaan program
program pengawasan yang memenuhi delapan
pengawasan
aspek.
D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)
1
Menyusun program
1.1
Memiliki program pembimbingan dan pelatihan
pembimbingan dan
profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan
pelatihan profesional guru
sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.
di KKG/MGMP/MGP dan
sejenisnya
2

Melaksanakan
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
di KKG/MGMP/MGP dan
sejenisnya

2.1

Memiliki laporan pelaksanakan program


pembimbingan dan pelatihan profesional guru di
KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang
memenuhi sepuluh aspek.

51

NO
3

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
Mengevaluasi hasil
pelaksanaan
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
di KKG/MGMP/ MGP
dan sejenisnya
Membuat laporan tahunan
hasil pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
di KKG/MGMP/MGP dan
sejenisnya

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA


3.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan


program pembimbingan dan pelatihan guru di
KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang
memenuhi delapan aspek.

4.1

Memiliki laporan tahunan hasil pembimbingan


dan pelatihan profesional guru di
KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya yang
memenuhi tujuh aspek.

N. Pengawas Sekolah Madya


TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
A. PENYUSUNAN PROGRAM (K1)
NO

Menyusun program
pengawasan

1.1

Memiliki program pengawasan tahunan yang


memenuhi enam aspek

1.2

Memiliki program pembinaan guru dan/atau kepala


sekolah yang memenuhi delapan aspek

1.3

Memiliki program pemantauan delapan SNP yang


memenuhi delapan aspek
Memiliki program penilaian kinerja guru dan/atau
kepala sekolah yang memenuhi delapan aspek
Memiliki program semester yang memenuhi empat
aspek
Memiliki Rencana Pengawasan Akademik
(RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan Konseling
(RPBK) dan/atau Rencana Pengawasan Manajerial
(RPM) yang memenuhi sepuluh aspek.

1.4
1.5
1.6

B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)


1
Melaksanakan pembinaan
1.1
guru dan/atau kepala
sekolah
2
Memantau pelaksanaan
2.1
delapan SNP
3
Melaksanakan penilaian
3.1
kinerja guru dan/atau
kepala sekolah
4

Membuat laporan tahunan


pelaksanaan program

BUTIR PENILAIAN

4.1

Memiliki laporan pelaksanaan program pembinaan


guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi sepuluh
aspek
Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan delapan
SNP yang memenuhi sepuluh aspek
Memiliki laporan pelaksanaan program penilaian
kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang memenuhi
sepuluh aspek
Memiliki laporan tahunan pelaksanaan program yang
memenuhi tujuh aspek

C. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)


1

Melaksanakan evaluasi
hasil pelaksanaan program
pengawasan pada sekolah

1.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pembinaan guru dan/atau kepala sekolah di sekolah
binaan yang memenuhi sembilan aspek.
52

NO

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
binaan

BUTIR PENILAIAN
1.2

1.3

Membuat laporan evaluasi


hasil pelaksanaan program
pengawasan
Mengevaluasi hasil
pelaksanaan program
pengawasan di tingkat
kabupaten/kota/provinsi
(dilakukan bila tidak ada
Pengawas Sekolah Utama)

2.1

3.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pemantauan delapan SNP yang memenuhi sembilan
aspek.
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program
penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang
memenuhi sembilan aspek.
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program
pengawasan yang memenuhi delapan aspek.
Memiliki laporan hasil evaluasi pelaksanaan program
pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi yang
memenuhi delapan aspek.

D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)


1
Menyusun program
1.1
Memiliki program pembimbingan dan pelatihan
pembimbingan dan
profesional guru dan/atau kepala sekolah di
pelatihan profesional guru
KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan
dan/atau kepala sekolah di
sejenisnya yang memenuhi delapan aspek.
KKG/MGMP/MGP dan
KKKS/MKKS dan
sejenisnya.
2

Melaksanakan
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
dan kepala sekolah di
KKG/MGMP/MGP
dan/atau KKKS/MKKS
dan sejenisnya.
Melaksanakan
pembimbingan dan
pelatihan kepala sekolah
dalam menyususun
program sekolah, rencana
kerja, pengawasan dan
evaluasi, kepemimpinan
sekolah dan SIM sekolah.

2.1

Memiliki laporan pelaksanakan program


pembimbingan dan pelatihan profesional guru di
KKG/MGMP/MGP dan kepala sekolah di
KKKS/MKKS dan/atau sejenisnya yang memenuhi
sepuluh aspek.

3.1

Memiliki laporan pelaksanaan program membimbing


dan melatih kepala sekolah dalam menyusun program
sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi,
kepemimpinan sekolah, dan SIM yang memenuhi
sepuluh aspek.

Mengevaluasi hasil
pelaksanaan pembimbingan
dan pelatihan guru dan
kepala sekolah di
KKG/MGMP/MGP
dan/atau KKKS/MKKS
dan sejenisnya.

4.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pembimbingan dan pelatihan guru di
MGMP/KKG/MGP dan kepala sekolah di
KKKS/MKKS dan/atau sejenisnya yang memenuhi
delapan aspek.

Membimbing pengawas
sekolah muda dalam
melaksanakan tugas pokok

5.1

Memiliki laporan pelaksanaan program


pembimbingan pengawas sekolah muda dan
pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas
pokok yang memenuhi sepuluh aspek.

53

NO
6

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
Melaksanakan
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
dan/atau kepala sekolah
dalam penelitian tindakan
(dilakukan bila tidak ada
Pengawas Sekolah Utama)
Membuat laporan hasil
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
dan/atau kepala sekolah

BUTIR PENILAIAN
6.1

Memiliki laporan pelaksanaan program


pembimbingan dan pelatihan profesional guru
dan/atau kepala sekolah dalam penelitian tindakan
yang memenuhi sepuluh aspek.

7.1

Memiliki laporan hasil pembimbingan dan pelatihan


profesional guru dan/atau kepala sekolah yang
memenuhi tujuh aspek.

O. Pengawas Sekolah Utama


TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
A. PENYUSUNAN PROGRAM (K1)
NO

Menyusun program
pengawasan

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA

1.1

Memiliki program pengawasan tahunan yang memenuhi


enam aspek

1.2

Memiliki program pembinaan guru dan kepala sekolah


yang memenuhi delapan aspek

1.3

Memiliki program pemantauan delapan SNP yang


memenuhi delapan aspek
Memiliki program penilaian kinerja guru dan kepala
sekolah yang memenuhi delapan aspek
Memiliki program semester yang memenuhi empat aspek

1.4
1.5
1.6

Memiliki Rencana Pengawasan Akademik (RPA)/Rencana


Pengawasan Bimbingan Konseling (RPBK) dan Rencana
Pengawasan Manajerial (RPM) yang memenuhi sepuluh
aspek.

B. PELAKSANAAN PROGRAM (K2)


1

Melaksanakan pembinaan
guru dan kepala sekolah

1.1

Memiliki laporan pelaksanaan program pembinaan guru


dan kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

Memantau pelaksanaan
delapan SNP

2.1

Memiliki laporan pemantauan pelaksanaan delapan SNP


yang memenuhi sepuluh aspek

Melaksanakan penilaian
kinerja guru dan kepala
sekolah
Membuat laporan tahunan
pelaksanaan program

3.1

Memiliki laporan pelaksanaan program penilaian kinerja


guru dan kepala sekolah yang memenuhi sepuluh aspek

4.1

Memiliki laporan tahunan pelaksanaan program yang


memenuhi tujuh aspek

C. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM PENGAWASAN (K3)


1

Melaksanakan evaluasi
hasil pelaksanaan program
pengawasan pada sekolah

1.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pembinaan guru dan kepala sekolah di sekolah binaan
yang memenuhi sembilan aspek.

54

NO

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
binaan

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA


1.2

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pemantauan delapan SNP yang memenuhi sembilan aspek.

1.3

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


penilaian kinerja guru dan kepala sekolah yang memenuhi
sembilan aspek.
Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program
pengawasan yang memenuhi delapan aspek.

Membuat laporan evaluasi


hasil pelaksanaan program
pengawasan

2.1

Mengevaluasi hasil
pelaksanaan program
pengawasan di tingkat
kabupaten/kota/provinsi

3.1

Memiliki laporan hasil evaluasi pelaksanaan program


pengawasan di tingkat kabupaten/kota/provinsi yang
memenuhi delapan aspek.

D. MEMBIMBING DAN MELATIH PROFESIONAL GURU (K4)


1
Menyusun program
1.1
Memiliki program pembimbingan dan pelatihan
pembimbingan dan
profesional guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP
pelatihan profesional guru
dan KKKS/MKKS dan sejenisnya yang memenuhi delapan
dan kepala sekolah di
aspek.
KKG/MGMP/MGP dan
KKKS/MKKS dan
sejenisnya.
2
Melaksanakan
2.1
Memiliki laporan pelaksanakan program pembimbingan
pembimbingan dan
dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan
pelatihan profesional guru
kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya yang
dan kepala sekolah di
memenuhi sepuluh aspek.
KKG/MGMP/MGP dan
KKKS/MKKS dan
sejenisnya.
3
Melaksanakan
3.1
Memiliki laporan pelaksanaan program membimbing dan
pembimbingan dan
melatih kepala sekolah dalam menyusun program sekolah,
pelatihan kepala sekolah
rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan
dalam menyususun
sekolah, dan SIM yang memenuhi sepuluh aspek.
program sekolah, rencana
kerja, pengawasan dan
evaluasi, kepemimpinan
sekolah dan SIM sekolah.
4

Mengevaluasi hasil
pelaksanaan pembimbingan
dan pelatihan guru dan
kepala sekolah di
KKG/MGMP/MGP dan
KKKS/MKKS dan
sejenisnya.
Membimbing pengawas
sekolah muda dan
pengawas sekolah madya
dalam melaksanakan tugas
pokok

4.1

Memiliki laporan evaluasi hasil pelaksanaan program


pembimbingan dan pelatihan guru di MGMP/KKG/MGP
dan kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya yang
memenuhi delapan aspek.

5.1

Memiliki laporan pelaksanaan program pembimbingan


pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya
dalam melaksanakan tugas pokok yang memenuhi sepuluh
aspek.

55

NO
6

TUGAS
POKOK/INDIKATOR
KINERJA
Melaksanakan
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
dan kepala sekolah dalam
penelitian tindakan
Membuat laporan hasil
pembimbingan dan
pelatihan profesional guru
dan kepala sekolah

BUTIR PENILAIAN INDIKATOR KINERJA


6.1

Memiliki laporan pelaksanaan program pembimbingan


dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam
penelitian tindakan yang memenuhi sepuluh aspek.

7.1

Memiliki laporan hasil pembimbingan dan pelatihan


profesional guru dan kepala sekolah yang memenuhi tujuh
aspek.

P. Prosedur Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah


Penilaian kinerja pengawas sekolah dilaksanakan dalam beberapa tahap,
diantaranya: (1) persiapan, (2) pelaksanaan penilaian, (3) verifikasi, (4) analisis
hasil, (5) penarikan kesimpulan dan rekomendasi, dan (6) Pelaporan

Q.

Persiapan
Persiapan yang dilakukan untuk melakukan penilaian kinerja pengawas

sekolah adalah sebagai berikut:


1.

Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota menetapkan program


penilaian pengawas sekolah yang akan dinilai dalam tiap tahun.
Program penilaian menyesuaikan dengan program dan kalender
kegiatan pengawasan pengawas sekolah.

2.

Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota membentuk Tim Penilai


Kinerja Pengawas Sekolah yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan,
APSI, Korwas, Pengawas Senior, disesuaikan dengan kedudukan dan
jenis pengawas sekolah yang akan dinilai.

3.

Koordinator

Pengawas

Provinsi/Kabupaten/Kota

menyiapkan

administrasi penilaian, mengkoordinir pelaksanaan penilaian, dan


mengolah data yang dibantu oleh tim penilai.
4.

Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota membentuk Tim Pengolah


Data.

R. Pelaksanaan Penilaian
1. Petunjuk Penilaian
56

a. Penilaian kinerja pengawas sekolah merupakan penila ian


berbasis bukti dan kuesioner.
b. Bukti-bukti dapat berupa data, dokumen, perilaku dan lain-lain yang
dapat diidentifikasi oleh penilaian melalui pengkajian, pengamatan,
dan penggalian informasi dari pihak-pihak yang terkait.
c. Penilai

harus

mencatat

semua

bukti

yang

teridentifikasi

dan

mencocokkan pada instrumen setiap kriteria penilaian. Bukti-bukti yang


dimaksud dapat berupa: bukti yang teramati (tangible evidences) seperti:
dokumen-dokumen tertulis, kondisi sarana prasarana (hardware dan
software) Bukti-bukti ini dapat diperoleh melalui pengkajian dokumen,
kuesioner, pengamatan, atau wawancara dengan pengawas sekolah.
d. Untuk meyakinkan atau memvalidasi temuan atau hasil penilaian yang
meragukan, penilai dapat dilakukan verifikasi dan klarifikasi penilai
dapat memberikan kuesioner kepada guru dan kepala sekolah binaan
pengawas sekolah yang dinilai.
e. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada setiap
kriteria berdasarkan kelengkapan dan keabsahan bukti yang relevan dan
teridentifikasi.
f.

Sebelum

pemberian

nilai

tersebut,

penilai

terlebih

dahulu

mengidentifikasi melalui pemantauan atau pengamatan apakah setiap


indikator kinerja untuk masing-masing dimensi tugas pokok pengawas
dapat terpantau atau teramati.
g. Penentuan hasil penilaian atau pernyataan YA untuk setiap indikator
diberikan, jika secara kuantitas dan kualitas indikator tersebut memenuhi
70% aspek dan bukti yang terdapat dalam rubrik yang telah ditetapkan,
sedangkan pernyataan TIDAK diberikan, jika kriteria secara kuantitas
dan kualitas <70%.
h. Berdasarkan jumlah pernyataan YA atau TIDAK , penilai
menentukan masing-masing nilai komponen penyusunan program (K1),
pelaksanaan (K2), evaluasi hasil pelaksanaan program (K3), dan
pembimbingan dan pelatihan profesional guru (K4)

dengan rumus

berikut:
57

Nilai komponen = Total Pernyataan YA X 100%


Total Indikator Komponen

i. Konversikan nilai komponen tersebut dari prosentase ke angka dengan


mengacu kepada rentang prosentase sebagai berikut:
a. 75 % < X 100 % = 4
b. 50 % < X 75 % = 3
c. 25 % <X 50 % = 2
d. 0 % < X 25 %
=1
j.

Nilai Akhir Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah ditentukan oleh nilai 4


(empat) Komponen dengan perhitungan menggunakan bobot seperti tabel
4.1

2. Pelaksana Penilaian
Penilaian dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan
telah memiliki sertifikat Asesor Penialian Kinerja Pengawas Sekolah
yang diberi tugas oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.
Waktu pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah disesuaikan
dengan Kalender Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota.

S. Verifikasi Data
Data hasil penilaian yang telah diperoleh perlu diverifikasi kebenarannya.
Verifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan
kunjungan sekolah untuk mengkonfirmasi kebenaran isian dokumen dengan
kondisi objektif di lapangan. Dalam kasus-kasus tertentu, penilai dapat melakukan
wawancara dengan pihak-pihak yang terkait.

Penilai juga dapat memberikan

kuesioner kepada guru dan kepala sekolah binaan pengawas sekolah yang dinilai.

T. Pengolahan Hasil Penilaian


1. Pelaksana Pengolahan Hasil
Tim yang melaksanakan pengolahan hasil penilaian kinerja
pengawas

sekolah

ditunjuk

oleh

Dinas

Pendidikan

Provinsi/Kabupaten/Kota. Tim pengolah hasil diketuai oleh seorang staf


Dinas Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/Kota dan beranggotakan
58

beberapa

staf

tenaga

pengolah

data

Dinas

Pendidikan

Provinsi/Kabupaten/Kota.

2. Waktu Pelaksanaan Pengolahan Hasil


Waktu pelaksanaan kegiatan pengolahan hasil dilakukan selambatlambatnya satu minggu setelah kegiatan penilaian selesai.

3. Pengolahan Hasil Penilaian


Nilai hasil konversi setiap komponen (K1, K2, K3, dan K4)
dimasukkan dalam tabel pengolahan berdasarkan PermenPAN dan
Reformasi Birokrasi No 21 Tahun 2010 , bobot dan perhitungan
penilaian kinerja pengawas sekolah ditentukan skor akhir

dengan

formula berikut:

Tabel 4.1

Skor
No.

Komponen

Bobot

Komp
onen

Penyusunan program (K1)

10

Pelaksanaan program (K2)

50

Evaluasi hasil pelaksanaan program


pengawasan (K3)

10

Membimbing dan melatih profesional guru


(K4)

30

NK

NA
K

Predikat

Pengolahan Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah

Jumlah Skor
NILAI AKHIR
Predikat Nilai
Keterangan:
K
NK
NAK

= Komponen
= Nilai Komponen
= Nilai Akhir Komponen
= {NK : (Bobotx4)} x 100

Rumus
NK = Bobot Komponen X Skor Komponen
NA = NK : 400 X 100

59

U. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN REKOMENDASI


Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan mengenai prestasi kinerja
seorang pengawas sekolah sebagai hasil penilaian kinerja menggunakan transformasi dari
skala 100 ke kualifikasi prestasi kinerja berikut.
Tabel 4.2
Transformasi dari Rentang Skor ke Nilai
Rentang Skor Akhir

Nilai (Huruf)

91 100
76 90
61 75
51 60
0 50

A
B
C
D
E

Klasifikasi Prestasi
Kinerja
Amat Baik
Baik
Cukup
Sedang
Kurang

Hasil penilaian kinerja pengawas sekolah digunakan untuk keperluan pembinaan


profesional pengawas sekolah dan pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya, atau
keperluan lainya. Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah disampaikan kepada
pengawas sekolah yang dinilai (asesi).

V. Pelaporan
Masing-masing asesor melakukan pengolahan nilai hasil Penilaian Kinerja
Pengawas Sekolah, menyusun laporan sesuai dengan format pelaporan (terlampir)
,kemudian melaporkan hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah kepada Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi.

W. Contoh Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah


Pak Budi adalah seorang Pengawas Madya dengan jabatan pengawas utama muda
golongan IV/c, dinilai kinerjanya. Asesor memberikan hasil penilaian sebagai berikut:
1. Skor komponen (K1) untuk penyusunan Program Pengawasan adalah 4.
2. Skor komponen (K2) untuk pelaksanaan Program Pengawasan adalah 3
3. Skor komponen (K3) untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan
adalah 3.
4. Skor komponen (K4) untuk membimbing dan melatih profesional guru dan
kepala sekolah adalah 2.
60

Tentukan nilai akhir hasil penilaian kinerja Pak Budi dan berikan rekomendasinya.
Contoh Jawaban:
Pengolahan nilai dimasukkan ke dalam tabel sebagai berikut:

No.

Komponen

Bobot

Kom
pone

NK

NAK

Predikat

Skor

n
1

Penyusunan program (K1)

10

40

100

Pelaksanaan program (K2)

50

150

75

Evaluasi hasil pelaksanaan program


pengawasan (K3)

30

75

Membimbing dan melatih profesional


guru (K4)

60

50

10
30

Jumlah Skor

280

Nilai Kinerja (NK)

(280 : 400) x 100 = 70

Predikat Nilai

Cukup

Contoh Kesimpulan Hasil Penilaian Kinerja:


Bapak Budi pengawas sekolah madya dengan jabatan pembina utama
muda golongan IV/c secara keseluruhan memperoleh nilai kinerja Cukup dengan
nilai 70.
Contoh Rekomendasi:
Kepada yang bersangkutan dimohon untuk dapat meningkatkan kinerjanya
pada komponen Pelaksanaan Program (K2) dan komponen Evaluasi Pelaksanaan
Program Pengawasan

(K3), karena nilainya baru mencapai Cukup (75).

Sedangkan komponen yang perlu mendapatkan prioritas pembinaan adalah


komponen Pembimbingan dan Pelatihan Profesionalime Guru dan/atau Kepala
Sekolah (K4), karena nilainya masih Kurang (50).
Catatan: Rekomendasi diupayakan lebih spesifik berdasarkan indikator
dan uraian rubrik yang telah ditetapkan. Tujuannya untuk memudahkan pemilihan
pengembangan keprofesian yang harus ditempuh oleh pengawas sekolah yang
nilai pada indikator tertentu masih dibawah standar minimal (70%).
61

BAB IV
PENUTUP
Penilaian kinerja Kepala Sekolah dan Pengawas sekolah dilakukan untuk
mengetahui seberapa jauh seorang Kepala Sekolah dan Pengawas sekolah telah
melaksanakan tugas pokoknya sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010, yaitu
melaksanakan tugas akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang
meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan terhadap guru
dan kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) standar nasional
pendidikan, penilaian kinerja guru dan kepala sekolah, pembimbingan dan
pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan
pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Hasil penilaian kinerja Kepala
Sekolah dan Pengawas sekolah ini sangat berguna untuk bahan refleksi,
peningkatkan kinerja serta peningkatan profesionalisme.

62

DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 01/III/PB/2011, Nomor 6 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007
tentang Standar Pengawas Sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar


Kepala Sekolah/Madrasah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
Peraturan Menteri Pendididikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi dan Kompetensi Konselor.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan
Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 tahun 2010 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya.
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21
Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka
Kreditnya.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional


Pendidikan
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja
Pegawai Negeri Sipil sebagaimana yang diubah dari Peraturan
Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan
Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil.
63

UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

64

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran Penilaian kinerja Pengawas Sekolah
A. FORMAT PELAPORAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH
Lampiran 1
Lampiran 2

: Pernyataan Pengawas Sekolah tentang keabsahan dokumen.


: Berita Acara Serah Terima Dokumen Instrumen Penilaian
Kinerja Pengawas Sekolah
Lampiran 3 : Pernyataan Asesor
Lampiran 4 : Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan tentang Pelaksanaan
Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
Lampiran 5 : Laporan Pelaksanaan Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
Lampiran 6 : Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
Lampiran 7 : Surat Keputusan tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja
Pengawas Sekolah
Lampiran 8 : Tata Krama dan Tata Tertib Asesor Penilaian Kinerja Pengawas
Sekolah
Lampiran 9 : Hal- hal yang harus diperhatikan pada PKPS
Lampiran 10 : Jilid Laporan Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah

B. INSTRUMEN DAN RUBRIK PENILAIAN KINERJA PENGAWAS


SEKOLAH
Lampiran 11 : Instrumen PKPS Pengawas Muda
Lampiran 12 : Instrumen PKPS Pengawas Madya
Lampiran 13 : Instrumen PKPS Pengawas Utama
Lampiran 14 : Rubrik PKPS Muda/Madya/Utama

65

Lampiran 1
PERNYATAAN PENGAWAS SEKOLAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama
: __________________________________________
NIP
: __________________________________________
Pangkat/golongan
: _________________________________________
Jabatan Pengawas
: __________________________________________
Bidang Pengawasan : __________________________________________
Unit Kerja
:
Dengan ini menyatakan bahwa:
1. Data yang diberikan dalam dokumen ini adalah benar dan sesuai dengan keadaan
sesungguhnya;
2. Saya bertanggung jawab atas semua jawaban dan pernyataan yang diberikan
dalam dokumen ini.
Demikian, pernyataan ini saya buat dengan sungguh-sungguh dan rasa tanggung jawab.
Pernyataan ini dibuat pada tanggal _________________
Di ___________________________________________
Pengawas Sekolah

Materai
Rp.6000,-

(_____________________________)
Catatan: Tanda tangan harus mengenai materai.
.

66

Lampiran 2

BERITA ACARA
SERAH TERIMA INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA
PENGAWAS SEKOLAH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama

: ____________________________________________________________

Jabatan
: ____________________________________________________________
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
2. Nama
Jabatan

: ____________________________________________________________
: ____________________________________________________________

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA menyerahkan kepada PIHAK KEDUA


1. Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
2. Lampiran lampiran

PIHAK KEDUA menerima instrumen tersebut untuk dipergunakan sebagai bahan dalam
penilaian kinerja pengawas sekolah.

Dibuat di

: ______________________

Pada tanggal : ______________________

PIHAK KEDUA

____________________

PIHAK PERTAMA

_____________________

67

Lampiran 3
PERNYATAAN ASESOR

Yang bertanda tangan di bawah ini


Nama
: ...............................................................................................................
Unit Kerja
: ...............................................................................................................
Alamat Kantor
: ...............................................................................................................
...............................................................................................................
Bertugas sebagai asesor pada:
Dinas Pendidikan Kab/Kota : .........................................................................................................
Alamat
: .........................................................................................................
.........................................................................................................
Dengan ini menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas penilaian kinerja pengawas sekolah ,
saya akan :
1. bersikap adil, bekerja dengan obyektif dan bertanggung jawab serta menjunjung tinggi
kejujuran ;
2. menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diperoleh serta hasil pelaksanaan penillaian
kinerja pengawas sekolah;
3. tidak melakukan perjanjian dan/atau kesepakatan sepihak atau bersama-sama dengan pengawas
sekolah yang dinilai baik secara individual maupun tim yang mengakibatkan tidak obyektifnya
hasil penilaian kinerja pengawas sekolah;
4. tidak menerima apapun dari pengawas sekolah dan pihak lain baik secara tim maupun
individual sehingga mempengaruhi hasil hasil penilaian kinerja pengawas sekolah.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan penuh rasa tanggung jawab dan
apabila saya melanggar ketentuan-ketentuan pada butir 1 s.d. 4 di atas, saya siap menerima sanksi
sesuai peraturan yang berlaku.
Pernyataan ini dibuat pada tangal .............................................
Di ................................................
Asesor

Materai
Rp.6000,-

......................................................

Lampiran 4
KOP DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA

PERNYATAAN DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA


Pada hari ini __________________tanggal _________________ bertempat di:
Dinas Pendidikan Kab/kota : __________________________________________
Alamat
: __________________________________________
__________________________________________
Berdasarkan surat tugas yang dikeluarkan oleh .....................dengan Nomor ________________
pada tanggal _____________ tim asesor yang terdiri dari :
1. _____________________________________
2. _____________________________________
telah melaksanakan penilaian kinerja pengawas sekolah dari tanggal________ s.d. __________
Kegiatan penilaian kinerja pengawas sekolah dilakukan melalui penggalian dokumen sebagai
bukti telah melaksanakan tugas kepengawasn yaitu supervisi Akademik dan Supervisi Manajerial
yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksaksanaan program pengawasan,
mengevaluasi hasil pelaksanaan pengawasan, dan membimbing dan melatih profesional guru
dan/atau kepala sekolah, melalui instrumen penilaian kinerja pengawas sekolah .
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Pernyataan ini dibuat pada tanggal _________________
Di _________________________
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA
_______________________
Saksi-Saksi
1. Unsur pengawas sekolah

Nama

Tanda Tangan

2. Unsurl Tata Usaha


____________________

____________________

Lampiran 5
LAPORAN PELAKSANAAN HASIL PENILAIAN KINERJA

No.

Komponen

Bobot

Penyusunan program (K1)

10

Pelaksanaan program (K2)

50

Evaluasi hasil pelaksanaan program


pengawasan (K3)

10

Membimbing dan melatih profesional


guru (K4)

30

Skor
Ratarata

NK

NAK

PREDIK
AT

Nama Pengawas Sekolah


: ..................................................
NIP
: ..................................................
Pangkat/ golongan
:..................................................
Jabatan Pengawas Sekolah : .................................................
Bidang Pengawasan
: ..................................................
Pelaksanaan Penilaian Kinerja
tanggal ...................s.d. .................

Jumlah Skor
Nilai Akhir (NA)
Predikat Nilai
Rekomendasi /saran
1. Penyusunan Program

2. Pelaksanaan Program

3. Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan

4. Membimbing dan melatih profesional guru

Asesor,
Nama

Tanda tangan

1.... .........
2. ..
3

Lampiran 6

Pangkat/
golongan

Jenjang
Jabatan
Pengawa
s

Bidang
Penga
wasan

Hasil Penilaian
Kinerja
NK
1

NK
2

NK
3

NK
4

Predikat

L/
P

NA

Nama/
NIP

NK

N
o

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
.............................., ............................
Asesor,

.........................................................

Keterangan

Rekapitulasi Laporan Pelaksanaan Hasil Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah

Lampiran 7
SURAT KEPUTUSAN
KEPALA DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA..................
PROVINSI ...........................................
NOMOR: .............................................
TENTANG
PENETAPAN HASIL PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH

Menimbang:
1. Bahwa dalam rangka pelaksanaan penilaian kinerja pengawas sekolah, perlu dilakukan
penetapan hasil penilaian kinerja dalam bentuk predikat nilai.
2. Bahwa sehubungan dengan butir (1) di atas dipandang perlu untuk menetapkan keputusan
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota..............
Mengingat:
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan ) dan Reformasi Birokrasi No
21 tahun 2010 tentang jabatan fungsional pengawas sekolah.
4. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota.............. Nomor ............tentang Pengangkatan
Tim Penilai Penialaian Kinerja Pengawas Sekolah
Memperhatikan:
Hasil Rapat Pleno Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota dengan Tim Penilai yang dilaksanakan pada
tanggal __________________
Memutuskan:
Menetapkan:
Nama-nama pengawas sekolah seperti tercantum dalam lampiran surat keputusan ini dinyatakan
telah mengikuti penilaian kinerja pengawas sekolah dengan predikat nilaiseperti tercantum pada
lampiran
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan
Ditetapkan di ........................................
Pada Tanggal _____________
Kepala Dinas Pendidikan .......................
................................................................

Lampiran 8
TATA KRAMA DAN TATA TERTIB UNTUK ASESOR
DALAM PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH
Beberapa hal yang berkaitan dengan tatakrama yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan
penilaian kinerja pengawas sekolah adalah sebagai berikut:
1. Lakukan wawancara dengan suasana yang kondusif.
2. Hindari kesepakatan atau bargaining yang negatif.
3. Jangan mendebat argumentasi yang disampaikan oleh pengawas yang dinilai.
4. Jangan menggurui pengawas yang dinilai.
5. Jangan merasa berkedudukan lebih tinggi.
6. Bersahabat dan membantu secara profesional.
7. Hindari suasana menekan.
8. Jangan mengada-ada.
9. Jangan meminta hal-hal yang tidak diperlukan untuk penilaian kinerja.
10. Sesuaikan diri dengan budaya setempat.
11. Tunjukkan kekompakan tim.

Tata Tertib yang harus diperhatikan oleh asesor dalam melaksanakan penialian kinerja pengawas
sekolah adalah:
1. Datang ke Ruang Pengawas Dinas Pendidikan Kab/Kota.. tepat waktu sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan;
2. Tunjukkan surat tugas tanpa diminta oleh pihak pengawas sekolah;
3. Sampaikan secara jelas mengenai tujuan, mekanisme dan jadwal penialaian kinerja;
4. Tidak diperkenankan untuk menerima pemberian dalam bentuk apapun (uang atau barang);
5. Agar berpakaian rapih dan sopan.

Lampiran 9.
DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA..................
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENILAIAN KINERJA PENGAWAS
SEKOLAH
A. KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN INSTRUMEN
1. Map plastik
2. Lampiran 3 ( 2 lembar )
3. Lampiran 4 ( 1 lembar )
4. Pengolahan Nilai ( 1 Stel ) / Lampiran 5
5. Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
6. Lampiran 6 ( 1 Stel )
7. Surat Tugas.
B. PELAPORAN
1. Jilid Laporan
2. Identitas Pengawas
3. Lampiran 1, 3, 4
4. Lampiran 5
5. Instrumen Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah
6. Lampiran 6 ( diisi lengkap dengan Saran/Rekomendasi)
Nomor 1 s.d. 6. dijilid
C. HAL-HAL YANG HARUS DISAMPAIKAN PADA TEMU AWAL
1. Tunjukan surat tugas.
2. Jelaskan maksud dan tujuan.
D. PELAKSANAAN
1. Laksanakan penilaian kinerja pengawas sekolah/madarasah sesuai prosedur yang
ditetapkan.
2. Perhatikan Tata Krama dan Tata Tertib
E. HAL-HAL YANG HARUS DISAMPAIKAN PADA TEMU AKHIR
a. Ucapan terimakasih dan permohonan maaf dst . .......................
b. Hasil penilaian kinerja dilaporkan oleh asesor kepada Kepala Dinas Pendidikan
c. Hasil Penialaian Kinerja Pengawasan Sekolah diplenokan Dinas Pendidikan