Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

OLEH :

SUTOYO/NIM 8156132093

Kelas AW2 AP Kepengawasan


Mata Kuliah
TEORI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN

Dosen Pengampu
DR. SUKARMAN PURBA, M. Pd.
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
KONSENTRASI KEPENGAWASAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

KATA PENGANTAR

Ungkapan rasa syukur diucapkan ke hadirat Allah SWT, karena berkat


rahmat dan hidayah-Nya tugas pribadi makalah Teori Administrasi dan
Manajemen Pendidikan dengan judul

Kepemimpinan dalam Organisasi ini

dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.


Ucapkan terima kasih disampaikan kepada Dr. Sukarman Purba, M.Pd.
sebagai dosen pengampu mata kuliah Teori Administrasi dan Manajemen
Pendidikan, yang telah membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Makalah Kepemimpinan dalam Organisasi ini disusun dalam upaya
menunjang perkuliahan Administrasi dan Manajemen Pendidikan.
Demikian makalah Kepemimpinan dalam Organisasi disusun dengan
sebaik mungkin. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Sangat disadari bahwa
makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu diharapkan kritik dan
saran yang membangun dalam upaya meningkatkan mutu makalah selanjutnya.

Medan, Februari 2016


Sutoyo

ii

DAFTAR ISI
Hal
Kata Pengantar.....................................................................................................ii
Daftar Isi..............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.....................................................................................................1
Rumusan Masalah ...............................................................................................2
Tujuan penulisan..................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Kepemimpinan...................................................................................3
Pengertian Organisasi..........................................................................................4
Kepemimpinan dalam Organisasi........................................................................5
Azas dan Fungsi Kepemimpinan.........................................................................6
Teori-Teori Kepemimpinan..................................................................................6
Tipe dan Gaya Kepemimpinan............................................................................8
Kepemimpinan Efektif.........................................................................................9
Syarat-Syarat Kepemimpinan .............................................................................12
Sifat-sifat Kepemimpinan ...................................................................................12
BAB III PENUTUP
Kesimpulan..........................................................................................................15
Saran ...................................................................................................................15
Daftar Pustaka......................................................................................................16
iii

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kepemimpinan dan organisasi merupakan dua
hal yang nyaris setiap saat kita jumpai mulai dari yang sangat sederhana hingga
yang sangat kompleks. Disadari atau tidak, kita merupakan anggota atau bahkan
pengurus sebuah, bahkan mungkin beberapa organisasi sekaligus di lingkungan
kita. Salah satu contohnya adalah anggota dan aktif dalam Karang Taruna di RW.
Bisa juga anggota atau pengurus organisasi keagamaan seperti majelis taklim atau
kelompok gereja tertentu. Contoh lain adalah anggota/pengurus klub olahraga,
seni, dan sebagainya.
Dalam organisasi-organiasi tersebut, baik tingkat sederhana hingga kompleks,
tentu memerlukan manajemen organisasi. Manajer atau ketua organisasi tersebut
disebut sebagai pemimpin. Tanpa adanya pemimpin tentu sangat sulit dan tidak
mudah dalam menjalankan semua elemen dan komponen yang ada dalam
organisasi tersebut. Seorang pemimpin tidak begitu saja dipilih dan ditentukan.
Ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dimiliki olehnya. Segenap kemampuan
dalam berpikir dan berbuat menjadi pertimbangan yang sangat urgen diperhatikan
dalam penentuan seorang pemimpin dalam sebuah organisasi.
Dalam memimpin atau mengatur organisasinya, seorang pemimpin memiliki
kepemimpinan. Ada beragam tipe kepemimpinan yang dimiliki oleh setiap
pemimpin di dunia ini. Cara dan pandangan mengenai suatu permasalahan
menjadi daya dari kepemimpinan seseorang. Maka tidak bisa dielakkan lagi jika
menjadi seorang pemimpin memiliki tanggung jawab dan peran yang sangat berat.
Peran dan tanggung jawab itu semua bisa diatasi bila ia memiliki cara dan strategi
yang baik dan sesuai dengan kondisinya.
Berdasarkan pertimbangan uraian di atas, maka makalah ini akan mengkaji
tentang kepemimpinan dalam organisasi. Pembahasan dilakukan secara umum.
1

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian Kepemimpinan?
2. Apakah Pengertian organisasi ?
3. Bagaimana (asas, fungsi, teori, efektifitas, tipe dan gaya, syarat, serta sifat)
kepemimpinan dalam organisasi?
.
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian pepemimpinan
2. Untuk mengetahui pengertian organisasi.
3. Untuk mengetahui bagaimana (asas, fungsi, teori, efektifitas, tipe dan
gaya, syarat, serta sifat) kepemimpinan dalam organisasi dilaksanakan.

BAB II
2

PEMBAHASAN
A. Pengertian Kepemimpinan
Pemimpin dan kepemimpinan adalah dua hal yang berbeda namun sangat
berkaitan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pemimpin merupakan orang
yang tugasnya memimpin orang lain dalam sebuah wadah, sedang kepemimpinan
adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Maka
kepemimpinan adalah kekuasaan untuk memengaruhi seseorang, baik dalam
mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu.
Banyak ahli memberikan pendapatnya tentang definisi kepemimpinan.
Berikut ini beberapa di antaranya. Rivai, dkk (2014: 3) mengemukakan bahwa
kepemimpinan adalah suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk memengaruhi
para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk
memberikan manfaat

individu dan organisasi. Dengan demikian, maka

kepemimpinan memegang peranan sangat vital dalam sebuah organisasi.


Sedangkan Thoha (2003) mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah
kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi
perilaku manusia, baik perseorangan maupun kelompok. Agak berbeda dengan
Thoha, Hadari dalam Umam (2012:122), memandang kepemimpinan dari dua
konteks, struktural dan nonstruktural. Dalam konteks struktural kepemimpinan
diartikan sebagai proses pemberian motivasi agar orang-orang yang dipimpin
melakukan kegiatan dan pekerjaan sesuai dengan program yang telah ditetapkan.
Adapun dalam konteks nonstruktural kepemimpinan dapat diartikan sebagai
proses memengaruhi pikiran, perasaan, tingkah laku, dan mengerahkan semua
fasilitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Sementara itu, Tanembaum dan Massarik dalam Umam (2012: 123)
menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses atau fungsi sebagai suatu
peran yang memerintah.
Berbeda dengan pendapat para ahli lain, Kartono (2008: 2) lebih
menyoroti posisi kepemimpinan dalam dunia ilmiah. Menurutnya, kepemimpinan
merupakan cabang dari kelompok ilmu administrasi negara. Ilmu Administrasi

Negara merupakan cabang dari ilmu sosial. Ilmu sosial merupakan salah satu dari
pengembangan filsafat.
Kepemimpinan termasuk dalam kelompok ilmu terapan dari kelompok
ilmu-ilmu sosial. Hal ini dikarenakan oleh prinsip-prinsip, definisi, dan teoriteorinya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang bermuara
pada peningkatan taraf hidup manusia.
Berdasarkan beberapa definisi menurut ahli yang dikemukakan di atas, maka
dapat dipahami bahwa kepemimpian merupakan suatu usaha untuk memengaruhi
orang dengan memberikan motivasi dan arahan agar bekerja sama dalam
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan bersama sebelumnya.
B. Pengertian Organisasi
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup
tanpa manusia lainnya di sekitarnya. Oleh karena itu berorganisasi merupakan
kodrat alamiah manusia. Manusia memerlukan komunitas sebagai wadah untuk
berinteraksi guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara sederhana, komunitas
itulah yang disebut sebagai organisasi.
Mengenai pengertian organisasi menurut beberapa ahli dapat dikemukakan
sebagai

berikut:

Kartono

(2008:12)

organisasi

adalah

terkoordinasi dari kelompok orang yang bekerjasama

sistem

kegiatan

mengarah pada tujuan

bersama di bawah kewenangan dan kepimpinan.


Hasibuan (2003)

mengemukakan bahwa organisasi adalah suatu

hubungan (relationship) struktural yang mengikat atau menyatukan perusahaan


dan atas dasar ini semua anggota dikoordinasi. Sedangkan Rivai (2006)
berpendapat bahwa organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat
dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara
sendiri-sendiri.
Rivai, dkk (2013:57) melihat bahwa manusia sebagai makhluk individual
dan sebagai maakhluk sosial yang memiliki dua dimensi. Sebagai makhluk
individual, manusia memiliki dimensi vertikal, yaitu hubungan manusia dengan
Tuhan. Sedangkan sebagai makhluk sosial manusia memiliki dimensi horizontal,
4

yaitu hubungan manusia dengan manusia lainnya. Dimensi kedua inilah yang
memicu manusia untuk bergabung dengan komunitas-komunitas sesuai minat dan
kepentingan yang sama. Komunitas inilah yang disebut organisasi.
Kekuatan sebuah organisasi terletak pada kerja sama antaranggotanya,
bukan pada perbedaan untuk kepuasan individu. Kerja sama diperlukan dalam
rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Memang
tidak bisa dipungkiri bahwa masing-masing anggota organisasi adalah individuindividu yang berbeda dan latar belakang jenis kelamin, sosial, budaya yang
berbeda. Namun dengan kerja sama yang baik, maka tujuan organisasi semakin
mudah dicapai.
Dari urian di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan
perkumpulan atau wadah bagi sekelompok orang untuk bekerja sama, terkendali,
dan terpimpin untuk tujuaan tertentu. Biasanya organisasi memanfaatkan suatu
sumber daya tertentu seperti lingkungan, metode, materi, uang, mesin, dan tentu
saja sumber daya manusia.
C. Kepemimpinan dalam Organisasi
Secara umum

kepemimpinan dalam organisasi hampir sama dengan

fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan


pengawasan yang dilakukan untuk menetapkan dan mencapai sasaran melalui
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dalam hal ini,
pemimpin organisasi adalah seorang manajer.
Kartono (2008:14) mengemukakan bahwa keberhasilan organisasi
mencapai tujuan yang ingin diraih bergantung kepada kepemimpinannya yaitu
apakah kepemimpinan tersebut mampu menggerakkan semua sumber daya
manusia, sumber daya alam, saranan, dana, dan waktu secara efektif-efisien serta
terpadu dalam proses manajemen. Oleh karena itu kepemimpinan merupakan inti
dalam manajemen organisasi.
Secara lebih spesifik, eksisitensi kepemimpinan dalam organisasi akan
diuraikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut:
1. Azas dan Fungsi Kepemimpinan
5

Azas-azas kepemimpinan menurut Kartono (2008:94) adalah sebagai berikut:


1) Kemanusiaan.
Azas

ini

mengutamakan

sifat-sifat

kemanusiaan,

antara

lain:

pembimbingan oleh manusia kepada manusia lain untuk mengembangkan


potensi dan kemampuan individu demi tujuan-tujuan humanistik.
2) Efisien.
Efisiensi di sini bisa bersifat teknis maupun sosial. Hal ini berkaitan
dengan terbatasnya sumber-sumber, materi, dan jumlah manusia.
Termasuk dalam hal ini adalah penghematan, nilai-nilai ekonomis, serta
azas-azas manajemen modern.
3) Kesejahteraan dan kebahagiaan.
Kepemimpinan harus berazaskan pada kesejahteraan dan kebahagiaan bagi
seluruh anggota organisasi secara merata menuju taraf kehidupan yang
lebih baik.
Sementara itu fungsi-fungsi kepemimpinan dalam organisasi antara lain:
-

memandu

menuntun

membimbing

membangun

memotivasi

mengemudikan organisasi

menjalin jejaring komunikasi

menyupervisi secara efisien

membawa pengikut ke arah mencapai tujuan

2) Teori-Teori Kepemimpinan
Pada umumnya Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian satu
seri

perilaku

pemimpin

dan

konsep-konsep

kepemimpinannya

dengan

menononjolkan latar belakang historis, penyebabnya, tugas pokok dan fungsi,

serta etika profesi kepemimpinan (Kartono, 2008: 32). Berikut ini akan dibahas
satu per satu hal-hal yang berkaitan dengan teori kepemimpinan.
(1) Latar Belakang Sejarah Kepemimpinan
Secara historis,
kepemimpinan telah muncul seiring munculnya
peradaban manusia sejak zaman nabi-nabi dan nenek moyang dahulu. Sejak
manusia berkumpul bersama, lalu bekerja sama dalam rangka memepertahankan
eksistensi mereka dari berbagai musuh seperti binatang buas dan tantangan alam
sekitarnya, kepemimpinan dengan sendirinya muncul. Maka salah satu pribadi
yang paling kuat, cerdas, dan berani

biasanya akan ditunjuk untuk menjadi

pemimpin mereka. Mulai saat itulah kepemimpinan pun telah ada.


Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan tetap eksis. Bahkan pada
masa yang akan datang pun, eksistensi kepemimpinan tetap diperlukan. Secara
ringkas dapat disimpulkan bahwa secara historis, kepemimpinan tetap diperlukan
manusia sejak zaman dahulu, kini, bahkan pada masa mendatang.
(2) Penyebab Munculnya Kepemimpinan
Terdapat tiga teori penyebab munculnya kepemimpinan menurut Kartono (2008 :
33), yaitu:
a. Teori Genetis.
- Pemimpin itu tidak diciptakan, tetapi pembawaan sejak lahir.
- Dia memang dilahirkan untuk menjadi pemimpin.
- Secara filosofis, teori itu menganut aliran determinisme.
b. Teori Sosial (lawan dari teori genetis)
- Pemimpin itu disiapkan, dididik, dibentuk, tidak dilahirkan begitu saja.
- Setiap orang bisa menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan,
pendidikan, serta animo yang kuat.
c. Teori ekologi atau sintetis.
Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap kedua teori di atas yang telah
muncul lebih dulu. Teori ini mengungkapkan bahwa pemimpin yang sukses
merupakan gabungan antara teori genetis dan sosial, yaitu bahwa pemimpin akan
sukses jika memang sejak lahir telah memiliki bakat kepemimpinan dan bakat itu
dikembangkan melalui pendidikan, pelatihan serta pengalaman sesuai tuntutan
lingkungan (ekologis).
3) Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Setiap pemimpin memiliki sifat, kebiasaan, temperamen, watak, dan


kepribadian yang unik dan berbeda dengan orang lain. Akibatnya tingkah laku dan
gayanya pun berbeda dengan orang lain. Tentu saja gaya hidupnya ini akan
mempengaruhi perilaku dan tipe kepemimpinannya. Dalam perkembangannya,
muncullah berbagai tipe kepemimpinan, antara lain: tipe karismatik, paternalistik,
militeristik, otokratis, populis, administratif, dan demokratis.
Reddin dalam Kartono (2008 : 34) menentukan watak atau tipe
kepemimpinan berdasarkan tiga pola dasar, yaitu:
- Task orientation (berorientasi pada tugas)
- Relationship orientation (berorientasi pada hubungan kerja)
- Effectiveness orientation (berorientasi pada hasil yang efektif).
Berdasarkan ketiga pola di atas, maka dapat dikembangkan tipe kepemimpina
menjadi delapan, yaitu:
(1) tipe pembelot (deserter)
Bersifat: bermoral rendah, tanpa pengabdian, tidak memiliki rasa
keterlibatan, tidak setia dan taat, sulit diprediksi.
(2) Tipe birokrat
Bersifat: kaku, patuh pada aturan, manusia organisasi, cermat, disiplin,
keras.
(3) Tipe misionaris
Bersifat: terbuka, penolong, lembut hati, ramah-tamah
(4) Tipe pembangun (developer)
Bersifat: kreatif, dinamis, inovatif, membrikan/melimpahkan wewenang
dengan baik, percaya kepada bawahan.
(5) Tipe otokrat
Bersifat: keras, diktatoris, keras kepala, egois, sombong, bandel.
(6) Otokrat yang bijak (benevolent autocrat)
Bersifat : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisasi, besar rasa
keterlibatannya.
(7) Tipe kompromis (compromiser)
Bersifat : plintat-plintut, tidak punya pendirian, berpandangat sempit dan
pendek.
(8) Tipe eksekutif
Bersifat : bermutu tinggi, motivator, visioner, tekun.
4) Kepemimpinan Efektif
Kepemimpinan berlangsung dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Kepemimpinan sebagai suatu proses dapat berlangsung di dalam dan di luar suatu
organisasi. Kepemimpinan yang efektif merupakan proses yang dinamis, karena
8

berlangsung di lingkungan suatu organisasi sebagai sistem kerjasama sejumlah


manusia untuk mencapai tujuan tertentu, yang bersifat dinamis pula.
Semua orang mungkin saja bisa menjadi pemimpin, tapi tak semuanya
bisa menjadi pemimpin yang sukses. Ada beberapa tanda yang bisa dilihat apakah
seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik dan amanah.
Seorang pemimpin tentu saja memikul tanggung jawab yang berat. Jika ia
gagal menjadi seorang pemimpin yang baik, maka dampaknya bisa menjadi
sangat buruk bagi orang-orang yang dipimpinnya. Jika ia tidak mampu
memimpin, tentu saja hal ini akan berdampak pada kemajuan dan kelanggengan
sebuah organisasi.
Karena itulah, sebuah gaya kepemimpinan yang tepat sangat perlu dimiliki
oleh seorang atasan. Berikut beberapa tanda atau ciri pemimpin yang baik dan
sukses, seperti diungkapkan oleh Rebecca Hourston, Director of Programs Aspire,
sebuah perusahaan di bidang penelitian, seperti dikutip oleh Rahman dalam
unwarrahman.wordpress.
(1) Berani dan Penuh Percaya Diri
Agar seorang atasan memiliki cahaya yang terang, ia harus memiliki
keberanian untuk melakukan sebuah tantangan besar. Saat akan mengambil
sebuah tantangan, seorang pemimpin harus berani mengambil risiko dan harus
terus berjalan, tak peduli yang dikatakan orang lain. Di sini karakter yang kuat
sangat diperlukan oleh seorang pemimpin. Ia harus memiliki kepercayaan diri
yang tinggi bahwa apa yang akan dilakukannya ialah sesuatu yang benar dan akan
mendatangkan sebuah keuntungan bagi perusahaan. Inti dari gaya kepemimpinan
ini ialah, jangan pernah takut mengambil risiko dan jangan pernah takut
melakukan kesalahan.
Untuk memunculkan sifat ini, sebaiknya atasan melakukan evaluasi, hal
penting dan menantang apa yang bisa dilakukannya. Selain itu, setiap hari selama
satu minggu, buatlah tiga sampai lima hal tentang gaya kepemimpinan yang
efektif jika diterapkan, kemudian terapkan gaya tersebut pada minggu berikutnya
(2) Mempertajam Kekuatan

Seorang

ahli

di

bidang emotional

intelligence,

Daniel

Goleman,

melakukan penelitian terhadap gaya kepemimpinan di 500 perusahaan dan


menemukan beberapa tipe kepemimpinan yang menonjol, misalnya melihat jauh
ke depan (visionary), demokratis, dan senang melatih. Nah, carilah keahlian atau
kekuatan Anda dan jadikan hal tersebut sebagai gaya kepemimpinan Anda. Gaya
kepemimpinan tersebut nantinya bisa menjadi ciri khas Anda. Gaya tersebut juga
akan menjadi kekuatan yang akan mengantarkan Anda pada kesuksesan di dunia
karier.
(3) Padukan Beberapa Gaya Kepemimpinan
Meski memiliki ciri khas gaya kepemimpinan, sebaiknya seorang
pemimpin juga bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan sekaligus dalam
dirinya. Dalam penelitiannya, Goleman juga menegaskan bahwa para pemimpin
yang sukses umumnya memadukan beberapa gaya kepemimpinan pada dirinya
karena satu gaya saja tidak pernah cukup mengatasi masalah yang banyak.
Jika misalnya seorang atasan pria harus banyak berinteraksi dengan
karyawan yang kebanyakan perempuan atau sebaliknya, gunakan pendekatan
dengan gaya kepemimpinan yang lembut dan penuh perhatian. Tapi di saat
tertentu, gunakan gaya kepemimpinan maskulin yang tegas.
Untuk bisa memadukan beberapa gaya kepemimpinan dengan tepat,
identifikasi wilayah dan karyawan yang ada di bawah atasan, kemudian carilah
gaya kepemimpinan yang tepat untuk dipadukan dengan gaya kepemimpinan yang
menjadi ciri khasnya. Setelah itu, lihat hasilnya dan lakukan evaluasi jika hasilnya
belum maksimal.
(4) Ciptakan Tujuan
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang harus bisa
mengomunikasikan tujuan, visi, dan misi yang ingin dicapai oleh timnya. Dengan
mengomunikasikan, ini akan membuat bawahan merasa terpacu untuk mencapai
target, dan atasan sang pemimpin juga bisa melihat bahwa pemimpin ini bisa
membimbing anak buahnya.

10

Untuk bisa menemukan tujuan dan visi yang tepat, pelajarilah semua hal
yang terjadi di luar perusahaan. Setelah itu, tentukan tujuan, bangun kerja tim, dan
gerakkan mereka semua untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
(5) Pemberi Semangat
Pemimpin yang terbaik adalah manusia karena manusia bisa memberikan
semangat dan mampu memotivasi karyawannya. Pemimpin haruslah bisa
menempatkan dirinya sebagai seorang motivator saat karyawannya menemui
halangan. Seorang pemimpin harus bisa melihat potensi setiap karyawannya
hingga tiap karyawan bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Karena
itulah, seorang pemimpin yang baik seharusnya selalu bertanya pada dirinya
sendiri, apa yang bisa saya berikan pada tim saya hari ini?
(6) Seimbang
Setiap pemimpin harus bisa mengukur risiko yang dihadapinya. Selain itu,
ciptakan waktu yang tepat untuk menikmati hidup di luar pekerjaan. Artinya ada
keseimbangan antara pekerjaan sebagai pemimpin dan kehidupan diluar
pekerjaan, seperti keluarga, hobi, dan sebagainya.
(7) Menjadi Diri Sendiri
Tak ada yang lebih baik selain menjadi diri sendiri. Karena itulah, jadilah
pemimpin yang sesuai dengan kepribadian Anda, jangan berusaha untuk menjadi
orang lain yang bukan diri Anda (Mesiono, 2010: 65).
5) Syarat-Syarat Kepemimpinan
Kepemimpinan yang baik memiliki syarat-syarat minimal. Berikut ini syaratsyarat minimal tersebut menurut Chaniago (2011:79):
(1) Watak yang baik ( karakter, budi, dan moral)
(2) Inteligensi yang tinggi
(3) Kesiapan lahir dan batin
Syarat-syarat lain yang diperlukan:
(1) Sadar akan tanggung jawab
(2) Memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol
(3) Membimbing dirinya dan bawahan dengan asas dan prinsip kepemimpinan
(4) Mengenal anak buah
(5) Paham mengukur dan menilai kepemimpinan.

11

Berdasarkan syarat-syarat di atas terlihat bahwa pemimpin itu istimewa.


Artinya sulit mengatakan bahwa semua orang dapat menjadi pemimpin yang
baik.Semua orang bisa menjadi pemimpin, tetapi tidak semua orang menjadi
pemimpin yang baik. Harus mampu memenuhi syarat-syarat di atas.
6) Sifat-sifat Kepemimpinan
Tead dalam Kartono (2008: 44) mengemukakan bahwa terdapat 10 sifat
kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin organisasi, yaitu:
(1) Energi Jasmani dan Rohani
Hampir semua pemimpin yang baik memiliki energi jasmani dan rohani
yang luar biasa, seolah tiada habisnya. Energi jasmani antara lain: tenaga, daya
tahan, kekuatan. Sedangkan energi rohani meliputi: semangat, motivasi, keuletan,
disiplin, kesabaran, ketahanan batin, kemauan yang luar biasa, dan sebagainya.
(2) Kesadaran akan arah dan tujuan
Pemimpin harus memiliki keyakinan yang teguh akan kebenaran dan
kegunaan semua yang telah dilakukannya. Dia tahu persis kemana arah dan tujuan
organisasi yang dpimpinannya. Sebagai nakhoda organisasi, ia harus mampu
mengendalikan organisasi hingga tercapai tujuan. Untuk itu ia pasti sudah tahu
arah yang harus ditempuhnya.
(3) Antusiasme
Pekerjaan harus bernilai, memberi harapan, memberikan sukses, dan
menimbulkan semangat. Hal ini akan menimbulkan antusiasme, optimisme, dan
semangat besar pada pemimpin dan anggota organisasi.
(4) Keramahan dan kecintaan
Pemimpin harus memiliki rasa cinta kepada organisasi dan bawahannya.
Hal ini menimbulkan rasa rela berkorban demi pihak-pihak yang dikasihinya.
Ramah-tamah merupakan sikap yang bisa ditunjukkan sebagai perwujudan
kecintaan tersebut.
(5) Integritas
Peimpin harus terbuka, merasa senasib sepenanggungan dengan bawahan.
Jadi ia bersedia memberikan pelayanan prima kepada para pengikutnya. Dengan
ketulusan hati, kejujuran ia membari keteladanan agar dipatuhi dan diikuti oleh
bawahannya.
(6) Penguasaan teknis

12

Seorang pemimpin harus memiliki satu atau lebih kemampuan teknis


dalam bidang tertentu. Hal ini berhubungan dengan kewibawaanya di hadapan
bawahannya. Misalnya, kepala sekolah juga harus terampil mengajar di kelas. Hal
ini berguna sebagai contoh dan kewibawaan di mata para guru.
(7) Tegas dalam mengambil keputusan
Jika ingin menjadi pemimpin yang berhasil pastilah dia harus mampu
mengambil keputusan yang tepat, tegas, dan cepat. Di samping itu, keputusan
yang diambil harus tegas, tidak plintat-plintut. Komit dengan apa yang telah
diputuskan, tudak berubah-ubah.
(8) Kecerdasan
Kecedasan perlu dimiliki seorang pemimpin, terutama dalam kaitannya
dengan melihat dan memahami dengan baik, mengerti sebab-akibat, menemukan
persoalan dan mencari alternasi solusinya. Kecerdasan seorang pemimpin terlihat
dalam penyelesian masalah.
(9) Keterampilan mengajar
Pemimpin yang baik adalah seorang guru bagi pengikutnya. Ia mampu
menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong, dan menggerakkan bawahan
untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Bagi pengikut, pemimpin adalah guru
mereka.
(10) Kepercayaan
Umumnya keberhasilan seorang pemimpin karena didukung oleh
kepercayaan dari bawahannya. Kepercayaan pengikut sudah terlihat dalam proses
pemilihan pemimpin dalam sebuah organisasi.
Sedangkan Terry dalam Kartono (2008:47) menyampaikan sepuluh sifat
pemimpin yang unggul sebagai berikut:
(1) Kekuatan
(2) Stabilitas emosi
(3) Pengetahuan tentang relasi insani
(4) Kejujuran
(5) Objektif
(6) Dorongan pribadi
(7) Keterampilan berkomunikasi
(8) Kemampuan mengajar
(9) Keterampilan sosial
(10) Kecapakan teknis dan manajerial
Dari uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin
sebuah orgaisasi haruslah merupakan pribadi yang memiliki superioritas tertentu.
13

Dia merupakan pribadi spesial yang lebih dari para bawahannya. Jadi ia memiliki
kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakkan bawahannya guna mencapai
tujuan organisasi. Di samping itu, pemimpin pun seharusnya berbudi luhur agar
mampu membawa kepada keselamatan dan kesejahteraan bawahannya.

14

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sebuah organisasi tidak dapat dilepaskan dengan seorang pemimpin. Dalam
diri pemimpin terdapat jiwa kepemimpinan. Seorang pemimpin pasti memiliki
suatu hal yang istimewa dibandingkan dengan anggota yang lain yang ada pada
organisasi itu. Kelebihan-kelebihan inilah yang kemudian menjadi suatu penilaian
dari para anggotanya. Tidak semua orang memiliki kelebihan-kelehihan itu karena
ia tidak dapat dibeli melainkan dari pendidikan dan pengalamam.
Seorang pemimpin harus mampu menjalankan tugasnya secara baik. Semua
anggota merasa diberdayakan dan diberikan haknya secara maksimal. Semua
rencana dijalankan dengan prosedur yang baik. Itulah beratnya menjadi seorang
pemimpin dimana semua tumpuan dan harapan berada di tanganya. Pemimpin
juga harus berbudi luhur sebagai panutan bagi bawahannya. Hal ini juga
berhubungan dengan arah orgnisasi yakni kesejahteraan para anggotanya.
B. Saran dan Kritik
Untuk memnyempurnakan dan memperbaiki isi dan sistematika penulisan
maklah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang
menghasilkan perbaikan pada masa yang akan datang.

15

DAFTAR PUSTAKA
Chaniago, Nasrul Syakur. 2011. Manajemen Organisasi. Bandung : Citapustaka
Hasibuan, Malayu. 2003. Organisasi dan Motivasi. Jakarta : Bumi Aksara
Indrajaya, Adam Ibrahim. 1983. Perilaku Organisasi. Bandung : Sinar Baru
Kartono, Kartini. 2008. Pemimpin dan Kepemimpinan: Apakah Keemimpinan
Abnotrmal Itu?. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Mesiono. 2010. Manajemen Organisasi. Bandung : Citapustaka
Rifai, Muhammad, dan Muhammad
Bandung : Cita Pustaka

Fadhli. 2013. Manajemen Organisasi,

Rivai, Veitzahl,, dkk. 2014. Pemimpin dan Kepemimpinan dalam Organisasi.


Jakarta : Rajawali
Rivai, Veitzahl. 2006. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta : Raja
Grafindo Persada
Thoha, Miftah. 2003. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta : Raja Grafindo
Persada
Umam, Khaerul. 2012. Manajemen Organisasi, Bandung : Pustaka Setia
unwarrahman.wordpress.com diakses 21 Januari 2016 pukul 10.00 WIB
Wursanto, 2002. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta : Andi

16