Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH GAWAT DARURAT

KLASIFIKASI TRIAGE

Dosen Pembimbing
Wiwiek Retty A, S.Kep,Ns

DISUSUN OLEH:
Nama

: Dora Puty Anggraeni

Nim

: 201401063

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN


AKPER PEMBKAB PONOROGO
TAHUN AJARAN 2015/2016

1. Contoh kasus klasifikasi pasien triage


a. Gawat Darurat
Kasus : Sdr Z 18 th mengalami kecelakaan dengan mobil saat ia
mengendarai motornya ketika akan berangkat ke sekolah sekitar
pukul 06.30 WIB. Ia membentur dasbot mobil dan terpental 100m.
Pada saat kejadian
menemukan adanya

Sdr Z tidak sadarkan diri, petugas


darah memancar di kepala, nadi teraba

lemah, tidak berespon pada saat dipanggil dan tidak berespon


pada saat diberi rangsangan nyeri.
b. Gawat Tidak Darurat
Kasus : Nn Y sering mengalami mimisan, ibunya menyarankan ituk periksa
ke rumah sakit. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa Nn Y
menderita penyakit leokimia tingkat lanjut.
c. Darurat Tidak Gawat
Kasus : Tn. B datang ke puskemas dengan keluhan perut (regio 8) merasa
keras dan sakit pada saat buang air kecil. Saat ditekan pada regio 8
pasien meringis merasa kesakitan. Pada saat di pasang kateter sulit
masuk, setelah kateter dapat masuk, urine keluar dengan lancar dan
disertai dengan darah.
d. Tidak Gawat Dan Tidak Darurat
Kasus : An. A datang ke poli dengan keluhan pusing, sakit tenggorokan dan
terkadang terasa gatal, batuk di sertai dahak, tidak mengalami sesak
nafas keluhan di rasakan empat hari yang lalu. Setah dilakukan
pemeriksaan di dapatkan hasil RR: 24X/ menit, Nadi : 100x/menit,
Suhu : 37,9
e. Pasien Doa
Kasus : Ny. K tertabrak kereta pada saat akan menyebrang rel yang tak
berpalang pintu, Ny K tewas seketika dilokasi sebelum bantuan
petugas datang.

2. Perbedaa klasifikasi kode (warna) antara nasional dan internasional


a. Kode warna nasional (Wijaya, 2010)
KLASIFIKASI
Prioritas I (MERAH)

KETERANGAN
Mengancam jiwa atau fungsi vital, perlu resusitasi dan

tindakan bedah segera, mempunyai kesempatan hidup yang


besar. Penanganan dan pemindahan bersifat segera yaitu
gangguan pada jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi.
Contohnya sumbatan jalan nafas, tension pneumothorak,
syok hemoragik, luka terpotong pada tangan dan kaki,
Prioritas II (KUNING)

combutio (luka bakar tingkat II dan III > 25 %


Potensial mengancam nyawa atau fungsi vital bila tidak
segera ditangani dalam jangka waktu singkat. Penanganan
dan pemindahan bersifat jangan terlambat. Contoh : patah
tulang besar, combutio (luka bakar) tingkat II dan III < 25 %,

Prioritas III (HIJAU)

trauma thorak / abdomen, laserasi luas, trauma bola mata.


Perlu penanganan seperti pelayanan biasa, tidak perlu
segera. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir.
Contoh luka superficial, luka-luka ringan.
Para korban dengan luka kritis dan berpotensi fatal atau

Prioritas 4 (Blue)

penyakit dikodekan prioritas 4 atau "Blue" yang menunjukkan


ada pengobatan atau transportasi. Hal ini penting untuk
dicatat bahwa korban insiden korban massal (MCI) yang
masih menyajikan beberapa tanda-tanda vital tetapi mungkin
memiliki cedera yang mengancam jiwa atau berpotensi fatal,
dapat diklasifikasikan sebagai "unsalvageable" oleh petugas
Prioritas 0 (HITAM)

Triage.
Kemungkinan untuk hidup sangat kecil, luka sangat parah.
Hanya perlu terapi suportif. Contoh henti jantung kritis,

trauma kepala kritis.


b. Kode warna internasional
(http://bcn.boulder.co.us/community/explorer/ep493d4c.htm)
klasifikasi
Prioritas 1 (Red

keterangan
Serius tapi diselamatkan mengancam kehidupan cedera / penyakit
Korban dengan luka yang mengancam jiwa atau sakit (seperti
cedera kepala, luka bakar yang parah, pendarahan parah, serangan
jantung, bernapas-gangguan, luka) ditugaskan prioritas 1 atau "Red"
tag Triage kode (yang berarti prioritas pertama untuk pengobatan

Prioritas 2

dan angkutan).
Sedang untuk serius cedera / penyakit (tidak segera mengancam

(Kuning)

jiwa)
Korban dengan luka yang serius (tapi tidak segera mengancam jiwa)
(seperti patah tulang) ditugaskan prioritas 2 atau "Yellow" (yang
berarti prioritas kedua untuk pengobatan dan transportasi) kode tag

Prioritas 3

Triage.
"Berjalan kaki-luka"

(Hijau)

Korban yang tidak terluka parah, dengan cepat diprioritaskan dan


ditandai sebagai "luka yang berjalan", dan prioritas 3 atau "hijau"
klasifikasi (berarti menunda pengobatan / transportasi). Umumnya,
berjalan terluka dikawal ke daerah pementasan keluar dari "zona

Prioritas 4

panas" untuk menunggu evaluasi tertunda dan transportasi.


Korban yang ditemukan meninggal di lokasi kejadian dengan jelas

(Hitam)

dengan tidak ada tanda-tanda vital dan / atau jelas cedera fatal
diklasifikasikan sebagai almarhum atau prioritas 5 (Hitam) dalam
sistem triase coding.

Jika diamati terdapat perbedaan antara penentuan kode warna nasional maupun
internasional, pada kode warna nasional terdapat 5 warnya yaitu merah, kuning,
hijau, biru dan hitam. Sedangkan pada penggolongan kode warna internasiona
hanya terdapat 4 warna yaitu : merah, kuning, hijau dan hitam.