Anda di halaman 1dari 46

TESIS

PERBEDAAN KADAR SERUM


ENDOTHELIN-1 (ET-1) DAN NITRIT
OXIDE (NO) ANTARA PREEKLAMPSIA
LATE ONSET DAN KEHAMILAN
NORMAL
Oleh:

PRITASARI DEWI DAMAYANTI


NIM S501008052
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
1

LATAR BELAKANG

American College of Obstetricans and Gynecologist (ACOG)

Kejadian Preeklampsia:
Prevalensi preeklampsia di dunia berkisar
antara 4,4-17,5% (Cunningham 2010)
Di Indonesia angka kejadian
preeklampsia 3-10%
Dr. Moewardi (RSDM) Surakarta dari 37
kematian ibu hamil, 25 kasus disebabkan
oleh preeklampsia dari total 1956
persalinan pada tahun 2008
4

Penyebab terjadinya preeklampsia


maupun eklampsia sampai saat ini belum
dapat diketahui dengan pasti.
Teori yang ada ternyata belum dapat
menerangkan dengan baik kejadiankejadian preeklampsia dan eklampsia
(Roeshadi 2004).

Endothelin-1 (ET-1)

Dari penelitian terdahulu:

Jain A 2012, George 2012

Nitrit Oxide (NO)

Peningkatan tahanan perifer


Hipertensi

Tujuan dan manfaat penelitian

10

Keaslian penelitian
Beberapa penelitian tentang ET-1 dan NO
pada preeklampsia yang pernah
dilakukan, yaitu:
Anggarwal 2011: The relationship between
circulating endothelin-1, soluble fms-like
tyrosine kinase-1 and soluble endoglin in
preeclampsia
Susanti 2011: Gen Endothelin 1 pada
preeklampsia dan kehamilan normal
Ardini 2005: Efek pemberian kombinasi vitamin
E dan vitamin C terhadap kadar Nitrit Oxide
11
pada preeklampsia

12

13

Faktor
Risiko :

14

15

Patofisiologi preeklampsia

Powe 2011

16

Endothelin-1 (ET-1)

ET-1 merupakan vasokonstriktor endogen yang paling


kuat dan predominan pada sistem kardiovaskuler

Dhaun et al 2008

17

18

Nitrit Oxide (NO)

ONOO- mengakibatkan peroksidasi lipid dan kerusakan


protein
Kadar NO

19

WANITA HAMIL

KERANGK
A
KONSEP

FAKTOR RISIKO
PERUBAHAN FISIOLOGIS

HIPOKSIA PLASENTA

PERFUSI
PLASENTA
sFlt-1 AT1-AA
PIGF VEGF

ADAPTASI SISTIM TUBUH


LIPID
PEROKSIDASE

DISFUNGSI ENDOTEL
ET-1

KADAR PLASMA NO NORMAL


KADAR ET-1 PLASMA NORMAL
Ket:

NO
TAHANAN PERIFER

Yang
diperiksa

VASOKONSTRIKSI PEMBULUH DARAH


HIPERTENSI
PREEKLAMPSIA

KEHAMILAN NORMAL

20

HIPOTESIS

21

Metode penelitian

22

Rancangan penelitian

kelompok
23

Populasi penelitian
Wanita hamil dengan preeklampsia late onset ( usia kehamilan >34
minggu) dan kehamilan normal di kamar bersalin Kebidanan dan
Kandungan RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari bulan Oktober 2014
sampai dengan November 2014

24

Besar sampel
Insiden preeklampsia di Indonesia sekitar 3-10%
(Sulistyowati 2010). Proporsi disini sebesar 5%
atau P = 0,05 sehingga Q = 1- P atau 0,95.
Penentuan besar sampel didasarkan pada rumus
Z2PQ
d2
Maka besarnya sampel ( n ) :
0,95
3,841x0,05x0,95

(1,96)2x 0,05x
:
: 0,1824
0,01

(0,1)2
0,01
=

n = besar sampel
P = persentase kejadian
Preeklampsia
= tingkat kemaknaan yaitu =
0,05 Z = 1,96
d = tingkat presisi (tingkat
kesalahan penduga ) yaitu 0,1
25

(Murti B 2010)

Variabel penelitian

26

Definisi operasional
Preeklampsia late onset adalah suatu
kondisi ibu hamil yang diikuti dengan
peningkatan tekanan darah sistolik sama
atau di atas 140 mmHg dan atau diastolik
sama atau di atas 90 mmHg disertai dengan
proteinuria pada usia kehamilan 34
Kehamilan
normal adalah
minggu (Cuningham
2010)kehamilan dimana
selama antenatal care semenjak hamil
sampai melahirkan tidak ada komplikasi
bagi ibu dan janin /bayinya (kehamilan
dengan janin tunggal, berat badan lahir
2500-4000 gram dan dengan persalinan
normal) (Cuningham 2010).
27

Endothelin-1 adalah polipeptida asam


amino 21, vasokonstriktor kuat yang
diproduksi dan dikeluarkan terutama
dari sel-sel endotel.
Konsentrasinya diukur menggunakan
analisator otomatis pada tiap sampel
serum darah yang dianalisa ke dalam
satuan pg/mL.
Reagen kit yang digunakan untuk
pemeriksaan Human Endothelin-1
adalah produk R&D System, Inc,
Minneapolis, MN 55413, USA, Cat:

28

Nitrit Oxide (NO) adalah suatu zat


mediator parakrin yang sangat penting
dalam regulasi tonus vaskular dan
homeostasis
Vasodilator poten ini disintesis dari Larginin oleh sel endotel melalui kerja
enzim yang disebut dengan NOS.
Kadar NO diukur dengan metode Elisa,
menggunakan reagen Griess I dan II
(Assay Design) Total Nitric Oxide Assay
Kit.
Satuan NO dinyatakan dalam mmole/L
29

PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Data yang diperoleh dari kadar serum ET1 dan NO pada preeklampsia late onset
dan kehamilan normal dikumpulkan dan
dibandingkan kemaknaannya secara
statistik menggun akan uji t dengan
menggunakan SPSS versi 17.00 for
windows
30

31

Sebaran dan Keragaman Data Subjek


Penelitian
Subjek penelitian
No

Nama variabel

Preeklampsia late onset


N

1.

2.
3.

4.

Pendidikan
-SD
-SMP
-SMA
Pekerjaan
-Kerja
-Tidak bekerja

Normal
N

0
3
16

0
15.8
84.2

0
4
15

0
21.1
78.9

3
16

15.8
84.2

6
13

31.6
68.4

Usia
-< 20 tahun
-21-35 tahun
-> 35 tahun

0
1
18

0
5.3
94.7

0
1
18

0
5.3
94.7

Paritas
-Primigravida
-Multigravida

8
11

42.1
57.9

9
10

47.4
32 52.6

Uji distribusi normalitas (KolmogorovSmirnov) pada kelompok Preeklampsia


late onset dan kelompok hamil normal

33

Distribusi Rerata ET-1 Kelompok


Preeklampsia late onset dan Kelompok
hamil normal
Kelompok

Besar Sampel
(N)

Distribusi Rerata ET-1

(ng/mL)

Normal

19

1.14 + 0.32

Preeklampsia

19

13.48 + 3.85

0.00

late onset

34

Distribusi Rerata ET-1

35

Distribusi Rerata NO Kelompok


Preeklampsia late onset dan Kelompok
kehamilan normal
Kelompok

Besar
Sampel (N)

Distribusi Rerata Nitrit

(ng/mL)

Normal

19

8.10 + 1.62

Preeklampsia

19

3.04 + 0.43

0.00

late onset

36

Distribusi Rerata NO

37

38

39

Zhao
2012

dalam penelitianya mendapatkan


kadar ET-1 pada preeklampsia ringan
114+19 ng/L dan 145+15 ng/L pada
preeklampsia berat.
Kadar ini lebih tinggi dibanding
kehamilan normal 59 +5 ng/L
(p<0.05).

40

Gangguan
fungsi
vaskuler
41

Erdemoglu 2009
Dalam penelitianya terhadap 30 pasien
kehamilan normal, preeklampsia ringan,
preeklampsia berat dan eklampsia.
Nilai rerata NO pada kelompok
preeklampsia 49.2+26.1 umol/l lebih
rendah dibanding kehamilan normal
63.8+16.9 umol/l (p>0.05).
pada penelitian ini walaupun didapatkan
kadar NO lebih rendah pada preeklampsia
namun tidak bermakna secara statistik
42

Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini tidak bisa mengendalikan
faktor perancu lain sebagai predisposisi
terjadinya preeklampsia late onset,
dimana
kami
tidak
melakukan
pemeriksaan faktor biokimiawi lain yang
diduga dapat mempengaruhi kadar NO
maupun ET-1 pada subjek penelitian
kami, misalnya kadar lipid, ureum,
kreatinin dan mediator biokimiawi lainya
43

KESIMPULAN
1 Kadar serum ET-1 lebih tinggi pada

preeklampsia late onset : 13.48 +


3.85 ng/mL, dibandingkan dengan
hamil normal :1.14 + 0.32 ng/mL
(p=0.00 (<0.05).

2 Kadar serum NO tampak lebih rendah

pada preeklampsia late onset : 3.04 +


0.43 ng/mL, dibandingkan dengan
hamil normal : 8.10 + 1.62 ng/mL
(p=0.00 (<0.05).
44

SARAN
1 Sebagai dokter keluarga dan pemberi

pelayanan kebidanan dapat


memberikan edukasi kepada pasien
dan keluarga supaya melakukan
pemeriksaan ante natal care (ANC)
secara teratur.
2 Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
untuk membandingkan kadar ET-1
dan NO yang ada di pembuluh darah
plasenta.

45

46