Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Sistem kardiovaskular dapat disebut juga sistem peredaran darah. Sistem ini terdiri

dari jantung, yang merupakan organ pemompa, dan sistem pembuluh disebut arteri, vena, dan
kapiler. Seperti namanya, darah yang terkandung dalam sistem peredaran darah dipompa oleh
jantung melewati pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung.
Seperti pada orang dewasa, kelangsungan hidup embrio berkembang tergantung pada
sirkulasi darah untuk mempertahankan homeostasis dan lingkungan selular yang
menguntungkan. Sebagai respon terhadap kebutuhan ini, sistem kardiovaskular terbentuk
paling awal dan pencapaian keadaan fungsional jauh sebelum sistem organ utama lain.
Jantung primitif mulai berdetak secara teratur di awal minggu keempat setelah pembuahan.
Peran penting dari sistem kardiovaskular dalam mempertahankan homeostasis
tergantung pada gerakan terus-menerus dan terkendali darah melalui panjangnya kapiler yang
menuju setiap jaringan dan mencapai setiap sel di dalam tubuh. Dalam kapiler, darah
melakukan fungsi utamanya sebagai alat transportasi. Nutrisi dan bahan penting lainnya dari
darah kapiler ke cairan sekitar sel sebagai pembuang sisa metabolisme. Sejumlah mekanisme
kontrol membantu untuk mengatur dan mengintegrasikan fungsi beragam dan bagian
komponen dari sistem kardiovaskular untuk suplai darah ke area tubuh yang spesifik sesuai
dengan kebutuhan.
1.2

Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk memahami sistem kardiovaskular pada tubuh manusia beserta organ-organ
lain yang terlibat.
2. Untuk memenuhi tugas Problem Based Learning mengenai Kardiovaskular-

BAB II
PEMBAHASAN
Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian
kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang
mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar
darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk
dan satu katup pada jalan keluar. Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen
keseluruh tubuh dan membersihkan tubuhdari hasil metabolisme(karbondioksida).
Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan
oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru- paru, dimana darah akan
mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah
yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh.
FUNGSI JANTUNG
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebutdiastol);
selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung
(disebutsistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua
ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh
tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan.
Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri
pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil
(kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan
karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.
Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium
kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri
disebutsirkulasi pulmoner. yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen

ini melewatikatup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya
oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-parlu.
1. Sistem Kardiovaskular terdiri dari:
a.Jantung
Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut
diastol), selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung
(disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua
ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh mengalir melalui vena kava menuju ke
dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam
ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam
arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui kapiler yang
mengelilingi alveolus, menyerap O2 danmelepaskanCO2yangselanjutnyadihembuskan.
Darah yang kaya akan O2 mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri.
Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi
pulmoner.
Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan
memompa darah yang kaya akan O2 ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta. Darah
kaya O2 ini disediakan untuk seluruh tubuh,kecualiparu-paru.

b.Pembuluhdarah
Arteri membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi.
Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah di antara denyut jantung.
Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan
diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.Kapiler
merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai
jembatan antara arteri dan vena. Kapiler memungkinkan O 2 dan zat makanan berpindah dari
darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke
dalam darah.

Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah
kembali ke jantung. Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih
besar daripada arteri, sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi
dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu di bawah tekanan ke dalam ventrikel
kiri1.

Proses Mekanis Siklus Jantung


Jantung secara berselang-seling berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan
berelaksasi untuk mengisi darah. Siklus jantung terdiri atas periode sistol (kontraksi dan
pengosongan isi) dan diastol (relaksasi dan pengisian jantung). Atrium dan ventrikel
mengalami siklus sistol dan diastol terpisah. Kontraksi terjadi akibat penyebaran eksitasi
(mekanisme listrik jantung) ke seluruh jantung. Sedangkan relaksasi timbul setelah
repolarisasi atau tahapan relaksasi otot jantung.
Kontraksi sel otot jantung untuk memompa darah dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran-membran sel otot. Jantung berkontraksi atau berdenyut secara
berirama akibat potensial aksi yang ditimbulkannya sendiri. Hal ini disebabkan karena
jantung memiliki mekanisme aliran listrik yang dicetuskannya sendiri guna berkontraksi atau
memompa dan berelaksasi.
Mekanisme Kerja Listrik Jantung
Potensial aksi ini dicetuskan oleh nodus-nodus pacemaker yang terdapat di jantung
dan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K +, Na+, dan Ca++. Gangguan terhadap
kadar elektrolit tersebut di dalam tubuh dapat mengganggu mekanisme aliran listrik jantung.
Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung menyebar ke jaringan di sekitar jantung
dan dihantarkan melalui cairan-cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai
permukaan tubuh dan dapat dideteksi menggunakan alat khusus. Rekaman aliran listrik
jantung disebut dengan elektrokardiogram atau EKG. EKG adalah rekaman mengenai
aktivitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang mencapai
permukaan tubuh. Jadi EKG bukanlah rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang
sebenarnya1.

Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses
spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung
yang abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Hal ini disebabkan
karena aktivitas listrik akan memicu aktivitas mekanis sehingga kelainan pola listrik biasanya
akan disertai dengan kelainan mekanis atau otot jantung sendiri.

Enzim
Enzim di bagi 2:
1. Enzim fungsional
2. Enzim nonfungsional
Enzim fungsional umumnya dibuat dalam hati,lalu terdapat pada darah, dan substratnya
juga

dalam

sirkulasi

contohnya:lipoprotein

lipase,

pseudocholinesterase,

proenzim

pembekuaan darah dan pemecahan bekuan darah.sedangkan enzim nonfungsional tidak


berfungsi dalam darah substratnya tidak ada dalam darah, kadarnya kurang dari di bading di
jaringan contoh enzim nonfungsional: Amilase pamkreas, lipase, Alakalin fosfatase,Fosfatase
asam prostat (PAP), empedu.
SIKLUS JANTUNG (CARDIAC CYCLE)
Aktivitas jantung yang dimulai dari keadaan istirahat, kemudian kontraksi atrium,
disusul kontraksi ventrikel, dan kembali istirahat merupakan suatu siklus yang berulang terus
menerus sepanjang hidup. Aktivitas kelistrikan yang mengatur siklus kerja jantung ini dapat
direkam dengan menggunakan alat yang disebut elektrokardiograf, dan hasil rekamannya
disebut elektrokardiogram yang disingkat EKG atau ECG. Gambar memperlihatkan sebuah
contoh rekaman EKG selama satu siklus jantung.

Dalam rekaman EKG, satu siklus jantung terdiri atas beberapa gelombang, yaitu gelombanggelombang P, Q, R, S, T, dan U. Gelombang-gelombang tersebut berhubungan dengan
aktivitas listrik yang terjadi di dalam jantung, yang dalam Gambar ditunjukkan oleh warna
yang sama antara Gambar (a) dan Gambar (b). Gelombang P ditimbulkan oleh depolarisasi
atrium; gelombang Q, R, dan S yang bersama-sama membentuk kompleks QRS ditimbulkan
oleh depolarisasi ventrikel; dan gelombang T ditimbulkan oleh repolarisasi ventrikel.
Gelombang U kemungkinan ditimbulkan oleh repolarisasi serabut Purkinje1.
Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara kedua paru.Terdapat
selaput yang mengitari jantung yang disebut perikardium, terdiri dari dua lapisan:
-

Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru

Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium


Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.
STRUKTUR JANTUNG
Dinding jantung terdiri dari 3lapisan :

1.

Lapisan luar (epikardium)

2.

Lapisan tengah (Miokardium)

3.

Lapisan dalam (endokardium)


Ruang Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding
tebal disebut ventrikel (bilik)

1.

Atrium

Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh.

Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katub dan selanjutnya ke paru.
Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena
pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke
seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.

2.

Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut muskulus
papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub

atrioventrikuler oleh serat

yang disebut korda tendinae.


a.

Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri
pulmonalis

b.

Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui
aorta
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.
Katup Katup Jantung

1.

Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup ( trikuspid). Sedangkan katup yang terletak
diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup ( Mitral).
Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah
aliran balik pada fase sistolik.

2.
a.

Katup Semilunar
Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari
ventrikel kanan.

b.

Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.


Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang
simetris. Danya katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke
arteri selama sistole dan mencegah aliran balik pada waktu diastole.
7

Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana


tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri2.

Pembekuan Darah
Hemostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau
robeknya pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi
pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan
melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan
pembekuan maupun yang melarutkan bekuan3.
Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera
sehingga aliran darah di sebelah distal cedera terganggu. Kemudian hemostasis dan
thrombosis memiliki 3 fase yang sama3:
1. Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit
akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh thrombin yang
terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang
dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan
dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat
homostatik atau pun trombon
2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk
sumbat

hemostatik

atau

trombos

yang

lebih

stabil.

3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Tipe trombos :
1. Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relative kurang mengandung
eritrosit (pada tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal,khususnya didaerah
denganaliranyangcepat[arteri]).
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan
perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos
ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama
dengan

sumbat

trombosit

yang

mengawali

pembentukannya.
8

3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/p.darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik.
Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang
dipertahankan.
Proses yang mengawali pembentukan bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan
dilaksanakan oleh lintasan ekstrinsik. Lintasan intrinsic pengaktifannya berhubungan dengan
suatu permukaan yang bermuatan negative. Lintasan intrinsic dan ekstrinsik menyatu dalam
sebuah lintasan terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin menjadi
thrombin dan pemecahan fibrinogen yang dikatalis thrombin untuk membentuk fibrin. Pada
pristiwa diatas melibatkan macam jenis protein yaitu dapat diklasifikaskan sebagai berikut3:
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b.

Kofaktor

c.

Fibrinogen

d.

Transglutaminase yang

menstabilkan bekuan fibrin

e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya


Lintasan intrinsic
Lintasan intinsik melibatkan factor XII, XI, IX, VIII dan X di samping prekalikrein,
kininogen dengan berat molekul tinggi, ion Ca2+ dan fosfolipid trombosit. Lintasan ini
membentuk factor Xa (aktif).Lintasan ini dimulai dengan fase kontak dengan prekalikrein,
kininogen dengan berat molekul tinggi, factor XII dan XI terpajan pada permukaan pengaktif
yang bermuatan negative. Secara in vivo, kemungkinan protein tersebut teraktif pada
permukaan sel endotel. Kalau komponen dalam fase kontak terakit pada permukaan
pengaktif, factor XII akan diaktifkan menjadi factor XIIa pada saat proteolisis oleh kalikrein.
Factor XIIa ini akan menyerang prekalikrein untuk menghasilkan lebih banyak kalikrein lagi
dengan menimbulkan aktivasi timbale balik. Begitu terbentuk, factor xiia mengaktifkan factor
XI menjadi Xia, dan juga melepaskan bradikinin(vasodilator) dari kininogen dengan berat
molekul tinggi3.
Factor Xia dengan adanya ion Ca2+ mengaktifkan factor IX, menjadi enzim serin
protease, yaitu factor IXa. Factor ini selanjutnya memutuskan ikatan Arg-Ile dalam factor X

untuk menghasilkan serin protease 2-rantai, yaitu factor Xa. Reaksi yang belakangan ini
memerlukan perakitan komponen, yang dinamakan kompleks tenase, pada permukaan
trombosit aktif, yakni: Ca2+ dan factor IXa dan factor X. Perlu kita perhatikan bahwa dalam
semua reaksi yang melibatkan zimogen yang mengandung Gla (factor II, VII, IX dan X),
residu Gla dalam region terminal amino pada molekul tersebut berfungsi sebagai tempat
pengikatan berafinitas tinggi untuk Ca2+. Bagi perakitan kompleks tenase, trombosit pertamatama harus diaktifkan untuk membuka fosfolipid asidik (anionic). Fosfatidil serin dan
fosfatoidil inositol yang normalnya terdapat pada sisi keadaan tidak bekerja. Factor VIII,
suatu glikoprotein, bukan merupakan precursor protease, tetapi kofaktor yang berfungsi
sebagai resepto untuk factor IXa dan X pada permukaan trombosit. Factor VIII diaktifkan
oleh thrombin dengan jumlah yang sangat kecil hingga terbentuk factor VIIIa, yang
selanjutnya diinaktifkan oleh thrombin dalam proses pemecahan lebih lanjut3.
Lintasan Ekstrinsik
Lintasan ekstrinsik melibatkan factor jaringan, factor VII,X serta Ca2+ dan
menghasilkan factor Xa. Produksi factor Xa dimulai pada tempat cedera jaringan dengan
ekspresi factor jaringan pada sel endotel. Factor jaringan berinteraksi dengan factor VII dan
mengaktifkannya; factor VII merupakan glikoprotein yang mengandung Gla, beredar dalam
darah dan disintesis di hati. Factor jaringan bekerja sebagai kofaktor untuk factor VIIa
dengan menggalakkan aktivitas enzimatik untuk mengaktifkan factor X. factor VII
memutuskan ikatan Arg-Ile yang sama dalam factor X yang dipotong oleh kompleks tenase
pada lintasan intrinsic. Aktivasi factor X menciptakan hubungan yang penting antara lintasan
intrinsic dan ekstrinsik3.
Interaksi yang penting lainnya antara lintasan ekstrinsik dan intrinsic adalah bahwa
kompleks factor jaringan dengan factor VIIa juga mengaktifkan factor IX dalam lintasan
intrinsic. Sebenarna, pembentukan kompleks antara factor jaringan dan factor VIIa kini
dipandang sebagai proses penting yang terlibat dalam memulai pembekuan darah secara in
vivo. Makna fisiologik tahap awal lintasan intrinsic, yang turut melibatkan factor XII,
prekalikrein dan kininogen dengan berat molekul besar. Sebenarnya lintasan intrinsik bisa
lebih penting dari fibrinolisis dibandingkan dalam koagulasi, karena kalikrein, factor XIIa
dan Xia dapat memotong plasminogen, dan kalikrein dapat mengaktifkanurokinase rantaitunggal3.

10

Inhibitor lintasan factor jaringan (TFPI: tissue factor fatway inhibitior) merupakan
inhibitor fisiologik utama yang menghambat koagulasi. Inhibitor ini berupa protein yang
beredar didalam darah dan terikat lipoprotein. TFPI menghambat langsung factor Xa dengan
terikat pada enzim tersebut didekat tapak aktifnya. Kemudian kompleks factor Xa-TFPI ini
manghambat kompleks factor VIIa-faktor jaringan.Lntasan Terakhir3
Pada lintasan terskhir yang sama, factor Xa yang dihasilkan oleh lintasan intrinsic dak
ekstrinsik, akan mengaktifkan protrombin(II) menjadi thrombin (IIa) yang kemudian
mengubah fibrinogen menjadi fibrin3.
Pengaktifan protrombin terjadi pada permukaan trombosit aktif dan memerlukan
perakitan kompelks protrombinase yang terdiri atas fosfolipid anionic platelet, Ca 2+, factor
Va, factor Xa dan protrombin3.
Factor V yang disintesis dihati, limpa serta ginjal dan ditemukan didalam trombosit serta
plasma berfungsi sebagai kofaktor dng kerja mirip factor VIII dalam kompleks tenase. Ketika
aktif menjadi Va oleh sejumlah kecil thrombin, unsure ini terikat dengan reseptor spesifik
pada membrane trombosit dan membentuk suatu kompleks dengan factor Xa serta
protrombin. Selanjutnya kompleks ini di inaktifkan oleh kerja thrombin lebih lanjut, dengan
demikian akan menghasilkan sarana untuk membatasi pengaktifan protrombin menjadi
thrombin. Protrombin (72 kDa) merupakan glikoprotein rantai-tunggal yang disintesis di hati.
Region terminal-amino pada protrombin mengandung sepeuluh residu Gla, dan tempat
protease aktif yang bergantung pada serin berada dalam region-terminalkarboksil molekul
tersebut. Setelah terikat dengan kompleks factor Va serta Xa pada membrane trombosit,
protrombin dipecah oleh factor Xa pada dua tapak aktif untuk menghasilkan molekul
thrombin dua rantai yang aktif, yang kemudian dilepas dari permukaan trombosit. Rantai A
dan B pada thrombin disatukan oleh ikatan disulfide.Konversi Fibrinogen menjadi Fibrin3
Fibrinogen (factor 1, 340 kDa) merupakan glikoprotein plasma yang bersifat dapat
larut dan terdiri atas 3 pasang rantai polipeptida nonidentik (A,B)2 yang dihubungkan
secara kovalen oleh ikatan disulfda. Rantai B dan y mengandung oligosakarida kompleks
yang terikat dengan asparagin. Ketiga rantai tersebut keseluruhannya disintesis dihati: tiga
structural yang terlibat berada pada kromosom yang sama dan ekspresinya diatur secara
terkoordinasi dalam tubuh manusia. Region terminal amino pada keenam rantai
dipertahankan dengan jarak yang rapat oleh sejumlah ikatan disulfide, sementara region
11

terminal karboksil tampak terpisah sehingga menghasilkan molekol memanjang yang sangat
asimetrik. Bagian A dan B pada rantai Aa dan B, diberi nama difibrinopeptida A (FPA) dan
B (FPB), mempunyai ujung terminal amino pada rantainya masing-masing yang mengandung
muatan negative berlebihan sebagai akibat adanya residu aspartat serta glutamate disamping
tirosin O-sulfat yang tidak lazim dalam FPB. Muatannegatif ini turut memberikan sifat dapat
larut pada fibrinogen dalam plasma dan juga berfungsi untuk mencegah agregasi dengan
menimbulkan repulse elektrostatik antara molekul-molekul fibrinogen3.
Thrombin (34kDa), yaitu protease serin yang dibentuk oleh kompleks protrobinase,
menghidrolisis 4 ikatan Arg-Gly diantara molekul-molekul fibrinopeptida dan bagian serta
pada rantai Aa dan B fibrinogen. Pelepasan molekul fibrinopeptida oleh thrombin
menghasilkan monomer fibrin yang memiliki struktur subunit () 2. Karena FPA dan FPB
masing-masing hanya mengandung 16 dab 14 residu, molwkul fibrin akan mempertahankan
98% residu yang terdapat dalam fibrinogen. Pengeluaran molekul fibrinopeptida akan
memajankan tapak pengikatan yang memungkinkan molekul monomer fibrin mengadakan
agregasi spontan dengan susunan bergiliran secara teratur hingga terbentuk bekuan fibrin
yang tidak larut. Pembentukan polimer fibrin inilah yang menangkap trombosit, sel darah
merah dan komponen lainnya sehingga terbentuk trombos merah atau putih. Bekuan fibrin ini
mula-mula bersifat agak lemah dan disatukan hanya melalui ikatan nonkovalen antara
molekul-molekul monomer fibrin3.
Selain mengubah fibrinogen menjadi fibrin, thrombin juga mengubah factor XIII
menjadi XIIIa yang merupakan transglutaminase yang sangat spesifik dan membentuk ikatan
silan secara kovalen anatr molekul fibrin dengan membentuk ikatan peptide antar gugus
amida residu glutamine dan gugus -amino residu lisin, sehingga menghasilkan bekuan fibrin
yang lebih stabil dengan peningkatan resistensi terhadap proteolisis3.
Regulasi Trombin
Begitu thrombin aktif terbentuk dalam proses hemostasis atau thrombosis,
konsentrasinya harus dikontrol secara cermat untuk mencegah pembentukan bekuan lebih
lanjut atau pengaktifan trombosit. Pengontrolan ini dilakukan melalui 2 cara yaitu:

1. Thrombin beredar dalam darah sebagai prekorsor inaktif, yaitu protrombin. Pada setiap
12

reaksinya, terdapat mekanisme umpan balik yang akan menghasilkan keseimbangan antara
aktivasi dan inhibisi
2. Inaktivasi setiap thrombin yang terbentuk oleh zat inhibitor dalam darah3.

Histologi jantung
JANTUNG
Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan:
a. Endokardium
b. Myokardium
c. Epikardium
a. Endokardium
Selapis endotel
Lapisan subendotel
Terdiri dari jaringan ikat dengan sabut-sabut elastis & sel-sel fibroblast.
Lapisan elastiko muskuler
Banyak sabut elastis & sedikit otot polos.
Lapisan sub endokardium
- Lapisan dibawah endokardium, menghubungkan endokardium & myokardium.
- Tediri dari jaringan ikat kendor dengan pembuluh darah, sabut purkinye +.
b. Myokardium

Anyaman otot jantung tersusun berlapis2, spiral daya pompa besar.

Intercalated disc.

Pembuluh darah +, sabut-sabut saraf tidak bermyelin +.

c. Epikardium
13

Mesotelium: epitel selapis pipih.


Lapisan sub mesotelium
sabut kolagen & elastis.
Lapisan sub epikard
Jaringan ikat kendor dengan sel lemak, pembuluh darah & saraf, menghubungkan
myokard & pericard.
PERIKARDIUM (pars parietalis)
- Membatasi rongga yang disebut cavum perikardii.
- Tidak menempel pada myokardium.
Terdiri atas:
Mesotelium.
Jaringan ikat yang mengandung sabut elastis, sabut kolagen, makrofag, dsb.
Lapisan sel-sel lemak.
Befungsi menahan menebalnya myokardium dan endokardium2.

Tekanan Darah
Perjalanan Darah dalam Sistim Sirkulasi Jantung berfungsi sebagai pompa ganda.
Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik (dari seluruh tubuh) masuk ke atrium kanan
melalui vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Darah yang masuk ke atrium kanan
berasal dari jaringan tubuh, telah diambil O 2-nya dan ditambahi dengan CO2. Darah yang
miskin akan oksigen tersebut mengalir dari atrium kanan melalui katup ke ventrikel kanan,
yang memompanya keluar melalui arteri pulmonalis ke paru. Dengan demikian, sisi kanan
jantung memompa darah yang miskin oksigen ke sirkulasi paru. Di dalam paru, darah akan
kehilangan CO2-nya dan menyerap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui
vena pulmonalis.
Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian mengalir ke dalam
ventrikel kiri, bilik pompa yang memompa atau mendorong darah ke semus sistim tubuh
kecuali paru. Jadi, sisi kiri jantung memompa darah yang kaya akan O 2 ke dalam sirkulasi
14

sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta
bercabang menjadi arteri besar dan mendarahi berbagai jaringan tubuh.
Sirkulasi sistemik memompa darah ke berbagai organ, yaitu ginjal, otot, otak, dan
semuanya. Jadi darah yang keluar dari ventrikel kiri tersebar sehingga masing-masing bagian
tubuh menerima darah segar. Darah arteri yang sama tidak mengalir dari jaringan ke jaringan.
Jaringan akan mengambil O2 dari darah dan menggunakannya untuk menghasilkan energi.
Dalam prosesnya, sel-sel jaringan akan membentuk CO 2 sebagai produk buangan atau produk
sisa yang ditambahkan ke dalam darah. Darah yang sekarang kekurangan O 2 dan
mengandung CO2 berlebih akan kembali ke sisi kanan jantung. Selesailah satu siklus dan
terus menerus berulang siklus yang sama setiap saat.
Kedua sisi jantung akan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah
yang beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi jantung kanan memiliki volume yang
sama dengan darah beroksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung.
Sirkulasi paru adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi rendah, sedangkan
sirkulasi sistemik adalah sistim yang memiliki tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh
karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama,
sisi kiri melakukan kerja yang lebih besar karena ia memompa volume darah yang sama ke
dalam sistim dengan resistensi tinggi. Dengan demikian otot jantung di sisi kiri jauh lebih
tebal daripada otot di sisi kanan sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat.
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap yaitu dari vena ke atrium ke
ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung satu arah memastikan darah mengalir satu
arah. Katup jantung terletak sedemikian rupa sehingga mereke membuka dan menutup secara
pasif karena perbedaan gradien tekanan. Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup
terbuka sedangkan gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup.
Dua katup jantung yaitu katup atrioventrikel (AV) terletak di antara atrim dan
ventrikel kanan dan kiri. Katup AV kanan disebut dengan katup trikuspid karena memiliki
tiga daun katup sedangkan katup AV kiri sering disebut dengan katup bikuspid atau katup
mitral karena terdiri atas dua daun katup. Katup-katup ini mengijinkan darah mengalir dari
atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium lebih rendah dari

15

tekanan ventrikel), namun secara alami mencegah aliran darah kembali dari ventrikel ke
atrium ketika pengosongan ventrikel atau ventrikel sedang memompa.
Dua katup jantung lainnya yaitu katup aorta dan katup pulmonalis terletak pada
sambungan dimana tempat arteri besar keluar dari ventrikel. Keduanya disebut dengan katup
semilunaris karena terdiri dari tiga daun katup yang masing-masing mirip dengan kantung
mirip bulan-separuh. Katup ini akan terbuka setiap kali tekanan di ventrikel kanan dan kiri
melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis selama ventrikel berkontraksi dan
mengosongkan isinya. Katup ini akan tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan
ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah
aliran balik dari arteri ke ventrikel4.

Anatomi jantung
Arteri Koroner
Karena Jantung adalah terutama terdiri dari jaringan otot jantung yang terus menerus
kontrak dan rileks, ia harus memiliki pasokan oksigen yang konstan dan nutrisi. Arteri
koroner adalah jaringan pembuluh darah yang membawa oksigen dan darah kaya nutrisi ke
jaringan otot jantung.
Darah meninggalkan ventrikel kiri keluar melalui aorta, yang arteri utama tubuh. Dua
arteri koroner, disebut sebagai Kiri dan kanan arteri koroner, muncul dari awalaorta, di
dekat bagian atas jantung.
Segmen awal dari arteri koroner kiri disebut koroner utama kiri. Ini pembuluh darah
adalah sekitar lebar dari jerami soda dan kurang dari satu inci panjang. Ini cabang-cabang
menjadi dua arteri sedikit lebih kecil: anterior kiri turun arteri koroner dan arteri koroner kiri
sirkumfleksa. Anterior kiri arteri koroner menurun tertanam di permukaan sisi depan jantung.
Kiri lingkaran arteri koroner sirkumfleksa sekitar sisi kiri jantung dan tertanam di permukaan
bagian belakang jantung.
Sama seperti cabang pohon, cabang arteri koroner ke dalam kapal semakin kecil.
Kapal yang lebih besar perjalanan sepanjang permukaan hati, namun cabang-cabang yang
lebih kecil menembus otot jantung. Cabang terkecil, kapiler disebut, sangat sempit bahwa sel

16

darah merah harus perjalanan dalam file tunggal. Dalam kapiler, sel-sel darah merah
menyediakan oksigen dan nutrisi ke jaringan otot jantung dan ikatan dengan karbon dioksida
dan produk sampah metabolik, membawa mereka pergi dari hati untuk pembuangan melalui
paru-paru, ginjal dan hati.
Ketika plak kolesterol berakumulasi sampai titik memblokir aliran darah melalui
arteri koroner, otot jantung jaringan diberi makan oleh arteri koroner melewati titik
penyumbatan adalah kekurangan oksigen dan nutrisi. Daerah ini jaringan otot jantung
berhenti berfungsi dengan baik. Kondisi ketika arteri koroner menjadi tersumbat
menyebabkan kerusakan pada otot jantung melayani jaringan disebut infark miokard atau
serangan jantung5.
Superior Vena Cava
Vena kava superior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa
darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kepala dan tubuh bagian atas umpan ke v.
kava superior, yang bermuara di atrium kanan jantung.
Inferior Vena Cava
Vena kava inferior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa
darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kaki dan umpan dada rendah ke v. kava
inferior, yang bermuara di atrium kanan jantung.
Aorta
Aorta adalah pembuluh darah tunggal terbesar di tubuh. Ini adalah kira-kira diameter
ibu jari Anda. kapal ini membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke berbagai
bagian tubuh.
Pulmonary Artery
Arteri paru adalah pembuluh darah transportasi de-oksigen dari ventrikel kanan ke
paru-paru. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua arteri membawa darah yang
kaya oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh arteri yang
membawa darah dari jantung.

17

Pulmonary Vein
Vena paru adalah pembuluh darah mengangkut oksigen yang kaya dari paru ke atrium kiri.
Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua urat membawa darah de-oksigen. Hal ini
lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh vena yang membawa darah ke
jantung.

Atrium Kanan
Atrium kanan menerima darah de-oksigen dari tubuh melalui vena kava superior
(kepala dan tubuh bagian atas) dan inferior vena kava (kaki dan dada lebih rendah). Simpul
sinoatrial mengirimkan impuls yang menyebabkan jaringan otot jantung dari atrium
berkontraksi dengan cara yang terkoordinasi seperti gelombang. Katup trikuspid yang
memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan, akan terbuka untuk membiarkan darah deoksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan.
Ventrikel Kanan
Ventrikel kanan menerima darah de-oksigen sebagai kontrak atrium kanan. Katup
paru menuju ke arteri paru tertutup, memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah.
Setelah ventrikel penuh, mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kanan, menutup katup
trikuspid dan katup paru terbuka. Penutupan katup trikuspid mencegah darah dari dukungan
ke atrium kanan dan pembukaan katup paru memungkinkan darah mengalir ke arteri
pulmonalis menuju paru-paru.
Atrium Kiri
Atrium kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru melalui vena paru-paru.
Sebagai kontraksi dipicu oleh node sinoatrial kemajuan melalui atrium, darah melewati katup
mitral ke ventrikel kiri.
Ventrikel Kiri
Ventrikel kiri menerima darah yang mengandung oksigen sebagai kontrak atrium kiri.
Darah melewati katup mitral ke ventrikel kiri. Katup aorta menuju aorta tertutup,
18

memungkinkan untuk mengisi ventrikel dengan darah. Setelah ventrikel penuh,


mereka kontrak. Sebagai kontrak ventrikel kiri, menutup katup mitral dan katup aorta
terbuka. Penutupan katup mitral mencegah darah dari dukungan ke atrium kiri dan
pembukaan katup aorta memungkinkan darah mengalir ke aorta dan mengalir ke seluruh
tubuh.

Otot Papiler
Otot-otot papiler melampirkan ke bagian bawah dinding bagian dalam ventrikel.
Mereka menyambung ke korda tendinea, yang melekat pada katup trikuspid dalam ventrikel
kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Kontraksi otot-otot papiler membuka katup-katup ini.
Ketika otot papiler santai, katup-katup dekat.
Korda tendinea
The korda tendinea adalah tendon yang menghubungkan otot papiler ke katup
trikuspid dalam ventrikel kanan dan katup mitral di ventrikel kiri. Sebagai kontrak otot
papilaris dan rileks, korda tendinea mengirimkan Kenaikan dan penurunan tegangan ke
masing-masing katup, menyebabkan mereka untuk membuka dan menutup. The korda
tendinea adalah string seperti dalam penampilan dan kadang-kadang disebut sebagai jantung
string.
Katup trikuspid
Katup trikuspid yang memisahkan atrium kanan dari ventrikel kanan. Ini membuka
untuk memungkinkan darah de-oksigen dikumpulkan di atrium kanan mengalir ke ventrikel
kanan. Ini menutup sebagai kontrak ventrikel kanan, mencegah darah dari kembali ke atrium
kanan; demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup paru ke arteri paru-paru.
Mitral Valve
Katup mitral memisahkan atrium kiri dari ventrikel kiri. Ini membuka untuk
memungkinkan darah beroksigen dikumpulkan di atrium kiri mengalir ke ventrikel kiri. Ini

19

menutup sebagai kontrak ventrikel kiri, mencegah darah dari kembali ke atrium kiri;
demikian, memaksanya untuk keluar melalui katup aorta ke dalam aorta.

Pulmonary Valve
Katup paru memisahkan ventrikel kanan dari arteri paru-paru. Sebagai kontrak
ventrikel, ini akan membuka untuk membiarkan darah de-oksigen dikumpulkan di ventrikel
kanan mengalir ke paru-paru. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali
ke jantung.
Katup aorta
Katup aorta memisahkan ventrikel kiri dari aorta. Sebagai kontrak ventrikel, ini akan
membuka untuk membiarkan darah beroksigen dikumpulkan di ventrikel kiri mengalir ke
seluruh tubuh. Ini menutup sebagai ventrikel santai, mencegah darah kembali ke jantung.

Penyebab nyeri dada


Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko
kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan
gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan
pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin. Ini merupakan
faktor risiko yang tidak bisa dihindari.
Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan
gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan
triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau
diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang
berolahraga.
Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung
koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di
setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel,
dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding
20

pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah,
merusak dan menyumbat pembuluh darah.
Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan
istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.
Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit.
Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang
menyumbat atau thrombus5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
Bahwa faktor yang menyebabkan nyeri dada diakibatkan adanya penyempitan
pembuluh darah yang dibuat oleh timbunan lemak yang dihasilkan dari makanan berlemak
seperti masakan padang dan jarang berolahragaselain itu mungkin ada hallain yang
mengakibatkan nyeri dada mungkin dari sejak lahir ada gangguan, nyeri dada ini dapat
mengakibatkan penyakit jantung dikarenankan kolesterol yang terlalu tinggi.

21

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

www.jantung.klikdokter.com/subpage.php?id=1&sub=66/29/05/2006.
www.top-manuals.com/21/04/2007/artikel-histologi-jantung.html.
Buku At a Glance Medicine Halaman 167.
www.jevuska.com/12/04/2005/mekanisme+pembekuan+darah+dengan+vitamin+k.ht

ml.
5. www.scumdoctor.com/Indonesian/first-aid/03/11/2009/index.html.

22