Anda di halaman 1dari 7

Dampak Afghanistan terhadap Perpolitikan di kawasan Asia

Selatan
Achmad Giffari Gibran1
1301113992
Dosen pembimbing: H. Faisyal Rani, S.IP, MA

A. Profil negara Afghanistan


Afghanistan merupakan negara Landlocked atau negara yang terkurung
oleh daratan dan tidak memiliki teritori laut. Afghanistan telah mengalami
berbagai

macam

konflik

sejak

lama

dan

menjadi

negara

yang

selalu

mengundang negara-negara Superpower kedalamnya, dari Inggris di abad 19,


Uni Soviet di tahun 1980-an, hingga Amerika Serikat paska 9/11 ditahun 2001.
Maka kata konflik itu sendiri tidak pernah jauh dari negara ini.
Kondisi yang tidak stabil dan konflik berkelanjutan di Afghanistan hingga
saat ini mengakibatkan ekonomi dan infrastruktur Afghanistan hancur dan
ratusan

ribu

warganya

kabur

dari

sana

mengungsi.

Sejak

tumbangnya

pemerintahan Taliban setelah invasi Amerika Serikat ditahun 2001, kelompokkelompok radikal Islam telah mengatur ulang organisasi mereka kembali, dan
melanjutkan usaha perjuangan mereka menjadi kelompok gerilyawan.
Terletak dalam posisi strategis diantara Timur Tengah, Asia Tengah, dan
juga Asia Selatan Afghanistan selalu menarik perhatian bagi negara manapun
yang ingin menetapkan pengaruhnya dalam kawasan ini. Di Abad 19, Inggris dan
Rusia terlibat dalam perebutan pengaruh dan kekuasaan di Afghanistan yang
kejadian ini disebut The Great Game karena saat itu Inggris dan Rusia
merupakan Superpower di kawasan ini. Di Era Perang Dingin Afghanistan juga
berperan penting, kekalahan Uni Soviet dalam perang brutal Soviet-Afghanistan
didekade 80-an mengakibatkan Soviet kehilangan banyak sumber daya hingga

1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan


Ilmu Politik, Universitas Riau.

banyak ahli menyatakan kekalahan Soviet dalam perang ini menjadi salah satu
alasan mengapa Soviet sendiri kemudian tumbang di akhir dekade 80-an.
Keluarnya Soviet dari Afghanistan kemudian mengakibatkan Afghanistan
mengalami Vacum of Power yang dimana kemudian memicu perang sipil
diantara Mujahidin (Kelompok utama dalam perlawanan melawan Soviet) dan
Taliban (pecahan dari Mujahidin yang menganut paham Islam Radikal). Perang
sipil

berdarah

ini

diakhiri

kemenangan

Taliban,

yang

dimana

kemudian

kesuksesan mereka meraih kekuasaan memberikan dampak besar dalam situasi


keamanan dikawasan Asia Selatan maupun dunia internasional. Salah satu
dampak terbesarnya adalah, Taliban menyediakan Afghanistan sebagai tempat
latihan Al-Qaeda yang dimana kemudian menjadi dalang utama dalam kejadian
9/11.
Keputusan Taliban untuk menyerahkan Osama Bin Laden kepada Amerika
Serikat, mengakibatkan Washington memutuskan untuk menginvasi Afghanistan
dan menggulingkan pemerintahan Taliban. Akan tetapi tumbanyan Taliban tidk
mengakhiri konflik disana, justru dengan terdesaknya mereka Taliban dan AlQaeda

menerapkan

sistem

perang

Terorisme

yang

dimana

kemudian

mempengaruhi kamanan dan juga politik negara tetangganya terutama Pakistan


dan India dan Asia Selatan secara keseluruhan.

B. Dampak Afghanistan terhadap negara-negara Asia Selatan


Secara garis besar dampak utama dari kondisi di Afghanistan terhadap
negara lain dikawasan Asia Selatan adalah hubungannya dengan Pakistan yang
dimana kemudian juga berdampak pada hubungan India-Pakistan. Selama era
pemerintahan Taliban, Pakistan merupakan salah satu dari 3 negara didunia
(selain Uni Emirat Arab dan Arab Saudi) yang mengakui kedaulatan Taliban atas
Afghanistan. Bahkan kemenangan Taliban dalam perang sipil ditahun 90-an juga
berkat dukungan militer dan logistik dari Pakistan.
1. Dampak Afghanistan terhadap hubungan India-Pakistan
Sejak

runtuhnya

pemerintahan

Taliban,

India

telah

aktif

untuk

memperbaiki hubungan dengan Afghanistan. Saat ini India merupakan salah satu
negara pendonor terbesar untuk proses rekonstruksi di Afghanistan. Semakin

meningkatnya keterlibatan India di Afghanistan diduga memiliki motif tersendiri,


yaitu menggantikan Pakistan yang sebelumnya merupakan negara yang paling
berpengaruh disana.
Selama perang sipil Afghanistan, India membantu pihak Aliansi Utara yang
terus berusaha melawan pemerintahan Taliban yang disokong oleh Pakistan. Dan
saat ini salah satu tokoh dari Aliansi Utara yaitu Hamid Karzai yang dimana juga
merupakan Presiden Afghanistan saat ini dulunya menuntut ilmu di India.
Saat ini ketika pengaruh dan kekuatan dari India di Afghanistan semakin
kuat, terutama dalam Soft Power nya, Pakistan terus semakin kehilangan
pengaruh ekonomi dan juga politiknya, terutama di era kepemimpinan Hamid
Karzai hubungan Islamabad-Kabul kurang berlangsung harmonis. Pakistan
melihat semakin kuatnya pengaruh India di Afghanistan sebagai suatu ancaman
bagi

Pakistan.

Pakistan

menuduh

India

menjalankan

operasi

rahasia

di

Afghanistan dengan melatih tentara pemberontakan Baloch.


Runtuhnya Taliban di Afghanistan suka tidak suka, pemerintahan Pakistan
harus mengakui kalau hal tersebut sangat merugikan mereka. Afghanistan
bersama dengan Kashmir merupakan strategi sentral dalam persolan luar negeri
dan militer Pakistan. Secara strategis Pakistan kehilangan rencananya untuk
menguatkan hegemoni mereka dikawasan dengan mengamankan perbatasan
barat mereka yaitu Afghanistan itu sendiri.
Dan sesuai dengan pernyataan pemerintahan Pakistan sendiri, kalau
mereka tidak menampik kalau pemerintahan Pakistan sangat terlibat dalam
pembuatan Taliban, yang dimana bahkan India mengklaim kalau bukan hanya
terlibat akan tetapi pemerintahan Islamabad sendiri lah yang menciptakan
Taliban. India mengklaim kalau Pakistan memiliki 2 tujuan mengapa mereka
membentuk Taliban :
1) Memberikan Pakistan pintu keluar agar wilayah Pakistan tidak dijadikan
tempat pelatiha Teroris
2) Mengirim para pejuang islam radikal mereka ke Afghanistan demi
tujuan menguatkan pengaruh mereka disana, dan kalau bisa dapat
memberikan ancaman teroris kepada India (tuduhan ini semakin kuat
terutama setelah ditemukannya keterlibatan Pakistan dalam serangan
Hotel Mumbai oleh kelompok teroris islam radikal yang diduga
disokong oleh Pakistan)

Maka karena itu kegagalan Pakistan dalam mempertahankan Taliban


dalam memegang kekuasaan di Afghanistan diduga juga akan merambat pada
kawasan Hot Spot lain diantara India-Pakistan, terutama dikawasan Kashmir.
India yakin apabila Taliban dapat dihancurkan maka kelompok Teroris Mujahidin
di Kashmir juga dapat dipatahkan, dan hegemoni India dikawasan Asia Selatan
tidak akan terbendung oleh Pakistan yang kekuatannya semakin merosot.
Akan tetapi India juga menduga kalau runtuhnya Taliban bukan berarti
akan selalu Positif bagi mereka. India menduga kalau saat ini sejak runtuhnya
pemerintahan Taliban, Pakistan berupaya untung mengirim militan-militan Islam
garis keras di Afghanistan ke wilayah Jammu dan Kashmir, yang dimana India
menduga hal ini akan semakin meningkatkan intensitas konflik dikawasan
sengketa tersebut.
Akan tetapi, walaupun pengaruh India di Afghanistan semakin kuat di
bidang Soft Power, justru harapan India sebagai negara utama dalam Perang
melawan Terorisme dan juga penghubung Barat dikawasan pupus setelah
Amerika Serikat memutuskan Pakistan lah yang akan menjadi mediator mereka
disana. Dan New Delhi khawatir kalau dengan cara ini Pakistan akan masih dapat
melakukan

aktifitas

yang

sama

seperti

ketika

Taliban

berkuasa,

yaitu

memanfaatkan Afghanistan sebagai tempat persembunyian aman Terorisme


yang kelak akan Islamabad dapat pakai untuk meneror India.
Walaupun Pakistan dengan peran yang diberikan oleh Amerika Serikat
masih dapat menancapkan pengaruhnya di Afghanistan, akan tetapi banyak ahli
yang

beranggapan

kalau

hal

ini

tidak

akan

lama.

Dengan

keputusan

pemerintahan Obama untuk menarik tentara Amerika dan juga NATO disana,
maka peran Pakistan sebagai mediator akan hilang. Kemudian juga satu-satunya
senjata yang dimiliki oleh Pakistan untuk mempertahankan pengaruhnya di
Afghnistan tidak lain hanyalah dari konektivitas yang mereka miliki dengan
kelompok-kelompok militan radikal.
Sementara India saat ini yang dimana sedang dalam fase berkembang
dengan cepat baik secara ekonomi maupun politik, dan pengaruhnya bukan
hanya akan dikawasan Asia Selatan saja akan tetapi juga dunia Internasional.
Dengan semakin kuatnya India dan semakin melebarnya jarak kekuatan India
dengan Pakistan, maka kelak tidak akan lama kalau Pakistan akan menyadari

pengaruhnya bukan hanya di Afghanista akan tetapi diseluruh kawasan Asia


Selatan akan tergerus oleh kekuatan besar India.
2. Dampak Afghanistan terhadap negara Asia Selatan lain
Secara garis besar pengaruh dari Afghanistan terhadap negara Asia
Selatan lain tidaklah terlalu berpengaruh. Dan apabila memang terdapat
keterkaitan diantaran nya, maka hal tersebut masih berkaitan dan berhubungan
dengan persaingan diantara India-Pakistan. Hal ini dikarenakan selain India dan
Pakistan tidak terdapat negara yang cukup besar untuk menandingi hegemoni
keduanya, dan isu dan konflik yang terjadi di Asia Selatan kemudian selalu
terkait dengan salah satu diantara India dan Pakistan.
Bangladesh sebagai negara ketiga terbesar dikawasan ini merupakan
salah satu negara yang terkena dampak langsung atas kondisi di Afghanistan.
Militan Jihad di Afghanistan bukan hanya berperang saja, melainkan juga mengeksport ideologi mereka ke negara lain terutama negara-negara bermayoritas
penduduk muslim. Bangladesh sebagai negara yang memiliki populasi muslim
terbesar keempat didunia (setelah Indonesia, Pakistan, dan India), Bangladesh
dianggap oleh kelompok teroris Al-Qaeda sebagai basis yang strategis.
Salah satu kegiatan Al-Qaeda di Bangladesh adalah setelah suksesnya
serangan mereka di Kedutaan Besar Amerika Serikat di New Delhi. Sheikh Abdul
Salam Mohammad yang dimana merupakan Emir dari Gerakan Jihad Bangladesh
terbukti terlibat dalam pengeboman tersebut. Dan sejumlah militan jihad dari
Bangladesh juga diduga digunakan oleh Pakistan sebagai alat untuk meneror
India.
Selain di Bangladesh, Afghanistan tidak terlalu memiliki dampak besar
secara langsung terhadap kondisi politik dan juga keamanan mereka. Walaupun
begitu ketidakstabilan di Afghanistan baik langsung maupun tidak langsung jelas
akan berpengaruh kepada kondisi kemanan, ekonomi, dan juga kestabilan
diseluruh negara-negara di Asia Selatan.

C. Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan kalau Afghanistan memang memiliki pengaruh


yang besar terutama di bidang keamanan dan perpolitikan dikawasan Asia
Selatan. Dan juga perannya sebagai ladang persaingan diantara India dan
Pakistan dalam upaya kedua negara menjadi hegemon dan kekuatan utama
dikawasan Asia Selatan.
Dan juga dapat disimpulkan kalau secara garis besar kondisi yang terjadi
di

Afghanistan

lebih

berpengaruh

terhadap

persaingan

India-Pakistan

dibandingkan pengaruh langsung terhadap seluruh negara asia selatan lainnya.


Walaupun juga tidak berarti kalau Afghanistan tidak memiliki pengaruh, sebagai
contoh di Bangladesh dengan terdapatnya afiliasi kelompok Al-Qaeda yang
terdapat disana.
Sementara Afghanistan sendiri saat ini masih terkurung dalam konflik
berkepanjangan yang dimana bukan hanya berawal dari 9/11 saja melainkan
juga dari Perang Soviet-Afghanistan dan seterusnya hingga perang sipil,dll. Dan
saat ini disaat Amerika Serikat akan segera menarik seluruh kekuatan militernya
di Afghanistan, banyak yang akan mempertanyakan bagaimana masa depan
Afghanistan, dan apabila konflik terus terus terjadi apa dampaknya terhadap
negara-negara tetangganya terutama di Asia Selatan.
Jadi dapat disimpulkan, kondisi yang tidak stabil di Afghanistan akan terus
menjadi ancaman dan momok yang berbahaya bagi negara Asia Selatan lainnya,
karena dengan Afghanistan yang tidak stabil maka serangan Terorisme seperti
yang terjadi di India dan juga negara Asia Selatan lainnya akan terus terjadi. Dan
selain dari cara perbaikan internal Afghanistan itu sendiri, pengaruh eksternal
terutama India dan Pakistan akan sangat menentukan masa depan kondisi
Afghanistan secara khusus dan Asia Selatan secara umum.

Daftar Pustaka
Bajoria, Jayshree. India-Afghanistan relations. Council on Foreign Relations
Backgrounder. 2009. Delhi Policy Group. Afghanistan-India-Pakistan Trialogue: A
Report.

Gundu, Raja Karthikeya & Teresita Schaffer. India and Pakistan in Afghanistan:
Hostile spots. 2008. CSIS South Asia Monitor. #117, April 3.
Maley, William. Afghanistan and its region. In The Future of Afghanistan. 2009.
USIP: Washington, DC.
Pakistan Policy Working Group. 2008. The Next Chapter: The United States and
Pakistan.
Rubin, Barnett R. & Ahmed Rashid. From great game to grand bargain. Foreign
Affairs. 2008
Chakma, Bhumitra. South Asia in Transition: Democracy, Political Economy and
Security. 2014