Anda di halaman 1dari 2

Vegetarian di Indonesia

Masuknya pola konsumsi vegetarian di Indonesia di tandai dengan masuknya agama


Budha Maitreya pada tahun 1949 yang dibawa oleh Tan Pik Ling seorang dokter dari Taiwan, di
Malang. Mendirikan Vihara tahun 1950. Dan berkembang pesat di daerah Indonesia lainnya.
Agama Budha Maitreya memiliki kebiasaan makan dengan bervegetarian, yakni tidak
makan daging. Awalnya mereka hanya ingin menghormati aturan diagama mereka yang
melarang memakan daging, namun ternyata memiliki manfaat tersendiri dari kebiasaan
memakan makanan vegetarian untuk tubuh dan untuk bumi.
Sehari tanpa daging adalah langkah kecil dalam menanggulangi dampak global bagi
bumi, yaitu dengan menghemat 317.520 liter air, 111 kg tanaman biji-bijian, 693 m 2 lahan, 58
liter bensin, serta mencegah terbuangnya limbah kotoran ternak.
Perkembangan vegetarian di Indonesia juga menunjukkan angka yang cukup pesat
terutama dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Hal ini terlihat dari meningkatnya rumah
makan vegetarian yang berkisar enam puluhan pada tahun 1998 menjadi lebih dari tiga ratus
rumah makan pada tahun 2007. Vegetarian di Indonesia tergabung dalam suatu organisasi yang
bernama Indonesia Vegetarian Society (IVS). Jumlah vegetarian yang terdaftar pada Indonesia
Vegetarian Society (IVS) saat berdiri pada tahun 1998 sekitar lima ribu orang yang kemudian
meningkat menjadi tujuh puluh ribu anggota pada tahun 2009 (IVS, 2009). Angka ini hanya
merupakan sebagian kecil dari jumlah vegetarian yang sesungguhnya karena tidak semua
vegetarian mendaftar menjadi anggota IVS.
Di Indonesia memiliki tujuh macam jenis vegetarian yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Vegan
Vegetarian Lacto
Vegetarian Ovo
Vegetarian Lacto-Ovo
Pseudo-Vegetarian
Flexitarian
Fruitarian

Reference:

Jannah, Miftahul. 2011. Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Nongizi yang Berkaitan Dengan Kadar
Hemoglobin Vegetarian Vegan dan Nonvegan. [Artikel Penelitian]. Progam Studi Gizi
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.