Anda di halaman 1dari 1

Fisiologis Ternak

Fisiologis ternak meliputi suhu tubuh,


respirasi dan denyut jantung. Suhu tubuh
hewan homeotermi merupakan hasil
keseimbangan dari panas yang diterima
dan dikeluarkan oleh tubuh. Dalam
keadaan normal suhu tubuh ternak sejenis
dapat bervariasi karena adanya perbedaan
umur, jenis kelamin, iklim, panjang hari,
suhu lingkungan, aktivitas, pakan, aktivitas
pencernaan dan jumlah air yang
diminum. Suhu normal adalah panas tubuh
dalam zone thermoneutral pada aktivitas
tubuh terendah. Variasi normal suhu tubuh
akan
berkurang
bila
mekanisme
thermoregulasi telah bekerja sempurna dan
hewan telah dewasa. Salah satu cara untuk
memperoleh gambaran suhu tubuh adalah
dengan melihat suhu rectal dengan
pertimbangan bahwa rectal merupakan
tempat pengukuran terbaik dan dapat
mewakili suhu tubuh secara keseluruhan
sehingga dapat disebut sebagai suhu
tubuh. Respirasi adalah proses pertukaran
gas sebagai suatu rangkaian kegiatan fisik
dan kimis dalam tubuh organisme dalam
lingkungan sekitarnya. Oksigen diambil
dari udara sebagai bahan yang dibutuhkan
jaringan tubuh dalam proses metabolisme.
Frekuensi respirasi bervariasi tergantung
antara lain dari besar badan, umur,
aktivitas tubuh, kelelahan dan penuh
tidaknya rumen. Kecepatan respirasi
meningkat
sebanding
dengan
meningkatnya
suhu
lingkungan.
Meningkatnya
frekuensi
respirasi
menunjukkan meningkatnya mekanisme
tubuh
untuk
mempertahankan
keseimbangan fisiologik dalam tubuh
hewan. Kelembaban udara yang tinggi
disertai suhu udara
yang
tinggi
menyebabkan meningkatnya
frekuensi

respirasi. Frekuensi denyut nadi dapat


dideteksi melalui denyut jantung yang
dirambatakan pada dinding rongga dada
atau pada pembuluh nadinya. Frekuensi
denyut nadi bervariasi tergantung dari
jenis hewan, umur, kesehatan dan suhu
lingkungan. Disebutkan pula bahwa hewan
muda mempunyai denyut nadi yang lebih
frekuen daripada hewan tua. Pada suhu
lingkungan
tinggi,
denyut
nadi
meningkat. Peningkatan ini berhubungan
dengan peningkatan respirasi yang
menyebabkan meningkatnya aktivitas otototot respirasi, sehingga dibutuhkan darah
lebih banyak untuk mensuplai O2 dan
nutrient melalui peningkatan aliran darah
dengan jalan peningkatan denyut nadi. Bila
terjadi cekaman panas akibat temperatur
lingkungan yang tinggi maka frekuensi
pulsus ternak akan meningkat, hal ini
berhubungan
dengan
peningkatan
frekuensi respirasi yang menyebabkan
meningkatnya aktivitas otot-otot respirasi,
sehingga memepercepat pemompaan darah
ke permukaan tubuh dan selanjutnya akan
terjadi pelepasan panas tubuh. Frekuensi
Pulsus sapi dalam keadaan normal adalah
54-84 kali per menit atau 40-60 kali per
menit dan sapi muda 80-90 kali per menit.
Zona Temperatur Netral
Zona temperatur netral atau zona
termonetral (ZTN) adalah zona yang
relatif terbatas dari temperatur lingkungan
yang efektif dalam memproduksi panas
minimal dari ternak (Curtis dalam Sientje,
2003). ZTN disebut juga profil termonetral
atau
zona
nyaman
atau
zona
termopreferendum (Yousef dalam Sientje,
2003). Pada zona ini, tidak ada perubahan
dalam produksi panas dan temperatur
tubuh dapat dikontrol oleh adanya