Anda di halaman 1dari 31

AKUT ABDOMEN

Pembimbing: dr. Achmad Haryadi, Sp.B

Disusun oleh:
GUINANTI N
HERNANDO
NORA SEPTIA

PENDAHULUAN
Akut abdomen meliputi 20-40% dari
pasien rawat inap, dan 50-65% dari kasus
akut abdomen tidak memiliki diagnosis
awal yang akurat
Dalam sebuah penelitian, diperoleh data
bahwa penyebab terbanyak akut
abdomen adalah nyeri abdomen non
spesifik (33,0%), diikuti dengan
apendisitis akut (23,3%) dan kolik bilier
(8,8%).

DEFINISI
1. Akut abdomen adalah nyeri abdomen yang
datang tiba tiba dan berlangsung kurang
dari 24 jam yang terjadi karena masalah
bedah dan non bedah ( IPD UI)
2. akut abdomen adalah kondisi akut intra
abdominal yang onsetnya mendadak,
biasanya berhubungan dengan nyeri hebat
akibat peradangan, perforasi, obstruksi,
infark, atau ruptur organ abdomen, dan
umumnya membutuhkan intervensi
pembedahan (Kamus dorland)
3. Gawat abdomen atau gawat perut adalah

ETIOLOGI
berdasarkan patologi

ETIOLOGI
BERDASARKAN SISTEM ORGAN
Gangguan traktus gastrointestinal:
Nyeri abdomen non spesifik
Appendisitis
Obstruksi saluran cerna
Perforasi ulkus peptikum
Hernia inkarserata
Gangguan pada hepar, lien dan traktus biliaris:
Kolesistitis
kolangitis
Abses hepar
Ruptur tumor hepatik
Ruptur spontan lien
Gangguan traktus urinarius:
Kolik renal
Sistitis akut

Gangguan ginekologis:
Kehamilan ektopik
Endometriosis
Salpingitis akut
Tumor ovarium
Gangguan peritoneal:
Abses intra abdomen
Peritonitis tuberkulosis
Perdarahan retroperitoneal

PENYEBAB KEMATIAN PADA AKUT


ABDOMEN
Obstruksi
usus
Gangguan keseimbangan
cairan
Perforasi saluran
cerna
Peritonitis
Infeksi
Sepsis
Shock septik
Perdarahan
Shock hipovolemik

KEMATIAN

TANDA DAN GEJALA


Nyeri perut
Jenis nyeri
Letak nyeri
Sifat nyeri
Permulaan nyeri dan intensitas
nyeri(kualitas nyeri)
Posisi pasien

JENIS NYERI
Nyeri viseral

Nyeri somatik

Terjadi bila terdapat rangsangan


pada organ atau struktur dalam
rongga perut

Terjadi karena rangsangan pada


bagian yang dipersarafi saraf tepi

Nyeri biasanya dirasakan pada


bagian:
Foregut
Midgut
Hindgut

Nyeri dirasakan seperti disayat


atau ditusuk, dan pasien dapat
menunjuk dengan tepat dengan
jari lokasi nyeri.

Nyeri yang ditimbulkan


terlokalisasi dan berbentuk khas

Rangsang yang menimbulkan


nyeri dapat berupa tekanan,
rangsang kimiawi atau proses
radang

LETAK NYERI

SIFAT NYERI

Nyeri alih
Nyeri proyeksi
Nyeri kontinu
Hiperestesia
Nyeri kolik
Nyeri iskemik
Nyeri pindah

NYERI ALIH

KUALITAS NYERI

NYERI ABDOMEN ATAS


Lokasi nyeri > epigastrium

Ulkus gaster atau duodenum


Kolesistitis, kolangitis
Pankreatitis
Apendisitis (dini)
Hepatitis atau abses hepar
Extra abdomen
Pleuritis, pneumonia lobaris inferior,
pneumotoraks
Pericarditis, Infark miokard, angina

Pielonefritis, kolik renal

NYERI ABDOMEN TENGAH


Lokasi nyeri > umbilikus
Apendisitis (dini)
Obstruksi usus halus atau
gangren
Pankreatitis
Gastroenteritis
Emboli mesenterium/thrombosis
Diseksi aorta
Adenitis mesenterik
Divertikulitis sigmoid (dini)

NYERI ABDOMEN BAWAH


Lokasi nyeri > hipogastrium
Obstruksi kolon atau
gangren
Apendisitis
Adenitis mesenterik
Divertikulitis
Abses piosalping yang
pecah
Torsio tuboovarian
Kehamilan ektopik

DIAGNOSIS
Anamnesis
Permulaan nyerinya (kapan mulai, mendadak atau berangsur)
Keparahannya dan sifatnya (seperti ditusuk, tekanan, terbakar,
irisan atau bersifat kolik)
Lama nyeri bisa memberikan gambaran apakah termasuk akut,
subakut, atau kronis.
Dan faktor yang mempengaruhinya seperti memperingan atau
memperberat nyeri, misalnya sikap tubuh, makanan, minuman,
nafas dalam, batuk, bersin, defekasi, dan miksi.
Posisi pasien dalam mengurangi nyeri dapat menjadi petunjuk.
Pertanyaan mengenai defekasi, miksi daur haid, dan gejala lain
seperti keadaan sebelum serangan akut abdomen harus
dimasukkan dalam anamnesis

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi:
Distensi abdomen: gas/cairan usus karena ileus
paralitik atau obstruksi
Pelebaran vena: penyakit liver
Peristalsis usus yang terlihat: obstruksi
Cullens sign, Grey Turners sign: pankreatitis
Auskultasi
Seluruh kuadran abdomen: frekuensi dan nada bising usus
Perkusi
Dimulai dari daerah bebas nyeri, dilakukan secara hatihati (terutama pada anak)
Palpasi
Dimulai dari daerah bebas nyeri, sampai lokasi nyeri
maksimal, dilakukan secara hati-hati

Perkusi
Nyeri ketok dan bunyi timpani yang
disebabkan distensi usus

Auskultasi tidak memberikan gejala


pada akut abdomen.
Pemeriksaan rectal toucher atau
perabaan rektum dengan jari telunjuk
juga merupakan pemeriksaan rutin
untuk mendeteksi adanya trauma
rektum atau keadaan ampulla recti
apakah berisi faeces atau teraba tumor.

TANDA-TANDA PENTING

Rovsings sign
Psoas sign
Obturator sign
Dunphys sign
Blumberg sign
McBurney sign
Murphy sign
Cullen sign
Chandelier sign
Kehr sign
Grey-Turner sign

TANDA PEMERIKSAAN FISIK AKUT


ABDOMEN

Peritonitis

Pasien tidak bergerak, BU


hilang, nyeri gerak, nyeri batuk,
nyeri tekan, defans muskuler,
nyeri lepas, tanda infeksi umum

Perforasi organ rongga

Peritonitis disertai hilangnya


pekak hati

Massa inflamasi/abses

Teraba massa yang nyeri


(abdomen, pelvis, rektal), tanda
khusus (Murphy s sign,
obturator sign

Obstruksi usus

Distensi perut, peristaltik yang


tampak, nyeri menyeluruh
tanpa nyeri lepas
Metallic sound

Ileus paralitik

Distensi perut, bising usus


melemah atau hilang, tanpa
nyeri tekan lokal

Iskemia/strangulasi

Nyeri hebat tanpa nyeri tekan

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Lab
Hb
Leukosit- infeksi?
Serum amilase - trauma pankreas atau perforasi usus
halus?
Transaminase - trauma pada hepar?
Pemeriksaan urine rutin- Hematuria Trauma saluran
kemih?

Pemeriksaan radiologi

Foto thoraks
Foto abdomen
Intravenous Pyelogram - trauma ginjal?
Pemeriksaan Ultrasonografi dan CT-scan
Abdominal paracentesis- pendarahan peritonium
Pemasangan nasogastric tube (NGT)- cairan lambung

Tabel Indikasi tindakan pembedahan segera pada pasien


dengan akut abdomen
Pemeriksaan Fisik
Dinding abdomen yang tegang, terutama jika menyebar
Nyeri yang semakin bertambah parah
Distensi abdomen yang progresif
Adanya massa pada abdomen atau rektum with demam tinggi dan hipotensi
Perdarahan rektum dengan syok atau asidosis
Septikemia (demam tinggi, leukositosis, perubahan status mentalis, atau
peningkatan intoleransi glukosa pada pasien dengan diabetes)
Perdarahan (syok yang tidak jelas sumbernya, hematokrit yang menurun)
Dicurigai iskemia (asidosis, demam, tachycardia)
Perburukan pada terapi konservatif
Pemeriksaan Radiologis
Pneumoperitoneum
Distensi usus progresif
Ekstravasasi kontras
Oklusi mesentrium pada angiograf
Pemeriksaan Endoskopi
Perporasi atau perdarahan yang tidak terkontrol
Parasentesis
Darah, cairan empedu, pus, isi usus, atau urine

PENATALAKSAAN AKUT
ABDOMEN
Tujuan penatalaksaan akut abdomen ada dua;
Penyelamatan jiwa pasien
Meminimalisasi kemungkinan cacat fungsi fisiologis alat
cerna penderita

Penatalaksanaan secara umum


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Puasa
Dekompresi lambung dengan NGT
Rehidrasi
Kateter
Px lab dan rontgen
Antibiotika dan analgesik
Penentuan tindakan bedah,dan perawatan pasca bedah

KESIMPULAN
Nyeri abdomen akut merupakan gejala yang
sering membawa pasien datang ke unit gawat
darurat dan merupakan keluhan utama yang paling
sering ditemukan pada pasien dengan pembedahan
pada abdomen.
Kondisi yang menyebabkan akut abdomen dapat
menyebabkan komplikasi yang serius bahkan hingga
kematian jika diagnosis dan terapi yang tepat
terlambat diberikan.Oleh sebab itu,penting dalam
mendiagnosa asal nyeri abdomen tersebut serta
penanganan yang tepat dan cepat dibutuhkan
dalam menghadapi kasus akut abdomen ini.

TERIMAKASIH