Anda di halaman 1dari 47

Definisi

ketuban pecah spontan dan tidak diikuti tanda-

tanda persalinan
ada teori yang menghitung beberapa jam sebelum
inpartu, misalnya 1 jam atau 6 jam sebelum inpartu.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran
pembukaan servik pada kala I, primigravida 3 cm,
multigravida kurang dari 5 cm.
KPD dapat diartikan sebagai pecahnya ketuban
pada saat fase laten sebelum adanya his.

Insidensi
8 - 10 % dari semua kehamilan
cukup bulan 95 %
pada kehamilan preterm 34 % semua

kelahiran prematur

Etiologi dan Patogenesis


Ketuban pecah dalam persalinan secara umum

disebabkan oleh kontraksi uterus dan


peregangan berulang.
Degradasi kolagen dimediasi oleh matriks
metaloproteinase (MMP) yang dihambat oleh
inhibitor jaringan spesifik dan inhibitor protease.
Aktivitas degradasi proteolitik ini meningkat
menjelang persalinan.
Melemahnya kekuatan selaput ketuban ada
hubungannya dengan pembesaran uterus,
kontraksi rahim, dan gerakan janin, perubahan
biokimia pada selaput ketuban.

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS :


Phospholipids
Bakteri

WBC

Phospholipase

Asam arakhidonat
Lipoxygenase

Leukotriens

Sitokin

Cyclo-oxygenase

Prostaglandins

Infeksi dan inflamasi peningkatan aktivitas


IL-1 dan prostaglandin kolagenase
depolimerisasi kolagen pada selaput
korion/amnion

Faktor predisposisi untuk terjadinya KPD

antara lain

Faktor umum :
Infeksi STD, Faktor sosial : perokok, peminum,
keadaan sosial ekonomi rendah.
Faktor keturunan :
Kelainan genetik, Faktor rendahnya vitamin C
dan ion Cu dalam serum
Faktor obstetrik :
Overdistensi uterus (kehamilan kembar dan
hidramnion), Servik inkompeten, Servik konisasi,
DKP
Tidak diketahui sebabnya

Diagnosis
Anamnesa
Basah pada vagina
Cairan yang banyak

secara tiba-tiba dari jalan


lahir atau ngepyok.
His belum teratur atau
belum ada

Inspeksi
Tampak keluarnya cairan

dari vagina
Inspekulo
Keluar

cairan dari OUE

Pemeriksaan dalam
cairan di dalam vagina (+)
selaput ketuban sudah tidak ada lagi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Tes Lakmus (tes Nitrazin) (+) alkalis
Mikroskopik (tes pakis) gambaran daun
pakis
ultrasonografi (USG) cairan ketuban yang

sedikit

Komplikasi
Komplikasi pada ibu
Infeksi korioamniotik

Komplikasi pada janin


Prematuritas
Infeksi
Sindrom deformitas janin
Hipoksia dan asfiksia
Prolaps tali pusat
Malpresentasi

KOMPLIKASI :
Komplikasi pada Ibu :
1. Infeksi Korioamniotik
Diagnosis khorioamnionitis : demam (37,8 C), dan
sedikitnya dua gejala berikut yaitu takikardi baik
pada ibu maupun janin, uterus yang melembek, air
ketuban keruh dan berbau busuk, ataupun
leukositosis
Insidensi 10%, meningkat menjadi 40% setelah 24
jam

2. Abruptio Plasenta
3. Sectio Cesaria

Penatalaksanaan
Tergantung pada :
umur kehamilan
ada tidaknya tanda-tanda
infeksi pada ibu

Kehamilan Aterm > 37


Minggu
Antibiotik profilaksis
Bila 6 jam belum terjadi

persalinan Induksi
(bila tidak ada kontra
indikasi)

Kehamilan Preterm < 37


Minggu
Pemberian tokolitik
Pemberian antibiotik profilaksis
Tidur posisi tredelenberg + jangan

VT
Diberikan kortikosteroid
Awasi kondisi janin & ibu
Tanda-tanda infeksi intrauterin
terminasi

Prognosis
Tergantung cara penatalaksanaan
komplikasi-komplikasi yang mungkin

timbul
umur dari kehamilan
Makin lama kehamilan berlangsung dg KPD
makin me mortalitas janin

IDENTITAS PENDERITA
Nama

:
:
:
:

Ny. J
Umur
36 tahun
Pekerjaan
Ibu Rumah Tangga
Alamat
Pundung Gede, RT 01/15
Kadipiro Banjarsari
Status Perkawinan
: Menikah
HPMT
: 4 Februari 2008
HPL
: 11 November 2008
UK
: 38 minggu
Tgl Masuk
: 28 Oktober 2008

Keluhan Utama
Keluar air kawah sejak 3 jam yang
lalu dari jalan lahir

Riwayat Penyakit
Sekarang
Datang seorang G8P6A1, 36 thn, UK 38 mgg
dengan keluhan air kawah keluar sejak 3 jam yang
lalu, pasien juga mengeluhkan keluar darah dari
jalan lahir. Pasien merasa hamil 9 bulan, kencengkenceng teratur belum dirasakan, gerakan janin
masih dirasakan, lendir darah (+), pandangan
kabur (-), pusing (-), kejang (-).

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat Hipertensi
Riwayat Diabetes Mellitus

: Disangkal
: Disangkal
Riwayat Penyakit Jantung : Disangkal
Riwayat Asma
: Disangkal
Riwayat Alergi Obat/makanan : Disangkal

Riwayat Fertilitas & Obstetri


Baik
Riwayat Ante Natal Care (ANC)
Teratur, di bidan
Riwayat Haid
Menarche
: 12 tahun
Lama menstruasi
: 7 hari
Siklus menstruasi
: 28 hari
Riwayat Perkawinan
Menikah 1 kali, 19 tahun dengan suami sekarang
Riwayat KB
Tidak KB

Pemeriksaan Fisik
Status Interna
Keadaan Umum

Baik, CM, Gizi kesan cukup

Tanda Vital :

Tensi
Nadi
Rr
Suhu

:120/90 mmHg
: 80 x / menit
: 2 2 x/menit
: 36, 0C

Pemeriksaan Fisik

Kepala
Mata
THT
Leher

meningkat
Thorax
: Cor/Pulmo dbn

: Mesocephal
: CA (-/-), SI(-/-)
: dbn
: Glandula tiroidea tidak
membesar, JVP tidak

Pemeriksaan Fisik
Abdomen

Inspeksi

: Distended, dinding perut


> dinding dada
Auskultasi : Peristaltik (+) normal
Palpasi
: Tegang, NT (-), hepar
dan lien sulit dievaluasi
Perkusi
: Pekak
Genital
Ekstremitas

dingin

: darah (+), lendir (+)


: oedema

Akral

Pemeriksaan Fisik
Status Obstetri
Inspeksi

Wajah
: Cloasma gravidarum (+)
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Thorax
: Glandula mammae dbn,
areola
mamae hiperpigmentasi (+)
Abdomen : Striae gravidarum (+)
Genetalia Eksterna : V/U tenang, lendir
darah
(+), peradangan (-), tumor (-)

Pemeriksaan Fisik
Palpasi
Abdomen

: distended, NT (-), TFU 2 jari


di bawah proc xyphoideus, His (-)
Pemeriksaan Leopold :
Leopold I
: TFU 2 jari di bawah proc
xyphoideus, fundus uteri teraba lunak
Leopold II : teraba punggung janin di sebelah
kiri membujur dari atas ke bawah
Leopold III : Teraba benda bulat dan keras
Leopold IV : kepala masuk panggul < 1/3
bagian

Pemeriksaan Fisik
Auskultasi
Denyut Jantung Janin (+) Reguler

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Inspekulo
V/U tenang, dinding vagina dbn, portio utuh
mencucu, keluar cairan jernih dari OUE,
tidak berbau, darah (+), lendir (+), nitrasin
test (+),

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Darah tanggal 28 Oktober 2008

Hb
Hct
AE
AL
AT
Gol Darah
GDS

: 10,5 gr/dl
: 27,9 %
: 3,46x 103/uL
: 9,7 x 103/uL
: 241 x 103/uL
:B
: 98 mg/dl

Ureum
: 17mg/dl
Kreatinin : 0,7 mg/dl

Protein Total
Albumin
SGOT
SGPT
Na
K
Cl

:
:
:
:
:
:
:

7,0mg/dl
3,1mg/dl
20 ug/dl
19 ug/dl
141 mmol/ L
3,6 mmol/ L
109mmol/ L

Pemeriksaan Penunjang
USG tanggal 28 Oktober 2008
Tampak janin tunggal, intra uteri, memanjang,
preskep, puki, DJJ (+)
Plasenta insersi di korpus depan grade II-III, AK kesan
cukup, tidak tampak jelas kelainan kongenital
Kesimpulan : saat ini janin dalam keadaan baik

Kesimpulan
Seorang G8P6A1, 36 tahun, UK 38 minggu
dengan riwayat fertilitas baik, riwayat obstetri
baik, janin tunggal, intra uteri, memanjang,
punggung kiri, presentasi kepala, kepala masuk
panggul < 1/3 bagian , his (-), denyut jantung
janin (+) regular, pembukaan (-), nitrasin test (+)

DIAGNOSIS AWAL
Ketuban Pecah Dini (KPD) 3 jam pada
Grandemultipara Hamil Aterm belum
dalam persalinan dengan cukup anak

PROGNOSIS
Dubia

Terapi
Mondok VK
Observasi 10
Evaluasi 3 jam lagi (04. 00)
NST
Siapkan darah 1 kolf
Antibiotik profilaksis

Evaluasi (jam 04. 00)


KU
VS

menit

: baik, CM, gizi kesan cukup


: T : 120/80 mmHg
Rr: 20 x/
N :88 x/ menit

t :

36,70C
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Thorax : cor/pulmo dbn
Abdomen : supel, NT (-), his (-), DJJ
156 reguler
Genital : darah (+)

Evaluasi (jam 04. 00)


VT

:V/U tenang, dinding vagina dbn,


portio lunak ditengah, pembukaan (-),
efficement 40%,KK belum dapat dinilai, preskep,
kepala turun di HI-II, penunjuk belum bisa
dinilai, AK (+) jernih, tidak berbau, STLD (+),
Bishop Skor 5

Dx

: KPD 7 jam potensial infected pd


Grandemultipara Hamil Aterm bdp dengan cukup
anak.
Tx
: Induksi oksitosin drip
Evaluasi setelah botol I habis

Evaluasi (jam 09. 00)


KU
: baik, CM, gizi kesan cukup
VS
: T : 110/80 mmHg
Rr : 20 x/ menit

N : 84 x/ menit
t : 36,60C
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Thorax
: cor/pulmo dbn
Abdomen : supel, NT (-), his (-), DJJ 152 reguler
Genital
: darah (+)
Dx
: KPD 12 jam potensial infected pada

Grandemultipara dalam induksi


oksitosin
5 IU/500 D5% Hamil Aterm bdp
dengan
cukup anak
Tx
: Usul induksi oksitosin 5 IU/botol II
Evaluasi 4 jam lagi

Evaluasi (jam 13. 00)


KU
: baik, CM, gizi kesan cukup
VS
: T : 120/80 mmHg
Rr : 20 x/ menit

N : 84 x/ menit
t : 36,60C
Mata
: CA (-/-), SI (-/-)
Thorax
: cor/pulmo dbn
Abdomen : supel, NT (-), his (+) 1x/10 menit/40,

DJJ
152 reguler
Genital
: darah (+)
VT
: V/U tenang, dinding vagina dbn,
portio lunak, 1cm, efficement 50%, KK belum
dapat dinilai, preskep, kepala turun di HI-II,
penunjuk belum dapat dinilai, AK (+) jernih,
tidak berbau, STLD (+)
Dx
: Induksi gagal pada KPD 17 jam
potensial infected pada Grandemultipara Hamil
Aterm bdp dengan cukup anak
Tx
: SCTP Emergency + MOW

Jam 14. 00

Lahir per abdominal bayi perempuan


2300 gram PB 32 cm, LK/LD 33/33 cm,
Anus (+) Apgar score 8-9-10.

Instruksi post operasi


Awasi KU, tanda vital, balance cairan/6 jam
Awasi tanda perdarahan, transfusi jika Hb < 10 g/dl
Mobilisasi bertahap
Medikamentosa

:
IVFD RL:D5%:NaCl 10 1: 2: 1
Injeksi Cefotaxim 1 g/12 jam
Injeksi Metronidazole 500 g/ 8 jam
Injeksi Alinamin F 1 amp/ 8 jam
Injeksi Tramadol 1 amp/ 8 jam
Injeksi Vit C 1 amp/ 8 jam
Injeksi B Complex 2 cc/ 24 jam

Follow up tanggal 1 November


2008
Post SCTP Emergency + MOW DPH
KU
: baik, CM, gizi kesan cukup
IV
VS
: T : 120/80 mmHg Rr : 20 x/ menit
N :84 x/ menit
t : 36,50C
: CA (-/-), SI (-/-)
: cor/pulmo dbn
: supel, NT (-), luka operasi tertutup verband
: darah (-)
: Gagal induksi pada KPD 17 jam potensial
infected pada Grandemultipara Hamil Aterm belum dalam
persalinan dengan cukup anak
Tx
: Cefadroxil 2 x 500 mg
Metronidazole 3 x 500 mg
Vit C 3 x 200 mg
Ferobion 1 x 1

Mata
Thorax
Abdomen
Genital
Dx

ANALISIS KASUS
A.

Analisis Kasus Diagnosis


1. Diagnosis KPD dapat ditegakkan dari :

- Anamnesis : keluar air kawah sejak 3


jam yang lalu dari jalan
lahir.

- Pmx fisik : his (-), pembukaan (-),


nitrasin test (+)

ANALISIS KASUS
A.

Analisis Kasus Diagnosis Analisis Kasus


Diagnosis
2. Diagnosis pada grandemultipara
ditegakkan dari :
- Anamnesis : pasien telah hamil 8 kali,
mempunyai 6 orang anak , 1 kali
mengalami abortus

Analisis Kasus Diagnosis


A.

Analisis Kasus Diagnosis


3. Diagnosis belum dalam persalinan
ditegakkan dari :
- Anamnesis : belum merasakan kencengkenceng teratur.
- Pemeriksaan fisik : his (-), pembukaan (-)

Analisis Kasus Diagnosis


A.

Analisis Kasus Diagnosis


4. Diagnosis cukup anak ditegakkan dari :
anamnesa pasien telah mempunyai 6 orang
anak hidup.

ANALISIS KASUS
B. Analisis Kasus Penatalaksanaan
1. Pasien ini diberikan terapi antibiotik sebagai
terapi profilaksis karena KPD mempunyai
resiko untuk terjadinya infeksi
2. Pada pasien ini dievaluasi 3 jam lagi,
setelah ketuban pecah 3 jam
sebelumnya
3. Namun setelah evaluasi selama 6 jam tidak
didapatkan tanda-tanda persalinan
diusulkan induksi dengan drip oksitosin 5 IU
dalam 500 cc D5%

ANALISIS KASUS
B. Analisis Kasus Penatalaksanaan
3. Induksi II dengan drip oksitosin 5 IU dalam D5% ,
karena induksi yang pertama gagal, hal ini ditandai
dengan tidak adanya pembukaan
4. Diusulkan sectio caesarea emergency karena terjadi
kegagalan pada induksi yang ke II, dan diusulkan
MOW karena pasien telah memiliki cukup anak