Anda di halaman 1dari 46

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Museum Geologi


Museum geologi awalnya berfungsi sebagai laboratorium dan tempat
penyimpanan hasil penyelidikan geologi dan pertambangan dari berbagai
wilayah Indonesia lalu berkembang lagi bukan saja sebagai sarana penelitian
namun berfungsi pula sebagai sarana pendidikan, penyedia berbagai informasi
tentang ilmu kebumian dan objek pariwisata.
Pergeseran fungsi museum seirama dengan kemajuan teknologi adalah
menjadikan museum geologi sebagai :
1. Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan bumi dan usaha
pelestariannya.
2. Tempat orang melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan. Dimana
Museum

Geologi

sebagai

pusat

informasi

ilmu

kebumian

yang

menggambarkan keadaan geologi bumi Indonesia dalam bentuk kumpulan


peraga.
3. Objek geowisata yang menarik.
Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati
lantai I dan II.

2.1.1 Lantai 1
Terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah,
Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur.
1. Ruang Orientasi
Berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar
yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk
animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan
pendidikan dan penelitian.

2. Ruang Sayap Barat


Dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari
beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :

Hipotesis terjadinya bumi di dalam sistem tata surya.

tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia; diujudkan


dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi aktif

Keadaan geologi sumatera,Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta


Irian Jaya
Selain maket dan panel-panel informasi, masing-masing bilik di
ruangan ini juga memamerkan beragam jenis batuan (beku, sedimen,

malihan) dan sumberdaya mineral yang ada di setiap daerah.Dunia


batuan dan mineral menempati bilik di sebelah baratnya, yang
memamerkan

beragam

jenis

batuan,

mineral

dan

susunan

kristalografinya dalam bentuk panel dan peraga asli. Masih di dalam


ruangan

yang

sama,

dipamerkan

kegiatan

penelitian

geologi

Indonesia termasuk jenis-jenis peralatan/perlengkapan lapangan,


sarana pemetaan dan penelitian serta hasil akhir kegiatan seperti peta
(geolologi, geofisika, gunung api, geomorfologi, seismotektonik dan
segalanya) dan publikasi-publikasi sebagai sarana pemasyarakan
data dan informasi geologi Indonesia.
Ujung ruang sayap barat adalah ruang kegunung apian, yang
mempertunjukkan keadaan beberapa gunungapi aktif di Indonesia
seperti : Tangkuban Perahu, Krakatau, Galunggung, Merapi dan Batu.
Selain panel-panel informasi ruangan ini dilengkapi dengan maket
kompleks Gunungapi Bromo-Kelut-Semeru. Beberapa contoh batuan
hasil kegiatan gunung api tertata dalam lemari kaca.

3. Ruang Sayap Timur


Ruangan

yang

mengambarkan

sejarah

pertumbuhan

dan

perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga moderen, yang


mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan.
Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali
dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5
milyar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitifpun belum
ditemukan. Beberapa milyar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah
mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa

jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam


bentuk fosil
Reptilia

bertulang-belakang

berukuran

besar

yang

hidup

menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir (210-65 juta tahun


lalu) diperagan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn
(Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m,
tinggi 6,5 m dan berat 8 ton.Kehidupan awal di bumi yang dimulai
sekitar 3 milyar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi
hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada Jaman
Tersier (6,5-1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu hingga
sekarang) di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang
menyusui (gajah, badak, kerbau, kuda nil) dan hominid yang
ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau
Jawa.
Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di
Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di
dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak
yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaanpurba dari waktu ke waktu.Penampang stratigrafi sedimen Kuarter
daerah Sangira, Trinil dan Mojokerto (Jawa Timur) yang sangat berarti
dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan
dalam bentuk panel dan maket.
Sejarah

pembentukan

Danau

Bandung

yang

melegenda

ditampilkan dalam bentuk panel di ujung ruangan. Fosil ular dan ikan
yang ditemukan pada lapisan tanah bekas Danau Bandung serta
artefak diperagakan dalam bentuk aslinya. Artefak yang terkumpul dari
beberapa tempat di pinggiran Danau Bandung menunjukkan bahwa
sekitar 6000 tahun lalu danau tersebut pernah dihuni oleh manusia
prasejarah.Informasi lengkap tentang fosil dan sisa-sisa kehidupan

masa lalu ditempatkan pada bilik tersendiri di Ruang Sejarah


Kehidupan. Informasi yang disampaikan diantaranya adalah proses
pembentukan fosil, termasuk batubara dan minyak bumi, selain
keadaan lingkungan-purba.

2.1.2 Lantai II
Terbagi menjadi 3 ruangan utama: ruang barat, ruang tengah dan ruang timur
Ruang barat dipakai oleh staf museum.
Sementara ruang tengah dan ruang timur di lantai II yang digunakan untuk
peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia.
Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang
terletak di Pegunungan Tengan Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang
mempunyai cadangan sekitar 1,186 milyar ton; dengan kandungan tembaga
1,02%, emas 1,19 gram/ton dan perak 3 gram/ton. Gabungan beberapa
tambang terbuka dan tambang bawahtanah aktif di sekitarnya memberikan
cadangan bijih sebanyak 2,5 milyar ton.

Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang


ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat
dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik.
Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam
lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi
juga diperagakan di sini.

Ruang Timur
Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi
tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia,
khususnya di Indonesia.

Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau


batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di
Indonesia.

Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi


sumberdaya mineral

Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan seharihari, baik secara tradisional maupun moderen.

Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral


dan energi

Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi


(aspek negatif) seperti tanah longksor, letusas gunungapi dan sebagainya.

Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama


berkaitan dengan gejala kegunungapian.

Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga


pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.

2.2. Proses Pembentukan Bumi

Berubahnya nebula menjadi Matahari dan Planet memulai era evolusi sistem
Tata Surya. Dalam pembentukan planet, masing-masing berevoluis sesuai jalannya
masing-masing. Untuk Bumi dan planet-planet terrestrial yang lain, sejarah ini dimulai
dengan putaran, tabrakan, dan pergolakan awan dari planetisimal. Setelah planetisimal
terbentuk, kemudian dengan cepat diikuti dengan pembentukan planet. Planetisimal
yang berpindah dalam orbitnya, mereka mengumpulkan planetisimal-planetisimal yang
lebih kecil dalam proses atraksi gravitasi. Kemudian planetisimal yang lebih besar ini
bertumbukan dan bersatu untuk menjadi awal mula sebuah planet. Sebagai proses
akumulasi berjalan, pertumbuhan planet secara berangsur menyapu seluruh puingpuing yang melayang-layang di sekitar orbitnya.
Jika kita berdiri di permukaan Bumi yang saat itu sedang dalam proses
pembentukannya, kita akan menyaksikan kejadian yang spektakuler. Hujan puing-puing
dengan konstan menghantam permukaan, secara terus-menerus menambah massa
planet. Selama periode ini, yang disebut pemboman besar (great bombardment),
sejumlah besar energy kinetic yang disebabkan oleh batu-batuan yang jatuh ke bumi itu
dikonversi menjadi panas, yang ditambahkan pada terbentuknya planet baru.
Dari beberapa catatan, permukaan planet akan berpijar terang berwarna merah
akibat adanya akumulasi panas dan dampak besar ini akan disertai oleh percikan
batuan cair yang spektakuler. Meskipun dalam kasus ini, Bumi, penambahan material
sudah tidak secepat saat baru terbentuknya, akan tetapi proses ini tidak berhenti begitu
saja. Setiap saat kita melihat meteor (yang sering disebut bintang jatuh), contohnya,
maka kita melihat sebuah objek besar yang telah ditambahkan ke dalam planet kita.
Scientis mengestimasi bahwa massa Bumi tumbuh dari 20.000 kg per hari dari
penambahan materi dari luar Bumi.

2.2.1 Proses Diferensiasi


Setiap kali planetisimal lain mengenai Bumi muda, semua energy kinetic dan energy
potensial dikonversi menjadi panas. Panas itu didifusikan ke suluruh bagian planet.
Permukaan Bumi berpijar merah panas dan bagian dalamnya mencapai temperature
ribuan derajat. Akhirnya, baik bumi mencair sepenuhnya atau dipanaskan pada suhu
yang cukup tinggi. Materi yang berat (densitasnya tinggi) seperti besi dan nikel
tenggelam di bawah gaya gravitasi menuju pusat planet, sedangkan yang lebih ringan,
materi yang densitasnya lebih kecil mengapung di atas, Hasil dari proses ini disebut
diferensiasi, yang kemudian saat ini planet-planet terrestrial memiliki struktur berlapislapis yang berbeda (struktur Bumi ada pada gambar di bawah ini).
Jika dirasakan, apa yang terjadi pada planet-planet tersebut dahulu kala tidak
begitu berbeda dengan apa yang terjadi pada campuran minyak dan air yang dikocok

dan kemudian didiamkan. Akhirnya, minyak yang lebih ringan akan mengapung atau
mengambang dan air yang lebih berat tenggelam ke dasar di bawha pengaruh gravitasi.
Bumi juga dipisahkan dalam lapisan-lapisan yang berbeda densitasnya ketika
mengalami diferensiasi.
Pusat Bumi, dengan radius sekitas 3400 kilometer (2000 mil), adalah inti, yang
terbentuk dari logam besi dan nikel. Temperatur pada pusat Bumi mencapai 5000 0C,
akan tetapi tekanan cukup tinggi yaitu sekitar 3.5 miliyar gram per sentimeter kubik,
dengan besi dan nikel pada inti dalam berupa padatan (solid). Sedikit lebih luar, yaitu di
inti luar (outer core) tekanannya lebih rendah, sehingga bagian tersebut terdiri dari besi
dan nikel dalam bentuk liquid.
Inti Bumi dilapisi oleh lapisan tebal yang disebut mantel, yang kaya dengan
unsure-unsur oksigen, silicon, magnesium, dan besi. Ikatan metalik mendominasi di inti,
akan tetapi di mantel menunjukkan mineral dengan ikatan ionic yang mengikat antara
oksigen yang bermuatan negates dan silicon, magnesium, dan ion lain yang bermuatan
positif. Batuan di mantel komposisinya mirip dengan batuan di permukaan, akan tetapi
materi dengan tekanan tinggi ini di-pack bersama sehingga densitasnya lebih besar.
Pada Bumi bagian luar terdapat lapisan kerak Bumi (crust), yang tersusun dari
materi-materi yang lebih ringan. Ketebalan kerak bumi sekitar 10 km pada kerak
samudra dan 70km pada kerak benua. Kerak adalah lapisan yang dari Bumi yang
memungkinkan adanya kontak dengan manusia dan lapisan ini merupakan sumber
dari hampir seluruh batuan dan mineral yang kita gunakan dalam hidup kita.

2.3 PENGERTIAN TATA SURYA

Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri dari sebuah bintang besar
yang disebut matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya grafitasinya. Objekobjek tersebut adalah delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit
berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan
benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya (Solar System) atau yang
juga disebut keluarga matahari (The sun and its family) adalah suatu sistem yang teridiri
dari Matahari sebagai pusar Tata Surya itu dan di kelilingi dengan planet-planet, komet
(bintang

berekor),

meteor

(bintang

beralih),

satelit,

dan

asteroid.

2.4 TERBENTUKNYA TATA SURYA


Ada sekian banyak teori yang dicetuskan oleh para ahli, namun saya akan berbagi
beberapa

teori

yang

paling

dipercaya

dunia

internasional:

2.4.1 Teori Nebule (Teori Kabut)oleh Immanuel Kant (1749-1827) dan Piere Simon
de Laplace (1796)
Matahari dan planet berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagat raya,
karena pilinannya itu berupa kabut yang membentuk bulat seperti bola yang besar,
makin mengecil bola itu makin cepat putarannya. Akibatnya bentuk bola itu memepat
pada kutubnya dan melebar di bagian equatornya bahkan sebagian massa dari kabut
gas pada menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk gelang-gelang di sekeliling
bagian utama kabut itu, gelang-gelang tersebut kemudian membentuk gumpalan pada,
nah inilah yang disebut planet-planet dan satelitnya. Sedangkan bagian tengah yang
berpijar tetap berbentuk gas pijar yang kita lihat sekarang sebagai matahari.
Teori ini telah dipercaya umat manusia selama kira-kira 100 tahun, tetapi sekarang telah
banyak ditinggalkan karena 2 alasan di bawah ini:

Tidak mampu memberikan jawaban-jawaban kepada banyak hal atau masalah di


dalam tata surya kita

Karena munculnya banyak teori yang lebih memuaskan

2.4.2 Teori Planetesimal oleh Ahli Geologi Thomas C. Chamberlin (1843-1928) dan
Seorang Astronom Forest R. Moulton (1872-1952)
Tata Surya kita terbentuk akibbat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan
Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan
terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari,
menarik materi berulang kali dari matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan
terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari matahari.
Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit,
mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka
sebut planetisimal dan beberapa yang besar disebut protoplanet. Objek-objek tersebut
bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa
materi lainnya menjadi komet dan asteroid.
2.4.3Teori Pasang Surut oleh Dua Orang yang Berasal dari Inggris yaitu Sir James
Jeans (1877-1946) dan Harold Jeffreys (1891)
Planet dianggap berbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada matahari.
Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari
matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka yang
kemudian terkondensasi menjadi planet.
Setelah Bintang itu berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan
matahari terjadi proses pasang surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut akibat
gaya tarik bulan. Sebagian massa matahari itu membentuk cerutu itu terputus-putus
membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda,
gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.

Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya
merpakan planet-panet kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari
matahari yang berbentuk cerutu itu makan besarnya planet-planet ini berbeda-beda.
Namun Astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang
sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian astronom Henry Norris Rusell
mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.
2.4.4Teori Awan Debu oleh carl Von Weizsaeker (1940) yang Kemudian
Disempurnakan oleh Gerard P Kuiper (1950)
Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu
mengalami ppemampatan, pada proses pemampatan tersebut partikel-partikel debu
tertarik ke bagian pusat awan itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin dan
kemudian membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya.
Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling menekan dan menimbulkan panas
dan berpijar, bagian inilah yang menjadi matahari. Sementara bagian yang luar berputar
sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan yang lebih kecil, gumpalan
kecil ini berpilin pula dan membeku kemudian menjadi planet-planet.
2.4.5Teori Bintang Kembar oleh Fred Hoyle (1915-2001)
Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan
yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu
terperangkap oleh gravitasi bintang yang tudak meledak dan mulai mengelilinginya.

2.5 Masa Zaman purba


2.5.1 Zaman Arkaikum
Zaman ini merupakan zaman tertua yang diperkirakan beruasia 2500 juta
tahun. Pada zamna ini keadaan bumi belum setabil dan masih panas. Kulit bumi
dalam proses pembentukan dan pada zaman ini belum ada tanda-tanda kehidupan.
2.5.2 Zaman Paleozoikum
Zaman ini diperkirakan berusia 340 juta tahun. Keadaan bumi belum setabil
masih berubah-ubah. Zaman ini juga disebut zaman primer karena mulai ada tandatanda kehidupan.
Beberapa kejadian penting yang terjadi dalam kurun waktu tersebut adalah tiga
kepunahan masa utama. Kepunahan adalah total hilangnya seluruh anggota
spesies atau kelompok takson yang lebih tinggi. Kepunahan massa adalah
kepunahan dalam jumlah besar yang di alami spesies atau kolompok takson lebih
tinggi yang tejadi dalam kurun waktu hanya beberapa juta tahun.
Zaman ini dibagi menjadi 5 bagian, yaitu:
a. Cambrium
Kambrium adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar
542 1,0 jtl (juta tahun lalu) dan berakhir pada sekitar 488,3 1,7 juta tahun yang
lalu. Mulai muncul adanya tanda-tanda kehidupan di bumi, seperti : kerang dan
ubur-ubur. Periode ini merupakan periode pertama era Paleozoikum. Kelimpahan
makhluk hidup yang di temukan pada periode ini kemungkinan berhubungan
dengan evolusi skeleton (rangka). Hal tersebut di tunjukan oleh fosil hewan
ditemukan yang mempunyai skleton
b. Silur
Silur adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir
periode Ordovisium, sekitar 443,7 1,5 juta tahun lalu, hingga awal periode Devon,
sekitar 416,0 2,8 juta tahun yang lalu. Mulai ada tanda-tanda kehidupan hewan
bertulang belakang tertua. Seperti : ikan.
pelindung di sebelah luar. Dalam era Paleozoik mulai terjadi penguasaan daratan
oleh makhluk hidup.
c. Devon
Devon adalah periode pada skala waktu geologi yang termasuk dalam era
Paleozoikum dan berlangsung antara 416 2,8 hingga 359,2 2,5 juta tahun yang
lalu. Mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang jenis amphibi tertua.
d. Karbon
Karbon adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung
sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 2,5 juta tahun yang lalu hingga awal
periode Perm sekitar 299,0 0,8 juta tahun yang lalu. Nama "karbon" diberikan
karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini yang ditemukan di Eropa Barat.

Mulai ada tanda-tanda kehidupan binatang merayap jenis reptil.


e. Perm
Perm atau permian adalah periode dalam skala waktu geologi yang
berlangsung antara 299,0 0,8 hingga 251,0 0,4 juta tahun yang lalu. Periode ini
merupakan periode terakhir dalam era Paleozoikum. Mulai ada tanda-tanda
kehidupan hewan darat, ikan air tawar, dan amphibi. Zaman ini diakhiri dengan
kepunahan massal.
2.5.3 Zaman Mesozaikum
Disebut juga disebut zaman sekunder yang diperkirakan berusia 140 juta
tahun. Saat itu, mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan-hewan besar, seperti:
Dinosaurus, Atlantasaurus, Tyrannosaurus serta jenis burung-burung besar. Zaman
ini berlangsung kurang lebih 140 juta tahun. Iklim semakin membaik, curah hujan
mulai berkurang. Sungai-sungai besar dan danau banyak yang mengering dan
berlumpur. Zaman ini disebut zaman reptil karena didominasi perkembangan jenis
reptil.
Zaman ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Trias : Pada masa ini terdapat kehidupan ikan, amphibi, dan reptil.
b. Jura : Pada masa ini terdapat kehidupan reptil dan sebangsa katak.
c. Calcium : Pada masa ini terdapat burung-burung pertama dan tumbuhan.
2.5.4 Zaman Neozoikum
Zaman ini diperkirakan berusia sekitar 65 juta-55 juta tahun. Keadaan bumi
semakin membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar sehingga kondisinya lebih
setabil dan kehidupan berkembang dengan pesat.
Zaman ini dibedakan atas dua zaman, yaitu:
A. ZAMAN TERSIER
Zaman ini ditandai berkurangnya jenis-jenis binatang besar dan telah hidup
jenis-jenis binatang menyusui, yaitu kera dan monyet. Selanjutnya mulai
berkembang jenis kera manusia.
B. ZAMAN KWARTER
Zaman ini merupakan mesa terpenting dalam kehidupan sebab mulai muncul
kehidupan manusia purba.
Zaman terdiri atas dua bagian, yaitu:
1. Kala Pleistocen (Zaman Dilluvium)
Masa ini berlangsung kira-kira 3.000.000 tahun-10.000 tahun yang lalu.
Keadaan alam pada masa ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua
zaman, yaitu Zaman Glasial dan Zaman Interglasial.
a. Zaman Glasial
adalah zaman meluasnya lapisan es di Kutub Utara sehingga Eropa dan
Amerika bagian utara tertutup es. Sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi

hujan lebat selama bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan
naiknya permukaan bumi diberbagai tempat.
b. Zaman Interglasial
adalah zaman diantara dua zaman es. Temperatur naik hingga lapisan es di
kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi berbagai banjir
besar di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah oleh laut
dan selat.
2. Kala Holocen (Zaman Alluvium)
Dimulai sekitar 10.000 tahun yang lalu. Pada awal kala Holosen, sebagian
besar es di kutub utara sudah lenyap, sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanahtanah rendah di daerah Paparan Sunda dan Paparan Sahul tergenang air dan
menjadi laut transgresi. Dengan demikian muncullah pulau-pulau di nusantara.
Pada masa ini hidup manusia yang disebut Homo Sapiens (Manusia Cerdas). Pada
masa ini juga mulai muncul nenek moyang kita sekarang ini dan mulailah terjadi
perkembangan kebudayaan manusia yang pesat.

2.6 Fosil
Fosil (bahasa Latin: fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah") adalah
sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk
menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen.
Oleh para pakar dibedakan beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang
terbentuk dalam batu ambar, fosil ter, seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di
Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira sudah punah tetapi ternyata masih
ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah kerangka yang tersisa
seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang ditemukan.Ilmu
yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang ilmu yang
direngkuh arkeologi.
2.6.1Fosilisasi
Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa hewan atau tumbuhan yang
terakumulasi dalam sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan
secara menyeluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Terdapat beberapa syarat
terjadinya pemfosilan yaitu antara lain:
1. Organisme mempunyai bagian tubuh yang keras
2. Mengalami pengawetan
3. Terbebas dari bakteri pembusuk
4. Terjadi secara alamiah
5. Mengandung kadar oksigen dalam jumlah yang sedikit
6. Umurnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu.
2.6.2 Fosil hidup
Istilah "fosil hidup" adalah istilah yang digunakan suatu spesies hidup yang menyerupai
sebuah spesies yang hanya diketahui dari fosil. Beberapa fosil hidup antara lain ikan
coelacanth dan pohon ginkgo. Fosil hidup juga dapat mengacu kepada sebuah spesies
hidup yang tidak memiliki spesies dekat lainnya atau sebuah kelompok kecil spesies

dekat yang tidak memiliki spesies dekat lainnya. Contoh dari kriteria terakhir ini adalah
nautilus.

2.6.3 Tempat penemuan fosil


Kebanyakan fosil ditemukan dalam batuan endapan (sedimen) yang permukaannya
terbuka. Batu karang yang mengandung banyak fosil disebut fosiliferus. Tipe-tipe fosil
yang terkandung di dalam batuan tergantung dari tipe lingkungan tempat sedimen
secara ilmiah terendapkan. Sedimen laut, dari garis pantai dan laut dangkal, biasanya
mengandung paling banyak fosil.
2.6.4 Proses terbentuknya fosil
Fosil terbentuk dari proses dari proses penghancuran peninggalan organisme yang
pernah hidup. Hal ini sering terjadi ketika tumbuhan atau hewan terkubur dalam kondisi
lingkungan yang bebas oksigen. Fosil yang ada jarang terawetkan dalam bentuknya
yang asli. Dalam beberapa kasus, kandungan mineralnya berubah secara kimiawi atau
sisa-sisanya terlarut semua sehingga digantikan dengan cetakan.
2.6.5 Pemanfaatan fosil
Fosil penting untuk memahami sejarah batuan sedimen bumi. Subdivisi dari waktu
geologi dan kecocokannya dengan lapisan batuan tergantung pada fosil.Organisme
berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan ini digunakan untuk
menandai periode waktu. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolit
harus diberi tanggal dari era paleozoikum. Persebaran geografi fosil memungkinkan
para ahli geologi untuk mencocokan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia. [1]

2.7 MANUSIA PURBA


Manusia modern diteorikan berkembang dari manusia purba, yang berkembang dari
Homo erectus. Jenis dari manusia purba dikelompokan di bawah nama binomial "Homo
sapiens" karena ukuran otaknya sangat mirip dengan manusia modern. Manusia purba
memiliki ukuran otak 1200 sampai 1400 kubik sentimeter, yang melebihi rentang pada
manusia modern. Manusia purba dibedakan dari manusia modern anatomis dari
tengkoraknya yang tebal, tonjolan bubung alis dan tidak menonjolnya dagu.
Manusia modern anatomis muncul sekitar 200.000 tahun lalu dan setelah 70.000 tahun
lalu (lihat teori bencana Toba) secara gradual meminggirkan jenis "purba". Jenis "nonmodern" dari Homo dipastikan bertahan sampai 30.000 tahun lalu, dan mungkin sampai
10.000 tahun lalu. Yang mana, jika ada, dikelompokan di bawah istilah "manusia purba"
hanyalah masalah definisi dan beragam di antara penulis. Namun, dan menurut
penelitian genetik terbaru, manusia modern tampaknya kawin dengan "paling tidak dua
kelompok" dari manusia purba: Orang Neanderthal dan Denisovan. [3]
Bukti baru menunjukkan kelompok lain mungkin telah punah 11.500 tahun lalu, Orang
Gua Red Deer dari Cina. [4]
Manusia purba Indonesia adalah manusia purba yang berada di Indonesia.
Ada enam jenis manusia purba di Indonesia, yaitu:

Meganthropus Paleojavanicus

Pithecanthropus Erectus

Pithecanthropus Robustus

Pithecanthropus Mojokensis

Homo Soloensis

Homo Wajakensis

2.8 SEJARAH PERKEMBANGAN MANUSIA PURBA


Evolusi manusia atau Anthripogenesis, merupakan bagian dari evolusi biologi
mengenai munculnya Homo Sapiens, secara umum penemuan fosil manusia dari
zaman ke zaman terbagi atas 3 kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba, dan
manusia modern.
2.8.1 AUSTRALOPHITECUS (Jenis Australophitesin)
1. Australophitecus africanus
Ditemukan di desa taung di sekitar bechunaland oleh Raymond Dart tahun 1924.
Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak saja. Australopitecus africanus
merupakan spesies hominid awal yang hidup sekitar 2-3 juta tahun yang lalu pada
era pliosen. Merupakan jenis pemakan daging, dan telah dapat menggunakan
perkakas dengan ditemukan batu dengan bentuk khusus yang menunjukkan bahwa
batu tersebut ubtuk berburu dan untuk melawan musuhnya. Sisa fosil menunjukkan
A. africanus lebih mirip manusia modern A.afarensis. A.africanus ditemukandi empat
situs di Afrika Selatan- Taung (1924), Sterkfontein (1935), Maka Pansgat (1948) dan
Gladysvale (1992).

2. Australophitecus anamensis
Adalah spesies dari Australophitecus. Fosil pertama spesies ini, meskipun tidak
dikenali pada saat itu, namun ditemukan satu tulang langan di wilayah Kanapoy
di Danau Turkana timur oleh tim Penelitian di Universitas Harvard tahun 1965

3. Australophitecus afarensis Lucy


Adalah seekor hominid punah yang hidup sekitar 3,9 dan 2,9 juta tahun yang lalu. Tidak
jauh berbeda dangan A.africanus. A.afarensis memiliki tubuh yang ramping. Para
ilmuwan mempercayai bahwa A.afarensis adalah nenek moyang dari Homo, yang juga
nenek moyang dari manusia modern. Diperkirakan hidup zaman pliosen. Wilayah yang
terkenal sebagai tempat fosil ini adalah Hadar Ethiopia. Di sanalah fosil Lucy seekor
A.afarensis betina ditemukan. Tempat lain dimana fosil A.afarensis ditemukan adalah
Omo, Maka, Fejej, dan Belohdelie di Ethiopia dan Koobi For a serta Lothagam di
Kenya.
4. Australophitecus bahrelghazali
Adalah fosil hominin yang pertama kali ditemukan pada tahun 1993 oleh paleontology
Michel Brunet, di lembah Bahr El ghazal dekat Koro Toro, Chad. Spesies ini diduga
hidup 3,6 juta tahun yang lalu.
5. Australophitecus garhi

Adalah spesies gracile australophitecine yang fosilnya ditemukan pada tahun 1996 oleh
Tim Penelitian yang dipimpin oleh paleontology Ethiopia, Berhane Asfaw dan Tim White,
seorang paleontology Amerika.

2.8.2 PARANTHROPUS
6. Paranthropus aethopicus
Adalah spesies hominid yang telah punah. Spesies ini pertama kali ditemukan pada
tahun 1985 di Turkana Barat, Kenva. Fosil tersebut adalah KNM WT 17000 dan berusia
hingga 2,5 juta tahun lalu. Fosil ini diperkirakan hidup pada zaman Pliosen
7. Paranthropus boisei

Awalnya disebut Zinjanthropus boisei dan kemudian di ubah menjadi Australophitecus


boisei, adalah hominin awal dan di deskripsikan sebagai spesies Paranthropus
terbesar. Spesies ini hidup sekitar 2,6 hingga 1,2 juta tahun yang lalu selama Pliosen
dan Pleistosen di Afrika Timur. Volume otak berkisar antara 400-500 cc, ciri kekeraan
selain dilihat dari volume otaknya juga dari dahi yang rendah, tulang kening yang
menonjol, rahang massif dan geligi kekeraan. Kepala menggantung karena foramen
magnum berada di belakang.
8. Paranthropus robustus dan Paranthropus transvaalensis
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Afrika Selatan dengan cirri isi volule otak
sekitar 600 cm Kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan 1,5
meter. Kedua fosil manusia kera tersebut disebut Australophitecus. Merupakan spesies
homonin dan ditemukan oleh Robert Broom tahun 1938. Diperkirakan hidup pada
zaman Pliocene hingga Pleistocene.

2.8.3 ARDIPITHECUS
9. Ardiphitecus kadabba
Adalah senus hominin yang hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu, selama zaman
pliosen. Merupakan kerangka manusia yang paling tua ditemukan. Kerangka manusia
purba jenis kelamin perempuan ditemukan di Ethiopia tahun 1994. Ukuran otaknya
ditafsirkan sama dengan volume otak yang dimiliki simpanse, namus spesies ardi ini
mempunyai lebih banyak kesamaan dengan manusia, misalnya kemampuan berdiri
dengan tegak menggunakan dua kaki

10. Ardiphitecus ramidus


Merupakan spesies primate yang hidup kira-kira 4,4 juta than yang lalu di sebuah
wilayah yang saat ini disebut aramis di Ethiopia, Ardy 100 tahun lebih tua dibandingkan
dengan Lucy, yaitu kerangka primate tua yang lainnya ditemukan di Afrika tahun 1974.
A.ramidus mempunyai tinggi 4 kaki ( 1,2 meter) serta 125 potongan rangka yang telah
termasuk tengkorak kepala, gigi, tulang panggul, tangan serta tulang kaki. Hasil
penganalisaan kerangka diperkirakan bobot Ardi 110 pounds atau 49 kilogram,
mempunyai tangan serta jari-jari yang panjang dan memiliki gigi yang besar yang
dipergunakan dalam membantunya meraih dahan pada saat ia berpindah dari pohon ke
pohon.
2.8.4 SAHELANTHROPUS
11. Sahelanthropus tchadensis

Fosil kera yang hidup sekitar 7 juta tahun yang lalu, spesies ini terkadang di klaim
sebagai nenek moyang tertua genus homo (manusia) yang pernah diketahui.
S.Tchandensis ini diperkirakan hidup zaman Miosen akhir.
2.8.6 ORRORIN
12. Orrorin tugenensis
O.tugenensis dianggap sebagai nenek moyang hominin tertua kedua yang pernah
diketahui dan kemungkinan berhubungan dengan manusia modern. Namanya berasal
dari penemunya yang menemukan fosil di bukit Tugen, Kenya. Fosil spesies ini berusia
6,1 hingga 5,8 juta tahun yang lalu dan diperkirakan hidup zaman modern.

2.8.5 MEGANTHROPUS
13. Meganthropus paleojavanicus
Adalah manusia purba tertua di jawa. Fosilnya ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald
pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran (Surakarta), yaitu rahang bawah dan atas. Hal
serupa juga ditemukan dengan Marks tahun 1952 berupa rahang bawah. Cirri-ciri
tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga
menyerupai kera. M.paleojavanicus hidup 2jt-1jt tahun yang lalu. Cirri lainnya memiliki
tulang pipi yang tebal, bertubuh tegak dan memiliki tonjolan kening yang menonjol.
2.8.6 HOMO
14. Homo habilis

H.habilis (manusia yang menggunakan tangan) adalah spesies Homo yang hidup
sekitar 2,5 juta sampai 1,8 juta tahun yang lalu pada masa awal Pleistocene. Defenisi
untuk spesies ini pertama kali di ungkapkan oleh Mary dan Louis Leakey, yang
menemukan fosil spesies ini di Tanzania, Afrika Timur, antara tahun 1962 dan 1964.
Homo habilis diperkirakan merupakan spesies dari genus Homo yang pertama kali
muncul di bumi. H.habilis selain dpat menggunakanperkakas, ia juga dapat membuat
alat. Ciri fisiknya mempunyai tulang kening yang tidak menjorok, kapasitas otak 800
cc, dan dikenal sebagai pemakan daging. Penampilan dan morfologi H.habilis memiliki
berbagai kemiripan dengan semua manusia paling modern di genus homo (kecuali
mungkin Homo rudolfensis).H.habilis memiliki tubuh yang pendek dengan lengan yang
lebih panjang dari manusia modern. Diperkirakan spesies ini adalah keturunan dari
hominid australophitesin. H.habilis memiliki cranial capacity kurang dari setengah
kapasitas manusia modern. Meskipun masih memiliki bentuk seperti kera, H.habilis
diperkirakan telah mampu menggunakan peralatan batu di sekitar fosil mereka,
misalnya peralatan yang ditemukan di Olduvai gorge, Tanzania, dan danau Turkana
Kenya. H.habilis diduga adalah nenek moang dari H.ergaster, yang kemudian
menurunkan spesies lain yang memiliki bentuk tubuh seperti manusia, H.erctus.
15. Homo rudofensis
Adalah fosil spesies hominin yang diteukan oleh Bernard Ngeneo, anggota tim yang
dipimpin oleh antropolog Richard Leakey dan Zoolog Meave Leakey tahun 1972 di
Koobi For a pada bagian timur danau Rudolf (kini danau Turkana) di Kenya. Nama
ilmiah Hrudolfensis diusulkan pada tahun 1986 oleh V.P Alexeev untuk specimen skull
1470 (KNM ER 1470). Skull 1470 berusia sekitar 1,9 juta tahun. Diperkirakan hidup
pada zaman Pliocene.
16. Homo ergaster
Adalah spesies hominin yang telah punah yang hidup di afrika timur dan selatan antara
1,9 hingga 1,4 juta tahun yang lalu pada era Pleistocene dan pendinginan iklim global.
17. Homo georgicus

Adalah spesies hominin yang ditemukan di Dmanisi, Georgia tahun 1999 dan 2001
yang diduga menjadi perantara antara H.habilis dan H.erectus. fosil ini berusia 1,8 juta
tahun lalu dan diperkirakan hidup zaman Pleistocene.
18. Homo erectus
H.erectus (manusia yang berdiri tegak) adlah spesies yang telah punah dari genus
Homo. H.erectus telah dapat membuat alat untuk berburu, yang kualitasnya lebih baik
daripada yang dibuat H.habilis. bahkan jenis ini telah mengenala api. Volume otaknya
antara 700-900 cc. Pakar anatomi Belanda Eugene Dubois (1980an) pertama kali
menggambarnkannya sebagai sebagai Pithecanthropus erectus berdasarkan fosil
tempurung kepala dan tulang paha yang ditemukan di Trinil, jawa tengah. Pada awal
abad itu, setelah ditemukannya fosil di Jawa dan Zhoukoudian, para ilmuwan
mempercayai bahwa manusia modern berevolusi di Asia. Hal ini bertentangan dengan
teori Charles Darwin yang mengatakan baha manusia modern berasal dari Afrika,
namun pada 1950-an dan 1970-an beberapa fosil yang ditemukan di Kenya, Afrika
Timur, ternyata menunjukkan bahwa hominis memang berasal dari benua Afrika.
Sampai saat ini para ilmuwan mempercayai bahwa H.erectus adalah keturunan dari
makhluk mirip manusia era awal seperi Australophitecus dan keturunan spesies Homo
awal seperti H.habilis.
H.erectus dipercaya berasal dari Afrika dan bermigrasi selama masa Pleistocene awal
sekitar 2,0 juta tahun yang lalu, dan terus menyebar ke seluruh dunia lama hingga
mencapai Asia Tenggara.
Tulang-tulang yang diperkirakan berumur 1,8 dan 1,0 juta tahun yang lalu yang telah
ditemukan di Afrika (Danau Turkana, dan Oduvai Gorge), Eropa (Georgia), Indonesia
(Sangiran, Trinil, Sambung Macan dan Ngandong; semuanya di tepi Bengawan Solo,
dan Tiongkok (Shanxi). H.erectus menjadi hominin terpenting mengingat bahwa spesies
inilah yang pertama kali meninggalkan benua Afrika.
19. Homo cepranensis

H.cepranensis adalah nama yang diusulkan untuk spesies hominin yang ditemukan
pada tahun 1994. Fosilnya ditemukan oleh arkeolog Italo Biddita dan dijuliki Manusia
Ceprano berasal dari kota terdekat di provinsi Frosinone 89 kilometer sebelah tenggara
Roma, Italia.
20. Homo antecessor
Adalah spesies hominin yang telah punah. Spesies ini di duga hidup 1,2 juta hingga
800.000 tahun yang lalu. Fosil spesies ini pertama kali ditemukan oleh Eudald
Carbonell, J.L Arsuaga dan J.M Bermudez de Castro. Diperkirakan hidup pada zaman
Pleistocene Awal.
21. Homo heidelbergensis
Adalah spesies pada genus homo yang telah punah yang mungkin merupakan nenek
moyang langsung H.neanderthalensis di Eropa. Bukti yang ditemukan mengenai H.
heidelbergensis berusia 600.000 hingga 400.000 tahun yang lalu. Diperkirakan hidup
pada zaman Pleistocene.
22. Homo rhodesiensis
Adalah spesies hominin yang di deskripsikan dari fosil manusia Rhodesian. Sisa fosil
mereka berusia 300.000 hingga 125.000 tahun yang lalu pada zaman Pleistocene. Fosil
spesies ini ditemukan pertama kali pada tahun 1921 oleh Tom Zwiglaar di Rhodensia
utara (kini Kabwe,Zambia)
23. Homo neanderthalensis
Neanderthal adalah anggota genus homo yang telah punah dan berasal dari
zamanPleistocene. Spesimennya ditemukan di Eropa dan Asia barat dan Tengah.
Neanderthal dapat diklasifikasikan sebagai subspecies manusia (Homo sapiens
neanderthalensis) atau spesies yang berbeda (homo Neanderthalensis). Jejak pertama
Proto-Neanderthal pertama muncul di Eropa 600.000-350.000 tahun yang lalu.

24. Homo sapiens idaltu


Adalah subspecies Homo sapiens yang telah punah. Spesies ini hidup 160.000 tahun
yang lalu pad zaman Pleistocenen di Afrika. Idaltu adlah kata dalam bahasa Afar. Fosil
Homo sapiens idaltu ditemukan di segitiga afar tahun 1997 oleh Tim White.

25. Homo floresiensis


H,floresiensis (manusia Flores, dijuluki Hobbit) adalah nama yang diberikan kelompok
peneliti untuk spesies dari genus homo, yang memiliki tubuh dan volume otak kecil,
berdasarkan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya mebatu) dari 9
individu yang ditemukan di Liang Bua, pulau Flores pada tahun 2001. Kesembilan sisa
sasa tulang itu diberi kode (LB1-LB9) menunjukan postur paling tinggi sepinggang
manusia modern (sekitar 100 cm). Para pakar antropologi dan Tim gabungan Australia
dan Indonesia berargumen menggunakan berbagai cirri-ciri baik ukuran tengkorak,
ukuran tulang, kondisi kerangka yang tidak memfosil, serta temuan-temuan sisa tulang
hewan dan alat-alat sekitarnya. Usia seri kerangka ini diperkirakan berasal dari 94.000
hingga 13.000 tahun yang lalu.
26. Homo sapiens (Cro Magnon)
Merupakan Homo sapiens tertua dari jenis sapiens. Hidup di zaman Pleistocene.
Ditemukan di Gua Cro-Magnon, Lascaux Perancis.
27. Homo sapiens sapiens
Adalah manusia modern yang ditemukan hidup hingga saat ini
2.8.7 KENYANTHROPUS
28. Kenyanthropus platyops

K.platyops adalah spesies homonin berusia 3,5 hingga 3,2 juta tahun yang lalu dan
telah punah. Fosil seperti ini pertama kali ditemukan di Danau Turkana pada tahun
1999 oleh Justus Erus, yang merupakan bagian dari Tim Meave Leakey. Diperkirakan
hidup pada zaman Pliosen.

2.8.8 SINANTHROPUS
29. Sinanthropus pekinensis
Adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua Naga daerah Peking Negara
China oleh Davidson Black dan Franz weidenreich. Tubuhya memiliki cirri mirip
Pithecanthropus karena berada pada zaman yang sama. S.pekinensis memiliki volume
isi otak 900-1200 cm kubik.

2.9 BATUAN DAN MINERAL


2.9.1 Batuan dan Mineral
Batuan adalah suatu massa mineral yang dapat terdiri atas satu jenis mineral atau
lebih.
A Penggolongan batuan:
1. Batuan beku
Batuan beku adalah batuan yang berasal dari hasil pembekuan magma. Magma adalah
massa batuan dalam keadaan cair, bersuhu sangat tinggi (1000 o-2000oC).
Magma berada di dalam bumi yang disebut dapur magma. Letak kedalaman, volume
dan sifat-sifat dapur magma bermacam-macam. Magma umumnya mengandung
bermacam-macam gas. Gas-gas yang ada di dalam magma mempunyai energi yang
besar sehingga mendorong magma ke atas hingga kadang-kadang sampai ke
permukaan bumi, seperti yang terjadi gunungapi yang aktif, seperti di G. Merapi. Di
Puncak G. Merapi terdapat kubah lava yang merupakan hasil pembekuan magma
berkomposisi andesit.
Komposisi mineral batuan beku tidak selalu sama dengan magma asalnya karena ada
kemungkinan bereaksi dengan batuan yang dilalui atau diterobos.
Berdasar tempat terjadinya proses pembekuan, batuan beku dipilahkan menjadi 2
kelompok, yaitu batuan beku dalam dan batuan beku luar.

a. Batuan beku dalam (intrusive rocks)

Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terjadi dari magma yang membeku di
dalam bumi. Batuan beku dalam ada berberapa macam bentuk, yaitu batolit, lakolit,
diatrema, gang, dan urat.
Batolit dan lakolit dapat berukuran sangat besar, seperti gunung atau bukit. Batolit,
diatrema dan gang menerobos lapisan-lapisan batuan yang sudah ada, sedang lakolit
mengangkat lapisan-lapisan batuan yang sudah ada. Batuan beku dalam umumnya
mempunyai struktur granitis, yaitu suatu struktur batuan yang terdiri atas mineralmineral berukuran besar karena karena proses pembekuannya relatif lambat sehingga
kristal-kristalnya dapat berkembang baik. Batuan beku dalam yang sangat terkenal
adalah granit.
b. Batuan beku luar (extrusive rocks)
Batuan beku luar/ekstrusif adalah batuan beku yang terjadi dari magma yang membeku
di permukaan/luar bumi. Magma yang mengalir ke permukaan bumi melalui lubang
kawah gunungapi disebut lava. Magma yang keluar permukaan bumi masih mempunyai
suhu yang tinggi yaitu 800o hingga 1200o C. Selain lava yang terbentuk secara efusif
(mengalir) ada batuan beku luar yang terbentuk secara eksplosif (letusan) yang
menghasilkan batuan piroklastik yang berukuran sangat halus berupa abu volkanik
sampai dengan ukuran yang kasar, yaitu lapili (ukuran kedelai) hingga bomb yang
mencapai diameter sampai beberapa puluh cm. Batuapung merupakan salah satu
batuan piroklastik yang sangat terkenal, berkomposisi gelas volkanik yang berkomposisi
SiO2 amorf. Batuan beku luar mempunyai ukuran kristal yang kecil hingga amorf karena
proses pembekuan magma berlangsung sangat cepat. Obsidian merupakan salah satu
contoh batuan ekstrusif yang proses pembekuannya sangat cepat sehingga tidak
terbentuk kristal (amorf).
2. Batuan sedimen
Batuan sediment adalah batuan yang terbentuk dari hasil proses pelapukan, erosi,
pengangkutan dan pengendapan dari batuan yang sudah ada, baik batuan beku,
sediment maupun batuan metamorf. Batuan sedimen yang terbentuk melalui prosesproses ini dinamakan batuan sdimen klastik. Selain batuan sediment klastik ada batuan
sediment non klatik yaitu batuan sediment yang terbentuk dari unsur-unsur organisme
ataupun kimiawi, misalnya garam dapur terjadi karena proses penguapan, batugamping
koral terbentuk karena organisme moluska.
Batuan sediment klastik yang sangat terkenal antara lain batupasir, batulempung.
Batuan sediment non klastk yang sangat terkenal antara lain batugamping, garam
dapur dan batu gips.

3. Batuan metamorf
Batuan metamorf adalah jenis batuan yang merupakan hasil ubahan dari batuan yang
sudah ada karena pengaruh suhu dan tekanan yang sangat tinggi dalam waktu yang
cukup lama. Batuan metamorf dapat berasal dari batuan beku, batuan sediment
maupun batuan metamorf sendiri.
Batuan metamorf yang sangat terkenal antara lain : marmer (merupakan ubahan dari
batugamping), batusabak (merupakan hasil ubahan dari batulempung) dan kwarsit
(merupakan ubahan dari kwarsa).

2.9.2 Mineral
B Definisi dan Klasifikasi Mineral
Mineral didefinisikan sebagai bahan padat anorganik yang terdapat secara alamiah,
terdiri dari unsur-unsur kimiawi dalam perbandingan tertentu, dimana atom-atom di
dalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis.
Beberapa jenis mineral memiliki sifat dan bentuk tertentu dalam keadaan padatnya,
sebagai perwujudan dari susunan yang teratur didalamnya. Kristal secara umum dapat
didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen yang memiliki pola internal susunan
tiga dimensi yang teratur. Studi khusus yang mempelajari sifat-sifat, bentuk susunan
dan cara-cara terjadinya bahan padat tersebut dinamakan kristalografi.
Pengetahuan tentang mineral merupakan syarat mutlak untuk dapat mempelajari
bagian yang padat dari bumi ini, yang terdiri dari batuan. Bagian luar yang padat dari
bumi ini disebut litosfir, yang berarti selaput yang terdiri dari batuan, dengan
mengambil lithos dari bahasa latin yang berarti batu , dan sphere yang berarti selaput.
b Sifat Fisik Mineral

Terdapat dua cara untuk dapat mengenal suatu mineral, yang pertama adalah dengan
melakukan analisis secara kimiawi, dan yang kedua yang paling umum dilakukan
adalah dengan cara mengenali sifat-sifat fisiknya. Sifat-sifat fisik mineral antara lain
bentuk kristalnya, berat jenis, bidang boleh, warna, goresan, kilap, dan kekerasan.

1. Bentuk kristal (crystall form) :


Pembentukan kristal suatu mineral tergantung pada ada atau tidaknya hambatan.
Contohnya suatu cairan panas terdiri dari unsur-unsur Natrium dan Chlorit. Selama
suhu tetap dalam keadaan tinggi, ion-ion tetap bergerak bebas dan tidak terikat satu
dengan yang lain. Jika suhu turun, kebebasan bergeraknya berkurang, mulai terikat dan
berkelompok membentuk Natrium Chlorida.
Semakin menurunnya suhu cairan, kelompok tersebut membesar dan membentuk
mineral Halit yang padat. Pada umumnya pertumbuhan mineral Kuarsa terbatas,
namun bentuknya yang tidak teratur tetap memperlihatkan susunan ion-ionnya dengan
struktur kristalnya yang khas berupa prisma bersisi enam. Kristal mineral intan
berbentuk segi-delapan atau Oktahedron dan mineral grafit dengan segi enam yang
pipih, keduanya mempunyai susunan kimiawi sama, terdiri dari unsure karbon (C).
Perbedaan terjadi karena susunan atom karbonnya yang berbeda.
Setiap mineral mempunyai sifat bentuk Kristal yang khas perwujudan kenampakan luar,
terjadi sebagai akibat susunan kristal didalamnya. Bentuk-bentuk kristal : Prismatik,
Orthorombik, Kubus, Tetrahedral, Heksagonal, Trigonal dll.
Berat jenis (specific gravity) :
Berat jenis setiap mineral ditentukan oleh unsur-unsur pembentuknya serta kepadatan
ikatan unsur-unsur dalam susunan kristalnya.
1. Bidang belah (fracture) :
Mineral mempunyai kecenderungan untuk pecah melalui suatu bidang yang mempunyai
arah tertentu yang ditentukan susunan dalam atom-atomnya, yang merupakan bidang
lemah suatu mineral.
1. Warna (color) :
Meskipun warna bukan menjadi ciri utama untuk membedakan antar mineral, namun
terdapat warna-warna khas untuk mengetahui unsur tertentu di dalamnya. Contohnya
warna gelap mengindikasikan adanya unsur besi, sedangkan warna terang
mengindikasikan kandungan aluminium.
Goresan pada bidang (streak) :

Beberapa jenis mineral mempunyai goresan pada bidangnya, seperti pada mineral
kuarsa dan pyrite yang terlihat jelas dan khas.

1. Kilap (luster) :
Kenampakan atau kualitas pantulan cahaya dari permukaan suatu mineral. Ada 2 jenis
kilap, yaitu kilap Logam dan Non-logam.
1. Kekerasan (hardness) :
Kekerasan yaitu sifat resistensi dari suatu mineral terhadap kemudahan mengalami
abrasi atau mudah tergores. Kekerasan bersifat relatif, maksudnya jika mineral saling
digoreskan dengan yang lain maka mineral yang tergores relatif lebih lunak dibanding
lawannya.
Skala kekerasan mineral dari yang terlunak (skala 1) hingga terkeras (skala 10)
diajukan oleh Mohs dan dikenal sebagai Skala Kekerasan Mohs.

Kekerasan (Hardness)

Mineral

Talc

Gypsum

Calcite

Fluorite

Apatite

Orthoclase

Quartz

Topaz

Corundum

10

Diamond

2.9.3 Penggolongan Mineral


Berdasarkan senyawa kimianya, mineral dikelompokkan menjadi mineral Silikat dan
Non-silikat. Dari 2000 jenis mineral yang dikenal, hanya beberapa yang terlibat dalam
pembentukan batuan. Mineral-mineral tersebut dinamakan Mineral Pembentuk Batuan
atau Rock Forming Minerals, yang merupakan penyusun utama batuan kerak dan
mantel Bumi.
Mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi empat yaitu Silikat, Oksida, Sulfida,
Karbonat dan Sulfat:
1. Mineral Silikat
90% mineral pembentuk batuan adalah dari kelompok ini, yang merupakan
persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Silikat
merupakan bagian utama yang membentuk batuan baik itu seperti batuan beku
maupun batuan malihan. Silikat pembentuk batuan dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok ferromagnesium dan non-ferromagnesium.
Kelompok Mineral Silikat
1. Mineral ferromagnesium :
Umumnya mempunyai warna gelap atau hitam dan berat jenis yang besar.
1. Olivine: warnanya yang olive. Berat jenis 3.27- 3.37, tumbuh sebagai mineral
yang mempunyai bidang belah yang kurang sempurna.
2. Augitite: warnanya sangat gelap hijau hingga hitam. Berat jenis berkisar antara
3.2 3.4 dengan bidang belah yang berpotongan hampir tegak lurus.

3. Hornblende: warnanya hijau hingga hitam; Berat jenis 3.2 dan mempunyai
bidang belah yang berpotongan dengan sudut antara 56 dan 124 yang sangat
membantu dalam cara mengenalnya.
4. Biotite: mineral mika berbentuk pipih yang dengan mudah dapat terkelupas.
Dalam keadaan tebal, warnanya hijau tua hingga coklat-hitam. Berat jenis 2.8
3.2.
1. Mineral non-ferromagnesium
2. Muskovit : Disebut mika putih karena warnanya yang terang, kuning muda,
coklat, hijau atau merah. Memiliki Berat jenis 2,8 3,1.
Kelompok Mineral Non-Silikat
1. Felspar
: Mineral pembentuk batuan yang paling banyak. Dalam bahasa
Jerman Feld adalah lapangan, didalam kerak bumi jumlahnya hampir 54%.
Terdapat dua nama yang diberikan kepada felspar yaitu Plagioklas dan ortoklas.
Dari nama Plagioklas tersebut dibagi lagi menjadi dua yaitu albit dan anorthit.
Dimana arti nama Orthoklas mengandung Kalium, albit mengandung Natrium
dan Anorthit mengandung Kalsium.
2. Orthoklas : mempunyai warna yang khas yaitu abu-abu atau merah jambu
dengan Berat jenis 2,57.
3. Kuarsa : Dapat disebut dengan silika, terbentuk dari senyawa silikon dengan
oksigen. Terkadang berwarna smooky, atau berwarna ungu. Nama kuarsa yang
seperti itu amethyst. Warna yang bermacam-macam terjadi karena terdapat
unsur yang tidak bersih.
4. Mineral Oksida
Terbentuk dari persenyawaan langsung dari oksigen dan tertentu. Dengan susunan
lebih sederhana lebih sederhana dari silikat kemudian mineral oksida lebih keras
dibanding mineral lainnya kecuali silikat dan lebih berat kecuali sulfida. Adapun
mineral-mineral oksida yang paling umum adalah korondum (Al 2O3), es (H2O), hematit
(Fe2O3) dan kassiterit (SnO2)

5. Mineral Sulfida
Terbentuk dari persenyawaan antara unsur sulfida seperti perak, tembaga dan merkuri.
Beberapa mineral ini memiliki nilai yang ekonomis seperti pirit (FeS 2), galena (PbS),
dan sphalerit (ZnS).

6. Mineral-Mineral Karbonat dan Sulfat


Persenyawaan dari ion (CO3)2- atau yang disebut dengan karbonat. Misal CaCO yang
biasa disebut kalsit. Mineral ini merupakan penyusun utama dari mineral sedimen.
Kesimpulan tentang Mineral
1. Mineral adalah unsur secara alamiah maupun senyawa anorganik dalam keadaan
padat
2. Batuan merupakan agregat yang terbentuk dari kelompok mineral-mineral
3.Persenyawan sangat menentukan dalam pembentukan
4. Struktur kristalin yang khas
5. Dengan sifat fisik tertentu karena susunannya dan struktur yang kristalin
Adapun mineral-mineral yang umum dijumpai dalam batuan beku missal

2.10 SUMBER DAYA ENERGI


2.10.1 Batu bara
Batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan
sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisasisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya
terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen.
Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang
kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk.

Analisis unsur memberikan rumus formula empiris seperti C 137H97O9NS untuk bituminus
dan C240H90O4NS untuk antrasit.
A Umur batu bara
Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada
era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun
yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana
hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian
utara terbentuk.
Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara
yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung
terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.
B Materi pembentuk batu bara
Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan
pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:

Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat
sedikit endapan batu bara dari perioda ini.

Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga.
Sedikit endapan batu bara dari perioda ini.

Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk
batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa
bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat.

Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah.
Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus,
mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti
gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian
seperti di Australia, India dan Afrika.

Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern,
buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah
dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.

C Kelas dan jenis batu bara


Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan
waktu, batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus,
lignit dan gambut.

Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster)
metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air
kurang dari 8%.

Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari
beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia.

Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya
menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus.

Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang
mengandung air 35-75% dari beratnya.

Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling
rendah.

2.10.2 Minyak bumi


Minyak Bumi dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat
gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa
area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai
hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan,
komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi diambil dari sumur minyakdi
pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan
setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur sumber,

dan berbagai macam studi lainnya.[1][2] Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat
pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga
menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minya tanah sampai
aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obatobatan.[3] Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi berbagai macam barang dan
material yang dibutuhkan manusia.
A Komposisi
Jika dilihat kasar, minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam
penggunaan sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair,
dan gas lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang
ringan seperti , etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada
-161.6 C, -88.6 C, -42 C, dan -0.5 C, berturut-turut (-258.9, -127.5, -43.6, dan
+31.1 F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk
padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas,
cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari
campuran minyak Bumi tersebut.[5]
Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga
kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah
daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur
gas sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah
lebih besar daripada suhu di permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga
mengandung hidrokarbon yang lebih besar, seperti pentana, heksana, dan heptana
dalam wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga
berbentuk kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip dengan bensin.
Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung
dari ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan
paling minimal adalah 50%.
Jenis hidrokarbon yang terdapat pada minyak Bumi sebagian besar terdiri dari alkana,
sikloalkana, dan berbagai macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah dengan
sebagian kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah
beberapa jenis logam seperti besi, nikel, tembaga, dan vanadium. Jumlah komposisi
molekul sangatlah beragam dari minyak yang satu ke minyak yang lain tapi persentase
proporsi dari elemen kimianya dapat dilihat di bawah ini:[6]

Elemen
Karbon
Hidrogen
Nitrogen
Oksigen

Komposisi elemen berdasarkan berat


Rentang persentase
83 sampai 87%
10 sampai 14%
0.1 sampai 2%
0.05 sampai 1.5%

Sulfur
Logam

0.05 sampai 6.0%


< 0.1%

Ada 4 macam molekul hidrokarbon yang ada dalam minyak mentah. Persentase relatif
setiap molekul berbeda-beda tiap lokasi minyaknya, sehingga menggambarkan ciri-ciri
dari setiap minyak.[5]

Hidrokarbon
Parafin
Naptena
Aromatik
Aspaltena

Komposisi molekul berdasarkan berat


Rata-rata
Rentang
30%
15 sampai 60%
49%
30 sampai 60%
15%
3 sampai 30%
6%
sisa-sisa

Penampakan fisik dari minyak Bumi sangatlah beragam tergantung dari komposisinya.
Minyak Bumi biasanya berwarna hitam atau coklat gelap (meskipun warnanya juga bisa
kekuningan, kemerahan, atau bahkan kehijauan). Pada sumur minyak biasanya
ditemukan juga gas alam yang mempunyai massa jenis lebih ringan daripada minyak
Bumi, sehingga biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan minyak. Dalam campuran
itu, terdapat juga air asin, yang massa jenisnya lebih rendah sehingga berada di lapisan
di bawah minyak. Minyak mentah juga dapat ditemukan dengan campuran dengan
pasir dan minyak, seperti pada pasir minyak Athabasca di Kanada, yang biasanya
merujuk pada bitumen mentah. Bitumen yang terdapat di Kanada memiliki karakteristik
lengket, berwarna hitam, bentuknya seperti minyak mentah dalam wujud tar, sehingga
sangat lengket dan berat dan harus dipanaskan terlebih dahulu agar larut dan bisa
dialirkan.[8] Venezuela juga mempunyai cadangan minyak dalam jumlah besar di pasir
minyak Orinoco, meskipun jumlah hidrokarbon yang terkandung lebih cair daripada di
Kanada. Jenis minyak ini disebut dengan minyak ekstra berat. Minyak yang terdapat
dalam pasir minyak ini disebut dengan minyak tak konvensional untuk membedakannya
dari minyak yang dapat diekstrak dengan metode tradisional biasa. Kanada dan
Venezuela diperkirakan mempunyai 3,6 triliun barel (57010 9 m3) bitumen dan minyak
ekstra-berat ini, sekitar dua kali dari volume cadangan minyak konvensional dunia. [9]

Minyak Bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar,
keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.[10] 84% dari volume hidrokarbon
yang terkandung dalam minyak Bumi diubah menjadi bahan bakar, yang di dalamnya
termasuk dengan bensin, diesel, bahan bakar jet, dan elpiji.[11] Minyak Bumi yang
tingkatannya lebih ringan akan menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, tapi
karena cadangan minyak ringan dan menengah semakin hari semakin sedikit, maka
tempat-tempat pengolahan minyak sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan
minyak berat dan bitumen, diikuti dengan metode yang makin kompleks dan mahal
untuk memproduksi minyak. Karena minyak Bumi tyang tingkatannya berat

mengandung karbon terlalu banyak dan hidrogen terlalu sedikit, maka proses yang
biasanya dipakai adalah mengurangi karbon atau menambahkan hidrogen ke dalam
molekulnya. Untuk mengubah molekul yang panjang dan kompleks menjadi molekul
yang lebih kecil dan sederhana, digunakan proses fluid catalytic cracking.
Karena mempunyai kepadatan energi yang tinggi, pengangkutan yang mudah, dan
cadangan yang banyak, minyak Bumi telah menjadi sumber energi paling utama di
dunia sejak pertengahan tahun 1950-an. Minyak Bumi juga digunakan sebagai bahan
mentah dari banyak produk-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik;
dan sisa 16% lainnya yang tidak digunakan untuk produksi energi diubah menjadi
material lainnya.
Cadangan minyak yang diketahui saat ini berkisar 190 km3 (1,2 triliun barrel) tanpa
pasir minyak,[12] atau 595 km3 (3,74 triliun barrel) jika pasir minyak ikut dihitung. [13]
Konsumsi minyak Bumi saat ini berkisar 84 juta barrel (13,410 6 m3) per harinya, atau
4.9 km3 per tahunnya. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak Bumi
masih bisa dipakai sampai 120 tahun lagi, jika konsumsi dunia diasumsikan tidak
bertambah.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini
tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami
dalam perut Bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

2.10.3 Energi panas bumi


Energi panas bumi adalah energi panas yang terdapat dan terbentuk di dalam kerak
bumi. Temperatur di bawah kerak bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman.
Suhu di pusat bumi diperkirakan mencapai 5400 C. Menurut Pasal 1 UU No.27 tahun
2003 tentang Panas Bumi Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung
di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang
secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan
untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Energi panas bumi ini berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak
planet ini diciptakan. Panas ini juga berasal dari panas matahari yang diserap oleh

permukaan bumi. Selain itu sumber energi panas bumi ini diduga berasal dari beberapa
fenomena:

Peluruhan elemen radioaktif di bawah permukaan bumi.

Panas yang dilepaskan oleh logam-logam berat karena tenggelam ke dalam


pusat bumi.

Efek elektromagnetik yang dipengaruhi oleh medan magnet bumi.

Energi ini telah dipergunakan untuk memanaskan (ruangan ketika musim dingin atau
air) sejak peradaban Romawi, namun sekarang lebih populer untuk menghasilkan
energi listrik. Sekitar 10 Giga Watt pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dipasang
di seluruh dunia pada tahun 2007, dan menyumbang sekitar 0.3% total energi listrik
dunia.
Energi panas bumi cukup ekonomis dan ramah lingkungan, namun terbatas hanya
pada dekat area perbatasan lapisan tektonik.
Pangeran Piero Ginori Conti mencoba generator panas bumi pertama pada 4 July 1904
di area panas bumi Larderello di Italia. Grup area sumber panas bumi terbesar di dunia,
disebut The Geyser, berada di Islandia, kutub utara. Pada tahun 2004, lima negara (El
Salvador, Kenya, Filipina, Islandia, dan Kostarika) telah menggunakan panas bumi
untuk menghasilkan lebih dari 15% kebutuhan listriknya.
Pembangkit listrik tenaga panas bumi hanya dapat dibangun di sekitar lempeng tektonik
di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan.
Pengembangan dan penyempurnaan dalam teknologi pengeboran dan ekstraksi telah
memperluas jangkauan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi dari
lempeng tektonik terdekat. Efisiensi termal dari pembangkit listrik tenaga panas umi
cenderung rendah karena fluida panas bumi berada pada temperatur yang lebih rendah
dibandingkan dengan uap atau air mendidih. Berdasarkan hukum termodinamika,
rendahnya temperatur membatasi efisiensi dari mesin kalor dalam mengambil energi
selama menghasilkan listrik. Sisa panas terbuang, kecuali jika bisa dimanfaatkan
secara lokal dan langsung, misalnya untuk pemanas ruangan. Efisiensi sistem tidak
memengaruhi biaya operasional seperti pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil.

FENOMENA ALAM

Gempa bumi
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat
pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.
Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi
suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama

periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment
magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh
dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi
nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama
selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar
hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di
daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar
bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa
Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di
Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak
pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.
Jenis Gempa Bumi
Jenis gempa bumi dapat dibedakan berdasarkan:
Berdasarkan Penyebab

Gempa bumi tektonik

Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempenglempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil
hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau
bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh
bagian Bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi
karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan
dilepaskan dengan tiba-tiba.

Gempa bumi tumbukan

Gempa Bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke Bumi,
jenis gempa Bumi ini jarang terjadi

Gempa bumi runtuhan

Gempa Bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah
pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

Gempa bumi buatan

Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia,
seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Gempa bumi vulkanik (gunung api)

Gempa Bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum
gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan
timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi. Gempa bumi
tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
Berdasarkan Kedalaman

Gempa bumi dalam

Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km
di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.

Gempa bumi menengah

Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60
km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya
menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

Gempa bumi dangkal

Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60
km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang
besar.
Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa

Gelombang Primer

Gelombang primer (gelombang lungitudinal) adalah gelombang atau getaran yang


merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7-14 km/detik. Getaran ini berasal
dari hiposentrum.

Gelombang Sekunder

Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang


merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 47 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.

Penyebab terjadinya gempa Bumi

Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh
tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu
kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak
dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan
terjadi.
Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa
Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan
translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi
lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari
600 km.
Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam
gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan
gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena
menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di
Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau
akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga
panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari
peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia
senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia
seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.