Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KOMPUTASI NUMERIK

TUGAS INDIVIDU
INTEGRAL NUMERIK

Disusun Oleh:
Haris Abdul Aziz (1406605755)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI BIOPROSES


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, JAWA BARAT
APRIL 2016

Soal 1. Penentuan W/Fo untuk disain Reaktor Fixed Bed Reactor Reaksi
Parsial Oksidasi Metanol menjadi Formaldehida
Packed-bed reactors adalah reaktor tubular terisi oleh partikel-partikel katalis untuk
melangsungkan reaksi parsial oksidasi metanol :
O2 + 2 CH3OH
2 CH2O + 2 H2O
Persamaan disain reaktor bed adalah sebagai berikut,
dX
W Fto
-r'T
Dimana :
-rT adalah laju konversi metanol menjadi formaldehida, mol/kg. jam
X adalah Nilai Konversi Metanol menjadi Formaldehida,
W adalah jumlah katalis yang digunakan/diisikan dalam reaktor, kg katalis.
Fo adalah laju umpan reaktan masuk reaktor, mol/jam.
Persamaan laju untuk konversi metanol menjadi Formaldehida adalah
r'T

k 3 .K m .Pm .K o1/2 Po1/2


1 K m .Pm 1 K o1/2 .Po1/2

Dan berdasarkan penentuan harga kontanta dari referensi literature, pada 571 K:
k3
= 0.43 (mol.hr-1.g cat-1)
Km
= 12.4 (atm-1)
Ko
= 1.23 (atm-1)
Bila tekanan parsial metanol awal Pmet = 1.2 atm dan Rasio awal M = Pmet/PO2 = 0,5
Dalam desain Reaktor maka besaran parameter W/Fo sangat penting untuk ditentukan, karena
untuk menunujukkan kemampuan reaktor dalam mengkonversi reaktan, menentukan reaksi
berjalan cepat atau lambat dan bahkan memperkirakan reaksi katalitik berjalan efektif atau tidak.
Untuk menghitung harga W/Fo reaktor, maka perlu melakukan perhitungan dengan
mengintegrasi harga dX/-rTdalam rentang konversi tertentu. Berdasarkan peran dan kemampuan
anda dalam Komputasi Numerik, hitunglah harga W/Fo dengan rentang konversi tabel berikut
Tabel PO2 awal dan akhir
No.kode
Soal
B1
B2

Konversi metanol
X
awal
0
0

Konversi metanol
Xakhir

Hitung
-rT

Hitung 1/(rT)

0.40
0.50

?
?

?
?

B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9

0
0
0
0
0.1
0.2
0.3

0.60
0.70
0.80
0.90
0.60
0.70
0.80

?
?
?
?
?
?
?

?
?
?
?
?
?
?

Penyelesaian:
Langkah pengerjaan soal dimulai dengan membuat tabel perhitungan:
1. Menghitung tekanan parsial metanol Pm berdasarkan konversi metanol Xm awal:
Pm=Pm awalPm awal . X m
Pm awal=1,2 maka,
Xm
0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6

Pm
1,2
1,08
0,96
0,84
0,72
0,6
0,48

2. Menghitung harga konversi oksigen X0 untuk setiap konversi metanol Xm berdasarkan


konversi metanol Xm :
P0 awal . X o=P m awal .

M=

Xm
2

Pm
=0,5(awal )
Po

Sehingga, jumlah oksigen yang bereaksi= jumlah mol metanol yang bereaksi
Xo=

Pm awal X m
.
P 0 awal 2

1 X
Xo= . m
2 2

X o =.

Xm
4

Dengan menggunakan Microsoft Excel 2010,dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut:


Xm
0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6

Xo
0
0,025
0,05
0,075
0,1
0,125
0,15

3. Menghitung harga tekanan parsial oksigen Po untuk setiap harga tekanan parsial awal
oksigen atau konversi oksigen Xo dengan menggunakan rumus:
Po=P o awal X o ( P o awal )
Po awalPm awal .

Xm
2

Karna,
M=

P m awal
P o awal

Po awal=

1,2
=2,4 atm
0,5

Maka, dengan menggunakan Microsoft Excel 2010, dapat diperoleh hasil perhitungan
sebagai berikut:
Xm
0
0,1
0,2
0,3
0,4

P0
2,4
2,34
2,28
2,22
2,16

0,5
0,6

2,1
2,04

4. Membuat tabel hasil perhitungan laju reaksi konversi metanol (-r T) dalam rentang konversi
metanol awal- sampai konversi metanol akhir sesuai dengan tugas anda masing- masing.
Boleh melebihi dari rentang konversi yang ditentukan.
Persamaan laju konversi metanol menjadi Formaldehida adalah:
k 3 .K m .Pm .K o1/2 Po1/2
r'T
1 K m .Pm 1 K o1/2 .Po1/2

Dan berdasarkan penentuan harga kontanta dari referensi literatur, pada 571 K:
k3
= 0.43 (mol.hr-1.g cat-1)
Km
= 12.4 (atm-1)
Ko
= 1.23 (atm-1)
Maka, persamaan laju konversi metanol dapat ditulis sebagai:
0,43.12,4 . Pm . 1,231/ 2 P1o /2

r ' T =

( 1+12,4. Pm )(1+1,23 2 . Po 2 )
Dengan Po dan Pm yang diperoleh dari perhitungan sebelumnya, -r T dapat dihitung
dengan menggunakan Microsoft Excel 2010:
r ' T
Pm
Po
1,2
2,4
0,265245
1,08
2,34
0,263246
0,96
2,28
0,261032
0,84
2,22
0,258528
0,72
2,16
0,255614
0,6
2,1
0,252075
0,48
2,04
0,247502
Membuat tabel hasil perhitungan harga 1/( r ' T ) dan buatlah plot antara 1/(

r ' T ) vs X
Xm

1/r ' T

0,0
0,1
0,2
0,3
0,4

3,770093
3,798731
3,830951
3,868047
3,912153

0,5
0,6

3,967074
4,040371

X vs 1/
4.1
4
3.9
1/ T

3.8
3.7
3.6
0

0.1

0.2

0.3

0.4

0.5

0.6

0.7

Menghitung luasan dibawah kuva hasil plot. Luasan tersebut merupakan harga

W/F0
Metode Trapesium Segmen Berganda
Metode ini digunakan dengan membagi luasan grafik menjadi n segmen dengan
lebar yang sama. Pada langkah sebelumnya, sudah dilakukan perhitungan dengan
ba 0,60,0
=
=0,1 . Harga W/Fo sesuai
6 segmen (n = 6). Step sizenya h=
n
6
dengan persamaan
X
F
W = o' dX
r T
X
akhir

awal

X akhir

W
1
=
dX
F o X r 'T
Dari soal no kode B8, Xawal = 0,0 dan Xakhir = 0,6. Integrasi numerik
menggunakan metode trapesium segmen berganda dihitung menggunakan
persamaan
awal

n 1

f ( xo )+ 2 f ( x i )+ f ( x n )
I ( ba )

i=1

2n

1
, b = 0,60 dan a = 0,0. Perhitungan
r 'T
menggunakan Microsoft Excel 2010 menghasilkan
f(x) berdasarkan soal adalah

No

Xm

1/r ' T

0
1
2
3
4
5
6

0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6

3,770093
3,798731
3,830951
3,868047
3,912153
3,967074
4,040371

Hasil dari perhitungan dimasukkan ke persamaan integrasi sehingga


I ( 0,600,0 )

3,770093+2 ( 3,798731+3,830951+3,868047+3,967074 ) +4, 040371


2.6

I 1,9370035
Maka,
W dX
1
= ' = ' =1,937 kg . jam/mol
F o r T r T
Sehingga, nilai W/F0 dengan rentang konversi dari 0,0 hingga 0,60 dengan metode
trapesium segmen berganda adalah: 1,937 kg.jam/mol

Soal 2. Penentuan W/Fo untuk Reaksi Steam Reforming


Reaksi Steam Reforming Isooktana dengan menggunakan katalis komersial berbasis loham Ni
imenghasilkan produk Syngas (campuran gas hidrogen dan CO) melalui reaksi
CnHm + n H O n CO + ( n + m/2) H
2
2
Laju reaksi dapat diformulasikan berdasarkan power rate dengan persamaan sebagai berikut,
-r = k E/(RT ) a b
e
p p
o
A B
-1 -1
-r
: laju reaksi isooktana steam reforming (satuan mol gcat s ),
-1 -1
-(a + b)
K
: konstanata laju reaksi pseudo rate ( satuan mol gcat s kPa
),
p and p : tekanan parsial masing-masing untuk isookatana dan uap air (steam),
A
B
sedangkan a and b : order reaksi masing-masing terhadap isookatana dan steam.
Berdasarkan hasil penelitianBapak Dr. Praharso, diperoleh besaran-besaran konstanta kinetika
sebagai berikut
ko
0.0026( 0.0001) mol g.cat-1s-1
=
kPa 0.71
E
44.0(2.2) kJ mol-1
=
a (isooctane order) 0.17(0.01)
=
b (steam order) 0.54(0.03)
=
Berdasarkan peran dan kemampuan anda dalam Komputasi Numerik, hitunglah harga W/Fo
berdasar formula rumus :
dX
W Fto
-r'T
Catatan :
PAo.XA = PBo.XB/8 dimanaXA = konversi reaktan Isooktana, XB = konversi reaktan steam
Rasio PBo/ PAo = M-r = k e
o
PA = PAo - PAo.XA=k e
o

E/(RT )

E/(RT ) (

a b
p
A B

a
b
PAo - PAo.XA) ( PBo PBo.XA
)

PB = PBo PBo.XA
n =8, tekanan parsial awal isooktana PAo = 10 kPa; tekanan parsial akhirPA akhir = 0,5 kPa
Rasio PBo/ PAo = M M=10,15, 20, 25, 30, 35,40,45,50

PENYELESAIAN
-r = k eE/(RT)pAapBb
Berdasarkanpenentuannilai k0, E, a dan b, sertadenganmenggunakannilai R = 8,31dan T = 571 K
(samadengansoal no.1), makadidapat :
0,54

PB
P A 0,17
r=2,62 103
a) Menentukan beberapa konversi dari awal dan konversi akhir isooktana dihitung
berdasarkan tekanan parsial isooktana PAawal dan akhir berdasarkan rumus
XA= (PA awal PA)/ PA awal
PAawal = 10; PAakhir = 0,5; n = 8 maka :
h=

0,510
=1,1875
8

denganmenggunakanmicrosoft excel, didapat :


Pa
10
8,81
25
7,62
5
6,43
75
5,25
4,06
25
2,87
5
1,68
75
0,5

Xa
0
0,118
75
0,237
5
0,356
25
0,475
0,593
75
0,712
5
0,831
25
0,95

b) Menghitung harga konversi steam XB untuk setiap konversi isooktana XB berdasarkan:


PAo.XA = PBo.XB / 8dimana M =PBo/ PAo = 20 ; PB 0 =10 20=200 KPa
Dengan menggunakan microsoft excel, didapat :

c) Hitunglah harga tekanan


konversi
XBdengan
PB = PBawal XB (PB awal)
Dengan
menggunakan

Xa
0
0,118
75
0,237
5
0,356
Xb
25 0
0,475
0,04
0,593
75
75
0,09
0,712
5
5
0,14
0,831
25
25
0,19
0,95
0,23
75
0,28
5
0,33
25
0,38

Xb
0
0,047
5
0,095

parsial Steam PB untuk setiap harga


menggunakan rumus :
microsoft excel, didapat :

0,142
Pb
5
200
0,19
190,5
0,237
5
181
0,285
171,5
0,332
5
162
0,38
152,5
143
133,5
124

d) Membuat tabel hasil perhitungan laju reaksi konversi isooktana (-r) dalam rentang
tekanan parsial isooktana awal sampai tekanan parsial isooktana akhir sesuai dengan
yang ditugaskan.
Dengan menggunakan microsoft excel, dan dengan menggunakan masing-masing nilai PA
dan PB yang dimasukkan ke rumus
P B 0,54
P A 0,17
r=2,62 103
Maka didapat :
Pa

Pb

10

200

8,81
25
7,62
5

190,5
181

nilai
-r'
0,067
742
0,064
582
0,061
295

6,43
75
5,25

171,5

4,06
25
2,87
5
1,68
75
0,5

152,5

162

143
133,5
124

0,057
848
0,054
183
0,050
207
0,045
725
0,040
243
0,031
447

e) Membuat tabel hasil perhitungan harga 1/(-rT) dan membuat plot antara 1/(-rT) vs Xa
nilai
nilai 1/(-r'
r'T)
0,067 14,76191
742
0,064 15,48419
582
0,061 16,31441
295
0,057 17,28678
848
0,054 18,45583
183
0,050 19,91765
2071/(nilai
Xa
0,045
21,87
r'T)
725
14,76191
0
0,040 24,84891
15,48419 0,118
243
75
0,031 31,79993
16,31441 0,237
447
5
17,28678 0,356
25
18,45583 0,475
19,91765 0,593
75
21,87 0,712

24,84891
31,79993

5
0,831
25
0,95

Plot 1/(-r'T) vs Xa
35
30
25
20
1/(-r'T)

15
10
5
0
0

0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9


Xa

Dengan menggunakan regresi linier, didapat hasil berikut :


x
0
0,118
75
0,237
5
0,356
25
0,475
0,593
75

y
14,76
191
15,48
419
16,31
441
17,28
678
18,45
583
19,91
765

x2
0
0,014
102
0,056
406
0,126
914
0,225
625
0,352
539

y2
217,9
14
239,7
601
266,1
6
298,8
328
340,6
177
396,7
128

xy
0
1,838
748
3,874
672
6,158
415
8,766
519
11,82
61

0,712
5
0,831
25
0,95
4,275

21,87

0,507
656
0,690
977
0,902
5
2,876
719

24,84
891
31,79
993
180,7
396

478,2
969
617,4
683
1011,
236
3866,
998

15,58
238
20,65
566
30,20
993
98,91
242

Untuk mendapatkan persamaan garis, maka dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut,

b=

n xi yi( xi)( yi)


2

n xi (xi)

xi2 yi( xi)( yi)


a=
=12,75
n xi2 (xi)2

=15,437

Makadidapatkanpersamaan f ( X )=1/(r '/T )=15,437 X +12,75


Untukmenentukan W/Fo, persamaan

dX
haruslahdiintegrasikanterlebih dahulu dengan cara
r ' t

sebagai berikut,
W
F0
Karena f ( X ) =

dX

r '

1
, sehingga
r ' T

W
= 15,437 X +12,75 dX
F0
Jika W/F0 = I, maka
I = 15,437 X +12,75 dX

Pengintegrasiandilakukandenganmenggunakanmetodenumeriktrapezoidal,
simpsondancoatesdenganbatas X= 0 sampai X = 0,95
0,95

I = 15,437 X +12,75 dX
0

A. Metode trapezoidal
Metode trapezoidal yang dipakai akan terdiri dari delapan segmen trapesium agar hasil
integrasi tersebut mendekati hasil analitik (akurat). Sehingga interval (h) metode
trapezoidal ini adalah :

( 0,95 )0
=0,11875
8
rumus trapezoidal dengan beberapa segmen trapesium adalah :
h=

Dengan microsoft excel, didapat :


Xi
0
0,118
75
0,237
5
0,356
25
0,475
0,593
75
0,712
5
0,831
25
0,95

f(Xi)
12,75
14,58314
16,41629
18,24943
20,08258
21,91572
23,74886
25,58201
27,41515

Integrasi dengan trapezoidal


00,95
I [
12,75+2 ( 14,58314+16,41629+18,24943+ 20,08258+ 21,91572+23,74886+ 25,5820 ) +27
2(8 )
I 19,0792
W
19,0792
F0

B. Simpsons rule 3/8

h=

0,950
=0,3167
3

Xi
0
0,31
67
0,63
34
0,95
01
I

I=

f(Xi)
12,75
17,638
9
22,527
8
27,416
69

0,950
12,75+ 3 ( 17,6389+22,5278 ) +27,41669
8

W
19,0792
F0

Jadi dapat diketahui dari hasil perhitungan, harga W/Foadalah 19,0792 mol/gram.jam

Soal 3. Studi kasus perhitungan: Kuantitas Panas


Ulangilah Studi kasus 15.2 halaman 549 (Bab 15, Chapra-Raymod versi bahasa)
Tunjukkan dengan proses perhitungan sampai mendapatkan error yang sekecil-kecilnya dari
kuantitas panas yang diperlukan dalam rentang suhu tertentudan mulai ukuran segmentasi h
berapakah untuk mendapatkan %error dibawah 0,01%. Perhitungan error didasarkan pada hasil
perhitungan analitisnya (hasil sebenarnya). Boleh menggunakan excell, atau program lainnya
untuk membantu perhitungan dengan batas suhu dari -50 s/d 100 oC.
PENYELESAIAN
Kapasitas panas sebagai fungsi dari suhu adalah :
c (T )=0,132+1,56 104 T +2,64 107 T 2
Besar perubahan entalpi dapat dihitung dengan :
T2

H=m c ( T ) dT
T1

T2

H=m 0,132+1,56 104 T +2,64 107 T 2 dT


T1

Dalam keadaan ini, dilakukan perhitungan untuk menentukan panas yang diperlukan guna
menaikkan suhu 1000 gram suatu materi, dari T1 = -50 oChingga T2 = 100 oC. Nilai dari H

dihitung dengan menggunakan integrasi numerik kemudian dibandingkan dengan hasil dari
integrasi analitik untuk mendapatkan nilai % error.
1. Solusi Analitik
Solusianalitikdapat

dicaridengan

melakukan

pengintegralan

langsung

terhadap

persamaanc(T) denganbatas -50 s/d 100 oC.


100

H=1 0,132+1,56 104 T +2,64 107 T 2 dT


50
100

H= [ 0,132T +0,78 104 T 2+ 0,88 107 T 3 ]50


H=20,484 cal
2. Solusi Numerik
Integrasi numerik dari c(T) dilakukan dengan menggunakan metode Multiple
Trapezoid.Untuk memperoleh %error dibawah 0,01%, perhitungan dilakukan dengan
menghitung pada step size 50, 25, 15, dan 5 agar dapat terlihat segmen yang
menghasilkan nilai persen error dibawah 0,01%.
Fungsi yang digunakan untuk integrasi adalah
f ( x )=c ( T ) =0,132+1,56 104 T +2,64 107 T 2
Integrasi dengan metode Simpson dihitung dengan menggunakan persamaan
n 1

f ( xo )+ 2 f ( x i )+ f ( x n )
i=1

I ( ba )

2n

Persen error dihitungdengan


analitik
|Solusi numerikSolusi
| 100
Solusi analitik

t =

Step size (h) = 50 (n=3)


n
0
1
2

x
-50
0
50

f(x)
0,12486
0,132
0,14046

3
I =(100(50 ))

100

0,15024

0,12486+2 ( 0,132+ 0,14046 ) +0,15024


2 3

I =20,5005
H=I 1000=20500,5

Persen error :
analitik
20500,520484
100 =|
|Solusi numerikSolusi
|
|100
Solusi analitik
20484

t =

t =0,080551
Step size (h) = 25 (n=6)
n
0
1
2
3
4
5
6

x
-50
-25
0
25
50
75
100

f(x)
0,12486
0,128265
0,132
0,136065
0,14046
0,145185
0,15024

50
0,128265+0,132+0,136065+0,14046+ 0,145185
0,12486+2 ( +0,15024 )
100()
2 ( 6)
I =
I =20,4955
H=I 1000=20495,5

Persen error :
analitik
20495,520484
100 =|
|Solusi numerikSolusi
|
|100
Solusi analitik
20484

t =

t =0,0561
Step size (h) = 15 (n=10)

f(x)

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

-50
-35
-20
-5
10
25
40
55
70
85
100

0,12486
0,126863
0,128986
0,131227
0,133586
0,136065
0,138662
0,141379
0,144214
0,147167
0,15024

50
100()

I =
I =20,485485
H=I 1000=20485,485

Persen error :
analitik
20485,48520484
100 =|
|Solusi numerikSolusi
|
|100
Solusi analitik
20484

t =

t =0,00725
Step size (h) = 5 (n=30)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

X
-50
-45
-40
-35
-30
-25
-20
-15
-10
-5
0
5
10
15

f(x)
0,12486
0,125515
0,126182
0,126863
0,127558
0,128265
0,128986
0,129719
0,130466
0,131227
0,132
0,132787
0,133586
0,134399

14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
75
80
85
90
95
100

0,135226
0,136065
0,136918
0,137783
0,138662
0,139555
0,14046
0,141379
0,14231
0,143255
0,144214
0,145185
0,14617
0,147167
0,148178
0,149203
0,15024

50
100()

I =
I =20,48417
H=I 1000=20484,17

Persen error :
analitik
20484,1720484
100 =|
|Solusi numerikSolusi
|
|100
Solusi analitik
20484

t =

t =0 , 000829
Jadi, berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, persen error akan mencapai <0,01%
saat step size = 15 dan akan memiliki nilai persen error yang lebih kecil seiring bertambahnya
step size dan segmen, seperti ditunjukkan pada perhitungan saat step size = 5.

Soal 4. Selesaikan soal 15.15 Bab 15, Chapra-Raymod versi bahasa.


Selama suatu survey lapangan, anda diminta untuk menghitung luas lapangan seperti gambar.
Gunakan aturan simpson untuk menentukan luas ini.

PENYELESAIAN
1. Untuk menghitung luas integral lapangan tersebut, yang perlu dilakukan adalah
menandai atau membuat garis grid pada setiap step satuan h yang dinyatakan dalam
satu kotak. Bila satu kotak mewakili 1 mm, dengan skala yang tertera maka berarti
panjangnya adalah 100.000 mm atau 100 m.
n
0
1
2
3

y(n)
0
21
20,5
20

4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

19,5
19
17
16,5
16
15,2
14,2
14
13
11
7
6
3

Dengan data diatas, dapat diperoleh luas area dengan menggunakan metode integrasi
Simpson dengan persamaan:
L=

h
y + y + 4 y i +2 y i
3 o 16 i=ganjil
i=genap

Dengan mensubstitusikan data yang dimiliki ke dalam persamaan, maka:


20,5+19,5+17+ 16+14,2+13+7+3
0+3+ 4( 21+ 20+19+16.5+15.2+14+11+ 6)+ 2()
1
L=
3
L=238,06

Sehingga luas lapangan dapat diperoleh dengan mengalikan L hitung dengan luasan 1
kotak, yaitu 4000 kaki. Maka diperoleh:
Luas=238,06 x 4000 kaki=952.266 kaki

Jadi, dengan perhitungan menggunakan aturan Simpson diperoleh luasan lapangan sebesar
952.266 kaki.