Anda di halaman 1dari 6

SURAT KEPUTUSAN

DIREKTUR RSM. AHMAD DAHLAN KOTA KEDIRI


NOMOR ______________________
TENTANG
KEBIJAKAN
PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK)
DI
RSM. AHMAD DAHLAN KOTA KEDIRI
DIREKTUR RSM. AHMAD DAHLAN KOTA KEDIRI
MENIMBANG

a.

b.

c.

d.

f.

MENGINGAT

bahwa untuk mempercepat pembangunan manusia dan


pemberantasan kemiskinan
salah satu prioritas utama
bangsa Indonesia adalah pencapaian 8 (delapan) misi
Millenium Development Goals (MDGs);
bahwa 3 (tiga) sasaran MDGs sebagaimana dimaksud
dalam konsideran butir a diatas harus dicapai dan dijalankan
disemua Rumah Sakit;
bahwa salah satu dari 3 (tiga) misi MDGs sebagaimana
dimaksud dalam konsideran butir b diatas adalah penurunan
angka kematian bayi dan peningkatan kesehatan ibu
bahwa upaya terobosan yang inovatif untuk melaksanakan
paradigma sebagaimana dimaksud dalam konsideran butir b
diatas adalah menyelenggarakan program PONEK
(Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif)
bahwa pelaksanaan PONEK di RSM. Ahmad Dahlan Kota,
sebagaimana dimaksud dalam konsideran butir c diatas,
diharapkan dapat mempunyai daya ungkit dalam mengurangi
angka kematian anak dan Peningkatan kesehatan ibu;
bahwa untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud
dalam konsideran butir c dan d diatas, diperlukan adanya
kebijakan tentang pelayanan PONEK di RSM. Ahmad Dahlan
Kota Kediri
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam konsideran butir e, perlu ditetapkan dengan SK
Direktur RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri.

1.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004


tentang praktik Kedokteran

2.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009


tentang Kesehatan

3.
4.
5.
6.

7.

8.
9.

10.

11.

12.
13.

14.

15.

16.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009


tentang Rumah Sakit
PP Republik Indonesia Nomor 10 tahun 1966 tentang Wajib
Simpan Rahasia Kedokteran
PP Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1996 tentang
Tenaga Kesehatan
Keputusan
Menteri
kesehatan
RI
Nomor
1333/
Menkes/SK/XII/ 1999 tentang Standar Pelayanan Rumah
Sakit
Keputusan Menteri kesehatan RI Nomor 450/ Menkes/SK/IV/
2004 tentang pembrian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif
pada bayi di Indonesia
Keputusan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
1051/
Menkes/SK/III/ 2007 tentang Standar Profesi Bidan
Keputusan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
603/
Menkes/SK/VII/ 2008 tentang Pemberlakuan Pedoman
Pelaksanaan Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi
Keputusan
Menteri
Kesehatan
Nomor
1051/MENKES/SK/XI/2008
tentang
Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif (PONEK) 24 jam di Rumah Sakit;
Keputusan
Menteri
Kesehatan
RI
Nomor
642/MENKES/SK/V/2010 tentang Pembentukan Kelompok
Kerja Nasional Peningkatan Program Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan
Kedokteran;
Keputusan
Menteri
Kesehatan
Nomor
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit;
Peraturan
Menteri
Kesehatan
Nomor
1464/MENKES/PER/X/2010
tentang
Izin
dan
Penyelenggaraan Praktek Bidan
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit.
M E M U T U S K AN

MENETAPKAN
PERTAMA

KEDUA
KETIGA

:
: SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSM. AHMAD DAHLAN KOTA
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL
EMERGENSI KOMPREHENSIF (PONEK) DI RSM. AHMAD
DAHLAN KOTA KEDIRI
: Kebijakan sebagaimana dimaksud dalam diktum PERTAMA,
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini;
: Kebijakan sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA, dapat
dipergunakan sebagai acuan dalam menyusun pedoman /
panduan dalam menyelenggarakan PONEK di RSM. Ahmad

KEEMPAT

KELIMA

KEENAM

Dahlan Kota Kediri;


: Pembinaan dan Penyelenggaraan pelayanan PONEK di RSM.
Ahmad Dahlan Kota Kediri dilaksanakan oleh Kepala Bidang
Pelayanan Medik dan Kepala Bidang Keperawatan RSM. Ahmad
Dahlan Kota Kediri;
: Kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Diktum Kedua dapat
dijadikan acuan dalam menyelenggarakan pelayanan di RSM.
Ahmad Dahlan Kota Kediri,
dilakukan evaluasi
sekurangkurangnya 3 ( tahun ) sekali , dan apabila diperlukan dapat
dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yang ada
: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di
: Kediri
Pada tanggal
: 01 September 2015
Direktur
RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri

dr . Erika Widayanti Lestari, MMR


NIK : 2006.0061

Lampiran
Nomor
Tanggal
Tentang

: SK Direktur RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri


:
: 01 September 2015
:

KEBIJAKAN
PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF
DI RSM. AHMAD DAHLAN KOTA KEDIRI
A. KEBIJAKAN UMUM
1. Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan Rumah Sakit yang
menyelenggarakan pelayanan kegawatdaruratan maternal neonatal secara
komperehensif dan terintegrasi 24 jam.
2. Dalam melaksanakan tugasnya, setiap petugas wajib memenuhi kebutuhan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
3. Semua petugas wajib memiliki izin sesuai ketentuan/ peraturan per-UndangUndangan yang berlaku.
4. Setiap petugas harus bekerja sesuai standart profesi, standart prosedur
operasional yang berlaku, etika profesi, etiket, serta menghormati hak pasien.
5. Menyediakan tenaga harus mengacu pada pola ketenagaan
6. Pencatatan kecelakaan atau kegagalan dan mekanisme pelaporan kepada
yang berwenang mengacu pada prosedur keselamatan pasien (Patient Savety)
RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri.
7. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi, wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali
8. Setiap bulan wajib membuat laporan
9. Ruang lingkup pelayanan kesehatan maternal dan neonatal meliputi:
a. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal Fisiologis
b. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal Dengan Resiko Tinggi
c. Pelayana Ginekologis.
10. Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal harus dilengkapi dengan
Pelayanan Penunjang Medik meliputi Pelayanan Darah, Pencitraan dan
Laboratorium.
11. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan
Rumah Sakit.
12. Lokasi kamar bersalin harus dekat dengan kamar operasi.
13. Adanya fasilitas isolasi bagi ibu dan bayi yang terkena infeksi
14. Pencegahan dan Pengedalian Infeksi Nosokomial harus mengacu pada
Program Pencegahan dan Pengedalian Infeksi di RSM. Ahmad Dahlan Kota
Kediri.
15. Setiap petugas harus berusaha untuk mengurangi morbiditas ibu hamil dan bayi
baru lahir.
16. Setiap petugas wajib memiliki kemampuan untuk memberikan penyuluhan
kepada ibu hamil dengan masa perawatan antenatal, persalinan dan postnatal.
17. Upaya pelayanan PONEK meliputi :
a. Stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitif;
b. Penanganan kasus gawat darurat oleh Tim PONEK RS diruang tindakan;
c. Penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparaomi dan sectio
caesarea;
d. Perawatan intensif ibu dan bayi;
e. Pelayanan asuhan ante natal risiko tinggi
18. Jenis ketenagaan sebagai penyelenggara PONEK 24 jam di RSM. Ahmad
Dahlan Kota Kediri diharapkan memiliki Tim PONEK Ideal terdiri dari Dokter
Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis

Anesthesi, Dokter IGD terlatih , Bidan , Perawat Petugas Laboratorium/


pelayanan pemeriksaan penunjang, pekarya kesehatan, dan seorang petugas
administrasi.
19. Tim PONEK 24 jam mempunyai tugas meliputi :
a. Merencanakan usulan penyusunan kebijakan Program PONEK 24 jam serta
pengembangannya dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia;
b. Mempersiapkan sumber daya manusia dalam layanan PONEK di RSM.
Ahmad Dahlan Kota Kediri;
c. Membantu dalam pembinaan manajemen dan teknis PONEK;
20. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan PONEK di RSM.
Ahmad Dahlan Kota Kediri.
21. Setiap kejadian kematian maternal dan perinatal harus segera dilaporkan ke
Dinas Kesehatan
setempat melalui Kepala Instalasi Rekam Medis dan
Informasi Kesehatan dalam waktu 1x24 jam serta segera membuat laporan
kronologis tentang kematian tersebut.
22. Setiap pegawai baru di RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri wajib mengikuti
orientasi secara umum dan orientasi secara khusus di bagian kebidanan dan
Perinatal Risti.
23. Bayi yang dirawat di RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri diperbolehkan pulang
sesuai instruksi Dokter Sp.A
24. Bila kondisi bayi belum optimal dan ibu sudah stabil , maka ibu diijinkan pulang
terlebih dahulu dengan informasi yang lengkap sesuai intruksi dokter Sp.OG.
25. Proses serah terima bayi antara petugas dan orang tua bayi dilakukan dengan
cara konfirmasi identitas bayi.
26. Bayi baru lahir harus diberi Asi tetapi pada keadaan tertentu bayi dapat diberi
susu formula khusus atas instruksi Dokter Sp.A.
27. Pendistribusian susu formula dilakukan di Unit Perinatal Risti dalam waktu 24
jam.
28. Penyeterilan alat minum bayi di Unit Perinatal Risti dilakukan dengan
menggunakan alat Ultraviolet Sterilization
29. Semua Asi yang sudah di perah disimpan dalam kulkas dengan suhu tertentu.
30. Pelayan PONEK di RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri yang lainnya berupa:
a. Rawat Gabung ibu dan bayi
b. Inisiasi Menyusui Dini dan Asi Eksklusif
c. Perawatan Metode Kanguru pada bayi dengan BBLR
d. Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi
e. Pelaksanaan Rujukan.

B. KEBIJAKAN KHUSUS
1. Bila Dokter Sp.OG dan Dokter Sp.A tidak ada ditempat maka kasus maternal
dan neonatal akan dirujuk sesuai MOU rujukan dan persetujuan keluarga dengan
mengikuti mekanisme rujukan sesuai jenjang pelayanan.

2. Kasus Maternal dan Neonatal dengan risiko tinggi serta membutuhkan fasilitas
lebih lengkap akan dirujuk sesuai MOU rujukan dengan persetujuan keluarga
dan mengikuti mekanisme rujukan sesuai jenjang pelayanan.

Ditetapkan di
: Kediri
Pada tanggal
: 01 September 2015
Direktur
RSM. Ahmad Dahlan Kota Kediri

dr . Erika Widayanti Lestari, MMR


NIK : 2006.0061