Anda di halaman 1dari 7

BEBERAPA KASUS HUKUM ADAT PERKAWINAN

Sarak
(Bercerai)
Rumah tangga yang sudah dibina dengan baik sekalipun tidaklah merupakan suatu
jaminan bahwa rumah tangga itu lestari selamanya. Karena beragaman perbedaan dalam
prinsip, kepribadian, pandangan hidup, sikap, perilaku, perbuatan, etika, moral, spiritua;,
keadaan ekonomi dan sebagainya, bisa saja menyebabkan terjadinya perceraian, atau
sarak dalam bahasa Tonyooi. Setiap masalah yang terjadi dalam rumah tangga, memang
tentunya selalu diupayakan pemecahannya, agar tidak terjadi perceraian. Namun, apabila
tidak ada kecocokan lagi yang sangat berat, maka perceraian tidak bisa dihindari.
Proses
Penyelesaian
Kasus
Perceraian
Pihak yang diceraikan melaporkan kasusnya kepada Kepala dat, dengan
menyerahkan penenukng-penyingkap dan pembuang paneer. Kemudian pihak !ewan
dat kampung memanggil suami"istri yang berselisih tersebut dan menanyakan apa yang
menjadi akar masalahnya sehingga hendak bercerai. Setelah mendengar keterangan dari
kedua belah pihak, maka akhirnya dewan adat tersebut bermusyawarah untuk menilai
apakah kasus yang terjadi tersebut melanggar norma"norma adat dan hukum adat
perkawinan
yang
berlaku
dalam
masyarakat
adat
Tonyooi.
Setiap masalah atau pertengkaran antara suami"istri dalam rumah tangganya, yang
mengarah kepada keinginan untuk bercerai, oleh Kepala dat selalu diupayakan secara
maksimal, agar bisa bersatu kembali dalam rumah tangga yang bersangkutan. Namun,
apabila upaya yang dilakukan oleh Kepala dat tersebut berikut pihak keluarga besarnya
tetap menemui jalan buntu, maka perceraian bisa saja disetujui dan sah berdasarkan
hukum adat. #adi tidak ada ikatan, perjanjian atau kontrak perkawinan yang bersi$at
mutlak tak terputusakan atau tak terceraikan dalam hukum adat perkawinan Tonyooi.
Tidak seperti halnya ikatan perkawinan menurut jaran %ereja Katolik Roma, yang
bersi$at
mutlak
tak
terputusakan&
Ketentuan
Denda
Adat
Perceraian
Tonyooi
#ika perceraian yang idealnya tak pernah diinginkan antara suami"isteri mana pun,
namun toh terjadi juga, maka ketentuan denda adatnya adalah sebagai berikut ini.
'. pabila suami"istri yang berselisih dan hendak bercerai, sementara urusannya
telah diserahkan ke !ewan dat. (alu kemudian setelah diurus oleh !ewan dat,
ternyata suami"isteri tersebut mau rujuk kembali, maka untuk menentukan denda adat
harus melihat kasusnya terlebih dahulu, barulah kepala adat dan anggotanya
bermusyawarah untuk menentukan denda adat. pabila masalahnya dianggap sangat
melanggar norma adat yang berlaku, maka denda adatnya bisa berupa bemakng paliq dan
ditambah
dengan
dua
buah
antaakng.
). #ika keinginan bercerai dari salah satu pihak dengan alasan mau kawin lagi atau
tidak cocok dengan pihak keluarga besar pasangannya *suami atau isteri+, maka denda
adatnya adalah mencapai satu sampai dengan lima buah antaakng, dan ditambah dengan
catrekah,
batun
ruratn
nikah,
bemakng
paliq.
dapun harta gono-gini dibagi dengan perhitungan persentase. pabila dalam
proses perceraian terjadi perebutan harta benda tersebut, dan penyelesaiannya tidak dapat
dilakukan secara kekeluargaan, maka kasus ini harus diserahkan kepada Kepala dat.
#ika masalah ini ditangani oleh !ewan dat, maka ketentuan adatnya adalah sebagai
berikut
di
bawah
ini.
Kententuan
Pembagian
Harta
Benda
dalam
Perceraian
Ketentuan adat tentang pembagian harta benda dalam kasus perceraian dapat
diterangkan
sebagai
berikut
di
bawah
ini.

*'+ Retaaq rempuk *harta bersama+, yaitu harta benda yang diperoleh secara
bersama"sama oleh suami"istri selama berumah tangga. pabila terjadi perceraian, maka
harta
benda
ini
harus
dibagi
atas
dasar
kesepakatan
bersama.
*)+ Retaaq mento, yaitu harta benda yang diperoleh suami"istri semasa belum
menikah, misalnya harta warisan dari orang tua perempuan atau orang tua laki"laki.
pabila terjadi perceraian, maka pembagiannya adalah sebagai berikut, *a+ harta benda
tersebut tetap menjadi milik laki"laki *suami+, apabila harta itu didapatkan sebelum
menikah atau warisan dari orang tuanya; dan *b+ harta benda itu tetap menjadi milik
perempuan *isteri+, apabila barang atau harta itu didapatkan sebelum menikah atau
warisan
dari
orang
tuanya.
*-+ #ika terjadi perebutan harta warisan antara anak"anak yang masih bersaudara
kandung, maka ketentuannya adalah sebagai berikut, *a+ anak laki"laki berhak atas harta
warisan *retaaq mento+ ayahnya; dan apabila tidak mempunyai anak laki"laki, maka
warisan ini dikembalikan kepada keluarganya yang laki"laki; dan *b+ anak perempuan
berhak atas harta warisan *retaaq mento+ ibunya, dan apabila tidak mempunyai anak
perempuan, maka warisan ini dikembalikan kepada keluarga yang perempuan.
Perceraian
Atas
Kemauan
Bersama
pabila dalam membina rumah tangga pasangan suami"istri tidak memiliki
kecocokan lagi, maka pilihan terakhir adalah perceraian. .al ini disepakati secara
bersama"sama termasuk segala harta benda yang mereka peroleh selama berumahtangga
harus
dibagi
secara
adil.
#ika pasangan yang bercerai ini memiliki anak, maka hak mengasuhnya
dimusyawarahkan oleh kedua belah pihak; dan bisa juga kepada anak diberikan
kebebasan untuk memilih apakah ia memilih untuk mengikuti ibu atau bapaknya
kandungnya.
dapun ketentuan denda adatnya adalah sebagai berikut di bawah ini, yaitu, *'+
/emakng paliq, yang terdiri dari, burai *pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa
*pisau+, satu mengoong *mangkuk kecil+ dan satu piring putih untuk dewan adat
kampung; *)+ Bemakng paliq, yang terdiri dari burai *pupur dari beras+, satu telur ayam
kampung, isa *pisau+, satu mengoong *mangkuk kecil+, satu piring putih, dan ditambah
dengan duyuun *tombak+ dan edooq *parang+ untuk lalaakng * suruh).
Lepah
empuluu
Lepah empuluuq adalah suatu perceraian di mana seorang suami atau istri yang
menginginkan perceraian tidak mendapatkan bagian apapun dari harta benda yang
didapatkan secara bersama"sama selama berumah tangga. /iasanya perceraian dengan
istilah lepah empuluq ini terjadi, apabila hanya salah satu pihak saja yang menginginkan
perceraian, sementara pihak pasangannya tidak menginginkan perceraian. Setelah
diupayakan perdamaian melalui nasehat dari kepala adat dan keluarga besar masing"
masing pihak, namun salah satu pihak tetap pada keputusannya untuk bercerai, walaupun
alasan"alasan yang diajukannya tidak begitu kuat menurut pihak dewan adat dan keluarga
besarnya.
Perceraian dalam bentuk lepah empuluuq ini tentu saja adalah harapan dari pihak
yang diceraikan. Karenanya, kepala adat harus mendengarkan usulan"usulan dari kedua
belah pihak dan mempertimbangkannya dengan baik serta bermusyawarah dalam
mengambil keputusan supaya diperoleh keputusan pembagian harta benda yang lebih
bijaksana
secara
maksimal.
Pengkau
0ang dimaksud dengan istilah pengkau adalah merebut istri atau suami yang sah
orang lain. rtinya seseorang yang masih terikat oleh ikatan perkawinan *adat+, tiba"tiba
kawin lagi dengan laki atau perempuan lain dengan menceraikan istri atau suaminya yang

terdahulu. Pada masa lalu, biasanya pasangan yang melakukan perkawinan pengkau ini
lari ke tempat kepala adat untuk mendapatkan perlindungan sekaligus menyerahkan
segala
permasalahannya.
pabila terjadi kasus semacam ini biasanya pihak keluarga, yang ditinggalkan
melaporkannya kepada kepala adat disertai adat penenukng-penyingkap berupa satu
piring putih dan pembuang paneer. 0ang dimaksud dengan penenukng-penyingkap
adalah sebagai suatu pemberitahuan kasus perkara yang telah diserahkan masalahnya
kepada kepala adat, sedangkan pembuang paneer artinya adalah uang tunai yang harus
diserahkan oleh orang yang melaporkan kasus itu kepada Kepala dat.
Ketentuan denda adat untuk perkawinan pengkau poyut dalam adalah sebagai
berikut ini. *'+ Pihak yang diceraikan atau ditinggalkan harus mengisi persyaratan
besaraaq yang lengkap seperti, *a+ Bemakng paliq, yang terdiri dari, burai *pupur dari
beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu mengoong *mangkuk kecil+ dan satu
piring putih untuk !ewan dat kampung; dan *b+ Bemakng paliq, yang terdiri dari, burai
*pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu mengoong *mangkuk
kecil+,
satu
piring
putih
untuk
lalaakng
*suruh+.
dapun denda adat pengkau serta nilai gawai"nya mencapai 1 hingga '2 buah
antaakng, yaitu , *'+ !enengkola tukaar *) buah); *)+ !enengau "uwakng *) buah+; *-+
Bemakng nyui spootn *) buah); *3+ !emerawit-pemeremaat *) buah+; *4+ #paar tete
serentenaan *' buah+; $%) Ruraatn *) buah); dan $&) 'atrekah tanaq turus , pihak
laki"laki
*buah),
dan
perempuan
sebesar
*)
buah).
Pengkau
Balotn
5enurut pendapat beberapa im$orman kajian ini, pengkau balotn adalah bila orang
yang sudah berumah tangga *suami atau istri+ berselingkuh dengan perempuan atau laki"
laki lain. Tetapi perbuatan tersebut tidak diakuinya, namun bukti atau $akta yang ada
serta keterangan dari orang lain menunjukkan bahwa perselingkuhan itu memang benar
terjadi, misalnya dari hubungan cinta tersebut telah lahir seorang anak. pabila terjadi
kasus seperti ini, maka pihak yang melakukan perbuatan tersebut harus membayarkan
denda adat berupa( bemakng paliq, serepatn, remangkap-remangkup dengan denda
berupa
3
buah
antaakng
kepada
istri6suami
pertama.
Pengertian pengkau balotn menurut in$orman lainnya adalah seseorang laki"laki
yang mempunyai hubungan cinta dengan istri sah secara adat dari orang lain, kemudian
setelah masalahnya diajukan kepada !ewan dat guna dimintai pertanggungjawabannya
untuk menikahi isteri orang lain tersebut secara adat pula, namun laki"laki tersebut
menolak atau membatalkan rencanannya semula untuk menikahi perempuan tersebut.
Pengertian pengkau balotn menurut in$orman yang lain lagi adalah bahwa seorang
laki"laki yang mempunyai hubungan cinta dengan istri sah secara adat dari seseorang,
dan tiba"tiba saja suami perempuan tersebut sakit dan meninggal dunia. Sebelum upacara
adat suaminya selesai, maka sang janda tersebut mau menerima lamaran laki"laki tersebut
untuk menikahinya, walau masa bergabung atas suaminya tersebut belum selesai
masanya.
Pengkau
Bangkai
7stilah pengkau bangkai berasal dari bahasa Tonyooi, yaitu dari kata kerja
mengkaau, yang artinya melangkahi, sedangkan bangkai artinya mayat atau jena8ah. #adi
pengkau bangkai adalah bila seseorang yang suami atau istrinya baru saja meninggal
dunia dan mayatnya masih ada di dalam rumah *belum dikuburkan+, namun sudah
menerima lamaran dari orang lain untuk menikah dan sudah kumpul dalam satu rumah
dengan
suami6isteri
yang
baru.
pabila terjadi kasus semacam ini, maka orang yang berbuat tersebut harus
membayarkan denda adat kepada pihak keluarga yang meninggal dunia, sedangkan

besarnya mencapai 4 hingga '2 buah antaakng, dengan rincian sebagai berikut, yaitu *'+
Bolitn baluuq *) buah antaakng+; *)+ )ima meruaaq *) buah antaakng); dan *-+ #ngih
rarikng *3 buah antaakng). dapun harta gono-gini adalah hak dari pihak anggota
keluarga
yang
meninggal.
Sait
Sumakng
)ait sumakng adalah bila seseorang *suami6isteri+ yang sudah menikah secara sah
berteman dengan orang yang sudah menikah6berkeluarga pula, baik itu dengan suami
maupun istrinya, kemudian ada barang yang terbawa ke rumahnya *misalnya sapu
tangan, handuk kecil, jaket atau barang apapun+, yang adalah milik dari suami6istri yang
sah,
teman
berkencan
tersebut
tadi.
9ntuk kasus seperti ini, maka pihak suami6istri yang merasa dikhianati oleh
suami6isterinya, membawa barang tersebut tadi kepada kepala adat, dan disertai dengan
penenukngpenyingkap
dan
pembuang
paneer.
Setelah melihat barang bukti tersebut, maka kepala adat memanggil ke dua belah
pihak untuk menyelesaikannya secara musyawarah dan mu$akat dengan memberikan
denda adat yang dinamakan sait sumakng, seperti berikut ini, yaitu, *'+ Satu piring putih
dan satu "ie. *)+ Bemakng paliq yang terdiri dari, burai *pupur dari beras+, satu telur ayam
kampung, isa *pisau+, satu mengoong *mangkuk kecil+, dan satu piring putih.
Sumakng
Labakng
Dusaakng
Turu
)umakng labakng dusaakng turu adalah bila seorang suami atau isteri yang sudah
berkeluarga mempunyai hubungan cinta dengan wanita atau pria lain, lalu hubungan
mereka diketahui oleh pihak suami atau istrinya yang sah. 9ntuk memperkuat
tuduhannya, maka dia melakukan penangkapan dan mengambil barang bukti, seperti
pakaian atau benda lainnya dari pasangan selingkuh istri6suaminya itu. Kemudian barang
tersebut diserahkan kepada kepala adat sebagai barang bukti, disertai dengan penenukngpenyingkap dan pembuang paneer. Ketentuan denda adatnya adalah sebagai berikut.
*+ Seorang suami6istri yang menangkap basah perlakuan di luar norma atau etika
tersebut di tempat tidur. Ketentuannya adalah sebagai berikut. *'+ #ika perbuatan tersebut
baru dilakukan yang pertama kalinya, maka denda adatnya sebesar ) antaakng; *)+ #ika
perbuatan itu sudah berulang kali, maka denda adatnya sebesar 3 " : antaakng *bisa juga
dilakukan musyawarah mengenai jumlah denda adat dengan orang yang bersalah dan
dendanya dibayarkan pada saat itu juga, sehingga orang lain dan pihak adat tidak
mengetahuinya, karena kejadian ini terjadi pada malam hari. *urusannya tidak sampai
ditangani oleh !ewan adat+; dan kedua ketentuan tersebut harus disertai dengan
bemakng pali;, burai *pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu
mengoong
*mangkuk
kecil+,
satu
piring
putih.
*/+ pabila penangkapan ini terjadi luar rumah, misalnya di hutan, maka
ketentuan denda adatnya mencapai : < '2 buah antaakng. Termasuk bemakng paliq,
yang terdiri dari burai *pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu
mengoong
*mangkuk
kecil+,
dan
satu
piring
putih.
!ampakng
0ang dimaksud dengan gampakng adalah apabila seorang perempuan yang hamil
di luar ikatan pernikahan yang sah secara adat; dan belum ada laki"laki yang bertanggung
jawab atas kehamilannya itu. pabila terjadi kasus seperti ini, maka pihak orang tua
perempuan tersebut segera mencari pelakunya; dan apabila pelakunya sudah diketahui,
maka urusannya segera diserahkan kepada kepala adat untuk mencari penyelesaiannya
dengan melibatkan pihak keluarga perempuan maupun keluarga laki"laki. da tiga
macam
kemungkinan
cara
penyelesaian
kasus
seperti
ini.
*+ Pelaku bersedia untuk menikah. #ika pelaku pada saat ditanyakan oleh kepala
adat dan tokoh"tokoh adat menyatakan besedia untuk menikahi perempuan tersebut,

maka urusanya menjadi singkat. Kedua pasangan tersebut harus menyerahkan tanda bukti
*tununt lepusu biraakng ate+, berupa mandau dari pihak laki"laki dan pisau dari pihak
perempuan. 5akna dari mandau tersebut ialah menunjukkan ketulusan hati seorang laki"
laki untuk membina keluarga dengan penuh tanggung jawab. !emikian pula halnya
dengan pisau mempunyai makna ketulusan hati seorang perempuan dalam membina
rumah tangga secara bertanggung jawab serta bersedia bekerjasama dengan suaminya.
!engan selesainya acara ini pasangan tersebut dinyatakan sah oleh kepala adat dan
upacara adat perkawinan *pelulukng-peruku+ dapat dilaksanakan di kemudian hari sesuai
dengan
kesepakatan
keluarga
dari
kedua
belah
pihak.
*/+.
Pelaku
tidak
bersedia
menikah.
pabila
pada
waktu
memintai
pertanggangjawaban dan penegasan dari dewan adat, pelaku yang terbukti melakukan
perbuatan tersebut tetap memilih tidak menikahi perempuan tersebut, maka sanksi adat
akan
diberikan
kepadanya.
dapun sanksi adatnya adalah sebagai berikut. *'+ Bontakng tekaas*delatn *sarana
penerangan+. *)+ )entahat*sentaratn *pakaian bebat untuk ibu yang melahirkan+. *-+
Bangkat metuuq luluuq *yuur pakuuq piko *lauk"pauk+. *3+ 5erusak diri seseorang. *4+
Sangu anak. *:+ #paar tete anaak *anak bisa pergi ke tempat bapak+. *:+ !eruruuq
*mohon maa$+. *1+ Bemakng paliq dan menyiapkan ruraatn ) par *baki+. Satu par adalah
sebagai syarat untuk kepala adat berbicara, dan satu par lainnya untuk menyerahkan
denda
adat.
/esarnya ketentuan denda adat untuk nomor ' sampai dengan : di atas, wajib
disesuaikan dengan kondisi atau tingkat ekonomi seseorang, artinya berdasarkan
kebijaksanaan
dewan
adat.
*=+ 5enikah dengan pria lain. #ika seseorang yang seharusnya bertanggung jawab
atas perbuatan tersebut tidak mau menikahi, maka dalam tradisi perkawinan orang
Tonyooi kadang"kadang ada pria lain yang bersedia menikahi perempuan tersebut,
walaupun perempuan tersebut dalam keadaan hamil; dan kehamilan itu bukanlah hasil
dari
hubungannya
dengan
perempuan
tersebut.
.al ini bisa terjadi, apabila kedua pihak memiliki kepentingan yang sama, yaitu
ingin segera menikah. 5isalnya saja si laki"laki agak kesulitan dalam mencari calon istri,
sedangkan perempuan harus mencari orang yang mau bertanggung jawab terhadap janin
yang dikandunginya, sekaligus untuk menyelamatkan aib dirinya, berikut untuk
melindungi nama baik keluarga besarnya. >rang yang menikahi perempuan dalam
kondisi seperti ini dikenal dengan istilah nyelamar tolakng tapikng. 5aknanya adalah
bagaikan seseorang yang memungut bambu sedang hanyut di sungai.
5enurut ketentuan adat yang berlaku, pihak perempuan harus membayarkan
denda adat kepada pihak laki"laki yang bersedia menikahinya berupa bemakng paliq, dan
ditambah dengan 3 buah antaakng. Kemudian kepala adat menyatakan hubungan mereka
sah secara adat dan upacara adat pelulukng peruku pun dapat dilaksanakan di kemudian
hari.
Pemadu
!emaduq adalah apabila seorang laki"laki yang sudah menikah mempunyai
keinginan untuk menikah lagi, namun tidak menceraikan istrinya yang pertama. 9ntuk
melaksanakan niatnya tersebut, maka ia harus meminta persetujuan dari istri pertama dan
calon istri keduanya. /ila tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak tersebut, maka
perkawinan ini bisa disyahkan oleh !ewan dat. da kemungkinan adat terpengaruh
oleh
ketentuan
dalam
hukum
agama
7slam.
Pada masa sekarang ini, perkawinan pemaduq ini jarang sekali terjadi dan
hanya dilakukan pada masa lampau ketika masyarakatnya masih sangat tradisional.
Perkawinan dengan bentuk pemaduq ini kebanyakan dilakukan oleh seorang laki"laki

yang
ingin
beristri
dua
*poligami+.
!enda adat yang harus diserahkan kepada istri pertama adalah sebagai berikut.
*'+ +anik tabur lemiaang pulak *) antaakng+. /ermakna ungkapan ini adalah sebuah
pengakuan dari isteri tua untuk bersatu dalam pemakaai harta perhiasan. *)+ )ape tetar
ulap tetar *) antaakng+. 5akna ungkapan ini adalah pengakuan dari isteri untuk besatu
dalam pakaian yang sama. *-+ #noq bebeh *) antaakng+. 5aknanya adalah sebuah
pengakuan dari isteri tua untuk besedia memakai wadah pengangkut padi yang sama. *3+
Lomuq bahoo *) antaakng+ 5akna ungkapan ini adalah sebuah pengakuan dari isteri tua
untuk bergabung tempat tempian padi atau beras. *4+ ,amot tetar buat tetar *) antaakng).
5akna ungkapan ini adalah sebuah pengakuan dari isteri tua untuk melakukan pekerjaan
rumah tangga secara bersama"sama. *:+ )ine peretolaq *) antaakng+. 5akna ungkapan
ini adalah sebuah pengakuan dari isteri tua untuk bersatu di dalam satu selimut atau di
atas satu tempat tidur. *1+ -olaak ruakng *) antaakng+. 5akna ungkapan ini adalah
pengakuan dari isteri tua untuk bergabung pada satu wadah air minum $labuuq atau
gaa+. *?+ 5ohon maa$, mohon ampun, dan denda adatnya sebesar * sebuah antaakng+. *@+
/erupa jamuan maka bersama atau ruraatn dengan menyediakan, *a+ .daatn perakatn
*!ewan dat+. !enda adatnya adalah *sebuah antaakng+; dan *b+ !aar *baki+ untuk
menyerahkan
denda
adat
*peruruuq+.
!i samping ketentuan denda adat di atas, ada juga syarat yang harus
dipenuhi6disepakati oleh istri pertama dan istri kedua, yaitu bahwa 7stri pertama dan istri
kedua saling tukar"menukar barang bukti, sebagai tanda kesepakatan dan kebersamaan
dalam satu ikatan rumah tangga *dua insan di bawah satu atap+. 5aksudnya mereka
berdua sepakat untuk dijadikan istri dari satu orang laki"laki, yang disaksikan oleh dewan
adat. dapun barang yang saling dipertukarkan tersebut adalah sebagai berikut, satu
piring putih, satu ladikng *pisau+, satu lembar tudukng *batik6caor sebagai penutup
kepala+, satu ketau *rok+, satu sapai *baju+, satu manik tamakng pengikat, dan satu
antaakng
pengakup
remangkup.
Semua barang tersebut diserahkan untuk calon madu, kemudian calon madu
menerima dan mengeluarkan barang yang sama untuk diberikan kepada istri pertama.
Sancut
Salitn
5enurut in$orman studi ini sancut salitn adalah menggantikan pakaian yang lama
dengan pakaian yang baru akibat dari suatu perbuatan atau tutur kata seseorang atau lebih
yang ditujukan kepada orang lain dengan maksud menjelek"jelekan yang bersangkutan
berupa tutur kata yang kurang sopan, menghina dan merendahkan harga diri orang lain.
#adi Sancut salitn di sini lebih bermakna konotati$, artinya bahwa seseorang harus
membayar denda adat atas tutur katanya sendiri yang tidak sopan. Kata konotasi adalah
tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang, ketika berhadapan dengan
sebuah kata. Kata konotati$ berarti tentang suatu perkataan yang mempunyai makna
tautan antara perkataan dan nilai rasa pada kata yang diungkapkan dan ditujukan kepada
orang
lain.
"ulak
Busukng
0ang dimaksud dengan nulak busukng ialah suatu perkawinan yang semestinya
tidak boleh terjadi, karena apabila ditinjau dari garis keturunan ayah dan ibu, maka
perkawinan tersebut tidak sesuai atau tidak sederajat. #ika terjadi perkawinan seperti ini,
maka pasangan yang melakukan perkawinan ini harus membayar denda adat kepada
mertua
masing"masing.
da pun denda adat yang dijatuhkan adalah sebagai berikut, yaitu, *'+ /urai bango
, burai *pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu mengoong
*mangkuk kecil+ , satu piring putih; *)+ Pihak laki"laki menyerahkan sapai *baju+ yang
ditambah lagi dengan satu buah antaakng kepada mertuanya laki"laki *bapak orang tua

perempuan+; *-+ Pihak perempuan menyerahkan satu sapai *baju+ yang ditambah dengan
satu buah antaakng kepada mertuanya yang perempuan *ibu laki"laki+; dan *3+ Pejeak
petakar guna meminta pengampunan kepada roh"roh, agar kedua pasangan lepas dari
mara
bahaya.
Perka#inan
$ahuu
!alam masyarakat Tonyooi, perkawinan yang dilarang *incest+ disebut cahuuq.
pabila perkawinan itu dilakukan antara pasangan yang bersaudara kandung, anak
dengan ibu atau ayah, menantu dengan mertua, paman atau bibi dengan kemenakannya,
kakek
atau
nenek
dengan
cucu.
Sumakng
Buhotn
Seseorang yang suami atau istrinya baru saja meninggal dunia dan mayatnya
masih ada di dalam rumah, namun suami atau istri dari yang meninggal tersebut sudah
berpacaran lagi dengan perempuan atau lelaki lain dan tertangkap basah oleh
suami6isterinya yang sedang berduka, yang sebenarnya perbuatan serong ini sudah
diketahuinya selagi yang meninggal itu masih hidup. 0ang menuntut denda adat dalam
kasus seperti ini adalah pihak keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia
tersebut. dapun denda adatnya adalah berupa burai bango, dan ditambah dengan satu
sampai
tiga
buah
antaakng.
5enurut in$orman yang dimaksud dengan sumakng buhotn adalah seseorang yang
suami atau istrinya baru saja meninggal dunia, kemudian pada waktu diadakan upacara
adatnya, maka suami atau istri berpacaran dengan perempuan atau laki"laki lain, sehingga
pihak keluarga yang sedang musibah menuntut denda adat, karena kesalahan itu.
Bulitn
Baluu
0ang dimaksud dengan bulitn balu; adalah seseorang isteri, yang suaminya baru
saja meninggal dunia, kemudian ia menerima lamaran laki"laki yang ingin menikahinya,
padahal acara adat penguburan suaminya belum selesai dilaksanakan. Keluarga pihak
suami masih dalam masa berkabung atau berduka. >leh karena itu, pihak keluarga suami
yang meninggal dunia menuntut denda adat kepada kedua pasangan suami istri yang baru
tersebut.
Pada masa lalu seseorang perempuan yang suaminya baru saja meninggal dunia
selalu melakukan adat masa berkabung yang ditandai dengan ketaw tenelungkup *bentuk
pakaian bawah seperti yang dipakai pada acara tarian gantar, tetapi bagian dalamnya
dibalik menjadi bagian luar+ atau pemotongan rambut panjang sampai mendekati bawah
daun
telinga.
Seseorang isteri baru bisa menikah lagi, kalau rambutnya sudah panjang sampai ke
bahu. Tujuannya adalah supaya kesedihan pihak keluarga terhadap orang yang meninggal
dunia sudah mulai hilang dan segala upacara adat kematian sudah terselesaikan dengan
baik. #ika ada anggota masyarakat yang melihat bentuk rambut perempuan yang dipotong
seperti itu, berarti perempuan tersebut masih dalam masa berkabung dan suaminya baru
saja
meninggal
dunia
yang
disebut
baluuq.
5enurut tradisi pada masa lalu, seseorang isteri yang melakukan perkawinan pada
masa baluu; ini dikenakan denda adat sebagai berikut , *a+ /urai bango, yang terdiri dari
burai *pupur dari beras+, satu telur ayam kampung, isa *pisau+, satu mengoong *mangkuk
kecil+, satu piring putih; *b+ Satu mekau atau antaakng+; dan *c+ Ruratn peruruu; *upacara
dengan maksud untuk mempererat hubungan kekeluargaan+.