Anda di halaman 1dari 69

PERANTI

ORTODONSI LEPASAN
DAN PENERAPANNYA
Rudy Joelijanto
Bagian Ortodonsia
FKG Universitas Jember

ALUR HUBUNGAN PEMERIKSAAN DAN


PERAWATAN ORTODONTI
PEMERIKSAAN SEPINTAS
Diagnosis sementara dan Klasifikasi

Tambahan Diagnostik
-Model Studi
-Foto Profil
-Ro-foto : Sefalometri
Panoramik
Dental

DIAGNOSIS

KLASIFIKASI

RENCANA PERWATAN
PERAWATAN

PANORAMIC

CEPHALOMETRI

MODEL STUDI

Diagnostic set up
Studi model difoto copy

Ditarik garis ideal

Di ukur ukuran mesiodistal

Dipindahkan

Diketahui Total Arch Length Defficiency

( TALD )

Foto Copy Model Studi

- BUAT LENGKUNG IDEAL


- APLIKASIKAN MESIODISTAL

Kriteria Pencabutan :

ALD
ALD
ALD

<

4 mm

5 9 mm
> 10 mm

Non ekstraksi
Border line
Ekstraksi

PEGAS-PEGAS

KEKUATAN TERUS-MENERUS
MENGGERAKKAN GIGI
POSISI GIGI YANG DIINGINKAN
DIAMETER KAWAT PEGAS SEBAIKNYA KECIL

FLEKSIBILITS TERGANTUNG :
DIAMETER KAWAT
PANJANG KAWAT

KEKUATAN
AKAR TUNGGAL : 25 40 gr
< DARI 25 gr
TIDAK BERGERAK

> DARI 40 gr
PERGERAKAN AKAN TERTUNDA
DAPAT KEHILANGAN PENJANGKARAN
RASA SAKIT BAGI PENDERITA

DEFLEKSI
DEFLEKSI 50% DARI KAWAT 0,6 mm
= KEKUATAN DARI KAWAT 0,5 mm
UNTUK MENAMBAH FLEKSIBILITAS
DIBUAT KOIL DENGAN DIAMETER
DALAM MINIMAL 3 mm
POSISI KOIL BERLAWANAN DENGAN
ARAH PEGAS KARENA MUDAH
DISTORSI SEBAIKNYA DI-BOXED IN
PEGAS 0,5 mm, AKTIFASI 3 mm
CUKUP MEMUASKAN

Pegas bebas dari plat akrilik

Tampak samping
Pegas dalam posisi boxed in

AKTIFASI MAKSIMAL DARI PEGAS PALATAL


0,5 mm UNTUK RETRAKSI KANINUS
MEMBERIKAN KEKUATAN SEBESAR 15 gr /
mm
AKTIFASI 1/3 LEBAR MESIODISTAL GIGI = 3
mm
KEKUATAN OPTTIMAL

DAMPAK DARI KEKUATAN


YANG BERBEDA SELAMA
RETRAKSI KANINUS

PEREGESERAN GIGI POSTERIOR KE MESIAL

ARAH PERGERAKAN GIGI


DITENTUKAN OLEH TITIK KONTAK ANTARA PEGAS DAN GIGI

PEGAS CANTILEVER

KOIL PEGAS CANTILEVER PALATAL HARUS


TERLETAK
SEGARIS
DENGAN
TENGAHTENGAH MAHKOTA GIGI YANG DIGERAKKAN
TEGAK LURUS PADA ARAH PERGERAKAN

PEGAS-PEGAS PADA PERANTI LEPASAN


PEGAS PALATAL UNTUK PERGERAKAN GIGI ARAH

MESIODISTAL
LABIOPALATAL
BUKOPALATAL

MESIODISTAL
P

PEGAS PALATAL / SINGLE CANTILEVER SPRING

PEGAS BUKAL / BUCCAL SPRING


PEGAS BUKAL DENGAN PENYANGGA /
SUPORTED BUCCAL RETRAKTOR
RETRAKTOR BUKAL DENGAN LUP TERBALIK

MESIODISTAL
PEGAS
P

PALATAL

SINGLE

CANTILEVER SPRING
0,5 0,6 mm
AKTIFASI

MAKSIMAL

DARI

PEGAS PALATAL 0,5 mm UNTUK


RETRAKSI KANINUS
PERGERAKAN GIGI 1 2 mm
SETIAP
CUKUP

BULAN

DINYATAKAN

MESIODISTAL
P

PEGAS BUKAL / BUCCAL


SPRING
SELF SUPPORTED UNTUK
RETRAKSI KANINUS YANG
TERLETAK
DI
BUKAL,
EKTOSTEMA

0,7 mm
AKTIFASI : 1 mm
CARA : KOIL DITAHAN KEMUDIAN KAKI DEPAN
PEGAS DI TARIK KE DISTAL, PERHATIKAN
SEWAKTU INSERSI POSISI UJUNG PEGAS
TETAP MENEMPEL PADA LABIAL GIGI KANINUS

MESIODISTAL
P

PEGAS BUKAL DENGAN


PENYANGGA / SUPORTED
BUCCAL RETRAKTOR

0,5
mm
DENGAN
PENYANGGA
TABUNG
METAL
AKTIFASI : 2 3 mm
CARA : SAMA SEPERTI PEGAS BUKAL SELF
SUPORTED
FLEKSIBILITAS 2 X > PEGAS BUKAL SELF
SUPORTED

MESIODISTAL
P

RETRAKTOR BUKAL DENGAN


LUP TERBALIK :
0,7 mm
DISUKAI TERUTAMA BILA
SULKUS BUKAL RENDAH
SEPERTI RAHANG BAWAH
KEKURANGANNYA : AMAT TIDAK STABIL
JURUSAN VERTIKAL DAN AMAT KAKU
JURUSAN HORIZONTAL
AKTIFASI : JANGAN LEBIH DARI 1 mm.
POTONG UJUNG PEGAS 1 mm KEMUDIAN
UJUNGNYA
DIBENGKOKKAN
KEMBALI
MELINGKARI SISI MESIAL GIGI

LABIOPALATAL
P

PERGERAKAN 1 GIGI ATAU SEKELOMPOK GIGI


KE ARAH PALATAL ATAU LINGUAL
BUSUR LABIAL DENGAN LUP U
BUSUR LABIAL DENGAN LUP U TERBALIK
RETRAKTOR ROBERTS
BUSUR LABIAL TINGGI DENGAN PEGAS APRON
BUSUR LABIAL YANG LEBAR (RETRAKTOR MILLS)

BUSUR / PEGAS SELF STRAIGHTENING WIRES

LABIOPALATAL
P

RA

RB

BUSUR LABIAL DENGAN


LUP U
MENARIK INSISIFI
(GIGI
ANTERIOR) KE PALATAL /
LINGUAL

0,7
mm,
AKTIVASI
SEDIKIT 1 mm
PENGGUNAAN
TERGANTUNG :
OPERATOR
BESARNYA RETRAKSI

LABIOPALATAL
P

RA

CARA MEMBUKA LUP U

BUSUR LABIAL DENGAN


LUP U TERBALIK
0,7 mm
AKTIFASI MEMBUKA LUP U

LABIOPALATAL
P

RA TAMPAK SAMPING

RA TAMPAK DEPAN

RETRAKTOR ROBERTS
0,5 mm
TABUNG
PENYANGGA
DIAMETER DALAM 0,5
KOIL DALAM 3 mm
TEPAT PADA KELUARNYA
KAWAT DARI TABUNG
FLEKSIBILITAS TERLETAK
PADA KAKI VERTIKAL KOIL
AKTIFASI : DAPAT SAMPAI 3
mm
KAKI VERTIKAL DIBAWAH
KOIL

LABIOPALATAL
P

RA TAMPAK DEPAN

BUSUR
LABIAL
YANG
LEBAR (MILLS BOW)
0,7
FLEKSIBILITAS
BERTAMBAH
KARENA
LUP-LUP
DIPERLEBAR
UNTUK
MENGURANGI
JARAK GIGIT YANG BESAR
> 4 mm
AKTIFASI : HATI - HATI
TERHADAP
MUKOSA
BUKAL

LABIOPALATAL
P

RA TAMPAK DEPAN

BUSUR LABIAL DENGAN


PEGAS
SELF
STRAIGHTENING WIRES
2 BUAH KAWAT DENGAN
0,5 mm
MODIFIKASI BUSUR LABIAL
YANG
DITAMBAH
SELF
STRIGHTENING WIRES
DIGULUNG KENDOR PADA
BUSUR POSISI
MENYILANG SATU DENGAN
LAINNYA

DAPAT
BERGERAK BEBAS
KERUGIAN : LENGKUNG
GELIGI INSISIFI DATAR

BUKOPALATAL
P

PERGERAKAN BUKO-PALATAL KANINUS DAN


PREMOLAR RAHANG ATAS
BIASANYA DIPERLUKAN PENINGGGIAN GIGITAN
UNTUK MEMBEBASKAN OKLUSI
ALAT UNTUK MENGGERAKKAN 15 KE
BUKAL DAN 24 KE PALATAL. PEGAS T
(O,5 mm) PADA 15, PEGAS BUKAL ( 0,7
mm) PADA 24, KLAMER ADAMS PADA 16
DAN 26 SERTA KLAMER ADAMS GANDA
PADA 11 DAN 21 ( 0,7 mm)

UNTUK KE BUKAL YANG SESUAI PEGAS T


UNTUK KE PALATAL PEGAS BUKAL YANG
KUAT 0,7 mm
DILAKUKAN SEBELUM MOLAR KEDUA ERUPSI

BUKOPALATAL
P

EKSPANSI
LATERAL
LENGKUNG GELIGI ATAS :
TIDAK UNTUK KOREKSI
BERDESAKAN ANTERIOR
YANG BANYAK
SEUSUAI UNTUK GIGITAN SILANG POSTERIOR
UNILATERAL DENGAN DISPLACEMENT MANDIBULA

BUKOPALATAL
P

BILA TIDAK ADA DISPLACEMENT MANDIBULA

ASIMETRI
LENGKUNG

SUKAR
PERAWATAN
RA YANG SEMPIT

BILA GIGITAN SILANG BILATERAL JANGAN


DENGAN ALAT LEPASAN

PEGAS T (T SPRING)
0,5 mm : UNTUK MENDORONG P/C KE
BUKAL
PRINSIP MEKANIKNYA = PEGAS Z

A. PEGAS T (0,5 mm)


B. PEGAS CANTILEVER GANDA (0,5 mm)
C. AKTIFASI PADA LUP SEHINGGA PEGAS DAPAT
MEMANJANG BILA GIGI BERGERAK

AKTIFASI : MENARIK PEGAS MENJAUHI


PLAT AKRILIK SEDIKIT SAJA AGAR
POSISI PEGAS TIDAK BERUBAH
SELANJUTNYA MEMBUKA LUP PEGAS

PEGAS CANTILEVER GANDA =


PEGAS Z (DOUBLE CANTILEVER
SPRING)
0,5 mm : UNTUK MENDORONG I
KE LABIAL BILA TEMPATNYA
TERBATAS

BADAN PEGAS SEPANJANG MUNGKIN AGAR


TIDAK KAKU
HARUS TEGAK LURUS PERMUKAAN PALATAL
GIGI
AKTIFASI : PADA TANGAN PEGAS.
PERTAMA, DEKAT KOIL YANG JAUH DARI
GIGI.
KEDUA, UJUNG YANG MENGENAI GIGI

PEGAS COFFIN (COFFIN SPRING)


1,25 mm : UNTUK EKSPANSI LENGKUNG
GELIGI KE TRANSVERSAL
B. PEGAS COFFIN ( 1,25 mm) UNTUK
EKSPANSI TRANSVERSAL (DISAIN PEGAS
LAIN)
A

SEKRUP EKSPANSI
BANYAK MACAMNYA ;
DAPAT UNTUK MENGGERAKKAN 1 GIGI ATAU LEBIH
INDIKASI KLINIK :
EKSPANSI
PERGERAKAN DISTAL
GIGITAN TERBALIK ANTERIOR
GUIDE PIN TUNGGAL GANDA
KEKUATAN : INTERMITTENT
AKTIFASI : - PUTARAN
PROBLEM : LUPA PAKAI SULIT MEMASANG ALAT

EKSP. FISHER

EKSP. SAGITAL TRANSFERSAL

EKSP. TRANSFERSAL

BADCOCK
SCREW

EKSP. M KE DISTAL

EKSP. TRANSFERSAL ANT.

RETENSI PERANTI LEPASAN


MERUPAKAN TAHANAN TERHADAP
PERU-BAHAN POSISI ALAT LEPASAN
RETENSI DIDAPATKAN PADA
UNDERCUT GIGI
DIKATAKAN : KOMPONEN RETENTIF
UTAMA PADA ALAT LEPASAN
MODERN ADALAH CANGKOLAN
ADAMS
RETENSI YANG CUKUP MERUPAKAN
KEBUTUHAN POKOK ALAT LEPASAN

RETENSI PERANTI LEPASAN


MACAM-MACAM RETENSI :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

CANGKOLAN
CANGKOLAN
CANGKOLAN
CANGKOLAN
CANGKOLAN
CANGKOLAN
CANGKOLAN

ADAMS
BALL ENDED
DUYZINGS
ADAMS MODIFIKASI
SHOUTHEND
C
JACKSON

CANGKOLAN
SHOUTHEND
CANGKOLAN C

CANGKOLAN BALL ENDED

CANGKOLAN
JACKSON

CANGKOLAN DUYZINGS

CANGKOLAN ADAMS

CANGKOLAN ADAMS MODIFIKASI

PLAT AKRILIK
FUNGSI :
PENAHAN KOMPONEN-KOMPONEN LAIN
MENERUSKAN KEKUATAN KOMPONEN AKTIF KE
PENJANGKARAN
MENAHAN PERGESERAN GIGI-GIGI YANG TIDAK
DIKEHENDAKI
MELINDUNGI PEGAS PALATAL
DILEBARKAN UNTUK MEMBUAT PENINGGIAN GIGIT
ANTERIOR DAN POSTERIOR
HARUS SETIPIS MUNGKIN TAPI CUKUP KUAT
TEPI PLAT HARUS MENUTUP SEPERTIGA BAGIAN
SERVICO INCISAL GIGI-GIGI YANG TIDAK DIGERAKKAN
UNTUK MEMPERKUAT PENJANGKARAN

PENINGGIAN GIGIT
FUNGSI :
MENGURANGI TUMPANG GIGIT
MEMBEBASKAN OKLUSSI BILA :
GIGI YANG DIGERAKKAN TERHALANG
MERUSAK ALAT LEPAS

PENINGGIAN GIGIT ADA 2 :


PENIGGIAN GIGIT ANTERIOR
PENINGGIAN GIGIT POSTERIOR