Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

Cairan tubuh total secara umum dibagi ke dalam 2 kompartemen utama, yaitu
cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. Dalam dua kompartemen cairan tubuh ini
terdapat beberapa kation dan anion yang penting dalam mengatur keseimbangan cairan
dan fungsi sel. Ada dua kation yang penting, yaitu natrium dan kalium. Keduanya
mempengaruhi tekanan osmotik cairan intaraseluler dan ekstraseluler dan berhubungan
langsung dengan fungsi sel. Kation utama dalam cairan ekstraseluler adalah natrium dan
kation utama dalam cairan intrasel adalah kalium. Cairan dan elektrolit menciptakan
lingkungan intraseluler dan ekstraseluler bagi semua sel dan jaringan tubuh, sehingga
dapat terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit jika terdapat penyakit dalam tubuh.1
Kompartemen-kompartemen Cairan Tubuh
Seluruh cairan tubuh didistribusikan di antara dua kompartemen utama: cairan
ekstraselular (ECF) dan cairan intraselular (ICF) (gambar 2.1). kemudian cairan
ekstraselular dibagi menjadi cairan interstisial dan plasma darah.
(Gambar 2.1)

Ada juga kompartemen cairan yang sangat kecil yang disebut sebagai cairan
transelular. Kompartemen ini meliputi cairan dalam rongga sinovial, peritoneum,
perikardial, dan intraokular juga cairan serebrospinal; biasanya dipertimbangkan sebagai
cairan ekstraselular khusus, walaupun pada beberapa kasus, komposisinya dapat sangat
berbeda dengan yang di plasma atau cairan interstisial. Cairan transelular seluruhnya
berjumlah sekitar 1 sampai 2 liter.
Pada orang normal dengan berat 70 kilogram, total cairan tubuh rata-ratanya sekitar
60 persen berat badan, atau sekitar 42 liter. Persentase ini dapat berubah, bergantung pada
umur, jenis kelamin, dan derajat obesitas. Seiring dengan pertumbuhan seseorang,
persentase total cairan terhadap berat badan berangsur-angsur turun. Hal ini sebagian
adalah akibar dari kenyataan bahwa penuaan biasanya berhubungan dengan peningkatan
persentase berat badan yaitu lemak, yang kemudian menurunkan persentase cairan dalam
tubuh. Karena wanita memiliki lemak tubuh lebih banyak dari pria, maka wanita
memiliki lebih sedikit cairan daripada pria dalam perbandingannya dengan berat badan.
Karenanya, bila kita membahas kompartemen cairan tubuh rata-rata, kita harus
menyadari adanya variasi-variasi, bergantung pada umur, jenis kelamin, dan tingkat
obesitas.
Konstituen cairan ekstraselular dan intraselular
Perbandingan komposisi cairan ekstraselular, termasuk plasma, cairan interstisial dan
intraselular. Gambar 2.2 dan Gambar 2.3

Gambar 2.2
Natrium berperan dalam menentukan status volume air dalam tubuh. Konsentrasi
normal dari Na+ dalam serum adalah 135-145 meq/L. Kadar natrium dalam plasma
bergantung pada hubungan antara jumlah natrium dan air pada cairan tubuh. Kadar yang
tidak seimbang antara natrium dan air akan berakibat pada terjadinya kondisi
hipernatremia dan hiponatremia.1
Hiponatremia adalah suatu kondisi dimana kadar natrium dalam plasma kurang dari dari
135 mEq/L.1 Hiponatremia merupakan gangguan elektrolit yang paling sering dijumpai di
rumah sakit yaitu sebanyak 15-20 %.2 Berdasarkan konsentrasinya hiponatremia terbagi
atas tiga yaitu, hiponatremi ringan, sedang dan berat. Insidensi hiponatremia ringan
( natrium plasma < 135 mEq/L) yaitu sebanyak 15-22 %, hiponatremia sedang ( natrium
plasma < 130 mEq/L) 1-7 % dan hiponatremia berat ( natrium plasma < 120 mEq/L)
yaitu sekitar < 1% dari pasien yang berobat ke rumah sakit. 3 Hiponatremia ringan-sedang
biasanya bersifat asimptomatik. Kondisi hiponatremi penting untuk diketahui karena (1)
hiponatremia akut berat dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas, (2) peningkatan
mortalitas pada pasien yang memiliki penyakit dengan kondisi hiponatremia dan (3)

terapi yang terlalu cepat pada pasien hiponatremia kronik dapat menyebabkan kerusakan
neuron dan kematian.