Anda di halaman 1dari 7

I.

Introduction

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya,
yaitu sekitar 1/3 dari buah pisang yang belum dikupas. Menurut data Badan Pusat Statistik
(2009) volume produksi pisang di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2009 berturutturut
sebesar 5.454.226 ton, 5.741.351 ton, dan 6.373.533 ton. Sedangkan sampai saat ini kulit pisang
belum dimanfaatkan secara nyata, hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan
sebagai makanan ternak seperti kambing, sapi,dan kerbau. Jumlah kulit pisang yang cukup
banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan
baku makanan (Susanti, 2006). Kulit pisang biasanya hanya langsung dibuang dan dibiarkan
menjadi sampah sehingga nilai ekonomi kulit pisang sangat rendah. Hal tersebut sangat
disayangkan karena ternyata kulit pisang masih memiliki nutrisi yang dapat dimanfaatkan lebih
lanjut menjadi produk panganan lain dan memiliki nilai ekonomis.
Berikut adalah informasi nilai kandungan gizi kulit pisang per 100 gram bahan
No.

Zat Gizi

Kadar

Air (g)

68.90

Karbohidrat (g)

18.50

Lemak (g)

2.11

Protein (g)

0.32

Kalsium (mg)

715

Fosfor (mg)

117

Zat besi (mg)

1.60

Vitamin B (mg)

0.12

Vitamin C (mg)

17.50

Sumber: Balai Penelitian dan Penembangan Industri, Jatim, Surabaya (1982)

II.

Business Description

Pisang Goreng Adinda adalah sebuah UMKM yang bergerak di bidang bakery di kota
Palembang. Toko ini memiliki pusat yang terletak di Ruko Celentang, Jl. Brigjen Hasan Kasim,
Palembang Pisang Goreng Adinda ini terkenal dengan produk pisang gorengnya yang sangat
lezat. Selain pisang goreng, Pisang Goreng Adinda juga menjual donat, martabak, risoles, pastel
dan produk gorengan lainnya.
Dalam sehari, Pisang Goreng Adinda membutuhkan sekitar sekitar 400 kg pisang dan dapat
menjual pisang goreng sekitar 4.000 buah. Karena banyaknya pisang goreng yang dibuat, tentu
banyak pula limbah kulit pisang yang dihasilkan. Dari produksi pisang gorengnya, Pisang
Goreng Adinda dapat menghasilkan sekitar 80kg (20% dari 400 kg) limbah kulit pisang. Tentu
sebagai pengusaha yang peduli pada lingkungan, Pisang Goreng Adinda tidak tinggal diam
menghadapi limpahan kulit pisang yang usahanya hasilkan. Limbah kulit pisang itu mereka olah
menjadi adonan untuk membuat donat. Alhasil, terciptalah menu baru yaitu donat kulit pisang
Adinda yang tidak kalah tenar dibanding pisang gorengnya. Donat kulit pisang ini kemudian
menjadi terkenal dan menjadi ciri khas tersendiri bagi UMKM yang sekarang telah memiliki 10
outlet ini.
III.

MFCA Implementation

Berikut ini adalah proses pembuatan pisang goreng:


1. Campur tepung terigu, gula, dan telur ke dalam mangkuk adonan dan aduk hingga
adonan rata.
2. Kupas pisang dari kulitnya lalu belah dua, celupkan ke dalam adonan pencelup
lalu gulingkan pada tepung hingga rata di seluruh permukaan pisang.
3. Goreng dengan minyak panas sampai warnanya kuning kecoklatan, angkat dan
tiriskan lalu sajikan.
Dari pisang goreng yang dapat dijual dalam sehari, Pisang Goreng Adinda
menghasilkan 80 kg limbah kulit pisang dalam proses produksi sehari. Untuk itu Pisang
Goreng Adinda mengolahnya menjadi produk sampingan berupa donat. Adapun resep
dan cara pembuatan donatnya sebagai berikut:
1. Dibersihkan kulit pisang dan dicuci hingga bersih

2. Diblender kulit pisang hingga hancur


3. Dicampurkan tepung terigu dan kulit pisang yang sudah dihancurkan dengan
perbandingan tepung terigu : kulit pisang ( 1:2 )
4. Ditambahkan gula, margarin, kuning telur dan ragi pengembang kue sambil
diuleni hingga kalis dan menjadi adonan
5. Diamkan adonan selama 20 menit dengan ditutupi oleh kain
6. Bagi adonan dengan merata dan bentuk seperti donat
7. Adonan yang sudah siap lalu digoreng dengan api kecil hingga warnanya agak
kecoklatan
8. Didinginkan dahulu, kemudian diberi gula halus di atas donat.
Formulasi donat kulit pisang sebagai berikut:
No.

Bahan

Prosentase (%)

Kulit pisang

25

Tepung terigu

50

Margarin

Telur

10

Gula halus

Garam

0.9

Ragi instan

0.1

Selanjutnya kami akan melakukan perhitungan kuantitatif atas proses produksi donat kulit
pisang dengan asumsi:

Dari 5 kg pisang, dihasilkan 1 kg kulit pisang.

1kg adonan dapat menghasilkan 10 buah donat

Berikut ini adalah tabel perbandingan estimasi material flow sebelum dan sesudah
imlementasi MFCA.
Per Day

Tanpa MFCA

MFCA

Production
Revenue

Pisang Goreng
Pisang Goreng

4.000x6.000=24.000.000

4.000xRp6.000=24.000.000

Donat
80kgx10xRp3000=2.400.000

Cost

Pisang
Pisang

Bahan baku: (4.000xRp1.125)=

Bahan baku: (4.000xRp1.125)=


4.500.000

4.500.000
Bahan lain: 1.000.000

Bahan lain: 1.000.000


Alokasi biaya tenaga kerja:
500.000
Alokasi biaya overhead: 594.000

Alokasi biaya tenaga kerja: 500.000


Alokasi biaya overhead: 594.000
Donat
Bahan lain: 200.000

Income
Incremental
revenue

Rp 17.406.000

Rp 19.606.000

Rp 19.606.000 Rp 17.406.000 = 2.200.000

Additional Information:
Alokasi biaya tenaga kerja: Rp 1.500.000/bulan/orang x 10 orang : 30 hari = Rp 500.000
Alokasi biaya overhead:

Gas:

Listrik:Rp 300.000/outlet x 10 outlet : 30 hari = Rp 100.000

Sewa: Rp 1.000.000 x 10 outlet : 30 hari = Rp 334.000

Rp 120.000/minggu x 4 mingu x 10 outlet : 30 hari = Rp 160.000

Dari data di atas dapat kita hitung opportunity cost apabila kita membuang kulit pisang yaitu
sekitar Rp 225 tiap buah pisang (20% x Rp 1.125) yang mana sehari mencapai Rp 900.000 (Rp
225 x 4000 buah). Dengan penerapan MFCA dapat dilihat bahwa Pisang Goreng Adinda dapat
mendapatkan tambahan income sebesar Rp 2.200.000 atau 12,64% setiap hari.
Selain perhitungan ekonomi yang positif ternyata donat kulit pisang juga memiliki kandungan
gizi yang sangat baik. Dalam donat campuran kulit pisang ini mengandung karbohidrat yang
tinggi (18.5%), air 68.90%, lemak 2.11%, potein 0.32%, kalsium 715 mg/100g, fosfor
117mg/100g, zat besi 1.60 mg/100g, vitamin B 0.12 mg/100g, dan vitamin C 15.5 mg/100 g
(Chan 2009).
IV.

Challanges and Opportunities

Setiap produk tentu memiliki kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan produk ini.
Campuran kulit pisang, dapat menghasilkan donat yang diharapkan dapat menekan biaya
proses sehingga harga jualnya terjangkau oleh konsumen (Chan 2009). Donat berbahan
campuran kulit pisang memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk menekan biaya produksi,
mengurangi jumlah limbah kulit pisang, meningkatkan intake kalsium, dan yang pasti
menyehatkan tubuh. Tentunya masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan untuk
menyempurnakan resep dari donat kulit pisang ini agar rasa, tekstur, warna, serta aroma yang
dimiliki semakin nikmat.
Untuk peluang bisnis, kesempatan untuk donat kulit pisang berkembang sangatlah luas,
dilihat dari banyaknya limbah pisang yang dihasilkan setiap harinya, UMKM Pisang Goreng
Adinda dapat menjalin hubungan dengan berbagai pemasok yang memiliki limbah kulit
pisang. Donat kulit pisang juga dapat menjadi sebuah signature product dari Pisang Goreng
Adinda yang mungkin saja dapat menjadi salah satu produk utama. Sedangkan, tantangan

yang mungkin dihadapi oleh UMKM ini adalah cara memperkenalkan produk donat kulit
pisang yang mungkin masih asing di masyarakat dan menginformasikan ke masyarakat
bahwa donat kulit pisang memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama kalsium yang baik
untuk anak-anak.

V.

Conclusion

Kulit pisang ternyata memiliki kandungan gizi yang baik terutama Kalsium yang tinggi.
Sampah kulit pisang apabila hanya dibuang ke tempat sampah sebenarnya membuang nilai
sebesar Rp 225 per kulit pisang, belum lagi ditambah adanya biaya pembuangan limbah.
Dengan adanya MFCA, UMKM Pisang Goreng Adinda dapat mengolah limbah kulit pisang
yang awalnya hanya sampah menjadi sebuah produk olahan yang bernilai ekonomis.
Tindakan sederhana ini terbukti dapat menambah income yang dapat diperoleh Pisang
Goreng Adinda yaitu sejumlah Rp 2.200.000 per hari produksi sekaligus turut menjaga
kebersihan lingkungan dan mengurangi tingkat pencemaran lingkungan.

VI.

References

Chan LA. 2009. Inspirasi Usaha Membuat Aneka Donat. Jakarta (ID): PT AgroMedia Pustaka.
Mulyo, Riska A. dkk. 2014. Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Donat Tinggi Kalsium
untuk Meminimalisir Kasus Pencemaran Lingkungan Akibat Sampah di Indonesia. Departemen
Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor

TUGAS SUSTAINABILITY ACCOUNTING


PENERAPAN MATERIAL FLOW COST ACCOUNTING
(MFCA)

DISUSUN OLEH :
Aditya Aryo N.
Dhanizar Zefananda
Natasya Viviana
Noval Hidayatullah
Rima Astriani