Anda di halaman 1dari 21

ROLEPLAY

A. Nama Pemain
Yan Adi

: Pasien Anak

Novylian

: Ibu Yanni

Rizki

: Bapak Yanni

Satria

: Adminitrasi

Yanni

: Dokter

Linda As

: Perawat IGD

Sonya

: perawat

Nur Linda

: Kepala ruangan

Tim 1 (SHIFT PAGI)


nazula

: perawat VIP marwah 1

Nur Aini

: Perawat VIP marwah 1

Tim 2 (SHIFT SORE)


Lutfiyah

: Perawat

Syifa

: Perawat

B. Skenario
Penerimaan pasien baru
Di sebuah rumah tinggal keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak
pertamanya yang bernama Yan yang sekarang sedang duduk di kelas 1 SMP.
Anak satu-satunya di keluarga tersebut saat ini sedang sakit, An.Y demam
selama 5 hari dan muncul bintik-bintik merah di tubuhnya. Melihat kondisi
sang anak tersebut, ibunya pun khawatir.
Pada siangnya, An.Y dan kedua orangtuanya tersebut pun datang ke ruang
instansi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Cinta Kasih atas rujukan puskesmas
Wonokromo. Ketika datang ke IGD di rumah sakit tersebut, kondisi An.Y sudah

lemah, demam sudah 5 hari, dan muncul bintik-bintik merah di tubuhnya. Di


ruang IGD
Bapak

: Suster, tolong anak saya sus. (dengan muka panik).

Ibu

: Iya, tolong anak saya ini sus. Baru kali ini kondisinya begini,
saya khawatir banget. Nak, sabar ya, bentar lagi diobatin sama
suster dan dokter disini. (dengan muka khawatir).

Perawat Linda As

: Iya, ibu bapak. Ayo bawa anaknya kesini pak. Biar


dibaringkan dulu.

Bapak

: Iya sus, disini kan. Ayo nak baring dulu disini biar diperiksa
sama kakak perawatnya. (membaringkan pasien)

Perawat Linda As

: Ibu sebelumnya keluhan anak ibu apa ya? (sambil perawat


Rini memeriksa TTV dan pengkajian kesehatan)

Ibu

: Begini sus, anak saya ini udah 5 hari demam. Kasian liatnya,
udah 5 hari gak sekolah, baring terus dikamar, katanya
kepalanya pusing dan badannya lemah. Kira-kira saat hari
ketiga demam, muncul bintik-bintik merah, seperti di tangan
ini sus. Saya kira kan demam biasa, jadi cuma saya beri obat
paracetamol yang beli di warung. Eh, demamnya gak turunturun. Karena kami berdua khawatir, jadi saya dan suami saya
bawa ke puskesmas, kata dokter dan perawat di puskesmanya
itu, anak saya ini harus dirujuk ke rumah sakit besar biar bisa
ditangani optimal, jadi saya dan suami saya kesini. Saya
khawatir banget sus, tolong lakukan yang terbaik buat anak
sus.

Perawat Linda As

: Iya bu, kami akan lakukan yang terbaik. Boleh saya lihat
surat rujukannya bu?

Lalu dokter pun datang.


Dokter Yanni

: Bagaimana kondisi pasien ini suster? (sambil memeriksa


pasien)

Perawat Linda As : Begini dok, dari hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan tadi
TD 120/80, nadi 120x/menit, pernapasan 20x/menit dan suhu
tubuhnya tinggi dok, 39 oC. Pasiennya mengeluh sakit kepala,
lemah dan demam sudah dari 5 hari lalu, dan terdapat bintikbintik merah pada tubuhnya dok.
Dokter Yanni

: Iya, segera lakukan tourniquet test dan pemeriksaan darah


untuk pasien ini. Lalu pasang infuse untuk anak ini.

Perawat Linda As : Baik dok. Kakak periksa ya adek. Pemeriksaannya gak sakit
kok? Bentar aja. (melakukan tourniquet test).
An.Y

: Iya kakak suster.

Dokter Yanni

: Gimana kondisinya adek? Apa yang adek rasakan?

An.Y

: Lemah dok. Kepalaku pusing. Badanku panas dok (berbicara


dengan lemah)

Bapak

: Bagaimana kondisi anak saya dok? Lakukan yang terbaik untuk


anak saya dok.

Ibu

: Iya dok, kalo masalah biaya, berapapun kami saggup untuk


membayarnya dok. Yang terpenting bagi kami, anak kami bisa
sehat.

Dokter Yanni : Iya ibu, bapak. Kami akan usahakan yang terbaik untuk anak bapak.
Bagaimana hasilnya sus? (melihat tourniquet test)
Perawat Linda As : Hasil tourniquet testnya positif dok, ditemukan ptechie.
Dokter Yanni

: Ibu, Bapak, berdasarkan hasil pemeriksaan ini, anak Bapak


diduga menderita DBD, untuk lebih pastinya kami akan
melakukan pemeriksaan darah. Jadi, anak bapak ini harus
dirawat inap dirumah sakit ini selama beberapa hari agar bisa
sembuh. Apa bapak bersedia?

Ibu

: Iya dok. Lalu bagaimana prosedur untuk rawat inapnya dok?

Dokter Yanni

: Mengenai prosedur rawat inapnya akan dijelaskan oleh perawat


Linda ya bu

Bapak
Dokter Yanni

: Iya dok, terima kasih.


: Sama-sama bapak. Untuk saat ini berikan obat penurun panas
untuk anak ini hingga demamnya turun ya sus.

Perawat Linda As : Baik dok.


Dokter Yanni
Bapak

: Ok, saya tinggal dulu ya bapak ibu, (pergi dari ruang IGD)
: Iya dok.

(Perawat Linda As memasang infus dan mengambil sample darah, sambil


melakukan pemeriksaan fisik untuk kelengkapan rumah sakit)
Perawat Linda As

: Bapak Ibu, tadi sudah dengar kan dari dokternya, jadi anak
bapak ibu ini diduga menderita DBD jadi harus dirawat di
rumah sakit ini selama beberapa hari hingga kondisinya pulih.
Sekarang, saya akan jelaskan bagaimana prosedur dan syaratsyarat yang harus dipenuhi untuk penerimaan pasien baru. Bisa
ikut saya sebentar pak bu ke administrasi?

Sesampainya diruangan.
Administrasi

: Bapak, Ibu, sebelumnya kenalkan nama saya Satria . Sekarang


saya akan jelaskan prosedur penerimaan pasien di sini. Jadi dirumah
sakit ini, kami menyediakan jalur pembayaran baik lewat BPJS,
umum, maupun dari jamkesmas. Kami menyediakan 4 kelas, VIP,
kelas I, kelas II dan kelas III. Tentunya setiap kelas ini akan
memiliki fasilitas dan pembayaran pada tingkatan yang berbeda.
Tapi dalam hal pelayanan kami memberikan pelayanan terbaik dan
merata pada setiap kelasnya, hanya fasilitas dan jumlah pasien
dalam satu ruang yang dibedakan disini. Kelas VIP terdiri dari 1
kamar untuk 1 pasiennya, terdapat ruang AC, dan segala
kelengkapan didalamnya, seperti kulkas, TV dan ruang duduk.
Kelas I terdiri dari 2 orang pasien dalam setiap ruangnya. Ruangnya

berAC dan terdapat TV dalam kamar. Kelas II terdiri dari 3 orang


dalam setiap ruangnya. Ruangnya tidak ber-AC dan tidak terdapat
TV. Dan yang terakhir Kelas III terdiri dari 7 pasien dalam setiap
ruangnya. Bagaimana bapak ibu? Pilih ruangan yang mana?
Bapak

: Baik sus, kami pilih ruang VIP saja.

Administrasi

: Baik, berarti Bapak Ibu pilih ruang VIP. Biaya permalamnya


sebesar 550.000 rupiah diluar biaya pengobatan dan perawatan
disini ya bapak ibu, ini informasi pembayarannya bisa bapak dan
ibu baca. Kalau ada yang tidak dimengerti bisa ditanyakan ke saya.

Bapak

: Baik sus.

Perawat Linda As: Iya pak, Lalu disini ada beberapa formulir yang perlu bapak isi
disini, seperti kelengkapan pasien dan penanggung jawab dari
pasien ini, jadi kami bisa menghubungi bapak bila sewaktu-waktu
terjadi sesuatu pada anak bapak. Diisi sekarang ya pak. Dan bisa
ditandatangi oleh bapak disini. Kalo ada yang tidak dimengerti bisa
ditanyakan ke saya.
Bapak

: Baik sus. Saya rasa cukup jelas sus. (sambil mengisi)

Selesai Bapak selesai mengisi lembar formulir


Bapak

: Ini mas, formulirnya sudah selesai diisi Ada yang kurang mas?

administrasi

Baik,

tidak

pak,

sudah

lengkap.

Sekarang

saya

akan

mempersiapkan pemindahan anak Bapak ke ruang VIP anak yang


letaknya dilorong belakang rumah sakit ini. Nanti akan ada perawat
yang akan mengantarkan anak bapak dan ibu kesana. Dan untuk
biaya rumah sakitnya dapat bapak bayar di loket administrasi rumah
sakit ini, yang terletak di loker depan sekarang.
Bapak

: Baik mas, saya bayar sekarang.

Diruang IGD, adminitrasi pun menelpon ruang anak untuk mempersiapkan


kelengkapan pasien baru yang akan masuk keruangan tersebut. Di ruang
anak.
Karu Nurlinda : Assalamualaikum, dengan Nurlinda di ruang anak. Ada yang bisa
dibantu?
Administrasi

: Waalaikumsalam. Begini, kami dari ruang IGD kedatangan pasien


bernama yan adi , berusia 13 tahun. Anak ini menderita DBD, dan
akan ditempatkan diruang VIP ruang anak, segera siapkan tempat
untuk anak ini ya. Nanti jam 10 saya akan mengantarkan pasien ini
kesana.

Karu Nurlinda : Ok, makasih infonya mbak. Akan kami siapkan.


Administrasi

: Sama-sama.

Setelah itu, kepala ruangan pun menginformasikan kepada perawat Nazula dan
Perawat

Aini untuk mempersiapkan tempat tidur dan kelengkapan untuk

pasien tersebut.
Karu Nurlinda

: Suster Nazula dan Suster Aini begini, tadi saya dapat telepon
dari IGD, akan ada pasien baru yang masuk kesini, bernama
Yan berusia 13 tahun. Pasien akan ditempatkan diruang VIP
dan akan diantarkan keruang ini jam 10 nanti. Suster Aini,
tolong dipersiapkan tempat tidurnya diruang VIP Marwah itu
yang kosong, Dan Suster Nazula tolong siapkan segala
kelengkapan

prosedur penerimaannya dan anamnesanya.

Tolong dikerjakan sekarang ya.


Perawat Aini dan Nazula: Baik bu.
Perawat Aini pun pergi ke ruang VIP Marwah 1 untuk menyiapkan tempat
tidur untuk ruang pasien nanti. Sedangkan perawat Nazula menyiapkan hal-hal
yang diperlukan dalam penerimaan pasien baru diantaranya lembar pasien
masuk rumah sakit, lembar masuk serah terima pasien dari ruangan lain,

lembar pengkajian, lembar informed, nursing kit, dan tata tertib pasien. Selesai
menyiapkan kedua perawat tersebut pun kembali ke nurse station.
Karu Nurlinda : Bagaimana suster Nazula kelengkapan berkasnya?
Perawat Nazula: Oh iya sus, ini sudah lengkap untuk berkasnya. Sudah saya teliti lagi
untuk berkasnya sudah dari IGD sudah lengkap tadi. Dan ini untuk
nursing kitnya yang dibutuhkan juga sudah siap.
Perawat Aini : Ruang VIP Marwah 1 nya juga sudah dipersiapkan. Bednya sudah
dipasang seprai dan sudah dirapikan juga.
Karu Nurlinda : Iya, kalau begitu sebentar lagi pasiennya akan datang. Terima kasih
bantuannya.
Perawat Nazula & Aini : Iya, sama-sama bu.
Pada pukul 10 diruang Anak datanglah perawat Linda As

untuk

mengantarkan An.y dan keluarga keruang anak


Perawat Nazula

: Selamat siang sus, ini pasien dari IGD atas nama Yan Adi ya?

Perawat Linda As

: Iya, benar.

Karu Nurlinda

: Perkenalkan saya kepala ruangan, nama saya Nurlinda, dan


ini perawatnya, namanya Suster Nazula dan Suster Aini. Nanti,
saya yang akan bertanggung jawab atas pasien anak Yan Adi ini,
nanti Suster Nazula dan Suster Aini yang akan melaksanakan
perawatnnya.

Perawat Linda As
Karu Nurlinda

: Iya, baik sus.


: Suster Nazula dan Aini. Tolong antarkan pasien ini keruang
VIP Marwah 1 yang tadi disiapkan.

Perawat Nazula

: Baiklah, mari sus, bapak ibu. Saya antar ke ruang VIP Marwah
1.

Perawat Nazula dan Perawat Aini pun mengantar pasien ke ruang VIP Marwah
1. Sesampainya diruangan, Perawat Nazula pun membantu perawat Linda As
untuk membaringkan pasien di tempat tidur.

Perawat Aini pun merapikan Infus dan menggantungnya di tiang penyangga


sambil merapikan pasien. Perawat Nazula mendorong brankar ke luar ruangan.
Setelah itu, Perawat Aini menerima alat, data pemeriksaan penunjang yang
dibawa dan catatan khusus kemudian mendokumentasikan lembar serah terima
pasien dari ruangan lain.
Perawat Aini

: Suster bisa saya terima data-datanya. Ini tadi dari ruangan

IGD kan sus?


Perawat Linda As

: Iya, benar sus. Berkasnya sudah lengkap.

Perawat Aini dan Linda As

: kami permisi dulu ya bapak ibu. Kalau ada yang ingin

ditanyakan bisa ke ruangan nurse station ruangan anak. (pergi keluar ruangan).
Bapak

: Iya sus, terima kasih.

Sekembalinya keruangan, perawat Aini mencatat berkas-berkas kelengkapan


dari pasien baru bersama perawat Nazula.
Selesai menyelesaikan dokumen tersebut, perawat Nazula dan Perawat Aini pun
pergi ke ruangan VIP Marwah 1 untuk melakukan anamnesa ke pasien An.Yan
Adi.
Perawat Nazula

: Assalamualaikum, ibu bapak, permisi. (mengetuk pintu)

Bapak

: Waalaikum salam , iya suster, silakan masuk. Ada apa ya?

(membuka pintu dan menyilakan masuk)


Perawat Aini

: Begini pak, bu, sekarang saya akan mmelakukan pemeriksaan

fisik ke anak ibu, untuk mengetahui kondisinya sekarang. Bisa kan ibu? Sebentar aja.
Ibu

: Baik sus, silakan. Adek sekarang diperiksa sama kakak suster

dulu ya.
Perawat Aini

: Gimana keadaannya sekarang adek?

An.Y

: Lemah sus, kepalaku masih pusing. (memegang kepalanya)

Perawat Aini

: Baik dek, sebelumnya perkenalkan nama saya Aini, dan ini

suster Nazula. Sekarang kakak akan melakukan pemeriksaan pada adek, bentar aja
kok dek. Gak sakit. Adek mau kan? Biar cepat sembuh nanti, bisa main lagi.
An.Y

: Iya, kakak suster.

Perawat Aini

: Iya dek. Adek tenang aja ya. Permisi ya dek, Bismillah

(melakukan pemeriksaan ttv, tourniquet test, dan pemeriksaan fisik lainnya)


Selesai pemeriksaan
Bapak

: Gimana kondisi anak saya suster?

Perawat Aini

: Jadi, tensi anak ibu normal 120/80 mmHg. Untuk nadinya

100x/menit. Dan respirasinya 20x/menit. Suhu anak ibu masih tinggi 38,0 oC. Nanti
siang saya akan memberikan obat lagi. Nanti obatnya diminum ya ibu, setelah
anaknya makan.
Ibu

: Baik sus.

Perawat nazula

: Baik ibu bapak, pemeriksaannya telah selesai dilakukan.

Nanti sekitar pukul 12.00 bapak dan ibu bisa keruangan perawat sebentar untuk
melengkapi dokumen perawatan rumah sakit sekalian pengenalan sarana dan
prasarana rumah sakit ini.
Bapak

: Baik sus, kami akan kesana nanti.

Perawat Nazula, Aini : Baiklah, Makasih ibu bapak. Untuk sekarang Saya permisi
dulu. (keluar ruangan)
Bapak & Ibu

: Sama - sama suster.

Pada pukul 12.00 Bapak dan Ibu pun pergi keruangan perawat untuk
melengkapi dokumen ruang rawat, penanandatanganan penerimaan dan
persetujuan sentralisasi obat.
Karu Nurlinda

: Assalamualaikum, Suster Nazula dan Suster Aini.

Perawat Nazula dan Aini : Waalaikum salam, iya sus.


Karu Nurlinda

: Bagaimana tadi perawatannya?

Perawat Nazula

: Oh iya, tadi sudah dilakukan. Untuk penerimaan pasien

barunya, sudah saya jelaskan orientasi kepada keluarga tersebut, semua dokumennya
juga sudah lengkap sus. Semua surat dari IGD juga sudah saya terima dan saya salin
dengan Suster Aini.
Karu Nurlinda

: Terima kasih bantuananya Suster Nazula dan Suster Aini.

Setelah itu, perawat Nazula dan perawat Aini melaksanakan intervensi


keperawatan sesuai dnegan tugas masing-masing. Sampai waktunya pergantian
shif pagi ke shif sore.
Timbang terima
Karu Nur Linda

: Assalamualaikum wr wb, sebelum kita melakukan

operan shif untuk dinas pagi ke dinas sore.


PP Tim 1(Pagi)

: Identitas pasien yang pertama nama An. Y, umur 13 tahun,

diagnosa medis DHF. Keadaan umum pasien baik. Ttv terakhir pukul 13.00 tensi,
120/80 mmHg, Suhu 38,00c, nadi 100x/i, RR 20x/i . Pasien mengeluhkan lemas dan
pusing. Demikian yang dapat saya sampaikan tentang keadaan pasien di ruang
Marwah 1 saat ini.
Karu Nurlinda

: Terima kasih untuk perawat pelaksana yang telah


menyampaikan kondisi dari semua pasien saat ini,
mungkin ada yang perlu ditambahkan dari masingmasing ketua tim untuk memvalidasi data. Kalau tidak
ada tambahan mari kita langsung saja menuju ke ruangan
pasien

Masing-masing perawat pelaksana dari tim 1 dan tim 2 yang dinas sore
melakukan validasi langsung ke pasien.
Karu Nurlinda

: Assalamualaikum Wr Wb, Bagaimana Keadaan anak

ibu, bapak Saat Ini? Seperti Biasa , Ibu, bapak,

Kita Disini Akan Melakukan

Kegiatan Timbang Terima Yang Rutin Setiap Pergantian Shift, Tujuan Dari Timbang
Terima Ini Adalah Mengkomunikasikan Keadaan anak ibu sekarang dan
menyampaikan informasi yang Penting Antar Shift Jaga. Perkenalkan kepada perawat
pelaksana pagi dari tim satu ada Ns. Nazula dan Ns. Aini . Dari tim 2 ada Ns.
Lutfiyah dan Ns Syifa Yang akan bertugas menggantikan perawat pelaksana pagi ini.
PP (Sore) sifa

: Apa yang dirasakan anak ibu Saat ini? apakah sudah ada
perkembangan yang lebih baik dari sebelumnya?

Ibu

: Iya suster anak saya masih lemas dan pusing.

Demikian perawat pelaksana dari masing-masing tim (sore) menanyakan secara


bergantian keluhan dari semua pasien yang ada di ruang perawatan untuk
memvalidasi data yang dilaporkan oleh perawat pelaksana pada masing-masing
tim (pagi)
Karu Nurlinda

: Sebelum saya akhiri mungkin ada tambahan atau koreksi


yang perlu didiskusikan kembali ?
Jika tidak saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang
telah mengikuti timbang terima ini. Wassalamualaikum wr
wb
(sambil berjabat tangan dengan semua anggota timbang
terima sambil meninggalkan kamar pasien dan akan menuju
ke nurse station)

Tim 1 dan tim 2

: tidak ada bu.

Karu Nurlinda

: Terima kasih atas kerjasamanya dari ketua tim 1 dan ketua

tim 2 beserta perawat pelaksana yang telah bekerja dengan baik. Demikian tadi
timbang terima ini semoga apa yang telah kita lakukan hari ini memberikan banyak
keuntungan bagi kita semua, dan kita diberikan kelancaran dalam melaksanakan tugas
masing-masing. Demikian saya akhiri Wassalamualaikum wr, wb.
Discharge planning
7 hari kemudian setelah perawatan.
Perawat pelaksana dan Kepala ruangan sedang berdiskusi mengenai discharge
planning yang akan diberikan kepada pasien yan adi dengan diagnosa DHF.
Perawat Sonya

: Assalamualaikum Ibu, saya sonya sebagai Perawat


jaga hari ini. Sebelumnya saya ingin menyerahkan
formulir rencana discharge planning kepada pasien
Yan Adi di ruang VIP. Dari hasil observasi, keadaan
pasien Yan Adi sudah membaik. Dari hasil lab rutin

menunjukkan peningkatan trombosit dan hematokrit


dan sudah dalam rentang normal.Selain itu, kondisi
fisik pasien bagus, sudah tidak demam lagi dan tidak
lemas lagi. Dari segi asuhan keperawatan pasien
sudah bisa pulang hari ini. Saya berencana untuk
memberikan discharge planning kepada pasien Yan
Adi.

Bagaimana

pendapat

ibu?Apakah

ibu

menyetujuinya? Mungkin ibu bisa melihat format


rencana discharge planning yang sudah saya buat.
Karu Nurlinda

: Waalaikum

salam

Apa

yang

difokuskan

dari

discharge planning ini?


Perawat Sonya

Nanti

akan

diberikan

penyuluhan

mengenai

pencegahan demam berdarah, apa yang perlu


diperhatikan

saat

pasien

pulang

nanti

dan

dipersiapkan leaflet yang bisa dibawa pulang oleh


pasien.
Karu Nurlinda

: Baik kalo begitu nanti kita diskusikan lagi bersama


dokter hari ini.

Pagi hari di ruang VIP Marwah 1, terbaring lemas pasien Yan Adi dengan
diagnose DHF. Pasien sudah menjalani hospitalisasi selama seminggu dirumah
sakit dan hari ini dilakukan visite rutin oleh dokter bersama dengan kepala
ruangan dan perawat pelaksana yang bertugas di shift pagi.
Perawat Sonya

: Assalamualaikum, bagaimana keadaan adek hari ini?

Pasien

: Waalaikum salam, sudah mendingan suster.Saya sudah


tidak demam lagi.

Perawat Sonya

: Bagaimana tidurnya tadi malam adek?

Pasien

: Nyenyak suster

Perawat Sonya

: Sepertinya kondisi adek sudah membaik ya, hari ini


akan ada kunjungan ya Pak dari Dokter. Seperti

kunjungan sebelumnya, adek akan dicek kondisi


kesehatannya.
Dokter Yanni

: Assalamualaikum, dek saya dengar dari suster yang


merawat adik bahwa kondisinya sudah mulai
membaik dan dari hasil laboratorium juga sudah
menunjukkan perkembangan yang baik. Bagaimana
pola makannya? Apakah pagi ini makanannya habis?

Pasien

: Hari ini saya makan habis 1 porsi, dok. Berbeda


dengan kemarin-kemarin, makanannya tidak habis
karena merasa tidak enak menelan makanan.

Dokter Yanni

: Sudah bagus ya pola makannya. Nanti lebih banyak


minum air putih juga ya, agar suhu badan tetap
normal dan untuk memperbaiki system kekebalan
tubuh juga. Secara keseluruhan dari hasil pengamatan
saya,

bapak

sudah

mengalami

perkembangan

kesehatan yang cukup baik.Hanya saja perlu banyak


istirahat dulu dalam beberapa hari.
Perawat Sonya

: Baik, sekarang bisa istirahat kembali. Sebelum saya


tinggalkan, apakah ada pertanyaan?

Pasien

: Tidak ada, suster.

Perawat Sonya

: Baik kalau tidak ada, kami permisi ya.

Di ruang perawat, dokter, kepala ruangan, wakil kepala ruangan, perawat


primer dan perawat pelaksana berdiskusi mengenai keadaan pasien Yan Adi
dan rencana pemberian terapi selanjutnya.
Karu Nurlinda

: Dok, mengenai pasien Yan Adi, apa sebaiknya bisa


direncanakan untuk pulang saja, dari hasil observasi
yang dilakukan perawat, kondisi pasien semakin hari
semakin membaik dan dari hasil lab juga sudah
menunjukkan

peningkatan.

Trombosit

dan

hematokritnya juga sudah normal.Sebaiknya apa


tidak direncanakan pulang saja?
Dokter Yanni

: Tadi juga saya sudah melihat hasil labnya memang


menunjukkan peningkatan dan bisa dikatakan normal,
tapi menurut saya sebaiknya jangan dipulangkan dulu
untuk lebih memastikan keadaannya.

Karu Nurlinda

: Begini Dok, dari sisi asuhan keperawatan pasien


sudah bisa membaik, intervensi keperawatan yang
diberikan juga sudah tercapai, dan hanya perlu untuk
lebih banyak istirahat dan pemulihan saja di rumah.

Dokter Yanni

: Tapi bagaimana nanti dengan keadaan pasien jika


muncul demam lagi? Menurut saya pasien ini masih
sedikit lemas dan masih perlu menjalani hospitalisasi,
kita tunggu sampai besok saja.

Karu Nurlinda

: Iya Dok, mengenai penanganan demam yang nantinya


jika muncul lagi, kita sudah merencanakan discharge
planning. Discharge planning ini nantinya akan
diberikan edukasi kepada pasien mengenai yang perlu
diperhatikan di rumah nantinya. Jika nanti, demam
pasien muncul lagi, akan diajarkan dengan teknik
kompres hangat dan pemberian terapi obat. Minta
bantuan

keluarga

untuk

selalu

memperhatikan

keadaan pasien.
Dokter Yanni

: Iya kalau begitu, saya harapkan nantinya discharge


planning ini nantinya benar-benar dilaksanakan
kepada pasien dan pastikan jika pasien juga sudah
memahami apa yang harus dilakukan di rumah.

Karu Nurlinda

: Baik Dok, jadi bagaimana bisa dipulangkan pasien


Yan Adi hari ini?

Dokter Yanni

: Bisa. Pasien Yan Adi bisa pulang hari ini, saya akan
membuat surat ijin pulangnya dan resep obat yang
harus diberikan ke pasien.

Karu Nurlinda

: Sus, ini format discharge planning yang sudah saya


setujui dan bisa dilakukan pada pasien Yan Adi ya.
Bisa

disiapkan

untuk

discharge

planningnyaa

sekarang.
Perawat Sonya

: Baik bu, nanti akan saya siapkan terlebih dahulu.

(Ruang VIP)
Perawat Sonya

: Assalamualaikum, pak?

Bapak Rizki

: Waalaikumsalam , suster.

Perawat Sonya

: Begini

pak,

setelah

dokter

tadi

melakukan

pemeriksaan terhadap kondisi anak Bapak, dan dari


hasil tindakan keperawatan, kondisi anak

Bapak

sudah membaik dan sudah bisa dilakukan perawatan


dirumah.
Bapak Rizky

: Apa benar suster anak saya boleh pulang?

Perawat Sonya

: Iya pak. Pasien sudah bisa pulang hari ini dan ini
resep obat yang harus ditebus dulu sebelum pulang.

Bapak Rizky

: Baik suster.

Perawat Sonya

: Begini pak sebelum nanti anak bapak pulang kami


akan memberikan penyuluhan. Jadi penyuluhan ini
penting

nantinya

untuk

bapak

jalani

selama

pemulihan di rumah. Apa Bapak, ibu , adik bersedia


untuk diberikan penyuluhan ini?
Bapak Rizky

: Saya setuju suster, jadi saya nantinya tahu yang benar


mengenai perawatan keluarga saya dirumah.

Perawat Sonya

: Baiklah Bapak, ibu, adik, nanti kami minta waktunya


sebelum pulang ya, untuk memberikan penjelasan

cara pemulihan kondisi anak Bapak dirumah.


Sekarang, saya minta Bapak untuk menandatangani
form ini, Pak. Form ini berisi persetujuan Bapak
Bapak Rizky

: Baik, suster. Nanti akan saya berikan.Terima kasih,


sus.

(Ruang vip, Discharge Planning)


Perawat Sonya

: Assalamualaikum Dik, hari ini kami dari perawat


ruang

marwah

yang

betugas

memberikan

penyuluhan

diperhatikan

selama

pagi

mengenai

Adik

ini,

akan

yang

harus

pemulihan

dirumah.

Sebelumnya ada yang ingin Adik tanyakan dulu


sebelum dimulai?
Pasien dan Keluarga

: Waalaikumsalam, tidak suster.

Perawat Sonya

: Adik, nanti akan dijelaskan mengenai informasiinformasinya, kemudian nanti akan ditanyakan
kembali dan diakhiri dengan pemberian leaflet yang
bisa dibawa pulang. Nanti yang akan memberikan
informasi adalah teman perawat saya yang lainnya.
Bagimana Dik bisa dimulai sekarang?

Pasien dan Keluarga

: Bisa suster.

Kemudian perawat sifa dan lutfiyah datang ke ruang pasien.


PA syifa

: Assalamualaikum bapak, ibu, adik. Benar dengan


dengan pasien yan adi ?

Pasien

: Waalaikumsalam , iya benar suster.

PA syifa

: Saya perawat sifa bersama teman saya yang yaitu


perawat lutfiyah dan yang pagi ini akan memberikan
sedikit informasi kepada Bapak dan keluarga
mengenai cara perawatan anak bapak dirumah nanti

setelah anak bapak pulang dari rumah sakit.Mungkin


sebelumnya Bapak/ibu sudah tahu mengenai penyakit
yang anak bapak/ibu alami?
Orang tua pasien

: anak saya menderita penyakit demam berdarah atau


DHF karena gigitan dari nyamuk, suster. Kurang
lebih itu yang saya tahu.

PA syifa

: Ok, benar ya bapak/ibu. Demam Berdarah Dengue


adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
virus dengue terutama menyerang anak-anak dengan
ciri-ciri demam tinggi mendadak, disertai manifestasi
perdarahan dan berpotensi menimbulkan syok dan
kematian.Demam

yang

tinggi

terjadi

secara

mendadak dan terus-menerus selama 2-7 hari (tanpa


sebab yang jelas). Cara untuk mengetahui seseorang
menderita DHF itu dengan cara melakukan cek darah
seperti yang sering Bapak lakukan selama dirawat
dimana yang dicari dari darah yaitu data mengenai
trombosit, hemoglobin dan hematokrit. Ketiga hal
itulah yang menentukan baik atau buruknya kondisi
Bapak saat menderita DHF. Pencegahan utama DHF
dengan cara menghapuskan atau mengurangi vektor
nyamuk demam berdarah. Inisiatif untuk menimbun
kolam-kolam air yang sudah tidak digunakan
(misalnya pot bunga), menguras bak mandi setiap
seminggu sekali, dan membuang hal-hal yang dapat
mengakibatkan terbentuknya sarang nyamuk demam
berdarah Aedes Aegypti. Beberapa hal yang harus
dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar
dari penyakit demam berdarah, diantaranya:
1. Melakukan

kebiasaan

baik,

seperti

makan-

makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat


yang cukup.
2. Perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal
dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi,
menutup wadah yang dapat menampung air, dan
mengubur
menjadi

barang-barang
sarang

bekas

yang dapat

perkembangan

jentik-jentik

nyamuk.
3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan
nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan
mematikan jentik pada air. Keduanya harus
dilakukan

untuk

memutuskan

rantai

perkembangbiakan nyamuk.Segera berikan obat


penurun panas untuk demam apabila penderita
mengalami demam atau panas tinggi.
Sudahkah Bapak dan keluarga melakukan salah satu
atau mungkin keseluruhan dari cara pencegahan yang
saya sebutkan tadi?
Orang tua pasien

: Belum,

suster.

Saya

dan

keluarga

kurang

memperhatikan lingkungan sekitar rumah.


PA syifa

: Nah, untuk itu kedepannya pencegahan yang saya


paparkan tadi bisa bapak terapkan,ya.

PA lutfiyah

: Selanjutnya saya akan menambahkan sedikit ya pak.


apakah Bapak/ibu tahu bagaimana penanganan awal
untuk mengatasi demam saat-saat awal terkena DHF?

Pasien

: Tidak tahu, suster.

PA lutfiyah

: Nah, untuk penanganan awal saat demam bisa


dilakukan dengan cara melakukan kompres. Selain
itu, hal yang terpenting adalah istirahat yang cukup
apabila merasa lelah, karena virus dengue ini

menyerang sistem kekebalan tubuh anak Bapak/ibu,


nah apabila anak Bapak/ibu kelelahan, virus tersebut
akan semakin mudah untuk berkembang dalam tubuh
Bapak yang lemah.Setelah 1 minggu mengalami DHF
biasanya kondisi pasien kembali normal namun masih
lemah dan pucat. Oleh karena itu, perawatan yang
dapat diberikan dirumah dalam kondisi pasien yang
demikian, yaitu:
1. Istirahat yang cukup pasca rawat
2. Banyak minum air putih 2000-2005 cc /hari
3. Makan seperti biasa tetapi bila terasa sakit makan
harus lunak
4. Makanan tidak terlau asam dan pedas
Seperti yang kita ketahui, lebih baik mencegah
daripada mengobati, dimana beberapa hal utama yang
perlu dilakukan dalam mencegah penyebaran virus
dengue,

yaitu

dengan

memperhatikan

pencetus,misalnya (mengusulkan kepada Ketua RT


untuk melakukan fogging rutin, lakukan 3 M
(mengurus, menutup, mengubur), jangan biarkan
pakaian banyak di ruang istirahat karena akan
menyebabkan nyamuk bersarang disana, gunakan
kelambuh bila perlu, apabila suhu tubuh tinggi
3hari langsung periksakan ke dokter, minum obat
sesuai aturan, dan kontrol sesuai jadwal/1 minggu
setelah pulang).Nah Bapak, itu informasi yang dapat
kami berikan kepada Bapak dan keluarga. Mungkin
diantara Bapak atau Ibu ada yang bisa menjelaskan
kembali apa itu DHF?
Ibu pasien

: DHF biasa disebut dengan demam berdarah yaitu

penyakit seperti demam tinggi selama 7 hari yang


disebabkan oleh virus dengue.
PA lutfiyah

: Sudah benar ya jawaban Bapak Kresna. Kalau Ibu


mungkin bias menyebutkan apa saja yang perawatan
yang dapat dilakukan dirumah?

Ibu Pasien

: Istirahat yang cukup, banyak minum air putih, makan


makanan yang lunak dan tidak boleh asam ataupun
pedas.

PA lutfiyah

: Sudah benar juga, ya Bu. Itu artinya Bapak/ibu sudah


mampu untuk melakukan perawatan dirumah.

PA syifa

: Bapak, Ibu sebelum saya akhiri, apakah Bapak dan


Ibu ada pertanyaan?

Pasien

: Suster, kenapa saya tidak boleh makan makanan


pedas dan asam? Saya kan tidak mengalami diare.

PA syifa

: adik tidak boleh makan makanan yang pedas dan


asam karena disini kondisi adik belum pulih sehingga
kemungkinan untuk mengalami demam lagi itu bisa
terjadi

apabila

adik

makan

sembarangan

dan

menyebabkan gangguan pada pencernaan. Jadi, tidak


diperkenankan untuk makan makanan pedas dan
asam.Ada lagi yang ingin ditanyakan?
Pasien & Keluarga

: Tidak ada, suster.

PA syifa

: Baik, kalau tidak ada, ini saya bagikan leaflet kepada


Bapak dan Ibu. Isinya kurang lebih sama dengan apa
yang saya jelaskan tadi, dan saya harap ini dapat
menjadi bahan bacaan bagi Bapak dan keluarga
dalam

melakukan

perawatan

dirumah.

Form

discharge planning yang tadi diberikan bisa diberikan


kepada saya, Bu. Baik, sekian dari kami, terima kasih
atas kerjasamanya, semoga lekas sembuh, dan ingat

untuk kontrol kesehatan 1 minggu lagi, ya pak.


Assalamualaikum.
Pasien & Keluarga

: Waalaikumsalam, suster.