Anda di halaman 1dari 20

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

BAB I
PENDAHULUAAN
A.TUJUAN
1. Memahami gambar rangkaian yang telah diberikan
2. Memahami sistim rangkaian pneumatik yang dirangkai
3. Bisa memasang komponen / peralatan sesuai gambar kerja dan
standar
4. Memahami cara kerja dan fungsi Silinder DAC yang dikontrol
secara tidak langsung

B. TEORI DASAR
Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang
bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat
keseimbangan. Perkataan pneumatik berasal bahasa Yunani
pneuma yang berarti napas atau udara. Jadi pneumatik berarti
terisi udara atau digerakkan oleh udara mampat.
Pneumatik merupakan cabang teori aliran atau mekanika fluida dan
tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu
sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai dan
sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat.
Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang
menentukan keadaan keseimbangan gas dan uap (khususnya udara
atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar (aerostatika) dan teori aliran
(aerodinamika).
Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri
merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik dimana
udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik
meliputi semua komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi
proses-proses pneumatik. Dalam bidang kejuruan teknik pneumatik
dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik udara mampat
(udara bertekanan).
Komponen pneumatik beroperasi pada tekanan 8 s.d. 10 bar, tetapi
dalam praktik dianjurkan beroperasi pada tekanan 5 s.d. 6 bar untuk
penggunaan yang ekonomis.
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media
pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut :
a.
Pencekaman benda kerja
b.
Penggeseran benda kerja
c.
Pengaturan posisi benda kerja
d.
Pengaturan arah benda kerja
Penerapan pneumatik secara umum :
a.
Pengemasan (packaging)
b.
Pemakanan (feeding)
c.
Pengukuran (metering)

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

d.
Pengaturan buka dan tutup (door or chute control)
e.
Pemindahan material (transfer of materials)
f.
Pemutaran dan pembalikan benda kerja (turning and
inverting of parts)
g.
Pemilahan bahan (sorting of parts)
h.
Penyusunan benda kerja (stacking of components)
i.
Pencetakan benda kerja (stamping and embosing of
components)
Susunan sistem pneumatik adalah sebagai berikut :
a.
Catu daya (energi supply)
b.
Elemen masukan (sensors)
c.
Elemen pengolah (processors)
d.
Elemen kerja (actuators)
C. LATAR BELAKANG
Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuaan,
maka kebutuhan manusia akan sesutu cenderung naik pula. Dulu orang
harus bersusah payah dalam menekan memukul atau membuat bentuk
yang diinginkan .Dalam dunia industri pun hal itu juga menjadi faktor dari
keefisiensian dari produksi bahan di pabrik. Seiring dengan
perkembangan zaman yang kian maju maka teknologi pneumatik pun
ditemukan untuk mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan dengan
akurasi yang tepat serta keefisiensian waktu yang baik

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

BAB II
PERSIAPAN KERJA
A. GAMBAR RANGKAIAAN
1. RANGKAIAN SILINDER SAC
1. Kontrol silinder SAC secara langsung dengan quick valve

1.0

1 .0

1 .1
A
P

1 .2

A
X

1.6

1 .4
P

0.1

Gerakan maju dari SAC dilakukan dengan cara menekan tombol tekan 3/2
dari 2 arah secara bergantian kemudiaan kembalinya bergerak cepat

2. Kontrol Silinder dengan menggunakan Two pressure

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1.0

44%

1. 01
A

1.1

A
X

1.4

1.2
P

0.1

Dengan menekan katup 2/2 secara bersamaan maka silinder SAC akan
bergerak maju secara perlahan dan mundurnya akan secara cepat

3. Kontrol silinder SAC dengan gabungan two pressure dan


shutle valve

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1.0

44%

1. 01
A

1.1

1.2

1.4

1.6
P

1.8
P

0.1

Dengan menekan katub 3/2 milik no 1.4 dan 1.6 secara bersamaan maka
silinder SAC akan maju secara perlahan akan tetapi silinder SAC juga bisa
maju apabila katup 3/2 milik no 1.8 ditekan

2. RANGKAIAN SILINDER DAC


1. Ladel Penuang

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1.3

1.1

1. 02

50%

50%

1. 01

Y
P

1 .2
A
X

0.2

1 .6

1 .4
P

1.3
P

0.1

Penurunan Ladel harus diatur tombol tekan 3/2 atau mengijak katup pedal
3/2 (penurunan secara perlahan) , sedangkan kembalinya secara otomatis
(pengangkatan secara perlahan)

2. Pembuka cendela

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1 .1

B
P

50%

1. 01

50%

1 .1

A
B

1 .2

Y
P

A
X

1. 02

1 .3

R
A

0 .1

1.4

1 .6
P

1 .5
P

1 .7
P

0 .2

Cendela dapat dibuka dengan menekan salah satu dari push button 3/2 ,
begitu juga menutupnya . cendela harus dapat dibuka pada setiap posisi
sepanjang langkah piston . Agar cendela tidak rusak maka gerakan
membuka dan menutup harus diperlambat

3. Penandaan Pada mistar sorong

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1 .1
1.3

1 .1
A

Y
P

1 .2

0.2

1 .4
A
X

1.3

1. 10

1.8

1.6

Dengan bantuaan DAC dapat dibuat skala pada mistar sorong signal
gerakan maju dari silinder hanya mungkin ketika benda kerja pada
posisinya .Signal untuk gerakan maju dapat dilayani dengan menekan
salah satu dari 2 push button 3/2 gerakan kembali secara otomatis , jika
maximum penekanan dari piston telah tercapai

4. Membuka pintu dari dua tempat

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1 .0

2.0

1.1

2 .1
A

A
Y

0 .2

1 .2

2.3
A

A
Y

1 .6

1 .4
P

2 .5
P

2 .7
P

0 .1

Jika tombol 1.4 atau 1.6 (katup 3/2) ditekan maka gerakan kedua piston
akan maju secara bersamaan, jika tombol 2.5 atau 2.7 (katup 3/2) ditekan
maka kedua gerakan piston akan mundur secara bersamaan

B. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN


GAMBAR ALAT

KETERANGAN

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

DAC (DOUBLE ACTING CYLINDER)

ONE WAY VALVE

4/2 WAY VALVE WITH CONTROL AIR

TWO PRESSURE VALVE

3/2 WAY VALVE

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

3/2 WAY VALVE WITH ROLLER

SAC (SINGLE ACTING CYLINDER)

CONNECTOR AIR

SHUTTLE VALVE

BAB III
PELAKSANAAN KERJA
A. PRAKTEK KERJA SAC
1. Kontrol silinder SAC secara langsung dengan quick valve
Alat dan Bahan
N
o
1

Nama Alat

Jumblah

Silinder SAC

Keterangan

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

2
3
4
5
6
7

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

Quick exhaust valve


3/2 Way valve
Shuttle valve
compressor
Air service unit
Selang penghubung

1
2
1
1
1
secukupn
ya

Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan kerja
2. Langkah pertama hubungkan katup A milik silinder SAC ke katup A
milik Quick exhaust valve
3. Katup P milik Quick exhaust valve hubungkan ke katup A milik
Shuttle valve
4. Katup P milik Shuttle valve hubungkan ke katup A milik Katup 3/2 no
1.4
5. Katup Y mulik Shuttle valve hubungkan ke katup A milik katup 3/2
no 1.6
6. Katup R milik Katup 3/2 no 1.4 dan katup R milik Katup 3/2 no 1.6
dihubungkan dengan compressor
7. Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka rangkaian
sudah benar
8. Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat gambar
rangkaian

Kontrol silinder SAC secara langsung dengan quick valve


2. Kontrol Silinder dengan menggunakan Two pressure
Alat dan Bahan
N
o
1
2
3
4

Nama Alat

Jumblah

Silinder SAC
One way valve
3/2 Way valve
Two pressure valve

1
1
2
1

Keterangan

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

5
6
7

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

compressor
Air service unit
Selang penghubung

1
1
secukupn
ya

Langkah Kerja
1. Katup A milik silinder SAC hubungkan pada katup P milik one way
valve
2. Katup A milik one way valve hubungkan ke Katup A milik Two
pressure valve
3. Katup X milik Two pressure valve hubungkan ke Katup A katup
tombol tekan 3/2 milik no 1.2
4. Katup Y milik Two pressure valve hubungkan ke Katup A katup
tombol tekan 3/2 milik no 1.4
5. Katup R milik Katup 3/2 no 1.2 dan katup R milik Katup 3/2 no 1.4
dihubungkan dengan compressor
6. Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka rangkaian
sudah benar
7. Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat gambar
rangkaian

Kontrol Silinder dengan menggunakan Two pressure

3. Kontrol silinder SAC dengan gabungan two pressure dan shutle


valve
Alat dan Bahan
N

Nama Alat

Jumblah

Keterangan

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

o
1
2
3
4
5
6
7
8

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

Silinder SAC
One way valve
3/2 Way valve
Two pressure valve
compressor
Air service unit
Shuttle valve
Selang penghubung

1
1
3
1
1
1
1
secukupn
ya

Langkah Kerja
1. Katup A milik silinder SAC hubungkan pada katup P milik one way
valve
2. Katup A milik one way valve hubungkan ke Katup A milik Shuttle
valve
3. Katup X milik Shuttle valve hubungkan ke Katup A milik Two
pressure valve
4. Katup Z milik Two pressure valve hubungkan ke Katup A katup
tombol tekan 3/2 milik no 1.4
5. Katup Y milik Two pressure valve hubungkan ke Katup A katup
tombol tekan 3/2 milik no 1.6
6. Katup Y milik shuttle Valve dihubungkan pada katup tombol tekan
3/2 milik no 1.8
7. Katup R milik Katup 3/2 no 1.4 dan katup R milik Katup 3/2 no 1.6
dan R milik katup 3/2 no 1.8 dihubungkan dengan compressor
8. Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka rangkaian
sudah benar
9. Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat gambar
rangkaian

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

Kontrol silinder SAC dengan gabungan two pressure dan shutle


valve

B. PRAKTEK KERJA DAC


1. Ladel Penuang
Alat dan Bahan
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Alat

Jumblah

Silinder DAC
One way valve
3/2 Way valve
3/2 Way valve
3/2 Way valve
4/2 way valve
compressor
Air service unit
Shuttle valve
Selang penghubung

1
2
1
Tombol tekan
1
Tombol pedal
1
Roller
1
1
1
1
secukupn
ya
secukupn
ya

11 Connector

Keterangan

Langkah kerja
1. Katup A milik silinder DAC hubungkan pada katup P milik one way
valve milik no 1.01
2. Katup A milik one way valve milik no 1.01 hubungkan pada katup A
milik katup 4/2 no 1.1
3. Katup B milik silinder DAC hubungkan pada katup P milik one way
valve milik no 1.02
4. Katup A milik one way valve milik no 1.02 hubungkan pada katup A
milik katup 4/2 no 1.1
5. Katup R milik katup 4/2 no 1.1 dihubungkan dengan sumber
compressor
6. Katup Z milik katup 4/2 no 1.1 dihubungkan dengan katup A milik
shuttle valve
7. Katup X milik shuttle valve dihubungkan ke katup A milik katup 3/2
no 1.4
8. Katup Y milik shuttle valve dihubungkan ke katup A milik katup
pedal 3/2 no 1.6
9. Katup Y milik katup 4/2 no 1.1 dihubungkan dengan katup A milik
katup roller akan tetapi posisi peletakan roller berada pada posisi
maksimum milik sillinder DAC
10.
Seluruh katup R milik Katup 3/2 dan 4/2 dihubungkan pada
compressor

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

11.
Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka
rangkaian sudah benar
12.
Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat
gambar rangkaian

2. Pembuka Atau penutup cendela


Alat dan Bahan
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Alat

Jumblah

Keterangan

Silinder DAC
One way valve
3/2 Way valve
compressor
4/2 way valve
Air service unit
Shuttle valve
Selang penghubung

Connector

1
2
4
Tombol tekan
1
1
Kontrol dengan pneimatik
1
2
secukupn
ya
secukupn
ya

Langkah kerja
1. Katup A milik silinder DAC hubungkan pada katup P milik one way
valve milik no 1.01
2. Katup A milik one way valve milik no 1.01 hubungkan pada katup A
milik katup 4/3 no 1.1
3. Katup B milik silinder DAC hubungkan pada katup P milik one way
valve milik no 1.02
4. Katup A milik one way valve milik no 1.02 hubungkan pada katup A
milik katup 4/3 no 1.1
5. Katup R milik katup 4/3 no 1.1 dihubungkan dengan sumber
compressor
6. Katup Z milik katup 4/3 no 1.1 dihubungkan dengan katup A milik
shuttle valve no 1.2
7. Katup X milik shuttle valve no 1.2 dihubungkan ke katup A milik
katup 3/2 no 1.4
8. Katup Y milik shuttle valve no 1.2 dihubungkan ke katup A milik
katup 3/2 no 1.6

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

9. Katup Y milik katup 4/3 no 1.1 dihubungkan dengan katup A milik


shuttle valve no 1.3
10.
Katup X milik shuttle valve no 1.3 dihubungkan ke katup A
milik katup 3/2 no 1.5
11.
Katup Y milik shuttle valve no 1.3 dihubungkan ke katup A
milik katup 3/2 no 1.7
12.
Seluruh katup R milik Katup 3/2 dan 4/2 dihubungkan pada
compressor
13.
Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka
rangkaian sudah benar
14.
Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat
gambar rangkaian

Pembuka Atau

penutup
cendela

3. Penandaan Pada mistar sorong


Alat dan Bahan
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Alat

Jumblah

Silinder DAC
Two pressure valve
3/2 Way valve
Compressor
4/2 way valve
Air service unit
Shuttle valve
Selang penghubung

Connector

1
1
2
1
1
1
1
secukupn
ya
secukupn
ya
1
1

10 3/2 way valve


11 3/2 way valve

Keterangan

Tombol tekan
Kontrol dengan pneumatik

roller
sensor

Langkah kerja
1. Katup A silinder DAC dihubungkan pada katup A milik katup kontrol
4/2 no 1.1

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2. Katup Z milik katup kontrol 4/2 no 1.1 dihubungkan pada katup A


milik two pressure valve
3. Katup Z milik two pressure valve dihubungkan ke katup A milik
shuttle valve
4. Katup X milik shuttle valve dihubungkan pada katup A milik tombol
tekan katup 3/2 no 1.6
5. Katup Y milik shuttle valve dihubungkan pada katup A milik tombol
tekan katup 3/2 no 1.8
6. Katup Y milik two pressure valve dihubungkan ke katup A milik
tombol sensor katup 3/2 no 1.10 (posisi katup ini terdapat pada
maximum jangkauan piston sehingga bisa memberi sinyal pada two
pressure valve)
7. Katup Y milik katup kontrol 4/2 no 1.1 dihubungkan pada katup A
milik roller katup 3/2 no 1.3 (posisi katup ini pada sisi maksimum
piston)
8. Seluruh katup R milik Katup 3/2 dan 4/2 dihubungkan pada
compressor
9. Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka rangkaian
sudah benar
10.
Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat
gambar rangkaian

Penandaan Pada
4. Membuka pintu dari dua tempat
Alat dan Bahan

mistar sorong

N
o
1
2
3
4
5
6
7

Nama Alat

Jumblah

Keterangan

Silinder DAC
3/2 Way valve
Compressor
4/2 way valve
Air service unit
Shuttle valve
Selang penghubung

Connector

2
4
Tombol tekan
1
2
Kontrol dengan pneumatik
1
2
secukupn
ya
secukupn
ya

Langkah Kerja

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

2014

1. Katup A milik silinder DAC 1.0 dihubungkan ke Katup A milik Katup


kontrol pnumatik 4/2 no 1.1 , Katup B milik silinder DAC 1.0
dihubungkan ke Katup B milik Katup kontrol pnumatik 4/2 no 1.1
2. Katup Z milik Katup kontrol pnumatik 4/2 no 1.1 dihubungkan ke
katup A shuttle valve no 1.2 , Katup Y milik Katup kontrol pnumatik
4/2 no 2.1 dihubungkan ke katup A shuttle valve no 2.3
3. Katup X milik shuttle valve no 1.2 dihubungkan ke katup A milik
tombol tekan katup 3/2 no 1.4, Katup Y milik shuttle valve no 1.2
dihubungkan ke katup A milik tombol tekan katup 3/2 no 1.6
4. Katup A milik silinder DAC 2.0 dihubungkan ke Katup A milik Katup
kontrol pnumatik 4/2 no 2.1 , Katup B milik silinder DAC 2.0
dihubungkan ke Katup B milik Katup kontrol pnumatik 4/2 no 2.1
5. Katup Z milik Katup kontrol pnumatik 4/2 no 2.1 dihubungkan ke
katup A shuttle valve no 2.3 , Katup X milik shuttle valve no 2.3
dihubungkan ke katup A milik tombol tekan katup 3/2 no 2.5
6. Katup Y milik shuttle valve no 2.3 dihubungkan ke katup A milik
tombol tekan katup 3/2 no 2.7, Katup Y milik Katup kontrol
pnumatik 4/2 no 1.1 dihubungkan ke katup Y kontrol pnumatik 4/2
no 2.1
7. Katup Z milik Katup kontrol pnumatik 4/2 no 1.1 dihubungkan ke
katup Z kontrol pnumatik 4/2 no 2.1
8. Jika rangkaian sudah sesuai dengan prinsip kerja maka rangkaian
sudah benar
9. Jika rangkaian belum benar maka ulangi dengan melihat gambar
rangkaian

Membuka pintu dari dua tempat

BAB IV
KESIMPULAN
1. Kesimpulan Dari Praktek

Penggunaan silinder SAC Apabila memerlukan satu arah dan


satu gaya dengan gerak mundurnya memanfaatkan gerak
pegas
Penggunaan silinder DAC Apabila untuk 2 arah dan dua gaya
untuk maju dan mundur
Silinder SAC hanya memiliki panjang piston maksimum 100
mm akan tetapi memiliki keefisiensian dalam perangkaianya
Silinder DAC memiliki panjang piston maksimum 2000 mm
akan tetapi memiliki kerumitan dalam merangkainya

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18

2014

[LAPORAN PRAKTEK PNEUMATIK ]

POLITEKNIK NEGERI MALANG

Page 18